MAKALAH
“RESPONS INTERNASIONAL terhadap PROKLAMASI KEMERDEKAAN INDONESIA”
DI SUSUN OLEH : NAMA KELOMPOK :
1. MAYA ERMALIA 2. YURIDA ELVILIA 3. DEVI ARITA
4. ELVINA HERAWATI 5. BERTA DINATA 6. DIANI SARI
7. RIFKI SAPUTRA
KELAS : XII IIS 4
SMA NEGERI 1 SIRENJA
KEC. SUNGKAI UTARA KAB. LAMPUNG UTARA TAHUN PELAJARAN 2020/2021
KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Puji syukur kehadirat Allah SWT. Karna berkat Rahmat dan Hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan tugas makalah ini dengan baik dan untuk memenuhi nilai Mata Pelajaran Sejarah Peminatan. Dikesempatan ini kami juga mengucapkan banyak terima kasih kepada Bapak/Ibu Guru yang telah membimbing kami serta semua pihak yang membantu dan juga teman-teman semua sehingga kami dapat menyelesaikan tugas makalah yang berjudul “Respons Internasional Terhadap Proklamasi Kemerdekaan Indonesia”
Kami menyadari masih banyak kekurangan di dalam makalah ini. Untuk itu kami sangat mengharapkan saran dan kritiknya agar di kemudian hari makalah yang kami buat lebih baik lagi. Sekian dan terima kasih.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
ii
DAFTAR ISIHALAMAN DEPAN... i KATA PENGANTAR... ii DAFTAR ISI... iii BAB I PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG ... 1 B. RUMUSAN MASALAH... 1 C. TUJUAN PENULISAN MASALAH... 1 BAB II PEMBAHASAN
A. Respon Belanda terhadap Proklamasi Kemerdekaan Indonesia... 2 B. Respon PBB terhadap Proklamasi Kemerdekaan Indonesia... 3 BAB III PENUTUP
A. RANGKUMAN... 7 DAFTAR PUSTAKA... 8
iii
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Bangsa Indonesia telah mendapatkan kemerdekaannya sejak tahun 1945 yang ditandai dengan pembacaan teks Proklamasi oleh Presiden Soekarno. Selama masa kemerdekaan tersebut, bangsa dan negara Indonesia telah banyak rintangan dan tantangan dari luar maupun dari dalam negeri sendiri. Salah satu hal penting yang mengiringi kemerdekaan Indonesia adalah respons dunia internasional terhadap Proklamasi Kemerdekaan Indonesia itu sendiri.
B. RUMUSAN MASALAH
1. Respon Belanda terhadap Proklamasi kemerdekaan Indonesia 2. Respons PBB Terhadap Proklamasi Kemerdekaan Indonesia
C. TUJUAN PENULISAN MASALAH
1. Untuk mengetahui pengertian Bagaimana Respon Belanda terhadap Proklamasi kemerdekaan Indonesia
2. Untuk memahami Respons PBB Terhadap Proklamasi Kemerdekaan Indonesia
3. Untuk mempelajari Respons Negara di Dunia Terhadap Proklamasi Kemerdekaan
Indonesia
PEMBAHASAN
A. RESPON BELANDA TERHADAP PROKLAMASI KEMERDEKAAN INDONESIA
1. Kembalinya Pasukan Belanda ke Indonesia
Berakhirnya Perang Dunia II yang di tandai dengan menyerahnya negara jepang kepada negara sekutu, menjadi kunci emas bagi bangsa Indonesia untuk memproklamasikan kemerdekaan Indonesia dan lepas dari segala macam penjajahan asing.
Karena pasukan sekutu yang menjadi pemenang dalam Perang Dunia II memiliki tugas untuk menerima penyerahan pasukan dan melucuti persenjataan jepang . Pasuka sekutu yang ditugaskan adalah dari pasukan Allied forces NetherlandsEast Indies (AFNEI).
Dr. Hubertus J van Mook atas nama ratu Belanda, memimpin pasukan Belanda masuk ke Indonesia untuk membentuk negara persemakmuran Hindia-Belanda melalui Netherlands Indies Civil Administration (NICA).
Tindakan dan strategi awal NICA dan pasukan militernya adalah menduduki kembali pusat Pemerintahan Indonesia yang dulu pernah dikuasai oleh Belanda yaitu Jakarta. Hal ini dilakukan oleh belanda karena Belanda menganggap bahwa Indonesia masih merupakan wilayah jajahan Belanda setelah Jepang kalah dalam perang Dunia II.
2. Perlawanan Bangsa Indonesia terhadap kembalinya Belanda
Perbedaan pandangan dan tujuan antara bangsa Indonesia dan Belanda ini tidak melahirkan kesepakatan. Sehingga muncul perlawanan dari bangsa Indonesia untuk mengusir penjajah Belanda dari bumi Indonesia.
Beberapa konfrontasi dan pertempuran yang terjadi antara tentara Indonesia dengan pasukan Belanda, di antaranya sebagai berikut.
a. Pertempuran surabaya
b. Pertempuran Lima Hari di semarang c. Pertempuran Ambarawa
d. Pertempuran Medan Area
e. Pertempuran Bandung Lautan Api f. Puputan Margarana
Agresi militer Belanda I dimulai pada 21 Juli 1947 . Pasukan belanda memfokuskan agresi militernya untuk menyerang Sumatra Timur, Jawa Tengah dan Jawa timur. Daerah tujuan agresi tersebut adalah daerah yang memiliki nilai strategis dan ekonomi tinggi karena terdapat kota pelabuhan, pabrik, perkebunan, dan pertambangan.
Agresi militer Belanda I ini kemudian mendapatkan berbagai reaksi keras dari dunia Internasional. Akhirnya terjadi gencatan senjata antara kubu Belanda dan kubu Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1947. Setelah genjatan senjata dilakukan, Dewan keamanan PBB memprakarsai di
bentuknya komisi Tiga Negara (KTN) yang beranggotakan Amerika, Australia, dan Belgia untuk membantu penyelesaian konflik Belanda-Indonesia dengan mengadakan Perjanjian Renville.
Pada Desember 1948, Belanda kembali melakukan agresi Militer II dengan sasaran utamanya Ibukota Republik Indonesia yang sebelumnya telah dipindahkan ke yogyakarta. Dengan demikian Belanda menghentikan agresinya dan bersedia berunding dengan Indonesia dalam Konferensi Meja Bundar (KMB).
B. RESPON PBB TERHADAP PROKLAMASI KEMERDEKAAN INDONESIA
Secara jelas dapat kita lihat bangsa Belanda tidak menghendaki lahirnya negara Indonesia, sebab bangsa Belanda memiliki kepentingan untuk kembali menjajah dan mengeksploitasi Indonesia.
Belanda pun akhirnya melakukan sebuah agresi militer untuk menaklukan Indonesia. Tindakan Belanda ini kemudian mendapatkan kecaman dari dunia internasional, khususnya dari Dewan Keamanan PBB.
Respon PBB dalam menanggapi kemerdekaan Indonesia.
1. Kedudukan PBB selaku Organisasi Internasional
Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) United Nation merupakan sebuah organisasi internasional yang didirikan pada tanggal 24 Oktober 1945 untuk mendorong kerjasama internasional. Perserikatan Bangsa- bangsa adalah sebutan bagi suatau organisasi internasional yang di prakarsai oleh Franklin D. Roosevelt.
Dasar pembentukan PBB adalah Charter of the United Nations 1945 atau Piagam PBB. Piagam PBB ini disusun oleh wakil-wakil dari 50 Negara pada Konferensi mengenai organisasi internasional yang di adakan di San Fransisco tanggal 25 April sampai tanggal 26 Juni 1945.
PBB secara resmi berdiri pada tanggal 24 Oktober 1945 dan markas besar PBB tersebut didirikan di atas tanah yang disumbangkan oleh jutawan John D. Rockefeller Jr., yang terletak di tepi East River, dan juga tanah tambahan di kota New York.
Tujuan didirikannya organisasi PBB adalah untuk memelihara perdamaian dan keamanan internasional. Terdapat enam badan utama dalam PBB yaitu Majelis Umum, Dewan Keamanan, Dewan Ekonomi, Dewan Perwalian, Mahkamah Internasional, dan Sekretaris. Badan-Badan ini berperan penting dalam melaksanakan tujuan dan prinsip-prinsip PBB, terutama dalam memelihara perdamaian dan keamanan internasional.
2. Respon PBB terhadap Kemerdekaan Indonesia
Secara langsung, PBB memang belum mengakui kemerdekaan Indonesia. Ketika Belanda melakukan agresi Militernya, Dewan Keamanan PBB mampu meredam bentrok antara Indonesia dan Belanda dan membawa keduanya ke meja perundingan.
BAB III PENUTUP
A. Rangkuman
1. Jepang telah kalah dalam Perang Dunia II, sehingga bangsa Indonesia memproklamasikan. kemerdekaan negara Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945. Namun Belanda tidak mau mengakui kemerdekaan tersebut, sehingga pasukan Belanda kembali ke Indonesia dengan membonceng pasukan Sekutu dan berusaha menguasai kembali Indonesia. Respon penolakan kemerdekaan tersebut dibarengi dengan tindakan Belanda melakukan agresi militer di Indonesia. Konflik Indonesia-Belanda akhirnya menjadi isu yang dibahas dalam Dewan Keamanan PBB yang menghasilkan resolusi untuk melakukan sidang KMB.
2. PBB merupakan organisasi internasional yang turut berperan dalam mengatasi konflik Indonesia-Belanda setelah Proklamasi kemerdekaan Indonesia. Melalui Dewan Keamanan PBB, konflik tersebut dapat berhenti segera diselesaikan melalui perundingan.
3. Kemerdekaan yang telah dicapai oleh bangsa Indonesia juga mendapatkan respons positif
dan dukungan dari negara-negara lain di dunia, di antaranya adalah Mesir, Suriah,
Lebanon, Irak, Vatican, Palestina. Negara-negara tersebut memberikan pengakuan
kemerdekaan kepada negara republik Indonesia yang juga menjadi syarat sah berdirinya
sebuah negara. Dukungan dan pengakuan kemerdekaan dari negara-negara lain tersebut,
kemudian menjadi jembatan emas bagi Indonesia untuk mendapatkan kedaulatan dan
kemerdekaan bagi Indonesia.
DAFTAR PUSTAKA