PENGEMBANGAN MODUL FISIKA KELAS XI MA BERCIRIKAN INTEGRASI
dicermati hal ini terjadi karena dikalangan pendidikan belum adanya modul atau bahan ajar yang bercirikan Islam.
Berdasarkan pemaparan tersebut peneliti termotivasi untuk melakukan upaya pengembangan modul bercirikan integrasi sains dan Islam. Materi yang dikembangkan dalam pembelajaran fisika pada penelitian meliputi usaha dan energi, hukum kelestarian energi, momentum, impuls dan tumbukan kelas XI MA/SMA. Karena pada materi tersebut merupakan materi semester I awal pada kelas XI SMA/MA yang menjadi dasar dari materi-materi selanjutnya. Harapan penanaman nilai–nilai keislaman pada materi ini dapat memberikan dampak positif pada pembelajaran fisika selanjutnya.
METODE PENELITIAN
Penelitian yang digunakan merupakan penelitian (Research and Development).
Penelitian pengembangan adalah metode penelitian yang digunakan untuk mengembangkan atau menvalidasi produk-produk yang digunakan dalam pendidikan dan pembelajaran (Sugiyono, 2013). Sedangkan menurut Borg & Gall (1983) pengertian penelitian pengembangan adalah suatu proses yang dipakai untuk pengembangan dan menvalidari produk penelitian (Zuhdan, 2012).
Menurut Sukmadinata, Borg & Gall secara lengkap mengemukakan sepuluh langkah desain penelitian dan pengembangan, yaitu :1) Penelitan dan pengumpulan data (research and information collecting). Pengukuran kebutuhan, studi literature, penelitian dalam sekala kecil, dan pertimbangan-pertimbangan dari segi lain, 2) Perencanaan (planning). Menyusun rencana penelitian, meliputi kemampuan – kemampuan yang diperlukan dalam pelaksanaan penelitian, rumusan tujuan yang hendak dicapai dengan penelitian tersebut, desain dan langkah – langkah penelitian, kemudian pengujian dalam lingkup terbatas, 3) Pengembangan produk awal (develop preliminary from of product). Pengembangan bahan pembelajaran, proses pembelajaran dan instrument eveluasi, 4) Validasi produk (product validation). Melakukan penelitian produk kepada tim ahli mengenai kelayakan bahan ajar sebelum diuji cobakan kelapangan dan memvalidasi produk tersebut serta instrument penelitian, 5) Melakukan revisi (main product revision). Memperbaiki atau menyempurnakan produk sebelum diuji cobakan, 6) Uji coba lapangan (main field testing). Dilakukan uji coba yang lebih luas pada 5 sampai dengan 15 sekolah dengan 30 sampai 100 orang subjek uji coba, 7) Penyempurnaan produk hasil uji coba lapangan (operational produc revision), menyempurnakan produk hasil uji coba lapangan, 8) Uji pelaksanaan lapangan (operasional field testing), dilaksanakan pada 10 sampai 30 sekolah melibatkan 40 sampai 200 subjek. Pengujian dilakukan melalui angket, wawancara, observasi dan analisis hasilnya, 9) Penyempurnaan produk akhir (final product revision), penyempurnaan didasarkan pada masukan dari uji pelaksanaan lapangan, 10) Diseminasi dan implementasi (dissemination and implementation), melaporkan hasilnya dalam pertemuan professional dan jurnal. Bekerjasama dengan penerbit untuk penerbitan, memonitor penyebaran untuk pengontrolan kualitas (Sukmadinata, 2013).
Prosedur penelitian pengembangan menurut Borg & Gall yang telah dikemukakan tersebut, disederhanakan menjadi beberapa langkah penelitian saja sehingga tidak sepenuhnya menggunakan kesepuluh langkah penelitian dan pengembangan. Secara garis besar penelitian pengembangan dalam penelitian ini sebagai berikut:
a) Studi Pendahuluan
Studi pendahuluan yang dilakukan adalah studi kepustakaan dengan mencari literatur maupun referensi serta mengumpulkan berbagai informasi penunjang produk yang akan dikembangkan, seperti melakukan wawancara dengan guru fisika
MA Darul Amanah, baik dari segi materi fisika maupun beberapa tafsiran Al–Qur’an yang terkait dengan materi yang akan dikembangkan.
b) Melakukan perencanaan produk
Perencanaan produk merupakan langkah yang dilakukan setelah didapatkan hasil dari studi pendahuluan yang menunjukkan adanya masalah.
c) Pengembangan produk
Pembuatan produk berupa bahan ajar fisika untuk siswa kelas XI SMA/MA materi usaha dan energi, hukum kekekalan energi mekanik, momentum impuls dan tumbukan. Selain itu, membuat instrumen penilaian bahan ajar, yang selanjutnya di validasi oleh dosen pembimbing.
d) Melakukan Validasi
Tahapan–tahapan yang dilakukan dalam melakukan validasi adalah sebagai berikut:
1) Modul yang telah dihasilkan selanjutnya divalidasi oleh dua orang validator untuk mendapatkan validasi produk.
2) Setelah modul divalidasi oleh validator lanjut ke tahap penilaian oleh tim ahli penilai yang terdiri dari 2 ahli materi integrasi sains dan Islam, 2 ahli materi fisika, 2 ahli media.
e) Melakukan Revisi 1) Penilaian Produk
Bahan ajar yang telah dihasilkan dan divalidasi beserta instrumennya selanjutnya dinilai oleh tim penilai untuk mendapatkan kualitas bahan ajar yang telah dikembangkan. Selain memberikan penilaian, tim penilai juga memberikan masukan dan saran yang dijadikan sebagai pedoman revisi selanjutnya.
2) Revisi Produk dan Produk Akhir
Setelah mendapatkan hasil penilaian dari tim penilai, langkah yang selanjutnya adalah melakukan revisi produk bahan ajar yang dikembangkan sesuai kritik dan saran yang diberikan oleh tim penilai. kemudian dihasilkan produk akhir yang berupa modul fisika kelas XI MA bercirikan integrasi sains dan Islam pada materi usaha dan energi, hukum kekekalan energi mekanik, momentum impuls dan tumbukan.
TEKNIK ANALISIS DATA
Data yang didapatkan dari penelitian ini adalah data berupa kritik dan saran dan skor yang didapatkan dari angket. Data tersebut didapatkan dari ahli materi dan guru fisika. Data skor didapatkan dari penelitian kualitas buku berupa angket oleh ahli materi dan guru fisika. Angket penelitian produk bahan ajar ini menggunakan skala likert dengan skor 5 = sangat baik atau sangat sesuai, 4 = baik atau sesuai, 3 = cukup, 2 = kurang baik atau kurang sesuai, dan 1 = sangat tidak baik atau sangat tidak sesuai. Data yang telah didapatkan kemudian dianalisis guna untuk mengetahui kualitas bahan ajar fisika bercirikan integrasi sains dan Islam dengan langkah sebagai berikut:
1) Menghitung skor rata – rata dari setiap aspek yang dinilai dengan persamaan 𝑋̅ =∑ 𝑋
Dengan : 𝑁
𝑋̅ = Skor rata-rata penilaian oleh ahli
∑ 𝑋 = Jumlah skor yang diperoleh ahli N = Jumlah skor total
2) Mengubah skor rata – rata yang diperoleh menjadi data kualitatif.
Kategori kualitatif ditentukan terlebih dahulu dengan mencari interval jarak antara jenjang kategori sangat baik (SB) hingga sangat kurang (SK) (Widoyoko, 2012). Dari kategori tersebut dapat ditentukan menggunakan persamaan berikut:
𝑗𝑎𝑟𝑎𝑘 𝑖𝑛𝑡𝑒𝑟𝑣𝑎𝑙 (𝑖) =𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑡𝑒𝑟𝑡𝑖𝑛𝑔𝑔𝑖 − 𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑡𝑒𝑟𝑒𝑛𝑑𝑎ℎ 𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑘𝑒𝑙𝑎𝑠 𝑖𝑛𝑡𝑒𝑟𝑣𝑎𝑙
=5 − 1
= 0,8 5
Sehingga diperoleh kategori penilaian buku fisika berbasis integrasi sains dan Islam sebagaimana ditampilkan dalam tabel berikut:
Tabel 1. Interval Kelas
3) Menghitung persentase kelayakan dengan persamaan (Riduwan dan sunarto,2013).
𝑝𝑒𝑟𝑠𝑒𝑛𝑡𝑎𝑠𝑒 𝑘𝑒𝑙𝑎𝑦𝑎𝑘𝑎𝑛 =𝑠𝑘𝑜𝑟 ℎ𝑎𝑠𝑖𝑙 𝑝𝑒𝑛𝑒𝑙𝑖𝑡𝑖𝑎𝑛
𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑚𝑎𝑘𝑠𝑖𝑚𝑎𝑙 𝑖𝑑𝑒𝑎𝑙 × 100%
Jika dari analisis data penilaian para ahli yang terdiri dari ahli materi, dan guru fisika kelas XI SMA/MA didapatkan hasil dengan kategori Sangat Baik atau sangat sesuai dan Baik atau sesuai, maka modul fisika kelas XI SMA/MA bercirikan integrasi sains dan Islam siap untuk digunakan (Sa’dun Akbar, 2013). Adapun kriteria bahan ajar fisika bercirikan integrasi sains dan Islam ditampilkan dalam table berikut:
Tabel 2. Kriteria Validitas
PEMBAHASAN a) Ahli Materi
Penilaian modul fisika menurut ahli materi untuk mengetahui kualitas dari modul fisika kelas XI MA bercirikan integrasi sains dan Islam yang telah
No. Kriteria Tingkat Validitas 1. 85,01% - 100,00% Sangat valid, dapat
dipergunakan tanpa revisi 2. 70,01% - 85.00% Baik atau valid, dapat
digunakan dengan revisi kecil 3. 55,01% - 70,00% Cukup valid, dapat di
pergunakan namun dengan revisi kecil
4. 40,01% - 55.00%
Kurang valid, disarankan tidak dipergunaan karena revisi terlalu besar
5. 01,00% - 40,00% Tidak valid, tidak boleh dipergunakan
Skor rata-rata (𝑿̅) Kategori ahli materi dan guru fisika
4.20 < 𝑋̅ ≤ 5.00 Sangat Baik atau sangat sesuai.
3.40 < 𝑋̅ ≤ 4.20 Baik atau sesuai 2.60 < 𝑋̅ ≤ 3.40 Cukup
1.80 < 𝑋̅ ≤ 2.60 Kurang baik atau kurang sesuai 1.00 < 𝑋̅ ≤ 1.80 Sangat tidak baik atau sanagat
tidak sesuai
dikembangakan. Ahli materi memberikan penilaian, kritik dan saran yang sesuai pada modul fisika. Kritik dan saran yang diberikan ahli materi dalam modul fisika sebagai acuan atau pandangan dalam melakukan suatu revisi modul sampai mendapatkan kualitas bahan modul yang baik dari segi materi dan layak untuk diterapkan dalam suatu pembelajaran. Validasi ahli materi ini terdiri dari 2 ahli yaitu 1 dosen ahli dan 1 guru fisika sebagai perbandingan kualitas materi modul yang kemudian diambil rata-rata dari keduanya. Kedua ahli materi yaitu Agus Sudarmanto, M,Si (dosen fisika UIN Walisongo) dan Ellya Susanti, S.Pd (guru fisika MA Darul Amanah). Berikut adalah data hasil penilaian modul oleh ahli materi.
Tabel 3. Data Hasil Penilaian Modul Fisika oleh ahli materi
Validasi modul fisika kelas XI MA bercirikan integrasi sains dan Islam berdasarkan aspek kelayakan isi atau keakuratan materi didapatkan skor sebesar 4,3 dan presentase kelayakan 85% dengan kategori sangat baik, aspek kebahasaan didapatkan skor 3,8 dan presentase kelayakan 76% dengan kategori Baik, pada aspek teknik penyajian didapatkan skor 4,0 dan hasil dari presentase kelayakan 80% dengan ketegori Baik, dan aspek kegrafisan didapatkan skor sebesar 3,6 dan hasil presentase kalayakan 73% dengan karegori Baik. Berdasarkan hasil perhitungan, modul fisika bercirikan integrasi sains dan Islam mendapatkan skor rata-rata dari semua aspek yaitu 3,9 dengan hasil presentase 79% menurut kedua ahli materi modul fisika bercirikan integrasi sains dan Islam yang dikembangkan oleh peneliti dikategorikan Baik atau Sesuai.
b) Validasi Ahli Media
Validasi alhi media dilakukan untuk mengetahi kualitas pada produk bahan ajar modul fisika kelas XI MA bercirikan integrasi sains dan Islam. Selain memberikan penilaian ahli media memberikan kritik dan saran yang membangun sebagai bahan revisi untuk mendapatkan kualitas modul yang baik dan layak untuk digunakan dalam pembelajaran.
Penilaian pada ahli materi dilakuan oleh 2 dosen ahli yaitu Qisthi Fariyani, M.Pd (dosen fisika UIN Walisongo) dan Hesti Khuzaimah Nurul Yusufiyah, M.Sc (Dosen fisika UIN Walisongo). Pada penilaian medul bercirikan integrasi sains dan Islam yaitu pada aspek desain media modul fisika bercirikan integrasi sains dan Islam yang telah dibuat meliputi beberapa point diantaranya keterbacaaan tulisan, Penyajian modul, kalayakan kegrafisan, warna, kemenarikan cover, layout, gambar.
Berikut adalah data hasil penelitian modul fisika oleh ahli media.
Tabel 4. Data Hasil Penilaian Modul Fisika oleh Ahli Media
Penilaian bahan modul fisika kelas XI MA bercirikan integrasi sains dan Islam berdasarkan aspek desai modul didapatkan skor rata-rata 3,8 dengan hasil presentase kelayakan 75% maka dikategorikan Baik. Dengan hasil yang didapatkan maka modul fisika yang dikembangkan layak untuk digunakan dengan revisi kecil.
c) Validasi Ahli Integrasi Sains dan Islam
Pengembangan modul Fisika MA kelas XI Bercirikan Integrasi Sains dan Islam pada materi Usaha dan Energi, Hukum Kekekalan Energi, Momentum, Impuls dan Tumbukan. Sangatlah perlu untuk mendapatkan kritik dan masukan dari para ahli integrasi sains dan Islam sebagai ilmu dan bahan revisi tambahan bagi peneliti.
Validasi ahli integrasi sains dan Islam ini dilakukan oleh 2 dosen UIN Walisongo dengan dosen yang berkompeten dalam bidangnya masing-masing.
Kedua dosen penilai yaitu Drs. H. Jasuri, M.SI dan Biaunik Niski Kumila,.S.Si.,M.S kedua dosen tersebut adalah dosen fisika. Berikut adalah hasil validasi modul fisika oleh ahli media.
Tabel 5. Data Hasil Validasi Modul oleh Ahli Integrasi Sains dan Islam
Validasi pada modul fisika bercirikan integrasi sains dan Islam berdasarkan aspek integrasi sains dan Islam didapatkan skor rata-rata 4,0 dengan hasil presentase yang didapat 80% dan mendapatkan kategori Baik. Hasil perhitungan modul yang didapatkan menyatakan bahwa modul fisika dapat digunakan atau baik digunakan dengan sedikit revisi.
SIMPULAN
Berdasarkan penelitian dan pengembangan yang dilakukan peneliti, maka dapat diambil kesimpulan bahwa:
1) Desain yang digunakan peneliti dalam pengembangan modul fisika bercirikan integrasi sains dan Islam menggunakan desain model Borg & Gall yang terdiri dari
beberapa langkah diantaranya: studi pendahuluan, perencanaan produk, pengembangan produk, validasi ahli. Pengembangan modul ini dikembangkan menggunakan pendekatan integrasi sains dan Islam, dengan Model Sains Islam dibandingkan dengan dua model yang lain yaitu Model Islamisasi Sains dan Model Sentifikasi Islam.
2) Kualitas modul fisika kelas XI MA bercirikan integrasi sains dan Islam pada materi usaha dan energi, hukum kekekalan energi, momentum, impuls dan tumbukan, berdasarkan validasi ahli materi mendapatkan skor 4,3 dengan presentase kelayakan 85% dengan kategori Sangat Baik (SB) pada aspek Kualitas Materi, skor 3,8 dengan presentase kelayakan 76% dengan kategori Baik (B) pada aspek Kebahasaan, skor 4,0 dengan presentase kelayakan 80% dengan kategori Baik (B) pada aspek Teknik Penyajian, dan skor 3,6 dengan presentase kelayakan 73%
dengan kategori Baik (B) pada aspek kegrafisan. Hasil penilaian yang telah didapat oleh ahli materi mendapatkan skor rata-rata 3,9 dengan hpresentase kelayakan 79% maka materi yang disajikan dalam modul fisika bercirikan integrasi sains dan Islam diketegorikan Baik (B), penilaian menurut ahli media pada aspek Desain Modul mandapatkan skor 3,8 dengan presentase kelayakan 75% mendapatkan kualitas dengan kategori Baik (B), dan penialan menurut ahli integrasi sains dan Islam pada aspek Integrasi Sains Islam mendapatkan skor 4,0 dengan presentase kelayakan 80% dengan kategori modul Baik (B).
Penilaian yang dilakukan para ahli menggunakan angket 5 sekala likert , dengan skor 5 = Sangat Baik atau Sangat Sesuai, 4 = Baik atau Sesuai, 3 = Cukup, 2 = Kurang Baik atau Kurang Sesuai, 1 = Sangat Tidak Baik atau Sangat Tidak Sesuai.Berdasarkan hasil skor penialian yang didapatkan maka modul bercirikan integrasi sains dan Islam yang dikempangkan oleh peneliti layak untuk digunakan dengan sedikit revisi.
SARAN
1) Produk yang dihasilkan dalam penelitian berupa modul fisika kelas XI MA bercirikan integrasi sains dan Islam usaha dan energi, hukum kekekalan energi, momentum, impuls dan tumbukan disarankan supaya diuji cobakan dalam kelas kecil maupun kelas besar, supaya lebih mengetahui kekurangan dan kelebihan bahan ajar tersebut.
2) Peneliti selanjutnya disarankan melakukan penelitian pengembangan modul fisika bercirikan integrasi sains dan Islam untuk materi fisika yang berbeda, sehingga dapat memperkaya bahan ajar (modul) fisika yang bercirikan integrasi sains dan Islam.
REFERENSI
Lidy Alimah Fitri, Eko Setyadi Kurniawan , dan Nur Ngazizah. 2013. Pengembangan Modul Fisika pada Pokok Bahasan Listrik Dimanis Berbasis Domain Pengetahuan Sains untuk Mengoptimalkan Minds-On Siswa SMA Negri 2 Purworejo Kelas X Tahun Pelajaran 2012-2013. Radiasi 3(1): 19
Nuriris Septa Pratama dan Edi Istiyono, 2015. Studi Pelaksanaan Pembelajaran Fisika Berbasisi Higher Order Thinking (HOTS) pada Kelas X di SMA Negeri Kota Yogyakarta.
(SNFPF) Ke-6 2015. 6(1): 104
Riduwan dan sunarto, 2013. Pengantar Statistik untuk Penelitian Pendidikan, Sosial, Ekonomi, Komunikasi, dan Bisnis. Bandung: Alfabeta.
Sugiono, Metodologi Penelitian Pendidikan (pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D), Bandung: Alfabeta, 2012.
Sukmadinata, Nana Syaodih, Metode Penulisan Pendidikan, cet-V, Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2009.
Widyoko, Eko Putro, Teknik Penyusunan Instrumen Penelitian, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2012.
Winarti, 2015. Pengembangan Perangkat Pembelajaran Fisika Bermuatan Integrasi Sains-Islam untuk Menanamkan Nilai-Nilai Spritual Siswa Madrasah Aliyah. JPKF 1(2):54
Zainuddin, 2013. Paradigma Pendidikan Terpadu, Menyiapkan genarasi ulul albab.
Malang: UIN-Maliki Press.