• Tidak ada hasil yang ditemukan

respon pertumbuhan dan produksi tanaman bawang

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "respon pertumbuhan dan produksi tanaman bawang"

Copied!
68
0
0

Teks penuh

Urine sapi cair dan kompos paitan pada tinggi tanaman (cm) Bawang merah umur 2 minggu setelah tanam (MST). Urine sapi cair dan kompos paitan pada tinggi tanaman (cm) Bawang merah umur 3 minggu setelah tanam (MST). Urin sapi cair dan kompos paitan terhadap jumlah daun (benang) bawang merah umur 2 minggu setelah tanam (MST).

Urin sapi cair dan kompos paitan terhadap jumlah daun (benang) bawang merah umur 3 minggu setelah tanam (MST). Urin sapi cair dan kompos paitan terhadap jumlah daun (benang) bawang merah umur 4 minggu setelah tanam (MST). Air kencing sapi cair dan kompos paitan pada jumlah bibit bawang merah 2 minggu setelah tanam (MST).

Air kencing sapi cair dan kompos paitan terhadap jumlah bibit bawang merah masak 3 minggu setelah tanam (MST). Air kencing sapi cair dan kompos paitan terhadap jumlah bibit bawang merah masak 4 minggu setelah tanam (MST). Urine sapi cair dan kompos paitan terhadap jumlah bibit bawang merah masak 5 minggu setelah tanam (MST).

Cairan urine sapi dan kompos paitan terhadap jumlah pohon bawang merah (pohon) yang disimpan 6 minggu setelah tanam (MST).

PENDAHULUAN

  • Latar Belakang
  • Perumusan Masalah
  • Tujuan Penelitian
  • Hipotesis Penelitian
  • Manfaat Penelitian

Salah satu cara untuk mengatasi masalah kesuburan tanah pada saat menanam bawang merah adalah dengan menambahkan kompos dari tanaman paitan. Berdasarkan uraian diatas maka penulis telah melakukan penelitian terkait pemanfaatan tanaman paitan sebagai bahan kompos dan urine sapi, dengan judul penelitian yaitu: Respon Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Terhadap Penerapan Pupuk Organik dari Limbah Cair Urin Sapi dan Kompos Tanaman Paitan (Tithonia diversifolia). Hingga saat ini petani masih menggunakan pupuk sebagai salah satu cara untuk meningkatkan hasil produksi petani, seperti pada tanaman bawang merah.

Dalam pemanfaatan bahan organik tanaman paitan sebenarnya dapat dimanfaatkan sebagai bahan kompos karena mengandung unsur hara makro dan mikro dan selama ini pemanfaatan limbah cair urine sapi masih kurang dimanfaatkan oleh petani sebagai bahan pembenah tanah karena kemampuannya dalam mempertahankan tanah. unsur hara yang bermanfaat bagi tanaman. Bagaimana respon pertumbuhan dan produksi tanaman bawang merah terhadap penyediaan urin sapi dan kompos tanaman Paitan? Pemberian kompos tanaman paitan dengan konsentrasi berbeda nyata mempengaruhi pertumbuhan dan produksi tanaman bawang merah.

Interaksi pemberian urin sapi dan kompos tanaman paitan pada konsentrasi berbeda nyata mempengaruhi pertumbuhan dan produksi tanaman bawang merah. Sebagai informasi bagi petani dalam budidaya tanaman bawang merah dengan menggunakan kompos tanaman paitan dan pemanfaatan urin sapi sebagai pupuk cair organik.

TINJAUAN PUSTAKA

  • Bawang Merah
  • Morfologi Tanaman Bawang Merah
  • Syarat Tumbuh Tanaman Bawang Merah
  • Tumbuhan Paitan
  • Urin Sapi

Akar bawang merah ini berakar dangkal dan juga bercabang, mencapai kedalaman 15-30 cm ke dalam tanah dan tumbuh di sekitar umbi bawang merah. Sedangkan pada bagian atas piringan ini terdapat batang semu yang terdiri dari bagian tengah daun, dan batang semu yang terdapat di dalam tanah dan juga berguna sebagai lapisan umbi. Daun bawang merah mempunyai bentuk silindris kecil memanjang mencapai sekitar 50-70 cm, mempunyai lubang di tengah dan bagian bawah daun runcing.

Daun bawang merah ini berwarna hijau muda sampai hijau tua, daunnya menempel pada batang pendek. Bunga bawang merah ini memiliki tinggi antara 30-90 cm dan juga memiliki ujung kuncup yang hampir menyerupai payung. Bunga bawang ini juga merupakan bunga sempurna dan juga dapat melakukan penyerbukan sendiri.

Bawang merah berbentuk bulat dengan ujung tumpul pada bagian bawah yang ditumbuhi 2-3 biji, selain itu biji ini mempunyai bentuk agak pipih warnanya bening dan juga berwarna agak keputihan sampai kecoklatan sampai hitam. Bawang merah menyukai iklim kering dengan suhu agak hangat dan sinar matahari lebih dari 12 jam. Jenis tanah yang baik untuk menanam bawang merah adalah regosol, grumosol, latosol dan aluvial, dengan pH 5,5 – 7.

Varietas bawang merah yang dapat digunakan adalah Bima, Brebes, Ampenan, Medan, Keling, Maja Cipanas, Sumenep, Kuning, Timor, Lampung, Banteng dan varietas lokal lainnya. Hama yang menyerang tanaman bawang merah adalah cacing tanah, cacing daun, ulat grayak, kutu daun dan nematoda akar. Pengendalian hama dilakukan dengan cara: 1) sanitasi dan penyiangan; Penyakit yang sering menyerang bawang merah adalah bercak ungu, embun tepung, busuk leher batang, antraknosa, busuk umbi, layu Fusarium dan busuk basah.

Bawang merah yang sudah agak kering diikat menjadi tandan, proses pengeringan dihentikan bila umbi sudah mengkilat, semakin merah, leher umbi terlihat keras dan bila disentuh menimbulkan bunyi gemerisik.Penyortiran dilakukan setelah proses pengeringan. Bundel bawang merah dapat disimpan pada rak penyimpanan atau digantung dengan kadar air ruang penyimpanan harus bersih, aerasi cukup baik dan khusus tidak boleh tercampur dengan komoditas lain. Hasil penelitian Nugraheni dan Paiman (2010) pada tanaman bawang merah menunjukkan bahwa konsentrasi urin sapi 3000 ppm dapat meningkatkan pertumbuhan vegetatif tanaman yaitu bobot segar tanaman, bobot kering tanaman, bobot kering daun, dan bobot kering batang.

METODOLOGI PENELITIAN

Tempat dan Waktu Penelitian

Bahan dan Alat

Metode Penelitian

KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan

Saran

2012. Pengaruh pemberian komposisi bahan organik yang berbeda terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah (Allium ascalonicum L.). Penerapan pupuk organik cair berbahan dasar kulit pisang, cangkang telur dan Gracillaria gigas terhadap pertumbuhan tanaman kedelai adalah Anjasmoro. Pengaruh pemberian pupuk organik dan pupuk anorganik terhadap pertumbuhan dan produksi jagung manis (Zea mays SaccharataL.).

Pengaruh Perbedaan Dosis Pupuk Organik Cair Air Kencing Sapi Terhadap Pertumbuhan Bibit Apel Merah (Anthocephalusmacrophyllus (Roxb.) Havil). Data pengamatan pengaruh pemberian pupuk organik, urin sapi cair dan kompos paitan terhadap tinggi tanaman (cm) bawang merah umur 2 minggu setelah tanam (MTS). Data pengamatan pengaruh pemberian pupuk organik, urin sapi cair dan kompos paitan terhadap tinggi tanaman (cm) bawang merah umur 3 minggu setelah tanam (MTS).

Data observasi pengaruh pemberian pupuk organik, urine sapi cair dan kompos paitan terhadap tinggi tanaman (cm) bawang merah umur 4 minggu setelah tanam (MTS). Data observasi pengaruh pemberian pupuk organik, urine sapi cair dan kompos paitan terhadap jumlah daun (helai) bawang merah masak 2 minggu setelah tanam (MST). Data observasi pengaruh pemberian pupuk organik, urine sapi cair dan kompos paitan terhadap jumlah daun (helai) bawang merah masak umur 3 minggu setelah tanam (MST).

Data observasi pengaruh pemberian pupuk organik, urine sapi cair dan kompos paitan terhadap jumlah daun (kekuatan) bawang merah umur 4 minggu setelah tanam (MTS). Data observasi pengaruh pemberian pupuk organik, urine sapi cair dan kompos paitan terhadap jumlah anakan bawang merah (anakan) masak 2 minggu setelah tanam (MST). Data observasi pengaruh pemberian pupuk organik, urine sapi cair dan kompos paitan terhadap jumlah anakan bawang merah (anakan) masak 3 minggu setelah tanam (MST).

Data observasi pengaruh pemberian pupuk organik, urine sapi cair dan kompos paitan terhadap jumlah semai (bibit) bawang merah umur 4 minggu setelah tanam (MST). Data observasi pengaruh pemberian pupuk organik, urine sapi cair dan kompos paitan terhadap jumlah semai (bibit) bawang merah umur 5 minggu setelah tanam (MST). Data observasi pengaruh pemberian pupuk organik, urine sapi cair dan kompos paitan terhadap jumlah semai (bibit) bawang merah umur 6 minggu setelah tanam (MST).

Data observasi pengaruh pemberian pupuk organik, urine sapi cair dan kompos paitan terhadap jumlah anakan bawang merah (sapling) masak pada umur 7 minggu setelah tanam (MST). Data observasi pengaruh pemberian pupuk organik, urine sapi cair dan kompos paitan terhadap jumlah umbi per rumpun (umbi) bawang merah pada umur 65 hari setelah tanam (HST). Data observasi pengaruh pemberian pupuk organik, urine sapi cair dan kompos Paitan terhadap berat basah Ummi per sampel (g) bawang merah umur 65 hari setelah tanam (HST).

Data observasi pengaruh pemberian pupuk organik, urine sapi cair dan kompos paitan terhadap berat basah Ummi per petak (g) bawang merah pada umur 65 hari setelah tanam (HST).

Gambar 1. Proses pembuatan kompos     Gambar 2. Pengambilan urin sapi                     Paitan
Gambar 1. Proses pembuatan kompos Gambar 2. Pengambilan urin sapi Paitan

Gambar

Gambar 1. Proses pembuatan kompos     Gambar 2. Pengambilan urin sapi                     Paitan
Gambar 5. Supervisi komisi pembimbing   Gambar 6. Penimbangan hasil     panen bawang merah

Referensi

Garis besar

Dokumen terkait

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan dan produksi tanaman kacang hijau (Vigna radiata L.) terhadap pemberianpupuk hayati dan pupuk organik cair.. Penelitian

4.6 HYPOTHESES TESTING Table 4.6 shows the data of the Pearson Correlation Correlation Time saving Cost-saving Perceived usefulness Prior Online purchase experience Mean for online