Nama : Akmal Irvan Maulana NIM : 40030622650023 Kelas : Vtr-B
RESUME PENILAIAN TANAH DAN PROPERTI Pertemuan I
Konsep Penilaian Tanah
Penilaian tanah atau disebut dengan penilaian properti merupakan proses untuk menentukan nilai pasar pada suatu lahan. Terdapat beberapa tujuan dilakukannya penilaian tanah, seperti pembelian, penjualan, perpajakan, dan pembiayaan. Untuk menjadi penilai memerlukan multi disiplin ilmu agar dapat mengetahui prinsip-prinsip yang berlaku dan faktor yang mempengaruhinya.
Berikut beberapa pengertian istilah dalam penilaian tanah
• Nilai, konsep ekonomi yang merujuk kepada harga yan sangat mungkin disepakati oleh pembeli dan penjual dari suatu barang atau jasa pada waktu tertentu.
• Nilai pasar, estimasi sejumlah uang pada tanggal penilaian yang dapat diperoleh dari transaksi jual beli atau hasil penukaran suatu properti dalam transaksi bebas ikatan.
• Nilai pasar, permukaan bumi di daratan maupun di bawah air, termasuk ruang di atas dan di bawahnya, dalam batas-batas tertentu termasuk kekayaan alam yang terkandung.
• Zona nilai tanah, sekumpulan bidang tanah yang saling berdekatan dan memiliki karakteristik serupa dalam satu zona yang sama.
• Nilai properti, nilai seluruh benda-benda (buatan manusia) yang melekat padanya sebagai satu kesatuan, baik di atas maupun di bawah permukaan tanah.
Permasalahan yang terjadi di lapangan - Pasar tanah di Indonesia tidak transparan
- Belum adanya Lembaga pengelola nilai tanah dan nilai asset pertanahan yang kompeten, adil, profesional, independent
- Nilai asset negara atas tanah baru mencerminkan nilai perolehan - Belum baku sistem penilaian tanah dan property
- Belum ada informasi yang lengkap, up to date, dan mudah diakses - Belum ada standar harga pasar tanah
- Dll.
Masalah yang timbul terkait dengan nilai tanah.
- Kehilangan penerimaan dari Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB).
- Kehilangan penerimaan dari PBB Faktor – faktor yang berpengaruh pada nilai
- Faktor fisik, alam, dan lingkungan - Faktor sosial
- Faktor politik dan kebijaksanaan pemerintah - Faktor ekonomi
Prinsip – prinsip dan dasar penilaian property dan tanah 1. Prinsip penggunaan terbaik dan tertinggi
Kriteria tanah dikatakan prinsip ini, jika : a. Fisik yang dimungkinkan
b. Legal diizinkan c. Layak finansial d. Produktivitas tinggi
2. Prinsip persediaan dan permintaan
Pada prinsip ini dasarnya semakin banyak permintaan maka semakin tinggi nilainya, hal itu juga berlaku sebaliknya.
3. Prinsip pengganti
Prinsip dimana orang tidak akan membayar lebih terhadap properti yang sama selama ada penggantinya.
4. Prinsip keuntungan yang diharapkan properti 5. Prinsip adanya perubahan
Adapun 3 Metode Penilai Tanah 1. Pendekatan biaya
2. Perbandingan harga
Melakukan perbandingan terhadap suatu property lain yang sejenis dan diketahui nilai jual.
3. Pendekatan pengkapitalisasian pendapatan
Pendekatan yang didasarkan pada pendapatan bersih per tahun yang diterima dari pengusaha properti. Pendapatan bersih tersebut akan dikapitalisasikan dengan suatu faktor tingkat kapitalisasi tertentu guna memperoleh nilai pasar tertentu.
Pemahaman mengenai NJOP
NJOP (Nilai Jual Objek Pajak) adalah nilai yang ditetapkan oleh pemerintah untuk objek pajak berupa tanah atau bangunan yang dijadikan dasar penghitungan besaran pajak terutang, seperti PBB (Pajak Bumi dan Bangunan). Besaran NJOP dapat berbeda-beda tergantung dari lokasi dan kondisi objek pajaknya. Secara umum, NJOP ditentukan oelh beberapa faktor, seperti harga transaksi pasar, perbandingan dengan objek lain, nilai peroleh baru, dan pendapatan properti. NJOP biasanya diperbarui setiap tahun oleh pemerintah daerah dan tertulis dalam Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) PBB.