• Tidak ada hasil yang ditemukan

PARU DI RUANG SERUNI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH ABDUL WAHAB SJAHRANIE

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "PARU DI RUANG SERUNI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH ABDUL WAHAB SJAHRANIE"

Copied!
142
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Tujuan Umum

Tujuan Khusus

Melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien tuberkulosis paru di ruang Seruni RS Abdul Wahab Sjahranie.

Manfaat Penelitian

  • Bagi Penulis
  • Bagi Tempat Penelitian
  • Bagi Perkembangan Ilmu Keperawatan

TINJAUAN PUSTAKA

Definisi

Virus Mycobacterium Tuberculosis ada dua jenis, yaitu tipe manusia dan sapi yang banyak ditemukan pada susu sapi yang menderita mastitis tuberkulosis usus, sedangkan tipe manusia banyak ditemukan pada tetesan air liur yang terbang ke udara dari air liur terbuka. . . Orang akan mudah tertular TBC jika menghirup tetesan air liur tersebut (Wim de Jong et al, 2005 dalam Huda A, 2013).

Etiologi

Manifestasi Klinis

Selain itu, klien mungkin merasa lelah dan lemah, berkeringat di malam hari, dan mengalami penurunan berat badan. Secara rinci, tanda dan gejala tuberkulosis paru dibedakan menjadi 2 (dua) kelompok, yaitu gejala sistemik dan gejala pernafasan. Tergantung daya tahan tubuh dan virulensi kumannya, serangan demam berikutnya bisa terjadi setelah 3 bulan, 6 bulan, 9 bulan.

Karena tuberkulosis merupakan peradangan kronis, maka timbul rasa tidak enak badan, nyeri, nafsu makan berkurang, sakit kepala, kelelahan dan pada wanita terkadang dapat terjadi gangguan siklus menstruasi. Tingkat keparahan dan parahnya batuk darah tergantung dari besar kecilnya pembuluh darah yang pecah. Batuk darah tidak selalu terjadi akibat pecahnya aneurisma pada dinding rongga, bisa juga akibat ulserasi pada mukosa bronkus.

Gejala ini muncul ketika sistem saraf pada pleura terpengaruh, gejala ini bisa bersifat lokal atau radang selaput dada. Pada stadium lanjut diagnosis lebih mudah ditegakkan melalui pemeriksaan fisik, terdapat demam, penurunan berat badan, ronki, mengi, dan bunyi bronkus (Darmanto, 2009).

Patofisiologi

Setelah paparan awal dan infeksi, individu dapat mengembangkan penyakit aktif karena respon sistem kekebalan tubuh melemah atau tidak memadai.

Pathway

Apabila salah satu sampel tes positif atau keduanya positif, maka hasil pemeriksaan ulang dahak dinyatakan positif. Apabila hasil pemeriksaan akhir tahap awal negatif : Pada pasien baru atau pasien rawat inap, segera berikan dosis pengobatan lanjutan kemudian lakukan pemeriksaan dahak ulang sesuai jadwal (pada bulan ke 5 dan akhir pengobatan) . Apabila hasil pemeriksaan pada akhir tahap awal positif: Pada pasien baru (yang menerima pengobatan dengan kombinasi OAT kategori 1): Kaji apakah pengobatan tidak teratur.

Pada bulan ke 5 atau lebih : Baik pada pasien baru berobat maupun berobat ulang, bila hasil pemeriksaan dahak negatif, lanjutkan pengobatan sampai selesai. Apabila hasil pemeriksaan ulang dahak positif maka pengobatan dinyatakan gagal dan pasien dinyatakan sebagai pasien suspek TB MDR. Penderita TBC yang telah menyelesaikan pengobatan secara lengkap dimana salah satu pemeriksaan sebelum akhir pengobatan menunjukkan hasil negatif, namun tanpa adanya bukti hasil pemeriksaan bakteriologis pada akhir pengobatan.

Pasien TBC yang tidak memulai pengobatan atau pengobatannya dihentikan terus menerus selama 2 bulan atau lebih. Mendidik kerabat penderita TBC yang mempunyai gejala mencurigakan TBC untuk segera pergi ke dinas kesehatan.

Tabel 2.2 Kisaran Dosis OAT Lini pertama bagi pasien dewasa
Tabel 2.2 Kisaran Dosis OAT Lini pertama bagi pasien dewasa

Konsep Pengkajian Asuhan Keperawatan

  • Pengkajian Keperawatan
  • Konsep Analisa Data
  • Diagnosa Keperawatan
  • Intervensi Keperawatan
  • Implementasi Keperawatan
  • Evaluasi Keperawatan

Malaise : ditemukan berupa anoreksia, nafsu makan menurun, berat badan menurun, sakit kepala, nyeri otot, keringat malam. Biasanya penderita TBC paru pernah mengalami penyakit yang berhubungan dengan TBC, seperti ISPA, efusi pleura, atau pernah mengalami TBC dan kambuh lagi. Diagnosa keperawatan adalah suatu keputusan klinis mengenai seseorang, keluarga atau masyarakat sebagai akibat dari suatu masalah kesehatan atau proses kehidupan yang aktual atau potensial.

Diagnosa keperawatan yang berada dalam satu subkategori diurutkan berdasarkan abjad untuk memudahkan mencari diagnosa keperawatan pada subkategori yang akan dijadikan rujukan. Pada tahap ini perawat membuat rencana tindakan keperawatan untuk mengatasi masalah dan meningkatkan kesehatan pasien. Perencanaan keperawatan adalah serangkaian kegiatan untuk menentukan prioritas langkah pemecahan masalah, merumuskan tujuan, rencana tindakan, dan menilai asuhan keperawatan pada pasien/klien berdasarkan analisis data dan diagnosa keperawatan.

Tujuan keperawatan yang baik adalah pernyataan yang menjelaskan suatu tindakan yang dapat diukur berdasarkan wewenang dan keterampilan perawat. Karena kriteria hasil diagnosis keperawatan mewakili status kesehatan pasien yang dapat dicapai atau dipertahankan melalui rencana tindakan keperawatan mandiri, maka dapat membedakan antara diagnosis keperawatan dan masalah kolaboratif. Rencana Tindakan Keperawatan (nursing order), rencana tindakan yang akan diberikan kepada pasien ditulis secara spesifik, jelas dan dapat diukur.

Berdasarkan ukuran hasil: demonstrasi batuk efektif dan suara napas jernih, tanpa sianosis dan dispnea (kemampuan menghasilkan sputum, kemampuan bernapas mudah). Tidak ada sianosis dan sesak nafas (mampu mengeluarkan sputum.  Nafas mudah), tanda vital dalam batas normal. NIC : Pengelolaan jalan nafas - Posisikan pasien sedemikian rupa sehingga ventilasi seluas mungkin - Keluarkan sekret dengan batuk atau penghisapan yang efektif - Oleskan mayonaise bila perlu - Sesuaikan pemasukan cairan.

Bekerjasamalah dengan ahli gizi untuk menentukan jumlah kalori dan nutrisi yang dibutuhkan pasien - Semangati pasien. Fase implementasi dimulai setelah rencana tindakan disusun dan bertujuan untuk memperoleh perintah untuk membantu klien mencapai tujuan yang diharapkan (Nursalam, 2008). Evaluasi keperawatan merupakan tahap akhir dari proses keperawatan yang bertujuan untuk mengevaluasi hasil akhir dari seluruh tindakan keperawatan yang telah diberikan.

Tabel 2.9 Konsep Analisa Data
Tabel 2.9 Konsep Analisa Data

METODE PENULISAN

Subjek Studi Kasus

Batasan Istilah

Lokasi dan Waktu Studi Kasus

Meminta izin pengumpulan data dengan metode studi kasus melalui surat izin pelaksanaan studi kasus dari RSUD Abdul Wahab Sjahranie. Carilah dua pasien dengan studi kasus yang sama dan berikan informasi singkat tentang tujuan dan manfaat studi kasus kepada pasien. Bagi pasien yang setuju untuk berpartisipasi dalam studi kasus, formulir informed consent disediakan untuk ditandatangani.

Prosedur Penelitian

Hari Evaluasi Pasien Tanggal 1 Ny. S Evaluasi Pasien 2 Tn. A. D.0005) Pola pernafasan tidak efektif berhubungan dengan resistensi terhadap usaha pernafasan.

Tabel 6.4 Pengkajian
Tabel 6.4 Pengkajian

Metode dan Instrumen Pengumpulan Data

Keabsahan Data

Validitasnya dilakukan dengan mengumpulkan data primer, yaitu sumber data penelitian yang diambil langsung dari sumber aslinya berupa wawancara terhadap individu pasien atau observasi terhadap objek dan peristiwa. Data sekunder meliputi sumber data penelitian yang diperoleh melalui media perantara maupun tidak langsung seperti data kerabat atau keluarga pasien. Diperoleh dari catatan perawatan klien atau client record, yaitu riwayat penyakit atau pengobatan klien di masa lalu.

Analisis Data

HASIL DAN PEMBAHASAN

  • Gambaran lokasi penelitian
  • Data Asuhan Keperawatan
  • Pembahasan
    • Pola Napas Tidak Efektif (D.0005)
    • Defisit Nutrisi (D.0019)
    • Hipertermia (D.0130)

Gambar

Tabel 2.2 Kisaran Dosis OAT Lini pertama bagi pasien dewasa
Tabel 2.4 Dosis Paduan OAT Kombipak Kategori 1: 2HRZE/4H3R3
Tabel 2.5 Dosis Paduan OAT KDT Kategori 2: 2(HRZE)S/(HRZE)/5(HR)3E3
Tabel 2.8 Hasil pengobatan TB
+7

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan : Mampu melakukan asuhan keperawatan pada klien perilaku kekerasan meliputi pengkajian, diagnosa, intervensi, implementasi dan evaluasi keperawatan dengan

Sebagai bukti nyata yang menunjukan bahwa pasien dan keluarga telah menerima asuhan keperawatan dan mendapat pengetahuan sehubungan dengan penyakit yang diderita

akhir dari tahap – tahap proses keperawatan untuk mengetahui apakan masalah – masalah keperawatan yang muncul pada kasus asuhan keperawatan pada pasien dengan

Terjadi pada penderita yang tidak mengalami pembedahan, tetapi lebih sering ditemukan pada anak dengan prosedur pembuatan pintasan selama masa bayi.. Gagal

Perilaku menyimpang pengunjung dan keluarga pasien yang merokok tidak pada tempatnya dapat dijumpai di salah satu ruangan Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Wahab

Efektifitas dan efisiensi ketenagaan dalam keperawatan sangat ditunjang oleh pemberian asuhan keperawatan (pelayanan yang diberikan perawat kepada pasien) yang

Tujuan : Mampu melakukan asuhan keperawatan pada klien perilaku kekerasan meliputi pengkajian, diagnosa, intervensi, implementasi dan evaluasi keperawatan dengan

Menunjukkan persentase jenis antibiotik tunggal yang digunakan pasien anak pneumonia yang di rawat diinstalasi rawat inap RSUD Abdul Wahab Sjahranie yang paling banyak