• Tidak ada hasil yang ditemukan

sample KATA PENGANTAR Segala Puji bagi Allah

N/A
N/A
Yulia Rahmi Idrus

Academic year: 2024

Membagikan "sample KATA PENGANTAR Segala Puji bagi Allah "

Copied!
84
0
0

Teks penuh

(1)

sample

KATA PENGANTAR

Segala Puji bagi Allah yang telah menurunkan Alquran untuk umat manusia agar mereka hidup bahagia dunia dan akhirat serta selamat dari azab neraka. Shalawat dan salam kepada Rasulullah saw yang telah memberi contoh terbaik dalam berinteraksi dengan Alquran, begitu juga kepada para sahabat dan semua kaum mukminin yang mengikuti jejak mereka sampai Hari Kiamat.

Buku ini merupakan kumpulan dari materi-materi seminar online whatsapp Rumah Quran Ashofi dan materi-materi bimbingan komunitas tahfidz online Qtime di whatsapp. Pengumpulan materi- materi seminar ini dimaksudkan untuk bisa menjadi pegangan bagi para penghafal Alquran supaya tidak bingung ketika menghadapi berbagai rintangan proses dalam menghafal.

Belum semua materi saya bisa jelaskan dalam buku ini karena Buku ini barulah langkah awal sebagai buku perdana saya supaya bisa segera terkumpul dan menjadi pegangan bagi para penghafal Alquran terutama bagi santri saya di Rumah Quran Ashofi dan santri online di Qtime.

Buku ini hanyalah sebuah amanah pengajaran dari ustadz- ustadz saya yang selalu memberikan bimbingan menghafal dan motivasi ketika sedang mengalami kendala-kendala dalam menghafal. Melalui buku ini diharapkan bisa menjadi penegas bahwa tujuan puncak menghafal itu bukan hanya sekedar menghafar seperti yang sedang marak di umat akhir zaman saat ini. Banyaknya sosok penghafal alquran tapi hanya segelintir penghafal yang berhasil menjadi penjaga Alquran.

Melalui buku ini pula saya berharap bisa menjadi sumber dan

(2)

sample

terpilih sebagai Ahlul Quran. Semoga Allah berkenan memberikan pahalnya yang besar bagi mereka yang terus berjuang untuk menghidupkan Alquran ditengah-tengah umat akhir zaman ini. Dan semoga Allah meridhoi pengumpulan semua materi-materi seminar online ini menjadi sebuah buku yang lebih rinci dan rapih. Aamiin...

Saya mohon maaf jika ada penulisan kata yang masih kurang berkenan karena dalam buku ini tertulis menggunakan bahasa sehari- hari saya yang minim akan bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Kritik dan saran jikalau ada hal yang masih harus diperbaiki sangat terbuka untuk segera disampaikan supaya bisa buku ini terus bermanfaat bagi umat akhir zaman.

Bandung, 19 Februari 2020

(3)

sample

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ... 1

DAFTAR ISI ... 3

PENDAHULUAN ... 6

Esensi Menghafal Alquran ... 6

PRA-MENGHAFAL ... 12

Rahasia Kemudahan Alquran ... 12

1. Ikhlas ... 13

2. Serius ... 13

3. Sabar ... 13

4. yakin ... 13

5. Menghadirkan Motivasi ... 13

6. Menjadikan Prioritas ... 13

7. Istiqamah ... 13

8. Memilih Guru ... 13

Persiapan Sebelum Menghafal ... 14

1. Persiapan Alquran ... 14

2. Persiapan Buku Catatan Khusus ... 20

3. Persiapan Ilmu ... 20

MULAI MENGHAFAL ... 22

(4)

sample

Metode Menghafal Tanpa Menghafal ... 25

Teknik Menghafal Alquran ... 36

PASCA MENGHAFAL ... 37

Muraja’ah ... 37

Problematika Menghafal ... 37

1. Prolog ... 37

Makna Kata “Kabad” Dalam Surat Al-Balad Ayat 4 ... 39

2. Pembahasan ... 39

TANYA JAWAB ... 40

Pertanyaan 1 ... 40

Pertanyaan 2 ... 43

Pertanyaan 3 ... 47

Pertanyaan 4 ... 48

Pertanyaan 5 ... 50

Pertanyaan 6 ... 52

Pertanyaan 7 ... 54

Pertanyaan 8 ... 55

Pertanyaan 9 ... 55

Pertanyaan 10 ... 58

Pertanyaan 11 ... 59

Pertanyaan 12 ... 62

Pertanyaan 13 ... 63

(5)

sample

Pertanyaan 14 ... 68

Pertanyaan 15 ... 71

Pertanyaan 16 ... 72

Pertanyaan 17 ... 73

Pertanyaan 18 ... 74

Pertanyaan 19 ... 76

Pertanyaan 20 ... 78

TAMBAHAN ... 81

Nasihat-Nasihat... 81

REFERENSI ... 83

(6)

sample

PENDAHULUAN

Esensi Menghafal Alquran

Ketika sudah ingin menghafal alquran dan sudah mulai menghafalnya, apakah kalian tahu akan esensi dari menghafal alquran ini? Kalian hanya sekedar menghafalnya, hanya tau bisa mendapatkan pahala dan hadiah-hadiahnya yang lain, ataukah kalian menghafal hanya karena kewajiban dikampus atau sekolah?

Sedikit cerita yaa... Alhamdulillah dari Aida masik TK, Aida sudah mulai menghafal alquran karena arahan dari orang tua.

Awalnya mungkin begitu. Tetapi setelahnya Aida menghafal alquran karena kemauan Aida sendiri tanpa adanya arahan dari orang tua untuk menghafal.

Saat Aida duduk di bangku sekolah dasar, Aida masih rutin menghafal. Namun ketika Aida beranjak masuk sekolah menengah pertama, Aida merasa agak sedikit futur. Tapi akhirnya saat Aida menginjak masa putih abu, Aida memilih untuk masuk pondok pesantren dan mulai semangat menghafal lagi hingga kuliah.

Ketika kuliah mulai timbul banyak pertanyaan. Jadi untuk apa sih Aida menghafal alquran? Untuk mendapatkan pahala, tapi kok rasanya kurang nikmat. Untuk membahagiakan orang tua, tapi rasanya kurang mengena. Untuk bisa mendapatkan beasiswa, tapi bukan itu juga alasannya. Karena untuk kewajiban semata atau karena suka aja menghafal? Tapi kenapa Aida suka menghafal dan

(7)

sample

Semua pertanyaan itu akhirnya terjawab ketika mengikuti kajian di Gelora Bung Karno yang pematerinya merupakan ustadz Adi Hidayat. Beliau menyampaikan bahwa tujuan dari menghafal alquran itu ialah untuk bisa berbincang-bincang dengan Allah.

Kita sebagai umat muslim dan Allah sebagai tuhan, Apakah pernah terlintas dibenak kita tentang bagaimana cara kita curhat ke Allah? Tentang bagaimana cara Allah menolong kita? Terkadang kita semua masih bingung sendiri akan problematika-problematika ini.

Yaa memang betul kalau semua masalah itu harus curhatnya ke Allah.

Tetapi, bagaimana agar kita mendapatkan jawaban solusinya atas masalah tersebut? Ternyata simple teman. Jawabannya itu sudah kita ketahui bersama, yaitu melalui alquran lah kita bisa berbincang dengan Allah dan bisa lebih dekat dengan Nya.

Keagungan akan mukjizat alquran terkadang masih belum kita dapatkan 'feel' nya. Sehingga ketika mulai menghafal pun kita belum mendapatkan 'feel' nikmat dan esensinya dari menghafal alquran ini. Kita akui bahwa alquran adalah kitab suci umat islam dan pedoman dan petunjuk hidup kita. Dan kita juga harus akui bahwa dengan menghafal alquran pasti akan selalu melakukan kebaikan, senantiasa selalu dekat dengan Allah dan meningkatkan keimanan.

Tapi apakah kita sudah mendapatkan semua rasa nikmat dari pengakuan tersebut? Apakah sudah bisa merasakan peningkatan keimanan dengan menghafal? Bukannya ketika menghafal malah banyak cobaan yang berat, bahkan hingga kita merasa futur karena

(8)

sample

susah menghafal? Apakah sudah merasakan kedekatan dengan Allah dalam kehidupan kita dengan menghafal alquran? Apa hanya sekali-sekali saja merasakannya? Itupun jika tidak sedang merasa futur. Berarti jika kita merasa futur, kita enggak deket sama Allah dong? Apakah kita sudah ketergantungan hanya kepada alquran ketika punya masalah? Berlari kepada alquran supaya bisa mendapatkan jawaban solusinya dari Allah? Ataukah hanya sekali- sekali dan lebih banyak berlari kepada manusia curhat kesana kemari? Apa buktinya jika alquran sebagai pedoman alquran, kalau kita saja masih belum ketergantungan akan alquran?

Semua jawaban permasalahan hidup kita ini ada didalam alquran. Ibarat sebuah handphone, apakah ada buku petunjuk pemakaiannya? Tentu ada. Jika ada masalah dengan handphone kita, pasti kita baca petunjuk penggunaannya. Begitu juga dengan manusia. Manusia ini diciptakan tidak sembarangan diciptakan tanpa ada nya buku petunjuk hidup didunia. Manusia punya buku petunjuk hidup juga, yaitu alquran. Apakah kita sudah menggunakannya?

Dan tentang esensi menghafal ini bisa kita rasakan hanya dengan hati, karena keimanan dalam islam itu adalah sebuah persoalan hati. Karenanya, sebelum menghafal dianjurkan untuk mempelajari tentang materi-materi akan esensi menghafal alquran ini.

Supaya ketika sudah mulai menghafal, kita bisa tetap istiqamah dan bersikap tenang dalam menghadapi problematika-problematika dalam menghafal dengan tenang.

(9)

sample

Dulu dizaman sahabat, mengapa menghafal itu begitu mudah? Mengapa setiap jiwanya tercermin jiwa seorang penghafal alquran? Mengapa tercerminkan sosok akhlak seorang penghafal alquran? Karena sebelum menghafal alquran mereka sudah mengetahui esensi dalam menghafal alquran dan mereka sudah mempunyai keimanan yang begitu kuat terhadap alquran.

Sedangkan kita dizaman sekarang, ketika mulai menghafal yaaa langsung hafal saja, tanpa dibekali ilmu-ilmu akan keagungan alquran dan esensi menghafal alquran. Jadi wajar ketika proses menghafal alquran itu sulit menghadapi problematika-problematika yg terjadi.

Sepengalaman Aida melalui hasil riset pribadi terhadap santri- santri Aida, memang pendidikan tentang menghafal alquran masih banyak yang harus diperbaiki. Ketenaran mengenai tahfidz saat ini banyak menciptakan penghafal alquran yang patut dipertanyakan.

Umat islam di Indonesia saat ini juga terlihat semakin berat rasanya untuk mempertahankan keimanan. Padahal sudah banyak pengkaderan penghafal alquran yang tersebar ke seluruh indonesia bahkan pelosok negeri.

Dan Aida pun menemukan benang merahnya mengenai persoalan ini. Salah satunya yaitu karena para penghafal alquran saat ini lebih sering mendapatkan pendidikan otak, tapi kering akan pendidikan hati dan jiwa tentang pemahaman akan esensi dari menghafal alquran. Akibatnya, banyak para penghafal alquran yang

(10)

sample

sudah mengetahui ilmunya tapi kurang akan penerapan dan pengaplikasiannya.

Wajar memang karena Akhir zaman. Tetapi, apakah kita akan terus menjadi salah satu sosok akhir zaman tersebut? Ataukah kita lebih memilih menjadi sosok langka yang sudah siap menghadapi beratnya ujian kehidupan dan keimanan di akhir zaman ini? Jadi, sebelum menghafal alquran, lebih baik kita mencari tahu dulu 'feel' akan esensi menghafal alquran.

Bagaimana mengetahuinya? Dengan terus belajar agama, terus berusaha belajar dan mencari tau akan 'feel' esensi dari menghafal alquran ini.

Ada beberapa esensi dalam menghafal alquran, diantaranya:

a. Menghafal alquran itu tujuannya untuk berbincang dengan Allah

b. Menghafal alquran itu supaya bisa selalu dekat dengan Allah.

c. Menghafal alquran itu membuat kita tahu tentang pedoman dan petunjuk hidup kita didunia ini

d. Menghafal alquran itu memperkuat dan meningkatkan keimanan kita

e. Menghafal alquran itu adalah muroja'ah seumur hidup

Apakah kita sudah merasakan akan esensi menghafal alquran tersebut? Kalau sudah, perbanyaklah bersyukur kepada Allah karena sudah diberikan hidayah serta nikmat menghafal alquran

(11)

sample

yang begitu langka dan susah didapatkan di akhir zaman ini. Tapi, kalau belum merasakannya, jangan berputus asa dan menyerah.

Kita harus tetap berusaha untuk mengejar dan mencari tahu akan esensi-esensi menghafal alquran. Mungkin Allah sedang membersihkan diri kita yang penuh dosa ini terlebih dahulu, dengan berbagai macam ujian dan kesulitan yang didapat untuk bisa merasakan esensi dari menghafal alquran.

Kita harus tahu, bahwa rahmat Allah itu selalu ada bagi kita yang sering bertaubat. Jadi, janganlah berputus asa. Kita juga harus tau, bahwa Allah lebih suka hambaNya yang sering mengakui kesalahan dan terus menerus berusaha memperbaikinya, dibanding hambaNya yang bertaubat hanya sekali lalu berputus asa karena merasa lemah dan merasa sulit memperbaiki diri.

Padahal udah bertaubat, kenapa masih susah ya Allah?

Mungkin kita malah terlalu banyak mempertanyakan bukannya berusaha melakukan.

(12)

sample

PRA-MENGHAFAL

Rahasia Kemudahan Alquran

Rahasia kemudahan alquran, berawal dari amalan-amalan sebelum menghafal. Alquran telah menjelaskan bahwa Allah telah memberikan kemudahan untuk mengingat atau menghafal alquran.

Hal itu tertera didalam surat al-qamar dan disebutkan hingga 4 kali, yaitu pada ayat 17, 22, 32 dan 40.

Terkadang, banyak yang sudah menghafal tapi tidak mengetahui tentang amalan sebelum menghafal ini dan akhirnya banyak yang tergelincir ketika menghafal. Hal itu bisa terjadi karena banyak mengeluh sulit, terlalu sibuk atau tidak terlihat dampak dari menghafalnya. Dan ada juga penghafal alquran yang walaupun tidak mengetahui tentang amalan ini, tapi tanpa disadari memang mereka sudah merasakan dan menjalaninya.

Ada delapan amalan sebelum menghafal alquran, diantaranya:

(13)

sample

1. Ikhlas 2. Serius 3. Sabar 4. yakin

5. Menghadirkan Motivasi 6. Menjadikan Prioritas 7. Istiqamah

8. Memilih Guru

Semua 8 amalan ini saling berkesinambungan.

Ketika sudah ikhlas pasti berusaha untuk serius menjalaninnya.

Keseriusan ini harus diiringi dgn kesabaran supaya bisa terus memperioritaskan alquran. Hal ini bisa kita lakukan kalau kita

benar-benar yakin akan janji Allah tentang kemudahan dlm menghafal alquran. Keyakinan ini bisa muncul dgn hadirnya sebuah motivasi. Motivasi terbaik bisa didapat dari seorang guru.

Dan ketika semua sudah diterapkan istiqamah pun bisa mudah menghampiri.

semoga kita semua diberi kemudahan oleh Allah untuk menjalankan amalan2 tersebut

(14)

sample

Persiapan Sebelum Menghafal 1. Persiapan Alquran

Sebelum menghafal tidak hanya persiapan amalan-amalan untuk mempermudah hafalan saja. Tapi kita juga harus persiapan alquran yg akan kita gunakan.

Pesan ustadz aida, ustadz fadhil al makky. Melalui riset pribadi beliau selama hampir 8 tahun ini menemukan hal menarik tentang alquran model apa sih yg bisa membuat mudah menghafal.

Setelah diberi nasehat oleh beliau mengenai penggunaan alquran untuk menghafal ini. Akhirnya aida coba sendiri. Dan ternyata emang terbukti lebih mudah. Alquran jenis apakah itu? Berikut penjelasannya.

Banyak orang ketika menghafal lebih nyaman menggunakan alquran kecil atau alquran saku. Supaya bisa mudah dibawa kemana- mana. Aida pun sama dulu suka dan sering bgt pake alquran model ini.

(15)

sample

Setelah diberi nasehat oleh ustadz fadhil. Ternyata, hasil riset pribadi beliau, para penghafal alquran yang menggunakan alquran saku ini terbukti pasti banyak kendala dalam menghafalnya.

Terutama kendala dalam mengingat letak tulisan. Karena tulisannya kecil.

Ternyata, dianjurkan oleh beliau menggunakan alquran yang standar ukuran tulisan arab nya besar tanpa terjemah. Karena apa?

Begini, yang aida rasakan sendiri adalah ketika menghafal menggunakan alquran kecil pikiran itu bekerja ekstra dalam menghafal ayatnya. Walaupun pada kenyataannya bisa cepat hafal.

Tapi di pikiran kita tuh otaknya lebih terbebani mengingatnya. Karena tulisannya yang kecil.

Aida sih memang pas menggunakan alquran kecil. Agak samar dalam mengingat letak tulisan ayatnya. Di bayangan pikiran aida tuh benar-benar samar gak terbayang secara jelas letak tulisannya.

(16)

sample

Sejak menggunakan alquran yang direkomendasikan ustadz.

Ternyata menghafal jadi terasa lebih mudah. Dan lebih terbayang secara jelas dipikiran. Seakan-akan alquran benar-benar terpampang jelas ada didepan kita. Padahal kita gak buka alquran.

Dan yang direkomendasikan oleh ustadz itu. Dianjurkan menggunakan alquran yang tidak blok berwarna, bukan alquran terjemah dan bukan alquran arti perkata. Dengan alasan yang sama seperti yang sebelumnya aida jelaskan.

(17)

sample

Kalau alquran blok berwarna. Itu pikiran pasti agak pusing melihat warnanya. Dan tidak otomatis terekam dalam pikiran kita.

Beda jika menggunakan alquran yang tidak blok berwarna. Pasti langsung terekam otomatis dipikiran. Begitu juga dgn alquran arti perkata.

Bagi yang menggunakan alquran yang tidak direkomendasikan dengan alasan karena sudah terbiasa menggunakan alqurannya. Ya itu sih gak pa-pa. Tapi, usahakan ketika menghafal fokus menggunakan alquran yang ustadz kami rekomendasikan. Alquran arti perkata atau blok berwarna atau yang terjemah hanya sebagai pendukung saja. Bukan menjadi yang utama kita gunakan ketika menghafal.

Dan bagi yang menggunakan aplikasi dari android membaca Alqurannya. Dianjurkan menggunakan aplikasi yang model tampilannya sama seperti Alquran yang aslinya.

(18)

sample

Bukan menggunakan Aplikasi Alquran yang tampilannya per- ayat atau tampilan yang tidak sesuai dengan Alquran aslinya.

(19)

sample

Dan tambahan, tidak menggunakan alquran model lama ketika menghafal. Karena letak ayat nya yang berbeda dengan Alquran model sekarang. Dan jika sudah menggunakan Alquran model tipe A harus fokus menggunakan yang tipe A terus. Tidak boleh mengganti dengan tipe B. Bukan tidak boleh mengganti Alqurannya ya.

Boleh mengganti menggunakan Alquran yang lain jika tipe nya sama. Maksud tipenya sama itu yang gimana? Yang letak pojok ayatnya sama. Beda letak ayat antara alquran madinah dengan alquran Indonesia. Beda letal ayat antara alquran Indonesia perkata dengan yang terjemah. Ini kita harus cermati secara baik. Dan beda antara letak ayat alquran Indonesia lama dengan Alquran Indonesia model sekarang.

(20)

sample

2. Persiapan Buku Catatan Khusus

ustadz Fadhil menyarankan persiapkan buku catatan khusus untuk mengenal karakteristik ayat ini. Buku catatan yang berisi ayat- ayat mana aja sih yang sering ketuker. Nah, disinilah cara kita bisa mengenal ayat lebih dalam lagi. Jadi gak cuman sekedar nyelonong aja hafalnya. Tapi kenali karakteristik ayatnya.

Ada yang namanya karakteristik ayat, karakteristik surat, dan karakteristik juz. 3 hal ini yang harus kita kenali ketika sudah mulai menghafal. Dan jangan menyepelakan hal ini. Kalau di buku ustasz abdul aziz ada bab ayat-ayat yang mirip. Kalau di alquran tikrar di bawahnya itu ada point ayat-ayat yang mirip.

Tapi lebih bagus. Kita buat sendiri. Karena setiap orang pasti punya problem menghafal pada ayat, surat dan juz tertentu di bagian yang berbeda-beda. Tidak sama. Makanya. Harus punya buku catatan khusus untuk mencatatnya

Dan didalam buku catatan khusus ini juga berfungsi untuk menulis semua agenda targetan menghafal dan muroja’ah kita.

Supaya bisa tau, hari ini mulai membaca apa? Menghafal apa?

Muroja’ah apa? Semua tertulis dalam buku catatan khusus tersebut.

3. Persiapan Ilmu

Ilmu tentang apa itu? Banyak. salah satunya ilmu materi tentang esensi alquran yang sudah disampaikan diawal. Selain itu,

(21)

sample

ada ilmu tentang adab penghafal alquran. Bagaimana adab kita kepada alquran? Kepada guru?

Ilmu kesabaran dalam menghafal, seperti bisa dibaca dibuku ibnu al qayyim tentang sabar, buku tentang kesabaran-kesabaran para ulama dalam menuntut ilmu, buku mengendalikan hawa nafsu.

Ilmu tentang mukjizat alquran. Supaya kita makin cinta terhadap alquran.

Ilmu dari buku-buku perjalanan para penghafal alquran.

Seperti pada buku ustadz abdul aziz tentang anda pun bisa menghafal alquran, menghafal alquran itu mudah. Dan masih banyak ilmu-ilmu lainnya yang bisa menjadi pendukung kita dalam menghafal.

Karena menghafal alquran ini tidak hanya sekedar menghafal ayatnya saja. Tapi kita dituntut untuk bisa memahami segala makna yang terkandung didalamnya. Dengan belajar ilmu-ilmu agama tentang menuntut ilmu dan alquran supaya bisa mendapatkan hidayah dan keberkahan dari ayat yang sudah kita hafal.

Dan insya allah dalam buku ini mencakup ilmu-ilmu menghafalnya. Banyak ilmu-ilmu agama lain yang menjadi pendukung supaya bisa tetap terus semangat menghafal. Dan ilmu ini harus kita cari setiap harinya.

(22)

sample

MULAI MENGHAFAL Prolog

Ibarat sebuah bangunan pondasi rumah. Ketika pondasinya kuat. Diterjang oleh berbagai macam rintangan seperti angin dan badai. Pasti tidak akan roboh begitu saja. Ketika pondasi nya kurang kuat maka ketika diterjang angin dan badai sedikit aja pasti bakal roboh.

Sama halnya dengan menghafal. Ketika dari awal menghafal sudah mempunyai pondasi yang kuat, ketika muroja'ah pun gak akan ada masalah.

Jangan sampe hafalan udah banyak. Muroja'ahnya makin berat.

Justru, kalau hafalan makin banyak. Muroja'ahnya makin mantap

Metode ini bukan metode yang hadir begitu saja. Metode ini adalah metode hasil penelitian ustadz fadhil al makky hampir 10 tahun ini. Melihat fenomena-fenomena para santri yang mengeluhkan banyak hal ketika menghafal.

Dan harus kita pahami bersama, bahwa beda penyakit ketika menghafal berarti beda obatnya juga. Tidak bisa disamaratakan.

Seperti halnya penyakit biasa. Kalau sakit diare gak mungkin dong dikasih obat flu? Yang ada malah nanti gak sembuh2.

(23)

sample

Begitu juga dengan mengafal. kenapa orang indonesia menghafal alquran banyak yang terkendala? mau baca sampe berpuluh-puluh kali pun. kok kita masih lupa? kok masih aja suka susah.

apalagi menjaganya. waktu menghafalnya susah.

muroja'ahnya pun jadi susah. waktu menghafal 1 halaman ditambah 1 halaman. makin bertambah setiap harinya. kok malah makin terasa berat? bukannya Allah sudah menjamin bahwa alquran itu mudah utk dihafal?

Dan sungguh telah Kami mudahkan Alquran utk peringatan, maka adakah yg mau mengambil pelajaran?

bahkan ayat itu diulang sampai 4 kali dengan menggunakan huruf taukid (penguat) kenapa masih susah ya? jawabannya simple ternyata.

karena kita gak hidup bersama alquran kawan

ini menjadi jawaban atas dari segala permasalahan para penghafal alquran yang harus kita renungi bersama. sekarang, menghafal alquran lagi nge trend nih. kenapa ya, kok tetep aja bangsa kita gini-gini aja? gak ada perubahan besar yang terjadi. kalau pun ada, paling cuman satu.

banyak nya penyetor hafalan. bukannya penjaga hafalan.

(24)

sample

kenapa cuman banyaknya penyetor hafalan? mereka yang cuman menghafal dan mengulang disaat hanya ingin setoran dan muroja'ah saja. tapi setelahnya? tidak ada pengulangan. walaupun di muroja'ah. tapi masih dengan cara yg keliru. knp keliru?

coba bayangin gini deh.

kita menghafal nih, baca sampai 10 kali. terus dihafal. oke hafal. terus setor deh. setelahnya pas muroja'ah. tuh ayat 'dibaca' lagi gak? paling cuman sekali dua kali terus ditutup. merasa sudah hafal bakal dibaca lagi gak? gak akan. malah jadi suka muroja'ah tanpa baca lagi.

paling baca pas bagian yang lupa aja. ya kan? pada gitu gak?

jadi, kita baca tuh ayat yang dihafal cuman berapa kali selama hidup ini? ya gak banyak. paling cuman 20-30 kali dengan rentang waktu yang cukup panjang jaraknya.

Nah ini nih penyakitnya.

1. Hanya menghafal dan muroja'ah dalam sekali duduk

2. gak pada fokus untuk baca dan lebih dekat dengan ayatnya.

3 ketika muroja'ah. kebanyakan pada bil ghaib. seharusnya bin nadzor.

Kenapa?!?

(25)

sample

karena kita beda dengan orang arab. orang arab bahasanya arab. alquran bahasanya arab. jadi bagi mereka gak asing bahasa alquran tuh. lah kita, bahasa indonesia. alquran bahasa arab. bisa nyamain gitu cara ngafal dan muroja'ahnya kayak arab? bisa. tapi ya gitu.

beda penyakit beda obatnya. bagi orang arab itu mujarab. lah, bagi orang indonesia. itu malah makin menyusahkan. ya gak sih?

yang online sama yang offline sama gak penyakitny? beda lah. yang menetap sama yang gak menetap sama gak penyakitnya? ya beda lah. yang dauroh sama gak dauroh sama gak penyakitnya? ya beda lah.

dengan obat yang berbeda. kurikulum dan targetan yang berbeda. kapasitas dan lama pemakaian obatnya yang berbeda.

disini akan dipaparkan 1 gambaran dari cara hidup bersama alquran itu yang seperti apa sih?

sebenarnya, inti cara ini tuh simple. yaitu, hidup bersama alquran setiap harinya. tinggal kita harus bisa menyusun agenda- agendanya setiap hari. mungkin cara ini akan sedikit rumit untuk dipahami. tapi mudah ketika sudah dipraktekan dan tau polanya.

Metode Menghafal Tanpa Menghafal

bismillah, semoga tulisan ini bisa bermanfaat dan menjadi pengingat bagi penulis sendiri untuk terus selalu berinteraksi dengan

(26)

sample

alquran. pada buku ini, akan coba dipaparkan sedikit ‘gambaran’ dari metode menghafal tanpa menghafal.

obat bagi pasien (penghafal alquran) yang menyetorkan hafalan sepekan sekali. sebagai gambaran dasar metode ini. masuk ke pembahasan racikan obatnya ya. buat penyakit para penghafal alquran yang setoran sepekan sekali. masih inget, apa aja penyakit para penghafal alquran itu? Salah satunya yaitu :

1. pada fokus untuk membaca, menghafal, dan muroja'ah sekali duduk

2. gak pada fokus untuk baca dan lebih dekat dengan ayatnya 3. ketika muroja'ah kebanyakan pada bil ghaib (tanpa

diliat/dibaca). seharusnya muroja'ah dgn bin nadzor (dibaca) setelah di diagnosis penyakitnya. ternyata begini nih obatnya 1 .pada fokus untuk membaca, menghafal, dan muroja'ah sekali duduk

kenapa sekali duduk? coba deh kita bayangin gini. kita mau setoran nih. terus ngafal. baca sama ngafalnya pas kapan? pas mau setoran doang kan? berarti kita ngejar setoran dalam sekali duduk.

setelah setoran. ya wassalam.

pas mau muroja'ah juga gitu. maunya dikhatamin dalam sekali duduk. ya kan? ya gak? ah, ini penyakit pertama bagi para penghafal

(27)

sample

alquran. kita udah salah di awal. jadi untuk muroja'ahnya dan menjaganya pun jadi berat.

gimana nih solusiny? simple kawan. kita buat, membaca, menghafal dan muroja'ah itu gak sekali duduk lagi. ya gak?

penyakitnya itu kan karena sekali duduknya itu

pertanyaan selanjutnya, terus gimana dong biar gak sekali duduknya itu?

kita masuk ke penyakit berikutnya ya biar bisa dapat jawabannya

2. gak pada fokus untuk baca dan lebih dekat dengan ayatnya.

jadi kuncinya itu kita harus baca dan kenal dengan ayatnya.

inget racikan obat yang pertama ya, tidak sekali duduk. jadi kita buat fokus baca tidak dalam sekali duduk. gimana caranya?

nih mulai ke pembahasan intinya ya. baca baik-baik, bismillah.

semoga allah bisa memudahkan pemahaman kita untuk bisa hidup dengan alquran

Kita masuk dipembahasan kegiatan di pekan pertama

Dalam sehari kita punya kewajiban yang utama. yang dalam sehari kita mengerjakannya 5 waktu. apa itu?

SHALAT

(28)

sample

jadi caranya begini, kita mulai biasakan untuk membaca setiap ba'da shalat. apa yang dibacanya? ayat yang mau kita hafal.

nah, dosis ayatnya antar pasien beda-beda ya. gak bisa disamaratakan. bisa 3 baris, 5 baris, 1/2 halaman sampai 1 halaman.

Pada buku ini, akan dibahas dosis hafal 1 halaman/pekan.

setiap ba'da shalat cukup BACA 1 halaman yang mau dihafal..

inget. cukup BACA aja. gak usah berusaha untuk dihafal, dicara ini tuh berusaha untuk memberikan kemudahan diawal. tidak ingin memberikan beban pikiran dulu.

baca 3 kali aja

setiap ba'da shalat baca 1 halaman 2 kali gak akan makan waktu banyak kan ya?

cara ini supaya bisa mempermudah kita ketika menghafalnya nanti. bahkan, kita secara tidak langsung sudah menghafal tanpa menghafal

cara ini dipakai supaya kita bisa dalam sehari berinteraksi dengan alquran gak cuman dalam sekali duduk saja. kalau dalam sekali duduk. kita terkadang butuh waktu yang lebih banyak. karena butuh waktu, eh.. jadinya suka gak terlaksana karena bentrok dengan kesibukan kita yang lainnya.

Dan dengan kita membacanya setiap ba'da shalat itu melatih

(29)

sample

kenapa mesti baca doang? cara ini lebih menfokuskan untuk membaca supaya kita bisa lebih mengenal lagi ayatnya. letak ayatnya.

mata merekam tulisannya. mulut terbiasa dengan bacaannya. telinga pun terbiasa mendengar bacaannya.

makanya, dengan cara ini kita bisa lebih fokus untuk mengenal ayatnya. dengan membaca saja pun beban pikiran kita lebih ringan. kan selama 6 hari kita cuman baca doang. susah gak sih baca? enggak kan ya?

dibandingkan kalau kita membaca fokus supaya bisa hafal.

mau baca berkali-kali pun. dalam sekali duduk aja. dijamin, bakal lupa lagi besoknya (kecuali bagi yang punya IQ tinggi bisa mengingat cepat dan susah lupa)

karena otak kita udah punya beban pikiran yang berat diawalnya. jadi membuat kita 'stress' duluan. "duh gak hafal-hafal".

Ibarat kita ingin mengikuti lomba lari 100 meter misalnya. Apa kita pas hari lomba langsung lari tanpa latihan? Enggak mungkin kan.

Contoh lain, kalau kita mau berenang dilaut tapi kita belum bisa berenang. Belum tau berenang itu gimana. Tiba-tiba langsung nyemplung aja kelaut. Kira-kira gimana? Sama saja dengan menghafal alquran. Ketika kita ingin menghafal. jangan langsung berusaha untuk menghafalnya, latihan dulu untuk mendekati ayatnya.

Kenali lebih detail ayatnya. Istiqamah lagi dalam interaksi mengenal

(30)

sample

ayatnya. Pasti ketika mulai menghafal, tuh ayat gak merasa kecewa dengan kita.

Dibanding kalau cuman sekali duduk terus langsung berusaha untuk ngafal karena besok setoran nih misalnya. Yah tuh ayat ngambek lah. Seakan-akan ayatnya ngomong ke kita begini

"Mau coba berusaha ngafal aku tapi cuman mau kenal aku sehari aja? Mana mau aku kenalan sama kamu. Besok juga kamu gak

baca aku. Krn udah hafal dan disetor. Mending aku pergi aja dr kamu. Drpada aku dicuekin mulu setiap harinya. kamu dateng ke aku lagi paling kalau butuh aja. Kalau mau setoran sama muroja'ah

doang. mana mau aku melekat dihati kamu kalau kamu aja begitu ke aku."

tambahan nih, kalau mau lebih mengenal ayatnya, bisa diakhir setelah membaca 2 kali. coba baca artinya deh. nah, setelah 6 hari kita membaca 1 halaman 2 kali setiap ba'da shalat. dihari ke-7. dihari setoran. dijamin bakal mudah ngafal, bahkan udah hafal tanpa kita sadari.

Gimana kalau salah satu ba'da shalat ada yang gak terlaksana baca 1 halaman dua kali karena kesibukan sehari-hari yang tidak memungkinan untuk baca 1 halaman 3 kali?

1. Kita harus komitmen pada diri sendiri untuk bisa mengusahakan membaca alquran 1 halaman 3 kali setiap

(31)

sample

ba'da shalat. Gak makan waktu banyak. Minimal paling cuman 5 menit doang baca 1 halaman 3 kali mah.

2. Kalau memang bener-bener udah diusahakan tapi tidak bisa membaca karena memang bener-bener gak bisa bukan karena lalai (lupa atau karena tidak membawa alquran atau so’ sibuk). Usahakan diganti ba'da shalat lain. Jadi double bacanya. Atau dicicil diba'da shalat lain. Jadi misal, ba'da dzuhur gak bisa karena waktu istirahat yang sedikit. Diganti ba'da ashar baca 3 kali. Ba'da maghrib 4 kali. Usahakan dalam sehari tetap bisa membaca 1 halaman 15 kali dalam sehari. Dan tidak boleh dalam sekali duduk ya. Inget. Itu tuh penyakitnya.

3. Atur waktu pembagian baca sesuai dengan kesibukan kawan masing-masing. Misal,

Ba'da shubuh : 4 kali Dhuha : 2 kali Dzuhur : 2 kali Ashar : 2 kali Maghrib : 5 kali

Isya : -

(32)

sample

Atur waktu kawan-kawan sebaik mungkin. Ini adalah latihan dasar awal yang harus kawan-kawan kuasai (istiqamah). Ditahap latihan ini kawan-kawan masih 'gagal'. Hati-hati, ditahap selanjutnya untuk muroja'ah bisa keteteran juga.

4. Jadikan alquran sebagai teman. Bawa alquran kemanapun.

Kalau memang terlupa karena tidak memungkinan bawa alquran. Sediakan aplikasi alquran di handphone dengan tampilan yang sama persis seperti alquran aslinya.

Sekarang kita masuk pembahasan kegiatan di pekan kedua

dipekan kedua ini, kita udah punya kewajiban muroja'ah hafalan yang sudah disetor dipekan pertama.

gmn cara muroja'ah?

menggunakan rumus 2-4-2 rumus gmn tuh?

begini ya, coba dibayangin bareng2 ya pertama 2

kita baca secara keseluruhan ayat yang mau di muroja'ah sebanyak 2 kali aja

kedua 4

(33)

sample

ketiga 2

kita baca dua kali beberapa ayat sesuai jadwalnya.

semoga pada membayangkan dan memahaminya ya.

rumus 2-4-2 ini dibaca setiap ba'da isya ya.

jadi begini, di pekan kedua ini kan udah mulai masuk proses membaca 1 halaman berikutnya ya. halaman kedua. ketika ba'da isya, setelah baca halaman keduanya 3 kali. dilanjut muroja'ah halaman pertama yang dihafal dipekan pertama menggunakan rumus ini.

2 kali baca halaman pertama secara keseluruhan.

4 kali baca depan-depan ayatnya aja

contoh baca depan ayatnya gini. contoh di surat al baqarah.

ayat

1 : alif lam mim 2 : dzaalika 3 : alladziina 4 : walladziina 5 : ulaa ika

(34)

sample

diulang aja depan-depan ayatnya sambil liat tulisannya ya.

jangan ditutup atau dibayangin. cukup baca aja. biar mata bisa merekap letak-letaknya.

nah, 2 satu lagi (dr rumus 2-4-2) itu baca beberapa ayat sesuai jadwal. jadwalnya begini, misal. hari pertama kita baca hari senin ya.

1 halaman itu ada 15 baris. kita bagi 5 hari ya. jadi 3 baris perhari.

senin : 3 baris pertama selasa : 3 baris kedua rabu : 3 baris ketiga dst.

baca 2 kali ya...

kita masuk ke proses menghafal dipekan ketiga.

disini mulai ada dua jenis muroja'ah.

- muroja'ah baru

muroja'ah baru itu, muroja'ah hafalan yang baru disetor kemarin (dipekan kedua)

- muroja'ah lama

(35)

sample

muroja'ah lama itu, muroja'ah hafalan yang sudah lama disetor (dipekan pertama)

cara muroja'ahnya : cukup dibaca 10-15 menit setiap ba'da shubuh jadi, rangkumannya begini. dalam sehari kita ada 3 kegiatan

1. membaca ayat yang ingin dihafal setiap ba'da shalat

2. muroja'ah hafalan yang baru disetorkan kemarin dengan menggunakan rumus 2-4-2 setiap ba'da isya

3. muroja'ah hafalan yang sudah lama disetor dengan dibaca 10- 15 menit setiap ba'da shubuh.

gimana? simplekan? setiap hari kita bisa dengan mudah berinteraksi dengan alquran. selama sepekan kita bisa dengan mudah menghafal 1 halaman.

Pada bagian buku ini hanya sebagai gambaran saja. karena cara dari metode ini sangat panjang. dan bertahap-tahap. kalau mau setoran setiap hari gimana? kalau sudah hafal 1 juz muroja'ah nya gimana?

dosisnya pun gak cuman sepekan satu halaman. bisa bertambah sesuai dengan perkembangan kemampuan kawan-kawan dalam menghafal. yang pasti, tahap pertama cara ini fokus selama 5 bulan bisa menghafal 1 juz. setelah 5 bulan. nanti menggunakan cara yg berbeda dgn dosis yg bertambah.

(36)

sample

Untuk kelanjutan dari metode ini bisa diliat targetan hafalnya ditable yang terpisah dari buku ini. Dengan penjelasan yang tidak bisa ditulis secara keseluruhan pada buku ini. Harus dijelaskan secara langsung pada seminar khusus.

Tambahan,, inti dari menghafal alquran itu bukanlah hanya sekedar hafal. Intinya lebih dari itu. Inti dari menghafal itu, adalah istiqamah bersama alquran. Bisa lebih dekat dengan Allah. Bisa 'berbincang-bincang' dengan Allah secara langsung melalui kalamNya. Bisa hanya tergantung hanya kepada Allah melalui alquran.

Sebelum menghafal, usahakan amalkan dulu persiapan- persiapan sebelum menghafalnya. Ketahui dulu adab seorang penghafal alquran itu seperti apa. Pemanasan dulu sebelum mulai menghafal. Tidak langsung tiba-tiba menghafal tanpa persiapan.

Persiapan banyak bacanya.

Persiapan pemahaman ayatnya. Persiapan amalan-amalan sebelum menghafalnya. Kalau sudah pemanasan. Barulah mulai menghafal. Jangan heran, kalau kita gak mulai pemanasan ini dulu sebelum menghafal. Dijamin, pasti akan bingung dan sulit menghadapi rintangan-rintangan dalam menghafal alquran.

Teknik Menghafal Alquran

(37)

sample

PASCA MENGHAFAL Muraja’ah

Problematika Menghafal 1. Prolog

ketika menghafal pasti ada aja kendala-kendalanya. mungkin diseminar sebelum-sebelumnya sudah dibahas beberapa solusi ketika menghadapi kendala (problematika) dalam menghafal. tapi masih kurang terinci. seminar kali ini akan dibahas lebih rinci mengenai problematika menghafal. apa aja sih problematika dalam menghafal tuh? gimana sih solusinya?

masih inget materi apa aja yang harus kita persiapan ketika kita menghafal? salah satunya adalah problematika menghafal ini.

sebenarnya, problematika menghafal ini sulit mudahnya tergantung dari seberapa besar keimanan kita. semakin kuat iman kita semakin mudah menghadapinya. semakin futur keimanan kita semakin sulit menghadapinya. dan keimanan ini berkaitan dengan persoalan hati.

karenanya, inti solusi menghadapi problematika menghafal adalah dengan me-manajemen qalbu (hati) bagaimana cara me- manajemen qalbu? yaitu dengan belajar agama. dan belajar agama ini tidak akan ada selesainya. seumur hidup kita harus terus membina

(38)

sample

sebenarnya kawan-kawan pada tau gak? kenapa sih kita itu ketika menghafal ada aja godaannya. susah istiqamah lah. susah menghafalnya lah, susah muroja'ahnya lah, susah memprioritaskan, susah segalanya, kenapa sih begitu?

bukannya dengan menghafal alquran kita bisa mendapatkan banyak kebaikan? kok rasanya gak mudah ya? bukannya menghafal ini udah dijamin kemudahannya ya? kok malah berat ya? bukannya menghafal ini sudah dijamin bisa membersihkan hati ya? kok masih suka terlena ya? apa yang salah?

Kawan-kawan tau gak sih? kalau didalam alquran itu banyak sekali kemudahan, kemuliaan, dan hal-hal kebaikan itu cuman disandarkan hanya untuk 'orang-orang yang beriman' bukan untuk 'orang-orang islam' saja.

beberapa hari ini kalau aida lagi tadabbur ayat alquran suka merenung, didalam ayat kenapa ya disebutinnya kok hanya untuk orang beriman aja? berarti yang menjadikan kita bisa mendapatkan suatu hal dari Allah itu tidak cukup hanya dengan ber-islam.

kayaknya aida agak sedikit melebar nih pembahasannya, back to tema

jadi, kenapa sih menghafal alquran itu banyak banget problematika (kendala) nya? ini jawabannya,

(39)

sample

Makna Kata “Kabad” Dalam Surat Al-Balad Ayat 4

2. Pembahasan

(40)

sample

TANYA JAWAB Pertanyaan 1

Mana yang seharusnya kita utamakan, menghafal, mentadabburi Atau membaca sebanyak-banyaknya

Jawab

Tiga-tiganya harus diutamakan. Soalnya tiga hal itu saling berkesinambungan atau bergantung satu sama lain nanti jadinya.

Kenapa? Begini, Membaca banyak itu untuk menghafal. Gak akan bisa hafal kalau belum baca banyak. Atau mendengarkan bacaan yang banyak. Sebagai pengganti membaca. Bagi yang metodenya lebih nyaman dgn mendengarkan dibanding membaca.

Dan ketika membaca itu perlu tadabbur ayat supaya makin mantap menghafalnya. Supaya makin mengenal bobot bibit bebet ayatnya. Bukan berarti harus hafal apa yang sudah ditadabburinya ya.

Itu mah gak perlu. Karena dalam hal mentadabburi ini. Cuman Allah yang bisa berkehendak memberikan kita pemahaman. Yang penting kita sudah usaha untuk mencoba lebih dekat dengan ayatnya.

Bagi seorang penghafal alquran harus perlu dipahami, ketika menghafal mulai mendapati rintangan susah hafal-hafal diayat tertentu. Itu pasti karena dua poin :

Pertama, karena Kurang banyak baca. Kalau udah banyak

(41)

sample

tadabbur ayatnya. Karena bagi penghafal alquran itu. Ayat-ayat yang susah untuk dihafal itu adalah peringatan dari Allah untuk kita. Allah tuh lagi berbincang sama kita melalui ayat itu.

Coba peka deh sama ayat yang susah itu. Itu tuh pasti jawaban solusi atas permasalahan hidup kita. Gak percaya? Coba aja deh. Karena banyak santri-santri aida yang begitu. Dan aida pun sama. Kalau punya masalah langsung larinya ke alquran curhat ke Allah melalui muroja'ah hafalan. Kalau tiba-tiba ada yang macet. Nah itu tuh Allah lagi ngobrol sama kita... Kita harus peka akan hal ini.

Penghafal alquran bisa dekat dengan Allah itu melalui Alquran.

Karena peka akan isi alquran. Kalau sudah peka dengan isi alquran.

Disitulah banyak keajaiban alquran. Disitulah banyak keajaiban Allah pada ajaran agama islam ini. Inget ya. Penghafal alquran itu menghafal alquran bukan hanya sembarangan menghafal tanpa sebab dan akibat. Tapi menghafal alquran itu supaya lebih dekat dengan Allah melalui pengenalan lebih dalam lagi terhadap ayat-ayat alquran.

Dan Inget juga dengan apa yang aida sampein diseminar?

Jangan sampe ayat kecewa sama kita karena kita kurang mengenal ayatnya karena kurang banyak bacanya. Karena kurang mentadabburi ayatnya. Menghafal tanpa membaca banyak itu gak mungkin (kecuali bagi yang menghafalnya pake audio ya)

(42)

sample

Menghafal tanpa mentadabburi itu percuma. Cuman baca doang tapi gak dihafal sama gak ditadabburi ya percuma juga. Kan sayang jadinya. Kita baca doang banyak. Rajin tapi gak mencoba untuk menghafalnya dan mentadabburinya. Jadi gak dapat ruh dari alquran nya.

Inti dari menghafal alquran itu supaya kita mentadabburi ayat- ayatnya. Inti dari membaca itu pun sama. Allah menyuruh kita untuk membaca dan menghafal alquran itu bukan hanya sembarangan membaca dan menghafal. Tapi dapatkan esensinya dengan mentadabburi.

Analoginya gini, Kalau guru bilang, soal no ini jawabannya ada di buku ini. Coba baca bukunya biar tau jawabannya. Apa kita cuman sekedar baca? Enggak kan. Pasti fokus memahami bukunya ketika membaca supaya bisa menemukan jawabannya.

Ketika guru bilang, coba hafalkan materi ini ya buat ujian nanti.

Apa cuman dengan hafal teks aja kita bisa ngejawab ujiannya nanti?

Enggakkan, pasti pas ngafal itu sambil di pahami materinya biar pas ujian makin mantap jawab soal-soalnya.

Sama halnya dengan membaca dan menghafal alquran. Jadi, gak ada yang lebih utama dari ketiga hal itu. Semuanya utama. Ketika menghafal harus banyak baca dan mentadabburinya. Ketika membaca banyak untuk menghafal dan mentadabburinya. Ketika

(43)

sample

Pertanyaan 2

Ada lagi.. Gimana sih cara dan waktunya buat ngafal sama murojaah yang seimbang

Jawaban

pertanyaan yang populer banget nih. Kalau kata ustadz adi hidayat. Gimana cara membagi waktunya biar seimbang?

ya tinggal dibagi. Kelar.

Jangan dibawa ribet dah. Sebenernya kita gak bisa menyeimbangkan aktifitas kita antara menghafal dan muroja'ah itu karena kurang praktek, kurang kuat tekadnya, kalau kata ustadz abdul aziz masih tidak membuat alquran itu sbg prioritas

Ngaku mau menghafal alquran tapi alquran aja belom jadi prioritas kita sehari-hari? Jangan ngarep bisa hafal alquran, mutqin lagi. mustahil bung Begini, orang beriman itu cirinya sami' na wa atha'na

Kami DENGAR dan kami TAATI Bukan sami'na wa mikirna

Kami dengar dan kami mikir-mikir dulu dengan menyampaikan berbagai macam alasan tanpa praktek yang istiqamah* Materi yang sudah disampaikan itu udah jelas

(44)

sample

memberikan jawaban gimana sih cara membagi waktunya. Antara kesibukan sehari-hari? Antara ngafal dan muroja'ah?

Materi yang sudah disampaikan itu materi dasar banget yang harus kawan-kawan coba praktekin dulu. kalau belum dipraktekin udah banyak masalah. Ya wajarlaaah... Makanya praktekin aja dulu.

Kalau udah dipraktekin tapi masih bermasalah. Konsul lagi ke aida. Dijamin pasti masih ada yang salah dalam menghafalnya. Kalau amalan-amalan sebelum menghafal nya gak kepegang. Ya pastilah bingung cara ngebagi waktunya. Mau dengan metode apapun. Kalau amalan-amalan sebelum menghafalnya belum kepegang. Pasti masih bingung dengan problematika menghafal alquran itu gimana solusinya.

Apa aja amalan-amalan sebelum menghafal? Nanti coba aida jelasin sedikit dijawaban pertanyaan yang lain ya. Karena ada yang nanya hal ini soalnya. Kalau problem gak bisa ngebagi waktunya karena dunia. Karena kekotoran hati. Nanti adalagi solusinya. Yang pasti, menghafal alquran itu membersihkan hati. Hati yang kotor pasti susah menghafal. Tapi, bukan berarti kalau merasa hatinya kotor jadi gak mau menghafal alquran.

Justru dengan menghafal alquran hati yang kotor itu bisa perlahan-lahan kita bersihkan. Kayaknya pembahasan ini akan dijelasin dijawaban pertanyaan yang lain. Kayaknya makin melebar

(45)

sample

Intinya gini, kalau kata ustadz oemar

TAAT TANPA TAPI DAN NANTI. PATUH TANPA SYARAT Ketika kita sudah mempraktekkan prinsip demikian. Insya allah membagi waktu untuk menghafal dan muroja'ahnya mudah.

Yang penting itu sabar. Emang kalau Menghafal alquran itu gak ujug- ujug kita bisa mempraktekkan semua tahapan metodenya. Tapi kita harus sabar terus taat menjalaninya walaupun masih berat dan sulit rasanya.

Ketahuilah, bahwa disitulah Allah sedang membersihkan hati kita supaya bisa siap dengan mudah menerima alquran hadir didalam hati kita. gimana caranya istiqamah? Dengan banyak-banyak belajar ilmu agama. Mencash terus keimanan. Supaya bisa terus semangat istiqamah.

Dan harus dipahami pula tahapan proses istiqamah ini gimana.

Tau kan, amalan yang sedikit tapi istiqamah itu yang Allah lebih sukai dibanding amalan banyak tapi gak istiqamah. Disitu udah ada kunci solusinya. Mulailah dari hal yang sederhana, mudah, tidak memberatkan untuk membuat kita istiqamah.

Kalau merasa satu halaman sepekan berat? Mending setengah halaman satu hari dah. Kalau masih berat juga. Ya turunin lagi dosis bacanya jadi seperempat halaman dalam sehari. Dengan

(46)

sample

hal yang sederhana ini, kita melatih diri untuk bisa mencintai kegiatan ini supaya bisa istiqamah dan masuk ke level berikutnya.

Istiqamah itu level yang paling tinggi. Jujur. Kalau dalam menghafal sendiri. Terkadang aida masih suka susah istiqamah juga.

Tapi ya setidaknya, kita tetap berusaha terus untuk istiqamah.

Dripada gak nyoba usaha istiqamah sama sekali. Solusi istiqamah yang paling mujarab menurut aida adalah dengan membersihkan hati, pelajari buku-buku untuk membersihkan hati. Buku yg recomended banget menurut aida

1. Buku ibnu qayyim al jauziyay tentang indah nya sabar

2. Buku ustadz ali ibn muhammas ad dihami tentang mengendalikan hawa nafsu

3. Buku ustadz abdul aziz tentang anda pun bisa menjadi hafidz alquran dan menghafal alquran itu mudah.

Suatu amalan bisa kita kerjakan kalau kita tau ilmunya. Kalau kita sudah tau ilmunya. Itu bisa memotivasi kita untuk terus semangat istiqamah beramal. Nah, ilmu istiqamah ini tuh luas banget. Ilmu istiqamah ini hampir mencakup semua ilmu agama materinya. Semua ilmu agama bisa menjadi cash keimanan kita untuk mendapatkan ilmu istiqamah ini.

Gimana caranya kita biar gak terlena dengan zona nyaman?

(47)

sample

muhammad ad dihami. Disitu isinya mengupas tuntas peperangan antara diri kita dengan hawa nafsu supaya bisa keluar dari zona nyaman belenggu setan.

Jangan berhenti untuk belajar ilmu agama ini. Karena ilmu agama begitu luas dan terus berkembang sesuai problematika zamannya. Gali terus ilmu agama supaya kita bisa istiqamah.

Pertanyaan 3

Terus kan aku masih sekolah nah waktu dzuhur kan masih disekolah gak sempet buat buka al quran...itu gimana?

Jawaban

yakin gak sempet banget banget untuk buka alquran? Masa sih gak sempet? Emang disekolah dari pagi sampe pulang sekolah bener-bener non stop belajar? Gak kan? Pasti sempet kok. Gak mungkin gak sempet.

Gak sempet karena diri kita sendiri yang tidak mensempatkannya. Padahal banyak kesempatana yang bisa digunakan untuk baca alquran tapi kitanya gak peka dan terlena akan hal lain. Kalau emang dzuhur gak bisa kan udah disampaikan dimateri seminar. Usahakan diganti diwaktu ba'da shalat yang lain. Yang penting, sehari bisa membaca 10 kali tanpa sekali duduk ya

Dzuhur gak bisa ya kan ada istirahat dhuha. Dhuha gak bisa

(48)

sample

ada waktu kosong tanpa guru tanpa belajar yang terkadang suka dilewatkan dengan hal yang kurang manfaat. Mending dipake buat baca alquran. Gak lama kok. 1 halaman 1 kali baca cuman 1.5-3 menit doang baca mah.

Murid aida, dia pelajar juga. Tapi suka cerita kalau disekolahnya dia baca pas jam istirahat. Jam gak ada guru. Jam nunggu guru. Jam kelar belajar sebelum ganti guru. Dia bisa baca alquran. Murid aida di online juga ada yang pelajar. Dia malah suka setoran pas disekolah.

Kalau alquran udah jadi prioritas kesibukan apapun gak akan menjadi penghalang.

Pertanyaan 4

Bagaimana pendapat kakak tentang nasyid?

Jawaban

Selama belajar dikampus, aida tau kalau Yang dilarang didalam alquran adalah musik. Tafsiran nya juga ada berbagai macam pendapat. Dari yang sudah aida pelajari dan pengalaman aida pribadi.

Ternyata emang bener. Musik lagu itu harus dihindari walaupun itu adalah musik lagu positif seperti nasyid. Karena itu suatu hal yang gak bermanfaat pada akhirnya. Karena ada yang lebih

(49)

sample

Jadi pendengaran kita benar-benar cuman mendengarkan hal-hal yang berpahala untuk bekal kita nanti diakhirat. Karena semua nanti akan dipertanggung jawabkan. Walaupun itu nasyid yang isinya bagus. Kalau Allah nanya ke kita nanti pas di hisab begini gimana?

"Emang gak bisa diganti dengan murottal? Kenapa harus nasyid?

Emang ada ya didalam ajaran AKU ini menganjurkan untuk mendengarkan musik walaupun itu positif seperti nasyid?"

kita jawab apa nanti pas dihisab sama Allah kalau ditanya begitu hayo? Tapi bener, sepengalaman aida. Awalnya aida itu gak bisa jauh dari musik kalau lagi belajar aja tapi. Karena aida kalau gak denger musik pas belajar malah gak fokus. Dari awalnya musik barat korea jepang.

Dengan alasan kalau musik indonesia nanti malah aida ngikut nyanyi makin gak fokus belajar. Kalau musik asing kan aida gak tau itu apa. Jadi bisa fokus belajar. Sampe akhirnya baru sekarang banget ini. Pas belajar tentang mengendalikan hawa nafsu dari buku ustadz ali.

Ternyata memang lebih baik itu cukup cuman alquran yang kita perdengarkan. Itu tuh godaan setan supaya kita bisa sedikit melenceng membolehkan yang tidak diharamkan secara jelas.

Karena hal ini kan hukumnya masih perdebatan ya.

(50)

sample

Bahkan dikampus ketika neliti tafsiran ayat tentang musik.

Ternyata masuknya diperbolehkan tapi dengan syarat. Tidak melenakan. Setelah belajar lebih lagi. Ternyata ada yang lebih utama yaitu meninggalkannya. Hal ini butuh proses pemahaman ilmunya.

Dan ada tahapan-tahapan hijrahnya. Sama seperti yang aida alami.

Orang yang berilmu dan beriman itu. Meninggalkan hal-hal yang diperdebatkan. Ada yang lebih baik dan lebih utama yang harus kita amalkan lagi dibanding harus mengamalkan hal yang masih diperdebatkan. Disitulah adanya fitnah godaan setan hadir.

Pertanyaan 5

Setelah berhenti menghafal karena lalai; nikah, mngajar, punya anak, kesibukan rumah tangga, organisasi,, aku ingin mulai menghafal lagi.. tapi trkendala kapan waktu yang tepat buat ibu rumah tangga untuk menghafal..kalo dari pagi-siang-sore-malam diganggu urusin anak-anak usia 6,5 dan 3 tahun..kalo malam lelah sisa tenaga..

Jawaban

ini kategori pasien yang berbeda nih. Hehehe... Kalau materi yang udah disampaikan diseminar itu bagi yang masih awam banget belum punya basic ngafal sebelumnya. Untuk yang sudah punya hafalan. Pernah menghafal. Ini harus di diagnosis lebih lanjut penyakitnya.

(51)

sample

Kalau emang mau menghafal 1/2 halaman sehari. Dosis baca setiap baca shalatnya bertambah. Gak cuman dua kali. Baca 10 kali.

Coba baca lagi materinya. Kalau itu kan untuk setoran sepekan sekali.

Kalau setor setiap hari caranya sama kok.

Dihari kedua tetep baca yang mau dihafal setiap ba'da shalat.

Ba'da isya plus muroja'ah pakai rumus 2-4-2. Dihari ketiga, selain baca yang untuk dihafal. Ba'da isya muroja'ah hafalan baru. Ba'da shubuh muroja'ah hafalan lama.

Dan begitu seterusnya sampai hari kelima. Hari ke enam usahakan libur dulu dari kegiatannya. Hari ketujuh baru mulai muroja'ah hafalan yang sudah didapat selama sepekan. Dengan di baca setiap ba'da shalat semuanya. 2-4 kali.

Kalau sekiranya belum mantap hafalannya. Dipekan kedua jangan mencoba untuk nambah hafalan. Fokus muroja'ah dulu dengan dibaca. Agak rumit untuk dijelasin. Kecuali kalau praktek langsung biar ketauan nanti obatnya yang cocok gimana. Dosisnya yang cocok gimana.

Problematika IRT emang sedikit berbeda nanti solusinya.

Karena nanti solusi yang paling jitu itu dengan mengajak keluarga ikut kegiatan menghafal. Terutama kalau masih kecil anak nya. Sambil diajak aja mendengarkan bacaan ibu setiap ba'da shalatnya. Ketika menghafal ajak anak supaya bisa mengikutinya.

(52)

sample

Kalau masalah IRT itu balik lagi kediri masing-masing.

Solusinya, pelajari lagi amalan-amalan sebelum menghafalnya. Biar punya solusi. Punya guru itu penting. Punya lingkungan yang sedang menghafal itu juga sangat mendukung.

Untuk lebih detail kelanjutan solusinya. Bisa pc aida ya bunda.

Selamat berjuang bunda Pertanyaan 6

Jadi gini ya kaka, dalam proses mengahafal itu kan banyak rintangannya. Termasuk kegiatan kita sehari-hari. Nah pertanyaan saya itu kaka.. Apakah perilaku atau kegiatan kita yang tidak baik itu dapat mempengaruhi hafalan kita. Misalnya dengan tidak sengaja kita berkumpul dengan teman lalu tanpa sengaja membicarakan orang lain, atau misal kita melakukan maksiat..nah itu berpengaruh tidak kaka..pada proses menghafal kita atau..berpengaruh pada hafalan kita, misal jadi lupa trus buat ngafalnya kok nmbah susah.

Jawaban

berpengaruh banget. Seorang penghafal alquran punya ciri khas tujuan hidup yang berbeda dibanding yang lainnya. Pasti penghafal alquran punya prioritas kegiatan bersama alquran. Kalau masih bergabung dengan teman-teman yang melenakan jangan heran pasti banyak problematikanya yang muncul.

(53)

sample

Karena kita belum komitmen pada diri sendiri kalau kita ini tuh penghafal alquran. Kita belum bisa memenuhi komitmen kita dihadapan allah kalau kita ini seorang penghafal alquran. Makanya pasti banyak problem pasti nantinya. Entah itu lupa, alquran gak jadi prioritas lagi, muroja'ah terlalaikan, hafalan gak maju-maju.

Ya itu sih salah diri sendiri. Mau jadi penghafal alquran malah ngedeketin maksiat atau dosa. Emang seorang penghafal alquran itu orang yang banyak melakukan maksiat atau dosa ya? Gak kan? Aida udah jelasin dijawaban sebelumnya.

Salah satu solusi problematika menghafal adalah jauhi maksiat. Kalau memang belum bisa. Ya setidaknya berusaha sekuat tenaga supaya menjauhi hal itu. Kalau memang sudah layak dipandangan Allah. allah pasti akan menjauhkan kita dari lingkungan yang penuh dengan dosa.

Untuk sekarang masih dilingkungan yang penuh dosa ya itu wajar. Allah lagi menguji komitmen kita. Bener gak sih kita mau menghafal alquran? Atau malah dikasih masalah sedikit aja.

Lingkungan yang kurang mendukung. Tiba-tiba kita mengeluh dan mundur untuk menghafal?

Wah gaswat tuh. Komitmen, keseriusan, niat kita untuk menghafal alqurannya harus dipertanyakan lagi tuh. Pasti ada yang bermasalah.

(54)

sample

Pertanyaan 7 Pertanyaan ..

1. Untuk kita-kita yang jelita (jelang limapuluh tahun) apakah ada trik- trik khusus dalam menghafal ..

Karena luar biasa sulitnya... Cepet lupa ... Dapat ayat selanjutnya.. ayat sebelumnya lupa... Mohon pencerahannya ustadz..

jawaban

ada. Jangan terlalu memaksakan diri ingin segera cepat hafal.

Santai dan sabar aja ikutin proses tahapannya. Kalau gak boleh lanjut jangan lanjut ke ayat berikutnya. Fokus muroja'ah.

Aida lebih sering ngajar ibu-ibu jelita dan ibu-ibu sosialita sih.

Ada salah satu ibu yang sabar banget ngejalanin prosesnya. Dan sepekan targetannya itu cuman 3-5 baris aja. Gak boleh terlalu memaksakan. Karena ini sedang melatih otak kembali supaya bisa terbiasa menghafal kan ya.

Caranya sama kayak materi yang aida udah share. Tapi dosisnya dikurangin. Gak sehalaman. Tapi 1/4 halaman atau 3-5 baris. Makanya, setiap orang ketika ingin menghafal harus tau kemampuan diri bisa dosisnya seberapa banyak. Tidak boleh memaksakan diri harus sekian dan sekian padahal kegiatan sibuk, belum punya basic menghafal, tajwid masih salah.

(55)

sample

Nah ini jangan terlalu memaksakan diri. Harus ada proses- proses lain yang dilalui sebelum menghafal 1 halaman sepekan.

Bahkan satu halaman sehari. Ada tahapan-tahapannya. Dari dosis yang sesuai kemampuan. Dosis yang paling terendah sampai kita siap menggunakan dosis yang tertinggi.

Jangan langsung make obat yang dosis nya tinggi. Nanti kan bisa overdosis jadinya.

Pertanyaan 8

2. Ketika haid bagaimana dengan jadwalnya... Apakah bisa berjalan seperti biasanya...? Jazakumullah Khoir..

Jawaban

tergantung pendapat ulama yang diambil. Apakah ngikut pendapat yang boleh membaca dan menghafal. Atau yang mengikuti pendapat yang melarang. Itu sih gak ada masalah. Kalau mengikuti yang boleh. Berarti masih bisa mengikuti jadwal menghafalnya seperti biasa. Kalau mengikuti pendapat yang tidak boleh. Diganti jadwalnya jadi muroja'ah mendengarkan murottal aja paling.

Pertanyaan 9

Ketika seseorang sudah menyelesaikan hafalan qurannya tapi hanya sekedar ziyadah saja. Dan baru mutqin sekitar 10 juz. Tapi

(56)

sample

Menurut ustadzah murajaahnya enaknya difokusin satu juz sampai mutqin baru pindah. Atau ditilawahin saja setiap hari memutar jadi tidak dijuz itu saja. Syukron Ustadzah

Jawaban

untuk yang sudah punya hafalan. Walaupun sudah mutqin.

Yang mutqin ini tetap tidak boleh dilepas muroja'ahnya. Nanti ada yang namanya muroja'ah harian, muroja'ah pekanan, dan muroja'ah bulanan. Bagi yang sudah punya hafalan. Ini wajib rutin harus dijalanin.

Mengikuti saran ustadz abdul aziz abdur ra'uf. Guru aida.

Yang 10 juz sudah mutqin itu dibuat jadwal muroja'ahnya.

Senin - jum'at : muroja'ah 2 juz bergiliran.

Sabtu-ahad : muroja'ah 5 juz perharinya.

Untuk muroja'ah hafalan yang belum mutqin. Itu cara muroja'ahnya ada lagi. Aida pun sama masih muroja'ah terus setiap harinya. Belum mutqin semua.

Contoh,

Yang mutqin juz 1-10 Senin : juz 1-2

Selasa : 3-4

(57)

sample

Rabu : 5-6 Kamis : 7-8 Jum'at : 9-10 Sabtu : 1-5 Ahad : 6-10

Berarti yang mau dimuroja'ah baru adalah juz 11. Harus tau kemampuan diri dengan kesibukan yang ada. Sehari bisa muroja'ah 1-2 halaman. Kita ambil kalau muroja'ah sehari 1 halaman ya.

Berarti selama 5 hari bisa dpt 5 halaman. 1/4 juz. Setiap ba'da shalat baca rutin 1 halaman yang akan dihafal hari itu.

Ba'da isya/shubuh : mulai menghafal.

Plus, ada agenda tilawah ziyadah muroja'ah. 1/4 juz yang akan dimuroja'ah selama sepekan ini. Harus rutin ditilawah setiap harinya sebanyak 3 kali baca. Inget ya cukup dibaca.

Dihari kedua nambah satu halaman. Ba'da isya jangan lupa di muroja'ah ziyadah yang kemarin pakai rumus 2-4-2.

Ba'da shubuh : fokus untuk menghafal.

Ya kira-kira begitu. Jadi dalam sehari ada berapa agenda?

1. Muroja'ah harian juz yang mutqin

(58)

sample

2. Ziyadah muroja'ah sehari 1 halaman

3. Tilawah muroja'ah yang akan dihafal selama sepekan. Dibaca 3 kali.

4. Muroja'ah hafalan baru yang kemarin di hafal menggunakan rumus 2-4-2

Pembagian waktunya bisa disesuaikan sesuai kesibukan masing-masing. Untuk setiap ba'da shalatnya diusahakan baca 5-10 kali. Semoga bisa dipahami

Pertanyaan 10

apakah maksiat merupakan salah satu penyebab hilangnya hafalan kita? Ana pernah mendengar perkataan , " tidak akan bersatu di dalam hati seseorang antara musik dan Al-Qur'an, pasti salah satunya akan menyingkirkan yg lain"

Bagaimana tanggapan teteh mengenai pernyataan tersebut?

Apakah pernyataan tersebut benar?" Syukron, Jazaakillahu khayr teh.

Barakallahu fiik..

Jawaban

nanya pendapat aku kan ya? Sesuai pengalaman aida sih begini Maksiat merupakan penyebab hilangnya hafalan : ya.

(59)

sample

" tidak akan bersatu di dalam hati seseorang antara musik dan Al-Qur'an, pasti salah satunya akan menyingkirkan yang lain"

Bener banget. Coba baca jawaban aida yang tentang musik dipertanyaan sebelumnya. Musik itu jelas dilarang. Musik dan lagu masih perdebatan dilarang atau tidaknya. Hal yang masih belum jelas keterangan hukumnya. Daripada kita kejebak dengan godaan setan yang menipu. Lebih baik ditinggalkan.

Kenapa gak bisa bersatu antara musik dan alquran?

Jelas. Musik itu kesukaan setan banget. Alquran dibenci setan banget. Makanya gak bisa bersatu. Inilah perang antara musik dan alquran. semakin sering musik diperdengarkan. Pasti alquran bisa terlupakan tanpa disadari. Semakin alquran diperdengarkan. Maka musik akan menjauh tanpa disadari.

Itu sih yang aida alami. Ketika aida sering denger musik dan lagu walaupun itu cuman buat belajar aja. Tapi bener deh. Alquran tiba-tiba menjauh. Ketika fokus dengan memperdengarkan alquran aja. Itu bener deh. Musik tiba-tiba terlupakan. Gak percaya? Coba teliti ke diri sendiri deh

Pertanyaan 11

Kak, salah gak kalau kita ngafalnya itu cuman dengerin murottal saja atau sambil baca juga. Tapi kalau baca saja saya mah

(60)

sample

gak bisa fokus langsung ngafal. Harus denger murottalnya dulu baru bisa hafal.

Jawaban

Ciri khas kita dalam menghafal ini yang harus kita ketahui.

Jangan sampe kita cuman asal ngikut cara orang tapi sebenernya kita punya ciri khas tersendiri dalam menghafal. Karena gak semua orang bisa sembuh dengan obat yang sama. Bisa jadi dia sembuh dengan obat yang berbeda.

Gak salah kok. Itu udah benar. Tinggal, kita mengakali gimana caranya dengan ciri khas ngafal kita ini kita tetap bisa lancar menghafal seperti orang-orang yang biasanya menghafal dengan ciri khas yang standar.

Jadi gini, kalau udah tau ciri khas dalam menghafal kita lebih mudahnya gimana. Tetap fokus menggunakan cara yang mudah itu sesuai ciri khas kita. Kalau harus sambil dengar murottal. Ya berarti setiap ba'da shalat bacanya gak cuman baca doang. Tapi sambil dengerin murottal juga. Atau denger murottalnya pas lagi berkendara.

Nunggu seseorang. Atau dimana pun sambil dengerin murottal.

Kalau harus baca bersama-sama dengan orang lain. Nah ini bagus nih. Jadi kita bisa ngajak orang lain untuk ikut ngaji juga.

Karena memang kita lebih mudah kalau bareng-bareng kan ngajinya?

(61)

sample

Misal kerja dikantor. Jam istirahat. Jam pulang ngantor. Sebelum ngantor. Coba ajak satu orang untuk nemenin ngaji.

'Ngaji yuk. Targetan ngafal nih. Gua bisa gampang ngafal kalau ada yang bareng ngafalnya. Nemenin aja. Bentaran doang kok.

Cuman 2 kali baca."

Ini harus rutin dilakukan. Aida pun sama. Dikampus suka gitu.

Gak bisa aida muroja'ah sendirian terus. Jam istirahat ngampus, jam sebelum ngampus. Jam pulang ngampus. Suka kemasjid. Terus ngajak temen.

'Habis ngampus mau kemana? Istirahat mau kemana? Temenin muroja'ah yuk. Sambil nunggu agenda lain kan lumayan. Daripada cuman pada duduk-duduk diselasar masjid aja. Mending dengerin aida muroja'ah"

Harus punya prinsip. orang ngikut kesibukan kita. Bukan kita yg ngikut kesibukan mereka.

Kita penghafal alquran. Sibuknya harus lebih banyak bersama alquran. Jangan sampe keganti dengan kesibukan lain. Kalau tiba- tiba sibuk dengan yang lain. Ya ajak orang lain tetap ikut sibuk dengan agenda rutin kita bersama alquran.

Harus punya komitmen kepada jadwal diri sendiri. Waktunya muroja'ah ya muroja'ah. Waktunya ngafal ya ngafal. Waktunya baca

(62)

sample

ya baca. Disinilah yang menjadi ciri khas penghafal alquran yang berbeda dengan orang-orang yang tidak menghafal alquran.

Disinilah yang menjadi identitas penghafal alquran terlihat.

Kalau menjadi penghafal alquran belum bisa seperti itu? Belum layak disebut sebagai penghafal alquran. Karena alquran masih suka tergadaikan dengan agenda lain.

Pertanyaan 12

Assalamualaikum kak, saya dewi anjar dari pasuruan. Saya mau bertanya, saya itu kak sudah lamaaaa sekali sudah jarang murojaah kak, dan lumayan banyak ayat-ayat yang mulai saya lupa kak, saya itu pengen banget bisa istiqomah murojaah, biar hafalan saya gak hilang. Tolong beri saya cara kak, biar saya terus semangat, istiqomah dan bisa mengembalikan hafalan saya kak. Terimakasih kak. Wassalamualaikum

Jawaban

kalau emang udah jarang banget muroja'ah. berarti bisa mulai muroja'ah lagi seperti ngafal baru. caranya gimana? seperti metode yang udah dishare di telegram. coba dicek aja. ikutin metodenya dari dasar banget sampai nanti sudah mulai terbiasa dan nemu pola metodenya gimana. jangan terlalu memaksakan diri ingin muroja'ah dari juz tengah atau juz-juz yang ngacak.

(63)

sample

usahakan mulai dari awal lagi seperti baru pertama menghafal.

harus ikutin amalan-amalan sebelum menghafalnya. persiapan menghafalnya harus lebih matang. biar nanti ketika sudah mulai hafal kembali tidak keulang lagi jadi futur lama gak muroja'ah. di metode yang sudah dishare di telegram itu mengajarkan kita untuk selalu berinteraksi bersama alquran. proses awalnya memang lumayan lama. proses pendekatan mendapatkan feel menghafalnya. kalau sudah dapat feelnya dan sudah dibersihkan oleh Allah hatinya.

insya allah setelahnya pasti lebih cepat khatamnya. Tahapan- tahapan dalam menghafal yang harus bisa dilalui dengan sabar.

jangan terlalu terburu-buru ingin lanjut ketahap selanjutnya kalau hafalan sebelumnya belum mutqin. ini salah satu penyakit penghafal alquran di akhir zaman. feel menghafalnya gak dapat.

coba baca aja materi-materinya dari awal di telegram sama materi yang udah aida share kemarin ya. insya allah semua pertanyaan sebenernya udah terjawab disana. tapi terkadang Allah menutup pemahaman kita. jadi masih suka bertanya tentang hal-hal yang sudah terjawab.

Banyak-banyak istighfar. Banyak-banyak bertaubat. insya allah akan dibukakan pemahaman kita untuk bisa mengerjakannya

Pertanyaan 13

Assalamualaikum warahmatullahi Wabarokatuh... Ka aku

(64)

sample

seandainya kita sedang berada di negara orang lain yang mayoritas non muslim tapi keinginan kuat buat menghafall sedangkan disana mungkin nyari masjid atau tempat" rumah Qur'an pun sangat jarang..

nahh kan kalau menghafal Al-Qur'an itu harus did

Referensi

Dokumen terkait