• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENERAPAN BUDAYA KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) DI PT BNM STAINLESS STEEL - Repository UNSADA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "PENERAPAN BUDAYA KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) DI PT BNM STAINLESS STEEL - Repository UNSADA"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

Universitas Darma Persada

BAB IV SIMPULAN

Budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) cukup efektif memberikan manfaat yang positif bagi perusahaan maupun karyawan. Mulai dari mengurangi jumlah kecelakaan kerja, melindungi karyawan dari kecelakaan kerja, mengurangi biaya pengeluaran perusahaan, sistem manajemen yang efektif, dan lingkungan kerja yang menjadi nyaman.

Upaya perusahaan dalam mengurangi tingkat kecelakaan kerja juga sudah cukup baik, mulai dari adanya program-program, sosialisasi mengenai Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), penggunaan APD, dan adanya Standar Operasional Prosedur (SOP). Selain itu, dengan adanya budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) memberikan pengaruh positif bagi karyawan dan perusahaan, akan tetapi ada kendala yang dialami oleh perusahaan ketika menerapkan budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Kendala tersebut disebabkan dari perbuatan tidak aman dari karyawan itu sendiri (Unsafe Action). Tidak hanya itu, kurangnya pengawasan dari atasan yang membuat karyawan tersebut menggunakan mesin tidak mengikuti prosedur yang ada, sehingga dapat memicu terjadinya kecelakaan kerja.

Apabila karyawan tidak menjalankan prosedur yang telah ditetapkan oleh perusahaan, akan mendapatkan teguran secara lisan, surat peringatan 1, 2, 3, dan berakhir dengan pemecatan.

Dalam penerapan budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di PT BNM STAINLESS STEEL, karyawan sudah terbiasa dalam menggunakan APD di area kerja masing-masing, misalnya seperti menggunakan topi, apron lengan, dan sepatu safety. Selain itu, diharapkan bahwa karyawan dapat lebih peka terhadap resiko bahaya kecelakaan kerja yang bisa terjadi dimana dan kapan saja.

Penerapan budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di perusahaan tidak akan berjalan dengan baik, apabila semua pihak yang terkait tidak memiliki konsistensi dalam penerapan budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Selain itu, hasil dari penerapan budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di PT BNM STAINLESS STEEL belum berjalan maksimal dengan baik, diperlukan konsistensi lebih besar dalam menerapkan budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

(2)

Universitas Darma Persada 35

SARAN

Sehubungan dengan hasil temuan penelitian di atas, maka yang menjadi saran penulis dalam hal ini adalah sebagai berikut.

1. Menjadikan sebuah pembelajaran kepada pembaca pentingnya penerapan budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dari Jepang yang perlu diterapkan di kehidupan sehari-hari.

2. Mengingatkan kepada pembaca agar lebih berhati-hati atau lebih waspada kepada lingkungan sekitar dan menaati peraturan-peraturan yang sudah ditetapkan oleh perusahaan.

3. Perlunya dilakukan evaluasi mengenai penerapan budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di perusahaaan setiap 3 bulan sekali, dan diberikannya reward bagi area yang tidak adanya kecelakaan kerja.

Referensi

Dokumen terkait

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) adalah suatu program yang dibuat pekerja maupun pengusaha sebagai upaya mencegah timbulnya kecelakaan dan penyakit akibat kerja dengan

Berdasarkan hasil penelitian, peneliti menyimpulkan bahwa program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) tersebut belum ditaati sepenuhnya oleh seluruh pegawai pada bagian

Hasil uji statistik menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan (p value 0,201≥ 0,05) antara perilaku keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dengan kejadian kecelakaan

Keselamatan dan Kesehatan Kerja merupakan hal yang harus diperhatikan oleh perusahaan dan karyawan, perlu kerja sama yang baik untuk menerapkan K3, karena jika terjadi

EVALUASI PENERAPAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) TERHADAP PRODUKTIVITAS PEKERJA, Surya Darma Tarigan, NPM 100213729, tahun 2015, Bidang Keahlian Manajemen Konstruksi,

Berkenaan dengan masalah kesehatan keselamatan kerja (K3), untuk mengantisipasi resiko penyebab kecelakaan kerja yang dominan dan berpengaruh terhadap kinerja

Pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat dengan judul “Penerapan Kesehatan Keselamatan Kerja (K3) Di UMKM Laundry Balikpapan” dapat disimpulkan bahwa yang pertama

Program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan upaya perusahaan dalam menciptakan kondisi kerja yang aman dan tenang sehingga dapat mencegah dan