• Tidak ada hasil yang ditemukan

Psikologi Pendidikan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Psikologi Pendidikan"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

Teori – teori

Belajar

Idar Sri Afriyanti Z, S.Psi,M.Psi

(2)

Teori Belajar

PAGE 2

• Prinsip – prinsip umum

• Kolaborasi

• Deskipsi

Pemahaman

(3)

Munculnya teori belajar

 Sulit belajar

 Persepsi

 Interaksi

(4)

Aliran Teori Belajar

Teori Belajar Behaviorisme Teori belajar Kognitif Teori belajar Humanistik

PAGE 4

First Skill Second Skill

Third Skill Conclusion

(5)

Behaviorisme

Pandangan beberapa ahli psikologi pada awal abad 20 yang menentang metode introspeksi; dan

menganjurkan agar psikologi dibatasi pada penelaahan perilaku yang terlihat (observable

behavior) untuk dijadikan dasar pertimbangan data ilmiah

Suatu aliran/sistem psikologi yang dikembangkan oleh John B. Watson; suatu pandangan umum yang

menekankan peranan perilaku yang bias diamati (terbuka, overt behavior) serta memperkecil arti dari proses-proses mental

Pandangan yang menyatakan bahwa perilaku manusia dan hewan bias dimengerti, bias diramalkan dan

dikontrol tanpa bantuan keterangan-keterangan yang menyangkut keadaan mentalnya. Suatu aliran

psikologi, yang menekankan agar psikologi dibatasi pada studi mengenai perilaku saja.

(6)

Behaviorisme lahir sebagai reaksi terhadap introspeksi (yang menganalisis jiwa manusia berdasarkan laporan- laporan subjektif) dan juga Psokoanalisis (yang berbicara tentang alam bawah sadar yang tidak tampak

Teori belajar psilologi behavioristik dikemukakan oleh para psikolog behavioristik. Mereka berpendapat, bahwa tingkah laku manusia itu dikendalikan oleh ganjaran (reward) atau penguatan (reinforcement”) dari lingkungan.

Dengan demikian dalam tingkah laku belajar terdapat jalinan yang erat antara reaksi-reaksi behavioral dengan stimulasinya

Guru-guru yang menganut pandangan ini berpendapat bahwa tingkah laku murid-murid merupakan reaksi-reaksi terhadap lingkungan mereka pada masa lalu dan masa sekarang, dan bahwa segenap tingkah laku adalah

merupakan hasil belajar. Kita dapat menganalisis kejadian tingkah laku dengan jalan mempelajari latar belakang penguatan (reinforcement) terhadap tinkah laku tersebut.

Psikologi aliran behavioristik mulai berkembang sejak lahirnya teori-teori tentang belajar.[6] Tokoh-tokohnya antara lain E.L. Thorndike, Ivan Petrovich Pavlov, B.F. Skinner, dan Bandura. Berdasarkan pengalaman penelotian masing- masing, yang berbeda satu sama lain, mereka menciptakan teori belajar yang berbeda, tetapi mempunyai

kesamaan dalam prinsipnya, yaitu bahwa perubahan tingkah laku terjadi karena (semata-mata) lingkungan [6] M.

Dalyono, Psikologi Pendidikan, (Jakarta: PT. Rineka Cipta,2001), Cet.2, hlm. 30.

Tokoh-tokohnya antara lain E.L. Thorndike, Ivan Petrovich Pavlov, B.F. Skinner, dan Bandura

PAGE 6

(7)

Ciri-ciri Behavioris

me

 Mementingkan pengaruh lingkungan.

 Mementingkan bagian-bagian dari pada keseluruhan.

 Mementingkan reaksi psikomotor.

 Mementingkan sebab-sebab masa lampau.

 Mementingkan pembentukan kebiasaan.

 Mengutamakan mekanisme terjadinya hasil belajar.

 Mengutamakan “trial and error”

(8)

Kognitif

Psikologi kognitif merupakan salah satu cabang dari psikologi umum dan mencakup studi ilmiah tentang gejala-gejala kehidupan mental sejauh berkaitan dengan cara manusia berpikir dalam memperoleh

pengetahuan, mengolah kesan-kesan yang masuk melalui indra, pemecahan masalah, menggali ingatan pengetahuan dan prosedur kerja yang dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari

Kehidupan mental mencakup gejala kognitif, afektif, konatif sampai pada taraf tertentu, yaitu psikomatis yang tidak dapat dipisahkan secara tegas satu sama lain. Oleh karena itu, psikologi kognitif tidak hanya menggali dasar gejala khas kognitif, tetapi juga dari afektif (penafsiran dan pertimbangan yang menyertai reaksi

perasaan), konatif (keputusan kehendak)

Ada beberapa ahli yang belum merasa puas terhadap penemuan-penemuan para ahli sebelumnya mengenai belajar sebagai proses hubungan stimulus-response-reinforcement

Menurut pendapat mereka,tingkah laku seseorang senantiasa didasarkan pada kognisi, yaitu tindakan

mengenal atau memikirkan situasi dimana tingkah laku itu terjadi. Dalam situasi belajar, seseorang terlibat langsung dalam situasi itu

Tokoh-tokohnya antara lain Kohler, Max wertheimer, Kurt Lewin, dan Bandura

PAGE 8

(9)

 Meningkatkan apa yang ada dalam diri manusia

 Meningkatkan keseluruhan dari pada bagian-bagian

 Meningkatkan peranan kognitif

 Meningkatkan kondisi waktu sekarang

 Meningkatkan pembentukan struktur kognitif

 Mengutamakan keseimbangan dalam diri manusia

 Mengutamakan “insight” (pengertian)

Ciri –ciri

Kognitif

(10)

Humanisme

 Suatu pendekatan terhadap psikologi yang menekankan usaha melihat orang sebagai makhluk- makhluk yang utuh, dengan memusatkan diri pada kesadaran subjektif, meneliti masalah-masalah manusiawi yang penting, serta memperkaya kehidupan manusia

 Pendekatan psokologi secara umum, yang menekankan sifat-sifat karakteristik yang membedakan makhluk-makhluk manusia dari hewan-hewan lainnya. Para psikolog Humanistik terutama sekali menekankan kapasitas-kapasitas manusiawi yang sosiatif dan konstrukstif

 Pendekatan terhadap studi atas keberadaan manusia, yang menekankan masalah keseluruhan pribadi serta unsure-unsur pokok (konstituen-konstituen) imternal dan integrative dari totalitas aku pribadi seseorang, motif-motif, niat-niat, perasan-perasaan dan seterusnya

 Psikologi Kognitif disempurnakan oleh tokoh-tokoh seperti Carl Rogers dan Frankle

PAGE 10

(11)

 Mementingkan manusia sebagai pribadi

 Mementingkan kebulatan pribadi

 Mementingkan peranan kognitif dan efektif

 Mementingkan persepsi subjektif yang dimiliki tiap individu

 Mementingkan kemampuan menentukan bentuk tingkah laku sendiri

 Mengutamakan “insight”

Ciri-ciri

Humanisme

(12)

Humanistik (James Bugental;1964)

 Ø Keberadaan manusia tidak dapat direduksi ke dalam komponen-komponen,

 Ø Manusia memiliki keunikan tersendiri dalam berhubungan dengan manusia lainnya,

 Ø Manusia memiliki kesadaran akan dirinya dalam mengadakan hubungan dengan orang lain,

 Ø Manusia memiliki pilihan-pilihan dan dapat bertanggung jawab atas pilihan-pilihanya, dan

 Ø Manusia memiliki kesadaran dan sengaja untuk mencari makna, nilai dan kreativitas

PAGE 12

Referensi