RANCANGAN PROGRAM EKOWISATA PADA DESTINASI PARIWISATA NASIONAL
(Studi Kasus: DPN Pulau Bali-Nusa Lembongan)
Disusun Oleh:
Kelompok 2/Kelas A1
Alcharisa Dilaniati Putri J0302201109 Anis Nisrina Melviana J1302201003 Maulki Fahru Rijal J0302201102 Mila Maratusholihah J0302201045 Muhamad Rio Adrian J0302201052
Dosen:
Bedi Mulyana, S.Hut. M.Par., MMCAP.
PROGRAM STUDI EKOWISATA SEKOLAH VOKASI
INSTITUT PERTANIAN BOGOR BOGOR
2023
DAFTAR ISI
DAFTAR ISI i
DAFTAR GAMBAR ii
DAFTAR TABEL ii
I. PENDAHULUAN 1
A. Latar Belakang 1
B. Tujuan Praktikum 1
II. TINJAUAN PUSTAKA 2
A. Identifikasi 2
B. Inventarisasi 2
C. Destinasi Pariwisata 2
III. METODE PENELITIAN 3
A. Lokasi dan Waktu 3
B. Alat dan Bahan 3
C. Tahapan Kerja 3
IV. KONDISI UMUM 4
A. Sumberdaya Geografis Destinasi Pariwisata 4
B. Fasilitas Pendukung Destinasi pariwisata ( Muhammad Rio Adrian/
J0302201052) 14
V. HASIL DAN PEMBAHASAN 20
A. Perencanaan Aspek Pasar ( Alcharissa Dilaniati Putri/ J0302201109) 20 B. Perencanaan Aspek Sumberdaya ( Alcharissa Dilaniati Putri/
J0302201109) 20 C. Perencanaan Aspek Produk ( Anis Nisrina Melviana/J1302201003) 23 D. Perencanaan Aspek Operasional ( Anis Nisrina Melviana) 26
KESIMPULAN 28
DAFTAR PUSTAKA 30
DAFTAR GAMBAR
Halaman
gambar 2 . Baju Adat Nusa Lembongan 8
Gambar 3. Kesenian Tari Barong 9
gambar 4 Kuliner Nusa Lembongan 10
DAFTAR TABEL
Halaman
Tabel 1 Alat dan Bahan 3
Tabel 2 Itinerary One day Tour 23
Tabel 3 Rincian Biaya Program 24
I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Nusa Lembongan merupakan sebuah pulau kecil yang berada di sebelah barat laut Nusa Penida serta berada di Selat Badung. Secara 6 administratif, pulau ini termasuk wilayah Kabupaten Klungkung, Provinsi Bali, Indonesia. Mata pencaharian utama masyarakat Nusa Lembongan adalah sebagai petani rumput laut. Sebagian lagi bekerja di sektor pariwisata. Nusa Lembongan terbagi menjadi dua desa yakni Desa Lembongan dan Desa Jungubatu. Meski hanya sebuah pulau kecil, Nusa Lembongan memiliki banyak sekali keindahan dan tempat-tempat rekreasi yang masih jarang dikunjungi wisatawan lokal. Desa Lembongan mempunyai tempat-tempat menarik untuk dikunjungi wisatawan seperti pantai berpasir putih yang sangat menarik, goa alam dan buatan yang unik, tebing laut yang menantang, keindahan alam bawah laut dan hutan mangrove yang sangat rimbun.
Hal ini menjadi daya tarik tersendiri karena pantai-pantai yang ada juga masih sangat bersih dan terjaga. Hutan mangrove yang ada di Klungkung sudah menjadi kawasan hutan lindung dan wilayah konservasi. Sehingga, merupakan kewenangan Kementrian Kehutanan dan kementrian Kelautan. Menurut data terbaru dari Peraturan Daerah Kabupaten Klungkung Nomor 1 Tahun 2013 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah, kawasan pantai berhutan mangrove sebarannya mencakup hutan bakau (mangrove) seluas 230,70 hektar yang meliputi seluas 202 hektar hutan mangrove di Lembongan yang ditetapkan sebagai Hutan Lindung (HL) Lembongan. Seluas 18,70 hektar di Lembongan dan Seluas 10 hektar di Ceningan. Kawasan hutan mangrove Nusa Lembongan seluas 202 hektar merupakan kawasan konservasi dan perlindungan ekosistem pesisir.
Nusa Lembongan yang memiliki panjang pantai 4,6 km. Kondisi pada awalnya daerah pesisir tersebut banyak terdapat ekosistem mangrove.
B. Tujuan Praktikum
Tujuan praktikum identifikasi dan inventarisasi geografi pengunjung (wisatawan) global global (internasional) dengan studi kasus Pulau Bali-Nusa Lembongan adalah sebagai berikut.
1. Mengidentifikasi dan menginventarisasi mengenai konsep geografi Fisik di Pulau bali-Nusa Lembongan
2. Mengidentifikasi dan menginventarisasi geografi Sosial di Pulau bali-Nusa Lembongan
3. Mengidentifikasi dan menginventarisasi geografi Regional di Pulau Bali-Nusa Lembongan
II. TINJAUAN PUSTAKA
A. Identifikasi
Identifikasi adalah suatu prosedur pemberian tpengunjung dari suatu variable atau bentuk tertentu dengan menggunakan character, alphanumeric atau simbol lainnya (Kamus Besar Bahasa Indosenisa, 1991). Identifikasi merupakan suatu cara pengumpulan data dan pencatatan segala keterangan tentang bukti-bukti dari pengunjung atau wisatawan, sehingga kita dapat menetapkan dan mempersamakan keterangan tersebut dengan individu, dengan kata lain bahwa dengan identifikasi dapat mengetahui jenis aktivitas permainan yang dinginkan dan dengan identitas tersebut kita dapat mengenal dan memahami keinginan serta kebutuhan dan dapat membedakan dari pengunjung yang lainnya.
B. Inventarisasi
Menurut Chabib Sholeh dan Heru Rochamnsjah (2010:180) inventarisasi merupakan kegiatan/tindakan untuk melakukan penghitungan, pengurusan, penyelenggaraan peraturan, pencatatan data dan pelaporan barang milik daerah dalam unit pemakaian. Dalam buku Manajemen Aset Pariwisata (Sugiama, 2013) Inventarisasi Aset berada pada tahap ketiga setelah tahap perencanaan kebutuhan aset dan pengadaan aset. Tujuan utama dilakukannya Inventarisasi Aset ada tiga yaitu menciptakan tertib administrasi, pengamanan aset, pengendalian dan pengawasan aset.
Berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 27 tahun 2014 pasal 85 ayat 1 menyebutkan bahwa pengguna barang melakukan Inventarisasi Barang Milik Negara/Daerah paling sedikit 1 (satu) kali dalam 5 (lima) tahun. Hal tersebut dilakukan agar aset yang ada di suatu instansi pemerintah dapat dikontrol dengan baik sehingga bisa meminimalisir masalah yang muncul akibat aset yang tidak tercatat dan penggunaan aset yang tidak sesuai dengan tupoksi dapat segera dihentikan.
C. Destinasi Pariwisata
Destinasi pariwisata adalah suatu entitas pada suatu wilayah geografis tertentu yang didalamnya terdapat komponen produk pariwisata dan layanan, serta unsur pendukung lainnya seperti pelaku industri pariwisata, masyarakat, dan institusi pengembang yang membentuk suatu sistem yang sinergis dalam menciptakan motivasi kunjungan dan totalitas pengalaman kunjungan bagi para wisatawan (Aby Legawa, 2008).
III. METODE PENELITIAN
A. Lokasi dan Waktu
Penulisan laporan ini diberikan pada sesi kelas praktikum dengan menuliskan hasil dari identifikasi secara studi literatur. Waktu pelaksanaan penugasan yaitu satu (1) minggu dari pemberian tugas. Pemberian tugas dilaksanakan pada saat kelas praktikum tanggal 27 Februari 2023 pada hari Senin yang berlokasi di kelas praktikum studio ekowisata. Penulisan laporan dengan judul “Identifikasi dan Inventarisasi Geografi Nasional” dengan studi kasus di Pulau Bali-Nusa Lembongan melalui sistem secara berkelompok melalui berbagai studi literatur.
B. Alat dan Bahan
Kegiatan dilaksanakannya penulisan laporan ini, memerlukan alat dan bahan yang digunakan untuk mempermudah dalam memperoleh data selama kegiatan berlangsung. Berikut merupakan alat dan bahan yang digunakan:
Tabel 1 Alat dan Bahan
No Alat dan Bahan Kegunaan
1 Laptop Alat untuk mengetik hasil laporan.
2 Alat Tulis Alat untuk mencatat hal-hal yang akan ditulis.
3 Microsoft Word Alat sebagai perangkat untuk mengetik hasil laporan.
4 Google Bahan sebagai referensi untuk data penelitian.
C. Tahapan Kerja
Tahapan kerja dari kegiatan praktikum mengenai Identifikasi dan Inventarisasi Geografi Pengunjung Global (Internasional) dengan studi kasus di Kabupaten Nabire, Papua Tengah yaitu:
1. Mencari dan menentukan lokasi destinasi pariwisata Nasional di Pulau Bali- Nusa Lembongan.
2. Mengidentifikasi dan menginventarisasi mengenai konsep geografi Fisik di Nusa Lembongan
3. Mengidentifikasi dan menginventarisasi geografi Sosial di Nusa Lembongan 4. Mengidentifikasi dan menginventarisasi geografi Regional di Nusa
Lembongan
5. Membuat Rancangan Program DPN Pulau Bali-Nusa Lembongan.
6. Membuat laporan hasil praktikum (Mengikuti Kelengkapan dan Format SV IPB) dan PPT.
IV. KONDISI UMUM
A. Sumberdaya Geografis Destinasi Pariwisata
Destinasi pariwisata memiliki sumberdaya alam baik fisik maupun biotik.
Sumberdaya alam tersebut memiliki komponen yang meliputi geografi fisik, geografi sosial, dan geografi regional. Berikut ini merupakan sumberdaya geografi destinasi pariwisata yang terdapat di DPN Pulau Bali – Nusa Lembongan dan sekitarnya. (Tabel 2).
1. Geografi Fisik (Mila Maratusholihah/J0302201045)
Geografi fisik bagian ilmu geografi yang mempelajari segala sesuatu yang berkaitan dengan studi tentang proses dan pola dalam lingkungan alam di muka bumi. Berikut merupakan geografi fisik dari Pulau Bali-Nusa Lembongan.
a. Letak Geografis
Pantai Nusa Lembongan terletak di Kabupaten Klungkung, provinsi Bali.
Kabupaten Klungkung merupakan kabupaten yang luasnya terkecil kedua setelah Kota Denpasar dari 9 (sembilan) kabupaten dan kota yang berada di Bali yakni dengan luas wilayah sebesar 315 km². Secara astronomis, Kabupaten Klungkung terletak di antara 115°21'28" BT – 115°37'43" BT dan 8°27'37" LS – 8°49'00" LS.
b. Topografi
Secara topografis, wilayah Kabupaten Klungkung memiliki ketinggian muka tanah yang beragam. Berdasarkan ketinggiannya, wilayah Kabupaten Klungkung didominasi oleh wilayah perbukitan dengan ketinggian antara 100-500 mdpl yang luas wilayahnya sebesar 227,48 km² atau 72,22% dari total luas wilayah Kabupaten Klungkung, kemudian disusul oleh dataran rendah dengan ketinggian antara 0-100 mdpl yang luas wilayahnya adalah 86,27 km² atau 27,38% dari total luas wilayah Kabupaten Klungkung, dan terakhir diikuti oleh dataran tinggi dengan ketinggian lebih dari 500 mdpl yang luasnya hanya 1,25 km² atau 0,4%
dari total luas wilayah Kabupaten Klungkung.
c. Iklim
Wilayah Kabupaten Klungkung beriklim tropis dengan tipe iklim tropis basah dan kering (Am) yang memiliki dua pola musim yang diakibatkan oleh pergerakan angin monsun, yaitu musim penghujan dan musim kemarau. Musim penghujan di wilayah Kabupaten Klungkung terjadi akibat hembusan angin monsun baratan yang bersifat basah, lembap, serta banyak membawa uap air dan biasanya berlangsung pada periode November hingga April.
d. Cuaca
Kabupaten Klungkung memiliki musim kemarau di wilayah ini terjadi karena hembusan angin monsun timuran yang bersifat kering dan umumnya berlangsung pada periode Mei hingga Oktober. Jumlah hari hujan di wilayah Kabupaten Klungkung berkisar antara 100 hingga 160 hari hujan per tahunnya. Suhu udara di wilayah Kabupaten Klungkung berkisar antara 22 °C hingga 34 °C dengan tingkat kelembapan relatif berada pada angka 60% hingga 90%.
e. Tumbuhan
Kawasan Desa Nusa Lembongan terpilih sebagai lokasi Pusat Konservasi Eco Park Mangrove karena kawasan tersebut memiliki potensi menurut Peraturan Daerah Kabupaten Klungkung Nomor 1 Tahun 2013 pada pasal 12 huruf b, yaitu memantapkan Kawasan Konservasi Perairan Nusa Penida dalam rangka pelestarian ekosistem hutan mangrove, padang lamun, terumbu karang, perikanan lestari serta potensi DTW bahari. Selain digunakan sebagai kawasan pariwisata, kawasan Eco park Mangrove yang akan dirancang merupakan sebuah sebuah fasilitas yang memiliki tujuan utama untuk melestarikan ekosistem mangrove di Nusa Lembongan. Dengan fasilitas-fasilitas yang berada di tengah ekosistem mangrove. Keberadaan Eco Park Mangrove Nusa Lembongan diharapkan mampu memberikan kesadaran bahwa ekosistem mangrove sebagai bagian penting dari kehidupan di daerah Nusa Lembongan. Selain itu juga menciptakan wadah yang dapat memberikan informasi dalam berbagai bentuk tidak hanya melalui proses pembelajaran literatur saja akan tetapi sebagai wadah yang menampung berbagai kegiatan dalam tahap pembelajaran yang lebih efektif melalui pelestarian mangrove, menciptakan bangunan dengan menciptakan ruang yang aman, nyaman secara sirkulasi dan kualitas ruang bagi wisatawan dan masyarakat lokal.
f. Satwa
Mola Mola menghabiskan sebagian besar hidupnya di kedalaman kurang dari 200 meter, jadi saat ia muncul kembali, khususnya dari Juli hingga akhir November, wisatawan dapat melihatnya. Saat MolaMola muncul, terkadang wisatwan bisa melihat angel fish menunggu untuk membersihkannya di jarak antara 25 dan 50 meter. Mola Mola dapat ditemui sekitar pulau Nusa Lembongan dan Nusa Penida.
Gambar 1 Ikan Mola Mola Sumber: Dive concepts g. Pantai
Pulau Nusa Lembongan merupakan daerah tujuan wisata yang ada di Provinsi Bali diakrenakan memiliki pantai yang sangat indah dan menarik untuk dikunjungi wisatawan. Berikut merupakan nama-nama pantai yang ada di Pulau Nusa Lembongan, Bali:
a. Pantai Jungut Batu b. Mushroom Beach c. Pantai Selambung
2. Geografi Sosial (Maulki Fahru Rijal /J0302201102)
Karakteristik geografis suatu wilayah dapat mempengaruhi kehidupan sosial budaya. Hal ini mampu membentuk kehidupan sosial masyarakat. Geografi juga memengaruhi ketersediaan sumber makanan seperti hewan dan tumbuhan.
Masyarakat yang tinggal di pegunungan, memiliki berbagai tumbuhan dan hewan darat untuk dikonsumsi. Masyarakat yang tinggal di pantai, cenderung mengonsimsi lebih banyak ikan dan hasil laut. Salah satu Geografi Sosial di Pulau Bali- Nusa Lembongan sebagai Berikut.
a. Jumlah Penduduk (Maulki Fahru Rijal / J0302201102)
Jumlah penduduk di Nusa Lembongan Jumlah penduduk sesuai data tahun 2004 adalah 48.253 dan data tahun 2018 jumlah penduduk meningkat menjadi sebesar 121.597 jiwa. Penduduk Nusa Lembongan sendiri secara perlahan mulai majemuk oleh karena proses migrasi sebagai bagian pergerakan industri pariwisata yang ada di pulau ini, masyarakatnya terdiri dari: Orang asli Nusa Lembongan, dan para pendatang yaitu suku Sumba dan suku Timor di Nusa Penida 200-250 orang dan di Nusa Lembongan 300 –400 orang, lalu suku Jawa 500 orang, suku Manado 5 –30 orang, suku Papua 10 orang,
suku Batak 25 orang, dan sebagian lagi orang asing (expatriat). Dari data-data ini maka dapat diketahui bahwa masyarakat di Nusa Lembongan sedang berkembang ditandai dengan mulainya perkembangan pariwisata di sana sehingga menarik penduduk dari daerah lain untuk menetap di Nusa Lembongan.
b. Mata Pencaharian ( Maulki Fahru Rijal / J0302201102)
Mata pencaharian masyarakat di Nusa Lembongan, Pulau Bali, didominasi oleh sektor pariwisata dan kelautan. Karena Nusa Lembongan merupakan destinasi pariwisata yang populer, banyak penduduk setempat yang terlibat dalam industri pariwisata seperti pengelolaan hotel, restoran, penyewaan perahu, dan kegiatan wisata lainnya. Selain itu, sebagian masyarakat di Nusa Lembongan juga menggantungkan mata pencahariannya pada sektor kelautan, seperti nelayan dan petani rumput laut. Nelayan di pulau ini biasanya menjalankan kegiatan penangkapan ikan dan menyediakan jasa perjalanan dengan perahu tradisional untuk wisatawan yang ingin menjelajahi perairan sekitar Nusa Lembongan.
Pertanian dan peternakan juga menjadi sumber mata pencaharian penting di Nusa Lembongan, meskipun dalam skala yang lebih kecil dibandingkan dengan sektor pariwisata dan kelautan. Beberapa penduduk setempat menggarap lahan pertanian untuk menanam sayuran, buah-buahan, atau ternak. Namun, penting untuk dicatat bahwa informasi ini mungkin telah berubah seiring dengan perkembangan terbaru. Saya menyarankan Anda untuk mencari sumber informasi terbaru atau menghubungi otoritas setempat untuk memperoleh data yang paling akurat mengenai mata pencaharian masyarakat di Nusa Lembongan, Pulau Bali.
Gambar 2. Mata Pencaharian Masyarakat Nusa Lembongan Sumber:
c. Bahasa (Maulki Fahru Rijal / J0302201102)
Masyarakat di Pulau Nusa Lembongan, seperti wilayah lain di Bali, memiliki bahasa adat yang disebut dengan "Bahasa Bali". Bahasa Bali merupakan bahasa yang digunakan dalam konteks budaya dan adat istiadat di Bali. Bahasa ini memiliki beragam dialek yang dapat berbeda-beda antara satu wilayah dengan wilayah lainnya di Pulau Bali. Bahasa Bali digunakan dalam berbagai upacara adat, ritual keagamaan, dan interaksi sosial dalam komunitas Bali. Penting untuk
dicatat bahwa Bahasa Bali juga digunakan dalam konteks keluarga, komunitas desa, dan upacara keagamaan seperti upacara pernikahan, upacara kematian, atau upacara hari raya keagamaan. Namun, dengan pertumbuhan pariwisata di Pulau Nusa Lembongan dan interaksi dengan wisatawan internasional, penduduk setempat juga memiliki pengetahuan dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris untuk berkomunikasi dengan pengunjung yang datang dari berbagai negara. Jadi, bahasa adat yang umum digunakan oleh masyarakat di Pulau Nusa Lembongan adalah Bahasa Bali, yang memiliki peran penting dalam budaya, adat istiadat, dan upacara keagamaan di komunitas Bali.
d. Pakaian ( Maulki Fahru Rijal / J0302201102)
Masyarakat di Nusa Lembongan, Pulau Bali, memiliki pakaian adat yang khas yang sering digunakan dalam upacara adat dan acara budaya. Berikut adalah beberapa contoh pakaian adat yang umum di Pulau Bali, termasuk Nusa Lembongan:
a. Kebaya: Kebaya adalah pakaian tradisional untuk wanita di Bali. Biasanya terdiri dari blus longgar dengan lengan panjang dan rok yang dipadukan dengan selendang atau kain yang disebut "kamen".
b. Sarong: Sarong adalah kain panjang yang dililitkan di pinggang dan digunakan sebagai rok oleh wanita dan pria di Bali. Sarong umumnya terbuat dari kain tradisional dengan motif dan warna yang khas.
c. Udeng: Udeng adalah kain penutup kepala tradisional yang digunakan oleh pria di Bali. Udeng biasanya dikenakan saat acara adat, upacara keagamaan, atau upacara pernikahan.
d. Selendang: Selendang adalah kain panjang yang digunakan sebagai aksesoris oleh wanita di Bali. Selendang dapat dikenakan di atas bahu, di kepala, atau digunakan untuk membungkus tubuh.
e. Songket: Songket adalah kain tenunan dengan benang emas atau perak yang digunakan untuk membuat pakaian adat mewah di Bali. Songket sering digunakan dalam upacara adat yang penting atau acara pernikahan.
Penting untuk dicatat bahwa pakaian adat ini biasanya digunakan dalam konteks upacara adat dan acara budaya di Bali. Di sehari-hari, masyarakat di Nusa Lembongan umumnya mengenakan pakaian modern seperti yang umum ditemui di tempat lain.
gambar 1 . Baju Adat Nusa Lembongan
Sumber : SuaraUtamaID e. Kesenian (Maulki Fahru Rijal / J0302201102)
Masyarakat di Nusa Lembongan, Pulau Bali, memiliki tradisi seni dan budaya yang kaya. Beberapa jenis kesenian adat yang diwarisi dan dipraktikkan oleh masyarakat di Nusa Lembongan antara lain:
a. Tari Barong: Tari Barong adalah salah satu tarian adat yang populer di Bali.
Tarian ini menggambarkan pertempuran antara Barong (makhluk mitologi yang melambangkan kebaikan) dan Rangda (makhluk mitologi yang melambangkan kejahatan).
b. Tari Kecak: Tari Kecak adalah tarian unik yang menggunakan vokal "cak"
oleh para penari laki-laki yang duduk berbaris membentuk lingkaran. Tarian ini biasanya mengisahkan cerita Ramayana dan melibatkan gerakan tangan dan tubuh yang koreografi yang indah.
c. Gamelan: Gamelan adalah ansambel musik tradisional yang terdiri dari berbagai jenis instrumen seperti gong, kendang, suling, dan metalofon. Musik gamelan sering mengiringi pertunjukan tari dan upacara adat di Nusa Lembongan.
d. Wayang Kulit: Wayang Kulit adalah pertunjukan boneka kulit tradisional yang menggunakan layar putih dan cahaya lilin. Pertunjukan Wayang Kulit mengisahkan cerita-cerita epik seperti Mahabharata atau Ramayana dan diiringi oleh musik gamelan.
e. Nyepi: Nyepi adalah perayaan Tahun Baru Saka (penanggalan Bali) yang dirayakan dengan cara yang unik. Pada hari tersebut, seluruh Pulau Bali, termasuk Nusa Lembongan, diam total selama 24 jam. Ini mencakup larangan melakukan kegiatan seperti bepergian, bekerja, atau menggunakan listrik, sebagai bentuk introspeksi dan kebersihan spiritual.
Selain itu, masyarakat di Nusa Lembongan juga memiliki tradisi dan upacara adat lainnya seperti upacara pernikahan, upacara kematian, dan perayaan hari raya keagamaan yang diwarnai dengan berbagai seni dan budaya lokal. Penting untuk diingat bahwa seni dan budaya adalah bagian penting dari kehidupan masyarakat di Nusa Lembongan, dan kesenian adat tersebut dapat beragam dan terus berkembang seiring dengan waktu dan generasi yang berbeda.
Gambar 2. Kesenian Tari Barong
Sumber : seringjalan.com f. Kuliner (Maulki Fahru Rijal / J0302201102)
Masyarakat di Nusa Lembongan, Pulau Bali, memiliki beberapa kuliner khas yang mencerminkan budaya dan cita rasa lokal. Berikut ini adalah beberapa contoh kuliner khas yang dapat ditemukan di Nusa Lembongan:
a. Sate Lilit: Sate Lilit adalah hidangan khas Bali yang terbuat dari daging cincang yang dicampur dengan rempah-rempah seperti bawang putih, serai, dan kelapa parut. Campuran ini kemudian dibalut di sekitar batang serai atau bambu dan dipanggang hingga matang. Sate Lilit sering disajikan dengan nasi putih atau dalam hidangan nasi campur.
b. Pepes Ikan: Pepes Ikan adalah hidangan ikan yang dibungkus dalam daun pisang dan dikukus atau dipanggang. Ikan yang digunakan biasanya berupa ikan laut seperti ikan kakap atau ikan tuna, dan dibumbui dengan rempah- rempah seperti bawang merah, cabai, serai, dan daun kemangi.
c. Lawar: Lawar adalah hidangan tradisional Bali yang terdiri dari campuran daging cincang (biasanya babi) atau sayuran, rempah-rempah, kelapa parut, dan darah babi yang diolah. Lawar memiliki cita rasa yang kaya dan kompleks, dan sering disajikan sebagai lauk dalam makanan Bali tradisional.
d. Nasi Campur Bali: Nasi Campur Bali adalah hidangan nasi campur khas Bali yang terdiri dari nasi putih yang disajikan dengan berbagai lauk pauk seperti daging babi panggang, ayam betutu, sayuran, sate lilit, lawar, dan sambal Bali. Setiap penjual atau warung mungkin memiliki variasi sendiri dalam penyajian nasi campur Bali.
e. Jaja Bali: Jaja Bali adalah kue tradisional Bali yang terbuat dari bahan dasar seperti kelapa parut, ketan hitam, gula kelapa, dan rempah-rempah seperti daun pandan. Kue ini biasanya dibentuk dalam bentuk bulat atau lonjong, kemudian dikukus atau dipanggang.
Selain hidangan-hidangan tersebut, masyarakat di Nusa Lembongan juga menyajikan hidangan laut segar seperti ikan, udang, dan kerang sebagai bagian dari kuliner lokal. Pastikan untuk mencicipi hidangan-hidangan khas tersebut ketika mengunjungi Nusa Lembongan untuk mendapatkan pengalaman kuliner yang autentik.
gambar 3 Kuliner Nusa Lembongan Sumber : Bali Tours Club
3. Geografi Regional (Anis Nisrina Melviana/J1302201003) a. Lokasi administratif
Pulau Lembongan atau dalam bahasa Bali disebut Nusa Lembongan adalah sebuah pulau kecil terletak yang berdekatan dengan Nusa Ceningan dan 2 km di sebelah barat laut Nusa Penida terletak di Selat Badung sebelah tenggara Pulau Bali. Pulau yang memiliki panjang 4,6 km dan lebar 1-1,5 km ini berada kira-kira 11 km di sebelah tenggara Bali. Secara administratif, pulau ini termasuk wilayah Kabupaten Klungkung, Provinsi Bali, Indonesia.
Nusa Lembongan terbagi menjadi dua desa yakni Desa Lembongan dan Desa Jungubatu. Desa Lembongan membawahi 6 dusun dan 12 banjar adat, yang wilayahnya berada di dua pulau yakni sebagian besar Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan. Keenam dusun yang menyokong Desa Lembongan yaitu; Dusun Kawan, Kaja, Kelod, Kangin, Ceningan Kawan dan Ceningan Kangin (dua dusun terakhir terletak di Nusa Ceningan).
b. Jarak
Pulau Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan. Kedua pulau ini bersama dengan Nusa Penida merupakan gugusan tiga Nusa yang terletak di Kabupaten Klungkung, Bali. Ketiga pulau ini dapat diakses dengan mudah menggunakan kapal cepat dari 4 (empat lokasi):
1. Pelabuhan Sanur, Denpasar
2. Pelabuhan Pulau Serangan, Denpasar 3. Pelabuhan Tribuana, Kusama, Klungkung 4. Pelabuhan Padangbai, Karangasem
Dari keempat dermaga tersebut, pelabuhan Sanur relatif lebih sering dipilih oleh wisatawan karena lokasinya lebih mudah dijangkau di wilayah selatan Bali.
Pengunjung dapat memilih untuk menyeberang ke Nusa Penida atau Nusa Lembongan. Nusa Penida adalah pulau terbesar diantara tiga nusa dan terpisah sekitar 2 km dengan Nusa Lembongan. Sedangkan, Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan terkenal dengan twin Islands karena jaraknya yang berdekatan satu sama lain. Kedua pulau tersebut hanya dipisahkan oleh 100m laut yang terhubung dengan sebuah jembatan gantung yellow bridge yang menjadi ikon kedua pulau tersebut.
c. Akses
Aksesibilitas Pulau Nusa Lembongan, sebagai bagian dari Provinsi Bali, dapat terbatas dan tergantung pada beberapa faktor. Berikut adalah beberapa informasi umum mengenai aksesibilitas ke Nusa Lembongan
1. Bandara: Nusa Lembongan dapat diakses melalui Bandara Ngurah Rai yang melayani penerbangan domestik. Bandara ini merupakan pintu masuk utama untuk mencapai Nusa Lembongan melalui udara. Beberapa maskapai penerbangan seperti Garuda Indonesia, Lion Air, dan Trigana Air melayani penerbangan ke dan dari Denpasar.
2. Transportasi Laut: Transportasi dari dan ke Nusa Lembongan dan Desa Lembongan dengan Pulau Bali ditempuh melalui jalur laut yakni; dari dan ke Bali Timur melalui jalur Pelabuhan Tri Buwana - Bias Munjul Ceningan Kangin, dari dan ke Bali Barat melalui jalur Pelabuhan Sanur Denpasar - Pelabuhan Tanjung Sanghyang Lembongan. Lama perjalanan dari Sanur menuju Tanjung Sanghyang Lembongan sekitar 1 - 1,5 jam menggunakan jukung (jangolan) dan sekitar 30 menit kalo menggunakan kapal cepat.
Transportasi dari dan ke Desa Lembongan untuk pagi hari menggunakan jukung, siang dan sore menggunakan kapal cepat.
3. Jaringan Jalan: , jaringan jalan dikembangkan melalui pendekatan wilayah agar tercapai keseimbangan dan pemerataan pembangunan, memperkukuh kesatuan nasional serta membentuk struktur ruang dalam rangka mewujudkan sasaran pembangunan, baik lokal maupun secara nasional. Di wilayah Klungkung sendiri pengembangan infrastruktur jalan relatif lambat dan hanya terdapat 17,40 km jalan negara (arteri primer), 20,97 km jalan provinsi (kolektor provinsi), 342,46 km jalan kabupaten (kolektor kabupaten) dan 203,226 km jalan desa (lokal).Ketiadaan anggaran dalam perencanaan dan pembangunan merupakan alasan klasik utama. Kecamatan Nusa Penida meliputi Nusa Gede, Nusa Ceningan dan Nusa Lembongan dengan kondisi geografis terpisah dari daratan Pulau Bali.Sampai saat ini satu-satunya akses transportasi yang tersedia adalah transportasi laut. Pelabuhan penyeberangan yang representatif adalah pelabuhan Mentigi di Nusa Penida dan pelabuhan Padangbai di Karangasem. Disamping itu, ruas-ruas jalan eksisting di Nusa Penida kurang memenuhi standar yang disyaratkan oleh Bina Marga, yang umumnya masih merupakan jalan-jalan setapak. Untuk mengantisipasi hal tersebut supaya Nusa Penida bisa tumbuh perekonomiannya perlu memprioritaskan jalan sebagai infrastruktur perintis pembangunan wilayah.
d. Pola perwilayahan
Nusa Lembongan terbagi menjadi dua desa yakni Desa Lembongan dan Desa Jungubatu. Desa Lembongan membawahi 6 dusun dan 12 banjar adat, yang wilayahnya berada di dua pulau yakni sebagian besar Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan. Keenam dusun yang menyokong Desa Lembongan yaitu; Dusun Kawan, Kaja, Kelod, Kangin, Ceningan Kawan dan Ceningan Kangin (dua dusun terakhir terletak di Nusa Ceningan).Pola perwilayahan ini memudahkan pemerintah dalam mengatur administrasi dan pelayanan publik di wilayah Kota Nabire.
e. Bentuk wilayah
Nusa Lembongan merupakan salah satu pulau kecil dari tiga gugusan pulau lainnya yakni Nusa Penida, Nusa Ceningan, dan Nusa Lembongan itu sendiri. Nusa Lembongan terletak di sebelah tenggara Bali dan merupakan pulau terbaik dari dua pulau lainnya. Pulau ini termasuk wilayah Kabupaten Klungkung dan letaknya dipisahkan oleh Selat Badung dari Pulau Bali.
Pulau (Nusa) Lembongan memiliki panjang 4,6 km dan lebar 1-1,5 km.
Sekalipun hanya merupakan sebuah pulau kecil, Di pulau yang hampir berimpitan dengan Nusa Penida dan Nusa Ceningan itu pengunjung akan dimanjakan dengan berbagai jenis ikan yang bisa dilihat langsung atau ketika snorkling. Pulau Nusa Lembongan terdiri dari tempat-tempat tanjakan dan bertebing, tidak seperti pulau lain yang kontur tanahnya rata.
f. Pola Kota
Karakteristik pulau kecil Nusa Lembongan terbentuk secara alami, dikelilingi oleh air dan selalu berada di atas permukaan air pada saat pasang tertinggi.
Pembangunan berkelanjutan tidak saja berkonsentrasi pada isu-isu lingkungan. Lebih luas daripada itu, pembangunan berkelanjutan mencakup tiga lingkup kebijakan pembangunan ekonomi, pembangunan sosial dan perlindungan lingkungan. Dengan konsep pengembangan pariwisata pesisir yang berdasarkan pada view, keunikan alam, karakteristik ekosistem,kekhasan seni budaya dan karaktersitik masyarakat dengan menggunakan prinsip sustainability yaitu memperhatikan kebutuhan saat ini dengan mempertimbangkan kebutuhan (hidup) generasi penerus di waktu yang akan datang. Di kawasan wisata Nusa Lembongan telah terjadi sinergi yang saling terkait yang muncul karena interaksi wisatawan, bisnis penyedia jasa, pemerintah dan komunitas setempat, dalam proses mendatangkan wisatawan atau pengunjung.Karakteristik pulau kecil seperti Nusa Lembongan merupakan wilayah daratan yang masih terjaga kealamiannya yang dikelilingi oleh air dan selalu berada di atas permukaan air, terpisah dari pulau besar. Perekonomian secara local sangat bertumpu pada perkembangan ekonomi luar pulau,yakni pulau induk dan pulau-pulau sekelililingnya.
Beberapa pulau kecil yang ada di Nusa Lembongan termasuk pantainya merupakan sumber daya alam hayati dan aset wisata bahari yang sangat potensial. (Kurniatini dan Darsana 2021)
g. Keunggulan Kota
keunggulan wisata bahari pesisir Nusa Lembongan. Pulau Nusa Lembongan Bali sendiri merupakan sebuah wilayah kepulauan di Bali yang lokasinya dikelilingi hutan pohon mangrove, pohon – pohon mangrove ini sendiri selama ini berfungsi sebagai salah satu hutan alam yang dijaga dan dikelola sebagai pelindung dari abrasi laut. Pantai Mangrove di Nusa Lembongan
lokasinya agak terpencil. Untuk dapat mencapai lokasi pantai Mangrove sebaiknya anda menggunakan sepeda motor.
h. Kota sekitar
Pulau Lembongan atau dalam bahasa Bali disebut Nusa Lembongan adalah sebuah pulau kecil terletak yang berdekatan dengan Nusa Ceningan dan 2 km di sebelah barat laut Nusa Penida terletak di Selat Badung sebelah tenggara Pulau Bali. Provinsi Bali terletak di antara pulau Jawa dan Lombok. Wilayah Provinsi Bali terdiri dari Pulau Bali dan pulau-pulau yang lebih kecil di sekitarnya, yaitu Pulau Nusa Penida, Pulau Nusa Lembongan, Pulau Nusa Ceningan, Pulau Serangan, dan Pulau Menjangan. Pulau Bali adalah bagian dari Kepulauan Sunda Kecil sepanjang 153 km dan selebar 112 km sekitar 3,2 km dari Pulau Jawa.
i. Ciri Wilayah
Pulau Nusa Lembongan Bali sendiri merupakan sebuah wilayah kepulauan di Bali yang lokasinya dikelilingi hutan pohon mangrove, pohon – pohon mangrove ini sendiri selama ini berfungsi sebagai salah satu hutan alam yang dijaga dan dikelola sebagai pelindung dari abrasi laut. Pantai Mangrove di Nusa Lembongan lokasinya agak terpencil. Untuk dapat mencapai lokasi pantai Mangrove sebaiknya anda menggunakan sepeda motor. Disana Anda juga dapat melihat pemandangan Gunung Agung Bali dari pantai Mangrove.
B. Fasilitas Pendukung Destinasi pariwisata ( Muhammad Rio Adrian/
J0302201052)
Fasilitas pendukung destinasi pariwisata adalah sesuatu yang melengkapi penyelenggaraan kegiatan wisata yang memberikan kemudahan, kenyamanan, dan keselamatan bagi pengguna jasa wisata tersebut. Fasilitas ini berupa sumberdaya fisik yang harus ada sebelum jasa dapat ditawarkan kepada konsumen. Berikut ini fasilitas pendukung di DPN Bali – Nusa Lembongan, dan sekitarnya.
1. Infrastruktur Jalan
Pada Pulau Bali terdapat jalur laut yang menghubungkan Pulau Bali dengan Nusa Lembongan. Jalur ini dilayani oleh kapal feri dan kapal cepat yang mengangkut penumpang dan kendaraan antara dua pulau tersebut. Setibanya di Nusa Lembongan, terdapat beberapa infrastruktur jalan yang dapat digunakan oleh wisatawan:
a. Jalan Raya Jungut Batu: Jalan ini merupakan jalan utama di Nusa Lembongan yang menghubungkan wilayah Jungut Batu, yang merupakan salah satu kawasan
wisata utama di pulau ini. Jalan ini biasanya ramai dengan aktivitas wisatawan, restoran, toko, dan akomodasi.
b. Jalan Lembongan: Jalan ini menghubungkan Jungut Batu dengan daerah lain di Nusa Lembongan, seperti Mushroom Bay dan Dream Beach. Jalan ini relatif kecil dan sempit, namun tetap dapat dilalui oleh kendaraan bermotor.
c. Jalan Lembongan - Ceningan: Terdapat jembatan gantung yang menghubungkan Nusa Lembongan dengan pulau tetangganya, Nusa Ceningan.
Jalan ini memungkinkan wisatawan untuk menjelajahi kedua pulau dengan mudah.
d. Jalan Dream Beach: Jalan ini menghubungkan daerah Dream Beach dengan wilayah lain di Nusa Lembongan. Dream Beach terkenal dengan pantainya yang indah dan ombak yang besar, dan jalan ini memberikan akses ke tempat wisata tersebut.
2. Transportasi Udara, Laut, Sungai, dan Darat
Pada Pulau Bali terdapat berbagai jenis transportasi yang tersedia untuk perjalanan dari Bali ke Nusa Lembongan. Berikut adalah beberapa pilihan transportasi yang bisa digunakan:
a. Transportasi Udara: Nusa Lembongan tidak memiliki bandara sendiri, jadi untuk mencapai pulau ini melalui udara, wisatawan harus terbang ke Bandara Internasional Ngurah Rai di Bali terlebih dahulu. Setelah itu, mereka dapat menggunakan transportasi laut seperti feri atau kapal cepat untuk melanjutkan perjalanan ke Nusa Lembongan.
b. Transportasi Laut (Feri dan Kapal Cepat): Transportasi laut merupakan pilihan utama untuk mencapai Nusa Lembongan dari Bali. Terdapat kapal feri dan kapal cepat yang beroperasi dari beberapa pelabuhan di Bali, seperti Sanur, Serangan, dan Padangbai. Waktu perjalanan berkisar antara 30 hingga 90 menit tergantung pada jenis kapal yang digunakan.
c. Transportasi Sungai: Nusa Lembongan tidak memiliki transportasi sungai yang signifikan karena pulau ini tidak memiliki aliran sungai yang besar.
d. Transportasi Darat: Setelah tiba di Nusa Lembongan, transportasi darat yang umum digunakan adalah sepeda motor. Banyak wisatawan yang menyewa sepeda motor untuk menjelajahi pulau ini. Namun, perlu diingat bahwa di Nusa Lembongan tidak ada jaringan jalan yang luas seperti di Bali, dan beberapa daerah mungkin memiliki jalan yang sempit dan tidak beraspal.
3. Penginapan
DPN Bali - Nusa Lembongan, terdapat berbagai pilihan penginapan yang sesuai dengan berbagai preferensi dan anggaran. Nusa Lembongan adalah pulau yang relatif kecil, sehingga jumlah penginapan mungkin tidak sebanyak di Bali.
Namun, dengan pertumbuhan pariwisata yang pesat, pilihan penginapan di Nusa Lembongan terus berkembang. Berikut adalah beberapa jenis penginapan yang umum ditemukan di Bali - Nusa Lembongan:
a. Resort dan Hotel: Terdapat berbagai resort dan hotel mewah di Nusa Lembongan yang menawarkan fasilitas lengkap seperti kolam renang, restoran, spa, dan akses langsung ke pantai. Beberapa contoh resort terkenal di Nusa Lembongan adalah The Tamarind Resort, Batu Karang Lembongan Resort & Day Spa, dan Hai Tide Beach Resort.
b. Villa dan Bungalow: Ada juga pilihan villa dan bungalow yang menawarkan privasi dan kenyamanan. Penginapan semacam ini biasanya dilengkapi dengan fasilitas dapur, ruang tamu, dan area outdoor pribadi. Beberapa villa populer di Nusa Lembongan antara lain Villa Voyage, Villa Keluarga Nusa, dan Villa Nusa Lembongan.
c. Homestay dan Guesthouse: Bagi yang mencari penginapan yang lebih terjangkau, homestay dan guesthouse adalah pilihan yang baik. Biasanya disediakan kamar-kamar sederhana dengan fasilitas dasar. Penginapan ini dapat memberikan pengalaman menginap yang lebih lokal dan akrab dengan penduduk setempat. Ada beberapa homestay dan guesthouse yang dapat ditemukan di Nusa Lembongan seperti Lembongan Made Inn dan Ketut's Homestay.
d. Hostel: Jika Anda bepergian dengan anggaran yang sangat terbatas, hostel bisa menjadi pilihan yang ekonomis. Hostel umumnya menawarkan kamar tidur bersama dengan fasilitas umum seperti dapur bersama dan area bersantai. Salah satu hostel yang terkenal di Nusa Lembongan adalah Lembongan Hostel.
4. Rumah Makan
DPN Bali - Nusa Lembongan, terdapat berbagai pilihan rumah makan yang menawarkan berbagai masakan lokal dan internasional. Rumah makan di Nusa Lembongan terus berkembang dengan pertumbuhan pariwisata yang pesat. Selain itu, juga terdapat warung makan kecil dan warung makan pinggir jalan yang menyajikan masakan tradisional lokal. Berikut adalah beberapa rumah makan yang dapat ditemukan di Nusa Lembongan:
a. The Deck Café & Bar: Terletak di Jungut Batu, The Deck Café & Bar menawarkan pemandangan laut yang indah. Mereka menyajikan berbagai hidangan internasional seperti hidangan barat, hidangan laut segar, dan hidangan Indonesia.
b. Ginger & Jamu: Merupakan restoran dengan nuansa alami dan santai yang terletak di Nusa Lembongan. Ginger & Jamu menyajikan masakan sehat dengan bahan organik lokal. Menu mereka mencakup hidangan vegetarian, vegan, dan juga pilihan hidangan internasional.
c. Hai Bar & Grill: Terletak di Hai Tide Beach Resort, Hai Bar & Grill menyajikan hidangan laut segar, hidangan barat, dan hidangan Indonesia.
Restoran ini menawarkan pemandangan pantai yang menakjubkan dan suasana yang santai.
d. The Sandy Bay Beach Club: Berlokasi di Pantai Sandy Bay, restoran ini menawarkan pemandangan laut yang indah. The Sandy Bay Beach Club menyajikan hidangan barat dan hidangan laut segar. Mereka juga memiliki bar lengkap dengan berbagai minuman.
e. The Beach Club at Sandy Bay: Terletak di Pantai Sandy Bay, The Beach Club at Sandy Bay menawarkan pengalaman makan yang unik dengan suasana yang nyaman. Mereka menyajikan hidangan Asia dan hidangan barat, serta berbagai minuman segar.
f. Warung Made: Warung Made adalah restoran Indonesia yang terkenal di Bali.
Mereka memiliki cabang di Nusa Lembongan yang menyajikan hidangan Indonesia autentik seperti nasi campur, ayam betutu, dan sate. Restoran ini menawarkan suasana santai dan harga yang terjangkau.
5. Tempat Rekreasi
DPN Bali - Nusa Lembongan, terdapat berbagai tempat rekreasi dan atraksi yang menawarkan berbagai aktivitas untuk dinikmati oleh wisatawan. Terdapat aktivitas lain seperti bersepeda, menyewa sepeda motor untuk menjelajahi pulau, atau mengikuti tur perahu untuk mengunjungi Nusa Penida dan Nusa Ceningan yang berdekatan. Berikut adalah beberapa tempat rekreasi yang dapat ditemukan di Nusa Lembongan:
a. Pantai Jungut Batu: Pantai ini adalah salah satu pantai terbesar di Nusa Lembongan dan menawarkan suasana yang santai. Wisatawan dapat menikmati kegiatan seperti berjemur di pantai, berenang, berselancar, atau bahkan hanya bersantai menikmati pemandangan pantai yang indah.
b. Dream Beach: Terkenal dengan ombaknya yang besar, Dream Beach adalah tempat yang populer bagi para peselancar dan penggemar pantai. Pantai ini juga menawarkan pemandangan yang spektakuler dan air yang jernih. Wisatawan dapat berselancar, berenang, atau hanya menikmati keindahan alam sekitar.
c. Mushroom Bay: Mushroom Bay adalah pantai yang indah dengan pasir putih dan air yang tenang. Tempat ini cocok untuk berenang, snorkeling, atau hanya menikmati suasana yang tenang. Ada juga berbagai restoran dan warung di sekitar pantai untuk menyantap hidangan laut segar.
d. Devils Tear: Devils Tear adalah tempat di mana ombak besar bertabrakan dengan tebing karang, menciptakan semburan air yang dramatis. Wisatawan dapat menyaksikan pemandangan yang menakjubkan dan menikmati indahnya alam sekitar. Namun, perlu diingat untuk tetap berhati-hati di area ini karena gelombangnya yang kuat.
e. Mangrove Forest: Nusa Lembongan memiliki hutan mangrove yang indah yang dapat dijelajahi dengan perahu. Wisatawan dapat mengambil tur perahu mangrove untuk melihat kehidupan hewan dan tumbuhan yang unik di sekitar hutan ini. Tur ini juga biasanya mencakup kunjungan ke Gua Gala-Gala yang terkenal di pulau ini.
f. Snorkeling dan Diving: Nusa Lembongan adalah tempat yang populer untuk melakukan snorkeling dan menyelam. Terumbu karang yang indah dan kehidupan laut yang melimpah membuatnya menjadi surga bagi para penyelam. Ada berbagai operator tur yang menawarkan paket snorkeling dan menyelam untuk mengeksplorasi keindahan bawah laut Nusa Lembongan.
6. Tempat Hiburan
DPN Bali - Nusa Lembongan, meskipun pulau ini tidak sebesar Bali, terdapat beberapa tempat hiburan yang bisa dinikmati oleh para wisatawan. Nusa Lembongan adalah pulau yang lebih kecil dan lebih tenang dibandingkan dengan Bali. Hiburan di pulau ini cenderung lebih santai dan alamiah. Namun, masih terdapat tempat-tempat yang menawarkan hiburan yang menyenangkan, meskipun tidak sebanyak di Bali. Berikut adalah beberapa tempat hiburan yang dapat ditemukan di Nusa Lembongan:
a. Beach Clubs: Ada beberapa beach club di Nusa Lembongan yang menawarkan hiburan, suasana santai, dan pemandangan pantai yang indah. Beach club ini seringkali memiliki kolam renang, tempat bersantai, bar, dan sering mengadakan acara musik dan DJ setiap minggunya.
b. Sunset Cruises: Menikmati perjalanan kapal pesiar saat matahari terbenam adalah pengalaman yang indah di Nusa Lembongan. Ada beberapa perusahaan yang menawarkan tur kapal pesiar matahari terbenam dengan hiburan musik dan minuman ringan.
c. Acara Budaya: Di Nusa Lembongan, terdapat kesempatan untuk menyaksikan pertunjukan tari tradisional Bali seperti tari kecak dan tari Barong. Beberapa
penginapan dan restoran di pulau ini juga menyelenggarakan acara budaya seperti gamelan live atau acara temu tamu untuk memperkenalkan budaya lokal kepada wisatawan.
d. Tempat Makan dan Bar: Ada berbagai restoran dan bar di Nusa Lembongan yang menawarkan hiburan seperti pertunjukan live musik atau pertunjukan tari di malam hari. Beberapa tempat ini menawarkan suasana yang santai sambil menikmati hidangan laut segar dan minuman yang lezat.
e. Yoga dan Meditasi: Nusa Lembongan juga menawarkan berbagai pusat yoga dan meditasi yang menawarkan kelas dan program retret. Beberapa tempat ini memiliki lokasi yang indah dengan pemandangan laut yang menakjubkan, memungkinkan wisatawan untuk bersantai dan menyegarkan pikiran.
7. Taman
DPN Bali - Nusa Lembongan, tidak ada taman yang sebesar taman-taman terkenal di Bali, Nusa Lembongan menawarkan beberapa area hijau yang indah dan tenang yang dapat dinikmati oleh wisatawan. Namun, terdapat beberapa tempat dengan taman yang indah yang dapat dikunjungi di Nusa Lembongan.
Berikut adalah beberapa taman yang dapat ditemukan di pulau ini:
a. Taman Mangrove: Nusa Lembongan memiliki hutan mangrove yang indah yang dapat dijelajahi dengan perahu. Wisatawan dapat mengambil tur perahu mangrove untuk menikmati keindahan alam dan menjelajahi ekosistem hutan mangrove yang unik. Taman Kelapa: Terletak di Jungut Batu,
b. Taman Kelapa adalah taman kecil yang menawarkan suasana yang tenang dan nyaman. Taman ini memiliki pepohonan kelapa yang rindang dan area terbuka yang cocok untuk bersantai dan menikmati pemandangan sekitar.
c. Taman Alam Lembongan: Terletak di Desa Jungut Batu, Taman Alam Lembongan adalah taman kecil yang menawarkan suasana yang alami dan hijau.
Taman ini memiliki berbagai tanaman tropis dan bunga yang indah, serta area bermain untuk anak-anak. Taman Rumput Hijau: Terletak di Pantai Jungut Batu, d. Taman Rumput Hijau adalah tempat populer di Nusa Lembongan yang menawarkan suasana santai dan pemandangan pantai yang menakjubkan. Taman ini memiliki area berumput yang luas dan terbuka di mana wisatawan dapat bersantai dan menikmati pemandangan.
V. HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Perencanaan Aspek Pasar ( Alcharissa Dilaniati Putri/ J0302201109) Analisis pasar adalah kegiatan riset untuk mengetahui hal-hal terkait kondisi fundamental pasar secara meyeluruh. Saat melakukan analisis pasar perlu apa yang menjadi kebutuhan pasar, pemeriksaan terhadap harga, penawaran, faktor yang mempengaruhi kinerja pasar, dan masih banyak lagi. Dari tindakan ini, dapat mengetahui seberapa cocok penawaran pasar tertentu.
DPN Bali-Nusa Lembongan memiliki potensi sdan peluang yang besar dalam bisang pariwisata dan sebagai salah satu daya tarik wisata maka perlu ditindaklajuti dengan pengembangan pariwisata di kawasan tersebut. Untuk menjadi kawasan wisata unggulan Wisata pesisir memiliki potensi lain berupa keindahan dari sumberdaya wisata dapat dikembangkan dan menghasilkan dampak positif dengan ikut meningkan perekonomian kawasan wisata. Nusa Lembongan memiliki keindahan bawah laut yang diminati oleh wisatawan manca negara terutama para penyelam kelas dunia. Nusa Lembongan terdapat beberapa ekosistem lainnya seperti hutan mangrove, taman algae, serta kearifan lokal Desa Nusa Lembongan.
B. Perencanaan Aspek Sumberdaya ( Alcharissa Dilaniati Putri/
J0302201109)
Sumber daya adalah suatu nilai potensi yang dimiliki oleh suatu materi atau unsur tertentu dalam kehidupan. Sumber daya tidak selalu bersifat fisik, tetapi juga non-fisik. Sumber daya ada yang dapat berubah, baik menjadi semakin besar maupun hilang, dan ada pula sumber daya yang kekal. Sumberdaya yang berperan dalam perencanaan paket wisata alam yang direncanakan akan diuraikan secara lebih lanjut sebagai berikut
1. Perencanaan Aspek Fasilitas
Fasilitas adalah segala sesuatu yang dapat memudahkan dan melancarkan pelaksanaan suatu usaha dan merupakan sarana dan prasarana yang dibutuhkan dalam melakukan atau memperlancar suatu kegiatan. Dalam perencanaan kegiatan paket wisata alam memerlukan fasilitas agar kegiatan yang direncanakan dapat berjalan sesuai yang diharapkan. Fasilitas yang yang diperlukan terbagi menjadi dua yaitu fasilitas utama dan fasilitas pendukung. Berikut fasilitas yang diperlukan dalam paket wisata yang direncanakan.
a. Fasilitas Utama
1) Transportasi dan Penginapan
Mobil merupakan kendaraan darat bertenaga mesin sebagai penggerak utamanya.
Mobil yang digunakan dalam perencanaan paket wisata ini berupa short elf yang
dapat menampung sekitar tujuh orang dalam satu mobilnya. Selain mobil pengangkut peserta paket wisata yang telah dibuat, aka nada juga mobil yang digunakan untuk membawa alat-alat yang diperlukan pada kegiatan yang telah dirancang seperti membawa tenda, kompor portable, peralatan makan dan makanan. Untuk mobil yang membawa alat dan keperluan yang dibutuhkan selama kegiatan, mobil yang direncanakan yaitu berupa mobil pick up agar dapat membawa semua barang yang diperlukan dikarenakan muatan mobil yang cukup besar. Disediakannya juga penginapan berupa motel yang berada di sekitar kawasan pantai yang berada di pulau dengan menyajikan keindahan alam. Saat peserta selesai melakukan program malam budaya di malam hari, peserta dapat langsung istirahat di penginapan yang telah disiapkan oleh panitia atau pengelola kegiatan.
2) Toilet
Toilet merupakan ruangan yang digunakan untuk buang air kecil dan buang air besar. Toilet merupakan salah satu fasilitas utama yang diperlukan dalam kegiatan ini karna ketika calon peserta ingin buang air kecil dan buang air besar dapat menggunakan toilet yang telah disediakan. Toilet ini yang direncanakan merupakan toilet dengan ukuran yang tidak terlalu besar dan lokasnya berada di dekat Kawasan pelaksanaan kegiatan dan juga toilet ini nantinya dibedakan antara pengguna laki-laki dan perempuan.
b. Fasilitas Pendukung 1) Tempat Sampah
Tempat sampah adalah tempat untuk menampung sampah secara sementara, yang biasanya terbuat dari logam atau plastik. Kotak sampah merupakan fasilitas pendukung yang diperlukan sebagai media untuk para peserta membuang sampahsampah selama kegiatan dilakukan. Kotak sampah ini nantinya akan ditempatkan di beberapa lokasi sehingga peserta tidak kebingunan mencari tempat membuang sampah.
2) Papan Petunjuk Arah
Secara garis besar Papan rute petunjuk jalan merupakan salah satu rambu lalu lintas yang berfungsi untuk memberikan informasi atau menunjukkan urusan yang akan dituju seseorang. Papan petunjuk arah ini merupakan salah satu fasilitas pendukung pada kegaitan yang telah direncanakan dengan tujuan agar peserta kegiatan tidak tersasar ketika melakukan kegiatan hiking.
2. Perencanaan Aspek Sumberdaya Manusia
Sumberdaya manusia adalah suatu usaha kerja atau jasa yang memang diberikan dengan tujuan dalam melakukan proses produksi (Sonny Sumarsono, 2003). Dengan kata lain sumber daya manusia adalah kualitas usaha yang dilakukan seseorang dalam jangka waktu tertentu guna mendukung jalannya
kegiatan wisata. Program wisata yang dirancang akan melibatkan sumberdaya alam sebagai berikut.
a. Tour Guide
Tour gide atau pemandu wisata adalah seseorang yang memandu, mendampingi, dan memberikan informasi kepada wisatawan selama melakukan kegiatan wisata. Tour guide akan memandu perjalanan mulai dari titik kumpul awal hingga ke titik kumpul akhir. Tugas dari tour guide ini berupa pemanduan jalur wisata dari satu objek ke objek lainnya, pemberi informasi mengenai segala kebutuhan pertanyaan wisatawan dan sebagai tour guide untuk objek yang dikunjungi, pemberi layanan kesehatan berupa penanganan pertama jika terjadi sebuah kecelakaan. Penyediaan satu orang tour guide ini berlaku untuk satu kelompok kecil yang terdiri dari maksimal lima orang.
b. Pengelola Destinasi
Pengelola destinasi wisata merupakan seseorang yang memiliki tugas, wewenang, dan tanggung jawab terhadap destinasi wisata yang dikelola.
Pengelola destinasi ini akan terlibat dalam pemberian izin oprasi dari paket wisata yang telah dirancang, sehingga jalannya kegiatan wisata akan bersifat legal dan aman karena berada dibawah naungan pengelola. Pengelola akan terlibat dalam penjagaan dan perawatan kualitas seserta kebersihan dari setiap fasilitas dan objek wisata. Selain itu, pengelola akan terlibat dalam pemberdayaan masyarakat dalam menjalankan paket wisata alam yang telah dirancang.
c. Masyarakat Sekitar
Sumber daya manusia dari masyarakat sekitar yang berada di destinasi wisata akan ikut terlibat pada penyelenggaraan paket wisata ini. Masyarakat sekitar ini akan dilibatkan dalam hal penyedia jasa transportasi berupa mobil pick up dan minibus yang nantinya akan dikendarai oleh masyarakat itu senduri. Selanjutnya sebagai penyedia warung makanan dan penyedia toko souvenir. Masayarakat juga akan dilibatkan dalam penyedia jasa porter barang yang akan mengangkut barang pribadi dan segala kelengkapan selama melaksanakan kegiatan wisata mulai dari keberangkatan hingga kepulangan ke titik kumpul akhir.
C. Perencanaan Aspek Produk ( Anis Nisrina Melviana/J1302201003) Perencanaan aspek produk ini terdiri dari itinerary dan rincian biaya yang dibutuhkan dalam penyelenggaraan program wisata “ Susur Pulau” di DPN Pulau Bali – Nusa Lembongan – dan sekitarnya. Berikut penjelasan perencanaan aspek produk
1. Itinerary
Program wisata “Susur pulau” ini dimulai dari penginapan dan berakhir di titik kumpul tersebut. Program wisata ini memiliki durasi waktu 1 Hari. Program wisata ini di memiliki sasaran remaja hingga dewasa dengan rentang usia 17 – 30 tahun. Pemilihan sasaran ini dikarenakan kegiatan yang terdapat pada program wisata berkaitan dengan fisik. Jumlah sasaran dalam program ini yaitu 10 orang baik laki-laki ataupun perempuan. Berikut itinerarry program “Sealam” di DPN Pulau Bali –Nusa Lembongan dan sekitarnya.
Tabel 2 Itinerary One day Tour Waktu
(WIB)
Durasi
( Menit) Lokasi Aktivitas
07:30-08:15 45 Menit Hotel Jemput dari hotel
08.15-08.30 15 Menit Hotel Check In
08.30- 09:00 30 Menit Pelabuhan Persiapan kegiatan
09:00-09:15 15 Menit Mangrove Berangkat untuk senorkeling dengan private boat
09:15-10:30 15 Menit Mangrove Senorkeling
10:30-11:30 60 Menit Mangrove Mangrove tour melihat hutan dengan tradisional Boat 11:30-12:30 60 Menit Pulau Istirahat dan Makan Siang 12:30-13:30 60 Menit Blue Lagoon nusa
Ceningan
atraksi jumping cliff langsung dari ketinggian
13:30-14:00 30 Menit Goa gala-gala Menyusuri rumah bawah tanah 14:00-14:15 15 Menit Jembatan Kuning Swafoto Ikon Nusa Lembongan 14:15-15:30 75 Menit Pulau Perjalanan Kembali ke
pelabuhan
15:30-16:00 30 menit Pelabuhan Sanur Berangkat ke menuju Hotel
16:00-16:30 30 Menit Hotel Tiba di Hotel
a. Menuju Pantai Sanur (bersiap untuk menuju Pulau Lembongan) : Pantai Sanur merupakan salah satu pintu masuk menuju ke Pulau Nusa Lembongan.
Pantai Sanur ini setiap hari ramai oleh wisatawan atau penduduk lokal yang menuju ke Nusa Penida dan Lembongan.
b. Goa Gala Gala, Goa Gala – Gala merupakan salah satu Goa yang berada di Nusa Lembongan. Goa Gala – gala atau rumah bawah tanah ini atau dengan nama lain adalah “Underground House” begitu para wisatawan asing menyebutnya.
c. Jembatan Kuning, Jembatan Kuning merupakan salah satu akses jalan yang menghubungkan antar Pulau Nusa Ceningan dengan Nusa Lembongan.
Jembatan Kuning ini merupakan ikon Nusa Lembongan, banyak orang yang mengatakan “bukan ke Nusa Lembongan jika belum berfoto di jembatan kuning ini” so don’t miss it guys..
d. Makan siang di Lokal Resto menikmati makan siang khas masakan Nusa Lembongan sambil mengisi kembali tenaga anda untuk melanjutkan perjalanan explore Nusa Lembongan.
e. Blue Lagoon Nusa Ceningan, Di Blue Lagoon ini pengunjung bisa melihat ombak yang menghantaman sisi-sisi tebing dan juga Blue Lagoon ini kita juga bisa melakukan atraksi jumping cliff langsung dari ketinggian. Ada 3 level ketinggian untuk menguji adrenaline para pengunjung mulai dar ketinggian 8 meter, 9 meter dan 13 meter. Jika pengunjung tidak ingin jumping cliff pengunjung bisa hanya sekedar menikmati keindahannya sambil mengabadikan foto berliburnya di Nusa Ceningan.
2. Penetapan Harga Paket dan Rincian Biaya
Program wisata ini memiliki nama “Susur Pulau” dengan estimasi waktu 1 Hari menggunakan transportasi berupa Hiace sebanyak 1 buah. Program wisata ini memiliki target peserta 10 orang yang akan dibagi menjadi kelompok, setiap kelompok terdapat 2 orang. Peserta tersebut terdiri dari 5 perempuan dan 5 laki- laki sehingga setiap kelompok terdiri dari 2 laki-laki dan 2 prempuan. Penentuan jenis kelamin pada grup tersebut bertujuan agar setiap laki laki dapat mengawasi satu perempuan selama melakukan kegiatan. Program wisata ini membutuhkan panitia sejumlah 10 orang yang terdiri dari 2 tour leader laki-laki, 5 tour guide laki-laki, 1 fotografer laki-laki, dan 2 driver laki-laki. Program wisata ini membutuhkan biaya agar kegiatan wisata terlaksana dengan lancar. Penjelasan mengenai rincian biaya program wisata “Susur Pulau” tersebut sebagai berikut.
Tabel 3 Rincian Biaya Program
No Uraian/Kegiatan Unit Biaya(Rp) Volume ( Unit x Jml)
Total ( Rp)
1 Tiket Pesawat (PP) Tiket 1.073.000 2x10 21.460.000
2 Haice Hari 850.000 1x1 850.000
3 Hotel Hari 843.200 1x5 4,216.000
4 Guide Tour Hari 100.000 1x8 800.000
5 Tour leader Hari 100.000 1x8 800.000
No Uraian/Kegiatan Unit Biaya(Rp) Volume ( Unit x Jml)
Total ( Rp)
6 Parkir Pantai Sanur Mobil 1.000 1x10 10.000
7 Tiket Masuk Goa gala-gala
Orang 20.000 1x10 200.000
8 Boat Orang 250.000 1x10 2.500.000
9 Perahu Orang 10.000 1x10 100.000
10. Kapal Roro Orang 75.000 1x10 750.000
11 Makan Orang 50.000 1x10 500.000
Jumlah 32.186.000
a. Total Biaya Satu Paket
Total biaya yang dikeluarkan untuk satu paket program wisata “Susur Pulau”
di DPN Pulau Bali – Nusa Lembongan – dan sekitarnya yaitu Rp 32.186.000.
Biaya tersebut diperuntukkan satu rombongan dengan jumlah wisatawan sebanyak 10 orang.
b. Biaya untuk satu peserta tanpa keuntungan
Biaya untuk satu peserta tanpa keuntungan dihitung dengan cara membagi total biaya dengan jumlah peserta sehingga perhitungan untuk biaya program wisata “Susur Pulau” tanpa adanya keuntungan Rp32.186.000 : 10 = Rp3.218.600.-/peserta
c. Biaya untuk satu peserta dengan keuntungan
Biaya untuk satu peserta dengan keuntungan dihitung dengan cara menambahkan biaya tanpa keuntungan dengan keuntungan yang ingin didapatkan. Program wisata ini mengambil laba sebesr 10% sehingga perhitungan biaya untuk satu peserta denga keuntungan dari program wisata “Sealam” sebagai berikut. Keuntungan yang diambil = Rp3.218.600 x 10% = Rp321.860.-/orang Biaya untuk satu peserta = Rp3.218.600+ Rp 321.860 = Rp3.540.460.-/orang Jadi harga untuk satu orang dalam program wisata “Susur Pulau” adalah Rp3.540.460.- karena hal tersebut sudah termasuk transportas pulang – pergi, 1 x kali penginapan, makanan, dan snack. Harga tersebut juga sebanding dengan fasilitas yang diperoleh wisatawan seperti fasilitas dalam panginapan, fasilitas tour. Selama perjalanan akan dipandu oleh tour leader, selama di destinasi masingmasing kelompok mendapatkan tour guide.
D. Perencanaan Aspek Operasional ( Anis Nisrina Melviana)
Rencana kegiatan yang akan dilakukan selama melakukan program wisata
“Susur Pulau” terbagi menjadi sebelum tour, selama tour, dan setelah tour.
Penjelasan mengenai perencanaan operasional dalam program wisata sebagai berikut.
1. Sebelum Tour
Sebelum kegiatan tour, h-1 keberangkatan akan diadakan technical meeting kepada seluruh peserta. Dalam technical meeting ini akan dijelaskan itinerary kegiatan dan peraturan selama kegiatan yang harus dipatuhi oleh peserta.
Peraturan tersebut antara lain peserta harus berkumpul di Hotel sebelum pukul 06.00 WIB, peserta maksimal membawa 1 backpack, peserta memakai pakaian yang sopan namun nyaman, membawa baju ganti, peserta harus mengikuti seluruh rangkaian acara, peserta mengikuti arahan yang diberikan oleh panitia, peserta wajib menaati jam kegiatan yang tertera di tabel itinerary, peserta wajib menjaga barang-barang milik pribadi sehingga segala bentuk kehilangan bukan menjadi tanggungjawab panitia, dan peserta wajib melunasi biaya program wisata sebelum h-2 keberangkatan. Setelah peserta berkumpul dilanjut dengan mengantarkan peserta ke Pelabuhan. Pelayanan di sebelum keberangkatan menuju pelabuhan antara lain ini termasuk mengurus bagasi dan menghitung kembali jumlah peserta atau mengabsen seluruh peserta. Sementara dalam mengantar ke pelabuhan, peserta diinformasikan kembali mengenai hal-hal penting yaitu tentang itinerary, tempat-tempat yang sedang dilewati, dan yang akan dikunjungi serta tempat penginapan yang akan ditinggali selama melakukan wisata. Perjalanan dipimpin oleh seorang tour leader.
2. Selama Tour
Selama kegiatan wisata peserta diwajibkan untuk mengikuti seluruh rangkaian acara, jika peserta melakukan kegiatan di luar rangkaian acara seperti ingin ke kamar mandi wajib izin kepada guide tour masing-masing kelompok.
Pada saat peserta di destinasi wisata dilarang melakukan segala bentuk kekerasan yang dapat merusak lingkungan jika melanggar peserta akan mendapatkan saksi.
Guide tour yang bertugas sebagai seorang narasumber dimana ia harus mampu untuk memberikan informasi tentang objek wisata yang dikunjunginya; menjadi pengatur perjalanan wisata, yaitu harus kemampuan mengenali medan dan dapat mengelola waktu dengan baik; menjadi penunjuk jalan, hal mana sangat penting terutama 35 dalam perjalanan yang tidak dalam itinerary yang lazim, jadi dalam perjalanan yang khusus; menjadi teman berbincang, diharapkan sebagai seseorang yang berpengetahuan luas, mudah dan akrab untuk memperbincangkan hal-hal apa saja; memberi bantuan,diharapkan dapat membantu peserta dengan sepenuh hati, walaupun sudah diluar acara wisata. Oleh karena itu peserta wajib
mengikuti arahan dari guide tour agar meminimalisir kecelakaan dan hal tidak terduga lainnya. Peserta dilarang melakukan kegiatan di luar itinerary tanpa sepengetahan panitia. Peserta wajib menjaga barang pribadi karena panitia tidak bertanggung jawab terhadap kehilangan ataupun kerusakan. Peserta diwajibkan selalu terbuka terhadap panitia jika terjadi sesuatu.
3. Setelah Tour
Setelah Acara berakhir Peserta akan dimintai Kesan dan pesan serta kritik dan saran selama mengikuti kegiatan wisata yang bertujuan sebagai perbaikan dan evaluasi untuk paket wisata menjadi lebih baik lagi. Hal ini akan dilakukan oleh perwakilan wisatawan tiap kelompok satu orang dengan menulisnya di dalam kertas yang dibagikan oleh panitia lalu kertas tersebut dikumpulkan kembali pada panitia. Selanjutnya mengantarkan peserta kembali Ke Hotel.
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil Rancangan Program Wisata di DPN Pulau Bali-Nula Lembongan Sebagai Berikut:
1. Perencanaan aspek pasar menggunakan DPN Pulau Bali – Nusa Lembongan dan sekitarnya. Program wisata ini memiliki nama “Susur Pulau”. Nama program tersebut dipilih karena kegiatan dalam program wisata ini kegiatannya menyusuri Keseluruhan destinasi terdekat di Nusa lembongan.
2. Perencanaan sumberdaya meliputi fasilitas dan sumberdaya manusia. Fasilitas dalam program "Susur Pulau" ini yaitu transportasi keberangkatan – pulang, pengianpan, pendamping, tiket masuk seluruh destinasi yang dikunjungi, biaya tiket, Boat, Perahu. Sumberdaya manusia seperti tour leader, tour guide, photographer, dan driver.
3. Perencanaan aspek produk terdiri dari itinerarry dan biaya program wisata.
Program wisata “Susur Pulau” ini dimulai dari penginapan dan berakhir di titik kumpul tersebut. Program wisata ini memiliki durasi waktu selama 1 hari. Program wisata ini di memiliki sasaran remaja hingga dewasa dengan rentang usia 17 – 30 tahun. Pemilihan sasaran ini dikarenakan kegiatan yang terdapat pada program wisata berkaitan dengan fisik. Jumlah sasaran dalam program ini yaitu 10 orang baik laki-laki ataupun perempuan. Biaya program wisata “Susur Pulau” per orang sebesar Rp3.540.460,-
4. Perencanaan aspek operasional ini terdiri atas teknisi dalam program wisata
“Susur Pulau” meliputi teknisi sebelum perjalanan, selaam perjalanan, dan setelah perjalanan. Teknisi ini wajib dipahami oleh wisatawan untuk meminimalisir kejadian diluar itinerarry yang telah ditetapkan oleh pihak panitia.
LAMPIRAN
DAFTAR PUSTAKA
Kurniatini N, Darsana IM. 2021. Strategi Menjadikan Nusa Lembongan Sebagai Tujuan Utama Wisata Bahari. J. Br. 2(1):18–26.