• Tidak ada hasil yang ditemukan

Prosiding Seminar Nasional MIPA 2017

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Prosiding Seminar Nasional MIPA 2017"

Copied!
584
0
0

Teks penuh

Perwitasari Pengembangan tes diagnostik online materi termodinamika untuk mengetahui tingkat pemahaman konsep siswa. Efektivitas model pembelajaran kooperatif tipe Think Talk Write (TTW) terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa pada materi konstruksi spasial.

Kata Pengantar

PENDIDIKAN FISIKA

ANALISIS KEMAMPUAN REPRESENTASI GAMBAR PADA POKOK BAHASAN GERAK PARABOLA

Penelitian dilakukan terhadap kemampuan siswa dalam merepresentasikan pertanyaan dalam gambar grafis pada topik gerak parabola. Perlu perhatian lebih terhadap kemampuan siswa dalam merepresentasikan kembali data khususnya pada topik gerak parabola.

Gambar 1 Jawaban siswa A
Gambar 1 Jawaban siswa A

ANALISIS KEMAMPUAN REPRESENTASI MAHASISWA PENDIDIKAN FISIKA DALAM MENYELESAIKAN MATERI PERKEMBANGAN TEORI

ATOM

Selanjutnya penyelesaian soal dengan menggunakan representasi gambar memperoleh nilai 107 atau hanya 72,30% dari seluruh siswa yang mampu mendeskripsikan materi pengembangan teori atom dari jumlah seluruh siswa. Keterampilan representasi siswa bergantung pada seberapa sering siswa belajar dan berlatih menggunakan representasi ketika menjelaskan materi pengembangan teori atom yang dihadapi siswa.

PENYIAPAN KOMPETENSI MENGAJAR MAHASISWA CALON GURU MELALUI KEGIATAN LESSON STUDY DAN PENERAPAN KONFERENSI

  • Desain Penelitian
  • Data dan Teknik Pengumpulan Data
  • Teknik Analisis Data
  • Peningkatan Keprofesionalan Dosen Dalam Menerapkan Konferensi 3-2-1 Melalui Lesson Study
  • Deskripsi Penerapan Konferensi 3-2-1 untuk Mengondisikan Kompetensi Mengajar Mahasiswa Calon Guru
  • Keberhasilan Penerapan Model Pembelajaran dalam Mengondisikan Mahasiswa Siap Melaksanakan Paraktik Mengajar di Sekolah Secara

Lesson study dilaksanakan dalam tiga tahap yaitu Plan (rencana), Do (implementasi) dan See (refleksi) secara berkelanjutan (Hendayana, 2006). Dengan kata lain Lesson Study merupakan suatu cara untuk meningkatkan kualitas pembelajaran yang tidak pernah berakhir (continuous Improvement).

Tabel 1. Kinerja Dosen Model Setiap Open Lesson
Tabel 1. Kinerja Dosen Model Setiap Open Lesson

PENGARUH MODUL FISIKA BERBASIS KEARIFAN LOKAL MATERI USAHA DAN ENERGI TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA

Perbedaan hasil belajar antara kelas eksperimen dan kelas kontrol dapat dilihat dari hasil post-test yang ditunjukkan pada tabel 4. Hasil perhitungan rata-rata N-gain menunjukkan bahwa hasil belajar siswa kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol.

Tabel 4. Analisis Data Posttest   (Data Akhir)  Group Statistics
Tabel 4. Analisis Data Posttest (Data Akhir) Group Statistics

GAME TEBAK KARTU BESARAN FISIKA BERBASIS ANDROID UNTUK MEMOTIVASI SISWA BELAJAR MANDIRI

Oleh karena itu, peneliti mengambil penelitian berjudul Permainan Tebak Kartu Fisika Berbasis Android untuk memotivasi siswa belajar mandiri. Sebanyak 90% siswa menyatakan bahwa penggunaan permainan tebak kartu besaran fisika sebagai media pembelajaran sangat memotivasi siswa untuk belajar mandiri.

Tabel 1. Angket Kemandirian Belajar Siswa
Tabel 1. Angket Kemandirian Belajar Siswa

PERBANDINGAN MODEL EVALUASI PAPER BASED TEST (PBT) DAN COMPUTER BASED TEST (CBT) DI SMK PALAPA SEMARANG

Subyek yang nilai rata-rata skor evaluasi model PBT dan CBTnya meningkat atau menurun. Pada 4 subjek, nilai mean model tes PBT dan CBT mengalami penurunan.

Tabel 1. Rekap Nilai Tes Model PBT kelas XII di SMK Palapa Semarang Tahun  Pelajaran 2016/2017
Tabel 1. Rekap Nilai Tes Model PBT kelas XII di SMK Palapa Semarang Tahun Pelajaran 2016/2017

INTEGRASI SAINS ISLAM DENGAN PENDEKATAN SAINTIFIK UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA SMP

Berdasarkan data tersebut dapat dikatakan bahwa peningkatan hasil belajar materi cahaya pada kelas eksperimen menggunakan pendekatan saintifik berbasis integrasi IPA dan Islam dengan metode. Pendekatan saintifik berbasis integrasi IPA dan Islam dengan metode eksperimen dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII SMP Al-Fattah Semarang pada materi Cahaya dengan hasil uji gain sebesar 0,34 yang merupakan kriteria peningkatan sedang.

Tabel  1. Deskripsi Nilai Ulangan Harian Kelas Eksperimen dan Kontrol
Tabel 1. Deskripsi Nilai Ulangan Harian Kelas Eksperimen dan Kontrol

IDENTIFIKASI PEMAHAMAN MAHASISWA TENTANG KONSEP TEORI ATOM BOHR

Tes pemahaman konsep yang dilakukan siswa menunjukkan bahwa siswa mampu menjelaskan model atom Bohr sebagai model transisi dalam pembahasan teori atom. Respon siswa yang kesulitan menjelaskan perkembangan model teori atom ditunjukkan pada Gambar 2 berikut.

Tabel 2 Isi Pernyataan Jawaban Mahasiswa  Menyatakan Teori
Tabel 2 Isi Pernyataan Jawaban Mahasiswa Menyatakan Teori

ANALISIS KEMAMPUAN LITERASI SAINS SISWA MELALUI GERAKAN LITERASI SEKOLAH (GLS)

Kemampuan literasi sains siswa ditunjukkan dalam bentuk persentase penguasaan literasi sains dengan menghitung total skor jawaban siswa. Berdasarkan respon yang diberikan siswa terhadap penerapan Gerakan Literasi Sekolah menunjukkan adanya korelasi yang konsisten dengan kemampuan literasi sains siswa dominan pada kategori sedang. Respon yang diberikan siswa terhadap pelaksanaan Gerakan Literasi Sekolah menunjukkan adanya korelasi yang konsisten dengan kemampuan literasi sains siswa dominan pada kategori sedang.

Tabel 1. Sebaran Sub Domain Literasi Sains  Indikator  Nomor Butir Soal  Jumla
Tabel 1. Sebaran Sub Domain Literasi Sains Indikator Nomor Butir Soal Jumla

PERSEPSI PENGAMPU PERKULIAHAN IPA TERHADAP PELAKSANAAN EVALUASI DAN HASIL BELAJAR IPA TERINTEGRASI

Sedangkan penelitian ini fokus pada persepsi guru terhadap evaluasi perkuliahan dan hasil pembelajaran IPA. Secara keseluruhan, respon persepsi terhadap alat penilaian hasil belajar oleh pendidik telah dilakukan dengan baik. Penilaian hasil belajar IPA hendaknya dikembangkan secara kolaboratif yang mampu mengukur ranah kognitif, psikomotorik, dan afektif siswa.

PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR SISWA SMK MELALUI MODEL PROJECT BASED LEARNING (PJBL)

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas model Project Based Learning (PjBL) dalam meningkatkan motivasi belajar fisika siswa CSA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Project Based Learning pada pembelajaran fisika dapat meningkatkan empat aspek motivasi ARCS yaitu perhatian, relevansi, kepercayaan dan kepuasan. Model pembelajaran Project Based Learning dapat dijadikan salah satu alternatif untuk meningkatkan motivasi siswa SMK dalam belajar fisika.

PEMAHAMAN FISIKA KUANTUM TERHADAP VISUALISASI FOTON DAN ELEKTRON

Tentu saja, nilai kuantum foton dan elektron hanya dapat menghitung probabilitas, bukan keadaan sebenarnya yang ditempatinya. Berdasarkan hasil dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa konsep foton dan elektron serta pengukuran kuantumnya merupakan sifat partikel dan dualisme dalam visualisasi foton sebesar 62,2% dan 21,6%. Sifat partikel dan dualisme pengukuran kuantum foton dan elektron dengan ekspresi matematisnya masing-masing sebesar 40,5% dan 51,4%.

Tabel 2. Visualisasi Mahasiswa tentang Elektron
Tabel 2. Visualisasi Mahasiswa tentang Elektron

INSTRUMEN PILIHAN GANDA EMPAT TINGKAT UNTUK MENGIDENTIFIKASI MISKONSEPSI SUHU DAN KALOR

Hasil tes tes skala besar digunakan untuk analisis butir soal, meliputi reliabilitas instrumen, kesukaran, daya pembeda, pengoperasian distraktor, dan analisis miskonsepsi. Hasil analisis terhadap 50 butir soal yang diujikan secara luas menunjukkan bahwa terdapat 2 soal mudah, 19 soal sedang, dan 29 soal sulit. Berdasarkan analisis, 10 dari 50 soal yang diujikan pada tes skala besar memiliki pengecoh yang tidak berfungsi.

Gambar 1 Hasil Angket Penilaian Siswa pada Uji Skala Kecil
Gambar 1 Hasil Angket Penilaian Siswa pada Uji Skala Kecil

PEMAHAMAN MAHASISWA TENTANG MEKANIKA KUANTUM DILIHAT DARI PEMAHAMAN TENTANG PRINSIP KETIDAKPASTIAN HEISENBERG

Jawaban atas soal tes kemudian dikelompokkan ke dalam kategori yang menggambarkan pendekatan siswa dalam memahami mekanika kuantum. Siswa kategori 1.3 menganggap prinsip ketidakpastian Heisenberg disamakan dengan prinsip ketidakpastian hasil pengukuran pada alat ukur (kaliper, stopwatch, dan lain-lain). Siswa kategori 1.3 berasumsi bahwa ketidakpastian Heisenberg terjadi dalam konteks pengukuran. Penelitian ini menunjukkan bahwa siswa kesulitan mengidentifikasi perbedaan mekanika klasik dan mekanika kuantum.

MELATIHKAN KETERAMPILAN BERARGUMENTASI MELALUI KOMBINASI PEMBELAJARAN INKUIRI DENGAN KEGIATAN

ARGUMENTASI

Kegiatan argumentatif yang dipadukan dalam tahapan kegiatan inkuiri berperan untuk lebih meningkatkan keterampilan argumentatif siswa. Kegiatan pembelajaran yang memfasilitasi siswa dalam melakukan aktivitas argumentasi sangat efektif dalam meningkatkan keterampilan argumentasi (Kaniwati dkk, 2014; Yusiran & Siswanto, 2016). Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa pembelajaran investigatif yang aktivitasnya dipadukan dengan aktivitas argumentasi efektif dapat meningkatkan kemampuan argumentasi siswa SMA.

Tabel 1. Hasil Uji Normalitas dan Uji Beda Rata-rata
Tabel 1. Hasil Uji Normalitas dan Uji Beda Rata-rata

THREE-TIER DIAGNOSTIC TEST UNTUK MENGIDENTIFIKASI MISKONSEPSI SISWA SMA MATERI GERAK MELINGKAR BERATURAN

Data yang diperoleh dari penelitian skala besar dianalisis untuk menentukan reliabilitas soal tes diagnostik tiga bagian. Terdapat tiga pengecoh pilihan jawaban dan dua pengecoh pilihan alasan dalam tes diagnostik tiga bagian yang telah dikembangkan. Indikatornya ada delapan, dan jumlah soal tes diagnostik tiga tingkat yang dikembangkan sebanyak 40 butir soal.

Tabel 1. Interpretasi Hasil Three-Tier Diagnostic Test  No.  Kategori  Tipe Respons
Tabel 1. Interpretasi Hasil Three-Tier Diagnostic Test No. Kategori Tipe Respons

PENGEMBANGAN TES DIAGNOSTIK BERBASIS WEB PADA MATERI TERMODINAMIKA UNTUK MENGIDENTIFIKASI TINGKAT PEMAHAMAN

KONSEP SISWA

Kelayakan Tes Diagnostik Berbasis Web

Profil indikator 5 Penjelasan hubungan kalor jenis dengan suhu Terdapat data lebih rinci mengenai profil indikator kelima pada Tabel 9. Berdasarkan Tabel 9 terlihat sebagian besar siswa memahami soal 11 dan 15 dengan baik, terlihat dari hasil persentase pemahaman hubungan sebesar 86,36% dan 54,55%. Berdasarkan Tabel 10 terlihat sebagian besar siswa memahami soal nomor 14 dengan baik yang ditunjukkan dengan persentase pemahaman relasional sebesar 72,73%.

Tabel 1 Hasil Uji Kelayakan Tes Diagnostik Berbasis Web oleh Pakar Instrumen Tes  No  Penilai  % Perolehan Skor
Tabel 1 Hasil Uji Kelayakan Tes Diagnostik Berbasis Web oleh Pakar Instrumen Tes No Penilai % Perolehan Skor

KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH FISIKA MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PENEMUAN BERBANTUAN CD INTERAKTIF

Berdasarkan uraian yang telah disampaikan di atas, maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kemampuan menyelesaikan masalah fisika melalui penerapan model pembelajaran Discovery Learning berbantuan CD interaktif. Hal ini dikarenakan proses pembelajaran pada kelas eksperimen menggunakan model Discovery Learning interaktif yang didukung CD. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran penemuan interaktif berbantuan CD dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menyelesaikan masalah fisika.

Gambar 1 Nilai Rata-rata Pretest, Posttest dan Nilai Gain
Gambar 1 Nilai Rata-rata Pretest, Posttest dan Nilai Gain

LINTASAN BELAJAR SISWA DALAM PERMASALAHAN SUHU DAN KALOR

Berdasarkan data tersebut diketahui terdapat perbedaan lintasan berpikir siswa ketika menyelesaikan permasalahan pada bab suhu dan kalor. Berdasarkan ketiga jalur berpikir pada S.E 2, beberapa siswa telah berhasil membuat grafik suhu menjadi kalor dengan benar tergantung permasalahannya. Materi bagian tentang hubungan kalor dan suhu benda serta bentuknya memberikan jalan berpikir yang tidak berlebihan kepada siswa.

Tabel 1 Lintasan berpikir materi silabus: Suhu dan Pemuaian
Tabel 1 Lintasan berpikir materi silabus: Suhu dan Pemuaian

PENGEMBANGAN METODE PRAKTIKUM BERBANTUAN ANALISIS VIDEO TRACKER UNTUK MENENTUKAN NILAI VISKOSITAS FLUIDA

Praktikum penentuan koefisien viskositas (η) dengan bantuan video pelacak diawali dengan mengukur diameter bola dengan jangka sorong dan massa bola dengan timbangan lengan. Bola yang dijatuhkan ke dalam cairan direkam dengan kamera ponsel, kemudian video yang tersimpan di memori kamera diimpor untuk dianalisis menggunakan aplikasi video pelacak untuk mengetahui kecepatan akhir kelereng yang dijatuhkan ke dalam cairan. Rekaman video pelacak akan terlihat di monitor laptop, kemudian pergerakan bola dilacak dari permukaan cairan hingga ke dasar tabung.

Gambar 1 Praktikum Viskositas dengan perekaman kamera
Gambar 1 Praktikum Viskositas dengan perekaman kamera

IDENTIFIKASI TINGKAT PEMAHAMAN KONSEP SISWA SMP DENGAN TES DIAGOSTIK BERBASIS WEB

Soal no 1 menyajikan perubahan suhu, soal no 2 menjelaskan tentang suhu, soal no 3 adalah mikroskop suhu, soal no 4 adalah cairan yang mengisi termometer. Soal nomor 4 banyak dijawab dengan benar oleh siswa karena pertanyaan yang diajukan merupakan pertanyaan yang berkaitan dengan hal-hal yang sering terjadi dalam kehidupan. Berdasarkan tabel 3 item nomor 7 sebanyak 50% siswa menjawab benar dan item nomor 5 hanya 3 siswa yang menjawab benar.

Tabel 1 Kriteria Penilaian Tes Diagnostik Tingkat 2  No  Kondisi  Tipe Respons  Skor  1  Misunderstand
Tabel 1 Kriteria Penilaian Tes Diagnostik Tingkat 2 No Kondisi Tipe Respons Skor 1 Misunderstand

MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH BERBANTUAN VIDEO PEMBELAJARAN PADA PEMAHAMAN KONSEP DAN KEMAMPUAN

PEMECAHAN MASALAH

Sesuai dengan hasil penelitian, model pembelajaran berbasis masalah yang didukung dengan video pembelajaran dapat meningkatkan pemahaman konsep dan keterampilan pemecahan masalah fisika. Hal ini menunjukkan adanya pengaruh terhadap pemahaman konsep dan pemecahan masalah fisika dengan model pembelajaran berbasis masalah yang didukung dengan video pembelajaran. Penggunaan model pembelajaran berbasis masalah dengan menggunakan video pembelajaran dalam mengajarkan pemahaman konsep dan keterampilan pemecahan masalah fisika sangat dianjurkan.

Tabel 1 Hasil Analisis Akhir
Tabel 1 Hasil Analisis Akhir

IDENTIFIKASI PEMAHAMAN KONSEP PERKEMBANGAN TEORI ATOM PADA MAHASISWA PENDIDIKAN FISIKA

  • Pertanyaan mengenai teori Atom Dalton
  • Pertanyaan mengenai Teori Atom JJ. Thomson
  • Pertanyaan mengenai Teori Atom Rutherford
  • Pertanyaan mengenai teori Atom Niels Bohr

Hasil analisis jawaban 37 responden mengenai teori atom Dalton diperoleh persentase sebesar 35,14% responden yang dapat menjelaskan dan menguraikan teori atom dengan benar. Contoh jawaban responden terhadap pertanyaan mengenai teori atom Niels Bohr ditunjukkan pada Gambar 4. Secara keseluruhan, rata-rata persentase responden yang dapat menjelaskan dan memaparkan perkembangan teori atom adalah sebesar 45,27%.

Tabel 1. Kualifikasi skala pemahaman konsep  Pemahaman  kualifikasi
Tabel 1. Kualifikasi skala pemahaman konsep Pemahaman kualifikasi

PENGEMBANGAN MODUL FISIKA KELAS XI MA BERCIRIKAN INTEGRASI SAINS DAN ISLAM PADA MATERI USAHA DAN ENERGI, HUKUM

KEKEKALAN ENERGI MOMENTUM, IMPULS, DAN TUMBUKAN

PENGEMBANGAN MODUL KELAS XI MA FISIKA BERKARAKTERISTIK INTEGRASI ILMU PENGETAHUAN DAN ISLAM DALAM BAHAN BISNIS DAN ENERGI HUKUM. Evaluasi modul fisika oleh ahli materi pelajaran untuk mengetahui kualitas modul fisika kelas XI MA ditandai dengan keterpaduan IPA dan Islam yang telah ada. Validasi media Alhi dilakukan untuk mengetahui kualitas produk bahan ajar modul fisika kelas MA XI yang bercirikan integrasi IPA dan Islam.

Tabel 1. Interval Kelas
Tabel 1. Interval Kelas

KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA MELALUI PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING BERBANTUAN BAHAN AJAR FISIKA BERBASIS

PENDEKATAN SAINTIFIK

Dengan kata lain, kemampuan berpikir kritis siswa yang menggunakan bahan ajar yang dikembangkan mengalami peningkatan. Terdapat peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa setelah diterapkan model pembelajaran Discovery Learning menggunakan bahan ajar fisika berbasis pendekatan saintifik. Bahan ajar fisika berbasis pendekatan saintifik yang dikembangkan juga dapat meningkatkan keterampilan ilmiah siswa pada materi fluida dinamis.

Tabel 6. Hasil Uji Gain Kelas Kontrol Dan Eksperimen  Kelas  Rata-rata  Nilai Gain  Kriteria
Tabel 6. Hasil Uji Gain Kelas Kontrol Dan Eksperimen Kelas Rata-rata Nilai Gain Kriteria

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN GROUP INVESTIGATION (GI) DAN LITERASI SAINS TERHADAP PENGUASAAN KONSEP MATERI GERAK

LURUS (GL) SMP IT ROBBANI KENDAL

Dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran CI dan Literasi Sains tidak berpengaruh signifikan terhadap penguasaan konsep. Terdapat pengaruh yang sangat lemah antara literasi sains terhadap penguasaan materi konsep gerak lurus dengan besaran 4%. Terdapat pengaruh yang sangat lemah antara model pembelajaran group inquiry (gi) dan literasi sains terhadap penguasaan konsep materi gerak lurus dengan besarnya 5,4%.

Tabel 3 Hasil Signifikansi F
Tabel 3 Hasil Signifikansi F

MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR PESERTA DIDIK MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TGT (TEAMS

Implikasi pembelajaran bahasa Indonesia adalah pembelajaran akan bermakna apabila masukan (materi pelajaran) sesuai dengan minat dan bakat siswa. Oleh karena itu, belajar adalah suatu proses yang disengaja yang menyebabkan siswa dalam lingkungan belajar belajar untuk melakukan aktivitas dalam situasi tertentu. Dengan diterapkannya model pembelajaran TGT diharapkan suasana pembelajaran menjadi lebih menyenangkan sehingga motivasi belajar siswa juga meningkat.

Motivasi siswa masih rendah, siswa kurang aktif dalam belajar dan hasil belajar lebih rendah dibandingkan KKM.

Melakukan

Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa motivasi belajar siswa MTs Negeri Penawangan masih kurang. Berdasarkan observasi proses pembelajaran pada putaran 1 diperoleh data bahwa motivasi belajar rendah sebanyak 10 siswa (41,67%), motivasi belajar cukup sebanyak 9 siswa (37,5%) dan motivasi belajar cukup sebanyak 5 siswa (20,83%). %) . ) mempunyai motivasi belajar yang baik. Data tindakan kelas Putaran I menunjukkan bahwa motivasi belajar “rendah” sebanyak 10 siswa (41,67%), motivasi belajar “cukup” sebanyak 9 siswa (37,5%), dan motivasi belajar “baik” sebanyak 5 siswa (20,83%).

Tabel  :Data  peningkatan  motivasi  belajar  peserta  didik  melalui  pembelajaran  kooperatif tipe TGT kelas IX
Tabel :Data peningkatan motivasi belajar peserta didik melalui pembelajaran kooperatif tipe TGT kelas IX

BIOLOGI

PEMAKNAAN MASYARAKAT DESA KARANGMANGGIS TERHADAP UPAYA KONSERVASI AIR DI DESA KARANGMANGGIS BOJA KENDAL

Mendeskripsikan peran masyarakat Desa Karangmanggis Boja Kendal dalam keterlibatannya dalam terwujudnya upaya konservasi air di Desa Karangmanggis Boja Kendal. Salah satu bentuk partisipasi masyarakat dalam upaya konservasi air di desa Karangmanggis Boja Kendal adalah partisipasi dalam bentuk kerja. Berdasarkan hasil penelitian tentang Partisipasi dan Pemahaman Masyarakat Desa Karangmanggis Terhadap Upaya Konservasi Air di Desa Karangmanggis Boja Kendal dapat disimpulkan.

Tabel 1. Peran Serta dan Pemaknaan Masyarakat Desa Karangmanggis   terhadap Upaya Konservaasi Air di Desa Karangmanggis Boja Kendal  No  Indikator   Peran Serta dan Pemaknaan
Tabel 1. Peran Serta dan Pemaknaan Masyarakat Desa Karangmanggis terhadap Upaya Konservaasi Air di Desa Karangmanggis Boja Kendal No Indikator Peran Serta dan Pemaknaan

KEANEKARAGAMAN SPERMATOPHYTA DI KAWASAN CAGAR ALAM PAGERWUNUNG DARUPONO KENDAL

Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian terhadap keanekaragaman jenis tumbuhan di Cagar Alam Pagerwunung Darupono Kendal. Penelitian ini dilaksanakan di Cagar Alam Pagerwunung Darupono Kendal, pada bulan Maret sampai April 2017. Populasi dalam penelitian ini terdiri dari seluruh jenis spermatofit yang ada di Cagar Alam Pagerwunung Darupono Kendal.

Gambar 1. Lokasi pengambilan sampel
Gambar 1. Lokasi pengambilan sampel

Gambar

Tabel 3. Hasil Kegiatan Konferensi 3-2-1 terhadap Mahasiswa Berinisial A  Konferensi
Tabel 1. Rekap Nilai Tes Model PBT kelas XII di SMK Palapa Semarang Tahun  Pelajaran 2016/2017
Tabel 2. Rekap Nilai Tes Model CBT kelas XII di SMK Palapa Semarang Tahun   Pelajaran 2016/2017
Gambar 2. Perbandingan Rata-rata Nilai Model PBT dan CBT Mata Pelajaran Non-exact  Gambar  2  menunjukkan  dari  8  mata  pelajaran  non  exact  ada  2  mata  pelajaran  yang  tidak  mengalami  kenaikan  rata-rata  nilai
+7

Referensi

Dokumen terkait

Sebelum modul fisika berbasis saintifik digunakan dalam pembelajaran, instrumen keterampilan berpikir kritis untuk pretest dan posttest diujicobakan terlebih dahulu

Profil kemampuan berpikir kritis siswa SMPN 1 Weru mengalami peningkatan melalui implementasi modul menggunakan model saintifik, sehingga dapat disimpulkan bahwa modul

Selain itu, peningkatan kemampuan berpikir kritis mahasiswa yang memperoleh pembelajaran matematika menggunakan bahan ajar berbasis integrasi interkoneksi juga lebih baik daripada

Jadi dapat disimpulkan bahwa keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar fisika siswa di kelas eksperimen lebih baik dari kelas kontrol, yang berarti bahwa model problem

Dalam penelitian ini, peneliti memperoleh hasil rerata nilai kemampuan berpikir secara kritis pada kelas eksperimen yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Learning Cycle 7E yang

Jan-Des 2016 ISSN: 2527-7553 Prosiding Seminar Nasional Pendidikan 187 Tanggal 2 Juni 2016, FKIP Universitas Muhammadiyah Palembang Bahan Ajar Berbasis Inquiry Untuk Mendorong

Bentuk pertanyaan pada angket merupakan pertanyaan tertutup dengan tujuan untuk melakukan evaluasi bahan ajar yang telah digunakan, kebutuhan akan bahan ajar berbasis konten lokal

Dapat disimpulkan bahwa perangkat pembelajaran berbasis Discovery Learning valid dan efektif untuk digunakan dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis matematis siswa kelas VIII