KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)
PAKET PEKERJAAN:
PEMBANGUNAN SUMUR AIR TANAH UNTUK AIR BAKU MALAOS DI KAB. SORONG, (TITIK 1) ; PAPUA BARAT;
KAB. SORONG; 1 TITIK; 0.001 M3/DETIK; F; K; SYC
TAHUN ANGGARAN 2022
KAK
(KERANGKA ACUAN KERJA)
NAMA PEKERJAAN : PEMBANGUNAN SUMUR AIR TANAH UNTUK AIR BAKU MALAOS DI KAB. SORONG, (TITIK 1)
; PAPUA BARAT; KAB. SORONG; 1 TITIK; 0.001 M3/DETIK; F; K; SYC
LOKASI PEKERJAAN : KABUPATEN SORONG
PEMBERI PEKERJAAN :
KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT
DIREKTORAT JENDERAL SUMBER DAYA AIR
PELAKSANA :
SNVT PELAKSANAAN JARINGAN
PEMANFAATAN AIR PAPUA PROV. PAPUA BARAT
PAGU DANA : RP 2.000.000.000,- (DUA MILYAR RUPIAH) SUMBER DANA : APBN TAHUN 2022
TAHUN ANGGARAN 2022
KERANGKA ACUAN KERJA (KAK) KEGIATAN AIR TANAH DAN AIR BAKU II
TAHUN ANGGARAN 2022
Kementerian : Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Unit Kerja Eselon I : Direktorat Jenderal Sumber Daya Air
Program : Pengelolaan Sumber Daya Air
Hasil : Meningkatnya Kinerja Pengelolaan Sumber Daya Air Unit Kerja/Satker : Balai Wilayah Sungai Papua Barat
SNVT Pelaksanaan Jaringan Pemenfaatan Air Papua Provinsi Papua Barat Kegiatan : Pembangunan Sumur Air Tanah untuk Air Baku Malaos di Kab.
Sorong, (titik 1) ; Papua Barat; Kab. Sorong; 1 Titik; 0.001 m3/detik; F;
K; SYC
Indikator Kinerja Kegiatan : Pembangunan Sumur Air Tanah Keluaran : Output = 1 Titik (Sumur Airtanah)
Outcome = 0.001 m3/detik
Lokasi : Kampung Malaos, Distrik Salawati di Kabupaten Sorong
1. Referensi Hukum
Referensi hukum untuk pelaksanaan pekerjaan ini meliputi, tetapi tidak terbatas pada:
a. Undang-undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara;
b. Undang-undang Nomor 01 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara;
c. Undang-undang Nomor 41 Tahun 2009 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan;
d. Undang-undang Nomor 32 Tahun 2010 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup;
e. Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah;
f. Undang-undang Nomor 02 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja;
g. Undang-undang Nomor 17 Tahun 2019 tentang Sumber Daya Air;
h. Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/daerah;
i. Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2014 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Gambut;
j. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2020 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-undang Nomor 02 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi;
k. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2021 tentang Perubahan atas Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 Tentang Perubahan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah;
l. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 28 Tahun 2016 tentang Pedoman Analisis Harga Satuan Pekerjaan Bidang PekerjaanUmum;
m. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 14 Tahun 2020 tentang Standar dan Pedoman Pengadaan Jasa Konstruksi Melalui Penyedia;
n. Peraturan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Nomor 12 Tahun 2021 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Melalui Penyedia;
o. Surat Edaran Nomor 18/SE/M/2021 tentang pedoman Operasional Tertib Penyelenggaraan Persiapan Pemilihan untuk Pengadaan Jasa Konstruksi di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat;
p. Surat Edaran Nomor 19/SE/M/2021 tentang Pedoman Pelaksanaan Tertib Evaluasi Kewajaran Harga pada Tender Pekerjaan Konstruksi di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat;
q. Surat Edaran Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 11 tahun 2019 tentang Petunjuk Teknis Biaya Penyelenggaraan Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi;
r. Surat Edaran Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 15 tahun 2019 tentang Tata Cara Penjaminan Mutu dan Pengendalian Mutu Pekerjaan Konstruksi di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.
2. Latar Belakang
Pengelolaan dan pengembangan sumber daya air dilaksanakan sebagai upaya dalam terus meningkatkan kesejahteraan rakyat dan peningkatan kegiatan ekonomi produktif, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air terus berupaya dalam mendorong dan memajukan infrastruktur sumber daya air untuk seluruh rakyat Indonesia melalui: Pembangunan Sumur Air Tanah untuk Air Baku Malaos di Kab. Sorong, (titik 1) ; Papua Barat; Kab. Sorong; 1 Titik; 0.001 m3/detik; F; K; SYC.
Lokasi pekerjaan proyek terletak di Kampung Malaos, Distrik Salawati di Kabupaten Sorong, karakter atau kondisi lapangan di lokasi proyek : Dari hasil survey lapangan diperoleh keterangan bahwa masyarakat sangat membutuhkan air bersih dan masyarakat sangat mendukung apabila dilakukan pembangunan jaringan air tanah untuk air baku saat ini masyarakat masih mengandalkan air hujan, namun masih mengalami kekurangan air baku.
Pada lokasi proyek dibutuhkan:
Pembangunan Sumur Air Tanah untuk Air Baku Malaos di Kab. Sorong, (titik 1) ; Papua Barat; Kab.
Sorong; 1 Titik; 0.001 m3/detik; F; K; SYC, proyek ini diinisiasi dari hasil pertemuan warga, pimpinan kampung dan distrik, serta pimpinan BWS Papua Barat, untuk kemudian diprogramkan dalam rencana usulan Anggaran Tahun 2022 dan ditindaklanjuti dengan masuk dalam rencana kerja SDA 2022.
3. Maksud dan Tujuan Proyek Maksud Kegiatan:
Maksud pelaksanaan proyek ini adalah untuk mendukung tercapainya ketahanan air dengan melaksanakan kegiatan proyek Pembangunan Penyediaan Jaringan Air Tanah di Kabupaten Sorong (Kampung Malaos, Distrik Salawati). Sedangkan tujuan dari pelaksanaan proyek ini adalah untuk memenuhi kebutuhan Air Baku sebesar 1 Liter/detik guna memberikan kebermanfaatan kepada penduduk dengan jumlah 200 Jiwa (Masyarakat Kampung Malaos) pada tahun 2022.
Tujuan Kegiatan:
- Meningkatkan produksi pangan, kesehatan, dan taraf hidup masyarakat;
- Optimalisasi pemakaian air baku;
- Pemberdayaan sumber daya alam dan sumber daya manusia guna peningkatan taraf kesehatan, pendidikan, dan perekonomian rakyat.
4. Sasaran
Terlaksananya Kegiatan Pembangunan Sumur Air Tanah untuk Air Baku Malaos di Kab. Sorong, (titik 1) ; Papua Barat; Kab. Sorong; 1 Titik; 0.001 m3/detik; F; K; SYC dengan kualitas hasil konstruksi sesuai spesifikasi teknik yang dipersyaratkan.
Gambar 1. Skema Jaringan
5. Lokasi Kegiatan
Lokasi Pekerjaan terletak di Kampung Malaos Distrik Salawati Kab. Sorong, Provinsi Papua Barat pada 01°09'26.24"S dan 131°17'19.47"E. Waktu yang ditempuh untuk mencapai lokasi kegiatan (dari Kota Sorong ke Lokasi Sumur Bor) 1,5 jam dengan menggunakan jalur darat.
Gambar 2. Lokasi Pelaksanaan Pekerjaan
6. Sumber Pendanaan
Kegiatan ini dibiayai dari sumber pendanaan APBN TA. 2022
Paket Pekerjaan Nilai Paket
Pembangunan Sumur Air Tanah untuk Air Baku Malaos di Kab. Sorong, (titik 1) ; Papua Barat; Kab. Sorong; 1 Titik; 0.001 m3/detik; F; K; SYC
Rp. 2.000.000.000,00
7. Rencana Pengadaan
Perencanaan Pengadaan Barang/Jasa dilaksanakan dengan cara Pelelangan Umum Kontrak Tahun Tunggal (SYC) dengan Kontrak Harga Satuan.
8. Mata Uang dan Cara Pembayaran
1. Semua harga dalam pekerjaan ini dalam bentuk uang Rupiah;
2. Pembayaran atas pelaksanaan pekerjaan dilakukan dengan cara Angsuran (Termin).
9. Nama dan Organisasi Pejabat Pembuat Komitmen
Instansi : Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
Satuan Kerja : SNVT Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air Papua Provinsi Papua Barat
Pejabat Pembuat Komitmen : Air Tanah dan Air Baku II
Nama PPK : Herrie Royke Tilaar, ST.
10. Data Dasar
Seluruh laporan terkait dengan perencanaan konstruksi diantaranya Gambar Desain Pembangunan Sumur Air Tanah untuk Air Baku Malaos di Kab. Sorong, (titik 1) ; Papua Barat; Kab. Sorong; 1 Titik; 0.001 m3/detik;
F; K; SYC.
11. Standar Teknis
Standar dan pedoman yang dapat digunakan dalam pelaksanaan pekerjaan:
a) Pedoman Penyusunan Dokumen Pengadaan, Evaluasi Penawaran, Evaluasi Kualifikasi Pekerjaan Konstruksi, dan Penghitungan PenyesuaianHarga/Eskalasi;
b) Pedoman Analisis Harga Satuan Pekerjaan (AHSP) Bidang Pekerjaan Umum;
c) Standar pedoman Lain yang Terkait yang dikeluarkan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dan Instansi Pemerintah Setempat yang bersangkutan dengan permasalahan bangunan;
d) Standar Susunan Tenaga Ahli Untuk Pengawasan Pekerjaan Konstruksi Melalui Penyedia Jasa;
e) Standar dan Pedoman Pengadaan Jasa Konstruksi Melalui Penyedia;
f) Standar Nasional Indonesia dan Pedoman Teknis terkait lainnya yang masih berlaku.
12. Output dan Outcome
Paket Pekerjaan : Pembangunan Sumur Air Tanah untuk Air Baku Malaos di Kab. Sorong, (titik 1) ; Papua Barat; Kab. Sorong; 1 Titik; 0.001 m3/detik; F; K; SYC; 0
Km; 0 m3/detik; F; K; SYC
Output : 1 titik
Outcome : 0.001 m3/detik
13. Ruang Lingkup Pekerjaan a) Pekerjaan Persiapan;
b) Pekerjaan Pembuatan Sumur Bor;
c) Pekerjaan Bak Menara pekerjaan penampung Air;
d) Pekerjaan Mekanikal dan Elektrikal (Solar Cell);
e) Pekerjaan Pengadaan Pipa Transmisi;
f) Pekerjaan Pagar;
g) Pekerjaan Kran Umum.
14. Keluaran
Pada tahun 2022 akan dibangun Sumur Air Tanah 1 titik, 1 Set Menara Air dan Penampungan Air, 1 Set Pompa dan Solar Cell serta Jaringan Transmisi dengan material GIP berdiameter 75 mm dan 50 mm ± 300 m dengan Outcome 1 Liter/detik di Kabupaten Sorong (Kampung Malaos, Distrik Salawati).
15. Peralatan, Material, Personil dan Fasilitas
Peralatan, material, personil dan fasilitas yang harus tersedia : a) Laporan dan Data.
- Studi terdahulu dan data pendukung lainnya yang ada di Balai Wilayah Sungai Papua Barat apabila tersedia akan disiapkan oleh PPK.
b) Akomodasi dan ruang kantor
- Disiapkan oleh Pihak Penyedia Jasa.
c) Staf Pengawas/Pendamping
- Pejabat Pembuat Komitmen akan menunjuk pejabat/ petugas selaku Direksi dan Supervisi;
- Pekerjaan yang akan mendampingi dan mengawasi secara langsung pelaksanaan pekerjaan konstruksi.
d) Peralatan dan Material dari Penyedia Pekerjaan Konstruksi
- Penyedia Jasa menyediakan peralatan dan material pengukuran maupun peralatan/instrumen lain yang memenuhi standar ketelitian untuk menunjang pelaksanaan pekerjaan. Peralatan dan material tersebut harus sesuai dengan yang tercantum dalam Dokumen Penawaran, serta harus disetujui dan direkomendasikan oleh Direksi Pekerjaan.
e) Keperluan biaya sosial dan pengobatan selama pekerjaan lapangan di lokasi Proyek, dimana Penyedia Jasa berkewajiban atas biaya sendiri untuk mengikutsertakan Personilnya pada program Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan, dan memerintahkan Personilnya untuk mematuhi peraturan keselamatan kerja dan menyediakan perlengkapan keselamatan kerja yang sesuai dan memadai;
f) Penyedia Jasa harus menyediakan tempat tinggal/base camp/barak untuk pekerja, dekat lokasi pekerjaan/proyek selama pelaksanaan kontrak, termasuk didalamnya fasilitas air bersih dan kamar mandi yang dilengkapi dengan sanitasi.
16. Lingkup Kewenangan Penyedia Jasa
Penyedia jasa harus menyediakan dan memelihara semua fasilitas dan peralatan yang dipergunakan untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan,antara lain terdiri dari:
a) Kantor/Studio (Kantor Direksi, Kantor Penyedia dan Tempat Tinggal Direksi, Staf Penyedia), lengkap dengan peralatan yang diperlukan untuk pelaksanaan pekerjaan seperti: peralatan gambar, peralatan
tulis dan barang-barang yang habis pakai lainnya serta perlengkapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Kantor/Studio harus beralamat/berdomisili di lokasi pekerjaan;
b) Biaya akomodasi, perjalanan Dinas serta penginapan untuk pengawasan lapangan;
c) Fasilitas transportasi termasuk kendaraan bermotor roda 4 (empat) dan roda 2 (dua) yang layak untuk inspeksi lapangan beserta pengemudinya;
d) Biaya untuk staf pembantu pada bagian administrasi proyek;
e) Keperluan biaya sosial dan pengobatan selama pekerjaan lapangan di lokasi Proyek, dimana Penyedia Jasa berkewajiban atas biaya sendiri untuk mengikut sertakan Personilnya pada program Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan, dan memerintahkan Personilnya untuk mematuhi peraturan keselamatan kerja dan menyediakan perlengkapan keselamatan kerja yang sesuai dan memadai;
f) Penyedia Jasa harus menyediakan tempat tinggal/base camp/barak untuk pekerja, dekat lokasi pekerjaan/proyek selama pelaksanaan kontrak, termasuk didalamnya fasilitas air bersih dan kamar mandi yang dilengkapi dengan sanitasi.
17. Jangka Waktu Penyelesaian Kegiatan
a) Jadwal tahapan pelaksanaan selama 240 (Dua Ratus Empat Puluh) Hari Kalender terhitung sejak tanggal mulai kerja yang tercantum dalam Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK);
b) Masa Pemeliharaan berlaku selama 365 (Tiga ratus enam puluh lima) Hari Kalender terhitung sejak tanggal penyerahan pertama (PHO) pekerjaan.
18. Daftar Personil dan Peralatan a. Personil
Daftar Personil Manajerial
No
Tingkat Pendidikan Ijazah
Jabatan dalam Pekerjaan yang akan
dilaksanakan
Pengalaman Kerja Profesional
(Tahun)
Sertifikat Kompetensi Kerja
1
S1 Teknik Sipil/Teknik
Bangunan
Pelaksana 2 Tahun
SKT Pelaksana Pengeboran Air Tanah
(TT 013)
2
S1 Teknik Sipil/Teknik
Bangunan
Ahli K3 Konstruksi 3 Tahun Sertifikat K3 (Ahli Muda K3 Konstruksi)
b. Daftar Peralatan
Daftar Peralatan Utama Minimal yang Dibutuhkan
No Jenis Kapasitas Jumlah Kepemilikan/Status
1 Dump Truck 3 m3 1 Unit Sewa/Sewa Beli/Milik
2 Pick Up 1300 cc 2 Unit Sewa/Sewa Beli/Milik
3 Welding Mesing (Mesin
Las Listrik) 250 Ampere 2 Unit Sewa/Sewa Beli/Milik
4 Alat Bor 150 Meter 1 Unit Sewa/Sewa Beli/Milik
No Jenis Kapasitas Jumlah Kepemilikan/Status
5 Generator Set
(Mesin Genset) 10 kVa 2 Unit Sewa/Sewa Beli/Milik
6 Pompa Air 1 Liter/detik
output 3 inci 1 Unit Sewa/Sewa Beli/Milik
19. Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK)
Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK) adalah bagian dari sistem manajemen pelaksanaan pekerjaan konstruksi dalam rangka menjamin terwujudnya “keselamatan konstruksi”, yaitu pemenuhan standar keamanan, keselamatan, kesehatan dan keberlanjutan yang menjamin keselamatan keteknikan konstruksi, keselamatan dan kesehatan tenaga kerja, keselamatan publik dan lingkungan. Berdasarkan Permen PUPR Nomor 21/PRT/M/2019 tentang Pedoman Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi dan Surat Edaran Menteri PUPR Nomor 11 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi.
Resiko keselamatan konstruksi di paket ini adalah Resiko Sedang. Berdasarkan analisa resiko tersebut maka identifikasi bahaya yang terjadi adalah:
No JENIS PEKERJAAN IDENTIFIKASI BAHAYA
1 Besi/Baja Profil Tertimpa Besi/Baja Profil
20. Laporan Hasil Pekerjaan
Penyedia harus membuat Laporan Harian atas kegiatan harian, Laporan Mingguan untuk progres fisik, bahan dan peralatan, membuat Laporan Bulanan fisik, tenaga kerja dan cuaca, serta membuat Laporan Manual OP untuk item alat yang akan dilaksanakan Operasi dan Pemeliharaannya. Semua laporan harus diperiksa oleh Pengawas lapangan sebelum diserahkan kepada Pejabat Pembuat Komitmen.
21. Dokumentasi Kemajuan Pelaksanaan
Penyedia akan melengkapi laporan kemajuan pelaksanaan dengan dokumentasi berbentuk foto maupun video pada lokasi-lokasi yang ditemukan oleh Direksi selama periode Kontrak. Dokumentasi diambil pada masing-masing titik yang sama pada awal pekerjaan, sebelum pekerjaan dimulai, selama pekerjaan berlangsung dan tahap pelaksanaan pekerjaan selesai (0%, 50%, 100%) dengan menggunakan kamera SLR agar kualitas foto maupun video terlihat bagus.
22. Produksi Dalam Negeri
Semua kegiatan pekerjaan konstruksi berdasarkan KAK ini dilakukan dalam wilayah negara Republik Indonesia kecuali ditetapkan lain dalam KAK ini dengan pertimbangan keterbatasan kompetensi dalam negeri. Preferensi harga produk dalam negeri untuk barang sebesar 25% berdasarkan Peraturan Menteri BUMN Nomor 08/MBU/12/2019.
23. Alih Pengetahuan
Jika diperlukan, penyedia pekerjaan konstruksi berkewajiban untuk menyelenggarakan pertemuan dan pembahasan dalam rangka alih pengetahuan kepada staf Pejabat Pembuat Komitmen Air Tanah dan Air Baku II dan SNVT Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air Papua Provinsi Papua Barat.
24. Analisa Pasar
Paket pekerjaan konstruksi ini dapat dilaksanakan oleh Penyedia yang memiliki Sertifikat Badan Usaha (SBU) dengan Kualifikasi Usaha Kecil, serta disyaratkan:
a) Klasifikasi Spesialis;
b) Jasa Pelaksana Konstruksi Pekerjaan Pengeboran Sumur Air Tanah Dalam (SP 008) KBLI 2017 atau Jasa Pelaksana Konstruksi Pekerjaan Pengeboran Sumur Air Tanah Dalam (SP 008) KBLI 2020;
c) Mempunyai status valid keterangan Wajib Pajak berdasarkan hasil konfirmasi Status Wajib Pajak
pekerjaan.
25. Jadwal Pelaksanaan
Jadwal Pelaksanaan Proyek (Barchart per Rincian Output)
Nama Pekerjaan Bulan Ke-
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
Pekerjaan Persiapan xx
Pekerjaan Pembuatan Sumur Bor xx xx
Pekerjaan Bak Menara Pekerjaan Penampung Air xx xx
Pekerjaan Mekanikal dan Elektrikal (Solar Cell) xx xx xx xx
Pengadaan dan Pekerjaan Pipa Transmisi xx xx xx xx
Pekerjaan Pagar xx xx xx xx
Pekerjaan Kran Umum xx xx
Manokwari, Januari 2022 Mengetahui :
Kuasa Pengguna Anggaran/Barang
Nonce Saman, ST., MT.
NIP. 19821107 2009 09 1 002 Tahun Pajak 2020;
d) Penyedia harus memiliki ijin badan usaha di bidang jasa konstruksi dan masih berlaku, dan;
e) Tender terbatas dengan domisili pelaku usaha papua wajib berada pada provinsi lokasi pelaksanaan