• Tidak ada hasil yang ditemukan

Psikologi Abnormal By

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Psikologi Abnormal By"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

PERKULIAHAN I

Psikologi Abnormal

By : Merri Hafni

(2)

MATERI PERKULIAHAN PSIKOLOGI ABNORMAL

1. Definisi,Ruang lingkup dan sejarah Psikologi Abnormal 2. Metode penanganan perilaku abnormal

3. Identifikasi penggolongan dan asessmen perilaku 4. Stress

5. Anxietas

6. Gangguan Dissosiatif

7. Gangguan mood dan bunuh diri 8. Gangguan terkait adiksi

9. Gangguan makan dan sleep-wake disorder

10. Gangguan yang melibatkan gender dan seksualitas 11. Schizophrenia spectrum disorder

12. Gangguan kepribadian dan impulse- control disorders

13. Perilaku abnormal pada masa kanak-kanak dan remaja

14. Perilaku abnormal pada masa dewasa dan lansi

(3)

Definisi Psikologi Abnormal

Psikologi abnormal adalah salah satu cabang psikologi yang menyelidiki segala bentuk gangguan mental dan abnormalitas jiwa

Psikologi abnormal kadang-kadang disebut juga psikopatologi. Dalam bahasa Inggris dinyatakan dengan istilah Abnormal Psychology

Menurut para ahli:

-Duran & Barlow (2006): Psikologi abnormal adalah sebuah disfungsi dalam diri

individu yang terkait dengan distres atau hendaya dalam fungsinya dan sebuah respon yang tidak diterima secara kultural (Duran & Barlow, 2006).

-.Menurut Kartini Kartono (2000): psikologi abnormal adalah salah satu cabang psikologi yang menyelidiki segala bentuk gangguan mental dan abnormalitas jiwa.

Merriem-Webster OnLine (2009). Pada kamus online tersebut dinyatakan :

“Abnornalpsychology : a branch of psychology concerned with mental and emotional disorders (as neuroses, psychoses, and mental retardation) and with certain

incompletely understood normal phenomena (as dreams and hypnosis)”

(4)

Karakteristik Perilaku Abnormal:

1.Statistical infrequency

2. Unexpectedness

5. Disability

3. Violation norms

4. Personal distress

(5)

A. PERSPEKTIF PSIKODINAMIKA; Perilaku maladaptif disebabkan karena adanya konflik antara id, ego dan superego dalam alam bawah sadar individu.Perilaku manusia merupakan produk dari interaksi atau dinamika pikiran dan perasaan sadar dengan tidak sadar dalam diri individu.

B.PERSPEKTIF HUMANISTIK; Memandang bahwa semua manusia pada dasarnya baik, mempunyai potensi untuk menjadi sehat dan kreatif. Gangguan mental dapat berkembang akibat tekanan sosial.Menerapkan pentingnya pemberian cinta dan penerimaan dari orang tua atau orang terdekat lainnya terhadap perkembangan kepribadian.Rogers menciptakan teori yang terpusat pada individu (person-centered theory).

C.PERSPEKTIF BEHAVIORAL; Perilaku, dalam pandangan ini sangatlah ditentukan oleh pengaruh lingkungannya.John B Watson menekankan betapa dibutuhkannya suatu observasi dan eksperimen yang sitematis untuk mempelajari perilaku. Manusia pada dasarnya dibentuk dan ditentukan oleh lingkungan sosial budayanya.Segenap perilaku manusia itu dipelajari, termasuk juga perilaku abnormalnya yang dipelajari dengan cara yang sama pada individu lain

Perspektif Perilaku Abnormal

(6)

D.PERSPEKTIF KOGNITIF; memusatkan perhatiaannya tentang bagaimana manusia (bahkan hewan sekalipun) melakukan strukturisasi terhadap pengalaman, bagaimana mereka membuat suatu sense terhadap

pengalaman-pengalaman tersebut kemudian mentransformasi stimulus-stimulus lingkungan menjadi informasi yang siap digunakanbagaimana seharusnya proses-proses mental seperti pikiran, persepsi, ingatan, perhatian, pemecahan masalah dan penggunaan bahasa dipelajari untuk memahami suatu perilaku. Albert Ellis

mengemukakan Rational-emotive theory,artinya individu yang memiliki rational beliefes, pada saat mengalami kejadian negatif akan menunjukkan emosi negatif seperti sedih dan frustrasi. Tapi individu dengan irrational beliefes akan berubah menjadi depresi, cemas atau marah.Abnormalitas terjadi karena adanya penimbunan keyakinan-keyakinan irasional yang berpengaruh pada masa kanak-kanak.Manusia itu mempunyai potensi baik untuk berpikiran baik dan rasional maupun buruk dan irasional. Manusia memiliki kecenderungan-

kecenderungan untuk memelihara diri, berbahagia, berpikir, tumbuh dan mengaktualisasikan diri. Akan tetapi manusia juga mempunyai kecenderungan-kecenderungan untuk menghancurkan diri.

E.PERSPEKTIF VULNERABILITY – STRESS; menghubungkan antara faktor biologis, psikologis dan

lingkungan.Vulnerability mengacu pada satu atau sejumlah karakteristik individu yang meningkatkan peluang bagi berkembangnya suatu gangguan. Dapat berupa biologis atau psikologis. Biologis misalnya adanya

kerentanan secara genetis dari orang tua, adanya abnormalitas yang diturunkan. Psikologis misalnya, orang- orang yang mempunyai keyakinan lemah terhadap agama lebih rentan terhadap munculnya depresi.Stress mengacu pada suatu kondisi lingkungan individu yang menyebabkan kesulitan. Hal itu disebut stressor. Stressor dapat berupa biologis dan psikologis. Biologis misalnya gizi yang buruk selama kanak-kanak dapat

menyebabkan disfungsi otak. Psikologis misalnya masalah kuliah, bencana banjir, tindak kekerasan; dll.Interaksi antara Vulnerability dan Stress dapat menyebabkan munculnya gangguan. Misalnya individu yang secara

biologis rentan terhadap skizofrenia, jika diberi stressor yang tepat, maka kemungkinan untuk menjadi skizofrenia makin besar.

(7)

WASSALAM

&

TERIMAKASIH

Referensi

Dokumen terkait