• Tidak ada hasil yang ditemukan

relasi sosial mayoritas dan minoritas (studi kasus

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "relasi sosial mayoritas dan minoritas (studi kasus"

Copied!
146
0
0

Teks penuh

Rivalitas dalam sepak bola adalah hal yang wajar karena kompetisi, suporter menganggap semangat kompetisi. Sepak bola di Indonesia juga tidak lepas dari peran aktif para suporter yang selalu mendukung klubnya.

Rumusan Masalah

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

Manfaat Teoretis

Manfaat praktis

Hasil relevan sebelumnya yang konsisten dengan penelitian ini adalah penelitian yang dilakukan oleh I Hapsari, I Wibowo (2015) mengenai fanatisme dan agresivitas suporter klub sepak bola.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan menggunakan pengumpulan data yaitu kuesioner. Penelitian ini untuk membuktikan secara empiris sejauh mana hubungan antara fanatisme dan agresivitas pada suporter suatu klub sepak bola.

Relasi Sosial

Hubungan sosial merupakan hubungan timbal balik antara individu yang satu dengan individu yang lain dan saling mempengaruhi. Hubungan dalam hubungan sosial merupakan hubungan timbal balik antara individu yang satu dengan individu lainnya dan saling mempengaruhi.

Sepak Bola Dunia a. FIFA

Berbagai turnamen sepak bola telah diselenggarakan oleh FIFA secara rutin dalam kurun waktu tertentu. Konfederasi Sepak Bola Wanita Asia (ALFC) atau Konfederasi Sepak Bola Wanita Asia (KSPA) adalah bagian dari AFC yang mengatur sepak bola wanita di Asia.

Kelompok Suporter

Suporter sepak bola akan kecewa, tidak puas, dan merasa terhina jika tim yang didukungnya kalah. Suporter sepak bola dapat dilihat dari dua sisi, yaitu (1) sisi negatif (hooliganisme) dan (2) sisi positif (sebagai hiburan dan solidaritas sosial).

Namun, tidak selalu mayoritas mempunyai pengaruh yang kuat, minoritas juga bisa berpengaruh, meski jumlah anggotanya lebih sedikit dibandingkan mayoritas. Jadi bisa saja suatu kelompok dari segi jumlah anggotanya termasuk kelompok mayoritas, namun dikatakan kelompok minoritas karena kekuasaan, kendali dan pengaruh yang dimilikinya lebih kecil dibandingkan kelompok yang jumlah anggotanya lebih sedikit.

Sepak Bola Antara hiburan dan Bisnis

Dari berbagai jenis usaha yang berbasis sepak bola, ada beberapa yang tergolong usaha musiman. Jika pelanggan di tempat Anda berbisnis sepak bola hanya sedikit, bagaimana Anda bisa mendapatkan pelanggan dari tempat lain yang memiliki lebih banyak penggemar?

Landasan Teori

Sesuai dengan namanya, Teori Interaksi Simbolik (SI) menekankan pada hubungan antara simbol dan interaksi. Pada dasarnya perhatian utama teori interaksi simbolik adalah pada terbentuknya kehidupan sosial melalui proses interaksi dan komunikasi antar individu.

Kerangka Pikir

Olah Raga Sepak Bola

Relasi Sosial

Lokus Penelitian

Sejalan dengan masalah dan judul yang diambil, maka penelitian ini dilakukan di Suporter Gadde-Gadde Kopi NIANG di Jalan Andi Mappaodang, Bongayya Kota Makassar dan Markas Sul-Sel Viking Jalan Toddopuli II Stapak 7. Lokasi penelitian dipilih karena merupakan tempat berkumpulnya suporter Red Gank dan Viking Sulawesi Selatan di kota Makassar.

Informan Penelitian 1. Informan

  • Teknik Penentuan Informan

Pemilihan informan sebagai sumber data dalam penelitian ini didasarkan pada prinsip subjek yang memiliki masalah, mempunyai data dan bersedia memberikan informasi yang lengkap dan akurat. Informan yang berperan sebagai sumber data dan informasi harus memenuhi syarat, yaitu siapa yang akan menjadi informan utama dalam penelitian ini dalam memberikan informasi dan data yang akurat dan tepat tentang hubungan sosial mayoritas dan minoritas kelompok pendukung Red Gank dan Viking. Sulawesi Selatan. support group.. Dua orang support group dari Red Gank dan dua orang support dari Viking Sulawesi Selatan.

Fokus Penelitian

Faktor yang melatarbelakangi terbentuknya fan group Red Gank dan fan group Viking Sulawesi Selatan di kota Makassar. Hubungan sosial antara fan group Red Gank dengan fan group Viking Sulawesi Selatan di kota Makassar.

Instrumen Penelitian

Jenis dan Sumber Data Penelitian

Data primer adalah sumber data penelitian yang diperoleh langsung dari sumber aslinya berupa wawancara, jajak pendapat terhadap individu atau kelompok (orang) atau hasil observasi terhadap suatu benda, peristiwa atau hasil tes (objek). Dengan kata lain, peneliti harus mengumpulkan data dengan menjawab pertanyaan penelitian (metode survei) atau objek penelitian (metode observasi). Keunggulan data primer adalah data lebih mencerminkan kebenaran berdasarkan apa yang dilihat dan didengar langsung oleh peneliti, sehingga unsur kebohongan dari sumber yang fenomenal dapat dihindari.

Kekurangan dari data primer adalah memerlukan waktu yang relatif lama dan biaya yang dikeluarkan relatif besar. Dengan kata lain, peneliti harus mengumpulkan data dengan mengunjungi perpustakaan, pusat studi, pusat arsip, atau dengan membaca banyak buku yang berkaitan dengan penelitiannya. Keunggulan data sekunder adalah waktu dan biaya yang diperlukan dalam penelitian untuk klasifikasi masalah dan evaluasi data relatif lebih sedikit dibandingkan pengumpulan data primer.

Teknik Pengumpulan Data

Sebagai metode utama, data yang diperoleh dari wawancara merupakan data yang paling penting untuk menjawab permasalahan penelitian. Sebagai metode pelengkap, wawancara melengkapi metode lain yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian. Sebagai kriteria, wawancara digunakan untuk menguji kebenaran dan kestabilan data yang diperoleh dengan metode lain.

Hal ini dilakukan misalnya untuk memeriksa apakah pengumpul data benar-benar memperoleh data dengan menggunakan kuesioner tentang subjek suatu penelitian. Oleh karena itu, wawancara dilakukan terhadap sampel subjek tertentu. Wawancara Individu: Wawancara ini dilakukan sebagai kesempatan untuk mengambil sampel responden yang sengaja dipilih untuk memperoleh informasi atau data yang representatif.

Teknik Analisis Data

  • Teknik Keabsahan Data

Kesimpulan awal masih bersifat sementara dan akan berubah apabila tidak ditemukan bukti pendukung yang kuat pada tahap pengumpulan data selanjutnya. Penelitian kualitatif harus mengungkap kebenaran obyektif, yaitu teknik yang digunakan untuk membujuk publik/masyarakat/audiens. Penelitian kualitatif hendaknya mengungkap kebenaran obyektif, yaitu teknik yang digunakan untuk meyakinkan masyarakat/masyarakat/publik bahwa data yang diperoleh dapat dipercaya atau kebenarannya dapat dipertanggungjawabkan, sehingga peneliti dapat berhati-hati dalam memasukkan data penelitian. Data yang dimasukkan merupakan data yang telah melalui berbagai tahapan keabsahan data.

Triangulasi adalah suatu teknik untuk memeriksa keabsahan data, dengan menggunakan sesuatu selain data untuk keperluan audit atau untuk perbandingan dengan data. Bandingkan apa yang orang katakan tentang situasi penelitian dengan apa yang mereka katakan sepanjang waktu. Hal ini dilakukan dengan memanfaatkan peneliti atau pengamat lain untuk mengecek kembali derajat keandalan datanya.

Deskripsi Umum Kota Makassar Sebagai Daerah Penelitian 1. Sejarah Singkat Kota Makassar

  • Kondisi Geografis dan Iklim a. Letak Geografis
  • Topografi, Geologi dan Hidologi a. Topografi
  • Kondisi Demografis a) Penduduk

Kota Makassar memiliki garis pantai sepanjang sekitar 100 km yang dilalui oleh dua sungai yaitu Sungai Tallo dan Sungai Jeneberang. Kota Makassar mempunyai topografi dengan kemiringan lahan 0-2: (datar) dan kemiringan lahan 3-15: (bergelombang) dengan hamparan dataran rendah pada ketinggian antara 0-25 meter di atas permukaan laut. Parameter yang menentukan sebaran jenis tanah di wilayah kota Makassar adalah jenis tanah berbatu, iklim dan geomorfologi setempat, sehingga perkembangannya ditentukan oleh tingkat pelapukan batuan di wilayah tersebut.

Kota Makassar merupakan kota yang terletak di dekat pantai dan membentang di sepanjang koridor Barat dan Utara, populer dengan sebutan kota dengan ciri khas “Waterfront City”, yang didalamnya mengalir beberapa sungai yang semuanya mengalir ke dalam kota (Sungai Tallo, Jeneberang). , Pampang). Sungai Jeneberang misalnya yang mengalir melintasi wilayah Kabupaten Gowa dan bermuara di bagian selatan Kota Makassar merupakan sungai dengan kapasitas sedang (aliran air 1-2 m/detik). Berdasarkan data sensus BPS Kota Makassar tahun 2015 menunjukkan mayoritas penduduknya menganut agama Islam sebesar 39%, disusul Kristen.

  • Kelompok Suporter Viking Sul-Sel a. Sejarah Terbentuknya Viking Persib Club
  • Munculnya Kelompok Suporter dalam Persepakbolaan
  • Relasi Sosial Mayoritas dan Minoritas Kelompok Suporter Red Gank dan Viking Sul-Sel Di Kota Makassar

Kepala setengah bola melambangkan bahwa organisasi Gank Merah terdiri dari individu-individu penggemar olahraga yang fanatik terhadap sepak bola. Hal tersebut diungkapkan SDK (38 tahun) selaku ketua kelompok suporter Gank Merah. Hubungan sosial kelompok pendukung mayoritas dan minoritas Gank Merah dan Viking Sulawesi Selatan di Kota Makassar dan Viking Sulawesi Selatan di Kota Makassar.

Seperti yang diungkapkan AS (32 tahun) selaku anggota Bobotoh atau biasa disapa Panglima Bobotoh Makassar yang menjadi saksi kedekatan kelompok pendukung Red Gank dan Viking Sulawesi Selatan. Persahabatan Rooi Gank dan Viking Sul-Sel bermula dari mendekatnya suporter Viking Sul-Sel yang notabene merupakan suporter tamu tuan rumah. “Saat itu Red Gank dan Viking Sulawesi Selatan belum saling mengenal, kemudian mereka bertemu dengan tujuan yang sama yaitu sekelompok orang yang memiliki kecintaan terhadap olahraga sepak bola dan sejak itu menjalin hubungan baik.” (hasil wawancara 30 Juni 2018) .

Pembahasan

  • Munculmya Kelompok Suporter Red Gank dan Viking Sul-Sel di Kota Makassar
  • Relasi Sosial Mayoritas dan Minoritas Kelompok Suporter Red Gank dan Kelompok Suporter Viking Sul Sel Di Kota Makassar

Dari penjelasan perilaku kolektif di atas, hal ini sesuai dengan faktor munculnya kelompok suporter yaitu Red Gank dan Viking Sulawesi Selatan. Hubungan Sosial Kelompok Suporter Gank Merah Mayoritas dan Minoritas dan Kelompok Suporter Viking Sulawesi Selatan di Kota Makassar dan Kelompok Suporter Viking Sulawesi Selatan di Kota Makassar. Hasil interaksi tersebut akan melahirkan hubungan sosial yang diharapkan oleh kedua kelompok suporter Red Gank dan Viking Sulawesi Selatan yang akan terjalin hubungan baik untuk mencapai tujuan yang mereka harapkan.

Seperti yang terjadi antara kelompok suporter Gank Merah dengan Viking Sulsel, penggunaan simbol-simbol yang sebelumnya tidak ada kaitannya. Simbol ini dapat memberikan identitas pada kelompok suporter sebagai pembeda antara suporter Gank Merah dan suporter Viking Sulawesi Selatan. Hubungan baik antara Gank Merah dan suporter Viking Sulawesi Selatan terjadi karena adanya hubungan dan komunikasi yang baik di antara mereka.

Saran

Petar Segrt tumbuh di zona konflik dan kecintaannya pada PSM Makassar Makassar: Buku Sastra dan Fandom. Dokumen 2012, Sejarah Piala Dunia FIFA (Online), (https://id.wikipedia.org/wiki/Sejarah_Piala_Dunia_FIFA diakses 21 Januari 2018). Hubungan Masyarakat, Bentuk Tanggung Jawab Sosial Organisasi, Jurnal Ilmu Komunikasi (Online), (https://Ojs.Uajay.ac.id/index.php/jlk diakses 4 Januari 2018).

Berikut nama-nama informan yang diwawancarai untuk mengumpulkan informasi terkait judul atau permasalahan yang diteliti.

PEDOMAN WAWANCARA

Fanatisme atau rivalitas memang penting dalam sebuah pertandingan sepak bola, namun rivalitas hanya berlangsung 2 x 45 menit, selebihnya kita bersaudara. Sepak bola di Indonesia sebenarnya bagus, pemainnya juga bisa bersaing dengan negara-negara di Asia, itu saja. Rivalitas harus ada dalam pertandingan sepak bola karena rivalitas dapat memunculkan kreativitas yang ditunjukkan suporter dalam mendukung tim kebanggaannya.

Sepak bola di Indonesia merupakan permainan yang mencakup seluruh wilayah Indonesia dengan mengikuti peraturan FIFA dan berada di bawah naungan PSSI. Itu adalah wujud kesetiaan dan kecintaan saya terhadap tim kebanggaan saya dan permainan sepak bola itu sendiri. Karena sepak bola merupakan salah satu permainan yang menjadi hiburan bagi kita yang mempunyai hobi bermain sepak bola.

   Gambar.1. Foto wawancara dengan Kang Dodoy yang menjabat   sebagai ketua suporter Viking Sul-Sel tanggal 30 Juni 2018
Gambar.1. Foto wawancara dengan Kang Dodoy yang menjabat sebagai ketua suporter Viking Sul-Sel tanggal 30 Juni 2018

Gambar

Gambar Bagan Kerangka Pikir tentang Relasi Sosial Mayoritas dan  Minoritas Kelompok Suporter Red Gank dan Viking Sul-Sel di Kota
   Gambar.1. Foto wawancara dengan Kang Dodoy yang menjabat   sebagai ketua suporter Viking Sul-Sel tanggal 30 Juni 2018
  Gambar.3. Foto sesi wawancara dengan Abah Surawijaya panglima      suporter Bobotoh Makassar Bersatu tanggal 30 Juni 2018
      Gambar.2. Foto sesi wawancara dengan Kang Opik yang menjabat            sebagai sekjen Viking Sul-Sel tanggal 30 Juni 2018
+5

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan penelitian ini adalah untuk : (1) mengetahui informasi dan gambaran secara mendalam mengenai perilaku suporter sepak bola PSIS Semarang; (2) mengetahui konflik yang

Pada bab ini akan diberikan gambaran mengenai berita yang akan diteliti, gambaran kasus mafia pajak yang dilakukan Gayus Halomoan P Tambunan, dan deskripsi objek

Konteks Penelitian Pola relasi suami istri dalam kehidupan berumah tangga pada umumnya berdasarkan pada sebuah prinsip yakni “muā’syarah bil al-ma’rūf” pergaulan suami istri

Hasil dari penelitian diharapkan bisa jadi masukan sebagai sebuah sumbangan dalam kajian ilmu kesejahteraan sosial terutama yang berkaitan dengan relasi dengan teman sebaya akibat

Kesimpulan dalam penelitian ini bahwa relasi dukun dan calon kepala Desa Studi Kasus Pemilihan Kepala Desa Seguring Kecil Pada tahun 2017 di sebabkan karena masyarakat masih

Sugiyono (2015) metode deskriptif analitis merupakan metode yang bertujuan mendeskripsikan atau memberi gambaran terhadap suatu objek penelitian yang diteliti

FKUA membuat 2 kesepakatan berkaitan dalam hubungan antarumat beragama sebagai berikut: (1) tanggung jawab untuk menjaga keamanan dan kehormatan semua tempat ibadah adalah

Masalah utama dalam penelitian ini yaitu bagaimana relasi budaya dan agama pada fenomena makam Imam Lapeo dan dampak terjadinya relasi budaya dan agama pada fenomena makam Imam Lapeo di