• Tidak ada hasil yang ditemukan

RINGKASAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "RINGKASAN"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

RINGKASAN

BUDIMAN Pengaruh Pemberian Pakan Tambahan Jeroan Ikan Tongkol dengan Jumlah Berbeda terhadap Pertumbuhan Ikan kakap Putih Lates calcarifer.

Dibimbing oleh MUZAHAR dan DWI SEPTIANI PUTRI.

Jeroan ikan adalah bagian–bagian yang terdapat pada tubuh ikan yang meliputi lambung, hati bladder (kandung kemih), ginjal, perut besar, usus, empedu, dan intestin (usus halus). Kandungan nutrisi jeroan ikan tongkol terdiri atas kadar air 75,09%, kadar abu 0,87%, kadar protein 16,72% dan kadar lemak 0,87%. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan tambahan jeroan ikan tongkol dengan jumlah yang berbeda pada pertumbuhan ikan kakap putih. Metode yang digunankan merupakan rancangan acak lengkap (RAL) faktorial dengan empat perlakuan. Perlakuan kontrol (pemberian pakan rucah 10% dari biomasa ikan uji), Perlakuan A (pemberian pakan ikan rucah 5% + 5% jeroan ikan tongkol dari biomassa ikan uji), Perlakuan B (pemberian pakan ikan rucah 5% + 7% jeroan ikan tongkol dari biomassa ikan uji), dan Perlakuan C (pemberian pakan ikan rucah 5% + 9% jeroan ikan tongkol dari biomassa ikan uji). Benih ikan uji yang digunakan pada penelitian ini dengan ukuran panjang 10- 12 cm dengan padat tebar sebanyak 15 ekor/wadah. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan terbaik yang diperoleh pada penelitian ini adalah perlakuan C dengan jumlah pemberian pakan rucah 5% + 9% jeroan ikan tongkol menghasilkan nilai pertumbuhan panjang mutlak 13,79±0,07cm, pertumbuhan bobot mutlak 15,51±0,62g, pertumbuhan bobot spesifik 0,44±0,018. Rasio konversi pakan dan efisiensi pakan perlakuan terbaik ditunjukkan oleh perlakuan kontrol (K) dengan nilai rasio konversi sebesar 7,08±0,65 dan efisiensi pakan sebesar 14,20±1,27%.

Sedangakan tingkat kelangsungan hidup ikan kakap putih terbaik menunjukkan pada perlakuan C dengan nilai 88,89±3,85%.

Kata kunci: Jeroan ikan tongkol , L. calcarifer , Pakan, Pertumbuhan

(2)

SUMMARY

BUDIMAN Effect of Additional Feeding of Tuna Fish Offal with Different Amounts on the Growth of White Snapper Lates calcarifer. Supervised by MUZAHAR and DWI SEPTIANI PUTRI.

Fish offal are the parts found in the fish body which includes the stomach, liver, bladder (bladder), kidneys, large stomach, intestines, bile, and intestines (small intestine). The nutritional content of tuna fish innards consisted of 75.09%

water content, 0.87% ash content, 16.72% protein content and 0.87% fat content.

The purpose of this study was to determine the effect of additional feeding of tuna offal with different amounts on the growth of white snapper. The method used was a completely randomized design (CRD) with four treatments. Control treatment (feeding 10% trash from the test fish biomass), Treatment A (feeding 5% trash fish + 5% tuna offal from the test fish biomass), Treatment B (feeding 5% trash fish + 7% tuna offal from the biomass of the test fish), and Treatment C (feeding 5% trash fish + 9% of tuna fish viscera from the test fish biomass). The test fish seeds used in this study were 10-12 cm long with a stocking density of 15 fish/container. The results showed that the best treatment obtained in this study was treatment C with the amount of 5% trash + 9% of tuna fish innards giving an absolute length growth value of 13.79±0.07cm, absolute weight growth 15.51±0.62g, specific weight growth 0.44±0.018. The feed conversion ratio and feed efficiency of the best treatment were shown by the control treatment (K) with a conversion ratio value of 7.08±0.65 and feed efficiency of 14.20±1.27%. While the best survival rate of barramundi showed in treatment C with a value of 88.89 ± 3.85%.

Keywords: Feed, Growth, L. calcarifer, Offal of Tuna

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan pertumbuhan terbaik rotifera terdapat pada perlakuan dengan pemberian media ikan tongkol dengan pertumbuhan rotifera mencapai 158

Hasil penelitian menunjukkan dosis terbaik silase jeroan ikan hiu untuk mensubstitusi protein tepung ikan dalam formula pakan ikan lele dumbo adalah sebesar sebesar 63,50%

Pemberian pakan pellet sebagai pengganti pakan ikan rucah dalam penelitian ini dapat diaplikasikan untuk budidaya ikan kerapu macan, karena menunjukkan pertumbuhan berat yang

Nilai laju pertumbuhan bobot harian ikan belida tertinggi yang diperoleh dari penelitian ini (2,67%) pada perlakuan padat tebar 10 ekor yang diberi pakan

Pakan induk yang diberikan dapat berupa ikan rucah (tembang, selar, tunjam, japuh), cumi-cumi atau tongkol dengan konversi 3-6 % per hari dari total biomas.. Pemberian pakan

Keimpulan yang diperoleh dalam penelitian ini yaitu pemberian pakan ikan rucah 15% pada P3 pertambahan berat Kepiting Bakau sangat baik dengan rata- rata sebesar

Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan frekuensi pemberian pakan ikan rucah yang berbeda tidak berpengaruh nyata (P< 0,05) terhadap pertumbuhan kepiting bakau

Hasil penelitian menunjukan tidak ada pengaruh pemberian madu terhadap pertumbuhan ikan bawal bintang, namun perlakuan D pemberian madu 4 %/kg pakan menunjukkan kinerja pertumbuhan