NAMA : WAZHELATUL HASANAH NIM : 222102030085
KELAS : HTN 4
REVIEW JURNAL 1
POLIGAMI DALAM TINJAUAN SYARIAT DAN REALITAS
REVIEW JURNAL
Judul Poligami dalam Tinjauan Syariat dan Realitas
Nama Jurnal Al-Ahwal Al-Syakhsiyyah:Jurnal Hukum Keluarga dan Peradilan Islam
Volume dan Halaman Vol. 2, No. 2 halaman.119-218
Tahun September 2021
Penulis Mughni Labib Ilhamuddin Is Ashidiqie
Download Link https://journal.uinsgd.ac.id/index.php/al- syakhsiyyah/article/download/14332/6182
Reviewer Wazhelatul Hasanah (222102030085)
Tanggal Reviewer 29 Oktober 2023
Latar Belakang Terutama menurut kalangan feminis, yang memandang bahwa poligami merupakan salah satu bentuk ketidakadilan terhadap wanita, sebab wanita hanya dianggap sebagai pemuas hawa nafsu laki-laki belaka.
Di samping itu, diskursus tentang poligami juga terjadi dikalangan ulama, terutama terkait dengan penafsirannya mengenai konsep keadilan, dimana menjadi syarat mutlak untuk melakukan poligami.
Sedikit berbeda Quraish Shihab, bagi Fazrul Rahman konsep adil tersebut tidak hanya dalam ranah materi belaka, namun immateri juga termasuk di dalamnya.
Oleh karena itu, dengan adanya pro-kontra terhadap eksistensi poligami tersebut artikel ini bermaksud untuk mengkaji
eksistensi poligami dari tinjuan syariat dan realitas yang terjadi di tengah-tengah masyarakat
Permasalahan Poligami merupakan salah satu isu dalam kajian bidang Hukum Keluarga Islam yang hingga saat ini masih menarik untuk didiskusikan. Hal ini disebabkan poligami memiliki polemiknya tersendiri, baik secara teologis maupun antropologis. Berangkat dari permasalahan demikianlah, yang kemudian menghantarkan artikel ini pada upaya menelusuri poligami dari tinjauan syariat dan realitas. Menyandingkan poligami dalam tinjauan syariat dan realitas tidak dimaksudkan untuk menjustifikasi kebolehan atau melarang poligami.
Tujuan Penelitian Untuk menelusuri poligami dari tinjauan syariat dan realitas.
Menyandingkan poligami dalam tinjauan syariat dan realitas tidak dimaksudkan untuk menjustifikasi kebolehan atau melarang poligami. Akan tetapi untuk mengetahui bagaimana eksistensi poligami dari kedua aspek tersebut
Sumber Data menggunakan metode dokumentasi
Metode Penelitian Penelitian kepustakaan atau kajian literatur
Objek Penelitian Poligami
Hasil Penelitian dalam tinjauan Islam poligami memiliki polemiknya tersendiri, hal ini terrepresentasikan oleh beberapa pandangan intelektual Muslim dalam melihat eksistensi poligami, khususnya terkait dengan syarat berbuat adil. Selanjutnya dalam tinjauan realitas, poligami memiliki dua dampak yaitu positif dan negatif. Oleh sebab itu, sebelum melakukan poligami penting untuk mempertimbangkannya terlebih dahulu. Hal ini dikarenakan agar poligami dilakukan sesuai dengan tujuan hukum islam.
Kelebihan Penelitian Kelebihan jurnal ini adalah:
• Pembaca dapat mengetahui penelitian tersebut
• Memaparkan secara jelas dan lengkap latar belakang dari permasalahan mengapa dibuatnya jurnal ini.
• Bermanfaat bagi mahasiswa yang ingin mendalami hal ini.
• Bahasa yang digunakan mudah untuk di pahami.
Kekurangan Penelitian Kekurangan jurnal ini adalah:
• Tidak adanya pembahasan tentang pertimbangan implikasi social dan psikologis dari poligami untuk semua pihak yang teribat.
• Tidak adanya pembahasan tentang perspektif yang seimbang tentang pengalaman dan dampak poligami pada kedua gender.
REVIEW JURNAL 2
POLIGAMI PERSPEKTIF FIKIH DAN HUKUM KELUARGA NEGARA MUSLIM
REVIEW JURNAL
Judul Poligami Perspektif Fikih dan Hukum Keluarga Negara Muslim Nama Jurnal Maddika : Jurnal of Islamic Family Law
Volume dan Halaman Volume. 02, No. 01 Halaman 7-20
Tahun Juli 2021
Penulis Suud Sarim Karimullah
Download Link https://ejournal.iainpalopo.ac.id/index.php/maddika
Reviewer Wazhelatul Hasanah (222102030085)
Tanggal Reviewer 29 Oktober 2023
Latar Belakang Sedangkan poligami dalam hukum Islam masih terdapat perbedaan pandangan diantara sarjana muslim dengan memberikan beberapa persyaratan dan ketentuan atas poligami, baik yang memperbolehkan atau yang melarangnya.
Tahir Mahmood menjelaskan bahwa terdapat 6 (enam) kontrol terhadap praktik poligami, antara lain;2 (1) penekanan untuk berlaku adil dalam keluarga sebagaimana yang disebutkan dalam Al-Qur`an, (2) memberikan hak kepada perempuan selaku istri
untuk menolak terhadap segala praktik poligami dalam surat perjanjian perkawinan, (3) poligami harus memperoleh izin dari lembaga peradilan, (4) lembaga perkawinan memiliki hak untuk mengontrol terhadap pihak yang berkeinginan untuk berpoligami, (5) melarang poligami secara mutlak, dan (6) memberikan berbagai sanksi baik pidana atau denda terhadap pelaku poligami.
Pada kajian mengenai hukum keluarga negara muslim sebagaimana yang menjadi judul dari artikel ini hanya terbatas pembahasannya pada negara Turki, Tunisia, Indonesia, dan Saudi Arabia.
Tidak hanya itu saja, hukum keluarga yang ada pada 4 (empat) negara muslim tersebut juga memiliki karakteristik yang lebih responsif terhadap segala problematika keluarga yang ada pada masa kini dengan lebih progresif dan memberikan warna baru dalam hokum islam.
Permasalahan empat negara yang disebutkan adalah negara-negara dengan berpenduduk mayoritas muslim dan menjadi representasi dari empat madzhab fikih yang terkenal. Tidak hanya itu, hukum keluarga yang ada di keempat negara muslim ini juga memiliki karakteristik yang lebih tanggap terhadap segala permasalahan keluarga yang ada saat ini dengan lebih progresif dan memberi warna baru pada hukum Islam Hal ini berbeda dengan peraturan hukum keluarga di negara-negara muslim yang terdapat larangan bahkan ada yang memberikan ancaman pidana dan denda bagi para pelaku poligami dan peraturan tersebut lebih bersifat progresif dari ketentuan hukum
yang ada dalam fikih.
Tujuan Penelitian Untuk memahami poligami dalam perspektif fikih dan hukum keluarga negara muslim yang hanya terbatas pada empat negara
Kekurangan Penelitian Kekurangan dari jurnal ini adalah
• Ketidakpastian hukum dalam jurnal ini: hukum keluarga yang berkaitan dengan poligami dalam Negara-Negara islam bisa beragam,yang mana dapat menciptakan ketidakpastian hukum dalam masalah administrasi dalam praktiknya.
• Tidak dijelaskannya bagaimana kesejahteraan anak-anak dalam keluarga,terutama jika tidak ada perhatian dan dukungan yang memadai dari pihak ayah.
Muslim, yaitu Turki, Tunisia, Indonesia dan Saudi Arabia karena empat negara yang disebutkan adalah negara-negara dengan berpenduduk mayoritas muslim.
Sumber Data • Buku
• Jurnal
• Dan berbagai yang masih relevan Metode Penelitian Analisis deskriptif-kualitatif
Objek Penelitian Poligami dan Hukum Keluarga
Hasil Penelitian ketentuan poligami dalam fiqh secara umum tidak pernah dilarang bahkan tidak ada sanksi bagi pelakunya. Hal ini berbeda dengan peraturan hukum keluarga di negara-negara muslim yang terdapat larangan bahkan ada yang memberikan ancaman pidana dan denda bagi para pelaku poligami dan peraturan tersebut lebih bersifat progresif dari ketentuan hukum yang ada dalam fikih.
Kelebihan Penelitian Kelebihan dari jurnal ini adalah
• Bahasa atau kata yang digunakan mudah dipahami oleh pembaca
• Sangat bermanfaat bagi mahasiswa yang ingin mengetahui hal ini lebih dalam ini.
• Refrensi yang digunakan sangat relevan
• Memberikan pemahaman untuk pembaca yang lebih mendalam tentang bagaimana hukum keluarga di Negara lain dalam mengatur poligami.
• Tidak adanya pembahasan tentang pertimbangan implikasi social dan psikologis dari poligami untuk semua pihak yang teribat.
Kesimpulan Jurnal Berdasarkan uraian di atas, maka dapat diketahui bahwa eksistensi poligami dalam Islam terdapat beberapa pandangan, diantaranya ialah: pertama, membolehkan poligami secara longgar.
Dengan kata lain, dampak negatif tersebut lebih besar dari dampak positif yang terdapat dalam praktik poligami.
Dengan melihat kedua aspek tersebut yaitu eksistensi poligami dalam Islam dan realitas maka sebelum melakukan poligami penting untuk mempertimbangkannya terlebih dahulu.
Kesimpulan Jurnal Hal ini berbeda dengan peraturan hukum keluarga di negara muslim yang terdapat larangan dan bahkan ada yang memberikan ancaman pidana atau denda terhadap praktik poligami.
Larangan terhadap poligami yang berlaku pada hukum keluarga muslim dan ancaman pidana atau denda bagi setiap pelakunya dapat mengefektifkan kepada kemaslahatan bagi kaum perempuan dalam kehidupan rumah tangga.
REVIEW JURNAL 3
POLIGAMI DALAM HUKUM AGAMA DAN NEGARA
REVIEW JURNAL
Judul Poligami dalam Hukum Agama dan Negara
Nama Jurnal Al-Imarah: Jurnal Pemerintahan dan Politik Islam Volume dan Halaman Vol.2, No.1 Halaman 47-58
Tahun 2017
Penulis Muhammad Arif Mustafa
Download Link https://ejournal.iainbengkulu.ac.id/index.php/alimarah/article/dow nload/1029/892
Reviewer Wazhelatul Hasanah (222102030085)
Tanggal Reviewer 29 Oktober 2023
Latar Belakang Orang-orang non muslim yang mengecam praktik poligami ini kurang memahami bahwa poligami yang diperbolehkan dalam Islam adalah poligami yang memiliki alasan dan tujuan yang ril, bukan semata-mata untuk menuruti nafsu biologis.
Sebagian ulama berpendapat bahwa ayat yang menjelaskan tentang poligami adalah sebuah kebolehan yang disertai dengan syarat- syarat yang tidak ringan.
Mayoritas ulama klasik dan abad pertengahan berpendapat bahwa poligami boleh dilakukan secara mutlak dan dibatasi maksimal empat orang istri.
Sementara mayoritas ulama Muslim kontemporer dan perundangundangan Muslim modern membolehkan poligami dengan harus dipenuhinya syarat-syarat yang tidak musah dan dalam keadaan tertentu.
Lebih dari itu, sementara dari muslim dan pemikir kontemporer berpendapat bahwa poligami ini haram dengan alasan tidak sesuai dengan prinsip dasar agama islam dan dengan alasan gender.
Permasalahan Pernikahan dalam islam ada yang bersiafat monogomi atau beristri satu dan ada juga yang poligami yaitu lebih dari satu istri. Poligami memang dibolehkan dalam islam akan tetapi dengan ketentuan- ketentuan sebagai syarat yang harus dipenuhi. Tidak hanya islam, Negara pun mengiyakan adanya praktik poligami akan tetapi tetap disertai degan syarat-syarat yang tidak jauh beda dengan aturan agama. Oleh sebab itu, jika ada seseorang yang berkeinginan untuk melakukan poligami maka ia harus memahami aturan dalam agama dan Negara sehingga tercatat juga oleh Negara. Poligami yang dicontohkan dalam Islam perlu dipahami tidak semata-mata untuk memenuhi kebutuhan biologis semata.
Tujuan Penelitian penulis mengangkat tema tentang poligami dari sudut agama dan Negara ini agar hal tersebut tidak disalah pahami dan dijadikan tameng dan alasan bagi orang yang berpoligami.
Sumber Data Hasil Survei
Metode Penelitian Metode Kualitatif
Objek Penelitian Poligami, Negara, dan Agama
Hasil Penelitian praktik poligami ini dilakukan lebih untuk melindungi terhadap wanita pada waktu itu. Banyak wanita yang ditinggal mati oleh suaminya dalam peperangan sehingga butuh perlindungan.
Rasulullah bahkan melakukan poligami selain untuk melindungi wanita juga karena adanya perintah dari Allah.
Kelebihan Penelitian Kelebihan dari jurnal ini adalah
• Kata yang di gunakan mudah di pahami
• Refrensi yang digunakan juga cukup kuat,sehingga memudahkan pembaca dapat menggali lebih dalam.
• Perspektif yang beragam: yang mana memungkinkan pembaca untuk memahami bagaimana poligami dilihat dari berbagai perspektif.
• yang mendalam tentang Analisis argument hokum dan agama yang mendukung dan menentang poligami,sehingga dapat memberikan wawasan yang lebih baik tentang hal ini.
• Memberikan informasi yang lebih mendalam bagi mahasiswa yang ingin mendalami hal ini.
Kekurangan Penelitian Kekurangan dari jurnal ini adalah
• Sumber data yang digunakan tidak terlalu jelas.
• Metode penelitian juga yang digunakan kurang jelas.
• Tidak adanya pembahasan tentang pertimbangan implikasi social dan psikologis dari poligami untuk semua pihak yang teribat.
Kesimpulan Jurnal Keinginan untuk memiliki keturunan sebagai penerus adalah sebuah keniscayaan yang dimiliki setiap orang, begitu juga keluarga yang tenang dan damai juga bagian dari tujuan pernikahan.