• Tidak ada hasil yang ditemukan

Outliers Rahasia Di Balik Sukses

N/A
N/A
Muhammad Syifaurrahman Shint

Academic year: 2023

Membagikan "Outliers Rahasia Di Balik Sukses"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

Outliers

Rahasia Di Balik Sukses

By Malcolm Gladwell

Outliers (2008) mengungkap rahasia tokoh-tokoh dunia yang menunjukkan prestasi luar biasa di bidangnya. Berlawanan dengan pemahaman umum, penulis buku ini menegaskan bahwa faktor- faktor eksternal sangat berperan untuk mendukung kesuksesan Anda. Waspadalah, buku ini akan mengubah pola pikir Anda dalam memahami sebuah kesuksesan!

Siapa penulis buku ini?

Malcolm Gladwelll adalah seorang jurnalis senior berkebangsaan Kanada. Malcolm saat ini bekerja sebagai staf penulis di The New Yorker dan juga pernah bekerja di Washington Post sebagai reporter bidang bisnis dan sains. Malcolm juga pengarang dari dua buku yang menjadi best seller internasional yaitu The Tipping Point dan Blink.

Untuk siapa buku ini?

 Akademisi, mahasiswa serta praktisi yang menyukai topik- topik pengembangan diri

 Siapapun yang ingin mengetahui rahasia dari orang-orang istimewa yang berhasil mencapai kesuksesan luar biasa di bidangnya

(2)
(3)

Apa yang dibahas buku ini?

Faktor-faktor yang mendukung kesuksesan luar biasa para outlier

Outlier adalah orang-orang dengan prestasi yang luar biasa di bidangnya. Contohnya adalah The Beatles untuk bidang musik dan Bill Gates untuk bisnis. Kebanyakan dari kita selalu berpikir bahwa kesuksesan mereka sekadar bergantung kepada kualitas individu semata.

Akan tetapi, banyak fakta yang menunjukkan adanya peran faktor eksternal yang besar terhadap pencapaian kesuksesan seseorang.

Dalam pimtar ini Anda akan mempelajari pengaruh dari

kesempatan dalam hidup serta kebudayaan terhadap kesuksesan besar seseorang.

Hal-hal menarik yang akan Anda pelajari antara lain:

 kenapa sebuah sistem dan lingkungan yang tepat sangat diperlukan untuk mendukung kesuksesan seseorang;

 bagaimana kaidah 10.000 jam dapat mendukung sebuah kesuksesan;

 kota apakah yang menyimpan rahasia kesuksesan The Beatles;

 apa hubungan antara kemampuan matematika dan budaya cocok tanam; dan

 bagaimana warisan budaya bisa menjadi faktor penentu kesuksesan Anda.

Dengan dukungan sistem yang tepat,

seseorang bisa menjadi sukses lebih cepat

Banyak orang beranggapan bahwa kualitas individulah yang menentukan kesuksesan seseorang. Padahal, ada faktor lain yang juga perlu Anda perhatikan, misalnya hubungan seseorang dengan masyarakat dan juga sistem yang ada di sekitarnya.

Contohnya bisa Anda lihat di sistem perekrutan pemain klub hoki di Kanada. Jika Anda perhatikan biodata para pemain di sebuah tim juara, Anda akan mendapati pola yang sama: rata-rata pemain- pemain hebat di tim itu lahir di awal tahun, sekitar bulan Januari sampai Mei.

Sebenarnya ini adalah hal yang sederhana dan tidak ada hubungan sama sekali dengan astrologi. Pada sistem perekrutan pemain, batas umur yang ditetapkan oleh sebuah klub adalah 1 Januari di setiap tahunnya. Oleh karena itu, anak yang berusia sepuluh tahun

(4)

pada tanggal 2 Januari dapat bermain di level yang sama dengan anak yang berumuran sama namun lahir di 31 Desember.

Perbedaan dua belas bulan inilah yang akan membedakan bentuk fisik dan kemampuannya di lapangan. Pemain-pemain hebat yang lahir di awal tahun rata-rata memiliki fisik yang lebih besar dan lebih kuat karena pada faktanya mereka memang beberapa bulan lebih tua di bandingkan rekan-rekannya yang lahir di akhir tahun.

Sistem semacam ini tentu menguntungkan anak-anak yang lahir di awal tahun, namun merugikan mereka yang lahir di akhir tahun.

Untuk mencetak lebih banyak pemain hebat, klub-klub perlu mengubah sistem perekrutannya.

Akan lebih adil jika mereka yang lahir di awal tahun di tempatkan di level yang berbeda dengan rekan-rekannya yang lahir di akhir tahun. Dengan sistem baru semacam ini, kesempatan untuk sukses akan terbuka lebih luas bagi seluruh anak-anak.

Dalam bagian selanjutnya akan dibahas rahasia Beatles dalam meraih kesuksesannya.

Salah satu kunci kesuksesan adalah adanya kesempatan untuk melatih kemampuan

dengan porsi di atas kenormalan

Sering kali kita mendengar pertanyaan; “Apakah bakat bawaan itu ada?

Apakah kesuksesan dipengaruhi oleh sesuatu yang kita warisi saat

dilahirkan?” Barangkali bakat bawaan memang ada, namun kemauan untuk berlatih lebih besar pengaruhnya.

Sebuah penelitian dilakukan kepada beberapa pemain biola.

Mereka dibagi menjadi tiga kelompok. Kelompok pertama adalah kelompok profesional yang sangat mahir memainkan biola.

Kelompok kedua adalah pemain biola dengan kemampuan biasa saja. Sedangkan kelompok ketiga adalah mereka yang tingkat kemahirannya masih rendah atau amatiran.

Dalam penelitian itu ditemukan sebuah pola yang menarik.

Ternyata, meskipun mereka berlatih di umur yang sama, namun porsi latihan mereka sangat berbeda.

Kelompok profesional menghabiskan waktu tiga puluh jam setiap minggunya. Kelompok kedua berlatih dua puluh jam per minggu.

Sedangkan kelompok yang masih amatiran menghabiskan tidak lebih dari tiga jam per minggu. Jadi tidak aneh jika kelompok profesional bisa mendapatkan kemampuan yang lebih baik dibandingkan kelompok lainnya.

(5)

Namun bagaimana caranya agar seseorang bisa memiliki

konsistensi untuk berlatih dengan intensitas yang tinggi? Seringkali kondisi eksternallah yang memaksa kita untuk melakukannya.

Inilah yang menjadi salah satu rahasia kesuksesan The Beatles. Dan rahasia tersebut tersimpan dalam kenangan mereka selama di Kota Hamburg.

Hamburg memang memiliki peran yang sangat penting dalam kesuksesan The Beatles. Namun itu bukan karena mereka

menerima bayaran yang tinggi selama menjadi musisi di kota ini.

Bukan pula karena fanatisme penonton yang sangat tinggi.

Hamburg memiliki peran penting karena di kota inilah The Beatles terpaksa bermain jauh lebih sering.

Selama di Hamburg, mereka terbiasa bermain 8 jam sehari.

Bandingkan dengan pengalaman mereka selama di Liverpool yang hanya terbiasa untuk tampil 1 jam sehari.

Waktu yang mereka habiskan di Hamburg untuk tampil setiap

malam adalah sebuah proses latihan panjang sebelum bisa menjadi band legendaris yang mendunia. Hamburg adalah kawah

candradimuka yang memberikan kesempatan langka bagi anak- anak muda berbakat itu.

Jadi, tidak ada kesuksesan yang instan. Kisah orang-orang sukses yang kita lihat sekarang adalah hasil dari proses latihan dalam waktu yang cukup panjang. Bisa dikatakan, para outliers adalah mereka yang telah menghabiskan waktu berlatih 10.000 jam sepanjang hidupnya.

Namun perlu dicatat bahwa untuk bisa memiliki kesempatan untuk melakukan latihan semacam itu perlu ada lingkungan eksternal yang mendukung.

Warisan budaya dari leluhur dapat menjadi faktor penting yang memengaruhi

kesuksesan

Saat berbicara tentang matematika, orang Asia—terutama Cina—dianggap memiliki kelebihan dibandingkan orang Barat. Sebagian kalangan

berpendapat bahwa hal tersebut menunjukkan bahwa anak-anak Asia memiliki bakat di bidang matematika sejak mereka dilahirkan.

Namun, percayakah Anda jika dikatakan bahwa kemampuan

tersebut ada hubungannya dengan budaya bercocok tanam di Cina?

Padi telah ditanam di Cina selama ribuan tahun lamanya. Bagi mereka, beras adalah barang berharga. Beras menjadi sarana dalam penentuan nilai kekayaan dan status sosial. Seorang

(6)

antropolog bernama Goncalo Santos yang mempelajari kehidupan desa tradisional Cina mengungkapkan; bagi penduduk Cina nasi adalah kehidupan.

Menurut sejarah, pertanian di Barat lebih banyak menggunakan alat-alat mekanik dalam setiap prosesnya. Mereka menggantikan tenaga manusia dengan tenaga mesin. Orientasi pertanian di Barat adalah “mekanik”. Hal tersebut dianggap akan memberikan lebih banyak kemudahan.

Sedangkan pertanian di Timur berorientasi pada “keahlian”.

Seseorang dituntut untuk bekerja dan belajar lebih keras agar bisa mendapatkan hasil lebih besar.

Perbedaan orientasi tersebut menunjukkan kalau orang Asia lebih keras dalam bekerja. Hal ini tercermin dari peribahasa kaum petani di Cina; “Tidak ada seorang pun yang bangun sebelum subuh

selama 360 hari dalam satu tahun yang tidak mampu membuat keluarganya menjadi kaya”.

Budaya bangun pagi dan kerja keras semacam ini bukanlah sesuatu yang lazim ditemui di negara-negara Eropa dengan iklim yang lebih dingin.

Sikap gigih yang terbentuk dari budaya bertani inilah yang diwariskan dari generasi ke generasi di Cina. Dan kegigihan menjadi sebuah kunci penting untuk menyelesaikan berbagai persoalan, termasuk soal-soal matematika.

“Kesuksesan mereka tidak hanya karena usahanya sendiri.

Kesuksesan mereka adalah juga produk dari dunia yang mereka diami”

Malcolm Gladwell

Kemampuan komunikasi juga dipengaruhi oleh faktor budaya di mana Anda berada

Korean Air pada tahun 1980-an menjadi maskapai terburuk dengan jumlah kecelakaan tertinggi dibandingkan maskapai lainnya. Tingkat kehilangan Korean Air pada saat itu adalah 4.79 perjuta penerbangan.

Banyaknya kecelakaan pesawat yang terjadi memberikan dampak buruk. Beberapa perusahaan membatalkan kerjasama dan

beberapa negara melarang penggunakan maskapai ini untuk penerbangan.

Di tahun-tahun berikutnya, sebuah keajaiban terjadi. Sejak tahun 1999 Korean Air tidak lagi mengalami kecelakaan penerbangan.

Bahkan mereka memperoleh penghargaan Phoenix Award dari Air

(7)

Transport World sebagai pengakuan atas transformasinya yang luar biasa. Transformasi tersebut dijalankan dengan terlebih dahulu mencari akar permasalahan dari kecelakaan yang sering terjadi.

Jatuhnya pesawat terbang disebabkan oleh serangkaian kesalahan kecil dan berbagai kegagalan mesin yang kadang terlihat sebagai hal yang sepele. Dari data kecelakaan, 52 persen disebabkan oleh pilot yang tidak beristirahat salama dua belas jam atau lebih.

Tubuh para pilot lelah sehingga tidak bisa berpikir dengan tajam.

Sedangkan 44 persen lainnya disebabkan oleh hubungan emosional antara pilot dan kopilot. Di Korean Air, dua pilot yang bertugas memegang kendali seringkali belum pernah bekerja sama

sebelumnya. Akibatnya, komunikasi yang terjalin tidak begitu baik.

Inilah yang menjadi salah satu penyebab terjadinya kecelakaan pesawat.

Permasalahan komunikasi tersebut ternyata tidak lepas dari pengaruh budaya di sana. Seperti negara-negara Asia lainnya, dalam bahasa Korea ada “kalimat halus”. Kalimat ini umum digunakan kepada pihak yang lebih tua atau lebih dihormati.

Budaya yang sama bisa kita temukan pula di Jawa.

Masalahnya, penggunaan “kalimat halus” tidak dapat diaplikasikan dalam percakapan antara pilot, kopilot serta kru kabin lainnya.

Ketika berada di kokpit, butuh waktu cepat untuk mengambil tindakan, sementara “kalimat halus” membutuhkan waktu lebih lama untuk diucapkan dan dipahami lawan bicara.

Pengaruh budaya terhadap gaya komunikasi masyarakat Korea juga terlihat dari nilai Power Distance Index (Indeks Jarak Kekuasaan) mereka. Ini adalah salah satu indeks yang digunakan oleh Profesor Geert Hofstede untuk mengukur perbedaan nilai sebuah bangsa dengan bangsa lainnya.

Indeks Jarak Kekuasaan sendiri adalah tentang sikap seseorang dalam menghadapi atasan atau struktur yang lebih tinggi. Sebagian negara memiliki angka indeks yang lebih kecil, yang berarti

hubungan atasan dan bawahan lebih sejajar.

Sedangkan di Korea angka indeks ini cukup tinggi. Ini berarti ada jarak emosional yang cukup lebar antara seorang atasan dan bawahan. Ini pula yang terjadi antara seorang pilot dan kopilot.

Karena itulah perbaikan pola komunikasi antar kru pesawat harus diiringi dengan transformasi budaya. Korean Air akhirnya

mengundang David Greenberg untuk menangani permasalahan ini.

Dua hal yang dilakukan oleh Greenberg adalah memastikan semua awak pesawat dapat berbahasa Inggris dengan baik—sehingga

(8)

tidak perlu menggunakan “bahasa halus” dalam berkomunikasi—

serta mengikis kesenjangan antara atasan dan bawahan.

Setiap anak memiliki peluang lebih besar untuk jadi pintar jika berada di sistem yang tepat

KIPP merupakan singkatan dari Knowlegde is Power Program. KIPP adalah sebuah sekolah menengah yang sebagian siswanya berasal dari keluarga ekonomi rendah. Sekolah ini tidak memiliki ujian masuk atau persyaratan administrasi.

Menariknya, kemampuan matematika para siswa KIPP sangat

menonjol. Kemampuan mereka di atas rata-rata. Hal ini menjadikan KIPP menjadi sekolah favorit di Kota New York.

Kisah KIPP dimulai ketika sekelompok aktivis pembaruan membuat sekolah yang dapat diikuti oleh seluruh anak, terutama dari

kalangan ekonomi bawah. Harapannya sederhana: memastikan semua anak tersebut bisa pergi sekolah dan dapat belajar menulis, membaca, serta melakukan penghitungan matematika.

Untuk meraih tujuan tersebut KIPP menerapkan pola kurikulum yang lebih padat: jam pendidikan yang lebih lama serta tugas-tugas yang lebih banyak.

Sistem pendidikan di KIPP tersebut berlawanan dengan pendapat pakar pendidikan di Amerika secara umum. Mereka

mengkhawatirkan psikologi anak-anak atas beban pendidikan yang terlalu tinggi.

Dalam sebuah laporan penelitian dikatakan bahwa “pendidikan menjadi penyebab gangguan jiwa yang cukup besar”. Gangguan jiwa ini disebabkan karena sekolah memaksa siswa untuk belajar terlalu keras sehingga justru merusak karakter, kebiasaan, hingga kesehatan mereka.

Karena itulah sekolah-sekolah lain umumnya menerapkan metode pendidikan yang lebih ringan. Untuk mengatasi kelelahan selama belajar di sekolah, siswa juga diberikan kesempatan untuk

menikmati liburan musim panas yang panjang.

Namun ternyata liburan panjang tersebut memiliki dampak yang kurang baik bagi sebagian anak. Karl Alexander, sosiolog dari Johns Hopkins University, meneliti pengaruh libur musim panas terhadap kemampuan belajar pada siswa dengan ekonomi bawah, menengah, dan tinggi.

Penelitian tersebut menemukan bahwa setelah libur musim panas, minat baca dan kemampuan berhitung anak-anak dari keluarga

(9)

ekonomi tinggi meningkat lebih besar dibandingkan mereka yang berasal dari keluarga ekonomi bawah.

Kenapa bisa seperti itu? Hal itu disebabkan karena mereka yang berasal dari keluarga ekonomi tinggi memiliki kesempatan untuk belajar lebih banyak meskipun sedang liburan panjang. Orang tua mereka memiliki cukup uang untuk mengikutkan anak-anaknya ke program-program pelatihan liburan atau membelikan buku-buku yang berkualitas.

Karena itulah KIPP tidak sepenuhnya meliburkan siswa-siswinya selama musim panas. Anak-anak yang sebagian besar berasal dari keluarga ekonomi bawah ini diberikan waktu tambahan untuk belajar membaca dan matematika. Jadi, Anda tentu sudah terbayang betapa padatnya kurikulum di sekolah ini.

Selain program tambahan selama liburan, KIPP juga memiliki

aturan yang mengharuskan siswa-siswinya untuk bangun lebih pagi dan pulang sekolah dengan pekerjaan rumah. Bahkan terdapat kesepakatan antara siswa dan KIPP: siswa harus belajar lebih keras dan lebih lama lewat berbagai program mereka.

Namun sebagai balasannya KIPP akan berusaha untuk memberikan kesempatan bagi mereka untuk keluar dari jebakan kemiskinan di masa depan.

Hasilnya, 90 persen dari siswa KIPP mendapat beasiswa SMA dan lebih dari 80 persen lulusan KIPP diterima di perguran tinggi. Kerja keras para siswa tentu salah satu faktor penting dalam kesuksesan sekolah ini. Namun di balik itu ada peran besar dari sistem

pendidikan yang memaksa anak-anak tersebut untuk belajar lebih keras di usia mudanya.

“Kita berpura-pura bahwa kesuksesan sangat bergantung pada kemampuan individu, tetapi sejarah telah membuktikan bahwa

rumus kesuksesan tidaklah sesederhana itu”

Malcolm Gladwell

Kesimpulan buku

 Kesuksesan bukanlah sekadar dipengaruhi faktor individu (internal) semata, karena ada juga faktor eksternal yang tidak kalah pentingnya.

 Setidaknya ada dua faktor eksternal yang besar pengaruhnya terhadap kesuksesan: adanya kesempatan serta warisan

budaya.

(10)

 Kesuksesan seseorang bisa dipengaruhi oleh sistem serta lingkungan tempatnya berada.

 Sistem serta lingkungan yang baik akan memberikan

kesempatan lebih besar baginya untuk meningkatkan potensi dan meraih kesuksesan.

 Budaya juga memiliki peran penting dalam mendukung kesuksesan para tokoh-tokoh besar. Berbagai nilai serta kebiasaan positif di budaya tertentu akan memberikan

kontribusi besar terhadap kesuksesan orang-orang yang ada di dalamnya.

Referensi

Dokumen terkait

Strategi dalam mempertahankan kehidupan masyarakat petani lahan kering dari tekanan lingkungan alam dan ekonomi yang demikian tinggi, menarik untuk diketahui secara lebih

Basis data terdiri atas semua fakta yang diperlukan, dimana fakta tersebut digunakan untuk memenuhi kondisi kaidah-kaidah dalam sistem.. Basis data menyimpan semua fakta, baik

Dampak sistem informasi ini terhadap individu maupun entitas itu sendiri akan mendukung pertumbuhan entitas. Selanjutnya pertumbuhan tersebut diharapkan dapat menarik.. Teknologi

Untuk dapat memenangkan persaingan tersebut diperlukan strategi pemasaran yang tepat dan di dalam melakukan strategi pemasaran yang tepat diperlukan sistem

❏ sistem sekolah (formal) dianggap telah membantu membangun pengetahuan dan sikap yang diperlukan untuk mendukung hubungan yang lebih dekat dengan lingkungan namun praktik sekolah

Untuk mengetahui sistem manajemen yang tepat untuk diterapkan agar sebuah kota mampu mewujudkan city branding yang kuat.. Untuk mengetahui sistem ekonomi yang tepat agar mampu

Untuk itu diperlukan suatu cara lain agar pembelajaran menjadi lebih menarik yang akhirnya membuat siswa mudah menangkap materi yang di pelajari, sehingga secara otomatis

Dengan demikian perlu adanya suatu sistem yang dapat mendukung perusahaan dalam mengambil keputusan, secara cepat dan juga tepat, oleh karena itu diperlukan suatu sistem