PENDAHULUAN
Latar Belakang
Salah satu kewenangan yang diberikan dalam pengelolaan sumber daya alam dalam lingkup daerah diambil dari bidang ekonomi dan kesejahteraan sosial nasional yang diatur dalam pasal 33 ayat (3) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Banyak desa yang dikenal sebagai desa agraris dengan potensi sumber daya alam yang dapat dimaksimalkan dalam pemanfaatannya. Walaupun tidak dapat dipungkiri bahwa dalam pengelolaan Sumber Daya Alam terdapat berbagai permasalahan yang menjadi dinamika dalam pelaksanaannya.
Sinergi antara pemerintah desa dan masyarakat desa sangat diperlukan dalam pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya alam di desa, yang akan berdampak positif bagi peningkatan perekonomian masyarakat. Potensi sumber daya alam yang dimiliki desa menjadi isu strategis ketika dapat dikelola dan dikembangkan secara optimal dalam mendukung pembangunan ekonomi pemerintah dan masyarakat. Peran pemerintah desa yang diharapkan berperan sentral dalam pengelolaan sumber daya alam di desa tidak dapat terwujud seperti yang diharapkan.
Keterlibatan seluruh elemen desa dalam pengelolaan sumber daya alam dari sektor kesejahteraan desa menjadi penting seiring dengan pelaksanaan otonomi daerah yang diberikan. Untuk memaksimalkan kekayaan desa, diperlukan upaya serius dalam hal pengelolaan sumber daya alam untuk meningkatkan perekonomian desa. Permasalahan di atas merupakan gambaran belum optimalnya pengelolaan pemanfaatan sumber daya alam yang dimiliki oleh desa dari sektor sumber daya alam desa.
Rumusan Masalah
Peran aktif pemerintah desa dalam pengelolaan sumber daya alam tidak lepas dari perencanaan pembangunan desa sesuai dengan kewenangannya, mengacu pada perencanaan pembangunan desa sebagai dasar pengembangan wilayahnya. Untuk mengkaji lebih lanjut dalam karya tulis ilmiah berupa tesis yang berjudul “Pengelolaan Sumber Daya Alam Sebagai Sektor Pendapatan Asli Desa Dalam Peningkatan Perekonomian Masyarakat Desa”.
Tujuan Penulisan
- Tujuan Umum
- Tujuan Khusus
Memenuhi dan menyelesaikan salah satu syarat akademik utama untuk memperoleh gelar Sarjana Hukum di Fakultas Hukum Universitas Jember. Sebagai sarana pengaplikasian ilmu yang diperoleh penulis dan sumbangan pemikiran yang bermanfaat dan dapat bermanfaat bagi almamater, mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Jember dan masyarakat pada umumnya. Untuk mengetahui bagaimana sebenarnya kewenangan pemerintah desa dalam mengelola sumber daya alam yang dimiliki desa sebagai aset desa agar dapat dimaksimalkan pemanfaatannya untuk meningkatkan perekonomian masyarakat desa.
Untuk mengetahui sejauh mana masyarakat berperan aktif dalam konservasi dan pengelolaan sumber daya alam di desa sebagai sumber mata pencaharian untuk meningkatkan perekonomian masyarakat itu sendiri.
Metode Penelitian
- Tipe Penelitian
- Pendekatan Masalah
- Bahan Hukum
- Bahan Hukum Primer
- Bahan Hukum Sekunder
- Bahan Non Hukum
Sehubungan dengan itu, untuk menghasilkan suatu karya tulis ilmiah yang sistematis dan terarah untuk menghasilkan argumentasi, teori atau konsep baru yang sesuai dengan perkembangan yang ada, berikut metode penelitian yang digunakan dalam penelitian tesis ini. Jenis penelitian yang digunakan dalam penulisan disertasi ini adalah Penelitian Hukum Normatif (Legal Research), yaitu penelitian yang bertujuan untuk menyelidiki penerapan kaidah atau norma dalam hukum positif yang berlaku 6 Jenis penelitian hukum normatif ini dilakukan dengan berbagai jenis seperti halnya hukum, sastra yang merupakan konsep teoritis yang kemudian dikaitkan dengan masalah yang menjadi bahan diskusi.7. Suatu penelitian hukum yang didalamnya terdapat beberapa pendekatan, pendekatan yang digunakan untuk menulis tesis ini adalah pendekatan statuta, pendekatan statuta dilakukan dengan menelaah semua peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan masalah hukum yang sedang dihadapi.8 Berdasarkan pendekatan Hukum penulis .
Bahan hukum digunakan untuk menyelesaikan permasalahan hukum sekaligus memberikan gambaran tentang sumber penelitian. Sumber penelitian hukum terbagi atas sumber penelitian berupa bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, bahan hukum non-hukum (tersier) 9 Dalam penelitian skripsi ini, penulis menggunakan bahan hukum primer, bahan hukum sekunder dan bahan non hukum. Bahan hukum primer terdiri dari undang-undang, catatan resmi atau perjanjian tentang pembuatan undang-undang dan keputusan hakim.10 Bahan hukum primer yang digunakan penulis dalam penelitian tesis ini masing-masing adalah peraturan perundang-undangan.
Bahan hukum sekunder juga dapat diperoleh melalui data dan informasi yang diperoleh melalui internet yang relevan dengan masalah yang sedang diselidiki. Dalam penulisan disertasi ini, bahan hukum sekunder yang digunakan penulis adalah buku-buku pelajaran yang berkaitan dengan hukum dan juga diperoleh dari data dan informasi melalui internet. Dalam penulisan disertasi ini, bahan non hukum yang digunakan penulis berupa buku pedoman penulisan karya ilmiah dan bahan lain yang diperoleh dari sumber non hukum lain yang relevan dengan masalah yang berkaitan dengan pengelolaan sumber daya alam untuk meningkatkan perekonomian pedesaan. .
Analisis Bahan Hukum
TINJAUAN PUSTAKA
Kewenangan Pemerintah Desa
- Pengertian Kewenangan
- Teori Kewenangan
- Macam-Macam Kewenangan
Menurut Indroharto, mengemukakan bahwa kewenangan diperoleh dengan atribusi, delegasi dan mandat, yang masing-masing dijelaskan sebagai berikut: Kewenangan tersebut diperoleh dengan atribusi, yaitu pemberian kewenangan pemerintahan baru melalui suatu ketentuan dalam peraturan perundang-undangan. Dalam pendelegasian, ada pendelegasian wewenang yang telah ada oleh suatu badan atau jabatan TUN yang diperoleh suatu wewenang pemerintah secara atributif kepada badan atau jabatan TUN lainnya. Dalam hal pelimpahan sehubungan dengan tata cara pendelegasian dari suatu badan pemerintahan ke badan pemerintahan lainnya timbul karena peraturan perundang-undangan, maka tanggung jawab dan kewajiban beralih kepada pendelegasian.
Atribusi adalah munculnya pemberian kekuasaan pemerintahan baru dengan suatu ketentuan dalam peraturan perundang-undangan. Pemberian kewenangan dalam peraturan perundang-undangan adalah pemberian kewenangan untuk membentuk peraturan perundang-undangan yang pada puncaknya diberikan oleh Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 atau undang-undang kepada suatu negara atau lembaga pemerintahan. Delegasi melibatkan pendelegasian wewenang yang sudah ada oleh badan atau pejabat pemerintah yang telah memperoleh wewenang pemerintah melalui cara atributif kepada badan atau pejabat pemerintah lainnya.
Berdasarkan uraian tersebut, jika kewenangan yang diperoleh badan pemerintahan dengan atribut asli berasal dari peraturan perundang-undangan, yaitu dari penyuntingan beberapa pasal dalam peraturan perundang-undangan. Penerima hibah dapat membuat otoritas baru atau memperluas otoritas yang ada dengan tanggung jawab internal dan eksternal. Dengan kata lain, tanggung jawab pelimpahan wewenang tetap berada pada pemilik wewenang, apapun yang terjadi pada penerima amanat, pemilik wewenang tetap bertanggung jawab demi hukum, dan penerima amanat harus melaksanakan amanat. otoritas dengan rasa tanggung jawab.sepenuhnya.
Pemerintah Desa
- Pengertian Desa
- Pengertian Pemerintah Desa
- Kewenangan Pemerintah Desa
- Pengertian Masyarakat Desa
Kewenangan Desa berdasarkan Pasal 18 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa menjelaskan bahwa Kewenangan Desa meliputi kewenangan dalam bidang penyelenggaraan pemerintahan desa, pelaksanaan pembangunan desa, pembinaan masyarakat desa dan penguatan masyarakat desa berdasarkan prakarsa masyarakat, hak asal usul dan hak desa. bea cukai. - Undang-undang nomor 6 tahun 2014 tentang desa pada pasal 22 ayat (1) mengatur bahwa mandat pemerintah dan/atau pemerintah daerah kepada. Desa meliputi penyelenggaraan Pemerintahan Desa, pelaksanaan Pembangunan Desa, pembinaan kemasyarakatan Desa dan pemberdayaan masyarakat Desa.
Kewenangan desa meliputi kewenangan dalam penyelenggaraan pemerintahan desa, pelaksanaan pembangunan desa, pembangunan masyarakat desa dan penguatan masyarakat desa berdasarkan prakarsa masyarakat, hak asal usul dan adat desa. Kewenangan desa meliputi: a.kewenangan berdasarkan hak asal usul; b.kewenangan daerah berskala desa; c.kewenangan yang diberikan oleh Pemerintah, Pemerintah Provinsi, atau Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota; dan d.kewenangan lain yang ditunjuk oleh Pemerintah, pemerintah provinsi, atau pemerintah daerah kabupaten/kota sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.” Huruf b Yang dimaksud dengan “kotamadya berskala desa” adalah kewenangan mengatur dan mengurus. kepentingan masyarakat desa yang telah dijalankan oleh desa atau mampu dan efektif dijalankan oleh desa, atau yang timbul dari pembangunan desa dan prakarsa masyarakat desa, antara lain galangan kapal, pasar desa, pemandian umum, saluran irigasi, sanitasi.
29 Lihat UU No. 6 Tahun 2014 tentang Desa. lingkungan hidup, posyandu, sanggar seni dan pembelajaran serta perpustakaan desa, waduk desa dan jalan desa. Pelaksanaan kewenangan yang diberikan dan pelaksanaan kewenangan tugas lain dari pemerintah, pemerintah provinsi, atau pemerintah daerah kabupaten/kota sebagaimana dimaksud dalam Pasal 19 huruf c dan d diurus oleh desa. 1) “Tugas pemerintah dan/atau pemerintah daerah desa meliputi penyelenggaraan pemerintahan desa, pelaksanaan pembangunan desa, pembinaan masyarakat desa, pelaksanaan pembangunan desa dan penguatan masyarakat desa.
Pendapatan Asli Desa
- Pengertian Pendapatan Asli Desa
- Pengertian Pengelolaan
- Pengertian Perekonomian
- Pengertian Sumber Daya Alam
Karena modal dasar pembangunan sumber daya alam harus dimanfaatkan secara maksimal, namun dengan cara yang tidak merusak. Sumber daya alam adalah semua sumber daya bumi, baik biotik maupun abiotik, yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan dan kesejahteraan manusia. Semua kekayaan yang ada di muka bumi ini, baik biotik maupun abiotik, yang dapat dimanfaatkan untuk kebaikan manusia, merupakan sumber daya alam.
Khususnya dalam melaksanakan kewenangan pemerintah desa dalam pengelolaan sumber daya alam yang dimiliki aset desa sebagai modal untuk meningkatkan pendapatan asli desa atas dasar pemerintahan yang maju, mandiri dan demokratis, sehingga tercipta kemandirian. desa yang lebih sejahtera sesuai dengan kewenangan pemberian yang diamanatkan undang-undang nomor 6 tahun 2014. Partisipasi masyarakat dapat dilakukan dengan berbagai cara untuk membantu program pemerintah desa khususnya dalam pengelolaan sumber daya alam sebagai upaya meningkatkan ekonomi desa sesuai dengan undang-undang nomor 6 pasal 2014 68 ayat (2) huruf e oa. Melibatkan masyarakat dan elemen masyarakat lainnya untuk berperan aktif dalam membantu pemerintah desa mengelola sumber daya alam.
Membuka peluang terbuka bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam pengelolaan sumber daya alam tersebut sebagai mata pencaharian. Meningkatkan keterampilan masyarakat melalui pelatihan pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya alam sehingga masyarakat dapat mengembangkan inovasi dalam pemanfaatan sumber daya alam. Peningkatan ekonomi lokal dalam pengembangan potensi sumber daya alam untuk kesejahteraan warga dan peningkatan ekonomi desa.
Dalam menjalankan kekuasaannya, perangkat desa sebagai pengemban kekuasaan pemerintahan yang paling utama yang bersentuhan langsung dengan masyarakat harus dapat melaksanakan segala kewajiban dan tanggung jawabnya sesuai dengan amanat undang-undang. pemanfaatan sumber daya alam di desa dapat menjadi sarana kesejahteraan sosial masyarakat desa. Dan sebaiknya pemerintah desa membentuk peraturan desa (Perdes) yang mengatur peran serta masyarakat dalam pelaksanaan tugas pembantuan pemerintah desa, sehingga lebih memiliki legitimasi dalam membantu pemerintah dalam melaksanakan program-program pengelolaan sumber daya alam di desa.
PEMBAHASAN
Kewenangan Pemerintah Desa Dalam Mengelola Sumber Daya
- Kewenangan Pemerintah Desa Dalam Penataan Desa
- Perencanaan Desa
- Kerja Sama Desa
- Penambahan dan Pelepasan Aset Desa
PENUTUP
Kesimpulan
Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa telah memberikan kewenangan penuh kepada Badan Desa untuk menjalankan kewenangannya di Desa. Menjalin kerjasama antara pemerintah desa dalam hal ini BUMDes sebagai perwakilan pemerintah desa dan masyarakat untuk ikut serta dalam pengelolaan, perlindungan dan pelestarian potensi sumber daya alam yang ada di desa.
Saran
Rancangan Pelaksanaan Pemerintahan Desa berdasarkan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa di Kabupaten Semarang. Bentuk Partisipasi Masyarakat Desa dalam Program Desa Siaga di Desa Bandung Kecamatan Playen Kabupaten Gunung Kidul Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2015 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2014 tentang Dana Desa dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.