Alhamdulillahi Rabbil'alamin, penulis panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayahnya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Efektifitas Model Pembelajaran Think Talk Write (TTW) Online dalam Pembelajaran dalam konteks Situasi Pandemi Covid-19 Terhadap Keterampilan Komunikasi Matematika dan Rasa Percaya Diri Mahasiswa” dengan baik. Iwan Kuswidi, S.Pd.I., M.Si., selaku dosen asisten akademik yang senantiasa memberikan arahan, bimbingan dan motivasi yang penulis sangat membutuhkan.Siswa kelas VII F dan VII H MTs Negeri 6 Kebumen tahun ajaran 2019/2020 yang bersedia bekerjasama selama penelitian.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penerapan model pembelajaran Think Talk Write (TTW) berbasis online dibandingkan pembelajaran online konvensional terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa. Tujuan lain dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektifan model pembelajaran TTW berbasis daring dibandingkan model pembelajaran daring konvensional terhadap rasa percaya diri siswa. Variabel penelitian ini terdiri dari variabel bebas yaitu model pembelajaran TTW online, dan variabel terikat yaitu kemampuan komunikasi matematis dan rasa percaya diri siswa.
Instrumen dalam penelitian ini adalah kemampuan komunikasi matematis pre-test-posttest, kepercayaan diri pra-skala-pasca-skala, RPP dan buku paket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran TTW tidak lebih efektif dibandingkan pembelajaran konvensional online terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa. Kemudian, hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran TTW berbasis Internet lebih efektif dibandingkan dengan pembelajaran online konvensional terhadap kepercayaan diri.
Kata Kunci: Pembelajaran Daring, Think Talk Write (TTW) Berbasis Internet, Keterampilan Komunikasi Matematis, Percaya Diri.
Latar Belakang
Covid-19 dapat menular melalui droplet, dan dapat ditularkan melalui jalur penularan fecal-oral (Zhong. Penyebaran Covid-19 terjadi dalam waktu yang singkat, sehingga sudah lebih dari 190 negara yang terjangkit virus ini. Di Guna mencegah penyebaran Covid-19 di lingkungan pendidikan pada khususnya dan masyarakat pada umumnya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah mengeluarkan beberapa surat edaran tentang pencegahan dan penanganan Covid-19.
Sekolah yang setiap harinya terjadi perkumpulan dan interaksi antar warga sekolah dapat menjadi salah satu sarana penyebaran Covid-19. Pembelajaran matematika SMP/MT diharapkan dapat mengembangkan keterampilan yang bertujuan untuk meningkatkan kecakapan hidup khususnya dalam membangun penalaran, komunikasi dan pemecahan masalah yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari (Kemendikbud, 2017: 1). Komunikasi matematis adalah kemampuan siswa dalam menyampaikan makna atau gagasan matematis secara verbal maupun nonverbal (NCTM, 2000: 60).
Kemampuan tersebut diperlukan karena komunikasi matematis merupakan alat untuk mengukur dan mencerminkan pemahaman matematis siswa. Sehingga kemampuan komunikasi matematis dapat menunjang tercapainya fungsi pembelajaran matematika yang dituangkan dalam silabus. Hal ini diperkuat dengan peneliti yang memberikan soal-soal komunikasi matematis, hampir semua siswa setelah mengerjakan soal enggan membagikan pekerjaannya di grup WhatsApp kelas, meskipun guru memintanya.
Sritresna menyatakan bahwa selain aspek kognitif, aspek afektif salah satunya adalah rasa percaya diri juga diperlukan untuk menunjang keberhasilan siswa dalam belajar matematika. Bandura (Sudrajat, 2008) mengatakan bahwa efikasi diri adalah keyakinan terhadap kemampuan individu dalam mengumpulkan dan mengerahkan motivasi dan sumber daya yang diperlukan serta menggunakannya sesuai dengan kebutuhan yang dilakukan atau sesuai dengan tuntutan tugas. Lazar, Morony dan Ping (2011: 6) menyatakan bahwa berdasarkan hasil penelitiannya menemukan bahwa harga diri merupakan ukuran non-kognitif yang paling baik untuk menunjukkan gambaran prestasi siswa dibandingkan dengan ukuran non-kognitif lainnya.
Namun berdasarkan wawancara peneliti dengan dua orang guru matematika di MTs Negeri 6 Kebumen, diperoleh hasil bahwa hanya kurang dari separuh siswa yang memiliki rasa percaya diri yang baik. Rendahnya tingkat komunikasi matematis dan rasa percaya diri siswa disebabkan oleh kurangnya keterlibatan siswa dalam proses belajar mengajar, karena guru hanya memberikan tugas kepada siswa dan ketika siswa selesai mengerjakan pekerjaannya, siswa diinstruksikan untuk mengirimkan jawabannya kepada siswa. nomor WhatsApp pribadi guru. Berdasarkan penjelasan tentang pentingnya kemampuan komunikasi matematis dan rasa percaya diri siswa, maka perlu adanya inovasi dalam pembelajaran matematika yang dapat memfasilitasi kemampuan komunikasi matematis dan rasa percaya diri siswa meskipun pembelajaran dilakukan secara daring.
Model TTW merupakan model pembelajaran dengan pendekatan saintifik yang dimungkinkan untuk memfasilitasi kemampuan komunikasi matematis dan rasa percaya diri siswa. Pentingnya kemampuan komunikasi matematis dan rasa percaya diri bagi siswa, maka penulis sebagai peneliti telah melakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui keefektifan model pembelajaran TTW terhadap kemampuan komunikasi matematis dan rasa percaya diri siswa.
Identifikasi Masalah
Batasan Masalah
Apakah model pembelajaran AES berbasis online lebih efektif dibandingkan model pembelajaran online konvensional terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa? Apakah model pembelajaran AES berbasis daring lebih efektif dibandingkan model pembelajaran daring konvensional terhadap rasa percaya diri siswa?
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Hasil penelitian ini dapat digunakan oleh peneliti lain sebagai referensi untuk penelitian lebih mendalam mengenai permasalahan yang berkaitan dengan topik penelitian. Khusus bagi guru mata pelajaran matematika, diharapkan model pembelajaran TTW berbasis online dapat menjadi alternatif model pembelajaran online yang dapat digunakan ketika proses belajar mengajar tidak dapat dilakukan secara tatap muka dan dapat memudahkan siswa dalam matematika. keterampilan komunikasi dan kepercayaan diri. Efektivitas pembelajaran merupakan ukuran atau tingkat keberhasilan penerapan model TTW berbasis online pada pembelajaran matematika untuk mencapai tujuan pembelajaran.
Rata-rata nilai pretest mempunyai mean yang sama, sehingga data yang digunakan adalah data posttest. Model TTW berbasis internet dikatakan efektif untuk kemampuan komunikasi matematis siswa jika rata-rata nilai posttest kelas yang menerapkan model TTW berbasis internet lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata nilai posttest kelas yang menerapkan pembelajaran online konvensional. Nilai mean prescale mempunyai mean yang sama, sehingga data yang digunakan adalah data postscale.
Model TTW berbasis online dikatakan efektif dalam meningkatkan rasa percaya diri siswa jika rata-rata skor postscale kelas yang menerapkan model TTW berbasis online lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata skor postscale kelas yang menerapkan pembelajaran online konvensional. Model pembelajaran online konvensional yang dimaksud disini adalah model pembelajaran online yang biasa digunakan oleh guru matematika. Model pembelajaran TTW berbasis online merupakan model pembelajaran online yang pelaksanaannya diawali dengan tahap Think. berpikir), kemudian tahap Berbicara (talking), dan terakhir tahap Menulis (writing).
Keterampilan komunikasi matematis merupakan kemampuan siswa dalam mengkomunikasikan matematika baik secara lisan, visual maupun tertulis, menggunakan kosa kata matematika yang sesuai dan berbagai representasi yang tepat, serta memperhatikan kaidah matematika. Indikator kemampuan komunikasi matematis yang akan digunakan dalam penelitian ini antara lain: (1) akurasi, dengan aspek yang diukur yaitu melaksanakan prosedur matematika dengan benar dan diagram, grafik, model dan tabel dengan informasi yang tepat dan sesuai skala; (2) kesesuaian, dengan aspek yang ingin diukur, yaitu pemberian alasan yang masuk akal (logis) sesuai dengan solusi, konsep atau penjelasan yang diberikan; (3) kejelasan, dengan aspek yang diukur yaitu memberikan penjelasan yang efektif dan rinci tentang cara penyelesaian masalah (Sukoco, 2016). Kepercayaan diri merupakan keyakinan terhadap kemampuan seseorang dalam menyatukan dan mengerahkan motivasi serta sumber daya yang dibutuhkan, serta mewujudkannya dalam tindakan sesuai dengan kebutuhan yang harus diselesaikan atau sesuai dengan tuntutan tugas.
Kesimpulan
Saran
Sekolah Menengah Virtual, Bagian 1, Suara Pengalaman (Tersedia: http: . //www.educationworld.com/a_tech/tech052.shtml). Makalah disampaikan pada Seminar Nasional Pendidikan Matematika dan Matematika, Pendidikan Matematika dan Karakter dalam Pembelajaran, Fakultas MIPA, Universitas Negeri Yogyakarta, 3 Desember 2011. Pengaruh pembelajaran dengan pendekatan reciprocal teaching terhadap peningkatan keterampilan komunikasi dan pola pikir matematis siswa sekolah menengah.
Efektivitas model pembelajaran Matematika Think Talk Write (TTW) yang dikombinasikan dengan metode Talking Stick terhadap kemampuan komunikasi matematis dan rasa percaya diri siswa.