• Tidak ada hasil yang ditemukan

Qifl - Digilib UIN SUKA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Qifl - Digilib UIN SUKA"

Copied!
80
0
0

Teks penuh

Tesis yang berjudul “Representasi Ketidakadilan Gender dalam Program Infotainment Analisis Wacana Ketidakadilan Gender Cita Citata dalam Infotainment Was Was Edisi 23 Desember 2014 s/d 4 Februari 2015” disusun untuk memenuhi beberapa persyaratan untuk memperoleh gelar Sarjana Komunikasi Islam (S.Kom .I) program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam, Fakultas Dakwah dan Komunikasi, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Selain itu, tujuan penyusunan skripsi ini adalah untuk mengaplikasikan ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan pada program pelatihan KPI dalam bentuk karya tulis. Selama proses penyusunan skripsi ini, penulis menyadari banyak pihak yang telah membantu dan memberikan dukungan baik materiil maupun psikologis.

Isu gender yang dihadirkan melalui teks narasi dalam infotainment Was Was menghasilkan representasi ketidakadilan gender yang beragam. Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini akan mengungkap representasi ketimpangan gender dalam cerita Cita Citata pada acara infotainment Was Was. Sedangkan representasi ketidakadilan gender menggunakan konsep ketidakadilan gender Mansour Fakih yang meliputi marginalisasi, subordinasi, stereotip, kekerasan dan beban kerja perempuan.

Kemudian untuk melihat akibat dari realitas representasi dan wacana ketidakadilan gender dalam cerita Cita Citata dilihat dengan menggunakan teori konstruksi realitas sosial.

PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Contoh Cita Cita yang ditayangkan acara infotainment Was Was memicu beberapa representasi ketidakadilan gender melalui penggunaan bahasa dalam narasinya. Beberapa representasi yang bersumber dari narasi infotainment Was Was memuat pernyataan-pernyataan yang merendahkan citra Cita Cita sebagai perempuan dengan marginalisasi yang melekat pada posisi perempuan. Sebagai salah satu buktinya, sistem infotainment Was Was kerap menampilkan tokoh Cita Citata sebagai intro (bagian utama) yang dibacakan pembawa acara. Bahasanya yang sensasional, justru semakin merujuk pada tindakan menindas dan mengutuk Cita Cita dalam posisinya sebagai perempuan.

Secara implisit, diskriminasi terhadap sosok Cita Citata disebabkan karena informasi yang disampaikan tidak mencantumkan sumber asalnya sehingga merujuk pada perbuatan buhtan atau fitnah bahkan merujuk pada perbuatan Su'udzan atau prasangka. Representasi kesenjangan gender yang muncul dalam kasus Cita Citata disebabkan oleh munculnya sejumlah stereotip yang berdampak pada Cita Citata. Melalui narasi acara infotainment Was Was, tercipta beberapa representasi yang menyudutkan Cita Citata sebagai perempuan dibandingkan Galih Purnama alias Ijong yang tampil di media.

Alasan paling mendasar mengapa penulis meneliti menggunakan infotainment Was Was adalah karena Was Was merupakan satu-satunya infotainment yang menayangkan aksi kasus perceraian Cita Citata dan informasi yang disiarkan infotainment Was Was lebih lengkap dibandingkan infotainment lainnya.

Rumusan Masalah

Dengan suasana hangat di pagi hari, I Yuanita Kristen akan menemani Anda selama 30 menit selanjutnya, dimana lagi selain di Was Was. Untuk itu jangan kemana-mana, karena berita yang kami sampaikan bukan sekedar berita saja, oleh karena itu anda harus waspada sebelum menuju Was Was! 9. Mengawali karir Cita Citata yang berada di bawah naungan stasiun televisi SCTV, juga dipicu oleh naik daunnya single lagu berjudul 'Sakit Di Sini' dalam sinetron komik di stasiun televisi SCTV, hingga lagu mendapat rating tertinggi dan Cita Citata menjadi sorotan, popularitas di industri pertelevisian.

Tujuan Penelitian

Penelitian ini diharapkan mampu memperkaya ilmu pengetahuan di bidang komunikasi dan penyiaran Islam, khususnya yang berkaitan dengan program infotainment. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan sumbangan pemikiran bagi perkembangan ilmu komunikasi mengenai representasi kesenjangan gender yang terlihat dari apa yang dibahas dalam program info-entertainment. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai representasi kesenjangan gender dalam program infotainment dengan menunjukkan apa saja yang menjadi wacana dalam program infotainment.

Penelitian tersebut juga diharapkan dapat memberikan wawasan kepada masyarakat dan juga memberikan masukan terkait representasi kesenjangan gender dalam program infotainment sehingga hal tersebut dapat dilakukan.

Kajian Pustaka

Penelitian ini membahas permasalahan peran laki-laki dan perempuan, khususnya ketidakadilan struktural dan sistemik yang disebabkan oleh perbedaan gender. Penelitian ini mengkaji representasi perempuan dalam teks pemberitaan kekerasan dalam rumah tangga terhadap perempuan dalam teks media cetak. Penelitian ini juga menggunakan analisis wacana Sara Mills yang digunakan untuk menilai posisi perempuan dalam pemberitaan.

Yang membedakan penelitian ini dengan penelitian penulis adalah objek penelitiannya dimana majalah yang ditulis oleh Dede Mahmudah menggunakan media cetak sebagai objek penelitiannya dan objek penelitiannya menggunakan program infotainment televisi.13. Dari teori representasi yang diuraikan di atas, beberapa bentuk representasi yang digunakan dalam penelitian adalah representasi yang dilihat melalui penyajian naratif pada program infotainment. Dengan demikian, bentuk-bentuk manifestasi ketidakadilan gender yang diungkapkan Mansour Fakih dapat diterapkan untuk mengetahui ketidakadilan gender ketika mengkaji representasi ketidakadilan gender dalam program infotainment.

Analisis wacana merupakan salah satu bagian dari metode interpretatif yang mengandalkan penafsiran dan penafsiran peneliti.37 Analisis ini telah banyak digunakan dalam literatur komunikasi untuk menafsirkan maksud tertentu melalui aspek penggunaan bahasa yang digunakan media, sehingga representasi ketidakadilan gender muncul di infotainmen. program.Dalam kasus perceraian Cita Citata ada di infotainment Was Was.38. Sumber data dalam penelitian ini diperoleh dari dua sumber yaitu data primer dan data sekunder. Data primer dalam penelitian ini diperoleh dari rekaman atau tayangan video acara infotainment Was Was khususnya kasus perceraian Cita Citata yang ditayangkan pada tanggal 23 Desember 2014 hingga 4 Februari 2015.

Data utama diperoleh melalui rekaman atau tayangan video acara infotainment Was Was terkait kasus perceraian Cita Citata yang diambil pada edisi 23 Desember 2014 hingga 4 Februari 2015. Data lain yang digunakan untuk mendukung penelitian ini diperoleh dari buku, jurnal, tesis dan internet. Setelah mengetahui berbagai representasi ketidakadilan gender, peneliti mulai mencari apa yang dibicarakan dalam kasus perceraian Cita Citata dengan menggunakan metode analisis wacana Sara Mills.

Selain posisi aktris, Sara Mills juga fokus pada bagaimana pembaca dan penulis dihadirkan dalam teks (dalam program infotainment mereka diposisikan sebagai penonton dan penulis narasi).39. 39 Eriyanto, Analisis Wacana: Pengantar Analisis Teks Media, (Yogyakarta: LkiS, .2009), hal. dalam program info-hiburan diposisikan sebagai penonton dan penulis narasi). Posisi pembaca (dalam infotainment diposisikan sebagai penonton) Hal yang penting dan menarik dalam model yang dihadirkan Sara Mills adalah bagaimana posisi pembaca muncul dalam teks.

Penempatan kedua posisi di atas yang dilakukan Sara Mills merupakan rangkaian yang digunakan untuk menganalisis siapa saja yang ditampilkan dalam teks dalam tayangan narasi di acara infotainment Was Was tanggal 23 Desember 2014 hingga 4 Februari 2015 dalam tayangan kasus perceraian Cita Citata agar lebih muncul gagasan tentang ketidakadilan gender.

Sistematika Pembahasan

Inti analisis Sara Mills adalah melihat bagaimana realitas yang dibicarakan media dalam sebuah teks dimaknai sebagai hasil negosiasi antara pembaca (yang diposisikan dalam infotainment sebagai penonton) dan penulis narasi. BAB II Bab ini memuat gambaran umum mengenai topik penelitian yaitu program infotainment Was Was, diawali dengan sekilas infotainment Was Was seperti logo dan profil singkat infotainment Was Was, serta sekilas infotainment Was Was. dari profil Cita Citata. Hal tersebut kemudian menjadi inti penelitian pada BAB III dan sekaligus menjadi jawaban rumusan masalah dalam penelitian ini.

Bab ini menjelaskan secara detail representasi dan wacana ketimpangan gender dalam kisah Cita Citata dalam infotainment Was Was. Selanjutnya menganalisis konstruksi realitas sosial dalam representasi dan wacana kesenjangan gender dalam cerita Cita Citata dalam infotainment Was Was. Akhir penelitian terdapat pada BAB IV yang menyimpulkan penelitian ini dan merupakan jawaban dari rumusan masalah serta memuat kesimpulan dan usulan dari bab-bab sebelumnya.

PENUTUP

Kesimpulan

Demikianlah bentuk representasi kesenjangan gender yang ditampilkan oleh sebuah acara infotainment yang menggunakan konsep kesenjangan gender Mansour Fakih. Lebih jauh lagi, bagaimana industri program infotainment mempunyai wacana yang ingin ditampilkan hingga mempengaruhi makna kepada penontonnya kemudian bergantung pada penggunaan strategi bahasa yang digunakan untuk menampilkan dan memberikan penekanan lebih besar pada perempuan yang terpinggirkan. Di balik wacana ketidakadilan yang ada dalam program infotainment, kekuatan media mampu mengontrol segala hal yang ingin ditampilkannya, seperti apakah perempuan akan dihadirkan dengan citra yang baik atau sebaliknya.

Saran

Kedua, para pelaku industri program infotainment, khususnya Was Was, harus lebih selektif dalam menggunakan bahasa dalam menyajikan sebuah narasi dan pendefinisian wacana, sehingga tidak muncul representasi negatif ketika diterima oleh masyarakat yang melihat dan mendengar. konstruksi realitas sosial yang dibentuk oleh program infotainment Was Was dalam penggunaan kata, kalimat dan didukung gambar untuk mendukung ide yang akan ditampilkan.

Penutup

  • Naskah Kisah Perceraian Cita Citata di Infotainment Was Was Edisi 23 Desember 2014
  • Naskah Kisah Perceraian Cita Citata di Infotainment Was Was Edisi 24 Desember 2014
  • Naskah Kisah Perceraian Cita Citata di Infotainment Was Was Edisi 4 Februari 2015

PERNIKAHAN PEDANG CITA CITATA DENGAN PRIA BERNILAI GALIH PURNAMA AKA IJONG PEKAN INI MEMBAWA BAB BARU YANG PENUH TEKA-TEKI. Cita Citata telah berbohong kepada publik, ia menutupi fakta sebenarnya bahwa ia sudah menikah. YANG TERJADI, HANYA BERDASARKAN SURAT CERAI DARI PEJABAT PERNIKAHAN TAHUN 2012, MUNGKIN PERCERAIAN CITA CITA CITA DAN IJONG DAPAT DIANGGAP SAH, MESKIPUN TANPA PROSES CERAI DI PENGADILAN AGAMA.

10 CERITA YANG ANTARA IJONG DAN KUTIPANNYA KLARIFIKASI KEBENARAN ATAU HANYA MENDAPAT PERCAYA DIRI UNTUK BERBOHONG. PERLU WAKTU UNTUK MENJAWAB INI, YANG PASTI MELALUI PENELITIAN TIM CUCI TERBUKTI FAKTA YANG MENGEJUTKAN, BAHWA PERNIKAHAN ANTARA IJONG DAN CITA CITAATA DILAKUKAN MELALUI PERNIKAHAN MASSA. DAN DIBERITAHUKAN IJONG DAN CITA CITA CITA AKAN MENIKAH DAN TINGGAL BERSAMA, JADI BAGAIMANA REAKSI IJONG DAN CITA TERHADAP BERITA TERSEBUT DAN YANG LEBIH KEJUTAN, IJONG TIBA.

DIA SUDAH DAPAT MENGUNJUNGI KUA UNTUK MENGUMPULKAN WASIAT PERNIKAHAN YANG ASLI UNTUK DI PAMERKAN DI UMUM. MUNGKIN ADA ALASAN SETELAH MUNCUL KE IJONG BAHWA DIA AKAN DIPUTUSKAN. 14 Surat Pernyataan Jika saat ini Cita Citata mengaku belum menikah, itu bohong besar. IJONG DI TENGAH KURSUS PENEMUAN FAKTA PERNIKAHAN QUOTE, KALAU JELAS PERNIKAHAN QUOTE BELUM PERNAH DITOLAK.

1 CERITA CERITA CITATA AKAN MENAMBAH KEBISINGAN SKANDAL ALAM SEMESTA HIBURAN PANJANG YANG TERUNGKAP LAGI, LAGI DAN LAGI. 4 Cita Citata Oh jadi aku mau minta permisi ya, oh baiklah nanti, pasti tanggal 26. 3 Cita Citata Biasa saja (tersenyum) betul, sudah 2 tahun aku tidak bertemu , hampir dua tahun, tidak ada komunikasi sama sekali.

5 Cita Cita Melalui perantara, hal ini tepat untuk mediasi, karena mediasi harus berbicara dengan mediator, sehingga harus melalui mediator. BALIK IJONG KARENA DITUDUH SEBAGAI PIHAK KETIGA YANG MENYEBABKAN PERCERAIAN CITA CITA DAN IJONG. 10 Quotes Quotes Alhamdulillah lega banget, semoga semua bisa selesai, semoga semua berjalan baik sesuai ekspektasi.

13 Cita Citata Ya, pengaruh atau tidaknya suatu lagu tergantung pada orang yang menyanyikannya.

Identitas Diri

Riwayat Pendidikan

Riwayat Organisasi

Referensi

Dokumen terkait

Meskipun triple entry bookkeeping yang terintegrasi dengan blockchain berpotensi besar dalam kemudahan akuntansi, sejumlah penelitian menggarisbawahi bahwa dengan

The involvement of non-governmental entities in the outer space activities has created some legal problems because the term „non-governmental entities‟ 7 Smith, “Using the Artemis