Perwitasari Pengembangan tes diagnostik online materi termodinamika untuk mengetahui tingkat pemahaman konsep siswa. Efektivitas model pembelajaran kooperatif tipe Think Talk Write (TTW) terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa pada materi konstruksi spasial.
Kata Pengantar
PENDIDIKAN FISIKA
ANALISIS KEMAMPUAN REPRESENTASI GAMBAR PADA POKOK BAHASAN GERAK PARABOLA
Penelitian dilakukan terhadap kemampuan siswa dalam merepresentasikan pertanyaan dalam gambar grafis pada topik gerak parabola. Perlu perhatian lebih terhadap kemampuan siswa dalam merepresentasikan kembali data khususnya pada topik gerak parabola.
ANALISIS KEMAMPUAN REPRESENTASI MAHASISWA PENDIDIKAN FISIKA DALAM MENYELESAIKAN MATERI PERKEMBANGAN TEORI
ATOM
Selanjutnya penyelesaian soal dengan menggunakan representasi gambar memperoleh nilai 107 atau hanya 72,30% dari seluruh siswa yang mampu mendeskripsikan materi pengembangan teori atom dari jumlah seluruh siswa. Keterampilan representasi siswa bergantung pada seberapa sering siswa belajar dan berlatih menggunakan representasi ketika menjelaskan materi pengembangan teori atom yang dihadapi siswa.
PENYIAPAN KOMPETENSI MENGAJAR MAHASISWA CALON GURU MELALUI KEGIATAN LESSON STUDY DAN PENERAPAN KONFERENSI
- Desain Penelitian
- Data dan Teknik Pengumpulan Data
- Teknik Analisis Data
- Peningkatan Keprofesionalan Dosen Dalam Menerapkan Konferensi 3-2-1 Melalui Lesson Study
- Deskripsi Penerapan Konferensi 3-2-1 untuk Mengondisikan Kompetensi Mengajar Mahasiswa Calon Guru
- Keberhasilan Penerapan Model Pembelajaran dalam Mengondisikan Mahasiswa Siap Melaksanakan Paraktik Mengajar di Sekolah Secara
Lesson study dilaksanakan dalam tiga tahap yaitu Plan (rencana), Do (implementasi) dan See (refleksi) secara berkelanjutan (Hendayana, 2006). Dengan kata lain Lesson Study merupakan suatu cara untuk meningkatkan kualitas pembelajaran yang tidak pernah berakhir (continuous Improvement).
PENGARUH MODUL FISIKA BERBASIS KEARIFAN LOKAL MATERI USAHA DAN ENERGI TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA
Perbedaan hasil belajar antara kelas eksperimen dan kelas kontrol dapat dilihat dari hasil post-test yang ditunjukkan pada tabel 4. Hasil perhitungan rata-rata N-gain menunjukkan bahwa hasil belajar siswa kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol.
GAME TEBAK KARTU BESARAN FISIKA BERBASIS ANDROID UNTUK MEMOTIVASI SISWA BELAJAR MANDIRI
Oleh karena itu, peneliti mengambil penelitian berjudul Permainan Tebak Kartu Fisika Berbasis Android untuk memotivasi siswa belajar mandiri. Sebanyak 90% siswa menyatakan bahwa penggunaan permainan tebak kartu besaran fisika sebagai media pembelajaran sangat memotivasi siswa untuk belajar mandiri.
PERBANDINGAN MODEL EVALUASI PAPER BASED TEST (PBT) DAN COMPUTER BASED TEST (CBT) DI SMK PALAPA SEMARANG
Subyek yang nilai rata-rata skor evaluasi model PBT dan CBTnya meningkat atau menurun. Pada 4 subjek, nilai mean model tes PBT dan CBT mengalami penurunan.
INTEGRASI SAINS ISLAM DENGAN PENDEKATAN SAINTIFIK UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA SMP
Berdasarkan data tersebut dapat dikatakan bahwa peningkatan hasil belajar materi cahaya pada kelas eksperimen menggunakan pendekatan saintifik berbasis integrasi IPA dan Islam dengan metode. Pendekatan saintifik berbasis integrasi IPA dan Islam dengan metode eksperimen dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII SMP Al-Fattah Semarang pada materi Cahaya dengan hasil uji gain sebesar 0,34 yang merupakan kriteria peningkatan sedang.
IDENTIFIKASI PEMAHAMAN MAHASISWA TENTANG KONSEP TEORI ATOM BOHR
Tes pemahaman konsep yang dilakukan siswa menunjukkan bahwa siswa mampu menjelaskan model atom Bohr sebagai model transisi dalam pembahasan teori atom. Respon siswa yang kesulitan menjelaskan perkembangan model teori atom ditunjukkan pada Gambar 2 berikut.
ANALISIS KEMAMPUAN LITERASI SAINS SISWA MELALUI GERAKAN LITERASI SEKOLAH (GLS)
Kemampuan literasi sains siswa ditunjukkan dalam bentuk persentase penguasaan literasi sains dengan menghitung total skor jawaban siswa. Berdasarkan respon yang diberikan siswa terhadap penerapan Gerakan Literasi Sekolah menunjukkan adanya korelasi yang konsisten dengan kemampuan literasi sains siswa dominan pada kategori sedang. Respon yang diberikan siswa terhadap pelaksanaan Gerakan Literasi Sekolah menunjukkan adanya korelasi yang konsisten dengan kemampuan literasi sains siswa dominan pada kategori sedang.
PERSEPSI PENGAMPU PERKULIAHAN IPA TERHADAP PELAKSANAAN EVALUASI DAN HASIL BELAJAR IPA TERINTEGRASI
Sedangkan penelitian ini fokus pada persepsi guru terhadap evaluasi perkuliahan dan hasil pembelajaran IPA. Secara keseluruhan, respon persepsi terhadap alat penilaian hasil belajar oleh pendidik telah dilakukan dengan baik. Penilaian hasil belajar IPA hendaknya dikembangkan secara kolaboratif yang mampu mengukur ranah kognitif, psikomotorik, dan afektif siswa.
PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR SISWA SMK MELALUI MODEL PROJECT BASED LEARNING (PJBL)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas model Project Based Learning (PjBL) dalam meningkatkan motivasi belajar fisika siswa CSA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Project Based Learning pada pembelajaran fisika dapat meningkatkan empat aspek motivasi ARCS yaitu perhatian, relevansi, kepercayaan dan kepuasan. Model pembelajaran Project Based Learning dapat dijadikan salah satu alternatif untuk meningkatkan motivasi siswa SMK dalam belajar fisika.
PEMAHAMAN FISIKA KUANTUM TERHADAP VISUALISASI FOTON DAN ELEKTRON
Tentu saja, nilai kuantum foton dan elektron hanya dapat menghitung probabilitas, bukan keadaan sebenarnya yang ditempatinya. Berdasarkan hasil dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa konsep foton dan elektron serta pengukuran kuantumnya merupakan sifat partikel dan dualisme dalam visualisasi foton sebesar 62,2% dan 21,6%. Sifat partikel dan dualisme pengukuran kuantum foton dan elektron dengan ekspresi matematisnya masing-masing sebesar 40,5% dan 51,4%.
INSTRUMEN PILIHAN GANDA EMPAT TINGKAT UNTUK MENGIDENTIFIKASI MISKONSEPSI SUHU DAN KALOR
Hasil tes tes skala besar digunakan untuk analisis butir soal, meliputi reliabilitas instrumen, kesukaran, daya pembeda, pengoperasian distraktor, dan analisis miskonsepsi. Hasil analisis terhadap 50 butir soal yang diujikan secara luas menunjukkan bahwa terdapat 2 soal mudah, 19 soal sedang, dan 29 soal sulit. Berdasarkan analisis, 10 dari 50 soal yang diujikan pada tes skala besar memiliki pengecoh yang tidak berfungsi.
PEMAHAMAN MAHASISWA TENTANG MEKANIKA KUANTUM DILIHAT DARI PEMAHAMAN TENTANG PRINSIP KETIDAKPASTIAN HEISENBERG
Jawaban atas soal tes kemudian dikelompokkan ke dalam kategori yang menggambarkan pendekatan siswa dalam memahami mekanika kuantum. Siswa kategori 1.3 menganggap prinsip ketidakpastian Heisenberg disamakan dengan prinsip ketidakpastian hasil pengukuran pada alat ukur (kaliper, stopwatch, dan lain-lain). Siswa kategori 1.3 berasumsi bahwa ketidakpastian Heisenberg terjadi dalam konteks pengukuran. Penelitian ini menunjukkan bahwa siswa kesulitan mengidentifikasi perbedaan mekanika klasik dan mekanika kuantum.
MELATIHKAN KETERAMPILAN BERARGUMENTASI MELALUI KOMBINASI PEMBELAJARAN INKUIRI DENGAN KEGIATAN
ARGUMENTASI
Kegiatan argumentatif yang dipadukan dalam tahapan kegiatan inkuiri berperan untuk lebih meningkatkan keterampilan argumentatif siswa. Kegiatan pembelajaran yang memfasilitasi siswa dalam melakukan aktivitas argumentasi sangat efektif dalam meningkatkan keterampilan argumentasi (Kaniwati dkk, 2014; Yusiran & Siswanto, 2016). Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa pembelajaran investigatif yang aktivitasnya dipadukan dengan aktivitas argumentasi efektif dapat meningkatkan kemampuan argumentasi siswa SMA.
THREE-TIER DIAGNOSTIC TEST UNTUK MENGIDENTIFIKASI MISKONSEPSI SISWA SMA MATERI GERAK MELINGKAR BERATURAN
Data yang diperoleh dari penelitian skala besar dianalisis untuk menentukan reliabilitas soal tes diagnostik tiga bagian. Terdapat tiga pengecoh pilihan jawaban dan dua pengecoh pilihan alasan dalam tes diagnostik tiga bagian yang telah dikembangkan. Indikatornya ada delapan, dan jumlah soal tes diagnostik tiga tingkat yang dikembangkan sebanyak 40 butir soal.
PENGEMBANGAN TES DIAGNOSTIK BERBASIS WEB PADA MATERI TERMODINAMIKA UNTUK MENGIDENTIFIKASI TINGKAT PEMAHAMAN
KONSEP SISWA
Kelayakan Tes Diagnostik Berbasis Web
Profil indikator 5 Penjelasan hubungan kalor jenis dengan suhu Terdapat data lebih rinci mengenai profil indikator kelima pada Tabel 9. Berdasarkan Tabel 9 terlihat sebagian besar siswa memahami soal 11 dan 15 dengan baik, terlihat dari hasil persentase pemahaman hubungan sebesar 86,36% dan 54,55%. Berdasarkan Tabel 10 terlihat sebagian besar siswa memahami soal nomor 14 dengan baik yang ditunjukkan dengan persentase pemahaman relasional sebesar 72,73%.
KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH FISIKA MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PENEMUAN BERBANTUAN CD INTERAKTIF
Berdasarkan uraian yang telah disampaikan di atas, maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kemampuan menyelesaikan masalah fisika melalui penerapan model pembelajaran Discovery Learning berbantuan CD interaktif. Hal ini dikarenakan proses pembelajaran pada kelas eksperimen menggunakan model Discovery Learning interaktif yang didukung CD. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran penemuan interaktif berbantuan CD dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menyelesaikan masalah fisika.
LINTASAN BELAJAR SISWA DALAM PERMASALAHAN SUHU DAN KALOR
Berdasarkan data tersebut diketahui terdapat perbedaan lintasan berpikir siswa ketika menyelesaikan permasalahan pada bab suhu dan kalor. Berdasarkan ketiga jalur berpikir pada S.E 2, beberapa siswa telah berhasil membuat grafik suhu menjadi kalor dengan benar tergantung permasalahannya. Materi bagian tentang hubungan kalor dan suhu benda serta bentuknya memberikan jalan berpikir yang tidak berlebihan kepada siswa.
PENGEMBANGAN METODE PRAKTIKUM BERBANTUAN ANALISIS VIDEO TRACKER UNTUK MENENTUKAN NILAI VISKOSITAS FLUIDA
Praktikum penentuan koefisien viskositas (η) dengan bantuan video pelacak diawali dengan mengukur diameter bola dengan jangka sorong dan massa bola dengan timbangan lengan. Bola yang dijatuhkan ke dalam cairan direkam dengan kamera ponsel, kemudian video yang tersimpan di memori kamera diimpor untuk dianalisis menggunakan aplikasi video pelacak untuk mengetahui kecepatan akhir kelereng yang dijatuhkan ke dalam cairan. Rekaman video pelacak akan terlihat di monitor laptop, kemudian pergerakan bola dilacak dari permukaan cairan hingga ke dasar tabung.
IDENTIFIKASI TINGKAT PEMAHAMAN KONSEP SISWA SMP DENGAN TES DIAGOSTIK BERBASIS WEB
Soal no 1 menyajikan perubahan suhu, soal no 2 menjelaskan tentang suhu, soal no 3 adalah mikroskop suhu, soal no 4 adalah cairan yang mengisi termometer. Soal nomor 4 banyak dijawab dengan benar oleh siswa karena pertanyaan yang diajukan merupakan pertanyaan yang berkaitan dengan hal-hal yang sering terjadi dalam kehidupan. Berdasarkan tabel 3 item nomor 7 sebanyak 50% siswa menjawab benar dan item nomor 5 hanya 3 siswa yang menjawab benar.
MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH BERBANTUAN VIDEO PEMBELAJARAN PADA PEMAHAMAN KONSEP DAN KEMAMPUAN
PEMECAHAN MASALAH
Sesuai dengan hasil penelitian, model pembelajaran berbasis masalah yang didukung dengan video pembelajaran dapat meningkatkan pemahaman konsep dan keterampilan pemecahan masalah fisika. Hal ini menunjukkan adanya pengaruh terhadap pemahaman konsep dan pemecahan masalah fisika dengan model pembelajaran berbasis masalah yang didukung dengan video pembelajaran. Penggunaan model pembelajaran berbasis masalah dengan menggunakan video pembelajaran dalam mengajarkan pemahaman konsep dan keterampilan pemecahan masalah fisika sangat dianjurkan.
IDENTIFIKASI PEMAHAMAN KONSEP PERKEMBANGAN TEORI ATOM PADA MAHASISWA PENDIDIKAN FISIKA
- Pertanyaan mengenai teori Atom Dalton
- Pertanyaan mengenai Teori Atom JJ. Thomson
- Pertanyaan mengenai Teori Atom Rutherford
- Pertanyaan mengenai teori Atom Niels Bohr
Hasil analisis jawaban 37 responden mengenai teori atom Dalton diperoleh persentase sebesar 35,14% responden yang dapat menjelaskan dan menguraikan teori atom dengan benar. Contoh jawaban responden terhadap pertanyaan mengenai teori atom Niels Bohr ditunjukkan pada Gambar 4. Secara keseluruhan, rata-rata persentase responden yang dapat menjelaskan dan memaparkan perkembangan teori atom adalah sebesar 45,27%.
PENGEMBANGAN MODUL FISIKA KELAS XI MA BERCIRIKAN INTEGRASI SAINS DAN ISLAM PADA MATERI USAHA DAN ENERGI, HUKUM
KEKEKALAN ENERGI MOMENTUM, IMPULS, DAN TUMBUKAN
PENGEMBANGAN MODUL KELAS XI MA FISIKA BERKARAKTERISTIK INTEGRASI ILMU PENGETAHUAN DAN ISLAM DALAM BAHAN BISNIS DAN ENERGI HUKUM. Evaluasi modul fisika oleh ahli materi pelajaran untuk mengetahui kualitas modul fisika kelas XI MA ditandai dengan keterpaduan IPA dan Islam yang telah ada. Validasi media Alhi dilakukan untuk mengetahui kualitas produk bahan ajar modul fisika kelas MA XI yang bercirikan integrasi IPA dan Islam.
KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA MELALUI PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING BERBANTUAN BAHAN AJAR FISIKA BERBASIS
PENDEKATAN SAINTIFIK
Dengan kata lain, kemampuan berpikir kritis siswa yang menggunakan bahan ajar yang dikembangkan mengalami peningkatan. Terdapat peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa setelah diterapkan model pembelajaran Discovery Learning menggunakan bahan ajar fisika berbasis pendekatan saintifik. Bahan ajar fisika berbasis pendekatan saintifik yang dikembangkan juga dapat meningkatkan keterampilan ilmiah siswa pada materi fluida dinamis.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN GROUP INVESTIGATION (GI) DAN LITERASI SAINS TERHADAP PENGUASAAN KONSEP MATERI GERAK
LURUS (GL) SMP IT ROBBANI KENDAL
Dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran CI dan Literasi Sains tidak berpengaruh signifikan terhadap penguasaan konsep. Terdapat pengaruh yang sangat lemah antara literasi sains terhadap penguasaan materi konsep gerak lurus dengan besaran 4%. Terdapat pengaruh yang sangat lemah antara model pembelajaran group inquiry (gi) dan literasi sains terhadap penguasaan konsep materi gerak lurus dengan besarnya 5,4%.
MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR PESERTA DIDIK MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TGT (TEAMS
Implikasi pembelajaran bahasa Indonesia adalah pembelajaran akan bermakna apabila masukan (materi pelajaran) sesuai dengan minat dan bakat siswa. Oleh karena itu, belajar adalah suatu proses yang disengaja yang menyebabkan siswa dalam lingkungan belajar belajar untuk melakukan aktivitas dalam situasi tertentu. Dengan diterapkannya model pembelajaran TGT diharapkan suasana pembelajaran menjadi lebih menyenangkan sehingga motivasi belajar siswa juga meningkat.
Motivasi siswa masih rendah, siswa kurang aktif dalam belajar dan hasil belajar lebih rendah dibandingkan KKM.
Melakukan
Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa motivasi belajar siswa MTs Negeri Penawangan masih kurang. Berdasarkan observasi proses pembelajaran pada putaran 1 diperoleh data bahwa motivasi belajar rendah sebanyak 10 siswa (41,67%), motivasi belajar cukup sebanyak 9 siswa (37,5%) dan motivasi belajar cukup sebanyak 5 siswa (20,83%). %) . ) mempunyai motivasi belajar yang baik. Data tindakan kelas Putaran I menunjukkan bahwa motivasi belajar “rendah” sebanyak 10 siswa (41,67%), motivasi belajar “cukup” sebanyak 9 siswa (37,5%), dan motivasi belajar “baik” sebanyak 5 siswa (20,83%).
BIOLOGI
PEMAKNAAN MASYARAKAT DESA KARANGMANGGIS TERHADAP UPAYA KONSERVASI AIR DI DESA KARANGMANGGIS BOJA KENDAL
Mendeskripsikan peran masyarakat Desa Karangmanggis Boja Kendal dalam keterlibatannya dalam terwujudnya upaya konservasi air di Desa Karangmanggis Boja Kendal. Salah satu bentuk partisipasi masyarakat dalam upaya konservasi air di desa Karangmanggis Boja Kendal adalah partisipasi dalam bentuk kerja. Berdasarkan hasil penelitian tentang Partisipasi dan Pemahaman Masyarakat Desa Karangmanggis Terhadap Upaya Konservasi Air di Desa Karangmanggis Boja Kendal dapat disimpulkan.
KEANEKARAGAMAN SPERMATOPHYTA DI KAWASAN CAGAR ALAM PAGERWUNUNG DARUPONO KENDAL
Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian terhadap keanekaragaman jenis tumbuhan di Cagar Alam Pagerwunung Darupono Kendal. Penelitian ini dilaksanakan di Cagar Alam Pagerwunung Darupono Kendal, pada bulan Maret sampai April 2017. Populasi dalam penelitian ini terdiri dari seluruh jenis spermatofit yang ada di Cagar Alam Pagerwunung Darupono Kendal.