• Tidak ada hasil yang ditemukan

RUANG LINGKUP

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "RUANG LINGKUP"

Copied!
74
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

TUJUAN

Tujuan penyusunan Profil Perkembangan Kependudukan Kabupaten Purworejo adalah untuk menyajikan data kependudukan Kabupaten Purworejo baik kuantitas, kualitas dan mobilitas, serta perkembangan kependudukan dan permasalahan serta kepemilikan dokumen kependudukan. Selain itu, Buku Profil Pembangunan Kependudukan Kabupaten Purworejo dapat memberikan gambaran status kependudukan Kabupaten Purworejo sekaligus menjadi tolak ukur dalam menentukan tingkat keberhasilan pembangunan berorientasi kependudukan di Kabupaten Purworejo.

RUANG LINGKUP

GAMBARAN UMUM

LETAK GEOGRAFIS

Jumlah penduduk usia kerja mengalami peningkatan pada tahun 2020 dibandingkan tahun 2019 seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk di Kabupaten Purworejo. bekerja). Untuk itu Pemkab Purworejo harus memberikan perhatian terhadap keluarga yang dikepalai oleh kepala keluarga yang sedang/tidak bekerja, walaupun proporsinya tidak terlalu besar.

KONDISI GEOGRAFIS

POTENSI DAERAH

Kecamatan Kaligesing, Bener, Bruno dan Bagelen dikenal sebagai penghasil durian di Kecamatan Pituruh. Di Kabupaten Kaligesing, kambing tersebut dikawinkan dengan kambing lokal sehingga terciptalah kambing PE jenis Kaligesing.

KUANTITAS PENDUDUK

Jumlah penduduk menurut wilayah dan jenis kelamin

Komposisi penduduk menurut jenis kelamin mengalami pertambahan sebanyak 2.584 jiwa (0,32%) penduduk laki-laki dan perempuan sebanyak 1.815 jiwa (0,23%). Selanjutnya jika dilihat dari gender, terlihat bahwa jumlah penduduk laki-laki lebih banyak dibandingkan jumlah penduduk perempuan.

Kepadatan Penduduk

Jika dirinci terlihat bahwa setiap tahunnya jumlah penduduk laki-laki dan perempuan di setiap kelurahan semakin meningkat, gambaran yang sama juga terlihat di seluruh desa/kelurahan yang ada. Berdasarkan tabel 3 terlihat bahwa sebaran penduduk antar kecamatan di Kabupaten Purworejo tidak merata, Kecamatan Kutoarjo merupakan wilayah yang paling banyak penduduknya dengan kepadatan 1.672 jiwa/km², disusul oleh Kabupaten Purworejo dengan kepadatan 1.657 jiwa. rakyat. /km², sedangkan Kecamatan Kaligesing merupakan wilayah dengan kepadatan penduduk terendah yaitu 440 jiwa/km².

Laju Pertumbuhan Penduduk

Kegunaan penghitungan laju pertumbuhan penduduk adalah untuk meramalkan jumlah penduduk suatu wilayah pada masa yang akan datang (proyeksi penduduk). Hal ini menunjukkan bahwa pertumbuhan penduduk Kabupaten Purworejo pada tahun 2020 termasuk dalam kategori kecil yaitu <1%.

PENDUDUK MENURUT KARAKTERISTIK DEMOGRAFI

  • Jumlah penduduk kelompok umur dan jenis kelamin
  • Rasio jenis kelamin
  • Rasio ketergantungan penduduk

Jika dikaitkan dengan median umur penduduk, maka penduduk Kabupaten Purworejo termasuk dalam kategori lanjut usia. Tabel 8 menunjukkan bahwa rasio ketergantungan Kabupaten Purworejo pada tahun 2020 sebesar 30,70. Angka tersebut menunjukkan bahwa dari setiap 100 penduduk usia produktif (15-64 tahun) terdapat kurang lebih 30-31 penduduk usia tidak produktif dan tidak produktif (0 -14 tahun dan 65+) yaitu 20,72 diantaranya berasal dari kelompok pemuda (0- 14 tahun) dan 9,98 berasal dari lansia (65 tahun ke atas), ini. Rasio ketergantungan total Kabupaten Purworejo jika dirinci berdasarkan gender, dari Tabel 8 menunjukkan bahwa rasio ketergantungan perempuan lebih tinggi dibandingkan laki-laki.

Dari tabel diatas dapat diasumsikan bahwa penduduk Kabupaten Purworejo baik laki-laki maupun perempuan menikah pada usia yang cukup dewasa. Dari tabel 14 terlihat bahwa pada tahun 2020 rasio anak terhadap perempuan (Child Women Ratio-CWR) di Kabupaten Purworejo sebesar 25,28. Dari Tabel 15 terlihat bahwa kualitas penduduk Kabupaten Purworejo menurut tingkat pendidikan formal pada tahun 2020 relatif rendah.

Selanjutnya jika dilihat dari kelompok umurnya, tabel 21 menunjukkan bahwa sebagian besar rumah tangga di Kabupaten Purworejo dikepalai oleh kepala rumah tangga yang berumur 30-59 tahun.

Tabel 5 di atas menunjukkan bahwa 6,23 persen(49.693 jiwa)  penduduk Kabupaten Purworejo merupakan balita
Tabel 5 di atas menunjukkan bahwa 6,23 persen(49.693 jiwa) penduduk Kabupaten Purworejo merupakan balita

KARAKTERISTIK PENDUDUK MENURUT KARAKTERISTIK SOSIAL 23

  • Rata-Rata Umur Kawin Pertama

KELAHIRAN

  • Angka Kelahiran
  • Rasio Anak dan Perempuan

Dari tabel tersebut terlihat bahwa kepala rumah tangga di Kabupaten Purworejo mayoritas berjenis kelamin laki-laki yaitu sebanyak 215.372 orang (80,93%), sedangkan kepala rumah tangga perempuan sebanyak 50.738 orang (19,07%) atau perbandingannya sekitar 4:1 yang berarti. Menarik pula, terdapat 23.427 kepala keluarga berusia 75 tahun ke atas (8,80 persen), yang berarti peningkatan angka harapan hidup penduduk di wilayah Purworejo. Sisanya sebanyak 9.142 jiwa merupakan kepala keluarga yang belum menikah, yang terdiri dari 6.089 jiwa laki-laki dan 3.053 jiwa perempuan.

Sebagaimana dijelaskan pada Tabel 21 di atas, lebih dari separuh kepala rumah tangga (60,89%) di Kabupaten Purworejo berada pada kelompok usia produktif (30-59 tahun). Jika dikaitkan dengan gender, terlihat bahwa proporsi kepala keluarga laki-laki yang berpendidikan tamat SMA/sederajat (31,25%) lebih tinggi dibandingkan perempuan (16,70%). Jika dilihat berdasarkan gender, proporsi kepala rumah tangga laki-laki yang bekerja lebih besar sebanyak 206.147 jiwa dibandingkan kepala rumah tangga perempuan sebanyak 32.686 jiwa.

Selain itu, terdapat 8.715 pencari nafkah keluarga yang merupakan pensiunan, yang terdiri dari 6.133 laki-laki dan 2.582 perempuan.

Tabel 13 menunjukkan angka kelahiran kasar di Kabupaten  Purworejo  sebesar  9,19  yang  artinya  dari  1.000  penduduk  di  Kabupaten Purworejo terdapat 9-10 kelahiran hidup
Tabel 13 menunjukkan angka kelahiran kasar di Kabupaten Purworejo sebesar 9,19 yang artinya dari 1.000 penduduk di Kabupaten Purworejo terdapat 9-10 kelahiran hidup

KUALITAS PENDUDUK

EKONOMI

  • Tenaga Kerja

Menurut undang-undang no. 13 Tahun 2003 pasal 1 bab 2 ayat 2 tentang ketenagakerjaan, pekerja adalah setiap orang yang mampu melakukan pekerjaan untuk menghasilkan barang dan/atau jasa untuk memenuhi kebutuhannya sendiri dan kebutuhan masyarakat. Pertumbuhan lapangan kerja yang tidak diimbangi dengan pertumbuhan lapangan kerja akan menyebabkan tingkat kesempatan kerja cenderung menurun. Jumlah penduduk usia kerja cukup besar dan sesuai dengan hukum perekonomian bahwa semakin banyak jumlah pekerja di suatu daerah maka akan semakin tinggi pula ketersediaan tenaga kerja.

Namun jika hal ini tidak diikuti dengan permintaan tenaga kerja, maka pengangguran akan cukup tinggi. Jika diperhatikan berdasarkan kecamatan, pada Tabel 17 terlihat bahwa Kabupaten Purworejo merupakan kecamatan dengan jumlah tenaga kerja terbanyak yaitu 61.568 orang (70,49%), disusul Kabupaten Kutoarjo yaitu 44.131 orang (70,22%), sedangkan apabila Kecamatan Bagelen merupakan kecamatan dengan jumlah tenaga kerja paling sedikit yaitu 21.475 orang (68,32%). Oleh karena itu, pemerintah kabupaten harus mencari jalan keluar agar tenaga kerja tersebut dapat menunjang kegiatan perekonomian di Kabupaten Purworejo.

Selanjutnya untuk melihat kualitas sumber daya manusia khususnya pekerja dapat dilihat dari tingkat pendidikan formal yang telah ditempuh.

KELUARGA

  • Jumlah Keluarga dan Rata-Rata Jumlah Anggota Keluarga
  • Status Hubungan dengan Kepala Keluarga
  • Karakteristik Kepala Keluarga

Perempuan yang berstatus kepala keluarga patut mendapat perhatian lebih, karena ditengarai keluarga dengan kepala keluarga perempuan mempunyai tingkat kesejahteraan yang lebih rendah dibandingkan keluarga dengan kepala keluarga laki-laki. Dari tabel 20 juga terlihat bahwa masyarakat Indonesia cenderung menganggap laki-laki bertanggung jawab dalam perekonomian keluarga sekaligus sebagai kepala keluarga. Namun pada kenyataannya, tidak sedikit perempuan yang menjadi kepala keluarga karena pasangannya meninggal, perceraian atau alasan lainnya.

Tahap pendidikan yang dicapai oleh ketua keluarga boleh digunakan untuk melihat gambaran kasar tentang kualiti sosial dan ekonomi rumah tangga/keluarga berkenaan. Melihat kepada keadaan pendidikan ketua keluarga wanita, andaian bahawa keluarga yang mempunyai ketua wanita akan mempunyai taraf ekonomi yang lebih rendah berbanding keluarga yang mempunyai ketua lelaki adalah lebih hampir kepada realiti. Ketua keluarga yang belum/belum bekerja mungkin kerana belum bekerja dan sedang mencari pekerjaan atau tidak dapat memasuki pasaran buruh.

Selanjutnya Kepala Keluarga yang bekerja ditinjau dari jenis pekerjaan yang digelutinya dapat dilihat pada Tabel 25 di bawah ini.

SOSIAL

  • Jumlah Penduduk Menurut Agama
  • Jumlah Penduduk Penyandang Disabilitas

Salah satu jenis PMKS yang dapat disajikan dari database kependudukan adalah penyandang disabilitas (penyandang disabilitas). Data dan informasi jumlah penyandang disabilitas dan jenis-jenis disabilitas sangat diperlukan dalam rangka penyelenggaraan program pelayanan publik, landasan perencanaan pembangunan berbagai fasilitas umum ramah penyandang disabilitas, fasilitas pendidikan, pelayanan kesehatan, lapangan kerja dan lain sebagainya. seterusnya. Selama ini perhatian pemerintah dalam pelayanan publik terhadap kelompok ini dinilai tidak bersahabat/diskriminatif dan kebijakan pemerintah terhadap penyandang disabilitas (penyandang disabilitas) bersifat pembinaan dan pemberdayaan.

Kurangnya sosialisasi peraturan terkait penyandang disabilitas mengakibatkan kurang hati-hatinya penanganan, seperti berbagai kantor pelayanan publik yang tidak ramah terhadap penyandang disabilitas, khususnya fisik, bahkan untuk pelayanan kependudukan. Oleh karena itu, data jumlah penyandang disabilitas dan jenis disabilitas sangat diperlukan dalam pengembangan program pelayanan publik ramah disabilitas. Tabel 27 menunjukkan bahwa jumlah penyandang disabilitas yang tercatat pada sensus penduduk di Kabupaten Purworejo berjumlah 427 orang, jumlah tersebut tidak terlalu tinggi jika dibandingkan dengan jumlah penduduk Kabupaten Purworejo yang berjumlah 785.451 jiwa.

Meski jumlahnya sedikit, namun penyandang disabilitas tetap perlu mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten Purworejo dan tetap wajib memberikan pelayanan sosial bagi mereka seperti pendidikan, kesehatan, dan pelayanan publik lainnya. Kecilnya jumlah penyandang disabilitas dalam database SIAK disebut disebabkan karena banyaknya penyandang disabilitas atau keluarganya yang enggan menyatakan dirinya atau keluarganya sebagai penyandang disabilitas saat memberikan layanan kependudukan. Jika dikaitkan dengan gender, jumlah penyandang disabilitas laki-laki lebih banyak (400 orang) dibandingkan perempuan (315 orang).

Tabel  33  menggambarkan  kepemilikan  akta  kelahiran  penduduk Kabupaten Purworejo terhadap total penduduk Kabupaten  Purworejo  berdasarkan  data  yang  terdapat  dalam  database  SIAK  Kabupaten  Purworejo,  terlihat  bahwa  persentase  kepemilikan  ak
Tabel 33 menggambarkan kepemilikan akta kelahiran penduduk Kabupaten Purworejo terhadap total penduduk Kabupaten Purworejo berdasarkan data yang terdapat dalam database SIAK Kabupaten Purworejo, terlihat bahwa persentase kepemilikan ak

MOBILITAS PENDUDUK

KEPEMILIKAN DOKUMEN

KEPEMILIKAN KARTU TANDA PENDUDUK ELEKTRONIK

Kartu Tanda Penduduk (KTP) merupakan suatu bentuk identitas hukum bagi penduduk yang menjadi bukti bahwa seseorang diakui sebagai penduduk pada suatu wilayah administratif di Indonesia. Berdasarkan undang-undang no. 23 Tahun 2006, KTP wajib dimiliki oleh seluruh penduduk Indonesia yang berusia 17 tahun ke atas, atau mereka yang berusia di bawah 17 tahun namun telah menikah; di profil ini disebut penghuni wajib KTP. Program KTP elektronik diluncurkan pada tahun 2011. Program e-KTP didasarkan pada sistem pembuatan KTP konvensional/nasional di Indonesia yang memungkinkan seseorang memiliki lebih dari satu KTP.

Oleh karena itu, didorong dengan penerapan e-Government dan untuk dapat meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia menerapkan sistem informasi kependudukan berbasis teknologi yaitu Kartu Tanda Penduduk Elektronik atau e-KTP/el-KTP. Menteri Dalam Negeri telah mengeluarkan Surat Edaran yang menyatakan bahwa semua e-KTP berlaku seumur hidup, walaupun ada masa berlaku tertulis seperti tahun 2016 dan 2017, namun masa berlakunya sama seumur hidup. 34; Artinya, KTP elektronik yang diterbitkan sejak tahun 2011 berlaku seumur hidup, tidak perlu diperpanjang meskipun masa berlakunya telah habis, kecuali ada perubahan unsur data.

Fungsi e-KTP : Sebagai identitas pribadi; Berlaku secara nasional sehingga tidak perlu lagi menunjukkan KTP lokal untuk pengurusan izin, pembukaan rekening bank, dan lain-lain; Mencegah duplikat KTP dan pemalsuan KTP; Menghasilkan data kependudukan yang akurat untuk mendukung program pembangunan.

KEPEMILIKAN AKTA

  • Akta Kelahiran
  • Akta Perkawinan
  • Akta Perceraian

Apabila seorang ibu dilahirkan tanpa ayah atau tidak dicatat status perkawinannya, maka yang tercantum dalam akta kelahiran hanyalah nama ibu, maka dalam hal ini anak hanya mempunyai hubungan perdata dengan ibunya. Akta kelahiran penting untuk dimiliki seorang anak karena digunakan saat mengurus pendidikan atau mengurus dokumen lain seperti paspor. Untuk itu Kabupaten Purworejo terus melakukan pemutakhiran data mengenai kepemilikan akta kelahiran dan akta nikah.

Jika diperhatikan, persentase kepemilikan akta kelahiran pada usia 0-18 tahun cukup tinggi, hal ini menunjukkan bahwa orang tua mempunyai kesadaran yang baik untuk mencatatkan kelahiran anaknya. Banyaknya orang yang bercerai dan tidak memiliki akta cerai diduga menyebabkan penduduk yang bercerai tidak mencatatkan perceraiannya. Hal ini patut disikapi oleh pemerintah Kabupaten Purworejo dalam merencanakan program kegiatan seperti edukasi pentingnya akta cerai.

Dengan terbatasnya kepemilikan akta seperti akta kelahiran, akta nikah, dan akta cerai, maka diperlukan kebijakan yang mengacu pada sosialisasi pentingnya pencatatan peristiwa-peristiwa penting, misalnya kepemilikan akta atau pemutakhiran data kependudukan minimal 3 (tiga) tahun sekali. , karena jika menunggu hingga populasi aktif maka datanya tidak akan terupdate.

PENUTUP

Gambar

Tabel 5 di atas menunjukkan bahwa 6,23 persen(49.693 jiwa)  penduduk Kabupaten Purworejo merupakan balita
Tabel  10  menunjukkan  pada  tahun  2020  penduduk  usia  15- 15-19  tahun  yang  berstatus  kawin  sebanyak  833  orang,  hal  ini  memerlukan  perhatian  Pemerintah  Kabupaten  Purworejo  yang  berkaitan  masalah  kehamilan,  persalinan,  pasca  melahir
Tabel 13 menunjukkan angka kelahiran kasar di Kabupaten  Purworejo  sebesar  9,19  yang  artinya  dari  1.000  penduduk  di  Kabupaten Purworejo terdapat 9-10 kelahiran hidup
Tabel  33  menggambarkan  kepemilikan  akta  kelahiran  penduduk Kabupaten Purworejo terhadap total penduduk Kabupaten  Purworejo  berdasarkan  data  yang  terdapat  dalam  database  SIAK  Kabupaten  Purworejo,  terlihat  bahwa  persentase  kepemilikan  ak

Referensi

Dokumen terkait

Editorial I Articles Harry Haue Virtues in Danish History textbooks since enlightenment 1 Michele F van der Merwe & Karen Horn Mobile concepts in a mobile environment: Historical