• Tidak ada hasil yang ditemukan

REVIEW SKRIPSI DAN ARTIKEL ILMIAH

N/A
N/A
Ayra Asima

Academic year: 2024

Membagikan "REVIEW SKRIPSI DAN ARTIKEL ILMIAH "

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

Review Skripsi

Judul ANALISIS PERBANDINGAN HARGA SATUAN PEKERJAAN KOLOM BETON BERTULANG

MENGGUNAKAN METODE SNI DAN KONTRAKTOR

Prodi dan Fakultas TEKNIK SIPIL, FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN Nama Universitas UNIVERSITAS INTERNASIONAL BATAM

Tahun 2018

Penulis IKA DITA PERTIWI

Reviewar AYRA ASIMA BINTI AMIR

Prodi dan Fakultas Reviewer TEKNIK SIPIL, FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN Tanggal Reviewer 17 DECEMBER 2023

Latar belakang Masalah Semua kegiatan pekerjaan konstruksi berhubungan dengan biaya, baik bangunan Gedung, jalan, jembatan dan bangunan air. Biaya pekerjaan konstruksi pada suatu bangunan ditentukan berdasarkan beberapa acuan dasar. Acuan dasar yang disusun dalam biaya konstruksi berdasarkan kegiatan produktivitas pekerjaan di lapangan. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi kegiatan produktivitas pekerjaan pada suatu Pembangunan (BSN,2002). Analisa biaya pekerjaan konstruksi disebut Analisa harga satuan pekerjaan.

Analisa biaya konstruksi adalah suatu cara perhitungan harga satuan pekerjaan konstruksi untuk

menyelesaikan tiap satuan pekerjaan konstruksi. Metode analisa biaya konstruksi untuk pertama kalinya dipakai menggunakan metode BOW. Analisa BOW (Burgerlijke Openbare Werken) ditetapkan Dir. BOW tanggal 28 Februari 1921. Beberapa analisa BOW baik bahan maupun upah tenaga kerja tidak relevan lagi dengan kebutuhan pembangunan. Namun dalam menyusun anggaran biaya bangunan analisa BOW masih dapat dipergunakan sebagai pedoman. Pusat penelitian dan Pengembangan Permukiman pada tahun 1987 hingga 1991 melakukan penelitian untuk mengembangkan Analisa BOW. Sehingga pada tahun 1991- 1992 terbentuklah analisa biaya konstruksi Standar Nasional Indonesia (SNI). Pada tahun 2001 analisa biaya konstruksi Standar Nasional Indonesia (SNI) dikaji dan disempurnakan menjadi Analisa Biaya Konstruksi bangunan gedung dan perumahan (BSN, 2002).

Dalam pekerjaan konstruksi kontraktor menggunakan estimasi sendiri untuk menghitung suatu analisa harga satuan pekerjaan. Keadaan cuaca, pengadaan material, peralatan, metode pelaksanaan serta kondisi lapangan di lokasi proyek menjadi patokan koefisien kontraktor dalam mengestimasi biaya pekerjaan.

Keuntungan yang diperoleh seorang estimator tergantung pada kecakapannya membuat perkiraan biaya.

Oleh karena itu, dalam mengendalikan sumber daya baik tenaga kerja, material dan waktu tergantung

(2)

pada perkiraan biaya pekerjaan.

Penyusunan suatu rencana anggaran biaya untuk suatu proyek dipilih dengan teliti, cermat dan memenuhi syarat. Estimasi yang akurat, mudah, dan tidak mahal dalam penggunaannya akan menjadi pertimbangan dalam memilih metode estimasi biaya pekerjaan pada sebuah proyek konstruksi. Proses analisis biaya konstruksi ini memperkirakan biaya langsung untuk digunakan pada proses per-satuan pekerjaan ditinjau dari kebutuhan penawaran. Penawaran bahan/material, alat, dan tenaga kerja dalam satu volume tertentu.

Maka dari itu, dalam penelitian ini, akan dikaji tentang perbandingan biaya pekerjaan beton bertulang antara metode SNI dan perhitungan kontraktor. Sehingga dapat diketahui metode manakah yang lebih efektif untuk digunakan dalam suatu proyek. Dengan diadakannya kajian ini diharapkan akan diperoleh perbandingan antara kedua metode tersebut sehingga dapat diketahui metode manakah yang lebih efektif untuk dipergunakan dalam perhitungan biaya suatu proyek.

Permasalahan 1. Bagaimana menganalisa harga satuan pekerjaan beton bertulang antara metode SNI dengan perhtiungan kontraktor?

2. Mengapa perlu dilakukan perhitungan estimasi biaya pada pekerjaan beton bertulang dengan menggunakan metode SNI, dan perhtiungan kontraktor?

3. Berapa selisih harga satuan ditinjau dari material, upah, dan bahan dari kedua metode tersebut?

Tujuan Penelitian 1. Mengestimasi pekerjaan beton bertulang dengan memakai metode SNI dan perhitungan kontraktor.

2. Untuk mengetahui perhitungan biaya pekerjaan beton bertulang yang efektif dan ekonomis.

3. Membandingkan anggaran biaya pekerjaan beton bertulang antara metode SNI dan perhitungan kontraktor sehingga dapat diketahui selisih dari harga dari kedua metode tersebut.

Sumber Data Badan Standarisasi Nasional, (2002). Kumpulan Analisa Biaya Konstruksi Bangunan Gedung dan Perumahan. BSN Jakarta. Jakarta

Badan Standarisasi Nasional, (2008). Tata Cara Perhitungan Harga Satuan Pekerjaan Beton untuk Konstruksi Bangunan Gedung dan Perumahan SNI-7394 Tahun 2008. BSN Jakarta Jakarta.

Mukomoko, J. A., (1985). Dasar Penyusunan Anggaran Biaya Bangunan. Gaya Media Pratama, Jakarta.

Peraturan Beton Bertulang Indonesia, (1971). N.I.-2, Departemen Pekerjaan Umum dan Tenaga Listrik Direktorat Jenderal Ciptakarya. Bandung.

Sastraatmadja, S., (1994). Analisa Anggaran Biaya Pelaksanaan. Penerbit Nova, Bandung.

Suhendra, S.T, M.T., (2015). Prosedur dan Teknik Pembuatan dan Pemasangan Pembesian/Penulangan Beton, Jambi.

Metode penelitian 1. Waktu dan Tempat Penelitian a. Waktu Penelitian)

Penelitian ini dilaksanakan selama 3 bulan, yaitu pada bulan Desember 2016

(3)

hingga Februari 2017.

b. Tempat Penelitian

Tempat penelitian ini dilakukan di Proyek Gedung Kantor PT. Tritunas Bangun Perkasa Komplek Tunas Industrial Estate - Batam.

2. Prosedur dan Analisis Data Penelitian 2.1 Prosedur Penelitian

1) Melakukan penelitian beton bertulang. Beton terdiri dari campuran air, kerikil, pasir, dan semen.

Dalam perencanaan campuran beton, nilai slump pada campuran beton perlu diperhatikan. Pemasangan tulangan dalam untuk beton bertulang perlu diperhatikan beberapa hal, seperti; Sebelum melakukan pengecoran, tulangan dipasang sesuai dengan pedoman agar sebelum dan selama pengecoran beton tidak berubah dari tempatnya. Jarak dan ikatan antar besi serta jumlah besi yang dapat mempengaruhi kekuatan beton bertulang (Suhendra, 2015). Bagian pendukung dalam pembuatan beton adalah bekisting. Fungsi bekisting adalah cetakan sementara untuk menahan beton segar yang dituang dan dibentuk sesuai bentuk yang diinginkan. Apabila kekuatan beton telah mencapai kekuatan yang cukup, maka beksiting akan dilepas atau di bongkar.

2.2 Analisis Data Penelitian

Analisis data dalam penelitian ini adalah:

a. Mendeskripsikan Data Penelitian

Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data Primer dan data Sekunder. Data primer yang diambil berupa data-data rencana anggaran biaya, harga satuan, data bahan atau data material bangunan yang digunakan dalam proyek. Sementara Data sekunder berupa data-data harga satuan material dan upah berdasarkan SNI yang dijadikan input atau sebagai bahan pembanding dalam melakukan analisis harga satuan pekerjaan beton bertulang.

b. Analisis Data Penelitian

Dalam mengestimasi harga satuan pekerjaan beton bertulang dilakukan melalui proses sebagai berikut : 1) Studi pustaka literatur,

2) Mengumpulkan data rencana anggaran biaya (RAB) yang didapat dari proyek pembangunan Gedung Kantor PT. Tri Tunas Bangun Perkasa, 3) Mengumpulkan data dari Harga Satuan SNI 2017,

4) Mengumpulkan indeks harga satuan SNI yang didapat dari SNI 7394-2008,

5) Menghitung harga satuan bahan, upah dan pekerjaan menggunakan software Microsoft excel 2010, 6) Menganalisis harga satuan pekerjaan masing-masing pekerjaan yang diteliti,

7) Menemukan perbandingan masing-masing harga satuan pekerjaan tiap jenis pekerjaan yang diteliti.

8) Membuat kesimpulan penelitian.

Objek Penelitian Betob bertulang

Hasil Penelitian 1. Berdasarkan perhitungan biaya yang di dapat antara harga SNI dengan Harga dari kontraktor untuk pekerjaan pembetonan dengan mutu K-300 ialah harga satuan bahan adukan beton pada SNI (Rp.

1.348.050,17) lebih besar dari Kontraktor (Rp. 798.965,93). Pekerjaan pembesian setiap 10 Kg harga

(4)

satuan bahan pada SNI (Rp. 1.338.717,00) lebih besar dari Kontraktor (Rp. 900.749,20). Pekerjaan bekisting harga satuan bahan pada SNI (Rp. 152.317,44) lebih besar dari Kontraktor (Rp. 89.920,00).

2. Selisih dari harga satuan pekerjaan beton bertulang menggunakan metode SNI dan Kontraktor sebesar Rp. 1.005.221,56.

3. Biaya yang didapat dari harga yang dipakai kontraktor lebih murah di banding dengan harga SNI karena menggunakan sistem borongan dan menyesuaikan harga di Batam.

Kelebihan Penelitian 1. Penulisan latar belakang masalah yang telah penulis paparkan sudah jelas danpembaca dapat mengetahui alasan mengapa penulis mengangkat hal ini.

2. Rumusan masalah yang diangkat telah sesuai dengan latar belakang masalah dan sudah mewakili dari berbagai masalah yang melatarbelakanginya.

Kekurangan Penelitian 1. Kajian tidak terlalu mendetail sehingga tidak mendapatkan penyusunan biaya dan penjadwalan yang tepat.

2. Tidak dilakukan penelitian pengaruh harga satuan pekerjaan menggunakan Metode SNI dan Kontraktor terhadap mutu proyek.

(5)

Review Artikel Ilmiah

Judul Profit and Loss Sharing Petani Bawang Merah Ditinjau dari Konsep Ekonomi Islam Nama Jurnal

Volume dan Halaman 21 halaman

Tahun 2019

Penulis Umrotul Khasanah

Link Download https://ejournal.uin-malang.ac.id/index.php/ekonomi/article/view/275

Reviewer Ayra Asima Binti Amir

Tanggal Reviewer 17 Desember 2023

Latar belakang Investasi merupakan salah satu kesempatan kerja yang berani menanggung risiko dan mendapatkan kembalian modal yang tidak pasti. Jumlah keuntungan dari investasi tidak pasti karena tergantung kepada jumlah keuntungan dari hasil penjualan. Setiap bulannya penghasilan dari perdagangan pun tidak pasti.

Hal tersebut yang membuat jumlah keuntungan yang pasti yang diberikan pada setiap periode dalam sistem bunga oleh bank konvensional bukan tergolong jenis investasi dalam Islam. Pola investasi yang diajarkan sesuai dengan Al-Qur’an dan hadist yaitu uang dipinjamkan untuk menjalankan usaha dan hasil keuntungan dari jasa meminjamkan akan dibagikan.

Kerja sama ini dinamai syirkah, di mana persentase pembagian ditentukan sesuai kesepakatan di antara dua orang atau lebih yang melakukan syirkah. Keuntungan yang dibagikan pun merupakan keuntungan bersih, pembagian keuntungan tidak akan dilakukan sebelum semua kerugian tertutupi.

Permasalahan Masyarakat Indonesia sejak dulu sudah sering menjalankan kerja sama bagi hasil, terutama para petani di desa. Namun, di pedasaan, istilah-istilah seperti syirkah, mudharabah, dan sebagainya belum banyak dikenal. Mereka lebih mengenal istilah seperti bawon, paron, pertelonan, dan sebagainya. Meskipun beda penyebutan, praktek yang dijalankan memiliki konsep yang sama.

Bertani bawang merah menjadi contoh usaha yang memiliki peluang keuntungan besar tetapi juga penuh risiko. Sehingga ketika mengalami kerugian, sering terjadi kesalah pahaman antara pemilik modal dan pengelola pertanian.

Tujuan Penelitian Mengidentifikasi bentuk-bentuk profit and loss sharing yang sesuai dengan konsep ekonomi Islam yang sering dilakukan oleh para petani bawang merah.

Sumber Data Abu al-Qasim al-Husain bin Muhammad ar-Raghib al-Asfahani. al-Mufradat fi Gharib al-Quran.

Mathba‟ah Mushathafa al-Babi al-Halabi. 1967. Kairo.

(6)

Ahmad, Mustaq. 2001. Etika Bisnis dalam Islam. Penerjemah Samson Rahman.

Jakarta: Pustaka Al-Kautsar.

Ahmad, Ziauddin. 1998. Al-Q uran: Kemiskinan dan Pemerataan Pendapatan.

Yogyakarta: Dana Bhakti Prima Yasa.

Antonio, M.Syafi‟i. 1999. Bank Syariah: Wacana Ulama dan Cendekiawan. Jakarta: Tazkia Institute.

Arifin, Zainul. 2002. Dasar-Dasar Manajemen Bank Syariah. Jakarta: Alvabet. Asdar, Muhammad. 2005.

Strategi Pemberdayaan Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Melalui Lembaga Keuangan Syariah (LKS) untuk Mengentaskan Kemiskinan dan Pengurangan Pengangguran. Jakarta:

IAEI. Bustami. 2005.

Pemberdayaan Koperasi dan UMKM Sebagai Upaya Pengentasan Kemiskinan dan Pengurangan Pengangguran. Jakarta: IAEI.

Didin Hafidhuddin. 2002.Membangun Kesejahteraan Umat melalui Optimalisasi ZIS. DDII. Jakarta.

Gunawan Sumodiningrat dkk. 1999.Kemiskinan, Teori, Fakta dan Kebijakan, Jakarta: Inpac.

Hamid al Husaini. 1996. Riwayat Kehidupan Nabi Muhammad SAW. Penerbit Yayasan al Hamidy, dalam Karnaen.

Metode penelitian Metode penelitian yang dilakukan oleh penulis yaitu metode observasi langsung sebagai data primer dan informasi yang sudah terdokumentasikan (jurnal, buku, makalah ilmiah, hasil penelitian) sebagai data sekunder.

3.1. Pendekatan studi

Penulis menggunakan analisis diskriptif yang bersifat survei dan pendekatan kualitatif untuk memperoleh pemahaman yang mendalam.

3.2. Objek dan lokasi penelitian

Penelitian ini mengarahkan perhatiannya kepada pelaksanaan profit and loss sharing yang sesuai dengan konsep ekonomi Islam yang dilakukan oleh para petani bawang merah di salah satu daerah di Jawa Timur.

3.3. Pengumpulan data

Penulis menggunakan sarana wawancara, observasi, dan studi dokumenter untuk pengumpulan data.

Selain itu, penulis menggunakan beberapa cara untuk menguji validasi data. Cara tersebut yaitu

mengakrabkan diri dengan narasumber dan melakukan banyak diskusi dengan peneliti lainnya dan para

(7)

ahli, khususnya kepada mereka yang memberikan perhatian pada pelaksaan profit and loss sharing yang dilakukan para petani di pedesaan.

3.4. Teknik analisis data

Teknik analsisi data yang dilakukan oleh penulis yaitu pengolahan data, lalu klasifikasi data, kemudian data tersebut disaring, diidentifikasi, digeneralisasi, lalu terakhir ditarik konstruksi-konstruksi teoritisnya.

(8)

Objek Penelitian Hasil Penelitian Kelebihan Penelitian Kekurangan Penelitian Diskusi/ Rekomendasi

Referensi

Dokumen terkait

Tahap studi pustaka (studi literatur) dilakukan untuk mendapatkan data yang dibutuhkan dalam penelitian dengan mengumpulkan informasi baik itu dengan cara membaca

Studi literatur yaitu mengumpulkan data melalui studi pustaka serta beberapa informasi lainnya yang dapat dijadikan sebagai referensi (acuan) untuk mendukung data

Rekso Pustaka sebagai lembaga yang diberikan mandat tanggungjawab oleh Sri KGPAA Mangkunegara IV untuk mengumpulkan, memelihara dan mengatur buku-buku (koleksi

Hasil dari analisis yang telah dilakukan adalah ditemukannya perbedaan harga satuan (% tase) pada item-item pekerjaan beton bertulang antara acuan SNI dan lapangan. Pada Proyek

Penelitian ini merupakan penelitian ( library research ) atau kajian pustaka yang mengumpulkan data dari literatur dan sumber- sumber lain yang mendukung dan mempunyai

Contoh kegiatan mengamati yang bersifat kuantitatif adalah menghitung luas ruangan kelas dengan satuan tegel atau ubin, menentukan suhu air dengan menggunakan termometer,

Pekerjaan Perancah lantai kerja cor 1 : 3 : 5 Gudang bahan dan peralatan Jumlah Harga Rp Pile cap beton bertulang 195,5 kg K 300 + sumbu Satuan URAIAN PEKERJAAN Pekerjaan Pelat

Dampak harga karbon terhadap pengelolaan optimal Dampak harga karbon terhadap rencana pengelolaan hutan optimal dievaluasi hanya untuk Skenario M4, dimana fungsi tujuannya adalah untuk