• Tidak ada hasil yang ditemukan

Definisi dan Fungsi Peraturan Perundang-undangan

N/A
N/A
Edy Sony

Academic year: 2024

Membagikan "Definisi dan Fungsi Peraturan Perundang-undangan"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

Peraturan Perundang-undangan adalah peraturan tertulis yang memuat norma hukum yang mengikat secara umum dan dibentuk atau ditetapkan oleh lembaga negara atau pejabat yang berwenang melalui prosedur yang ditetapkan dalam Peraturan Perundang undangan.

(Pasal 1 angka 2 UU 15 tahun 2019 tentang Perubahan atas UU No,or 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan).

Pengertian

(2)

Ukuran atau kriteria dipergunakan sebagai pedoman bagi manusia dalam bertingkah laku baik terhadap sesama maupun lingkungannya agar kepentingan bersama dalam kesatuan sosial dan lingkungan dapat terjamin. Ada kepentingan bersama yang dituju oleh norma baik antar manusia atau manusia dan lingkungan.

Norma Hukum dalam PerUUan

(3)

K a r a k t e r i s t i k

N o r m a H u k u m

Bersifat heteronom artinya

norma hukum itu datangnya dari luar diri kita.

01

02

Sanksi tersebut dilaksanakan oleh aparat negara.

03

Dilekati dengan sanksi pidana administratif atau sanksi pemaksa secara fisik

(4)

Einmalig

S i f a t B e r l a ku nya N o r m a H u ku m

• Norma hukum yang berlaku sekali saja sifatnya hanya menetapkan saja

(keputusan atau ketetapan administrasi negara).

Dauerhaftig

• Norma hukum yang berlaku terus-menerus berlaku dalam jangka waktu yang tidak terbatas sampai dicabut atau diganti

dengan yang baru (Peraturan Perundang-undangan).

(5)

Imperatif

I s i N o r m a H u ku m d l m Pe r U U a n

• Berupa perintah yang secara apriori harus ditaati baik itu suruhan maupun larangan .

Fakultatif

• Tidak secara apriori mengikat atau wajib dipatuhi . Misalnya pemerintah dapat memberikan bantuan langsung tunai jika di suatu daerah mengalami

kesulitan pangan.

(6)

Atribusi Kewenangan

P e r a t u r a n O t o n o m & P e r a t u r a n P e l a k s a n a

• Pemberian kewenangan membentuk peraturan

perundang-undangan yang diberikan oleh UUD NRI Tahun 1945 ataupun UU kepada suatu lembaga negara/pemerintah.

(Peraturan Otonom/Autonome Satzung)

Delegasi Kewenangan

• Pelimpahan kewenangan membentuk peraturan

perundang-undangan yang lebih tinggi kepada peraturan

perundang-undangan yang lebih rendah baik dinyatakan dengan tegas maupun tidak. (Peraturan Pelaksana/Verordnung).

(7)

• Landasan pembentukan peraturan perundang-undangan yakni sesuatu yang baku yang dijadikan tempat berpijak atau titik tumpu atau titik tolak dalam melaksanakan pembentukan suatu peraturan perundang-undangan.

• Asas pembentukan peraturan perundang-undangan yakni pikiran dasar yang harus diperhatikan dan diimplementasikan dalam pembentukan peraturan perundang-undangan.

Landasan dan Asas PerUUan

(8)

Landasan Pembentukan

Perundang-undangan

(9)

• Peraturan perundang-undangan bisa dikatakan memiliki landasan filosofis apabila rumusan ataupun normanya mendapatkan pembenaran setelah dikaji secara filosofis.

• Landasan filosofis itu adalah pertimbangan yang menggambarkan bahwa peraturan yang dibentuk mempertimbangkan pandangan hidup, kesadaran, dan cita hukum yang meliputi suasana kebatinan serta falsafah bangsa Indonesia yang bersumber dari Pancasila dan Pembukaan UUD NRI Tahun 1945.

Landasan Filosofis

(10)

• Suatu peraturan perundang-undangan bisa dikatakan memiliki landasan sosiologis jika sesuai dengan keyakinan umum, kesadaran hukum Masyarakat, tata nilai, dan hukum yang hidup di Masyarakat.

• Landasan sosiologis merupakan pertimbangan atau alasan yang menggambarkan bahwa undang-undang yang dibentuk untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam berbagai aspek . Landasan sosiologis menyangkut fakta empiris mengenai perkembangan masalah dan kebutuhan masyarakat dan negara.

Landasan Sosiologis

(11)

• Peraturan perundang-undangan bisa dikatakan memiliki landasan yuridis jika terdapat dasar hukum, legalitas atau landasan yang terdapat dalam ketentuan hukum yang lebih tinggi derajatnya.

• Landasan yuridis merupakan pertimbangan atau alasan yang menggambarkan bahwa peraturan yang dibentuk itu untuk mengatasi permasalahan hukum atau mengisi kekosongan hukum dengan mempertimbangkan aturan yang telah ada, yang akan diubah, atau yang akan dicabut guna menjamin kepastian hukum dan rasa keadilan Masyarakat.

Landasan Yuridis

(12)

Asas-Asas Pembentukan Peraturan PerUUan

(Pasal 5 UU 12/2011)

(13)

Asas-Asas Materi Muatan Peraturan PerUUan

(Pasal 6 UU 12/2011)

(14)

Pasal 7 ayat (1) UU 12/2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan UU 15/2019 Perubahan atas UU 12/2011 ttg Pembentukan Peraturan PerUUan.

UU 13/2022 Perubahan Kedua atas UU 12/2011 ttg Pembentukan Peraturan PerUUan.

Referensi

Dokumen terkait

peluang baru dalam hal melihat apakah suatu peraturan perundang-undangan memiliki fungsi sebagai peraturan perundang-undangan atau apakah suatu peraturan perundang- undangan

Untuk dapat menuangkan norma hukum tersebut dalam berbagai jenis peraturan perundang-undangan, penting memperhatikan materi muatannya. Pentingnya pemahaman dan

Sumber hukum dalam arti Formil terdiri atas peraturan perundang-undangan dimana dalam peraturan perundangan tersebut terdiri atas frame atau kerangka khusus sesuai dengan

Eksisitensi hukum Islam di Indonesia dalam pembentukan peraturan perundang-undangan melalui integrasi norma agama ke dalam sistem hukum Nasional Indonesia saat ini

BAB II PEMBAHASAN 2.1 Produk Perundang-Undangan 2.1.1 Perundang Undangan Dikutip dari buku Peran Perancang Peraturan Perundang-Undangan dalam Pembentukan Produk Hukum Daerah oleh

Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor 16 Tahun 2024 tentang Pedoman Pengarusutamaan Hak Asasi Manusia dalam Pembentukan Peraturan

Dokumen ini membahas peraturan perundang-undangan yang relevan dalam bidang pembangunan dan konstruksi, khususnya UU No. 2 Tahun 2017 tentang Jasa