• Tidak ada hasil yang ditemukan

RENCANA STRATEGIS PUSAT PENGUATAN KARAKTER 2020-2024

N/A
N/A
4130020021 ALDI SETIAWAN

Academic year: 2023

Membagikan "RENCANA STRATEGIS PUSAT PENGUATAN KARAKTER 2020-2024"

Copied!
57
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Kondisi Umum Pendidikan Karakter

Pada dasarnya pendidikan karakter bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai dan mengembangkan sikap dan perilaku yang baik untuk membentuk karakter peserta didik di sekolah, dengan melibatkan seluruh warga sekolah dalam pelaksanaannya dengan dukungan keluarga dan masyarakat. Berbagai program seperti Kawah Kepemimpinan Siswa (KKP), Pramuka, Artis Masuk Sekolah, Perkemahan Kebudayaan Nasional dan pemutaran film yang menampilkan pahlawan nasional dilakukan untuk mendorong penguatan pendidikan karakter. Kegiatan yang menunjang penguatan karakter anak adalah ajakan kepada orang tua siswa untuk berperan aktif di satuan pendidikan melalui kegiatan sebagai berikut: (1) pertemuan orang tua dengan guru kelas, (2) jam orang tua, (3) jam inspiratif dan (4) jam tutup. Judul Pekerjaan Tahun.

Mengembangkan kapasitas orang tua dengan merekrut calon pegiat pendidikan keluarga di tingkat kabupaten/kota yang memiliki anak usia PAUD, SD dan SMP. Selama kurun waktu 5 tahun, sebanyak 78.812 Satuan PAUD telah menyelenggarakan gerakan nasional orang tua membaca buku.

Gambar I-1 Tri Sentra Pendidikan
Gambar I-1 Tri Sentra Pendidikan

Permasalahan Karakter

Tantangan

Ki Hajar Dewantara mengemukakan konsep pendidikan tiga pusat, yang menekankan bahwa keluarga, sekolah, dan masyarakat merupakan satu kesatuan yang sinergis dan bertanggung jawab tidak hanya terhadap hasil belajar siswa, tetapi juga terhadap proses pendidikan itu sendiri. Peningkatan kapasitas dan kolaborasi positif antar keluarga, satuan pendidikan, dan masyarakat sebagai ekosistem dalam penyelenggaraan pendidikan bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang mendukung bagi pengembangan karakter siswa. PPK bertujuan untuk mengembangkan dan membekali peserta didik sebagai generasi emas Indonesia tahun 2045 yang berjiwa Pancasila dan pendidikan karakter yang baik untuk menghadapi dinamika perubahan di masa depan.

Festival ini diadakan secara dinamis dan statis yang diisi oleh pelajar dari satuan pendidikan, organisasi atau komunitas kepemudaan lainnya (PIK-R, GENRE, FORUM ANAK, KOMUNITAS LITERASI, DLL). Survei yang dilakukan Puspendik Kemendikbud terhadap pelajar (sumber LAKIP Kemdikbud 2017) memperoleh data: . 1) “Rata-rata Nilai Perilaku Siswa PAUD” dimana perilaku siswa yang positif terlihat dari penanaman perilaku karakter yang baik yang sangat mudah dilakukan pada usia muda. Dalam hal perundungan dan pola pikir berkembang, Gambar I-3 menunjukkan hasil survei pelajar Indonesia dibandingkan dengan rata-rata pelajar dari negara-negara OECD.

Seperti yang ditunjukkan pada Gambar I-3, 41% pelajar Indonesia melaporkan pernah mengalami perundungan beberapa kali dalam sebulan.

VISI, MISI, DAN TUJUAN

  • Visi Pusat Penguatan Karakter
  • Misi Pusat Penguatan Karakter
  • Tata Nilai Pusat Penguatan Karakter
  • Tujuan Pusat Penguatan Karakter
  • Sasaran Strategis Penguatan Karakter

Perpres 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter merupakan pedoman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam pelaksanaan program PPK di lingkungan sekolah dan keluarga/masyarakat. Pendidikan karakter mengajarkan empat aspek filosofi pendidikan (latihan hati, amalan, kemauan, dan latihan pikiran) dan lima nilai besar (religiusitas, integritas, nasionalisme, gotong royong, dan kemandirian) yang menjadi inti pendidikan karakter seperti tergambar pada Gambar II. -1. Pendidikan Karakter dilaksanakan melalui pendekatan guru-siswa secara langsung, melalui kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler pada setiap jenjang pendidikan.

5 Nilai Pokok tersebut adalah Aktualisasi Pancasila, 3 Pilar Gerakan Nasional Revolusi Mental, Nilai-Nilai Kearifan Lokal, Tantangan Masa Depan. kementerian, lembaga, pemerintah daerah, dan masyarakat agar aktif menerapkan PPK dan budaya antikorupsi. Pelajar Pancasila merupakan perwujudan pelajar Indonesia sebagai pelajar sepanjang hayat yang mempunyai kompetensi global dan berperilaku sesuai nilai-nilai Pancasila, dengan enam ciri utama: keimanan, ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa dan akhlak mulia, keberagaman global, gotong royong, kemandirian, nalar kritis dan kreatif. , seperti yang ditunjukkan pada gambar di atas. Keenam ciri tersebut diwujudkan melalui pengembangan nilai-nilai budaya Indonesia dan Pancasila yang menjadi landasan bagi segala arah pembangunan nasional.

Dengan identitas budaya Indonesia dan nilai-nilai Pancasila yang mengakar kuat, masyarakat Indonesia di masa depan akan menjadi masyarakat terbuka dengan kewarganegaraan global yang dapat menerima dan menggunakan keragaman sumber daya, pengalaman dan nilai-nilai dari berbagai budaya di dunia, namun pada saat yang sama. saatnya untuk tidak kehilangan ciri dan identitas khasnya. Sesuai dengan nilai integritas, pegawai Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan diharapkan konsisten dan tekun dalam menjaga nilai-nilai luhur dan keyakinan, terutama dalam hal kejujuran dan kebenaran dalam bertindak dan berkeyakinan. Tujuan utama Pusat Penguatan Karakter Tahun 2020-2024 adalah menjamin pemahaman dan pengamalan nilai-nilai Pancasila dan Merdeka Belajar dalam ekosistem pendidikan melalui pengkajian, pengembangan dan sosialisasi, serta pemantauan dan evaluasi karakter. konten di satuan pendidikan, keluarga dan masyarakat.

Fokus pembangunan pendidikan dan pemajuan kebudayaan ditujukan untuk memperkuat kebudayaan dan karakter bangsa melalui perbaikan kebijakan, prosedur, dan pendanaan pendidikan, serta mengembangkan kesadaran akan pentingnya melestarikan nilai-nilai luhur kebudayaan nasional dan menyerap nilai-nilai baru. dari budaya global dengan cara yang positif dan produktif. Strategi yang diterapkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan adalah dengan memanfaatkan nilai-nilai tradisional, budaya, dan sejarah bangsa Indonesia untuk memperkaya pendidikan karakter. Kondisi yang ingin dicapai dalam kaitannya dengan upaya penguatan pendidikan budaya, bahasa, dan karakter adalah: .. a) nilai-nilai tradisional, budaya, dan sejarah bangsa Indonesia merupakan aspek utama pendidikan karakter;

Gambar II-1 Skema Penguatan Pendidikan Karakter  PENUMBUHAN NILAI-NILAI UTAMA KARAKTER
Gambar II-1 Skema Penguatan Pendidikan Karakter PENUMBUHAN NILAI-NILAI UTAMA KARAKTER

ARAH KEBIJAKAN, STRATEGI, KERANGKA REGULASI DAN

  • Arah Kebijakan dan Strategi
  • Arah Kebijakan dan Strategi Pusat Penguatan Karakter
  • Kerangka Regulasi
  • Kerangka Kelembagaan

Agenda pembangunan penguatan karakter akan mendukung seluruh agenda pembangunan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan khususnya nomor (2) yaitu Revolusi Mental dan Pembangunan Kebudayaan dengan arah politik Revolusi Mental dan pengembangan ideologi Pancasila untuk memperkuat budaya bangsa. ketahanan dan membentuk mentalitas bangsa yang maju, modern, dan berkarakter melalui strategi (a) Revolusi mental dalam sistem pendidikan untuk memperkuat nilai-nilai integritas, etos kerja, gotong royong, dan karakter yang baik; dan (b) Pengembangan ideologi Pancasila, pendidikan kewarganegaraan, wawasan kebangsaan, dan bela negara untuk menumbuhkan jiwa nasionalisme dan patriotisme. Arah politik dan strategi Pusat Pengembangan Karakter periode 2020-2024 adalah mendukung agenda Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui kebijakan kemandirian belajar dan pengamalan nilai-nilai Pancasila, yang berupaya mewujudkan pendidikan bermutu bagi masyarakat. seluruh masyarakat Indonesia, ditandai dengan tingginya angka partisipasi di semua tingkat pendidikan, hasil pembelajaran yang berkualitas dan kualitas pendidikan yang wajar baik secara geografis maupun berdasarkan status sosial ekonomi. 9 Tahun 2020 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang tugas dan fungsinya menangani teknis-politik persiapan, pelaksanaan, pemantauan, evaluasi, dan pelaporan di bidang penguatan karakter dan urusan administrasi pusat.

Dalam melaksanakan tugasnya, Pusat Pembangunan Karakter mempunyai tugas sebagai berikut: (a) menyusun kebijakan teknis di bidang pembangunan karakter; (b) melakukan pembinaan karakter; 28 Pusat Pembangunan Karakter berupaya memperkuat nilai-nilai Pancasila guna membangun ekosistem pendidikan yang berkarakter. Program Pusat Pengembangan Karakter berperan dalam pemberdayaan keluarga, satuan pendidikan dan masyarakat untuk meningkatkan kesadaran peduli dan berpartisipasi dalam kemajuan pendidikan khususnya dalam konsep kebijakan pembelajaran mandiri.

Program Pusat Penguatan Karakter juga bertujuan untuk memperkuat karakter anak melalui pembiasaan sikap dan perilaku positif dengan mengamalkan nilai-nilai Pancasila. Untuk mencapai visi, misi dan strategi Pusat Penguatan Karakter sebagaimana telah diuraikan pada bab sebelumnya, harus didukung oleh kerangka kelembagaan yang mencakup struktur organisasi, administrasi dan manajemen aparatur sipil negara yang efektif dan efisien sehingga dapat terwujud. mampu melaksanakan tugas dan fungsi yang diberikan kepada PPK secara optimal. Berdasarkan tujuan yang harus dicapai Pusat Penguatan Karakter, ditetapkan lima proses utama, yaitu (1) peninjauan muatan nilai-nilai Pancasila; (2) pengembangan dan penyebaran konten melalui media; (3) pemantauan dan evaluasi.

Proses bisnis ini menjadi landasan dalam menjalankan tugas dan fungsi pusat penguatan karakter untuk melakukan persiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang penguatan karakter. Seperti terlihat pada gambar di atas, untuk mengoptimalkan pelaksanaan tugas dan fungsi Pusat Penguatan Karakter. Kepala Subag Tata Usaha mengoordinasikan pelaksanaan tugas, pembinaan dan pemberian dukungan administrasi kepada seluruh unsur organisasi di lingkungan Pusat Penguatan Karakter.

Gambar III-1 Kebijakan Penguatan Pendidikan Karakter
Gambar III-1 Kebijakan Penguatan Pendidikan Karakter

TARGET KINERJA DAN TARGET PENDANAAN

Target Kinerja

Penyiapan konten untuk penguatan karakter satuan pendidikan b. Sosialisasi konten penguatan karakter pada satuan pendidikan c. Pengawasan dan evaluasi pelaksanaan sosialisasi konten. Penyiapan konten penguatan karakter keluarga b. Sosialisasi konten penguatan karakter keluarga c. Pengawasan dan evaluasi pelaksanaan sosialisasi konten. Penyiapan konten untuk penguatan karakter masyarakat b. Sosialisasi konten yang memperkuat karakter masyarakat c. Pengawasan dan evaluasi pelaksanaan sosialisasi konten.

Isi kampanye komunikasi publik pembentukan karakter ekosistem pendidikan dan kebudayaan diproduksi dan disebarluaskan untuk menyadarkan masyarakat, memahami, ikut serta dan melakukan perilaku atau tindakan yang mencerminkan nilai-nilai Pancasila dan kebijakan merdeka belajar. Mekanisme penghitungan pencapaian tujuan merupakan instrumen yang dikembangkan untuk menghitung jumlah konten kampanye komunikasi publik penguatan karakter ekosistem pendidikan dan budaya, yang diproduksi dan disebarluaskan melalui media dengan target audiens yang luas (above the line) dan media sasaran dengan khalayak terbatas (below the line).

Kerangka Pendanaan

Rencana Strategis Konsep Teknokratis (Renstra) Pusat Penguatan Karakter Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2020-2024 telah disusun untuk mendukung program Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam mewujudkan pengembangan Sumber Daya Manusia Unggul dan Berkarakter yang sesuai dengan keinginan pemerintah. fokus dalam RPJMN. Rencana strategis menguraikan kebijakan dan strategi Kinerja Pusat Penguatan Karakter untuk mencapai target kinerja dan program yang direncanakan dalam rangka mencapai sasaran strategis Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Rencana Strategis (Renstra) Konsep Teknokratis Pusat Penguatan Karakter diharapkan dapat dijadikan pedoman dan arah bagi pengembangan penguatan karakter yang ingin dicapai pada periode tersebut baik pada Unit Utama maupun Satker di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Kebudayaan, atau sebagai pedoman bagi pemerintah daerah dalam melaksanakan pembangunan di bidang pendidikan.

Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional mengamanatkan agar renstra menjadi landasan dan acuan bagi unit eselon I, II dan unit pelaksana teknis di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, serta OPD di provinsi dan kabupaten/kota dalam menyusun (1) rencana strategis; (2) Rencana Kerja (Renja) dan RKA-KL; (3) Rencana/program pengembangan lintas sektoral di bidang pendidikan dan kebudayaan; (4) Koordinasi perencanaan dan pengendalian kegiatan pengembangan pendidikan dan kebudayaan; (5) Laporan Tahunan; Dan. 6) Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP). Selain yang telah diuraikan di atas, Rancangan Rencana Strategis (Renstra) Teknokratis Pusat Pengembangan Karakter diharapkan dapat dipahami dan digunakan oleh seluruh komponen ekosistem pendidikan (satuan pendidikan, keluarga, dan masyarakat), serta khususnya oleh para pemangku kepentingan. Dengan demikian, keterlibatan masyarakat yang lebih aktif dan terintegrasi diharapkan mampu memperkuat karakter bangsa melalui ekosistem pendidikan dalam lima tahun ke depan.

Sasaran kinerja ini merupakan inventarisasi awal program/kegiatan yang berkaitan langsung dengan penguatan pendidikan karakter. Bahkan, program/kegiatan penguatan pendidikan karakter tidak hanya dilakukan oleh PUSPEKA, namun juga oleh unit kerja lainnya. Pada dasarnya PUSPEKA sendiri bertanggung jawab secara finansial hanya untuk menyelenggarakan pendidikan kepribadian bagi ekosistem pendidikan dan budaya serta memperbaiki pengelolaan PUSPEKA itu sendiri.

Ketersediaan layanan pendidikan dasar yang merata dan bermutu Direktorat IKK SD Persentase sekolah dasar yang mempunyai lingkungan. Tersedianya layanan pendidikan SMP yang merata dan bermutu Direktorat IKK SMP Persentase SMA yang mempunyai lingkungan.

PENUTUP

Gambar

Gambar I-1 Tri Sentra Pendidikan
Gambar I-2 Perundungan dan Kerangka Pikir Kemajuan Peserta Didik
Tabel I-2 Tantangan Pemajuan Kebudayaan
Gambar II-1 Skema Penguatan Pendidikan Karakter  PENUMBUHAN NILAI-NILAI UTAMA KARAKTER
+7

Referensi

Garis besar

Dokumen terkait

Evaluasi Program Dimensi Context Disimpulkan bahwa penguatan pendidikan karakter secara Context di SMAN 1 Tumijajar telah berjalan dengan sangat baik, yaitu

Tesis dengan judul “Penguatan Karakter Peserta Didik Berbasis Kegiatan Ekstrakurikuler Pada Madrasah Tsanawiyah Tarbiyatul Ulum Wedung Demak Tahun Pelajaran 2020//2021”

Adapun kegiatan pelaksanaan program penguatan pendidikan karakter di SD Negeri Bunulrejo 2 Malang ini ialah: (1) pengintegrasian, guna menyesuaikan dengan program sekolah

Pelaksanaan Penguatan Pendidikan Karakter dalam kegiatan pembelajaran pada kelas rendah di SDN Mojolangu 5 Malang.. Internalisasi nilai-nilai pendidikan karakter

Banyak upaya untuk menunjang lingkungan lebih baik namun dalam penelitian ini hanya berfokus pada penguatan karakter peduli lingkungan peserta didik melalui pengelolaan

Jumlah penyusunan perumusan kebijakan, pelaksanaan koordinasi, pelaksanaan kebijakan, bimbingan teknis supervisi dan laporan evaluasi pengembangan sumber daya alam

Relevansi dari pemikiran Ki Hajar Dewantara dalam penguatan pendidikan karakter dilakukan dengan adanya integrasi nilai-nilai karakter dalam kegiatan belajar guna membentuk peserta

xii pembentukan karakter religius anak tunagrahita melalui kegiatan penguatan Pendidikan Agama Islam PAI di SMPLB Yapenas Condongcatur Yogyakarta terdiri dari enam tahapan yaitu a