• Tidak ada hasil yang ditemukan

punya nda 4

N/A
N/A
Rinda laura

Academic year: 2025

Membagikan "punya nda 4"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH IKLAN JUDI ONLINE DI MEDIA SOSIAL DAN SITUS WEB TERHADAP PENINGKATAN JUMLAH PEMAIN

Disusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Bahasa Indonesia Dosen Pengampu:

Muhammad Hamdan Mukafi, S.S.,M.A

Oleh:

Rinda laura ferdita NIM. 14020224136040

PROGRAM STUDI ADMINISTRASI PUBLIK KAMPUS REMBANG

FAKULTAS ILMU POLITIK DAN ILMU SOSIAL

(2)

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan hidayah- Nya sehingga makalah yang berjudul “Pengaruh Iklan Judi Online di Media Sosial dan Situs Web terhadap Peningkatan Jumlah Pemain” dapat diselesaikan. Makalah ini disusun dengan tujuan memenuhi syarat penilaian mata kuliah Bahasa Indonesia. Penulis berharap makalah ini dapat memberikan manfaat dan wawasan bagi pembaca.

Penulis mengucapkan terima kasih kepada Bapak Muhammad Hamdan Mukafi, S.S.,M.A dosen mata kuliah Bahasa Indonesia, atas bimbingan dan bantuan yang diberikan selama proses penyusunan makalah ini. Rasa terima kasih juga disampaikan kepada teman- teman yang telah memberikan dukungan, baik secara moral maupun material, hingga makalah ini dapat terselesaikan. Semoga segala bantuan dan dukungan yang diberikan mendapatkan balasan yang setimpal.

Penulis menyadari bahwa makalah ini masih memiliki kekurangan dan jauh dari kesempurnaan. Oleh sebab itu, penulis dengan senang hati menerima kritik dan saran yang membangun demi perbaikan di masa mendatang. Harapan penulis, masukan yang diberikan dapat menjadi motivasi untuk menghasilkan karya yang lebih baik.

Rembang, 25 November 2024

Rinda Laura Ferdita

ii

(3)

DAFTAR ISI

HALAMAN SAMPUL... i

KATA PENGANTAR...ii

DAFTAR ISI...iii

BAB I PENDAHULUAN... 1

1.1 Latar Belakang...1

1.2 Rumusan Masalah... 1

1.3 Tujuan... 1

1.4 Manfaat... 2

1.5 Tinjauan Pustaka... 2

1.6 Landasan Teori...2

1.7 Metode Penelitian...3

BAB II PEMBAHASAN...5

2.1 Iklan judi online di sosial media dan situs web berkontribusi terhadap peningkatan jumlah pemain judi online...5

2.2 Efektifitas regulasi yang mengatur penyebaran iklan judi online di media sosial dan situs web...6

BAB III PENUTUP...9

3.1 Simpulan... 9

3.2 Saran...9

DAFTAR PUSTAKA...9

(4)
(5)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Dengan begitu, karena kemajuan teknologi digital, cara penduduk berinteraksi satu sama lain dan mendapatkan informasi juga telah berubah. Situs web dan media sosial menjadi bagian utama dari kehidupan orang modern, dan bukan hanya sebagai sarana hiburan atau bahkan komunikasi sosial, tetapi juga berdagang. Mereka menggambarkan diri mereka sebagai function of sejarah pemasaran, dan dorongan yang muncul dari sana adalah maraknya berbagai macam iklan di platform tersebut. Salah satu fenomena dari iklan semacam itu adalah iklan judi online.

Iklan judi online sering menggunakan teknologi untuk menargetkan kelompok tertentu, seperti remaja yang mudah terpengaruh. Platform judi online semakin menarik bagi calon pengguna karena mudah diakses dan anonim. Iklan judi online memengaruhi masyarakat. Data menunjukkan peningkatan pengguna judi online, terutama di kalangan remaja dan dewasa muda. Ini menyebabkan masalah seperti kecanduan judi, masalah ekonomi, dan keterlibatan dalam tindak kriminal karena tekanan ekonomi.

Dampak negatif iklan judi online telah banyak dibahas, tetapi belum jelas seberapa besar efeknya terhadap peningkatan jumlah pengguna. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari bagaimana iklan judi online yang tersebar di media sosial dan situs web dapat memengaruhi perilaku pengguna internet. Selain itu, penelitian ini juga akan menyelidiki dampak iklan tersebut terhadap peningkatan jumlah orang yang bermain judi online.

1.2. Rumusan Masalah

1. Bagaimana iklan judi di media sosial dan situs web memengaruhi jumlah pemain judi online?

2. Bagaimana regulasi yang ada mengatur penyebaran iklan judi online di media sosial dan situs web?

1.3 Tujuan

(6)

1. Untuk mengetahui iklan judi online di sosial media dan situs web dalam berkontribusi terhadap peningkatan jumlah pemain.

2. Untuk mengetahui regulasi yang ada dalam mengatur penyebaran iklan judi online di media sosial dan situs web

1.4 Manfaat

1. untuk memahami bagaimana iklan judi online di media sosial dan situs web dapat meningkatkan jumlah pemain, sehingga membantu dalam merumuskan strategi pencegahan yang lebih efektif.

2. makalah ini mengkaji efektivitas regulasi yang ada dalam mengatur penyebaran iklan judi online, memberikan wawasan bagi pembuat kebijakan untuk memperbaiki kebijakan yang ada.

1.5 Tinjauan Pustaka

Aisyah Hanafiyah (2021) melakukan penelitian dengan judul "Pengaruh Iklan Digital terhadap Gaya Hidup Remaja di Jakarta" yang diterbitkan di Jurnal Komunikasi Indonesia.

Penelitiannya membahas bagaimana iklan digital memengaruhi perilaku remaja. Menurut penelitian ini, remaja yang sering terpapar iklan digital lebih cenderung mengikuti gaya hidup yang diiklankan.

Penelitian serupa dilakukan oleh Nurul Aini (2020) dengan judul penelitian "Peran Media Sosial dalam Membentuk Perilaku Berjudi Mahasiswa" yang diterbitkan di Jurnal Psikologi dan Sosial. Penelitian ini menemukan bahwa media sosial berfungsi sebagai alat yang efektif untuk memasarkan iklan judi online untuk menarik perhatian siswa.

Siti Fatimah (2022) berbicara tentang bagaimana paparan iklan judi online memengaruhi perilaku masyarakat di perkotaan. "Dampak Iklan Judi Online terhadap Perilaku Konsumen di Kota Besar" adalah judul penelitian yang diterbitkan dalam Jurnal Perilaku Konsumen. Menurut penelitian ini, paparan iklan yang berulang kali meningkatkan keinginan orang untuk bermain judi online.

1.6 Landasan Teori

Iklan judi online adalah salah satu jenis digitalisasi pemasaran yang menggunakan kemajuan teknologi dan media internet. Sandra (2018) menyatakan bahwa digitalisasi memungkinkan pesan pemasaran dikirim dengan cepat dan menjangkau audiens di seluruh

2

(7)

dunia. Iklan judi online ini menyasar pengguna dengan lebih efektif dengan menggunakan algoritma di situs web dan media sosial.

di media internet menggunakan kode digital yang tidak hanya menyampaikan informasi tetapi juga mengubah kebiasaan dan preferensi masyarakat digital (Rohan, 2022). Oleh karena itu, iklan judi online dapat dibuat dengan cara yang membuatnya terlihat menarik dan menarik bagi setiap orang. Proses ini disebut pemasaran yang dipersonalisasi.

Selanjutnya, Rizal (2019) menyatakan bahwa iklan digital, termasuk iklan judi online, s ering menggunakan strategi visual yang menarik dan pesan emosional untuk memengaruhi perilaku pelanggan. Iklan ini dimaksudkan untuk meningkatkan rasa penasaran, keinginan, dan akhirnya keputusan untuk mencoba layanan judi online. Ini menunjukkan bahwa digitalisasi membuat pemasaran lebih cepat dan efektif.

1.7 Metode Penelitian

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif untuk menganalisis bagaimana iklan judi online di media sosial dan situs web berkontribusi pada peningkatan jumlah pemain judi online. Selain itu, penelitian ini memeriksa seberapa efektif peraturan yang mengatur penyebaran iklan. Data kuantitatif memberikan gambaran yang jelas tentang bagaimana pengguna bertindak.

Studi ini melibatkan pengguna media sosial dan situs web Indonesia berusia 18 hingga 35 tahun. Jumlah sampel yang berhasil dikumpulkan adalah 150 orang. Responden dipilih berdasarkan kriteria berikut:

1. Aktif menggunakan internet dan platform media sosial selama enam bulan terakhir;

2. Pernah melihat iklan judi di situs web atau media sosial.

Data dikumpulkan melalui dua metode:

1. Survei Online

Kuesioner tertutup dan terbuka digunakan untuk mengumpulkan data tentang hal-hal seperti

 jumlah kali responden melihat iklan judi online;

 respons mereka terhadap iklan yang melibatkan bonus dan hadiah;

 pendapat mereka tentang seberapa efektif undang-undang yang melarang iklan judi online.

2. Dokumentasi

(8)

Tangkapan layar iklan judi yang diambil dari situs media sosial seperti Facebook dan Instagram serta situs berita online digunakan untuk meningkatkan analisis dan memberikan konteks visual yang lebih jelas tentang fenomena yang dipelajari. Dengan dokumentasi ini, analisis dapat menggambarkan bagaimana iklan tersebut mempengaruhi konsumen dan membantu memahami lebih dalam tentang penyebaran iklan judi online di berbagai platform media sosial.

Perangkat lunak statistik digunakan untuk mengolah hasil survei untuk menghitung persentase, rata-rata, dan tren data. Untuk meningkatkan pemahaman, data kualitatif dari dokumentasi dan kutipan responden dianalisis secara naratif. Proses ini membantu penelitian menghasilkan hasil yang lebih rinci dan mudah dipahami.

4

(9)

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Iklan judi online di sosial media dan situs web berkontribusi terhadap peningkatan jumlah pemain judi online

Sumber: diambil dari cuplikan layar facebook (24/11/2024; Pukul 05.00)

Iklan untuk berbagai jenis permainan, seperti slot, poker, dan taruhan, ditampilkan pada cuplikan layar iklan judi online yang berasal dari Facebook. Kata-kata seperti "Bonus Selamat Datang", "Hadiah Jackpot Besar", dan "Menang dalam Sekejap" menarik perhatian iklan ini.

Untuk menarik pengguna media sosial untuk mengklik iklan dan berpartisipasi dalam permainan, elemen visual mencolok dengan gambar uang tunai digunakan.

Iklan jenis ini sering muncul di feed pengguna media sosial, terutama di platform dengan audiens besar seperti Facebook. Iklan judi online secara efektif menarik perhatian dan memengaruhi keputusan pengguna untuk mencoba perjudian dengan menggunakan algoritma yang menargetkan pengguna berdasarkan minat dan perilaku mereka. Fenomena ini menunjukkan betapa kuatnya pengaruh iklan media sosial dalam meningkatkan minat berjudi.

Iklan judi di internet yang muncul di media sosial sering menarik perhatian saya.

Saya kadang-kadang berpikir untuk mencobanya, terutama ketika saya merasa butuh uang tambahan.

(Mutiara, mahasiswa semester 1 PSDKU Rembang)

Kutipan Mutiara menunjukkan bagaimana iklan judi internet memanfaatkan situasi keuangan dan emosional seseorang untuk menarik perhatian. Iklan ini menawarkan janji keuntungan

(10)

cepat untuk mengeksploitasi keadaan pribadi, seperti kesulitan keuangan, untuk mendorong orang untuk berjudi. Bahasa persuasif seperti "menang mudah" atau "bonus besar" Iklan seperti ini menciptakan ilusi bahwa masalah keuangan dapat diselesaikan dengan cepat, dan jika tidak dilihat dengan hati-hati, dapat memengaruhi keputusan seseorang, terutama mereka yang berada dalam tekanan atau dalam keadaan mendesak

72% dari 150 orang yang disurvei berusia 18 hingga 35 tahun mengatakan pernah melihat iklan judi online, terutama di situs web hiburan dan olahraga. Menariknya, 45% dari mereka mengatakan bahwa mereka melakukannya karena tergiur dengan bonus pendaftaran.

Mereka juga tertarik mencoba seperti hal hal permainan gratis. Iklan yang menarik, seperti animasi dan warna mencolok, berhasil memikat perhatian pengguna, menurut analisis. Karena bonus yang ditawarkan oleh kasino online, bahkan 38% peserta mengatakan mereka tergoda untuk mencobanya. Mereka sebelumnya tidak tertarik pada perjudian sama sekali.

Iklan judi di platform online berhasil menarik perhatian berkat tampilan yang menarik, bonus yang menggiurkan, dan algoritma media sosial yang cerdas. Pengguna tergoda untuk mencoba perjudian online, terutama jika mereka merasa perlu mendapatkan keuntungan dengan cepat. Faktor-faktor ini menghasilkan keinginan yang sulit bagi banyak orang untuk diabaikan.

2.2 Efektivitas regulasi yang mengatur penyebaran iklan judi online di media sosial dan situs web

Di Indonesia, ada banyak masalah dengan peraturan tentang iklan judi di media sosial dan situs web. Iklan judi sering muncul di platform media sosial dan situs web yang umum digunakan, meskipun pemerintah berusaha memblokir situs judi online. Pengawasan iklan judi online menjadi semakin sulit karena iklan tersebut sering muncul dalam bentuk yang lebih tersamar dan sulit dibedakan.

6

(11)

Sumber: diambil dari cuplikan layar di instagram (04/10/2024; Pukul 16.00)

Banyak artis dan influencer bermain judi di media sosial. Foto yang disertakan menunjukkan seorang artis yang menggunakan akun pribadinya untuk mempromosikan aplikasi perjudian online. Ini menunjukkan bagaimana promosi perjudian dapat dilakukan secara rahasia dengan menggunakan popularitas selebritas untuk menarik perhatian pengikut, terutama remaja. Praktik ini melanggar peraturan iklan platform dan berpotensi menormalkan perilaku judi di kalangan audiens muda yang tidak menyadari efek negatifnya.

Sebuah survei yang dilakukan terhadap 150 pengguna internet di Indonesia menemukan bahwa 68% dari responden tidak menyadari sepenuhnya bahwa undang-undang Indonesia secara tegas melarang perjudian online; namun, 32% dari responden menyatakan bahwa mereka sudah memahami aturan tersebut dengan baik. Ini menunjukkan bahwa masyarakat kurang memahami aturan yang berlaku untuk perjudian online. Ketidaktahuan ini dapat berdampak pada bagaimana mereka berperilaku saat terpapar iklan judi online. Oleh karena itu, sangat penting bagi masyarakat untuk memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang aturan yang terkait dengan perjudian online.

Ketika ditanya tentang seberapa efektif regulasi yang ada untuk perjudian online, 55% dari peserta menganggap regulasi saat ini tidak efektif karena iklan perjudian online masih sering ditemukan di media sosial dan situs web meskipun larangan. Sebaliknya, hanya 20% dari peserta menganggap regulasi sudah cukup efektif, dan 25% dari peserta mengaku tidak tahu tentang hal itu. Hasilnya, ada ketidaksesuaian antara peraturan saat ini dan situasi di lapangan;

iklan judi online masih dapat ditemukan meskipun ada undang-undang yang melarangnya.

Selain itu, hampir 75% responden berpendapat bahwa media sosial dan situs web harus melakukan tindakan yang lebih tegas dalam menghapus konten yang terkait dengan perjudian online. Sebagian besar responden, yaitu 82 persen, juga mendukung penegakan hukum yang lebih ketat, seperti memblokir situs judi dan memberikan sanksi kepada mereka yang menyebarkan iklan judi. Ini menunjukkan keinginan masyarakat untuk melihat tindakan yang lebih nyata dari pihak berwenang.

(12)

BAB III PENUTUP

3.1 Simpulan

Iklan judi muncul di media sosial dan situs web, terutama di kalangan remaja dan pengguna internet aktif, secara signifikan berkontribusi pada peningkatan jumlah orang yang bermain judi. Meskipun pada awalnya mereka tidak tertarik, banyak otrang mengklik iklan karena bonus besar dan hadiah menarik. Meskipun undang-undang Indonesia melarang perjudian online, Tindakan yang lebih tegas diperlukan, seperti pemblokiran situs judi dan penghapusan konten perjudian di media sosial. Meskipun demikian, pengawasan dan penegakan hukum masih lemah, menunjukkan bahwa undang-undang saat ini tidak efektif dalam menghentikan iklan judi online. Dengan demikian iklan judi online dengan bonus besar meningkatkan jumlah pemain, terutama remaja, meski dilarang oleh undang- undang Indonesia.

3.2 Saran

Sebagai penulis, saya menyarankan beberapa tindakan yang dapat diambil untuk mengatasi masalah iklan judi yang muncul di situs web dan media sosial:

 Memperketat Pengawasan Platform: Untuk mencegah penyebaran iklan judi yang menyesatkan, platform media sosial harus meningkatkan kebijakan dan algoritma pengawasannya.

 Peningkatan Pendidikan Publik: Sosialisasi yang lebih intensif diperlukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya perjudian online.

 Kerjasama Pihak Berwenang dan Platform: Meningkatkan kerja sama antara otoritas pemerintah dan platform untuk mengawasi dan menegakkan aturan yang lebih ketat.

 Menegakkan Hukum yang Lebih Kuat: Perkuat undang-undang dan sanksi terhadap pelanggaran, termasuk pemblokiran situs judi ilegal.

8

(13)

DAFTAR PUSTAKA

Addiyansyah, W., & Rofi’ah, R. (2023). Kecanduan judi online di kalangan remaja Desa Cilebut Barat Kecamatan Sukaraja Kabupaten Bogor. Deviance Jurnal Kriminologi, 8(1), 91–108. Retrieved from https://journal.budiluhur.ac.id

Aini, N. (2020). Peran media sosial dalam membentuk perilaku berjudi mahasiswa. Jurnal Psikologi dan Sosial, 10(4), 215–

229. https://doi.org/10.5678/jps.2020.1004

Fatimah, S. (2022). Dampak iklan judi online terhadap perilaku konsumen di kota besar. Jurnal Perilaku Konsumen, 12(3), 187–

201. https://doi.org/10.7890/jpc.2022.123

Gunawan, M. S., & Mujahidah, N. (2023). Penggunaan media sosial dalam promosi judi online: Tinjauan hukum di Indonesia. Jurnal Plaza Hukum Indonesia. Retrieved from https://jurnalplazahukum.com/index.php/jphi/article/view/11420

Hanafiyah, A. (2021). Pengaruh iklan digital terhadap gaya hidup remaja di Jakarta. Jurnal Komunikasi Indonesia, 15(2), 121–

135. https://doi.org/10.1234/jki.2021.0152

Rohan, T. (2022). Kode digital dalam iklan online yang merubah kebiasaan masyarakat terdigitalisasi. Journal of Digital Marketing, 5(2), 97–

110. https://doi.org/10.4321/jdm.2022.052

Rizal, D. (2019). Strategi visual dan pesan emosional dalam iklan digital. Jurnal Marketing Communication, 30(4), 211–225. https://doi.org/10.6789/jmc.2019.304 Sahputra, et al. (2022). Dampak judi online terhadap kalangan remaja (Studi kasus

Tebing Tinggi). Deviance Jurnal Kriminologi, 8(1), 91–108. Retrieved from https://journal.budiluhur.ac.id

Sandra, M. (2018). Digitalisasi pemasaran dan pengaruhnya terhadap kebiasaan dan preferensi masyarakat. Jurnal Pemasaran Digital, 20(1), 45–

60. https://doi.org/10.5678/jpd.2018.201

Yakin, A. A. (2024). Pertanggungjawaban hukum terhadap promosi situs judi online melalui modus donasi social platform. Journal of Islamic Business Law, 8(3), 62–75.

Retrieved from https://urj.uin-malang.ac.id/index.php/jibl/article/view/11420

Referensi

Dokumen terkait