PENDAHULUAN
Latar Belakang
Temuan penelitian ini diharapkan dapat membantu meningkatkan kemampuan berpikir logis anak melalui media Busy Book. Dapat memberikan tambahan ilmu kepada guru untuk meningkatkan kemampuan berpikir logis anak melalui media Busy Book.
Rumusan Masalah
- Identifikasi Masalah
- Alternatif Pemecahan Masalah
- Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Tujuan penelitian yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan berpikir logis anak melalui media Busy Book di Kelompok B TK Darma Wanita Tambangan. Menambah wawasan dan mengetahui berbagai referensi atau kajian lebih lanjut bagi para pemerhati pendidikan dalam melakukan penelitian mengenai peningkatan kemampuan berpikir logis melalui media Busy Book.
KAJIAN PUSTAKA
- Teori Kemampuan Matematis Logis Anak Usia Dini
- Media Pembelajaran Buy Book
- Hasil Penelitian yang Relevan
- Kerangka Pikir
- Hipotesis Tindakan
Pengaruh media Busy Book terhadap kemampuan membaca awal anak usia 5-6 tahun di PAUD Filsafat Terpadu Kubu Babussalam Rokan Hallir sebesar 70%. Hipotesis tindakan dalam penelitian ini adalah kemampuan berpikir logis anak dapat ditingkatkan melalui media busy book di Kelompok B TK Darma Wanita Tambangan.
METODE PENELITIAN
Jenis Penelitian
Lokasi dan Subjek Penelitian
Faktor yang Diselidiki
Setelah posisi siswa diatur sesuai harapan, peneliti memulai kegiatan pembelajaran dengan menggunakan media busy book. Pada saat observasi awal mengenai peningkatan kemampuan berpikir logis anak melalui media busy book di Kelompok B TK Darma Wanita Tambangan masih dalam tahap Starting to Development (MB) atau dengan simbol/nilai (C). Kegiatan inti Siklus I pertemuan dengan saya adalah meningkatkan kemampuan berpikir logis anak melalui media busy book, guru/peneliti terlebih dahulu bercerita dan mengadakan tanya jawab tentang macam-macam kendaraan di udara yang diketahui anak. tentang.
Pada kegiatan inti Siklus I Pertemuan II untuk meningkatkan kemampuan berpikir logis anak melalui media busy book, guru/peneliti terlebih dahulu bercerita dan melakukan tanya jawab tentang macam-macam kendaraan darat yang diketahui anak. Pada kegiatan inti Siklus I Pertemuan III untuk meningkatkan kemampuan berpikir logis anak melalui media busy book, guru/peneliti terlebih dahulu bercerita dan melakukan tanya jawab tentang macam-macam kendaraan udara yang diketahui anak. . Observasi dilakukan untuk melihat keterlaksanaan pembelajaran dengan meningkatkan kemampuan berpikir logis anak melalui media busy book, sesuai dengan rencana harian yang telah ditetapkan.
3 Anak dapat mengelompokkan lebih banyak benda ke dalam kelompok yang sama dengan menggunakan media Busy Book. Pada kegiatan inti siklus II perjumpaan I, untuk meningkatkan kemampuan berpikir logis anak melalui media busy book, guru/peneliti terlebih dahulu bercerita dan mengadakan tanya jawab tentang macam-macam kendaraan di angkasa yang diketahui anak. Kegiatan inti pada siklus II perjumpaan II adalah meningkatkan kemampuan berpikir logis anak melalui media busy book, guru/peneliti terlebih dahulu bercerita dan mengadakan tanya jawab tentang macam-macam kendaraan darat yang diketahui anak.
Pada kegiatan inti pada siklus II pertemuan III untuk meningkatkan kemampuan berpikir logis anak melalui media busy book, guru/peneliti terlebih dahulu bercerita dan mengadakan tanya jawab tentang berbagai jenis kendaraan di udara yang diketahui anak. Dari hasil penelitian yang dilakukan pada siswa kelompok B TK Darma Wanita Tambangan dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan kemampuan berpikir logis melalui media busy book sesuai indikator yang ditentukan. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa kemampuan berpikir logis dapat ditingkatkan melalui penggunaan media busy book di Kelompok B TK Darma Wanita Tambangan.
Prosedur Penelitian
Instrument Penelitian
Teknik Pengumpulan Data
Observasi adalah suatu teknik pengumpulan data dengan cara mengamati secara langsung obyek yang diteliti dalam jangka waktu tertentu dan mencatat beberapa aspek yang diamati. Observasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi partisipan, yaitu peneliti terlibat dalam aktivitas anak sehari-hari. Dokumentasi digunakan untuk memperoleh data-data yang diperlukan berupa dokumentasi tertulis dan foto-foto siswa selama proses pembelajaran.
Dalam penelitian ini dokumentasi dilakukan untuk memperoleh data yang lengkap, data dokumentasi diperoleh dari foto-foto setiap kegiatan, seperti dokumentasi kegiatan yang dilakukan yang berhubungan dengan kemampuan berpikir logis untuk menunjang kelengkapan data penelitian. Dokumentasi ini berupa foto siswa dan peneliti/guru pada saat proses pembelajaran dengan menggunakan media yang diisi buku dan foto yang diambil dapat memberikan data yang lengkap untuk menyempurnakan penelitian yang dilakukan.
Teknik Analisis Data
Berdasarkan permasalahan yang mereka hadapi, peneliti mencoba merancang suatu kegiatan pembelajaran yang menarik dan menyenangkan bagi anak mengenai peningkatan kemampuan berpikir logis anak dengan bantuan media buku. Penelitian ini dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang telah dipersiapkan yaitu pelaksanaan kegiatan pembelajaran dua siklus, dan setiap siklus terdiri dari tiga pertemuan dengan indikator peningkatan berpikir logis melalui media buku yang dimuati. Kemudian peneliti melakukan hal sebagai berikut: (a) membuat skenario pembelajaran berupa rencana program pembelajaran harian (RPPH) siklus I dari pertemuan I sampai pertemuan III yang mengacu pada upaya meningkatkan kemampuan berpikir logis melalui media buku massal. ; (b) menyiapkan media pembelajaran berupa buku teks (c) membuat lembar observasi aktivitas guru dalam proses belajar mengajar sebagai acuan untuk melihat pelaksanaan proses pembelajaran sesuai rencana; dan (d) pembuatan lembar observasi aktivitas siswa selama proses pembelajaran melalui media buku.
Selanjutnya guru meminta anak menyusun gambar helikopter pada media busy book berdasarkan perbedaan ukurannya, mengelompokkan gambar helikopter berdasarkan warna, mengelompokkan gambar helikopter ke dalam kelompok yang sama, dan mengurutkan gambar sepeda dari yang terbesar ke yang terkecil. Selanjutnya guru meminta anak menyusun gambar roket pada media busy book berdasarkan perbedaan ukurannya, mengelompokkan gambar roket berdasarkan warna, mengelompokkan gambar roket ke dalam kelompok yang sama, dan mengurutkan gambar roket dari yang terkecil hingga yang terbesar. Kemudian guru mengadakan tanya jawab tentang tugas yang telah diberikan (misalnya: guru menanyakan gambar mana yang besar dan kecil serta warna apa pada gambar datar tersebut), kemudian guru mengajak anak menyebutkan bentuk, ukurannya. dan warna pada media busy book, selain anak dapat mengenal kendaraan di udara melalui media busy book, anak juga dapat mengenal perbedaan ukuran, ukuran, mengklasifikasikan gambar berdasarkan warna, mengelompokkan gambar berdasarkan kelompok yang sama dan mengurutkan gambar dari yang terkecil hingga yang terbesar. .
Selanjutnya guru meminta anak menyusun gambar helikopter pada media busy book berdasarkan perbedaan ukurannya, mengelompokkan gambar helikopter berdasarkan warna, mengelompokkan gambar helikopter ke dalam kelompok yang sama, dan mengurutkan gambar sepeda dari yang terbesar ke yang terkecil. Kemudian guru mengadakan tanya jawab tentang tugas yang telah diberikan (misalnya: guru menanyakan gambar mana yang besar dan kecil serta warna apa pada gambar helikopter), kemudian guru mengajak anak menyebutkan bentuk, ukurannya. dan warna dalam media yang ramai.buku, selain memberikan kesempatan kepada anak untuk belajar tentang kendaraan di udara. Jadi secara umum dapat dikatakan bahwa program kegiatan atau rangkaian pelaksanaan pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan berpikir logis melalui media busy book pada Kelompok B di TK Darma Wanita Tambangan dianggap selesai dan mencapai indikator ketercapaian sebesar 85%.
Hasil yang diperoleh mengenai peningkatan kemampuan berpikir logis melalui media busy book pada observasi pertama adalah pelaksanaan siklus I menunjukkan adanya peningkatan, namun belum mencapai indikator kinerja yang diharapkan. Hasil yang diperoleh mengenai peningkatan kemampuan berpikir logis anak melalui media busy book di kelompok B TK Darma Wanita Tambanga menunjukkan adanya peningkatan observasi awal dibandingkan dengan pelaksanaan siklus I, namun masih belum mencapai indikator kinerja yang diharapkan. sehingga perlu dilaksanakan siklus II. Berdasarkan data yang diperoleh pada tabel 4.5 diatas terlihat bahwa berdasarkan kegiatan peningkatan kemampuan berpikir logis anak melalui media busy book kelompok B TK Darma Wanita Tambangan klasikal pada siklus I mencapai tingkat keberhasilan sebesar 40%. tercapai yang dicapai oleh 4 orang siswa, dimana 1 orang anak memperoleh nilai (A) atau berkembang sesuai harapan (BSB) dengan persentase 10% dan 3 orang anak memperoleh nilai (B) atau berkembang sesuai harapan (BSH) dengan persentase 30%.
Indikator Kinerja
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Hasil Penelitian
Pembahasan
Berdasarkan data yang diperoleh pada tabel 4.5 di atas dapat dilihat perbandingan jumlah anak yang mengalami peningkatan kemampuan berpikir logis melalui media bermuatan buku dengan kriteria Perkembangan Sangat Baik (BSB) dan Perkembangan Sesuai Harapan (BSH) . . pada observasi awal berjumlah 5 siswa atau sekitar 50%, setelah pelaksanaan siklus 1 terjadi peningkatan sebanyak 7 siswa atau sekitar 70% dan siklus II bertambah menjadi 9 siswa atau sekitar 90% dengan selisih pertumbuhan dari siklus I ke siklus I. siklus. II sebanyak 2 orang siswa atau sekitar 20%. Selama kegiatan penelitian diperoleh data seperti yang telah diuraikan pada halaman sebelumnya, maka dapat diasumsikan bahwa kegiatan pembelajaran keterampilan berpikir logis anak melalui media yang diisi dengan buku dirancang, dipersiapkan dan dilaksanakan dengan baik dan maksimal oleh peneliti yang telah bekerjasama dengan kelompok B. Guru TK Darma Wanita pada setiap pertemuan pada siklus I dan siklus II sangat bermanfaat bagi anak. Hasil penelitian menunjukkan kemampuan berpikir logis anak pada siklus I sebesar 40%, dimana terdapat 4 anak yang memperoleh nilai (C) Awal Perkembangan (MB).
Guru diharapkan dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran hendaknya mempertimbangkan media yang cocok untuk siswa terutama penggunaan buku sibuk karena media tersebut mudah dibuat, bahan mudah diperoleh, disesuaikan dengan keinginan guru, aman dan sangat bermanfaat. menarik. Penciptaan dan manfaat Busy Book dalam percepatan kemampuan membaca AUD di PAUD Budi Luhur Sadang. 2018 Pengembangan Materi Media Busy Book Aturan Keluarga Kelas III SDN Panggang Sdayu Bantul.
Pengembangan media busy book materi peraturan dalam keluarga untuk kelas III SDN Panggang Sedayu Bantul. Yogyakarta,. Anak-anak.https://kreasiumy.wordpress.com pelajari-selengkapnya-dalam-sibuk-buku-dan-manfaat-untuk-pertumbuhan-kembang-sang-anak/amp/.Diunduh02November2018.
PENUTUP
Kesimpulan
Pada Siklus II tercapai persentase ketuntasan klasikal sebesar 85% yaitu 3 anak yang mendapat nilai (B) atau Berkembang Sesuai Harapan (BSH) dan 6 anak yang mendapat nilai (A) atau Berkembang Sangat Baik (BSB).
Saran
Oleh karena itu, guru dituntut untuk selalu kreatif dan inovatif dalam melaksanakan kegiatan untuk meningkatkan potensi siswa. Diharapkan peneliti dapat kembali memaparkan permasalahan yang sama, namun dengan metode dan strategi yang berbeda serta tindakan yang berbeda, untuk memberikan masukan dan temuan baru dalam peningkatan optimal kemampuan berpikir logis anak khususnya di Taman Kanak-kanak. Diharapkan sekolah dapat memfasilitasi penyediaan sarana dan prasarana dalam kegiatan pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan berpikir logis anak, dan diharapkan tenaga pengajar menjadi guru yang kreatif, inovatif dalam mengembangkan kegiatan pembelajaran pada anak sesuai dengan tingkat perkembangan dan kebutuhan anak. . , agar anak dapat mengembangkan kemampuannya, kemampuan yang ada.