Nama : Mia Setia Ningrum NIM : 25000121120011 Kelas : 1A FKM
Jurusan : Kesehatan Masyarakat 2021
1. Allah menciptakan manusia berbangsa-bangsa dan bermacam suku agar saling mengenal antar mereka. Namun mengapa di belahan dunia masih banyak terjadinya sengketa dan peperangan? Faktor apa saja yang menyebabkan ketidakrukunan umat manusia ?
Jawab :
Manusia yang merupakan makhluk termulia di sisi Allah sesungguhnya diciptakan dalam fitrah keragaman. Melalui akal dan pengalaman hidupnya, manusia memaknai realitas yang dihadapi secara beragam. Terhadap objek yang sama, manusia memiliki persepsi, makna dan respon yang bermacam-macam sesuai dengan perspektif, dan nalar masing-masing. Tak heran, jika komunitas berbeda, maka pengalaman hidupnya pun berbeda. Sebenamya, Allah menghendaki agar keper- bedaan itu meniadi rahmat, produktif dan fungsional dalam membangun tata sosial bersama, perbedaan-perbedaan itu harus diletakkan dalam kerangka keria "saling mengenal dan saling memahami", agar kita bisa saling belafar untuk menuiu puncak tertinggi kemanusiaan yakni ketakwaan kepada Allah SWT. Karena perilaku-perilaku menolak keragaman seperti itulah maka tak heran lika sejarah sosial di berbagai belahan dunia tidak pemah lepas dari konflik, baik yang bersumber dari perbedaan agama maupun disebabkan oleh faktor agama, etnis, politik, ekonomi, dan budaya.
Barangkali mengacu pada realitas konflik dalam seiarah manusia, filosuf besar seperti Thomas Hobbes mengatakan bahwa konflik yang mengarah tindak kekerasan merupakan tindakan alamimanusia (state o.f nature).
2. Berikan contoh kerukunan yang telah dipraktekkan Rasulullah saw ! Jawab :
- Bagaimana kenyataan historis, misalnya, Khalifah Abu Bakar mengerahkan kekuatan militer untuk memerangi orang-orang Islam yang murtad dan menolak membayar zakat sepeninggal Rasulullah, yang terkenal dengan sebutan Perang Riddah. Tidak boleh ada seorang muslim menolak atau tidakmau melaksanakan syariat Islam dengan alasan tidak ada paksaan dalam beragama.
- Demikian pula Perjanjian Hudaibiyah antara Rasulullah SAW dan kaum kafir Quraisy, di mana Rasulullah SAW berkenan menunda pelaksaan ibadah umrah beliau pada tahun berikutnya, adalah termasuk akhlak toleransi Islam demi menghindari konflik berdarah.
- ketika Muslimin berhasil menduduki dan menguasai Mekah, tak setetes darahpun yang keluar karena dendam, Rasulullah memberikan pilihan ringan kepada kaum Kafir Quraisy antara masuk ke Masjidil Haram, atau masuk ke rumah Abu Sofyan, atau ke rumah masing-masing, dan atau masuk Islam dengan ikhlas.
Ketika kaum Kafir Quraisy cemas menanti eksekusi yang mereka duga pasti, Rasulullah SAW justru memperlakukan mereka dengan penuh kasih sayang seraya berkata: Antum thulaqa, kalian semua bebas
- sebelum memasuki wilayah tujuan dakwah Rasulullah SAW berkirim surat kepada pemimpin setempat, memberitahukan rencana dakwah dan memohon untuk tidak dihalang-halangi.
3. Bagaimana pandangan Islam tentang Hak Asasi Manusia ? Jawab :
Secara konseptual, formulasi HAM dalam hukum Islam sangat menekankan padahak-hak individu dan komunal dalam menghargai harkat dan martabat manusia.
Dalamp andangan Islam hak-hak manusia digunakan secara daulat. Namun, hak-hak tersebut diringi oleh kewajiban setiap individu maupun kelompok untuk selalu menghargai hak orang lain. Oleh sebab itu Islam melarang adanya aksi kekerasan baik dari invidu maupun kelompok. Sejalan dengan alasan tersebut, HAM dalam Al-quran diistilahkan dengan Huquq Insaniyah. Prinsip-Prinsip HAM dalam Alquran dapat dijabarkan dari tiga term, yaitu al-istiqrār, yakni hak untuk hidup mendiami bumi hingga ajal menjemput. HAM dalam Alquran melahirkan gagasan bahwa hidup tidak dapat dipisahkan dengan agama atau kepercayaan dan karenanya ia juga asasi.
Kemudian al-istimtā‘, yakni hak mengeksplorasi daya dukung terhadap kehidupan.
Jadi, term ini juga sangat terkait dengan hak hidup. Berikutnya adalah al-karāmah.
Term ini mengandung makna kehormatan yang identic dengan setiap individu tetapi berimplikasi sosial, karena kehormatan diri hanya bisaberjalan jika ada orang lain yang menghormati martabat kemanusiaan seseorang, maka pengertian ini melahirkan hak persamaan derajat. Dari al-karāmah juga menurunkan hak kemerdekaan, di mana
filsafat kosmopolitan menegaskan bahwa tidak seorangpun berhak merendahkan martabat orang lain.
Dalam persepektif Islam, konsep HAM itu dijelaskan melalui konsep maqâshid alsyarî’ah (tujuan syari’ah), yang sudah dirumuskan oleh para ulama masa lalu. Tujuan syari‘ah (maqâshid al-syarî’ah) ini adalah untuk mewujudkan kemaslahatan (mashlahah) umat manusia dengan cara melindungi dan mewujudkan dan melindungi hal-hal yang menjadi keniscayaan (dharûriyyât) mereka, serta memenuhi hal-hal yang menjadi kebutuhan (hâjiyyât) dan hiasan (tahsîniyyât) mereka” (Khallâf, 1978: 199). Kebebasan mengandung pengertian, bahwa “seorang dalam batas-batas tertentu dapat melakukan atau meninggalkan apa yang ia inginkan.
Batas-batas ini mungkin bersifat biologis atau hukum positif”. Sedangkan kebebasan beragama diartikan sebagai sebuah gagasan yang mempromosikan kebebasan individu atau kolektif untuk mengekspresikan agama mereka dan kepercayaan dalam pengajaran dan praktek, baikdalam kehidupan pribadi maupun publik. Kebebasan ini juga umumnya mengakui kebebasan untuk mengubah agama atau tidak mengikuti agama apapun. Dalam hal kebebasan beragama yang merupakan kebebasan yang paling fundamental, Q.S. al-Baqarah: 256 secara jelas menyebutkan adanya kebebasan ini, yakni “Tidak ada paksaan dalam agama”.
4. Jelaskan isi khutbah haji wada’ Rasulullah yang berkaitan dengan HAm ! Jawab :
berdasarkan konteks materi Khutbah (pidato) hajiWada’ Nabi Muhammad Saw, yang dipandang sebagai deklarasi Islam tentang Hak Asasi Manusia (HAM).
hutbah Haji Wada’yang di dalamnya menegaskan hak-hak perempuan, baik yang menyangkut harta, hak-hak, dan perlindungan (Ul Hag, 2007: 17). Karena, salah satu ajaran yang sangat urgen dalam Islam adalah pengakuan hak-hak perempuan (huquqal-mar’ah) untuk diperlakukan secara bermartabat oleh komunitas manusia terutama kaum lelaki, seperti yang diperjuangkan oleh Nabi Muhammad SAW. (Ul Hag, 2007 : 17). Menodai kehormatan perempuan adalah tindakan melanggar HAM dan sekaligus melanggar ajaran agama Islam. Sebab dalam Islam, kaum perempuan memiliki kesederajatan dengan kaum laki-laki untuk diperlakukan secara manusiawi.
Dalamhal ini, terdapat tiga pilar revolusi yang diperjuangkan oleh Nabi Muhammad mulai dari Makkah, hingga hijrahnya ke Madinah. Pertama, revolusi tauhid (melawan paganisme-penyembah patung), atau bahkan atheis menjadi kembali Iman kepada
Allah dengan seruan tauhid (monotheisme) yang gaungnya menggtarkan seluruh Jazirah Arabia (Arief, 1992 : 86). Kedua,revolusi HAM Masyarakat Jahiliyah. Contoh perempuan dikuburkan hidup-hidup menjadi terangkat derajatnya seperti laki-laki.
Selain itu, yang mencerminkan penegakan HAM bagi perempuan, tertuang dalam isi pidato (khutbah) Haji Wada’ di mana dalam teks-teks khutbah tersebut hak-hak kaum perempuan diberi apresiasi, sehingga tercipta relasi yang harmonis dan dimanisdi bawah bimbingan wahyu Allah SWT (Arief, 1992 : 86). Ketiga, revolusi konstitusi yang dilakukan Nabi di Madinah, sehingga melahirkan Piagam Madinah sebagai landasan bermasyarakat dan bernegara bagi Umat Islam (Pulungan, 2002 : 78).Ketiga pilar inilah yang paling terlihat dalam perjuangan Nabi dalam misi ke-Islaman-nya.
5. Bagaimana respon sarjana Muslim terhadap konsep demokrasi Barat !
Jawab : Demokrasi Barat berpulang pada pandangan mereka tentang batas kewenangan Tuhan. Menurut Aristoteles, setelah Tuhan menciptakan alam,Dia membiarkannya. Dalam filsafatBarat, manusia memilikik ewenangan legislatif dan eksekutif. Sementara, dalam pandangan Islam, Allah-lah pemegang otoritas tersebut .Allah befirman,“Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah.
Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam.” (QS. al-A’râf: 54). Inilah batas yang membedakan antara sistem Syariah Islam dan Demokrasi Barat. Demokrasi modern (Barat) merupakan sesuatu yang bersifat syirik. Kritikan terhadap demokrasi yang berkembang juga dikatakan oleh intelektual Pakistan ternama M.Iqbal. Menurut Iqbal, sejalan dengan kemenangan sekularisme atas agama, demokrasi modern menjadi kehilangan sisi spiritualnya sehingga jauh dari etika. Demokrasi yang merupakan kekuasaan dari rakyat,oleh rakyat, dan untuk rakyat telah mengabaikan keberadaan agama. Parlemen sebagai salah satu pilar demokrasi dapat saja menetapkan hukum yang bertentangan dengan nilai agama kalau anggotanya menghendaki. Karenanya, menurut Iqbal Islam tidak dapat menerima model demokrasi Barat yang telah kehilangan basis moral dan spiritual. Atas dasar itu, Iqbal menawarkan sebuah konsep demokrasi spiritual yang dilandasi oleh etik dan moral ketuhanan. Jadi yang ditolak oleh Iqbal bukan demokrasi an sich. Melainkan, prakteknya yang berkembang di Barat. Lalu, Iqbal menawarkan sebuah model demokrasi sebagai tauhid dengan landasan asasi; kepatuhan pada hukum; toleransi sesama warga; tidak dibatasi wilayah, ras, dan warna kulit; serta dilandasi penafsiran hukum Allah melalui ijtihad.
6. Jelaskan prinsip-prinsip HAM dan demokrasi menurut al-Qur’an dan hadits ! Jawab :
1. Prinsip HAM
a. Al-istiqrar, yakni hak untuk hidup mendiami bumi hingga ajal menjemput.
b. Al-istimta, yaitu hak mengeksplorasi daya dukung terhadap kehidupan
c. Al-karamah, yakni kehormatan yang identik dengan setiap individu tetapi berimplikasisosial,
2. Prinsip demokrasi
a. Syura, yaiitu suatu prinsip tentang cara pengambilan keputusan yang secara eksplit ditegaskan dalam al-Quran. Dalam demokrasi memakai asas musyawarah untuk menentukan keputusan dan Islam juga menggunakannya yang disebut syura. Seperti ditulis al-Nahwi, syura dalam Islam: (1) didasarkan atas keimanan kepada Tuhan bahwa musyawarah dilakukan demi melaksanakan perintah agama (ibadah), bukan sekadar atas dasar bahwa itu adalah yang terbaik; (2) Standar atau ukuran kebenaran.
yang dihasilkan syura bukan didasarkan atas suara mayoritas atau minoritas melainkan nas Al-Quran dan Sunah Karena itu, apa pun hasil syura tetap berada di bawah aturan hukum Tuhan dan sama sekali tidak bisa mengubah apalagi melawan aturan- Nya. Dalil yang berkaitan dengan ini adalah QS As-Syura 38 dan QS Ali Imran 159
b. Al’adalah, yaitu keadilan. artinya dalam menegakkan hukum termasuk pemilihan dalam berbagai jabatan pemerintahan harus dilakukan secara adil dan bijaksana, tidak boleh kolusi dan nepotis. Dan janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum mendorong kamu untuk berlaku tidak adil (QS. Al-Maidah ayat 8) Arti pentingnya penegakan keadilan dalam sebuah pemerintahan ini juga ditegaskan oleh Allah SWT dalam beberapa ayat-Nya, antara lain QS. an-Nahl ayat 90, dan QS.An-Nisa ayat 58 c. Al-Musawah, yaitu kesetaraan. Prinsip persamaan muncul untuk menentang sistem dominasi kekuasaan Dalam konsep modem, yang dimaksud prinsip persamaan adalah kesamaan dalam kesempatan (equality of opportunity), yakni kesamaan dengan cara menghapus hambatan yang bisa menghalangi individu dalam mewujudkan potensinya, dengan menghapus hukum dan hak-hak istimewa. Prinsip persamaan antar manusia ini juga dijelaskan dalam hadis Nabi, antara lain sabda berikut: "Tidak ada kelebihan orang Arab atas non- arab, kulit putih atas kulit hitam, kecuali taqwanya (HR Bukhari). Diantara dalil al-Qur'an yang sering digunakan dalam hal ini adalah QS Al Hujurat: 13
d. Al-amanah, yaitu sikap pemenuhan keprcayaan yang diberikan seseorang kepada orang lain. Oleh sebab itu kepercayaan atau amanah tersebut harus dijaga dengan baik. Dalam islam, Allah memberikan anugerah kepada hambanya yang mempunyai kemampuan sebagai pemimpin menurut Islam agar dapat mengayomi kepada pengikutnya dengan sebaik-baiknya. Persoalan amanah ini terkait dengan sikap adil seperti ditegaskan Allah SWT dalam QS An-Nisa' ayat 58,
e. Al-masuliyyah, yaitu tanggung jawab. Setiap pemimpin atau penguasa dengan segala kebijakan dan perbuatan dalam mengelola tata pemerintahan harus memiliki akuntabilitas kepada rakyat. Selain itu, tiap-tiap individu pasti akan mempertanggungjawabkan semua. perbuatan yang telah dilakukan di dunia dan di akhirat. "Setiap orang bertanggung jawab atas apa yang telah dilakukannya" (QS. Al- Muddassir Ayat 38)
f. Al-huriyyah, yaitu kebebasan. Salah satu syarat untuk mewujudkan demokrasi tetapi tidak semua bentuk kebebasan menunjukkan makna demokrasi. Menurut Norman, kebebasan yang dimaksud hanya menunjuk pada kebebasan politik yang berkaitan dengan demokrasi, yakni yang mencakup kebebasan bersuara, berpartisipasi dalam politik dan mempengaruhi pemerintahan. Konteks kebebasan dalam Islam contohnya adalah kebebasan berpikir, se- bagaimana dilihat dari banyaknya ayat antara lain: "Sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan (QS. Al-Baqarah: 164), "Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir (QS. Ar Ra'd 4).
7. Jelaskan faktor apa saja yang menjadikan Islam mengalami masa kejayaan peradabannya terutama dalam ilmu pengetahuan dan teknologinya !
Jawab : Faktor yang mendorong kemajuan peradaban Islam adalah sebagai berikut : - Terjadinya asimilasi antara bangsa Arab dengan bangsa lain yang lebih dahulu
mengalami perkembangan dalam ilmu pengetahuan dan teknologi. Berkat keberhasilan penyebaran islam ke berbagai wilayah membuat kebudayaan baru dan memiliki pengetahuan yang baru juga.
- Kemajemukan dalam pemerintahan dan politik yang mengakibatkan tata pemerintahan Islam tidak dimonopoli Arab lagi melainkan membuka ruang untuk orang di luar Arab yang ahli dalam bidangnya.
- Terciptanya stabilitas ekonomi dan politik untuk pembangunan sektor pendidikan dan sosial oleh Harun al-Rasyid yang dilanjutkan oleh al-Makmun khususnya bidang pengembangan pendidikan, pengetahuan, intelektual, dan kebudayaan.
- Adanya Gerakan penerjemahan manuskrip kuno hasil karya cendekiawan Yunani ke dalam bahasa Arab pada masa Khalifah al-Manshur.
- Membangun perpustakaan sebagai pusat penerjemahan dan kajian ilmu pengetahuan.
- Banyaknya cendekiawan muslim dalam menemukan berbagai teori, seperti al- Khawarizmi dalam teori matematika, Ibnu Sina dalam pembuatan thermometer dan sebagai penulis karya al Qanun fi at Thibb sebagai referensi ilmu kedokteran, dan masih banyak lagi.
-
8. Faktor apa saja yang menyebabkan Islam mengalami kemunduran dalam bidang Iptek
?
Jawab : Faktor Penyebab Kemunduran Islam dalam Bidang IPTEK akibat dari beberapa faktor sebagai berikut:
a. Faktor ekologi dan alami di negara-negara Islam, kondisi tanahnya sangat gersang atau semi gersang. Kondisi yang demikian rentan untuk bertahan dari serangan luar.
b. Adanya orang-orang yang meninggalkan agama, tindakan meninggalkan agama bukan hanya tindakan yang mengakibatkan dirinya menganut agama lain. Pada masa ini, orang-orang lebih mementingkan keluarganya sendiri dalam segala bidang.
Peristiwa ini disebut juga dengan nepotisme kemudian mengangkat pimpinan dari keluarganya sendiri dan menjadi masalah yang lebih besar jika pimpinan tersebut tidak mampu mengelola dan memberdayakan kemampuannya dengan baik.
c. Para Penguasa yang lemah dalam kepemimpinannya dan tidak menjaga dengan baik wilayah kekuasaan yang luas, hal ini ditunjukkan oleh peristiwa Perang salib yang terjadi pada tahun 1096 hingga 1270 dan serangan Mongol pada tahun 1220 sampai tahun 1300-an.
d. Kemunduran kerajaan besar Islam yaitu Kerajaan Safawi (18 M) dan Mughal (19 M) yang merupakan kerajaan Islam terbesar pada masanya. Masa keemasan kerajaan- kerajaan tersebut, tentunya menjadikan faktor berkembangnya peradaban Islam dalam bidang politik, ekonomi, ilmu pengetahuan dan bidang pembangunan fisik serta seni.
Kemunduran kedua Kerajaan tersebut mengakibatkan peradaban Islam turun secara drastis.
e. Konflik antar kerajaan islam seperti pada kerajaan Safawi yang mengalami kemunduran karena terjadi konflik yang berkepanjangan dengan kerajaan Usmani.
f. Apatis dan stagnasi dalam dunia IPTEK muslim. Awalnya, Muslim banyak mendapatkan penemuan baru terkait dengan kemajuan Ilmu Pengetahuandan Teknologi (IPTEK). Mereka sangat giat untuk melakukan hal tersebut. Namun sangat disayangkan, penemuan yang ada hanya berhenti di sana, tanpa adanya tindak lanjut.
Kemalasan membuat mereka berhenti untuk menciptakan karya-karya baru.
g. Krisis ekonomi. Pada saat Muslim sedang giat-giatnya melakukan pengembangan di bidang IPTEK, semuanya hanya terfokus pada hal tersebut. Hal ini mengakibatkan perekonomian menjadi dinomor- duakan. Mereka hanya memikirkan upaya pengembangan IPTEK tanpa melirik kesejahteraan masyarakatnya.
h. Cara pandang muslim yang sempit. Memang benar, Muslim sangat taat pada agama mereka dalam mengembangkan ilmu pengetahuan. Namun, ketaatan yang berlebihan mengakibatkan Muslim menutup sebelah mata akan perkembangan ilmu pengetahuan dari dunia luar. Mereka seakan-akan cenderung membatasi perkembangan itu jika tidak sesuai dengan pemikiran mereka. (Ernawati, 2019)
10. Sebutkan para ilmuwan muslim beserta temuanya yang mempengaruhi di dunia Barat!
Jawab :
a. AL-Khawarizmi/ Muhammad Ibnu Musa Al-Khawarizmi (Iran, 780 – 850) Bidang: matematika (algebra/algoritma/aritmtika/aljabar), astronomi, geografi Penemuan: angka nol, aljabar
b. Ibu Sina/Avicenna 986-1037 Bidang: Kedokteran, pengobatan
Penemuan: kitab Qanun Fit Tiib Ibnu Sin c. Ibu Haitan/ Alhazen 965-1039
Bidnag: optic
Penemuan: konsep kamera d. Al Jazari/ ibu ismail al kazari Bidang: obotika, mekanika, fluida Penemuan: jam gajah
e. Abu qasim al zahrawi
Bidang: medis, kedokteran, ahli bedah Penemuan: benang cut gut, alat bedah f. Ar razi 864-930
Bidanh: demam, cacar, asma. Elergi
Penemuan: menemukan penyakit asma, demam g. Abu musa jair bin hayyan
Penemuan: penemu ilmu kimia
h. Al kindi/ abu yusuf yacub ibnu ishak al kindi Bidang: filosofi, matematika, logika
Penemuan: menulis banyak karya dalam pelbagai disiplin ilmu, dari metafisika, etika, logika dan psikologi, hingga ilmu pengobatan, farmakologi, matematika, astrologi dan optic. (uswahasan, 2021)
12. Dasar-dasar yang merupakan pondasi umat Islam sehingga dapat menggerakkannya untuk berkarya dalam kehidupan di dunia ini dan menghasilkan Kebudayaan dan Peradaban Islam adalah:
Jawab :
a. Iman, merupakan keyakinan yang dimiliki setiap manusia. Rasulullah Muhammad saw. sebagai peletak dasar, pembawa risalah Islam yang mengajak umat manusia menyembah Allah swt. Berkat kegigihan perjuangannya dan rahmat Allah swt, beliau berhasil menegakkan Islam, agama rahmatan lil ‘alamin, di muka bumi ini. Kini sebagian besar umat manusia dari berbagai penjuru dunia telah memilih Islam sebagai anutannya. Dengan keimanannya, umat Islam mengisi hidupnya dengan tuntunan ilmu.
b. Ilmu, merupakan pengetahuan yang dimiliki umat Islam yang bersumber pada al- Quran dan al-Hadis. Dengan keuletan dan semangat berijtihad, menyebabkan timbulnya berbagai macam ilmu pengetahuan terutama ilmu agama, filsafat, dan sain.
Dengan ilmu-ilmu itu, umat Islam mengekspresikan dirinya dan membaktikan hidupnya demi kemaslahatan umat manusia.
c. Amal, merupakan sesuatu yang telah dihasilkan oleh umat Islam berdasarkan ilmu yang dimilikinya. Sepanjang sejarah, umat Islam telah menjadi pelopor kemajuan peradaban dunia. Hal ini terbukti dengan ditemukannya angka 0 (aljabar) oleh al- Khawarizmi yang sangat berpengaruh pada percepatan perubahan dunia terutama
kemajuan sain dan teknologi. Tokoh lainnya seperti al-Razi dan Ibnu Sina ahli kedokteran, Jabir Ibn Hayyan ahli ilmu kimia, al-Biruni ahli astronomi, Ibn Haitsam ahli optik, alKhazini ahli fisika, Zamakhsyari ahli geografi, dll.
Islam dan Medis 1. Cloning
Berbicara mengenai cloning pada manusia tentu saja banyak sisi peninjauannya, demi menetapkan dan menegaskan hukum mengenai cloning para ulama kentemporer menggunakan ijtihad insya’i, karena persoalan tersebut belum dibahas dalam kitab-kitab fiqh klasik. Kloning jika ditinjau dari sisi hifzh al- din(memelihara agama), cloning pada manusia tidak membawa dampak negative terhadap keberadaan agama. Ditinjau dari sisi hifzh al-nafs (memelihara jiwa), cloning tidak menghilangkan jiwa bahkan justru melahirkan jiwa yang baru.
Dilihat dari sisi hifzh al-‘aql (memelihara akal), cloning juga tidak mengancam eksistensi akal, bahkan keberhasilan cloning yang sempurna dapat membuat manusia mempunyai akal cerdas. Jika dilihat dari sisi hifzh al-nasl (memelihara keturunan), cloning manusia dipertanyakan, dan jika ditinjau dari sisi hifzh al-mal (memelihara harta), akan terkait dengan mashlahat dan mafsadat yang diperoleh dari pengkloningan. Dalam pandangan agama Islam, masalah keturunan merupakan sesuatu yang sangat essensial karena keturunan mempunyai hubungan erat dengan hukum yang lain seperti pernikahan, muhrim, dan sebagainya Berdasarkan pendapat para ulama dapat diketahui mafsadat dari cloning manusia lebih banyak daripada maslahatnya. Oleh karena itu, praktik cloning manusia bertentangan dengan hukum Islam dengan demikian ditegaskan bahwa hukum cloning manusia dalam Islam hukumnya haram. Dalil – dalil keharamannya terdapat pada Q.S. An-Najm : 45-46 yang artinya ;
45. “Dan bahwasanya Allah-lah Yang menciptakan pasangan lelaki dan wanita’’,
46. “dari air mani yang dipancarkan.”Dari situ dapat dinyatakan bahwa logika syariat Islam dengan nash-nash nya yang mutlak, kaidah - kaidahnya yang menyeluruh dan berbagai tujuan umumnya melarang praktik kloning pada manusia.Para ulama melarang praktik kloning berdasarkan dalil yang ada di al- quran, hadits, menggunakan akal dan qowaid fidhiyah. Begitu pun dalam fatwa MUI dalam Musyawarah Nasional VI Majelis Ulama Indonesia yang diselenggarakan pada tanggal 23-27 Rabi’ul Akhir 1421 H./25-29 Juli 2000 M.
dan ditetapkan di Jakarta, 27 Rabi’ul Akhir 1421 H 29 Juli 2000 M, MUI dengan tegas mengharamkan kloning pada manusia. Akan tetapi untuk kloning pada tumbuhan dan hewan diperbolehkan, demi kemaslahatan hajat manusia yang dibenarkan syariat. Dalam membuat ketetapan ini MUI telah mempertimbangkan berbagai macam mengenai mafsadat (dampak negatif) yang tidak sedikit.
2. Bayi Tabung
Nahdlatul Ulama (NU) juga telah menetapkan fatwa terkait masalah dalam Forum Munas di Kaliurang, Yogyakarta pada tahun 1981. Ada 3 keputusan yang ditetapkan ulama NU terkait masalah Bayi Tabung, diantaranya :
1. Apabila mani yang ditabung atau dimasukkan kedalam rahim wanita tersebut ternyata bukan mani suami-istri yang sah, maka bayi tabung hukumnya haram.
Hal itu didasarkan pada sebuah hadist yang diriwayatkan Ibnu Abbas RA, Rasulullah SAW bersabda, “Tidak ada dosa yang lebih besar setelah syirik dalam pandangan Allah SWT, dibandingkan dengan perbuatan seorang lelaki yang meletakkan spermanya (berzina) didalam rahim perempuan yang tidak halal baginya.”
2. Apabila sperma yang ditabung tersebut milik suami-istri, tetapi cara mengeluarkannya tidak muhtaram, maka hukumnya juga haram. Mani Muhtaram adalah mani yang keluar/dikeluarkan dengan cara yang tidak dilarang oleh syara’.
Terkait mani yang dikeluarkan secara muhtaram, para ulama NU mengutip dasar hukum dari Kifayatul Akhyar II/113. “Seandainya seorang lelaki berusaha mengeluarkan spermanya (dengan beronani) dengan tangan istrinya, maka hal tersebut diperbolehkan, karena istri memang tempat atau wahana yang diperbolehkan untuk bersenang-senang.”
3. Apabila mani yang ditabung itu mani suami-istri yang sah dan cara mengeluarkannya termasuk muhtaram, serta dimasukkan ke dalam rahim istri sendiri, maka hukum bayi tabung menjadi mubah (boleh)
3. Vaksin
Hukum mengenai vaksin dan bahan-bahannya memang tidak diterangkan secara jelas di dalam Al-Quran maupun hadist Rasulullah saw. Namun, menurut pandangan Islam selama berfungsi sebagai pencegahan dan tidak memudaratkan serta tiada dalil yang mengharamkannya, maka masih boleh diterima berdasarkan kaidah fiqh yaitu ‘al-aslu fi al-ashya’ al-ibahah’ yang artinya segala sesuatu yang diciptakan oleh Allah adalah ‘halal’ dan boleh dipakai kecuali jika ada hadist sahih dan jelas syariat yang menetapkan pengharamannya.Vaksinasi sebagai salah satu ilmu kauniyah yang kebenarannya relatif, bersifat spesifik, dan untuk melengkapi sarana kehidupan manusia.Tidak adanya dalil qauliyah bukan berarti vaksinasi bertentangan dengan ajaran Nabi SAW. Hal ini karena vaksinasi termasuk ranah kauniyah. Ranah ilmu pengetahuan modern yang diperoleh berdasarkan pencarian oleh manusia.
Daftar Pustaka
No 1
Musahadi, M. (2012). Memahami perbedaan membangun perdamaian.
No. 2
Suryan, S. (2017). Toleransi Antarumat Beragama: Perspektif Islam. Jurnal Ushuluddin, 23(2), 185-200.
http://scholar.googleusercontent.com/scholar?
q=cache:HhCqsnx2gboJ:scholar.google.com/+
+contoh+kerukunan+yang+telah+dipraktekkan+Rasulullah+saw+!
&hl=id&as_sdt=0,5 No 3
Makrifah, N. (2021). Hak Asasi Manusia Dalam Pandangan Islam. At-Turost: Journal of Islamic Studies, 8(1), 17-31.
https://scholar.googleusercontent.com/scholar?
q=cache:SVuzswjzfPkJ:scholar.google.com/
+HAK+ASASI+MANUSIA+DALAM+PANDANGAN+ISLAM&hl=id&as_sdt=0,5 No 4
Suyatno, S. (2014). PEREMPUAN DALAM SYARIAT ISLAM DAN HAK ASASI MANUSIA. MUWAZAH: Jurnal Kajian Gender, 5(2).
http://scholar.googleusercontent.com/scholar?
q=cache:wrT_vksK_TEJ:scholar.google.com/++isi+khutbah+haji+wada
%E2%80%99+Rasulullah+yang+berkaitan+dengan+HAm+!
&hl=id&as_sdt=0,5 No 5
Iryani, E. (2017). Hukum Islam, Demokrasi dan Hak Asasi Manusia. Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi, 17(2), 24-31.
https://scholar.googleusercontent.com/scholar?
q=cache:bcV27i3tzVcJ:scholar.google.com/+prinsip- prinsip+HAM+dan+demokrasi+menurut+al-Qur
%27an+dan+hadits&hl=id&as_sdt=0,5 No 6 dari makalah kelas
No 7
Muhammad Fakhri. 2008. Piagam Madinah Sebagai Pilar Dasar Kerukunan Masyarakat Madinah. Tiga Pilar Kemaslahatan Umat, Pekanbaru: Yayasan Pusaka Riau.
No 8
Ernawati, M. (2019, September 17). Fktor Penyebab Kemunduran Islam dalam Bidang IPTEK. Retrieved Desember 8, 2021, from scribd.com:
https://www.scribd.com/document/426261876/Faktor-Penyebab-Kemunduran- Islam-Dalam-Bidang-IPTEK
No 10
uswahasan. (2021, Desember 8). 10 Ilmuwan Muslim Dan Penemuannya Untuk
Peradaban Manusia. Retrieved from scribd.com:
https://www.scribd.com/document/357203622/10-Ilmuwan-Muslim-Dan- Penemuannya-Untuk-Peradaban-Manusia
N0 12
Maslani. (2017). Sejarah Peradaban Islam. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Islam dan Medis
https://ejournal.iainkendari.ac.id/index.php/al-adl/article/download/1383/996
Muh Idris. 2019, Januari. Bayi Tabung Dalam Pandangan Islam. Jurnal al-‘Adl. Vol.
12 No. 1.
Azizan, Ahmad Hisham. 2018. KandunganVaksin (Vaccine Ingredients): Satu Analisa
Menurut Perspektif Islam. BITARA International Journal of Civilizational Studies and Human Sciences (e-ISSN: 2600-9080),1(4): 61-70
Fadzilah, N. (2014). Pandangan Hukum Islam terhadap Status Nasab Anak Hasil Kloning. (Skripsi, UIN Walisongo, 2014).