NAMA : Akhmal Raditya Saputra NIM : F1D024128
PRODI : Ilmu Politik
RESUME MATERI II Materi : Jati Diri Unsoed
A. PENDIDIKAN KARAKTER 1. Pengertian Pendidikan Karakter
Pendidikan karakter merupakan tahapan fundamental dalam membentuk jati diri seseorang. Pembentukan karakter memiliki pola metode pembelajaran yang berbeda dengan pembelajaran, karena pembentukan karakter dimulai dengan menciptakan habit sebagai proses pembelajaran. Pendidikan karakter tidak sekedar mengajarkan pengetahuan (kognitif). Pendidikan karakter juga mengajarkan sikap yang baik (afektif). Lebih jauh lagi, Pendidikan karakter juga mengajarkan bagaimana berperilaku yang baik dan mulia (psikomotorik).
2. Karakter dan Kepemimpinan
Seorang pemimpin biasanya memiliki sifat, watak, kebiasaan, dan karakter tersendiri yang khas dan unik sehingga perilaku dan gaya kepemimpinannya berbeda dengan pemimpin lainnya. Gaya (style) hidupnya tersebut akan mewarnai tingkahlaku dan model kepemimpinannya. Kepemimpinan adalah kekuatan aspirasional, power of spirit, dan kekuatan moral kreatif yang dapat mempengaruhi semua anggota dalam mengubah perilaku, sehingga mereka sejalan dengan aspirasi dan visi sang pemimpin.
Oleh karena itu, seharusnya seorang pemimpin mencerminkan figur yang dapat menjadi suritauladan bagi yang dipimpinnya.
Sifat-sifat kepemimpinan menurut Ki Hajar Dewantoro meliputi 3 hal, yaitu sebagai berikut.
1. Ing ngarso sung tulodo
Di muka harus memberi tauladan. Bahwa seorang pemimpin harus melalui sikapnya dan perbuatannya menjadikan dirinya pola panutan dan ikutan bagi orang yang dipimpinnya.
2. Ing madyo mangun karso
Di tengah membangun prakarsa. Bahwa seorang pemimpin harus mampu membangkitkan semangat berswakarsa dan berkreasi pada orang-orang yang dibimbingnya.
3. Tut wuri handayani
Mengikuti dari belakang dengan berwibawa. Bahwa seorang pemimpin harus mendorong orang-orang yang dipimpinnya agar berani berjalan di depan dan berani bertanggung jawab
Di bawah ini akan di bahas mengenai gaya-gaya kepemimpinan, gaya kepemimpinan tersebut adalah sebagai berikut.
1. Gaya Kepemimpinan Otokratik
Gaya ini mengutamakan pelaksanaan tugas untuk tercapainya tujuan sehingga kurang perhatian terhadap hubungan-hubungan manusia
2. Gaya Kepemimpinan Direktif
Ini merupakan gaya yang mengutamakan pencapaian tujuan, tetapi mulai memberi perhatian terhadap hubungan manusia.
3. Gaya Kepemimpinan Konsultatif
Merupakan gaya yang mengutamakan perhatian pada pelaksanaan tugas dan cukup besar perhatian terhadap penciptaan hubungan dengan sesama anggota secara akrab dan harmonis.
4. Gaya Kepemimpinan Partisipatif
Merupakan gaya yang di samping menekankan pada pelaksanaan tugas, juga memberi perhatian yang besar dalam menciptakan hubungan dengan dan sesama anggota
3. Penguatan Karakter Bangsa Indonesia Abad 21
Pendidikan karakter terus berkembang dari tahun ke tahun. Perkembangan ini dipengaruhi oleh berbagai macam hal salah satunya adalah perkembangan teknologi.
Kementerian pendidikan dan kebudayaan pada tahun 2017 mencanangkan Gerakan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) dengan menghasilkan lima nilai utama pengembangan karakter yang saling terkait satu dengan yang lain sehingga menjadi prioritas yaitu religious, nasionalis, mandiri, gotong royong, dan integritas. Hal ini juga sejalan dengan pengembangan karakter yang dimiliki Panglima Besar Jenderal Soedirman. Keterampilan abad ke-21 terdiri dari 16 keterampilan dengan tiga kategori, yaitu literasi dasar, kompetensi, dan kualitas karakter
Keterampilan tersebut meliputi:
1. Literasi dasar
Keterampilan ini berfungsi sebagai dasar yang dibutuhkan siswa untuk membangun kompetensi dan kualitas karakter yang lebih maju. Ada enam literasi dasar ialah literasi baca-tulis, literasi numerasi, literasi saintifik, literasi teknologi informasi komunikasi (TIK), literasi keuangan, serta literasi budaya dan kewarganegaraan.
2. Kompetensi
Keempat kompetensi itu adalah keterampilan berpikir kritis, keterampilan kreativitas, keterampilan berkomunikasi, serta keterampilan berkolaborasi.
3. Kualitas karakter
Karakter dibagi ke dalam enam keterampilan, yakni keterampilan rasa ingin tahu, keterampilan inisiatif, keterampilan ketekunan, keterampilan beradaptasi, keterampilan kepemimpinan, serta keterampilan kesadaran sosial dan budaya.