PROSIDINtr
:': r\
'I
Simposium Nasional (Simnas) V
Asosiasi Ilmuwan Administrasi Negara (AsIAN) Tahun 2015
Tema :
tolnovasi dan Pembaharuan Pemerintahan Daerah Menuju Tata Kelola Pemerintahan Indonesia yang Baik"
Pada
.s
€*u'
:.]
+:
- -rl]..'J1*l:-' tr..,, :i
.: ::,,
-+
Ilmuruan
'4i '
SUCCESs
PUS-P3lt
s
Jurusin Ilmu Administrasi Negara FIS Universitas Negeri Asosiasi Ilmuwan Administrasi Negara (AsIAN)
2015
Padang
%
e"tsi.
,#
*
.2ooA
ISIIN : e78-60f-7296
I-0-7
PROSIDING
Simposium Nasional (Simnas) V
Asosiasi Ilmuwan Administrasi Negara (AsIAN) Tahun 2015
Tema:
"Inovasi dan Pembahartlan Pemerintahan Daerah Menuju Tata Kelola Pemerintahan Indonesia yang Baik"
Padang, 7 - 9 Agustus 201
5Kerjasama
Asosiasi llmuu'an Administrasi Ncsara
lrIIs-P:|ilI
,s..
SUCC l-iSs
Jurusan Ilmu Adlninistrasi Negara FIS Universitas Negeri P:rdang Asosiasi Ilmuwan Administrasi Negara (AsIAN)
Pusat Kajian SuCCESs FIS UNP IPDN Kamptrs Sumatera Barat
201 5
a
'l _::.t'
frroriai,igS:imposir,,NasionaIVAsosiasiIltnuwanAdnrirristrasiNegrra(AsIAN)I0I5
I SBN : 978-6 02-129-61 -0-1
Diterbitkan
oleh:Jurusa, IAN FIS
UNP,Asosiasi Ilnrurvan Adrninistrasi Negara (AslAN),
Ptrsat Ka-iian SuCCESs FIS UNP, darrIPDN
Karltptts Strtlatera BaratSekretartat:
Fakulras I I m u Sosial - U tr iversitas
Negeri
Paclanq Jl. Proi-.Dr. l larnkaAirTarvar
Padang 25l3
I Telp. (0751) 44s I 87E nr a i I : s i nr tt asas i a tt 5 2 0 I 5'rDtllll a i l - c o rt I
l-lak C iptaO 201 5 ada pacla perrulis
Artikel
paclaprosiding
ini clapat di-gunakatr, clinrodiflkasi- dan disebarkatl secara bcbas ttrrtLrk tujuart bukan kornersil(non profit),
clengan syarattidali
rrtcrrglla[)tls atatlrlertgtrbalt
atribrrt penLrlis Ticlak cliperbolehkan ntelaktrkarr penLrlisan rtlatrs kcctrali rttertclapatkall izirt tcrle [rih clahulLr clari pentr lis.},ROSIDING
SimPosium Nasional (Simnas) V
Asosiasi llmurvan Administrasi Negara (AsIAN) Tahun 2015
Penanggungiarvab Wak i I Peuan gettn giarvab
Ketua
Pclaksana Sekretaris BenclaharaFasilitator
Sinrpositrrn I. I{cr icu'cr
2. Editor
3. Layout
ProsidingSekretariat:
I
. Silvia Megazarti,
S.Sos.2.
Puia Scuncla Pennata, SE3. Dian Putri.
S.AP'Prof. Dr. Syafri Anwar, M.Pd. (Dekan FIS UNP) Drs. Syanisir, M.Si., Ph'D.
(KettrA JnrttsanIAN FIS UNP)
Dra.Jumiati, M.Si.
(Sekretaris JurttsanIAN FIS UNP) Alclri Frinaldi, SH., M.Flum,
Ph.D,Aclil
Mubarak,
S.lP..M.Si.
Nora
I.,ka Ptrtri.S.lP..
Nl-Si.l. Prol. I)ri.
DasrnatrLatriu. M.Pd'' Ph'l)
2. Drs-Yasril Ytrtttts, M.Si-
3, Drs.
M. Fachri
Adnan,M.Si-, Ph'D'
l.
Drs. Svarnsir-M.Si.,
Ph.D.2.
Prot-.Drs.
DasnlatrLanirl, M.Pd'.
Ph'D 3.^\fi'iva Khaiclir. MAPA--
Ph-D-.1.
Dr. Dasril, M.Ag.
l.
Dra.Fitri Eriyanti, M.Pd-,
Ph.D.2.
Drs. Karjtrni Dt. Maani, M.Si.
3.
Dra. Heni
Candra Gustina 4. l-irrceMagriasti,
S.lP.,M.Si.
5. Ralrmadani Yusratr. S'Sos-,
M.Si
6. Siska Sasnrita, S.lP.,MAP-
1 .
Zikri Alhadi.
S.lP.,MA.
8. Hasbullah
Malatr,
S.Sos',M.Si.
Penerbit
a
Asosiasi Ilmurvan Administrasi Negara
PIIS-P:|Il
,s
SuCCl:]Ss
,M
.lurusan Ilmu ,.\drninistrasi Negara FIS Universitas Negcri Pad:rng r\sosiasi
I lnrurvan Adm inistrasi Negara (AsIAN)
Ptrs:tt Kaiian SuCCESs IUS UNP IPDN KamPus Sumatera Barat
201 5
Kantpus UN P, .lalan'
Prof
I'{anrka,Air
Tarvar, Padatrg 25l3
IK;\l'r\ l'}ENGAn\l'Al{
A sserl
ammu'
al aikttm
lv arahtnatu I I a hi wabarakatuh
puli dan syukur kanti panjatkarr
kepaclaAllah SWT
1,3119telul.r melimpahkan rahnlat dan hiclayah-Nya sehiigga Simposiun-r Nasiorial V Asosiasi Ilmttr,r'an Aclministrasi Negara (AslAN) Tahun 2015 ini dapat
terselen-e.garadengan
sukses.Simposium Nasiolal V Asosiasi Ilniulvan Administrasi Negara (AslAN) Tahun 2015 merupakan kegiatan tahunan yang diselenggarakatt oleh Asosiasi Ilmurvan
Adntilistrasi Negara (AslAN) bekerjasanra dengan Jttrttsarl Ilr.tltt Administrasi Ncgara- Irakulras lln-ru Sosial. llnivelsitas Negeri Padang
clarrInstittrt Penlcnntahan Daiam Negeri (IPDN) Kanrpus Sumatera Barat. beserla Pusat Kajian
Pelavanat't pr_rblikdan
Per.nberda\,aapNlasyarakat (Pus-P3N4) FIS tiNP. Sirrlpositrm ini
c'likernasclalarl lema:
"./rrot,a.si cfutnPentbthurtrttn Pcntcrinlcthcrtt Dctertrh l'lerutju'l-atu Kclolu Pcntet-ittlultttn lndone.sitt y'ctng lluik. Dalunr pcrt,velerlggaraall pelllet'intalratt
claerah,banyak Pemerintah Daerah yang rnelakukan inovasi melaltri pengembangan
'"prog.u- inovasi daerah" clalam rangka memajukart daerah detn meningkatkan keseiahteraal rakyat. Pacla gilirannva aneka inovasi ini
sel'og,van1''anlenjadi cikal Uakat clan inspirasi bagi Pemerintah untuk dapat nlelaksanakan tata kelola
pemerintahan yaltg lebih baik
clisegala level.
IJerclasarkan pen-rikiran tcrscbut. .lumsan llnttr Aclrllinistrasi Negara
IrerkLrltusllntu sosial Universitas Negeri Paclang bekerjasama detlgttrl Asosiasi llt-nttwatr Admilistr.asi Negara (AslAN) clan Irrstitut Pemerintahan Dalarl Negeri Kanrptts
Sumatera Barat menyelenggarakan Simposir:tl Nasional. Bagi Asl.i\N simposittnl nasional ini aclalah penyelenggaraalt yang ke-v kalinya. Perlekarlan penlbahasan simposiun terdiri dari aspek kebijakan publik, manajemetr pemerintahan- keuangan clap pembangunan. dan inasalah sosial dan politik claerah. I)engan sirlpositrn-r ini ilihaiapkan te4aai wacana akaclentik
clandiser.ninasi pen-rikiratl serta tukar metrukar p.ngulo11u,-, cli kalangan para penrangku kepentingan (.slakcholtlers) adltlinistrasi publik.
Simposilrn Nasional V AsIAN 'fahun 2015 ini cliharapkan nlanlprl tncnrberikatr nranfaat
clankonstribgsi lryata bagi kemajuan bangsa irti di rnasa rlrendatang- f)zrlanl sinrposinm ini. alhamdullilah terkurnpul 3zt rnakalah I'ang clisr-rtrbangkarl oleh
48oro,lg penulis dan telah direvieu, oleh tim reviervet'sena
la-vakrtntttk masttk kc dalan]
proriaing Simposium Nasional V Asosiasi Ilt.nuuan Administrasi Negara (r\slAN)
tahr-rn
2015 dan telah clipersentasikan dalant empat kelonrpok sesi paralel
sesuaidengan sub-sub tema yang tersedia.
pada kesempatan ipi. kanii selaku ketua pelaksana ntenYanlpaikarr pellglrargaan clal terima kasih ya6g sebesar-besarnya
kepaclapirnpinan Universitas Negeri
Paclar.rg,pimpinan IPDN
-Kantpus
Sumatera Barat, pinrpinan Fakultas Ilmu Sosial llNP, ,"g.nup pinrpinan juiusan dan pimpinan prodi di Lingkungan FIS lJNP-
tirl.r,".,i"."Lr,-clan selur-nh panitia pelaksana yang telah berusalra menlaksit-t-talkan
clanhcker'lasanta dengan baik hingga terlaksanan)'a acara ini dcngan
sttkses'Wassalart-tu'alaikutr warahntatulah wabat'akattrh'
Padang. 7 r\gustus 2015 Panitia
Drs. Syamsir, M.Si., Ph.D
I
I
I
2.
J.
4 5
DAF-TAR ISI
HALAMAN JUDUL KA'TA PENGANTAR DAF-IAR lsl ...,.,
Subtema: Kebijakon
Publik
l
- Otonomi Daerah di Indonesia: Bolak-Balik Antara Sentralisasi
danDesentral isasi (H o n if Nurch ol i s)
Ears of the People: Kajian terhadap Integritas dalam Administrasi Publik dalam Mekanisme Pelaporan pada Ombudsman Sumalera Barat (Afriva
Khaidir)
.-..-..- PeraturanNagari yang
BerbasisKebijakan Botlom Up di
Sumatera Barat(Yasril
Yunus,Jumiali,
dan Dasmon Lanin)Evaluation
for
Implemenlationof
l-lomcAffairs Minister
RegulationNo.
24l 2006 on Integrated One Stop Service (PTSP) (Tjahjo Suprajogo)lmplementasi
Kebijakan
Pengelolaan, Pemberdayaan, dan Perlindungan Pasar Tradisionaldi Kota
Salatiga (Endang Larasoti,Ida Hayu
Dwimawanti dan lke Soraya)Implementasi
K:bijakan
PerpresNomor 70 Tahun 2012
Tentang PengadaanBarang dan
Jasa PemerintahDi
KabupatenBatang (Endong Larasati
danGiovani)
Subtema: Manojenten
Publik
dan Penrcritilahan7
- Revitalisasi Pasar Tradisional dalam Perspektif Locol
Governance (Agus Prastyawan)lnovasi
Pelayanan Rawat Jalan"Satu Meja
BeresPerkara" di
Rumah Sakit Umum Daerah(RSUD)
Kraton Kabupaten Pekalongan(Hardi
Worsono) ....--.-..Inovasi
PelayananPublik Bidang
Kesehatandi
Kabupaten Kudus(Dy"h Hariani)
10.
Kolaborasi Governance Sebagai Mesin Baru dalam RevitalisasiCultzre
Set danMind
Set BirokrasiDi
Kabupaten Pekalongan(Titik Djumiarti)
ll
PengaruhKualitas
Pelayanan Kesehatan Terhadap Kepuasan Pasien Rawatlnap: Studi pada Rumah Sakit Swasta Harapan Bunda Kota Batam Kepulauan
Riau(Aldri Frinoldi)
Subtema: Keuangan dan Pembangunan
12.
Kemampuan Perencana Pernbangunandi
Daerah (Kasusdi
Kantor Bappeda Kota Depok)(Ayi
Karyana)13.
Dampak Program Bantuan Perkuatan Modal terhadap Tingkat Motivasi dan KepuasanPKL di
Kota Payakumbuh (Syamsir danIdeal
Putra)14.
Membangun Model Pembangunan Berbasis KomunitasLokal:
TinjauanKritis
Terhadap Liberalisasi Kebijakan Tata Ruang (Budiman Widodo dan Winarti) .15.
Budaya Kerja Organisasi Pemerintah VersusBudaya Kerja Aparatur Sipil
Negara(ASN) (Juni Eldi)
16.
Partisipasi Masyarakat Dalam Pembangunan di Kota Pekanbaru(Tuti Khairani
Harahap)Sublema: Masalah So.sial dan
Polilik
Daeruh17.
Pembangkangan Penambang Kapur di Desa Bedoyo (Aan Andrianto dan Samodroltibawa)
Halaman ll
ul
r-46
l-8 9- l5
16
-22
23
-32 33-42 43-16
17
-78
47
-53 54-61
62-66
67
-78
79-87
88
- r3s
88
-
100l0l-ll2
lt3 - l2l
122
-
128129
-
135136
-
260t36 - t46
6.
8
9.
a
I
18.
19.
lnovasi
PelayananPerijinan
Perikanan Tangkapdi
Jawa Tengah(Kismartini)....
Modal Sosial, Buday4 Ekonomi, dan Geografis untuk Menghadapi
ResikoBencana Gempa dan Tsunami di Nagari Mandeh Kabupaten Pesisir
Selatan(Zikri AlhodD
20. Analisis Kelembagaan
PelayananTerpadu
SatuAtap (PTSP) di Propirsi DKI Jakarta: Studi Kasus di Satlak PTSP Kecamatdn Grogol
Petamburan Jakarta Barat (BambangIstianto)
...21.
22.
Perilaku Aktor
dalam ProsesKebijakan Publik (Karjuni Dt Maani)
Tipologi Tata Kelola Penegakan Sanksi Pelanggaran Peraturan Daerah Di
Kabupaten Tabanan dalamPerspektif
Governanoe(Tedi Erviantono)
...Identifrkasi Hubungan Kualitas Pelayanan Publik Terhadap
PersepsiMasyarakat (Studi
PadaDinas Kependudukan Dan Catatan Sipil
PemerintahKota Malang)
(ProsetyoIsbondono)
24.
Kepuasan dan KepercayaanMasyarakat Dalam Konteks
Pelayanan Pemerintah Daeralr (D asman l"anin)
25.
ManajemenMarketing Politik (Studi
KasusMareketing Politik Partai
GerindraKota
Padang PadaPemilihan Umum lrgislatif
Tahun 2014)(Adil Mubarak)..
26. Model Tata Kelola
PemerintahanNagari di
SumateraBarat (M. Fochri Adnan
27Implementasi E-Lampid @lektronik Lahir, Mati, Pindah, Datang) Dalam
Meningkatkan
TataKelola Administrasi
Kependu d ukan (Me ir in aw a ti)
Tindak Korupsi
Sebagai TandaBuruknya Etika Birokrat
dalam PerspektifTeori Etika Administrasi Publik
dan Upaya Preventifrrya (TrendaAktiva Oktarianda
29.
PenerapanE-Health dalam Meningkatkan Kualitas
Pelayanan Kesehatan(Indah Prabawati)
30. Analisis Kajian
Kelembagaan Pasardi
KabupatenMadiun (Studi
KelembagaanUPTD
pada Pasar DaerahKabupaten Madiun) (Muhammad Farid Ma'n{
danTauran\
3l- Profil
Pasar Daerahdi
EraOtonomi
Daerah(Tauran, M. Farid Ma'ruJ Dewi Prasttwi,
dan EvaHany Fanida)
...32. Silent
Announcemenr:Pro-Kontra Sistem lnformasi di Bandar Udara (Fitrotm
Niswah don Eva
Hany Fonida)
...-....33. Partisipasi Masyarakat Dalam Proses Penlrusunan Draft
Undang-Undang PemerintahanAceh (JUPA) (Nar Hafui
danFauzi)
34. Kebijakan
Pengembangan SekolahRamah
Anak(Indra Kertati
danHmsoyo)...
141
-
154155
- l6l
162
- rll
t72 -
17723
28
178-
182I83 -
lS8189-
199 200-
20'7208-215
216
-722
223 -- 233 234
-239
240
-248
249
-255
256
-260
261 -268
269-281
Proceeding Simposium Nasional ASIAN V, 7 - 9 Agusrus 20 t 5
Jurusan IAN FIS UNP Padang dan IPDN Kampus Baso Agam Sumatera Barat
DAMPAK PROGRAM BANTUAN PERKUATAN MODAL TERHADAP TINGKAT MOTIVASI DAN KEPUASAN PKL DI KOTA PAYAKUMBT]H
Syamsir
Jurusan llmu Administrasi Negara, Fakuhas
llmu
Sosial, Universitas Negeri Padang Jl- Prof. Hamka,Air
Tawar PadangE-m a il : sy ams ir saili@yahoo. c om Ideal Putra
Jurusan
llmu
SosialPolitih
Fakultas llmu Sosia/, Universitas Negeri Padang Jl. Prof, Hamka,Air
Tawar PadangE- mai I : dan kideal@yahoo. c om
ABSTRAK
Penelitian
ini
bernrjuenuntuk
mendapatkan gambaran tentang pemberdaya2n PedagangKaki Lima
(PKL)melalui
kebijakan Pemkodi Kota
Payakumbuh, terutama yang berkaitan dengan:1)
implementasi program bantuan perkuatan modal bagiPKL di
Kota Payakumbub2)
tingkat keberhasilan program 6antuan perkuatan modal bagiPKL di Kota
Payakumbuh" dan3)
dampak program bantuan perkuatan modal terhadep tingkatmotivasi dan tingkat
kepuasanPKL di Kota
Payakumbuh. Penelitianini
dilaksanakanmelalui
pendekatankuantitatif dan kualitatif dan
menggrurakan metodefield
research. Pengumpulandata dilakukan
melalui penyebaranangket,
wawancara mendalam, observasi,dan studi
dokumentasipada
beberapa instansi pemerintahan dan paraPKL di
Kota Payakumbuh, Sumatera Barat. Anslisis doto kuantitatif dilakrJ<an mclalui analisis statistikdeskriptif
dalam bentuk frekuensi, persentase, dan mean (rata-rata). Sedangkan analisis datakualitatif dilalorkan melalui interactive model of
analysis.Hasil penelitian ini
memrnjukkanbahwa:
1) implementasi program bantuan perkuatan modal bagiPKL
di Kota Payakumbuh terindikasi masih berada dalam kategori "cukup baik"; 2) tingkat keberhasilan program bantuan perkuatan modal bagi PKL di Kota Payakumbuhjuga
masih berada dalam kategori "cukupbaik";
dan3)
dampak program bantuan perkuatan modal terhadap tingkat motivasi dan tingkat kepuasanPKL di Kota
Payakumbuh masih berada pada kategori cttkup tinggi, walaupun dalam beberapa aspek terindikasi tinggi, bahkan dalam aspek-aspek tertentu ada pula yang terindikasi rendoh.Kata Kunci:
PedagangKaki Lima (PKL),
Perkuatan Modal, PergerakanModal,
TingkatMotivasi,
Tingkat KepuasanI.
PEIYDAHIJLUANPerkembangan
ekonomi yang
^enderung merosot selama hampir tiga desawarsaini di
Indonesia telah banyak menim[pll62a masalah dalam berbagai sektor kehidupan masyarakat, termasuk kehidupan sosialekonomi masyarakat. Kesulitan
memperoleh pekerjaandan
kehilangan pekerjaanakibat
PHK merupakan kenyata2nyang
banyak dirasakan oleh masyarakat Indonesia. Pemecahan masalilh paling sederhana yang muncul dari pemikiran sekelompok masyarakatkecil untuk bertahan hidup
adalah menjadi pedagang dalam skalakecil
dengan caramenjajakan berbagai jenis barang
dagangan,makanan, atau minuman dalirm skala
kecil.Kelompok
masyarakatini yirng
sekarang lebih sering dikenal dengan sebutan l'}edagangKaki
t.ima (PKL).Profesi sebagai PKL menumg
sangatdilematis. Di satu sisi profcsi PKL
merupakantempat
menggantungkan harapandan
kebutuhanhidup sehari-hari. Namun di sisi lain
sebagaiaktifitas
usahayang
menggunakanruang
publilq onmg-orang yang berprofesi sebagaiPKL
seringkali hanrs berhadapan dengan peraturan daerah setempat yangpada
rmumnya melarang orang berjualan di tempat-tempatyang
seharusnyadigunakan
oleh masyarakat umum, sepertitotoar
dan badan jalan, sehingga penyitaan dalam operasi penertiban oleh petugas merupakan sesuatu yang sangat ditakuti tapi tidnk bisa dihindari oleh PKL.Menurut Mulyanto (2007), krisis
ekonomiyang berkepanjangan menyebabkan
tingkat pendapatan rnasyarakatdi
Jawa Tengah rnenumndan jumlah orang yang hidup di bawah
gariskemiskinan semakin meningkat. Krisis
ekonomijuga tclah
menyebabkan penurunan produktivitas perusahaan sehing,gabanyak terjadi
pcmutusanhubungan kerja dan akhirnya
meningka&an pengangguran.Untuk menanggulangi
semakin banya,lmya pengangguran, pemberdayaan sektorinfonnal,
khususnya PedagangKaki l.ima
(PKL),sangat diperlukan. Meskipun kasus
yangl0l
o
a
Itoceeding Simposium Nasional AsIAr\ V, 7 - 9 Aguslus 2015
Jurusart IAN FIS IINP Padang dan IPDN Kampus Baso.A.gam Sumatera Barar
diungkapkan oleh Mulyanlo adalah
rr)cngenai kondisidi
daerah JawaTengall
namun bolehjadi
kasus dan kondisi yang sama juga terjadi
di
hampirseluruh wilayah lndonesia, termasuk di
KotaPayakumbuh
hovinsi
Sumatera Barat.Besamya
potensi yanB terdapat di
balikpertumbuhan sektor
informal
selamaini,
termasukPKL, belrrm terprediksi
denganbaik.
Sementara permasalahan sel(or informal itu sendiri berkembang seiring dengan kompleksitas migrasi dan urbanisasi yang kian mening|<at dari hari ke hari.Di
beberapa kota besarPKL
sering diidentikkan dengan masalah kemacetan lalu lintas, karena kelompok pedagang inisering memanfaatkan frotoar sebagai
media berdagang. Kelompokini
pun seringkali diusir dzrrdikejar petugas karena menggunakan
lokasi berdagang tidak sesuai dengan tata ruang perkotaan.Akan
tetapi,bagi
sebagian kelompok masyarakat,PKL justru menjadi solusi mereka
karenamenyediakan harga
lebih miring. Hal ini
membuat pembersihan usaha mikro itu di lokasi-lokasi stategis menjadi kontroversial dilihat dari kaca mata sosial.Pada
satu sisi,
beberapatahun yang
lalu, Pemerintahmelalui Kementerian Koperasi
danUMKM
telah menginstruksikan agarPKL
diarahkan dandibina
serta <iiberdayakan, karena dampaknya terhadap perekonomian daerah dan nasional sangat dahsyat. Namundi sisi lain
keberadaan paraPKL
menjadi tidak nyaman manakala pemerintah daerahsudah mulai menerapkan kebijakan
yang menyangkut masalahtata kota
dan keindahannya.Selanjuthya,
stigma negatif tentang
keberadaan sektor informal, dalam halini PKL,
semakin kental manakalamuncul
wacana keindahankota,
karenakaiau dilihat dari segi estetika
lingkungan keberadaanPKL ini
terkesanserrawut
dan kumuhserta dianggap mengganggu keindahan
kota, sehingga keberadaan PKL di berbagai kawasan perlu digusur ke tempat lain.Salah satu upaya unnrk mencari solusi dalam mengatasi masalah
PKL yang
dilematisini
maka Pemerintahmelalui Kementerian Koperasi
danUMKM (dulunya Kementerian Koperasi
Perin-dustian
dan Perdagangan-pen)telah
meluncurkan progrirm Registrasi dan Bantuan Perkuatan Modalbagi PKL di
beberapakota dan
kabupaten diprovinsi
SumateraBarat, yang diikuti
denganpembinaan
para PKL
dengan berbagai pelatihan dalam pengembangan usaha (Dinas Koperasi danPKM Sumatera Barat, 2009). Namun
dalam implementasinya, program bantuan perkuatan modalini tidaklah seefektif yang
diharapkan. Muncul beberapa indikasi bahwa programini
kurang tepat sasaran, kurang efektif, kurang efisien, dan kurang optimal dalam mendorong keberhasilanPKI-
dalam berusaha,baik
yang menyangkut dampak bantuan perkuatan modal tersebut terhadap tingkat motivasi PKL dalam berusaha maupun tingkat kepuasan PKL terhadap program batrtuan tersebut.i02
Program registrasi PKL dan
pemberianbantuan perkuatan modal
PKL
di provinsi Sumatera Barat, termasukdi
Kota Payakumbuh dimulai sejak tahun 2008 sampai dengan2014.
Tujuan programRqgistrasi PKL tersebut antara lain: l)
Memberdayakan
PKL melalui
Koperasi sehinggaPKL
yang dibinamemiliki
kepastian benrsaha; 2) Meningkatnya penm Koperasi dalam pengembangan serta pengelolaan sarana usaha PKL; 3) Memberikancontoh/model bagi Pemerintah hovinsi
danKabupaten/I(ota dalam pengembangan sarana usaha
PKL
melaluiKoperasi; dan 4) Mengevaluasi tingkat perkembanganusaha (kemajuan usaha
dapatdiukur). Namun untuk PKL Kota
Payakumbuh program pemberian perkuatanmodal PI(L
hanya dilaksanakan tahun2008, 2010,2011, dan
2013.Sejalan dengan itu, pihak Pemko Payakumbuh juga
mulai memikirkan
bagaimana supayapara
PKL dapat hidup secara lebih bermartabat dan dapat lebih meningkatkan kesejahteraan hidup merekaBerdasarkan pemikiran di atas
maka dipandangperlu unn*
dilalnrkan suatu penelitianyang
akan mencoba menggali berbagai informasi tentang dampak pemberian banruan perkuatan modal terhadap tingkat motivasi dan kepuasan PKL di Kota Payakumbuhserta mengetalui
seberapa besar tingkat persentase pergerakan modal PI(L yang telah mendapatkan bantuan perkuatanmodal
tersebut.Target penelitian
ini
adalah diperolehnya gambaranawal
tentang sejauhmana manfaatdan
efektifitas dari program perkuatan modal PKL yang diterapkan pemerintah sshinggahal ini
dapat menjadi bahan evaluasibagi
instansiterkait dan
sekaligus hasil penelitianini
dapat menjadi basisbagi
penelitian lanjutan yang lebih mendalam dan mengarah pada model pembinaan sumberdayaPKL
sebagai tulang punggung perekonomian bangsa. Dengan demikian,melalui penelitian ini akan diungkapkan:
I ) bagaimana implementasi program bantuan perkuatanmodal bagi PKL di Kota
Payakumbuh?, 2) bagaimanatingkat
keberhasilan program bantuan perkuatan modal bagiPKL di Kota
Payakumbuh?,dan 3) bagaimana dampak program
bantuan perkuatanmodal
terhadaptingkat motivasi
dan tingkat kepuasan PKL di Kota Payakumbuh?2. TINJAUANKEPUSTAKAAN
Pedagang Kaki Lima
(PIil)
don Permasalohannya PedagangKaki I-ima (PKL)
adalahorang
yang melalrukan usaha dagang dan atau jasa,di
tempat umum, baik menggunakan atau tidak menggunakansesuafu, dalam
melaksanakankegiatan
usaha dagang. Tempat usahaPKL
ada-lah tempat urnum,yaitu
tepi-tepijalan
umum, trotoar,dan
lapangan serta tempat laindi
atas tanah yang bukan mili}mya ataudi
atas tanahmilik
negara yang ditetapkan olehpemerintah kota. Sementara pendapat
lain menjelaskan, PKL adalah pedagang yang melakukan usaha perdaganganinformal
dengan menggunakanhoceeding Sirnposium Nasional AsIAN V, 7 - 9 Agustus 2015
Jurusan IAN FIS trNp paaang dan IpDN Kampus Baso Agam Sumalera Baral
lahan terbuka atau tertutup, sebagian fasilitas umum
yang
dilentukanoleh
Pemerintah Daerah sebagaitempat kegiatan usahanya baik
denganmenggunakan p€ralatan
bergerak atau
peralatanbongkar pasang sesuai waktu yang telah ditentukan (Mulyanto, 2007).
PKL
adalah salah satu profesi atau pekerjaan informal yang terdapat hampirdi
setiap kota dan di setiap negara manapun.Menurut Bromley
(dalam Mulyanto, 2OO7), PKL merupakan kelompok tenagakeda yang cukup banyak jumlahnya di
sektorinformal. PKL pada umumnya
self-employed, artinya mayoritasPKL terdiri
dari satu tenaga kerja'Modal
yangdimiliki relatif kecil
dan terbagi atasmodal tetap dan modal kerja. Dana tersebut jarang
sekali dipenuhi dari lembaga keuangan
resmi'Biasanya PKL mendapatkan dana atau pinjaman dari lembaga
atau
peroranganyang tidak resmi,
ataubersumber dai supplier yang
memasok barangdagangan kepada
PKL.
Sedangkan sumber dana dari tabrmgansendiri
sangat sedikit-Ini berarti
hanyasedikit dari
merekayang
dapat menyisihkan hasil usahanya.Disamping itu menunrt Mulyanto
(2007)PKL
termasuk usahakecil
yang berorientasi padalaba (profit) layaknya sebuah
kewirausahaan (entrepreneurship).PKL
mempunyai cara tersendiridalam mengelola usahanya agar
mendapatkan keuntungan.PKL menjadi
manajertunggal
yang menanqani usahanya mulai dari perencanaan usaha, menggerakkanusaha sekaligus mengontrol
ataumen[endatikan usahanya. Padahal
fimgsi-fimgsi manajemen tersebut jarang atau tidak pernah mereka dapati dari pendidikan formal- lvfanajemen usahanya beidasartan pada pengalaman dan alurpikir
mereka yang otomatis terbennrk sendiri berdasarkan arahanilmu
manajemen pengelolaan usaha. Hal inilah yangdisebut "learning by uperience" (belajar
daripengalaman).
Kemampuan manajerial memang
sangat diperlukanPKL
guna meningkatkankinerja
usaha mereka.Namun selain itu motivasi juga
sangatdiperlukan guna memacu keinginan para PKL rmtuk
mlngembangkan
usahanya-Untrrk
mewujudkanp".6io.- FKL
yaogproduktif
serta kemampuan memberikankontribusi
kepada daerah atau kota,maka perlu dilakukan
pembinaan terhadapPKI'
dengan cara menciptakan kemitraan antara sektorinformal (PKL) dengan Pemerintah
Kota'Pembinaan ini antara lain bernrjuan
untuk memotivasi paraPKL
agar dapat mengembangkan usahanya.Disamping iht hasil penelitian
tentang faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatanPKL di
Manahan Surakarta mengungkapkan bahwa ada pengaruh antara modal usah4 jam kerja, lama usahadan- sikap usaha atau
kewirausahaan terhadap pendapatanPKL
dan faktor modal usaha mcrupakaniaktot yarg dominan
mempengaruhi pendapatan' Sementara hasil penelitian tentang pengaruh modalusaha
dan perilaku
kewirausahaan terhadap labausaha PKL makanan dan minuman di
pasarGemolong Kabupaten Sragen
juga
mengungkapkanbahwa modal
usahadan perilaku
kewirausahaan berpengaruhpositif
terhadap laba usaha pedagangk6cil
makanan dan minumandi
Pasar Gemolong Sragen (Wardoyo, 2008). Sedangkan hasil penelitianDiah Ayu Ardiyanti (2006)
mengenai kehidupanPKL
dalam meraih keberhasilan mempertahankan ekonomi keluarga (srudi kasus pedagangkaki
limadi
SekitarGOR
Manahan Surakartatahun
2005- 2006) juga mengungkapkan bahwa beberapa faktoryang
mempengaruhi keberhasilan usahaPKL
di sekitar GOR ManahanKota
Surakarta tahun 2006antara lain terdiri dari faktor modal
usaha,persaingan yang memberikan motivasi
unrukmencapai keberhasilan, lokasi usaha yang smtegis, dan faktor regulasi atau peraturan pemerintah .
Pembinaon PKL di Indonesio
Berbagei penelitian
tentrng
pembinrnnPKL
telah sering dilakukandi
berbagai tempat ftawasan) di lndonesia, baik di kota mzupun kabupaten- Berbagai rekomendasijuga
sudeh banyakyang
ditawarkan' Namun tidak banyakdari
rekomendasi iru yangjitu dan dapat
memecahkan persoalanPKL
denganoptimal. Pembinaan
PKL yang
seringkali didasari,iuu diikuti dengan pemberlakuan
berbagai peratunm oleh Pemerintah,baik
dalam bennrkUU
maupun Perda atau Peraturan Gubernur, Bupati, dan
Walikota, teroyata tidak banyak yang
mampu mengatasi dan memecahkan masalahPKL,
malah setiogkll
semakin membuatpnra PKL
menjadisemakin termarjinalkan @inas Koperasi dan PKM Sumatera Barat (2009)
Maria Sri Rahayu (2008) yang
menelititentang PKL di Lapangan Puputan
Margarana Denpasar menemukan bahwa ada beberapa alasan mengapa paraPKL
menolak dan keberatan dengan adanya relokasr, antara lain karena:l)
tempat yang disediakan untuk relokasi kurang sFateBis, 2) biaya ss,6r3 lahan atau tempat terlalu mahal. BertahannyaPKL di kawasan tersebut bukan
semata-mata dilalelkanunmk
menentang kebijakan pemerintah@erda) tetapi lebih disebabkan karena faktor pilihan rasional yang harus
diambil
sehingga mereka bisa tetap bertahan hiduP.Selain iru
M.
Aminuddin Farick (200a) yangmencliti
tentanB implementasi Perda PropinsiDKI
JakartaNomor 5 'tahun l97E
tentemg Pengaturan Tempat dan Usaha serta PembinaanPKL
dalam WilayahDKI
menemukan bahwa secarakomulatif kineda implementasi kebijakan Perda
tersebutmisih
rendah.I-Ial ini
antara lain ditunjukkan olehfaktor bantuan modal usaha bagi PKL
tidakterealisasi. Aminuddin Farick antara
lainmerekomentlasikan harus adanya
alokasi
dana dan penempatan aparat secara memadai dalam rangka pembinaanPKL, serta perlu
adanya pengaturan 103hoceeding Sunposium Nasional AsIAN V. 7 - 9 Agrsrus 2015
Jurusan IAN FIS 1JNP Padang dan IPDN Kampus Baso Agarn Sumalera Baral
pelaksanaan
dari
setiap pasaldalam
Perda No.5Tahul
1978- Selain inr harusdiberikar
pemahaman yatrg mendalam bagi para implementordi
lapangan bahwaPKL
harus dipandang sebagai aset bangsa dan modal pembangunan.Selanjutnya
Bambang Wahyu
Sudarmadjidan Sri Lestari Munajari (2005)
berdasarkan penelitiannyadi
KawasanPKL di Kota
Bogor memberikan beberapa alternatif dalam penanganan atau pembinaanPKL di Kota Bogor
berdasarkan pengelompokkan kawasanPKL.
Beberapa indikasi program penanganan dari setiap kelompok kawasanPKL tersebut antara lain melalui
program pembinaonPKL
yangterdiri dzri: l)
PembenrukanKoperasi yang anggotanya para PI(L;
2) PenambahanModal
usaha;3)
Pemberian insentifreribusi; 4)
Penyerasian lapak,dan
e)Penyediaan banruan sarana usaha.Sementara
itu Ika
Praseryaningrum (2009)dalam laporan
penelitiannya rentang Identifikasi AktivitasPKL di
Taman SeribuLampu
Kota Cepu mengemukakan bahwa perrnasalahanutema PKL di
kota tersebut yaitu berkaitan dengan keberadaan aktivitasPKL di
malam hari. KeberadaanPKL ini
menjadipotensi
bagi Taman Seribu Lampu sebab memberikan keramaianbagi
kawasa.nini
padamalam
hari. Di sisi lain
aktivitasPI(L di
taman tersebuttidak
tertuanB dalam rencanatata
ruang.Taman Seribu Lampu
dalam
rencanatata
ruang direncanakanunhrk
memenuhifasilitas olah
ragadan
rekreasikota dan ridak
direncarakan sebagai ruang aktivitas PKL.Halomoan Tamba dan Saudin Sijabat (2006) yang meneliti tentang PKL sebagai entreprenanr yzng terabaikan juga membsikan bebsapa tawaran tenlang
pembrdayaan dan
pembinaanpl(l-, antara
lainpemberdayaan
FKL melalui
koperasidan
melalui kemitraan pemerintah dan swasta. Menurut merekaPKL
pada umumnya acoJltJl. self-employed, artinya mayoiitasPKL
t€rdiri dari satu tenaga kerja" Modal yangrlimilki
relatifkecil, dan terbagi atas modal tetap, berupa ptralatan, dan modal kerja. Dana tersebut jarang sekali dipenuhi dari lembaga keuangan resmi. Bi2sanya PKL mendapatkan dana atau pinjaman dari lembaga atau perorzmgan yang tidak resmi. Atau bersumber dari supplier yang memasok barang dagangan kepada PKL.Sedangkan sumber dana yang b€rasal dari tabrmgan sendiri sangat sedikit.
Ini
berarti hanya sedikit dari mereka yang dapat menyisihkan hasil usahanya-Ini
mudah dipahami karena renrlahnya tingkat keunnrngan
PKL dan ffra
pengelolaanuang[yapun
sangat sederhana. Sehing€a kemungkinan untuk mengadakan investasi modal maupun ekspansi usaha sangat kecil.Olch karena itu
pc:ranan koperasiakan
sangatmembantu para PKL.
Motivasi
dan Kepuasan serta Pengukurannya Motivasi dan PengukutannyaMenurut
Hasibuan(2003) motivasi berarti
suatupefimgsang, keinginan" dan daya
penggerakkemauan
bekerja
seseofimg.Dengan kata
lain,motivasi merupakan
pemberiandaya
penggerak yang menciptakan kegairahankerja
seseoftmg agarmereka mau bekerja atau
bekedasama dengan efektifdan terintegrasi dengan segala daya upayanya untuk mencapai kepuasan. Selain inr Robbins (2008) berpendapat bahwa motivasi adalah kesediaan untuk mengeluarkantingkat upaya yang tinggi
untuktujuan organisasi, yang dikondisikan
olehkemampuan upaya untuk memenuhi
sesuatukebuuhan individual.
Sementaraitu,
Munandar(2001) mengemukakan pula bahwa
motivasimerupakan suatu proses dimana
keburuhan-kebunrhan akan mendorong seseorang
untuk melakukan serangJ<aian kegiatanyang mengarah ke tercapainyatujuen
tertentu.Bila
kebunrhan telah terpenuhi maka akan dicapai suatu kepuasan.Dari
pengertian-pengertiandi atas
dapatdisimpulkan bahwa motivasi berkaitan
dengankekuatan yang mendorong,
mengarahkan, danmenggerakkan individu untuk bersikap
dan berperilakuguna
mencapai nrjuarqbaik
individu maupun organisasi. Motivasi merupakan respon dariaksi, yaitu tujuan. Motivasi muncul karena
ada rangsangan atau dorongan,yaitu
tujuan, termasuk kebutuhan yangmerupakan bagian dari tujuan.Ada banyak model pengukuran
tingkat motivasi yang telah dikembangkan oleh para ahli.Salah satu diantaranya yang paling populer adalah model yang dikembangkan oleh McClelland (dalam Mangkunegara, 2005) yang menjelaskan bahwa ada
(enam) karakteristik yang digunakan
unrukmenentukan onmg yang mempunyai
motivasi berprestasi,yaitu: (l) memiliki tingkat
tanggung jawab pribadi yang tinggi, (2) berani mengambil danmemikul
resiko,(3) memiliki
tujuanrealistik,
(4)memiliki
reDcanakerja yang menyeluruh
danberjuang untuk merealisasikan tujuan,
(5)memanfaatkan umpan
balik yang konkrit
dalam semua kegiatanyang dilakukaq dan (6)
mencari kesempatan untuk merealisasikan rencana yang telah diprogramkan.Sementara Edward
Murray
(Mangkunegara, 2005) menjelaskan bahwa karakteristik orang yangmempunyai motivasi berprestasi tinggi
adalah sebagaiberikut: (l) melakukan
sesuatu dengan sebaik-baiknya,(2) melakukan sesuatu
dengantujuan
mencapai kesuksesan,(3)
menyelesaikantugas-tugas yang memerlukan usaha
danketerampilan, (4) berkeinginan menjadi
orangterkenal dan menguasai bidang tertentu,
(5) melakukanhal yang sukar dengan hasil
yangmemuaskan,
(6)
mengerjakan sesuatuyang
sangat berarti, dan(7)
melakukan sesuiltu yang lebih baik dari orang lain.I U.+
Prcrceeding Simposium Nasional AsIAN
V,
7 - 9 Agusrus 2015Jurusan IAN FIS IINP Padang dan IPDN Kampus Baso Agam Sumatcra Barat
Motivasi para
PI(L
yang akan diukur dalampenelitian ini
dapat digolongkan kepada motivasi berprestasi dalam artian bahwa motivasi PKL untuk berdagang adalah bagian dari upaya unnrk mencapaiprestasi atau keberhasilan dalam
menjalanikehidupan dan
kebutuhanhidup melalui
usaha dagang. Dengan demikian karakteristik atau modelpengukuran motivasi berprestasi
yangdikembangkan
oleh McClelland
ataupun EdwardMurray dapat
digunakan sebagai indikaror untukmengukur tingkat motivasi para PKL.
Dalampenelitian ini indikator yang digunakan
unnrk mengukur tingkat motivasi para PKL adalah idikator seperti yang dikemukakan oleh Edward Murray.Kepuasan dan Pengukuronnya
Dalam Oxford Advanced Learner's Dictionary Q007) dijelaskan bahwa keprrasan adalah "the good feeling thal you have when you achieved something or when somelhing that
you
wantedto
happen does happen, the act qf.fulfiiling a
needor
desire;an
acceptablewry
of dealingwilh a complaint, debt, an injury, etc".Sedangkan Day (dalam
fjiptono,
2001) menyaukan bahwa kepuasan atau ketidakpuasan pelanggan adalah respon pelanggan terhad^p evaluasi ketidaksesuaian(disconfirmation) ymg
dirasakanantara
harapan ssfuslnmnyo dan kinerja aktual produk yang dirasakan setelah pemakaiannya. Dengan katalain,
kepuasan merupakanflrngsi dari
persepsiatau
kesan atas kinerja atau basil dan harapan.Menurut
pendapatlain, kepuasan
adalahperasairn sen2ng atau kecewa
seseorang yangmutrcul setelah
membandingkanantara
kinerjaproduk dengan hasil yang
diinginkan (Kotler,2005). Jika kinerja memenuhi harapan,
maka seseorang atau oranglain
akanpuas. Jika
kinerjamelebihi
harapan, maka seseorang atau orang lainakan merasa amat
puas. Sedangkan Jacobalis(dalam Suryo Supraptono, 1998)
menyatakan bahwa kepuasan adalah rasa lega atau senang karena harapan tentang sesuatu terpenuN. Berdasarkan dua pendapatdi
atas dapat disimpulkan bahwa kepuasan merupakantingkat
perasaanseseorang
setelah membandingkankineda yang
dilakukan atau hasil yang dirasakandengan
harapan. Dengan kata laindapat diartikan bahwa kepuasan adalah
suahl keadaan dimana keinginan, harapan dan keperluan seseorang terpenuhi. Suatu pelayanan atau programdinilai memuaskan bila ia dapat
memenuhi kebutuhan den harapan pelanggannya atau seseorang yang dibannrnya.Sebagaimana
halnya
pengukuran motivasi,model
pengukurantingkat
kepuasanjuga
banyak dikemukakan oleh paraahli,
diantaranya pendapatyang
dikemukakanoleh
Garbarinodan
Johnsorl Anderson dan Narus, serta Garvin (dalam'ljiptono,
2001), yang mengemukakan bahwa
untukpengukuran kepuasan pelanggan digunakan tiga indikalor yang meliputi: rasa senang, share positive
105
information, dan tidak komplain.
Meskipun pengukuran kepuasan yang dikemukakan oleh paraahli
tersebutlebih
tepatuntuk
mengukur kepuasan terhadap pelayanan, akantetapi indikator ini
bisa pula digunakan untuk mengukur kepuasan seseoriurg terhadap produk, hasil, program tertentu.3. METODE PENMLITIAN
Penelitian ini
dilaksanakanmelalui
pendekatan kuantitatif dankualitatif
dan menggunakan metodefield
research (penelitian lapangan). Populasi dalam penelitianini
adalah seluruh PedagangKaki
Lima(PKL) yang
terdapat atau beradadi
daerah Kota Payakumbuh Provinsi gr rmnlglx Barat. Bcrdasarkanpopulasi penelitian dan sesuai pula
dengan permasalahandan tujuan penelitian ini,
maka penentuan sampel dalam kajianini,
terutama untuk pengumpulandata kuantitatiq dilalalkan
denganteknik proporsionol straliJ'ied random
samplinguntuk
menentukanpara PKL yang
berasal dari berbagai latar belakangumur
ienis kelamin, stanrsperkawinan, lama berusah4 jenis usaha,
dan karakteristik demografi lainnya secara proporsionalData kuantitatif diperoleh dari
sampel respondenyang telah ditetapkan melalui
angket (questionnaire) dengan menetapkanlima
alternatif jawaban tertutup dengan menggunakan skala Likert, mulai darinilai I
sampai 5 untuk pernyat2an negatifdan nilai 5 sampai I unmk
pernyataan positif.Sementara
data kualitatif dalam penelitian ini diperoleh dari pafir informan, terutama
para pimpinan yang ada pada instansi yang bersangkutan yang ditentnkat secan purposive dan snowbal l.Pengolahan
dan analisis data
kuantilatifdalam penelitian ini dilakukan melalui
proses pengolahan den analisis datakuantitatif
sederhana dengan menggunakananalisis statistik deslciptif dalam bentuk frekuensi dan
persentase. Hasilenalisis ini dilanjutkan dengan
pemberian interpretasi data statistik dan setemsnya dilakukatr penyimpulanhasil
analisis.Analisis
datakualitatif
dilalrukan dengan menggunakan telcr,ik interactive model of analysis melalui tahap reduksi dat4 display data, tafsimn data, dan pengambilan kesimpulan.Untuk menentukan
tingkat
kategori jawabanresponden yang berhubungan dengan
tingkatmotivasi dan tingkat kepuasan maka
dalam penelitian ini digunakan ukuran tingkat capaian rata-rata (TCR) jawaban
responden. Ketentuan TCR jawaban responden dalam penelitianini
ditetapkansebagai berikut:
0oA
-
25oA = sangat rendzrh 26Yo- 50Yo:rendath5l%
-
75Yo = cukup tinggi76%- l00yo=
tinCgthoceeding Simposium Nasional AsIAN Y
,
7-
9 Agustus 2015lurusan IAN FIS IJNP Padang dan IPDN Kampus Baso Agam Sumatera Barat 4.
HASIL PENELITIAN
DAN PEMBAHAS,A,NImplementasi dan Keberhasilan
ProgramBantuan Perkuatan Modal bagi
PedagangKaki Lima (PKL)
di Kota PayakumbuhBerdesarkan beberapa Surat
Keputusan
Gubernurhovinsi
SumateraBarat
pada tahun 2008, 2010, 2011, dan2013, serta
kebijakan Dinas KoperasiPerindusfian dan Perdagangan
(Koperindag)Provinsi
SumateraBarat pada
tahun-tahun yang samamaka setiap
PedagangKaki Lima
(PKL)diberikan bantuan modal
sebesarRp.
300.000 (2008),Rp.
500.000 (2010),Rp.
1.000.000 (2011)dan Rp. 2.000.000 (2013) per orang.
Program bantuan modal bagiPKL ini
dimaksudkan sebagai cara atau alat untuk memotivasi para PKL agar lebih termotivasi dalam menjalankan profesinya sebagaiPKL. Namun dalam
pra}le}rirya,pinjaman
yang diperolehPKL
cukup beragam, sebagaimana yang terdatadari
data lapangan.Artinya
pihak koperasi pelaksana(penyalur)
bantuan pergerakan modalPKL membuat kebijakan khusus pula
dalam penyaluran bantuan tersebut sesuai dengan ahrranpeminjaman yang berlaku pada koperasi
yang bersangkutan. Berdasarkan informasi dari beberapa informanpihak
koperasi pelaksana dan respondenPKL, jumlah
pinjaman yang diberikan antara laintergantung evaluasi pihak koperasi
(seperti kemampuan anggota dalam pengembalian angsuran) danjuga
"kedekatan"dan 'lendekatan"
anggota dengan p€ngurus koperasi.Sebagaimana yang telah
dijelaskansebelumnya, tujuan program Registrasi dan Banoan
Perkuatirn
Modal PKL yang
dilaksanakan pada beberapa kabupaten dan kotadi
Provinsi Sumalera Barat, termasukdi Kota
Payakumbuhh, adalah:l)
Memberdayakan
PKL melalui Koperasi
sehinggaIKL
yaogdibina memiliki
kepastian berusaha; 2) Meningkatnya peran Koperasi dalam pengembangan serta pengelolaen sarana usaha PKL; 3) Memberikancontoh/model bagi Pemerintah Provinsi
dan Kabupaten/I(ota dalam pengembangan sarana usaha PKL melalui Koperasi; dan 4) Mengevaluasi tingkatperkembangan usaha (kemajuan usaha
dapatdiukur).
Sedangkan sasaranyang ingrn
dicapaidalam pelaksanaan program ini adalah: l)
Tertatanya PKI- melalui vv6rlah Koperasi;
2) Terwujudnya peningkatanperan Koperasi
dalam memberikan pelayanan kepada para anggotanya; 3) 1'erfasilitasinyaanggota Koperasi dalam
SaranaUsaha yang berkualitas; 4)
Tergabungnya PKL melalui usaha formal Koperasi; dan5)
Tersedianya data basePKL
telah diregistrasi se Sumatera Barat.Dalarn implementasinya keberhasilan
atau ketercapaiantujuan dan
sasarzm program tersebut antaralain
dapatdilihat
melalui beberapa indikasi atau tolok ukur berikut ini.1)
PergerakanModal PKL
Salah satu bentuk tolok ukur yang digunakan dalam
melihat
keberhasilanprogram
banttran p€rkuatan modalPKL
adalah dengan cara melihal pergerakan (perkembangan) modal PKLymg
menerima bantuan tersebut setelah mereka menerimabanhnn Unn*
melihat
pergerakan (perkembangan)modal
PKL setelah menerima banruan dapat dilihat pada TabelI
berikut ini.Tabel
1.
Deskripsi Pergerakan Modal PedagangKaki Lima
yang Mendapat Bantuan PerkuatanModal di
Kota Payakumbuh (dalamrupiah)
Jumlah Modal (Rp.) Modal Awal
Menjadi PKL
Modal Sebelum Mendapat Bantuan
Modal
Setelah Mendapat Bantuanf
o/f
/oj
o,/oTidak Ada Jawaban Kurang dari 500.000
500.000 -
1.000.000 1.000.001-
s.000.000 Lebih dari 5.000.0006 2 24
l8
140
3.2
l.l
12.6 9.5 '13.7
8 2 24 36 120
4.2
l.l
12.6 t 8.9 63.2
2 26 152
5.3
l.l
13.7 80.0 0
Total
r90 r00.0 190 100.0 190 100.0Sumber:
flasil
Pengolahan Dala Primer dengan.\7SS versi/6.0 Dari Tabel I di
atas diperoleh girmbaran bahwaternyata modal
yang dimiliki oleh PKL
penerima bantuan perkuatan modalPI(L
di Kota Payakumbuhcukup
beragam,baik jumlah modal awal
yangmereka
miliki
pada saat pertamakali
menjadipKL, jumlah modal pada saat
sebelum mendapatkanluo
bantuan modal, ataupun setelah
merekamendapatkan bantuan modal dari Dinas Koperindag Provinsi Sumatera Barat. Pada
kolom
modal awal terlihat bahwa kebanyakandari
paraPKL
(sekitar73,7yo)
mengakumemiliki
modal lebih dari Rp. 5juta.
Sedikit sekalidi
antara mereka (13,7%) yangI
Proce.eding Simposium Nasional ASIAN V, 7
-
9 Agustus 2015Jurusan LAN FIS UNP Padang dan IPDN Kampus Baso Agam Sumatera Barat
memiliki
modaldi
bawahRp. I
juta.Hal ini
antaralain berarti bahwa
sebagianbesar PKL
yarlgmendapat bantuan perkuatan modal di
KotaPayakumbuh termasuk
PKL
yang cukup mapan dari segi modal.Begitu juga kondisi modal PKL
sebelum mendapatkan bannran, ada beberapadi
antaraPKL yang
mengalemipenurunan modal
dibandingkan modal awal, terutama yangmemiliki
modaldi
atasRp.
5juta. Ini
antaralain
berarti bahwa sebagianPKL
memang memerlukan tambahan (perkuatan)modal dalam berdagang. Selanjutnya
setelah mendapatkanbantuan modal dari
Koperindagterlihat bahwa
pergerakanmodal cukup positil
temtamaPI(L
yang memiliki modal di atas Rp 5 jutayang meningkat
16,80Adibandingkan
sebelum mereka mendapat bantuan perkuatan modal.,2)
Persentase PertambahanModal PKL
Selain itu pergerakan modal
PKL
penerima bantuan modal koperasiinijuga
dapat dilihat dari persentase pertambahanmodal mereka setelah
menerima bantuandari
Koperindag sebagaimana tergambar' dalam Tabel 2 berikut ini.Tabel
2.
Deskripsi Persentase Pertambahan ModalPKL
yang Mendapat Bantuan Perkuatan Modaldi
KotaPayakumbuh
setelah Menerima Bantuanf
o//oValid
Percent
Cumulative Percent Persentase Petambahan
Modal
Tidak ada Jawaban
0-r0%
tl -200
2r
-s0%
Lebih dari 50 %
24 66
t6
82 2
t2.6 34.7 8.4 43.2
l.l
72.6 34.7 8.4 43.2
l.l
12.6 47.4 55.8 98.9 100.0
Total
190 100.0 100.0Sumber: Hasil Pengolahan Data Primer dengan SPSS versi
I6.0
Berdasarkan Tabel 2di
atas dapat dipahami bahwaternyata pergerakan persentase modal para pedagang
kaki lima di
lokasi penelitianini
cenderung tinggi sctcloh mcndapatkun bontuanmodal. IIal ini
antara lain tergambar dari cukup besarnya persentase PKL yang mengalami kenaikan persentase modaldi
atas20Yo, yaioa
sekitar
44,3oh. Secaraumum
dapatdikatakan bahwa
pergerakanmodal PI(L
yangmendapat bantuan perkuatan modal di
KotaPayakumbuh
terkategori atfup baik,
meskipunmasih tidak bisa dikatakan sangat
baik
Sebagaimana
terlihat
pada Tabel2 di
atas, pergerakan modalPKL
yang berkisardi
atas 20%ocukup besar, atau setidak-tidalmya lebih besar dari
pada
frekuensi pergerakanmodal lainnya,
yaitu34,7oh bagi mereka yang mengalami kenaikan atau pertambahan
modal
0- l0 o
dan sekitar 8,4Yobag;mereka yang mengalami kenaikan
II -
20yo.Sementara iru pergerakan modal menumn tidak bisa dideteksi karena ada
24
responden(12,6T)
yangtidak
memberikan jawabannya sehinggatidak
bisa disimpulkan apakah yang bersangkutan mengalami penurunan modal ataukah sebaliknya (meningkat).Dampak Bantuan Perkuatan Modal
bagiPcdagang
Kaki Lima GIA,) terhadap Tingkat
Motivasi danTingkat
KepuasanPKL
Dalam penelitian ini juga diupayahan unnrk melihat dampak pemberian pinjaman (bantuan) modal
PI(L
terhadap tingkat motivasi
PKL
setelah mendapatkan 107bantuan perkuatan
modal dan tingkat
kepuasanmereka
terhadap bantuan perkuatanmodal
yangdiberikan. Tingkat motivasi PKL dalam hal ini dilihat dari
bebcrapaindikator
scpertiyary
telahdftemukakan
sebelumnya,yaitu indikator
sepertiyarg dikemukakan oleh Edward
Murray(Mangkunegar4 2005). $sdengkan tingkat kepuasan
PKL
dalam halini
antaralain dilihat
dari beberapa indikator seperti yang dikemukakan oleh Garbarinodan
Johnson, Andersondan Narus,
serta Garvin(dalam Tjiptono, 2001). Dalam penelitian ini indikator tersebut telah dijabarkan ke
dalam beberapa indikator seperti: kepuasanPKL
terhadaplayanan yang diberikan oleh pihak
koperasipengelola,
kesesuaianbantuan dengan
harapan mereka terhadap bantuan tersebut, kesesuaiar proses pemberian bantuan dengan harapan mereka, danlain-lain.
l)
Dampak Bantuan PerkuatanModal
terhadapTingkat Motivasi PKL
Untuk melihat
dampak banruan perkuatan modalterhadap tingkat motivasi para PKL
dalammenjalankan usaha mereka setelah
menerima bantuan tersebul, antaralain dapat dilihat
dalam berbagai segi dan indikator seperti telah diuraikan sebelumnya. Dampak tersebut dalzun penelitianini
dilihat
dari persentase jawaban dan tingkat capaian rata-rata responden, seperti terindikasi dalam Tabel 3 berikut.Proceedirg Simposium Nasional ASIAN V, 7 -- 9 Agusrus 2015
Jurusal I-AN FIS UNP Padang dan IPDN Kampus Baso Agam Sumatera Baral
Tabet
3.
Deskripsi Rata-rata Skor.Iawaban,TCR,
KategoriJawaban
RespondenMenurut Indikator Tingkat
Motivasi Setelah Mendapatkatr Batrtuan PerkuatanModal di
Kota PayakumbuhNo
Indikator ,
Rata-rataSkor jawaban
TCR Kategori
I
melalorkan sesuatu dengan sebaik-bailoya2
melalrukan sesuam dengan tujuan mencapai kesuksesan3
menyelesaikan tugas-tugas yang memerlukan usaha dan keterampilan4
berkeinginan menjadi oranB terkenal dan menguasai bidang tertentu5
melalnrkan hal yang sukar dengan hasilyarg
memuaskan
6
mengerjakan sesuatu yang sangat berarti7 melalo*ar
sesuatu yang lebih baik dari orang lain3.63 3.14 2.04 2.92 3.04 3.12 3.05
90.79 7E.42 51.05 72.89
'76_05
77.89 76.32
Tinggi Tinggi Cukup tinggi Cukup tinggi
'tinggi
Tinggi TinggiKeseluruhan
Indikator Tingkat Motivasi
2.9974.77
Cukuptinggi
Berdasarkan Tabel 3
di
atas terlihat bahwa rata-rata tingkat motivasi para PKL setelah menerima bannran perkuatanmodal PI(L
secara keseluruhan adalahtrkategori
ankuptinggi.
Namun dalam aspek-aspek tertentu tingkat motivasi para PKL cendenmg r,aggi seperti dalam indikator 1,2, 5, 6, dqn 7 .2)
Dampak Bantuan Perkuatan Modal terhadapTingkat
KepuasanPKL
Unt"rk melihat
dampak banruan perkuatan modal terhadaptingkat
kepuasanpara PKL
terhadapprogram banruan
perkuatzunmodal PKI
yangdiluncurkan oleh Dinas Koperindag Itovinsi
SumateraBarat antara lain dapat dilihat
dalam berbagai segi danindikator
seperti telah diuraikanpula bagian sebelumnya. Dampak
pemberian banman perkuatan modal terhadap tingkat kepuinanPKL
tersebut dalam penelitianini juga dilihat
dari persentasejawaban dan tingkat
capaian rata-rata (TCR) responden seperti terindikasi dalam Tabel 4 berikut.Tabel 4. Deskripsi Rata-rata Skor
Jawaban,TCR, Kategori Jawaban Responden Menurut Indikator Tingkat
Kepuasan Setelah Mendapatkan Bantuan Perkuatan IVIodal di Kota PayakumbuhNo
Indikator Rata-rata
Skor jawaban
TCR Kategori
l.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10
ll
t2
Kesesuaian jumlah bantuan dengan harapan
Kesesuaian proses pemberian banruan dengan harapan Kemudahan pemenuhan persyaratan peminjaman banruan Kemudahan proses pendaftaran unnrk mendapat bannran Kepuasan terhadap proses pengembalian pinjaman Kepuasan (respons) terhadap tingkat bunga pinjaman Kepuasan terhadap kesempatan (intensitas) peminjarnan Kepuasan terhadap jangka waktu peminjaman
Kepuasan terhadap beban biaya tambahan peminjaman Kepuasan terhadap
sikap adil pihak peminjam
dalam pemberian bantuanSharing informasi hal-hal positif dalam pemberian bantuan Keluhan (complain) terhadap program pemberian bantuan
2.9s 3.15 3.06 3.13 3.03 2.01 3.05 3.02 r _98
2.05 3.05 3.09
't3.68 78.68 76.58 78.1 6 75.79 50.26 76.32 75.53 49.47 51.32 76.32 17.37
Cukup tinggi Tinggi TinCCr Tinggi Tinggi Cukup tinggi Tinggi Tinggi Rendah Cukup tinggi