• Tidak ada hasil yang ditemukan

Ilmu Dasar K3 (Pengetahuan Dasar Keselamatan dan Kesehatan Kerja)

N/A
N/A
Aprilian Yofi

Academic year: 2024

Membagikan "Ilmu Dasar K3 (Pengetahuan Dasar Keselamatan dan Kesehatan Kerja)"

Copied!
58
0
0

Teks penuh

(1)

PENGETAHUAN DASAR K3

(BASIC KNOWLEDGE OCCUPATIONAL

SAFETY AND HEALT)

(2)

TUJUAN PEMBELAJARAN

1. Memahami tentang K3 secara umum

2. Memahami pengertian dan definisi yang menyangkut K3

3. Memahami sebab-akibat kecelakaan dan sakit akibat kerja

4. Memahami tentang Alat-alat Pelindung

Diri

(3)

Latar Belakang

Timbulnya K3

Keinginan untuk selamat dan terhindar dari bahaya ( Accident Free ).

Keinginan untuk terhindar dari kerugian materi akibat kecelakaan ( Bussiness Interuption ).

Memenuhi ketentuan hukum ( Compliance with Law).

Desakan dari pihak luar dan tuntutan masyarakat. ( Costumer satisfaction ).

3

(4)

SEJARAH DAN PENGERTIAN

KESEHATAN KERJA

(5)

SEJARAH KESEHATAN KERJA

EUROPE : Abad ke 16:

1. PARACELSUS:

Studi masalah kes kerja di pertambangan, pekerja penuangan dan peleburan logam.

2. AGRICOLA:

Studi masalah kes. Kerja di pertambangan ( mining and metallurgy).

1633 – 1714: BERNARDINO RAMAZZINI:

Bpk Kedokteran Kerja/Industrial Medicine Kajian di pekerja mental Paru2 terganggu karena debu logam “De Re Metallica”.

(6)

1867: MASSACHUSETTS:

Mengembangkan departemen/unit kerja yg bertanggungjawab dalam pelaksanaan inspeksi di

perusahaan.

10 th kemudian “JOB SAFETY

LAW” merekomendasikan

penggunaan APD di pabrik

pemintalan/tekstil

(7)

1870 : Serikat pekerja pd th 1870 – 1880 memutuskan melakukan

penyesuaian ukuran bagi K3 di pertambangan, pabrik & industri bangunan

1900 : Industri berat di Amerika mempunyai peraturan yang berhubungan dengan

bahaya potensial yg harus dihadapi

pekerja sampai menjelang tahun

1900 telah diterbitkan lebih dari 200

peraturan yg berhub dengan PAK

(8)

1910 :

Asosiasi Nasional Produsen/Perusahaan &

Federasi Pemerintah Negara, mulai

melakukan pendekatan ekstensif untuk

menghasilkan undang-undang kompensasi pekerja.

• Dr Alice Hamilton (di Chicago) mengawali karir panjangnya mempelajari “pajanan racun” di tempat industri yang dipimpinnya

• Tahun 1919 ia menjadi wanita pertama anggota Fakultas Harvard yang ditunjuk untuk melakukan Program Kebersihan/

Hygiene Industri yang sedang berlangsung saat itu.

(9)

1910 :

Tahun 1910, mulai ada mogok kerja yang berkaitan dengan K3

• Konferensi Nasional I mengenai Penyakit Kerja Industri dilaksanakan

• Cornell Medical College mendirikan Klinik Penyakit Kerja di New York

• Badan Pertambangan Amerika dibentuk, dan Pusat Pelayanan Kes Masyarakat di Amerika memulai penelitiannya mengenai Kes. Kerja.

(10)

1913:

Dewan Keselamatan Nasional dibentuk dan memulai aktivitas pendidikan

“UTAMAKAN KESELAMATAN”.

1916:

Asosiasi Dokter Kerja Amerika didirikan:

Joseph W. Schereschewsky, MD. (Kepala Kantor Federal Kesehatan Kerja) dipilih sebagai “PRESIDEN PERTAMA”. 

Harry Mock, MD. (Dokter Umum di perusahaan penjualan retail) menjadi “PRESIDEN KEDUA”.

(11)

MOTTO nya:

Kualifikasi fisik ditambah Kualifikasi Kerja, sama dengan sebuah pekerjaan fokus kepada

“penempatan kerja”.

(12)

1920:

Alice Hamilton meneruskan penelitian “Kanker pada pekerja radium usia

muda”.

1936:

Undang-undang Perjanjian Walsh- Healey yg mencantumkan Standar K3

1940s , 1950s , 1960s :

Undang-undang Kompensasi Pekerja.

(13)

1954:

Keselamatan Radiasi: “Undang-undang Energi Atomik”.

1961 –1970:

Perhatian besar yang mengarah ke

pergerakan persatuan perdagangan.

Perjuangan era baru masalah Kesehatan Kerja telah dimulai.

Meskipun telah terjadi kematian 78 pekerja tambang pada thn 1968 dlm ledakan

tambang batu bara di Farmington, West Virginia.

(14)

1969: UU K3 Tambang Batubara telah dibuat

& satu tahun kemudian UU K3 dibuat.

1972: UU Black Lung (paru2) Benefit.

1976: UU Pengendalian Substansi Beracun.

(15)

PENGERTIAN

Imu Kesehatan Kerja:

Merupakan bagian dari ilmu Kesehatan Masyarakat yang secara khusus mempelajari secara luas dan mendalam permasalahan kesehatan yg berkaitan dengan pekerjaan

Kesehatan Kerja (WHO, 1950):

Kesehatan fisik maupun psikis pekerja sehubungan dgn pekerjaannya (mencakup metode kerja, kondisi kerja dan lingkungan kerja) yang mungkin dapat menyebabkan

kecelakaan, penyakit ataupun perubahan kesehatan pekerja.

(16)

FOKUS UTAMA KESEHATAN KERJA UNTUK MENCAPAI TUJUAN:

1. Pemeliharaan & Promosi: peningkatan kesehatan pekerja dan kapasitas kerja

2. Perbaikan lingkungan kerja & pekerjaan yang mendukung kesehatan & keselamatan

3. Pengembangan organisasi kerja dan budaya kerja ke arah yang mendukung kesehatan &

Keselamatan di tempat kerja serta lingkungan sosial yang kondusif yang berdampak pada

meningkatnya produktivitas organisasi.

(17)
(18)

Kesehatan Kerja

Kes. Matra D/L/U

Kesja.Perkantoran

Kes.Industri Formal &

informal Kesja Konstruksi

KesjaRS/Sarkes Kesja Transportasi

Kesja Maritim

Kesja Pertambangan Kesja Pariwisata

Kesja Perkebunan

Kesja Pertanian

(19)

PRINSIP KESEHATAN KERJA PENYERASIAN

Beban Kerja:

- Beban Fisik:

- Mengangkat, - Mendorong,dll -Beban Mental Kapasitas Kerja:

-Status Kes & Gizi -Sex

-Umur

-Pendidikan -Keterampilan

Lingkungan Kerja:

-Bising,panas, getaran, radiasi -Debu, uap, larutan -Bakteri, virus

-dll

(20)

Masalah Kesehatan Kerja dapat

terjadi bila:

-

Ada ketidak serasian pada kapasitas kerja , beban kerja & lingkungan kerja

-

Pekerja terpajan dgn agen/bahaya

potensial lingkungan kerja

(21)

BAHAYA POTENSIAL DI

LINGKUNGAN KERJA

1. Faktor Fisik a.Suhu

Suhu terlalu tinggi menyebabkan : 1). Heat exhaustion (kehabisan tenaga)

2). Heat cramp (kejang)

3). Heat stroke (radang otak menyebabkan kelumpuhan)

Suhu terlalu rendah menyebabkan:

4). Frostbite (radang dingin) 5). Chilblain (gatal-gatal) 6). Trenchfoot (

(22)

b.Tekanan

1). Tekanan udara tinggi.

Sering ditemui pd penyelam, pekerja tambang dll. Penyakit yg timbul dise- but penyakit “Caisson” (disebabkan bebasnya nitrogen dlm jaringan pd waktu dekompresi)

2).

Tekanan udara rendah.

Sering dihadapi oleh Penerbang, Astronout, Pendaki gunung dll.

Ggn kesehatan akibat kurangnya O2 di dlm udara pernafasan.

(23)

c. Kebisingan

Menyebabkan : kerusakan indera pendengaran, kejiwaan, berdebar

d. Pencahayaan

Menyebabkan : kelainan indera penglihatan (blare, visus, katarak)

e. Radiasi

1). Radiasi sinar infra merah katarak pd lensa mata.

2). Radiasi sinar ultra violet konjungtivitis foto elektrika.

3). Radiasi sinar rontgen/radioaktif

gangguan pd sumsum tulang, kelainan kulit, impotensi dll.

(24)

e. Getaran Raynaud’s disease: episodic digital ischemia, cyanosis, fingertip ulceration

2. Faktor Kimia

a. Debu menimbulkan pneumoconiosis diantaranya :

1). Silicosis 5). Stanosis 2). Asbestosis 6). Byssinosis

3). Berryliosis 7). Anthrakosilikosis 4). Siderosis

(25)

b. Uap

1). Uap logam, menimbulkan “demam uap logam”, dermatitis atau keracunan.

2). Gas, menyebabkan keracunan, misalnya : a). Gas Sianida

b). Gas Asam Sulfida c). Karbon Monoksida

c. Pestisida

Organofospat, karbamat

d. Larutan

larutan korosif (benze, etanol, trikloretilene,) menyebabkan kerusakan pd kulit (dermatosis).

(26)

3. Faktor Biologi

Penyakit, Bakteri, Jamur, Parasit, Visrus misalnya: Anthrax, AIDS, HIV, dll

4. Faktor Fisiologis

Misalnya: LBP, kelelahan, TCD

Untuk Ergonomi faktor risiko disebabkan:

Postur janggal, beban, frekuensi, durasi 5. Faktor Psiko - sosial

- Monotonicenderung kecelakaan

- Hubungan sesama pekerja, atasan-bawahan - Stress kerja, Shift, Pasca Kerja, dll

(27)

HAZARD

PERUSAHAAN TIDAK

DIKENDALIKAN

PEKERJA

KECELAKAAN

& PAK

KERUGIAN dan CITRA

(28)

Beberapa bukti Penyakit Akibat Kerja/Kecelakaan Akibat Kerja

California

Wanita hamil yang bekerja sebagai teknisi

laboraturium diminta oleh ahli kandungannya untuk berhenti bekerja mengingat BAHAN KIMIA yang

berisiko memberikan pajanan pada DIRINYA dan JANIN nya.

Georgia

Seorang lelaki paruh baya mendatangi ahli bedah tulang. Ia menderita sakit punggung kronis karena mengangkat barang-barang berat selama bertahun- tahun sesuai dengan pekerjaannya sebagai pekerja konstruksi.

(29)

Texas

Seorang supir truk jarak jauh mengeluhkan kepada cardiologisnya mengenai infark miocard, jenis pekerjaan apa yang dapat ia lakukan.

Colorado

Seorang praktisi perawat Pediatrik

mendiagnosis keracunan pada anak-anak dan memperkirakan penyebabnya adalah dari debu yang menempel pada pakaian kerja ayahnya yang bekerja di pabrik

baterai yang dibawa ke rumah.

(30)

Virginia

Pekerja Asbestos dengan kanker paru-paru

menanyakan kepada ahli bedahnya apakah ia bisa mengajukan claim terhadap undang-

undang kompensasi pekerja.

New Jersey

Onkologis mengobservasi kanker kandung

kemih yang terjadi pada wanita paruh baya.

(31)

Massachusetts

Tiga orang wanita yang bekerja di pabrik plastik,

semuanya mengeluhkan ruam-ruam pada tangan dan lengan, mengkonsultasikan kepada internist yang

mempercayai bahwa masalah yang mereka alami adalah akibat hubungan kerja

Tantangan Ahli kesehatan khususnya Kesehatan Kerja Penanganan masalah ini membutuhkan pengetahuan

dan pencegahan yang berhubungan dengan penyakit akibat kerja.

(32)

KESULITAN PERHITUNGAN PAK

1. Banyak masalah yang kurang mendapat perhatian dari para ahli kesehatan dan perusahaan.

2. Seorang pekerja biasanya tidak menyadari bahwa masalah yang mereka alami berhubungan dengan pekerjaan mereka. Bahkan meskipun hubungannya sudah jelas, mereka tetap akan mengabaikannya karena takut kehilangan pekerjaan.

(33)

3. Kesadaran akan penyakit akibat hubungan kerja sulit dicapai karena lamanya jangka

waktu antara pajanan awal dengan gejala yang muncul pada saat pemeriksaan.

4. Membuat hubungan sebab-akibat sulit untuk

diakses karena banyaknya jenis bahaya kerja

yang dapat mengenai pekerja.

(34)

5. Sejumlah masalah kesehatan yang dicurigai oleh ahli kesehatan sebagai penyakit akibat

hubungan kerja tidak dilaporkan lebih lanjut karena asosiasinya dengan pekerjaan masih samar dan karena syarat pelaporan tidak kuat.

6. Bertolak belakang dengan penyakit yang bukan

akibat kerja, penyakit akibat kerja hampir selalu

rentan terhadap pencegahan.

(35)

Disebabkan oleh: pemajanan zat-zat berbahaya di lingkungan kerja.

Ada beberapa pendekatan perlindungan diantaranya :

1. NAB atau TLV (Kadar suatu zat yg di ukur pd batas mana pekerja masih sanggup

menghadapinya dgn tdk menunjukkan

kelainan/penyakit dlm pekerjaan mereka sehari-

hari utk waktu 8 jam sehari atau 40 jam seminggu).

PENYAKIT & KECELAKAAN AKIBAT

KERJA

(36)

2. Konsentrasi Maksimum yg Diperkenankan atau Maximum Allowable Concentration (MAC).

Yaitu: Nilai tertinggi kadar sesuatu zat yg diukur yg merupakan batas maksimum yg tdk boleh dilewati pd setiap saat.

Penyakit Akibat Kerja di bagi 2 golongan:

Golongan yg wajib dilaporkan:

Permenakertrans No. Per 01/Men/1981, ttg kewajiban melaporkan PAK (31 PAHK)

Permenkes No. 1075/2003, ttg Pedoman SIM-KK. (105 PAK)

Golongan yg harus mendapat kompensasi.

(37)

PELAYANAN KESEHATAN KERJA

Adalah : Program pelayanan paripurna terdiri dari :

1. Pelayanan promotif, 2. Pelayanan preventif, 3. Pelayanan kuratif

4. Pelayanan rehabilitatif

Yang dilaksanakan dlm suatu sistem terpadu

(38)

• Pendidikan dan penyuluhan ttg kesehatan kerja

• Pemeliharaan berat badan ideal;

Perbaikan gizi, menu seimbang dan pemilihan makanan yang sehat

dan aman, Higiene Kantin

• Pemeliharaan lingkungan kerja yg sehat (Hygiene&sanitasi)

• Kegiatan fisik,Olah raga,kebugaran

• Konseling mis: berhenti merokok/napza

(39)

Pemeriksaan kesehatan awal, berkala dan khusus.

Imunisasi

Kesehatan Lingkungan Kerja

Perlindungan diri thd bahaya-bahaya pekerjaan

Penyerasian pekerja dgn mesin alat kerja

Pengendalian bahaya lingkungan kerja (Faktor Fisik, Kimia, Biologi, Ergonomi, Psikososial)

Suplemen Gizi

Survailance Kesehatan Kerja

(40)

• Pelayanan diberikan pada pekerja yang sudah mengalami gangguan kesehatan

• Pelayanan diberikan meliputi pengobatan thd penyakit umum maupun penyakit

akibat kerja

• Terapi PAK dengan terapi kasual/utama dan terapi simtomatis

MOTTO

Pada penyakit akibat kerja

Mencegah lebih baik dari pada mengobati”

(41)

• Latihan dan pendidikan pekerja untuk dapat menggunakan

kemampuannya yg masih ada secara maksimal.

• Penempatan kembali pekerja yang cacat secara selektif sesuai

kemampuannya.

(42)

RUJUKAN MEDIK

pengobatan & rehabilitasi Pos UKK  Pusk  BKKM 

RSU/RS.Khusus

RUJUKAN KESEHATAN

- Sampel Lingkungan BTKL/Balai Hyperkes

- Sampel Lab BLK

- Kasus Pencemaran Kab/Kota

(43)

TUJUAN

Selamat dalam bekerja

Sehat dalam bekerja

Patuh peraturan

(44)

Suatu ilmu pengetahuan dan penerapannya dalam upaya mencegah kecelakaan,

kebakaran, peledakan,

pencemaran, penyakit akibat kerja , dll

ACCIDENT PREVENTION

KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA

Keilmuan

44

PENGERTIAN K3

(45)

SAFE/AMAN adalah suatu kondisi sumber bahaya telah ter-identifikasi

dan telah dikendalikan ke tingkat yang memadai

45

(46)

adalah :

Kejadian yang tidak dikehendaki dan tidak diduga /tiba-tiba yang dapat menimbulkan korban

manusia, harta benda, dan lingkungan.

46

KECELAKAAN PENGERTIAN

(47)

TEORI KECELAKAAN KERJA

47

ACCIDENT PRONESS THEORY

GOALS FREEDOM ALERTNESS THEORY

ADJUSTMENT STRESS THEORY

Ada orang tertentu dari bawaan pribadinya lebih rawan kecelakaan dari pada orang lain

Pekerja yg diberi kebebasan untuk menetapkan target kerjanya sendiri akan

menghasilkan hasil kerja yang lebih berkualitas dan berperilaku lebih aman

Terdapat faktor negatip dalam lingkungan kerja internal maupun eksternal.

(48)

RISK

Risiko adalah ukuran kemungkinan

kerugian yang akan timbul dari sumber

bahaya (hazard)

tertentu yang terjadi.

48

(49)

KEPARAHAN KEKERAPAN

Risiko terdiri dari 2 dimensi:

Atau KEPARAHAN x KEKERAPAN

49

(50)

BAHAYA

Bahaya adalah

sifat dari suatu bahan, cara kerja suatu alat, cara melakukan suatu pekerjaan, tempat dan posisi atau kondisi lingkungan kerja,

yang dapat menimbulkan kerusakan atau kerugian manusia, harta benda, penyakit akibat kerja, cedera, cacat sementara dan permanen, maupun kematian.

(51)

DANGER/

NEAR MISS

hampir putus

INCIDENT

ACCIDENT

putus

51

(52)

INCIDENT

Suatu keadaan/kondisi, bilamana pada saat itu sedikit saja ada perubahan maka dapat mengakibatkan

terjadinya accident/kecelakaan.

52

(53)

Jenis Bahaya konstruksi

• Physical Hazards

• Chemical Hazards.

• Electrical Hazards.

• Mechanical Hazards.

• Physiological Hazards.

• Biological Hazards.

• Ergonomic

53

(54)

Phsycologis

Stress Tidak harmonis Habis dimarahi

Ergonomis

Berdiri Duduk Ukuran Jangkauan

Biologis

Bisa Kuman Virus.jamur Serangga

Bahan Kimia

Ledakan Kebakaran Keracunan Korosi

Aliran Listrik

Lebih beban Tersentuh Loncatan api Isolasi buruk Gagal fuse Benda phisik

Cahaya Bising Suhu Radiasi Getaran Tekanan

Benda diam

Gravitasi/elevasi Rusak Ambruk Kunci lemah

Benda Bergerak

lurus Putar Acak Angkut/angkat

(55)

NEARMISS NYARIS

INSIDENT ACCIDENT INJURY LOST

SERAT SLING RANTAS

(56)
(57)
(58)

KECELAKAAN

ADALAH AKIBAT DARI RANGKAIAN SEBAB-AKIBAT

(DOMINO EFFECTS)

LACK OF CONTROL

BASIC CAUSES

IMMEDIATE

CAUSES INCIDENT LOSS

LEMAH PENGENDALIAN/

PENGAWASAN

1. PROGRAM TAK SESUAI 2. STANDAR TAK COCOK 3. TAK PATUH STANDAR

SEBAB-SEBAB DASAR 1. FAKTOR PERSONAL 2. FAKTOR PEKERJAAN

SEBAB LANGSUNG

1. TINDAKAN TAK AMAN 2. KONDISI TAK AMAN

KONTAK DENGAN ENERGI ATAU BAHAN

KERUGIAN 1. MANUSIA 2. HARTA BENDA 3. PROSES KERJA 4. LINGKUNGAN 5. MASYARAKAT

Referensi

Dokumen terkait

Hasil uji statistik menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan (p value 0,201≥ 0,05) antara perilaku keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dengan kejadian kecelakaan

Campina Ice Cream Industry Surabaya, telah menyadari pentingnya pembinaan K3 menuju kondisi kecelakaan kerja nihil.Namun kenyataannya masih dijumpai kecelakaan kerja

“Pengaruh Penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) Serta Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (K3) Terhadap Tingkat Kecelakaan Kerja Pada Karyawan” guna memenuhi

Penelitian ini bertujuan untuk menggali persepsi kesehatan dan keselamatan kerja (K3) pada karyawan yang beresiko tinggi mengalami kecelakaan kerja. Secara umum, K3 yang

Dengan perumusan hipotesis: Ho : tidak ada pengaruh antara variabel Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), Alat pelindung diri (APD) dan Risiko

Campina Ice Cream Industry Surabaya, telah menyadari pentingnya pembinaan K3 menuju kondisi kecelakaan kerja nihil.Namun kenyataannya masih dijumpai kecelakaan kerja

KERANGKA PENELITIAN OPTIMALISASI PENERAPAN K3 KESELAMATAN, KESEHATAN, DAN KERJA BAGI AWAK KAPAL UNTUK MENGHINDARI BAHAYA KECELAKAAN CARA MENINGKATKAN PENGETAHUAN K3 DENGAN

Upaya perusahaan dalam mengurangi tingkat kecelakaan kerja juga sudah cukup baik, mulai dari adanya program-program, sosialisasi mengenai Keselamatan dan Kesehatan Kerja K3, penggunaan