PENDAHULUAN
Latar Belakang Masalah
Begitu pula dengan praktik jual beli yang dilakukan warga Tanah Bawah, Desa Tanjung Harapan, Kecamatan Kotabumi Selatan, Kabupaten Lampung Utara. Praktek jual beli budidaya ulat hongkong di Lingkungan Dataran Rendah, Desa Tanjung Harapan, Kecamatan Kotabumi Selatan, Kabupaten Lampung Utara merupakan praktek yang dilakukan oleh para penjual ulat di Hongkong.
Fokus dan Sub-Fokus Penelitian
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Bagi masyarakat, penelitian ini dapat membantu memberikan informasi, bahan referensi dan memberikan pemahaman terkait permasalahan jual beli ulat hongkong. Dapat memberikan kemaslahatan kepada masyarakat luas sehingga dapat meningkatkan rasa keimanan dan ketakwaannya serta menjadi tumpuan umat islam dalam melaksanakan jual beli tersebut.
Kajian Penelitian Terdahulu Yang Relavan
Kedua, penetapan timbangan dan harga dalam praktek jual beli laron di Desa Singgahan Kecamatan Pulung Kabupaten Ponorogo tidak menyimpang dari syariat Islam dan sah. 6 Muhammad Gus Yahya, “Analisis Hukum Islam Terhadap Praktek Jual Beli Laron Di Desa Singgahan Kecamatan Pulung Provinsi Ponorogo,” Skripsi, Iain Ponorogo, 2019.
Metode Penelitian
- Sistematika Pembahasan
Sedangkan rumusan masalah penelitiannya adalah bagaimana praktek jual beli ulat hongkong di Tanah Low, Lampung Utara, dan bagaimana jual beli ulat hongkong dalam perspektif hukum Islam. Subyek penelitian dapat berupa individu, kelompok, lembaga atau masyarakat.12 Penelitian lapangan pada hakikatnya adalah suatu metode untuk mengetahui secara spesifik dan realistis apa yang terjadi di tengah masyarakat yang bersangkutan. tentang peternakan ulat sutera di hongkong dataran rendah lampung utara)". Sifat penelitian yang digunakan bersifat deskriptif, penelitian yang bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis data yang ada untuk menarik kesimpulan dan menentukan status hukum untuk mengetahui subjek.13 Penelitian ini akan menjelaskan bagaimana perspektif hukum Islam kaitannya dengan praktik jual beli ulat bulu dari Hong Kong.
Dalam hal ini data primer yang diperoleh peneliti berasal dari penjual dan pembeli ulat bulu yang ada di Hongkong. Observasi dalam penelitian ini adalah observasi non partisipan yaitu penulis tidak ikut serta dalam kegiatan tersebut, namun penulis mengamati langsung kegiatan yang dilakukan oleh pedagang ulat hongkong di lingkungan dataran rendah, Desa Tanjung Harapan, Kecamatan Kotabumi Selatan, Kabupaten Lampung Utara. . Pada bab ini penulis akan memberikan gambaran umum tentang Tanah Low Desa Tanjung Harapan Kecamatan Kotabumi Selatan Kabupaten Lampung Utara dengan menyajikan data jual beli ulat hongkong pada budidaya ulat hongkong di lampung utara.
Bab ini berisi tentang amalan jual beli ulat hongkong di peternakan ulat dataran rendah hongkong di lampung utara, pandangan hukum islam mengenai jual beli ulat hongkong di peternakan ulat hongkong dataran rendah di lampung utara.
LANDASAN TEORI
Pengertian dan Dasar Hukum Jual Beli
Sedangkan menurut penjabaran hukum ekonomi syariah, bai adalah jual beli antara benda dengan benda atau pertukaran benda dengan barang. Ayat ini memperjelas bahwa Allah mengharamkan riba bagi manusia dan juga menjelaskan bahwa yang boleh dilakukan manusia adalah kegiatan jual beli. Dalam Islam, sangat dianjurkan untuk membeli dan menjual sesuai dengan syarat-syarat yang ditentukan dalam hukum Islam.
Hadits tersebut menyatakan bahwa seseorang mencari kebutuhan yaitu melalui jual beli, yang sangat dianjurkan untuk melakukan transaksi tersebut dengan cara yang mabrur. Arti mabrur dalam hadis di atas adalah jual beli, menghindari penipuan dan merugikan orang lain. Hadits di atas menyatakan bahwa dalam jual beli harus ada kesepakatan bersama antara kedua belah pihak yaitu pembeli dan penjual.
Kemudian umat Islam juga dari dahulu dan sehingga kini sepakat tentang kemungkinan hukum jual beli.
Rukun dan Syarat Jual Beli
Bagaimanapun, prinsip jual beli seperti ini adalah prinsip setiap kontrak (bukan sekadar jual beli). Agar jual beli dapat dilakukan secara sah dan mempunyai kesan yang tepat, beberapa syarat harus dipenuhi terlebih dahulu. Ulama golongan Hanafiyah, Malikiyah, dan Hanabilah berselisih pendapat bahawa jual beli yang dilakukan oleh anak-anak kecil yang telah mumyyiz adalah sah selagi ada izin daripada walinya.
Para ulama Syafi'iyah berpendapat bahwa jual beli yang dilakukan oleh anak kecil tidak halal karena tidak ada keahlian (kesesuaian/kemampuan). Oleh karena itu, jual beli yang tidak dilakukan atas kemauan sendiri adalah tidak sah, karena salah satu asas jual beli adalah suka sama suka. Tidak boleh jual beli terhadap orang tersebut, karena ia terkena hajruh (larangan bertransaksi dengan harta).
Seperti orang yang menjual rumahnya kepada orang lain dengan syarat apabila dia memulangkan harganya, maka penjualan itu terbatal.
Macam-Macam Jual Beli
Jual beli thalaqi al-ruqban dan jual beli hadhir libad, yaitu jual beli yang dilakukan dengan cara menghalangi pedagang dari desa yang tidak mengetahui harga pasar. Jual Beli urbun (porsekot) adalah jual beli yang dilakukan dengan pengertian bahwa pembeli akan merelakan uang atas barang tersebut jika ia menyetujui jual beli tersebut. Namun jika ia membatalkan jual beli tersebut, maka uang yang dibayarkan menjadi hadiah kepada penjual. f) Jual beli air.
Membeli dan menjual benda-benda yang dikongsi oleh semua orang adalah haram, seperti air, udara dan tanah. Namun sifatnya tidak, misalnya jual beli dilakukan oleh orang yang berwibawa (ahliyah) atau jual beli yang boleh digunakan. Pembelian dan jualan yang digantung untuk syarat dan pembelian dan jualan yang ... digantung untuk masa hadapan. 56.
Jual beli arak dengan tujuan membuat khamr, atau jual beli pedang dengan tujuan membunuh seseorang.
Manfaat dan Hikmah Jual Beli
Dengan melakukan transaksi jual beli kita bisa mendapatkan keuntungan yang bisa kita gunakan untuk zakat, sadaqah, ibadah, haji, infaq dan lain sebagainya. Hikmah jual beli yang terakhir ini adalah mengingkari keburukan, karena dengan adanya transaksi jual beli yang sah otomatis kita memperoleh harta yang sah dan terhindar dari perampokan, permusuhan dan pencurian, hingga pemenuhan kebutuhan dapat terhindarkan. Antara penjual dan pembeli dapat merasakan kepuasan dan toleransi dengan rasa suka.
Dapat mendatangkan kedamaian, ketentraman, dan kebahagiaan bagi jiwa karena memperoleh rezeki yang cukup dan dengan senang hati menerima karunia Allah SWT.
Penetapan Timbangan dan Harga dalam Islam
Sebab semua orang secara pribadi mempunyai kebutuhan berupa sandang, pangan, papan dan lain sebagainya untuk dapat memenuhi kebutuhannya sendiri, namun saling membantu satu sama lain. Dalam suatu transaksi ekonomi, harga merupakan bahan mentah (barang dan jasa) yang ditentukan oleh penawaran dan permintaan, perubahan yang terjadi pada harga juga dipengaruhi oleh perubahan permintaan dan penawaran, oleh karena itu suatu harga harus memberikan keadilan bagi semua pelaku dan dilaksanakan. secara sukarela dan memberikan keuntungan yang proporsional kepada pelakunya. Secara umum harga yang wajar adalah harga yang tidak menimbulkan eksploitasi atau penindasan yang merugikan salah satu pihak dan menguntungkan pihak lain.
Dapat dipahami bahwa Islam telah memberikan kesempatan yang luas kepada umatnya untuk melakukan transaksi yang membawa manfaat bagi dirinya. Namun Islam memberikan larangan bagi pelakunya untuk melakukan jual beli agar tidak ada pihak yang dirugikan, apalagi dengan mematok harga. Harga yang wajar menurut Islam adalah harga yang terbentuk secara alamiah, dimana harga terbentuk melalui penawaran dan permintaan tanpa adanya campur tangan dan tindakan para pedagang, kemudian tidak ada pihak yang merasa dirugikan baik penjual maupun pembeli.
Dan harga yang wajar adalah harga suatu barang yang ditetapkan oleh pemerintah setelah mempertimbangkan modal dan keuntungan bagi pedagang serta keadaan perekonomian masyarakat.
Jual Beli yang Dilarang dalam Islam
Menurut ulama Siafiyyah, jual beli anak mumajiz yang belum baligh adalah tidak sah kerana tidak ada ahliyah. Menurut ulama Malikiyah, Hanefiyah dan Hanabilah, jual beli anak kecil dikira halal jika walinya mengizinkannya. Menurut ulama Siafiyyah, jual beli orang buta tidak sah kerana tidak dapat membezakan perkara yang buruk dan yang baik.
Menurut ulama Hanafiyah, hukum jual beli secara paksa seperti jual beli fudhul (jual beli tanpa izin pemilik) adalah ditangguhkan (mauquf). Sekiranya tanda tidak dapat difahami dan tulisannya hodoh (tidak boleh dibaca), kontrak itu tidak sah. 4) Beli dan jual barang bukan kontrak. Kebanyakan ulama sepakat bahawa jual beli barang yang tidak wujud atau dikhuatiri tidak wujud adalah tidak sah.
Ulama Hanafi melarang jual beli barang yang boleh dipindah-pindahkan sebelum dipegang, tetapi bagi barang yang masih dibolehkan.
Makanan Yang Halal Dan Haram
Hewan yang dimakan manusia dibedakan menjadi dua bagian, yaitu hewan yang boleh/halal untuk dikonsumsi dan hewan yang tidak boleh/dilarang untuk dikonsumsi. Adapun hewan darat dilarang memakan bangkai, darah, daging babi, hewan yang dipersembahkan kepada selain Allah (swt). Hewan yang mati karena sesak napas, yang mati karena diinjak hewan lain, yang mati karena berkelahi, mati.
Al-Qur'an menjelaskan hal ini dengan kata "maytata" yang berarti hewan yang tidak disembelih secara sah. Jika seekor hewan mati karena ditanduk akibat berkelahi dengan hewan lain, maka umat Islam tidak diperbolehkan memakan dagingnya. Jika seekor hewan mati karena penyakit atau sebab lain, umat Islam tidak diperbolehkan memakan dagingnya.
Al-Qur'an dengan jelas menyatakan bahwa hewan yang disembelih atas nama berhala adalah najis bagi umat Islam.
Ulat Hongkong
- Definisi Ulat Hongkong
- Manfaat dan Kegunaan Ulat Hongkong
- Fase Hidup dan Budidaya Ulat Hongkong
Hewan buruan apa pun yang dibunuh oleh anjing atau burung pemburu atau burung yang dagingnya diperbolehkan untuk dikonsumsi, maka dagingnya halal. Ulat hongkong mempunyai kandungan protein dan kalori yang sangat tinggi sehingga sangat bermanfaat untuk pakan ternak. 71 Ulat hongkong (Larva Tenebrio molitor) banyak dijumpai di pasar atau penjual pakan burung. Memiliki panjang 15 mm, memakan berbagai tanaman dengan cara merusak tanaman dan mengambil unsur hara dari tanaman tersebut.
Pandangan Ulama Mazhab terhadap Jual Beli Ulat Hongkong
Menurut pendapat mazhab Hanafi menyatakan bahwa binatang yang menjijikan sebagai obyek jual beli itu diperbolehkan secara hukum karena bermanfaat, seperti ulat hongkong sebagai obyek jual beli, padahal mempunyai sifat menjijikan, namun dapat digunakan sebagai pakan hewan peliharaan seperti ikan, burung dan lain-lain. Menurut mazhab Hambali menjual dan membeli cacing hongkong sebagai suatu barang adalah haram karena menurut mazhab Hambali tidak ada manfaatnya dalam cacing hongkong. Tata Cara Lelang Jual Beli Barang Sita Pada Kejaksaan Negeri Bandar Lampung Dalam Kajian Hukum Islam.
Analisis Pendapat Imam Madzhab Terhadap Jual Beli Air Susu Ibu (ASI).” Jurnal ASAS Hukum Ekonomi Islam 11, no. Hukum Jual Beli Sate Siput Dalam Perspektif Fatwa Mui dan Madzhab.” Skripsi, UIN Raden Intan Lampung, 2019. Analisis Hukum Islam Terhadap Praktek Jual Beli Laron di Desa Singgahan Kecamatan Pulung Kabupaten Ponorogo ." Skripsi, Iain Ponorogo, 2019.
Tinjauan Maslahah Jual Beli Jus Cacing Sebagai Obat Di Kabupaten Ponorogo.” Skripsi, Iain Ponorogo, 2018.
DESKRIPSI OBJEK PENELITIAN
Penyajian Data Jual Beli Ulat Hongkong Pada Budidaya Ternak Ulat Hongkong