• Tidak ada hasil yang ditemukan

Review Mata Kuliah Manajemen Pertanahan

N/A
N/A
Febriela Nilam

Academic year: 2024

Membagikan " Review Mata Kuliah Manajemen Pertanahan"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

Pertanyaan

Kenapa tpb 15 tidak menjadi highlight atau focus pembahasan kelompok?

= memang karena di kampung jodipan malang itu terkait tpb 11 yatiu kota dan komunitas karena kampung kumuh itu menyimpang rtrw kota malang, kalau dari tpb 15 tidak menjadi focus karena tpb 15 tpb 6 tpb 13 hanya menjadi faktor penyebab terjadinya kampong kumuh itu sendiri.

Review Bu Lilin Judul

Judul ini mengambil darimana? Kalo kita analisis pohon masalah tadi?

= Fenomena nya permukiman Kampung Jodipan di Sempadan Sungai Berantas

3 variabel judul itu salah satunya : akar masalah, strategi pendekatan atau model untuk menangani akar masalah, lokus dimana kita analisis kasus.

Menurut bu lilin fenomena nya : permukiman kumuh di sempadan sungai brantas Faktor kausal (temuan baru)

1. Kualitas air sungai brantas tidak memenuhi standar baku mutu (fakta lingkungan) 2. Fakta fisik bisa dijadikan faktor kausal

3. Konflik sosial ttg keberadaan warga dikampung jodipan

4. Lebar sempadan sungai brantas hanya 5 m sedangkan aturannya 50m (masukkan juga ke faktor fisik)

5. Sempadan sungai tidak bertanggul padahal aturannya harus bertanggul guna untuk mengendalikan banjir

6. Larangan mendirikan bangunan di sempadan sungai sehingga imb tidak keluar (ini juga bisa dimasukkan ke dalam tata kelola)

Faktor Underlying

1. Di fakta hukum perlu disandingkan dengan rtrw maka akan masuk dlm kebijakan strategis, kenapa/bagaimana sampe terjadi pelanggaran pada aspek fungsi kawasan. Apaila kebijakan strategis sudah diisi maka konteksnya ttg regulasinya adalah masukkan peraturan yg dilanggar tsb yakni pd bbrp peraturan di fakta hukum

2. Coba buat sedikit saja ¾ kata yg menampilkan seperti fakta hukum tp masukkan di regulasinya.

Diunderlying di regulasinya.

3. Kebijakan strategis pertanahan di malang seperti apa, kenapa jika tidak ada izin tidak ditindak secara tegas segera? (konteksnya pelanggaran pasal 26 UU No 1 tahun 2011)

4. Coba dikulik perda kota malang tentang bencana, tentang permukiman, mohon disandingkan bagaimana ini, lalu baca tentang konsideran itu menimbang bahwa a…. gunakan logika kelompok adakan disintegrasi dalam peraturan2 ini. Coba di cari tentang rencana aksi daerahnya kenapa sampe terjadi kawasan rawan bencana ada permukiman. Ini untuk menguatkan kebijakan strategis.

(2)

5. Silakan cek lagi di kebijakan puprnya seperti apa, kenapa kok pemukiman itu tidak ada tanggulnya, apa karena tidak berijin? Maka ini bisa dimasukkan ke dalam tata kelola yg tidak akuntable yg tidak bisa dipertanggungjawabkan, kan ini membuat masyarakat tidak aman.

6. Tuliskan konsideran permendagri no 1 tahun 2007 di kebijakan strategisnya

7. Di kelembagaan, lembaga yg meberikan ijin , pupr seperti apa, apakah mereka memiliki mekanisme atau prosedur perijinan tsb

8. Kebijakan strategis : kewenangan pengelolaan daerah aliran sungai itu ada di provinsi, dan kota tidak memiliki kewenangan itu sehingga yang terjadi menyebabkan pengelolaan daerah aliran sungai tidak sesuai dengan rtrw tingkat kota. Silakan cek ttg daerah aliran sungai di rtrw tingkat provinsi dengan rtrw tingkat kota. Ada integrase ngga? Seringkali ditemukan tidak sinergi, terjadi enkoherensi

9. Telah digarisbawahi bahwa sempadan sungai itu berupa fungsi lindung yang bentuknya RTH tp eksistingnya ada permukiman (hanya memperkuat )

10. Kebijakan strategis : TPB 11.1.1 dan 11.a.1.(a)

11. Aturan tentang larangan mendirikan bangunan di sempadan sungai sudah jelas, tp masih dilanggar. Maka tidak akuntable baik pemerintah maupun masyarakatnya, Harusnya sudah diantisipasi sejak awal. Kenapa? Ada larang mendirikan bangunan tp eksisting ada bangunan, seharusnya ada tanggul tp tidak ada tanggul sehingga memberikan peluang masyarakat memanfaatkan peluang itu.

12. Aturan larangan tentang alihfungsi sudah jelas tapi yang terjadi dialihfungsikan 13. Maka di tata kelola tidak akuntable

14. Tata kelola : tidak sinkron antara kebijakan dengan implementasi sehingga partisipasi rendah,transparansi rendah, akuntabilitas rendah

15. Di kelembagaan : tidak mungkin kabupaten/ kota tidak terlibat dalam pengelolaan das, sedangkan kebijakan/ kewenangan ada di provinsi sehingga kab/kota tidak mau berfikir merencanakan/ penganggaran terhadap pengelolaan daerah aliran sungai

Implikasi kasus

1. Perubahan morfologi, strukturtanah dan fungsi hidrodinamika, habitat dan jasa ekosistem 2. banjir

3. degradasi lingkungan Temuan kelompok

- Pemerintah kurang tegas dalam memonitori dan mengontrol penggunaan dan administrasi tanah (pada poin ini harus dipertegas, pemerintah siapa? Instansinya apa? Missal: DPUPR dan DPKP). Pemerintah (….)

Konflik Sosial

Warga Kampung Jodipan menolak untuk direlokasi oleh pemerintah kota (ada di fakta sosial)

Tolong perdalam lagi pemahaman tentang rtrw kota malang, mana ketidakkonsistenan antara rtrw dengan pengelolaan sempadan sungai yang seharusnya menjadi RTH.

Pertanyaan bu lilin

(3)

Lembaga apa sih yang menjadi koor instution/institus atau lembaga paling utama yang kita jadikan pokok pikiran, siapa betulnya? instansi apa?

Cek lagi pada kausal faktornya disitu kita bisa bidik instansi siapa, disitu ada persoalan perijinan kan, siapa yang memberikan ijinkan permukiman. SIlakan dicek dinasnya siapa yg seharusnya memberikan ijin/ menerbitkan ijin.

Hindari background warna merah ganti yg lebih sof

Problematika penggunaan harus didekatkan dengan identifikasi masalah sehingga skenario 2 menjadi titik simpul dari seluruh temuan kelompok. Lalu diperkuat lagi dengan indicator TPB.

Perubahan dinamasi : tidak perlu menyebutkan semua dinamika spasialnya, langsung saja fokuskan ke alih fungsi ruang dan tanah karena yg menjadi konsentrasi kita karena kita belajar manajemen pertanahan. Bisa lanjutkan dengan adanya ini tentu saja penataan ruang dan penatagunaan tanah bermasalah. implikasinya pada kota dan komunitas berkelanjutan Tapi bukan berarti kita ini belajar tentang tpb 11 karena ini hanya implikasi sehingga tetap saja konsentrasi ada di tpb 15. Sehingga tambahkan di implikasi bahwa kota dan komunitas tidak berkelanjutan

TPB yang kontekstual : 15 sebagai konsentrasi, implikasinya pada tpb 6, 13, 2, 3, 10, 11 Action

Apakah sudah terjadi atau belum? Berarti masuk kemana? Masuk kedata atau fakta mana?

Mapping Stakeholder Aphatetic

Masyarakat kampong Jodipan Mahasiswa KKN

Defender

Walhi Jawa Timur Toko Masyarakat

Garis keatas tdk jelas maknanya, panah ke tengah juga tidak jelas makna, karena tidak ditulis.

Telaah Regulasi

Perlu ditambahkan PP 68 Tahun 2010 ttg bentuk dan tata cara partisipasi masyakat dalam penataan ruang

Referensi

Dokumen terkait

DIREKTORAT JENDERAL REHABILITASI LAHAN DAN PERHUTANAN SOSIAL BALAI PENGELOLAAN DAERAH ALIRAN SUNGAI SAMPARA. Jalan Balai

Untuk kegiatan bentuk pengelolaan pemamfaatan berbasis zonasi/ruang ini sangat strategis dilakukan di daerah ekosistem estuari karena dapat mengatur/manata ruang

Dinas pendidikan daerah (provinsi dan Kabupaten/Kota) selaku pemegang otoritas kebijakan penyelenggaraan pendidikan di daerah, sesuai dengan kewenangan

Kebijakan pembagian kewenangan pengelolaan hutan di atur dalam PP No 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Kewenangan antara Pemerintah, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah

Kebijakan pembagian kewenangan pengelolaan hutan di atur dalam PP No 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Kewenangan antara Pemerintah, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Jawa Timur merupakan salah satu OPD (Organisasi Perangkat Daerah) Provinsi Jawa Timur yang memiliki kewenangan untuk

Kebijakan pembagian kewenangan pengelolaan hutan di atur dalam PP No 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Kewenangan antara Pemerintah, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah

Sarayu Garuda Elektrindo belum efektif, dilihat dari kebijakan kredit yang masih diloggarkan dengan tidak adanya batasan kredit untuk pelanggan, tidak adanya denda jika pelanggan