• Tidak ada hasil yang ditemukan

Resume Materi Dasar Dasar Perlindungan Tanaman

N/A
N/A
arlin fachrina

Academic year: 2025

Membagikan "Resume Materi Dasar Dasar Perlindungan Tanaman"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

Nim : 2210213089

Mata Kuliah : Dasar Dasar Perlindungan Tanaman

Kelas : Agro A

Dosen pengampu : Dr. Ir. Eri Sulyanti, MSc

“Resume materi Dasar Dasar Pemulian Tanaman”

Materi 1 :

Pendahuluan: Sejarah singkat, arti dan pentingnya perlindungan tanaman

Sejarah peran OPT, pada tahun 1845 di Irlandia penyakit pada kentang ditemukan yaitu penyakit Phytophtora infestan yang mengakibatkan bencana mati kelaparan 1 juta orang, kemudian pada tahun 1975-1979 penyakit wereng coklat (Nilaparvata lugens) pada tanaman padi mengakibatkan padi menjadi puso (100%). Faktor yang menyebabkan terjadinya penyakit tanaman yaitu internal tanaman, lingkungan (abiotik dan biotik), dan aktifitas manusia.

Usaha perlindungan tanaman yaitu dengan mengendalikan faktor-faktor timbulnya gangguan :

• Tanaman; diarahkan untuk mengkondisikan tanaman tidak dalam keadaan rentan

• Lingkungan; menciptakan lingkungan yang tidak sesuai untuk pertumbuhan dan perkembangan pengganggu

• Manusia; mengatur campur tangan manusia di bidang pertanian dan distribusi tanaman yang dibawa manusia

• Waktu; membuat gangguan terkondisi dalam waktu yang berbeda

• Pengganggu; menekan populasi sampai dibawah tingkat tidak merugikan

Dengan aspek yang harus dipertimbangkan yaitu ekologi, sosial dan ekonomi.

(2)

Materi 2 :

Arti penting penyakit tanaman bagi kehidupan manusia dan faktor-faktor yang mempengaruhi penurunan hasil tanaman

Konsep terjadinya penyakit

1. Segitiga Penyakit : Tumbuhan (inang) rentan, penganggu ganas dan kondisi lingkungan mendukung untuk pengganggu.

2. Segiempat Penyakit : Tumbuhan rentan, penganggu ganas dan kondisi lingkungan mendukung interaksi, akibat campur tangan MANUSIA

3. Limas Penyakit : Penyakit akan menjadi berkembang jika tanaman rentan berinteraksi dengan patogen virulen dalam waktu yg cukup lama dan dalam lingkungan yang menguntungkan perkembangan pengganggu, karena adanya tindakan manusia

(3)

 Siklus hidup patogen: Dimulai dari Petogen tumbuh sampai menghasilkan alat reproduksi

 Siklus Penyakit : Perubahan-perubahan patogen di dalam tubuh tanaman dan rangkaian perubahan tanaman inang serta keberadaan patogen (siklus hidup patogen) di dalamnya dalam rentang waktu tertentu selama masa pertumbuhan tanaman

siklus penyakit dimulai dengan :

Tipe Gejala Penyakit:

1. Tipe nekrotik, yaitu tipe gejala yang disebabkan karena adanya kerusakan pada sel atau kerusakan bagian sel atau matinya sel. Contoh: bercak (necrose), hawar (blight), busuk (rot), mati ujung (die back), layu, kanker (kulit kayu mati mengering dan berbatas jelas), pendarahan (eksudasi), klorosis (menguning) karena rusaknya klorofil.

2. Tipe hipoplastik, yaitu tipe gejala yang disebabkan karena adanya hambatan atau terhentinya pertumbuhan (underdevelopment) sel atau bagian sel. Contoh : kerdil (atropi, mengecil sebagian = stunt), katai (atropi, mengecil proporsional = dwarf), pusaran (roset), (perubahan simetri), etiolasi (memanjang, sempit dan pucat), klorosis karena terhambatnya pembentukan klorofil,

3. Tipe hiperplastik, yaitu tipe gejala yang disebabkan karena adanya pertumbuhan sel atau bagian sel yang melebihi (overdevelopment) dari pada pertumbuhan yang biasa.

Contoh gejala yang termasuk tipe hiperplastik yaitu : sapu (withes broom), tunas air (proplepsis), nyali (gall, cecidia), erinose (trikoma banyak), busung (intumesensia, oedema), keriting (curling, roll, menggulung), fasiasi (pipih dan membelok), antholysis (membentuk organ yang banyak sekali, daun pada daun), kudis (bercak menonjol, scab), rontok (terbentuk absisat yang banyak), klorosis karena pigmen maupun klorofil yang berlebihan.

4. Tipe injury, yaitu tipe kerusakan yang disebabkan karena hilangnya sel atau jaringan akibat adanya aktivitas hama tertentu.

Inokulasi/

penularan Penetrasi Infeksi Invasi Penyebaran

(4)

Materi 3 :

Proses terjadinya penyakit dan Gejala penyakit tumbuhan Penyebab Penyakit Tanaman (Jamur, Bakteri, Virus dan Nematoda) 1. Jamur

Berukuran mikroskopis, punya inti sejati (eukariotik), berbentuk benang (miselia), menghasilkan spora dan tidak punya klorofil). Mempunyai dinding sel yg mengandung kitin dan glucan (polisakarida dan glykoprotein). Lebih dari 100.000 spesies sebagai saprofit (dekomposer), lebih dari 10.000 spesies dpt menyebabkan penyakit tanaman. Satu spesies dapat menginfeksi satu/lebih tanaman. Beberapa merupakan parasit obligat.

2. Bakteri

Mikroorganisme satu sel, prokariot/ tidak mempunyai membran/dinding inti, memperbanyak diri secara membelah biner. 1.600 spesies sudah diketahui, sebagian besar bersifat saprofit, beberapa dapat menyebabkan penyakit pada manusia, hewan dan 100 spesies menyebabkan penyakit pada tumbuhan. Bakteri parasit umumnya bersifat saprofit fakultatif;

dpt dibiakan dalam media buatan.

3. Virus

Merupakan “nukleoprotein” yang dapat menyebabkan penyakit; hanya memiliki bahan informasi genetik DNA/RNA saja. Perkembangannya hanya terjadi di dalam sel/tanaman inang Parasit. Dapat hidup / menimbulkan penyakit pada mikroorganisme satu sel sampai tumbuhan tingkat tinggi, hewan dan manusia. Dapat menginfeksi satu / lebih jenis tanaman; tan dapat diinfeksi oleh satu/lebih virus dalam waktu bersamaan.

(5)

Organisme penyebab penyakit

Dalam sistem perlindungan tanaman (crop protection system), gulma merupakan salah satu komponen (atau sub sistem) dari organisme pengganggu tanaman (OPT) yang saling berinteraksi dengan komponen yang lain. Gulma merupakan tumbuhan yang tumbuh di tempat yang tidak dikehendaki, tumbuhan yang tak berguna, tak diinginkan dan tak disukai. Tumbuhan yang potensi perusakannya melebihi potensi kegunaannya. Tumbuhan yang nilai negatifnya melebihi nilaipositifnya. Tumbuhan yang kehadirannya tidak diinginkan pada lahan pertanian karena menurunkan hasil yang bisa dicapai oleh tanaman produksi.

Pengelompokan gulma berdasarkan:

(1) umur atau daur hidupnya : Gulma tahunan, Gulma dua musim dan Gulma semusim

(2) habitatnya : gulma obligat, dapat tumbuh pada habitat yang sudah ada campur tangan manusia (di lahan pertanian, desa, kota) dan Gulma fakultatif dapat tumbuh pada habitat yang belum ada campur tangan manusia (hutan alamiah)

(3) keganasannya : Gulma ganas atau berbahaya (noxious weed) dan Gulma lunak (soft weed) (4) kesamaan dalam sifat saingan atau responnya terhadap herbisida :

Gulma rerumputan : Axonopus Compressus dan Cynodon dactylon Gulma berdaun lebar : Ageratum conyzoides dan Borreria alata Tekian (sedges) : Cyperus kyllingia dan cyperus rotundus Pakisan (fern) : Cylosorus aridus dan Gleichenia linearis

Penyebaran Gulma : Melalui angin, air, manusia, hewan, dan alat pertanian.

Metode Pengendalian Gulma

Pengendalian Mekanis: mencabut, membakar, atau membajak.

Pengendalian Kimiawi: penggunaan herbisida.

Pengendalian Biologis: memanfaatkan musuh alami gulma.

Pengendalian Terpadu: kombinasi dari berbagai metode untuk hasil optimal.

(6)

Materi 5-7 :

Cara-cara pengendalian penyakit tanaman

IMUNISASI / MENINGKATKAN KETAHANAN TANAMAN

Imunisasi: dikenal pada manusia dan hewan, karena dpt memproduksi antibodi.

Tanaman tdk menghasilkan antibody. Memperlakukan tanaman dgn patogen tertentu sering menimbulkan imunisasi, secara normal tanaman tersebut rentan

Cara-cara meningkatkan ketahanan tanaman:

1. Proteksi Silang

Secara spesfifik berlaku untuk perlindungan tanaman dengan strain virus lemah terhadap infeksi oleh virus yang sama yg lebih virulen

2. Ketahanan terimbas (Induced resistance)

Ketahanan yang didapat oleh tanaman setelah tanaman diinfeksi atau diperlakukan dengan suatu patogen/Mikro oragnisme lain/produk metabolisme organisme.

3. Meningkatkan pertumbuhan tanaman

Tindakan kultur teknis yg bertujuan meningkatkan vigor tanaman sering membantu meningkatkan ketahanan tanaman terhadap serangan patogen

4. Meningkatkan ketahanan genetik (Varietas tahan)

Merupakan cara pengendalian yg sangat murah, mudah, aman dan efektif, apabila sudah tersedia, Dapat mengurangi biaya produksi, menghindari kontaminan lingkungan (kalau pengendalian pakai pestisida kimia)

PERLINDUNGAN LANGSUNG TUMBUHAN DARI PATOGEN

Merupakan suatu tindakan yang dilakukan untuk mengendalikan patogen yang sudah sampai/ menginfeksi tanaman, cara-cara yang dilakukan

Pengendalian Hayati : Melindungi tanaman secara langsung dari patogen melallui perlakuan mikrooraganisme antagonis pada tempat infeksi sebelum atau setelah infeksi terjadi.

Pengendalian kimiawi : Melindungi tanaman dari pathogen melalui penggunaan hebisida yang memiliki unsur kimia didalamnya dengan bantuan menggunakan alat semprot atau lainnya.

Patogen dapat masuk tubuh tanaman melalui penetrasi langsung, penetrasi melalui lubang alami dan penetrasi melalui luka.

MEMBEDAKAN KERUSAKAN OLEH HAMA DAN PENYEBAB PENYAKIT

Tahap perkembangan penyakit adalah inokulasi, germinasi, penetrasi, infeksi, masa inkubasi, invasi, reproduksi, penularan dan penyebaran patogen. Kerusakan Oleh Hama:

Organisme penyebab tidak selalu berada ditempat kerusakan, Biasanya volume bagian tanaman

(7)

Oleh Penyebab Penyakit : Organisme penyebab selalu berada di tempat kerusakan, Organisme penyebab tidak tampak jelas oleh mata, Beberapa gejala disertai tanda penyebab, Gejala kerusakan berkembang, Volume bagian yang rusak umumnya tidak berkurang.

Penularan adalah perpindahan patogen antar daun atau antar tanaman, sedangkan Penyebaran adalah perpindahan patogen dari satu lokasi ke lokasi lain. Penularan penyakit pada tanaman diawali oleh masuknya patogen yang disebut inokulum seperti sel-sel bakteri, atau spora dan miselia jamur ke bagian tanaman melalui lubang alami. Kemudian patogen memperbanyak diri dan berkembang, sampai terjadinya aksi dan reaksi antara patogen dan inang Setelah itu, terjadilah suatu gejala sebagai tanda adanya kelainan pada tanaman akibat gangguan patogen dan tanaman kemudian dikatakan sakit.

PENGENDALIAN PATOGEN TANAMAN

Pengendalian penyakit tumbuhan merupakan upaya untuk melindungi tanaman dari serangan patogen guna mengurangi tingkat kerusakan yang dapat berdampak pada peningkatan kuantitas dan kualitas hasil pertanian. Dasar pengendalian ini berlandaskan pada konsep Segitiga Penyakit, yang mencakup tiga aspek utama, yaitu menekan populasi patogen, meningkatkan ketahanan tanaman terhadap serangan, serta menciptakan lingkungan yang tidak mendukung perkembangan patogen namun tetap menguntungkan bagi tanaman. Tujuan utama dari pengendalian penyakit tumbuhan adalah untuk mencegah terjadinya kerugian ekonomi serta meningkatkan nilai hasil produksi pertanian. Pengendalian ini perlu dilakukan dengan mempertimbangkan efisiensi biaya, yaitu memastikan bahwa biaya pengendalian lebih kecil dibandingkan potensi kerugian yang dapat terjadi jika serangan patogen tidak dikendalikan.

Setiap daerah dan petani memiliki metode pengendalian yang berbeda, tergantung pada berbagai faktor seperti kondisi cuaca, lokasi, jenis tanaman, teknik bercocok tanam, serta nilai ekonomi dari hasil pertanian. Oleh karena itu, strategi pengendalian harus disesuaikan dengan kondisi spesifik di lapangan agar dapat memberikan hasil yang optimal. Metode pengendalian yang dapat diterapkan meliputi pengendalian mekanis, biologis, kimiawi, serta teknik kultur teknis. Dalam praktiknya, sering kali diperlukan pendekatan terpadu yang mengombinasikan beberapa metode agar pengendalian lebih efektif dan berkelanjutan. Dengan menerapkan prinsip pengendalian yang tepat, diharapkan tanaman dapat tumbuh dengan sehat, produktivitas pertanian meningkat, dan kerugian akibat penyakit dapat diminimalkan.

Referensi

Dokumen terkait

Mata kuliah Konsep Dasar Keperawatan (KDK) ini membahas konsep dasar keperawatan. Pada mata kuliah ini akan membahas tentang sejarah dan paradigma keperawatan,

1) Peran negatif serangga bagi kehidupan manusia antara lain: memakan tanaman pertanian, pemakan bahan makanan persediaan (hama gudang), penular penyakit pada manusia,

– Hukum patennya dapat memberikan perlindungan paten atas varietas tanaman baru sepanjang, varietas tanaman tsb memenuhi kriteria novel dan inventive, misalnya:2. • diciptakan

Ringkasan materi geografi dasar yang mencakup sejarah, ruang lingkup, dan objek

Laporan ini menyajikan hasil pengamatan sementara serangan serangga, gulma, dan penyakit pada tanaman mentimun di lahan

Dokumen ini membahas dasar-dasar K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja), termasuk sejarah, pengertian, tujuan, sebab-akibat kecelakaan dan sakit akibat kerja, serta pentingnya Alat Pelindung

Materi kuliah tentang pengenalan deep learning, membahas sejarah, konsep dasar, dan arsitektur deep

Dokumen ini membahas tentang prinsip dasar dan konsep dasar akuntansi, termasuk pengertian, tujuan, peran, pihak yang membutuhkan informasi, serta sejarah