KONSEP SISWA
A. Kelayakan Tes Diagnostik Berbasis Web
Web merupakan ruang informasi yang memiliki sumber daya yang diidentifikasi oleh pengenal global Uniform Resource Identifier (Effendi & Zhuang, 2005). Kriteria kelayakan tes diagnostik berbasis web berpedoman pada kuesioner penilaian kelayakan buku teks pelajaran SMA oleh BSNP yang telah dimodifikasi oleh Wahono (2006). Kuesioner adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden (Suharsimi, 2006: 151). Aspek yang dinilai antara lain, aspek kelayakan isi, konstruk, rekayasa perangkat lunak, dan komunikasi visual.
Hasil pengujian kelayakan tes diagnostik berbasis web oleh pakar instrumen tes disajikan pada Tabel 1.
Tabel 1 Hasil Uji Kelayakan Tes Diagnostik Berbasis Web oleh Pakar Instrumen Tes No Penilai % Perolehan Skor
Kelayakan Isi Konstruk
1 Validator 1 100 100
2 Validator 2 100 100
3 4
Validator 3 Validator 4
91,67 100
100 91,67
Rata-rata 97,92 98,33
Kriteria sangat layak sangat layak
Hasil penilaian kelayakan tes diagnostik berbasis web oleh pakar instrumen media disajikan pada Tabel 2.
Tabel 2 Hasil Uji Kelayakan Tes Diagnostik Berbasis Web oleh Pakar Instrumen Media
No Penilai % Perolehan Skor Rekayasa
Perangkat Komunikasi Visual
1 Validator 1 100 100
2 Validator 2 100 91,67
3 4
Validator 3 Validator 4
91,67 91,67
75,00 83,33
Rata-rata 95,83 87,50
Kriteria sangat layak sangat layak
Hasil penilaian kelayakan tes diagnostik berbasis web oleh responden disajikan pada Tabel 3.
Tabel 3 Hasil Uji Kelayakan Tes Diagnostik Berbasis Web oleh Responden Tahap
% Perolehan Skor Tampil
-an Tata bahas a
Isi Pengope
-rasian Fungsi Uji Skala
Terbatas 76 81 89 80 75
Uji Skala Luas 81 77 87 81 78
Implementasi 91 87 87 83 83
Rata-rata 83 82 88 82 79
Kriteria Sangat
layak Sangat
layak Sangat
layak Sangat
layak Layak B. Pemahaman Konsep
Pemahaman materi siswa dalam penelitian ini diketahui dari kombinasi jawaban siswa dengan alasan yang dipilih dalam mengerjakan soal tes diagnostik berbasis web. Tabel 4 menunjukkan kriteria penilaian tes diagnostik, dengan tingkatan pemahaman konsep yang telah dikemukakan oleh Skemp (1976).
Tabel 4 Kriteria Penilaian Tes Diagnostik Berbasis Web
No Kondisi Tipe Respons Skor
1 Misunderstanding Jawaban salah dan alasan salah 0 2 Instrumental
Understanding Jawaban benar dan alasan salah
Jawaban salah dan alasan benar
1 1
3 Relational
Understanding Jawaban benar dan alasan
benar 2
Profil Indikator 1 Penerapan Kalor dalam Kehidupan Sehari-hari
Terdapat 4 butir soal tentang penerapan kalor dalam kehidupan sehari-hari pada profil indikator pertama ini. Data lebih lengkap terinci pada Tabel 5.
Tabel 5 Profil Pemahaman Indikator 1 Soal
No Relational
Understanding Instrumenal
Understanding Misundersta nding jml
siswa Persentase
(%) jml
siswa Persentase
(%) jml
sis wa
Persent ase (%)
4 20 90.91 1 4.55 1 4.55
6 18 81.82 4 18.18 0 0.00
17 17 77.27 3 13.64 2 9.09
20 16 72.73 4 18.18 2 9.09
Berdasarkan Tabel 5 terlihat bahwa butir soal nomor 4 adalah butir soal dengan tingkat relational understanding yang tinggi atau banyak siswa menjawab dengan benar, sementara pada nomor yang lain, cukup banyak siswa yang dapat menjawab dengan benar walaupun masih terdapat beberapa instrumenal understanding.
Profil Indikator 2 Menjelaskan Hubungan Kalor dengan Massa, Suhu, dan Kalor Jenis Benda
Terdapat 3 butir soal tentang hubungan kalor dengan massa, suhu, dan kalor jenis benda pada profil indikator kedua ini. Data lebih lengkap terinci pada Tabel 6.
Tabel 6 Profil Pemahaman Indikator 2 Soal
No Relational Understandin g
Instrumenal
Understanding Misunderstanding jml sis-
wa Perse
ntase (%)
jml
siswa Persentase
(%) jml
siswa Persen- tase (%)
10 1 4.55 19 86.36 2 9.09
13 14 63.64 8 36.36 0 0.00
19 7 31.82 2 9.09 13 59.09
Berdasarkan Tabel 6 terlihat bahwa butir soal nomor 10 merupakan soal dengan tingkat instrumenal understanding tertinggi atau banyak siswa yang masih rancu dalam memilih jawaban yang benar. Soal nomor 13 sebagian besar anak telah memahami soal dengan persentase relational understanding 63,64%, sementara pada soal nomor 19 justru tingkat misunderstanding yang mencapai persentase tinggi yaitu sebanyak 59,09%.
Profil Indikator 3 Menjelaskan Prinsip Azas Black
Terdapat 2 butir soal tentang prinsip azas black pada profil indikator ketiga ini. Soal nomor 7 mengenai faktor yang memengaruhi perubahan kalor, dan soal nomor 8 mengenai suhu campuran benda cair. Data lebih lengkap terinci pada Tabel 7.
Tabel 7 Profil Pemahaman Indikator 3 Soal
No Relational Understandi ng
Instrumenal
Understanding Misunderstandin g
jml
siswa Perse ntase (%)
jml siswa Perse ntase (%)
jml
siswa Persent ase (%)
7 19 86.36 1 4.55 2 9.09
8 7 31.82 14 63.64 1 4.55
Berdasarkan Tabel 7 terlihat bahwa butir soal nomor 7 merupakan soal yang telah dipahami siswa, terbukti dengan tingkat relational understanding yang tinggi.
Sementara itu, pada soal nomor 8 persentase instrumenal understanding siswa relatif tinggi.
Profil Indikator 4 Menjelaskan Prinsip Kapasitas Kalor dan Hubungan Kapasitas Kalor dengan Suhu
Terdapat 2 butir soal tentang prinsip kapasitas kalor pada profil indikator keempat ini. Soal nomor 11 mengenai rumusan kapasitas panas, dan soal nomor 15 mengenai perbandingan kapasitas panas benda dengan massa dan kalor jenis. Data lebih lengkap terinci pada Tabel 8.
Tabel 8 Profil Pemahaman Indikator 4 Soal
No Relational
Understanding Instrumenal
Understanding Misunderstanding jml
siswa Persentase
(%) jml
siswa Perse ntase (%)
jml siswa Persenta se (%)
11 19 86.36 1 4.55 2 9.09
15 12 54.55 5 22.73 5 22.73
Berdasarkan Tabel 8 terlihat bahwa sebagian besar siswa telah memahami soal nomor 11 dan 15 dengan baik.
Profil Indikator 5 Menjelaskan Hubungan Kalor Jenis dengan Suhu Terdapat data lebih terinci pada profil indikator kelima dalam Tabel 9.
Tabel 9 Profil Pemahaman Indikator 5 Soal
No Relational
Understanding Instrumenal
Understanding Misunderstand ing
jml
siswa Persen- tase (%)
jml
siswa Persen- tase (%)
jml
siswa Persen -tase (%)
11 19 86.36 1 4.55 2 9.09
15 12 54.55 5 22.73 5 22.73
Berdasarkan Tabel 9 terlihat bahwa sebagian besar siswa telah memahami soal nomor 11 dan 15 dengan baik, dibuktikan dengan hasil persentase relational understanding 86,36% dan 54,55%.
Profil Indikator 6 Menjelaskan Proses Perubahan Wujud Zat
Terdapat 1 butir soal pada profil indikator keenam ini. Data lebih lengkap terinci pada Tabel 10.
Tabel 10 Profil Pemahaman Indikator 6 Soal
no Relational Understandin g
Instrumenal
Understanding Misunderstan ding
jml sis wa
Persenta se (%)
jml
siswa Perse ntase (%)
jml
siswa Pers enta se (%)
14 16 72.73 3 13.64 3 13.6
4
Berdasarkan Tabel 10 terlihat bahwa sebagian besar siswa telah memahami soal nomor 14 dengan baik, dibuktikan dengan hasil persentase relational understanding sebesar 72,73%.
Profil Indikator 7 Menjelaskan Prinsip Kalor Jenis
Terdapat 3 butir soal tentang hubungan kalor jenis dengan perubahan wujud dan suhu pada profil indikator keenam ini. Data lebih lengkap terinci pada Tabel 11.
Tabel 11 Profil Pemahaman Indikator 7 Soal
No Relational
Understanding Instrumenal Understandin g
Misunderstanding Jml
Siswa Persentase
(%) Jml
Siswa Persen tase (%)
Jml
Siswa Persentase (%)
9 12 54.55 6 27.27 4 18.18
16 16 72.73 6 27.27 0 0.00
18 13 59.09 1 4.55 8 36.36
Berdasarkan Tabel 11 terlihat bahwa sebagian besar siswa telah memahami seluruh soal pada indikator ini dengan baik, dibuktikan dengan perolehan persentase relational understanding yang relatif tinggi.
SIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa tes diagnostik berbasis web pada materi materi Termodinamika untuk siswa SMA kelas X dinyatakan layak digunakan sebagai alat tes diagnostik. Hal ini dikarenakan tes diagnostik berbasis web telah memenuhi aspek kelayakan isi, konstruk, perangkat lunak, serta komunikasi visual sesuai dengan standar kelayakan oleh BSNP. Rata–rata persentase hasil validasi pakar instrumen tes tahap 1 dan tahap 2 mencapai 87,5% dan 97,92%. Sementara rata-rata hasil validasi pakar media tahap 1 dan tahap 2 mencapai 85,96% dan 91,67%. Baik hasil validasi pakar instrumen tes maupun validasi pakar media, keduanya termasuk dalam kriteria sangat baik.
Hasil profil pemahaman konsep siswa pada materi Suhu dan Kalor sebagai berikut: 80,68% siswa telah memahami penerapan kalor dalam kehidupan sehari-hari;
33,33% siswa telah memahami hubungan kalor dengan massa, suhu, dan kalor jenis benda; 59,09% siswa telah memahami prinsip azas black; 70,45% siswa telah memahami prinsip kapasitas kalor dan hubungan kapasitas kalor dengan suhu; 72,73%
siswa telah memahami hubungan kalor jenis dengan perubahan wujud dan suhu;
62,12% siswa telah memahami proses perubahan wujud zat; 71,82% siswa telah memahami prinsip kalor jenis.
REFERENSI
Basuki, Murya Arief. 2009. Analisa WebsitE Universitas Muria Kudus. Jurnal Sains Vol. 2 No.2 Desember 2009. Fakultas Teknik Universitas Muria Kudus.
Djaali dan Muljono. 2008. Pengukuran Dalam Bidang Pendidikan. Jakarta: PT. Grasindo.
Depdiknas. 2007. Pedoman Pengembangan Tes Diagnostik Mata Pelajaran IPA SMP/MTs.
Jakarta: Ditjen Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah.
Depdiknas. 2007. Menjadikan Lingkungan Inklusif, Ramah Terhadap Pembelajaran (LIRP). Jakarta: Ditjen Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah.
Effendi, E. & H. Zhuang. 2005. E-learning, Konsep dan Aplikasi. Yogyakarta: Andi Offset.
Skemp, R. R. 1976. Relational Understanding and Instrumenal Understanding.
Department of Education: University of Warwick.
Sugiyono. 2013. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif, dan RnD. Bandung: Alfabeta.
Suharsimi, A. 2009. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan (Edisi Revisi). Jakarta: PT Bumi Rupa Aksara.
Syafiie, Inu K. 2010. Pengantar Ilmu Pemerintahan. Bandung: PT Refika Aditama.
Wahono, R. S. 2006. Aspek dan Kriteria Penilaian Media Pembelajaran. Tersedia di http://romisatriawahono.net/2006/06/21/aspek-dan-kriteria-penilaian-media- pembelajaran/ [diakses 27 September 2015]