Beliau bertanya kepada saya, “Sepertinya Dekan kena Covid ya?” Saya jawab: “Iya betul Prof. Tanggal 1 sampai 17 November Bapak akan menginap di RSND.” Dia berkata, "Oh, maaf, kenapa saya tidak tahu." Dan kali ini kami sangat berterima kasih atas inisiatif alumni dan teman-teman Edents yang akan membuat buku kenangan tentang sosok beliau.
Pengantar Editor
Selayang Pandang Prof. Miyasto
Ada kesaksian dari mantan mahasiswa yang datang untuk mengadu karena tidak mampu membayar biaya sekolah karena orang tuanya tidak mampu lagi membayar biaya sekolah. Miyasto meninggal dunia dan dimakamkan pada 24 Maret 2021 di Pemakaman Universitas Diponegoro, Tembalang sesuai protokol kesehatan.
Kisah “Pemikul”
Beban Orang Lain
Luthfi Hamidi
Endang Tri Widyarti, MM (istri Prof. Miyasto) yang mengizinkan dan sangat mendukung proses penulisan kesaksian ini, Dekan FEB Undip, Prof. Tak kalah pentingnya, saya mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak di balik layar yang telah menyediakan buku ini kepada pembaca : Agus M.
Prolog
Profesor dengan Pendekatan
Bulkonah yang Unik
Saya mendapat telepon dari bagian admisi Unpad dan bertanya, “Bagaimana kabarnya?” Saya sempat deg-degan sekaligus stres karena menurut saya gempa Jogja dan Klaten bisa jadi gangguan saat saya sedang menulis skripsi. Sekali lagi, kita semua tahu bahwa beliau adalah seorang profesor yang sangat langka pada masa itu.
Sapa
Sahabat
Prof. Miyasto, Sosok Pemimpin yang
Mengayomi
Miyasto tidak hanya menantang saya, tapi selalu memberi saya banyak dorongan untuk mencapainya. Sosok beliau saat saya menjadi Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis terus memberikan dukungan tiada henti bagi saya untuk perkembangan Fakultas.
Berwibawa dan Inspiratif
Selamat Jalan
Sahabatku Prof. Miyasto
Prof. Miyasto selalu tampak tenang dan tersenyum meski badai sering menerpa kami dalam keseharian bekerja. Prof. Miyasto selalu tampil tenang dan tersenyum meski badai sering menerpa kita dalam kesehariannya.
Bukan Professor, Tapi “Doktor”
Khusus untuk saya, karena biasanya kalau saya sampai di kantor jam Pukul 6.30 dia sudah berada di kantor dan memesan sarapan. Untuk itu kita hanya bisa berdoa semoga beliau beristirahat dengan tenang di sisinya dan diampuni segala kesalahannya karena beliau adalah sosok sahabat yang sangat baik hati, baik hati, penuh perhatian kepada sahabat.
Mengenang Sahabat, Prof. Miyasto
Asas kebenaran dan kejujuran akademik menjadi ciri utama almarhum dalam perumusan unsur-unsur pengukuran ketahanan nasional, terutama dalam merumuskan variabel, indikator, dan parameter ketahanan nasional. Asas kebenaran dan kejujuran akademik menjadi ciri utama almarhum dalam merumuskan unsur-unsur pengukuran ketahanan nasional, khususnya dalam merumuskan variabel, indikator, dan parameter ketahanan nasional.
Kang Miyasto yang Kami Kenal
Tak disangka, di antara anak-anak kami yang bersekolah di Undip ternyata ada mahasiswa Kang Miyasto. Setelah komunitas Alumni SMANSA 68 terbentuk dan mengadakan reuni, Kang Miyasto pun ikut bergabung dan berpartisipasi.
Pendidik Sejati
Prof. Miyasto
Guru Besar Panutan yang
Software statistika atau ekonometrika masih sangat langka pada saat itu dan belum diperkenalkan dalam perkuliahan. Mi yang saat itu masih lajang, tinggal di ruang guru di Semarang.
Guru Kami yang Meneduhkan
Kenangan yang sangat nyata adalah ketika beliau selaku Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Jawa Tengah memberi saya kesempatan menjadi ketua kelompok studi pengembangan perusahaan daerah di Provinsi Jawa Tengah. Miyasto selalu meminta kami untuk memberikan pemaparan yang sangat detail dan argumentatif serta analisa yang detail agar apa yang dilakukan selalu memiliki justifikasi yang baik dan logis.
Selamat Jalan Guru Prof. Miyasto
Walaupun masih segar dalam ingatan saya sebagai mahasiswa tahun 1978, namun almarhum adalah seorang dosen yang baik hati, baik hati dan suka menolong. Sikap rendah hati namun berprestasi inilah yang menambah keyakinan dan inspirasi saya bahwa almarhum adalah sosok yang patut dijadikan teladan.
Guru, Kolega, Senior, dan Orang Tua Terbaik
Semoga Allah mengampuni segala kesalahan dan semoga Allah SWT merahmatinya. terimalah segala amal kebaikannya.
Guru dan Mentorku Sepanjang Masa
Sehingga ia berambisi memberikan nilai tambah dengan memberikan kemudahan bagi mahasiswa untuk memperoleh sertifikasi berdasarkan ilmunya. Sehingga ia berambisi memberikan nilai tambah dengan memberikan kemudahan bagi mahasiswa untuk memperoleh sertifikasi berdasarkan ilmunya.
Pribadi yang Super Humble
Saya hanya tahu ada WAnya pada waktu malam yang pada dasarnya mengucapkan selamat tinggal dan memulangkan kunci bilik. Izinkan, jika tidak keberatan, kami di PDIE masih memerlukan tenaga dan pemikiran Prof Mi dalam mengajar dan membimbing pelajar S3.
Piawai Buat
Materi Sulit Jadi Mudah
Selain itu beliau juga menjabat sebagai Ketua Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI) Jawa Tengah dan terakhir menjadi Ketua Pembina Yayasan Alumni Undip. Saya ditinggal sendirian saat membuka ujian wisuda karena ada rapat terkait jabatannya sebagai Kepala Bappeda Jateng.
Pendidik yang Sangat Disukai
Dia juga tidak pernah mengadakan lamaran walaupun dalam kesibukannya. Ada istilah beliau yang selalu saya ingat semasa kelas kaedah penyelidikan.
Promotor
Responsif dan Fleksibel
Semoga segala amal shaleh dan amal shalehnya menjadi rezekinya di alam kubur dan di akhir Yaumil serta dimasukan ke dalam surganya.
Sebuah Tuntunan dan Bimbingan
Sebagai 'generasi muda', saya dibekali banyak ilmu, pola hidup santun dan kepercayaan diri yang besar untuk memimpin berbagai kegiatan akademik setiap saat. Namun di lain waktu, beliau mengajak kami berkomunikasi dan menjelaskan bahwa hidup harus selalu diisi dengan semangat, tanpa melupakan asal usul kita, dari mana kita berasal.
Batal DO Berkat Prof. Miyasto
Pak Fauzi juga menyampaikan bahwa beliau sangat memahami permasalahan kita yang tidak berlatar belakang ekonomi. Beliau juga memberikan motivasi kepada saya bahwa Insya Allah saya dapat menyelesaikan disertasi saya dalam waktu satu tahun jika saya tetap konsisten dengan judul yang dipilih.
Mampu
Mentransfer Ilmu
Pak Miyasto,
Priyayi Penolong Kesulitan Orang
Intinya tidak ada hubungannya dengan Pak Mi kecuali saya dan dia adalah bagian dari civitas akademika di kampus yang sama. Kemudian saya mengetahui dari beberapa teman sekelas saya, senior dan junior, bahwa Pak. Mi sungguh dermawan dan suka membantu banyak orang.
Sang Penolong Mahasiswa
Pengalaman Menjadi Asisten Prof. Miyasto
Selain itu saya juga mendapat ilmu dan wawasan yang sangat bermanfaat dari beliau sehingga membuat saya dapat menyelesaikan pekerjaan yang ditugaskan olehnya dan beliau menerimanya dengan sangat baik dan merasa puas. Akhirnya kondisi rapat menjadi tenang dan semua pihak mendapat masukan dan saran dari beliau, sehingga mengakhiri rapat dengan hasil yang sangat memuaskan bagi semua pihak.
Beliau Menjuluki Saya “Si Bengal”
Dia kemudian mengatakan kepada saya, "Saya akan menandatanganinya ketika Anda sudah meninjau semuanya dan saya memberi Anda waktu seminggu, saya akan memeriksanya dan saya akan menandatanganinya." Aku sangat bersyukur karena dia mau menandatanganinya dan dia berkata, “kamu adalah muridku yang ‘paling nakal’ (kata “Bengali” di sini maksudku yang paling antusias)”.
Dosen Rendah Hati
Inspirasi ‘Jiwa-Jiwa’
Muda
Beliau merupakan dosen yang memberikan tugas, namun juga menyediakan file program yang dapat digunakan untuk menyelesaikan tugas tersebut. Anda meninggal dalam kondisi terkena penyakit yang Rasulullah bersabda, orang yang meninggal karena wabah pandemi akan mati sebagai syahid di jalan Allah.
Bekerja Tanpa Beban
Ikhlaskan Honor Demi DIE
Sebuah kesan yang mungkin juga tak terlupakan bagi saya dan keluarga, pada H-1 saya dan keluarga akan menunaikan ibadah haji, beliau menyempatkan diri ditengah kesibukannya untuk datang ke rumah bersama Ibu. Akhiri pintu masuk. Dia pergi dari kantor khusus ke rumah saya dan kemudian kembali ke kantor untuk rapat.
Akademisi Jujur dan Setia
Guru Besar Kami yang Hebat dan Bersahabat
Proses pengurusan skripsi yang dalam banyak cerita seringkali membuat mahasiswa stres, sepertinya belum pernah saya alami selama membimbingnya. Miyasto juga merupakan proses pembentukan karakter dan penguatan psikologis siswa untuk menanamkan nilai-nilai kehidupan.
Pemimpin yang Memberi Teladan
Berapa yang Kamu Perlukan?”
Luthfi Hamidi, SAg, SE, MA, PhD
Namun ternyata setelah berdebat panjang lebar dan saya jelaskan bahwa saya adalah mahasiswa dari negeri jauh, saya dibolehkan duduk di luar, dekat pintu masuk seminari, tanpa diberikan paket seminari yang saya minta. Butuh waktu sekitar empat bulan untuk menyiapkan drafnya dan bertemu langsung tiga kali sebelum akhirnya menandatangani: ACC.
Intelektual Bernurani
Beliau akan Hidup Melebihi Masanya
Miyasto (bersama Prof. Warassih) yang saat itu menjabat Wakil Rektor 1 Universitas Diponegoro bersedia menjadi pembimbing disertasi saya. Ia bahkan menawarkan diri untuk ikut bersamanya dan mendiskusikan materi disertasi saya di mobilnya.
Birokrat yang Intelektual
Intelektual yang Religius Itu Sudah
Dengan setiap kepergian Guru Agung, banyak hal berharga yang terkait dengannya mungkin terkubur. Barangkali kenangan itulah yang akhirnya bisa kita manfaatkan untuk mengobarkan semangat, melanjutkan perjuangan dan pengabdiannya.
Tulus
Membimbing Staf
Jasa dan Pemikiran Sang Cendekiawan
Dan sebaik-baik manusia ialah orang yang terbaik bagi manusia,” (HR Thabrani dan Daruquthni). Pada asasnya, orang yang dilarang disentuh api neraka adalah mereka yang sentiasa menjaga hubungan baik dengan Allah (habluminallah) dan hubungan baik dengan manusia (habluminannas).
Birokrat Humanis
Pembangunan
Pak Miyasto tidak punya rasa malu dan tidak malu untuk mengakui, ketika para staf mempunyai masalah teknis dan detail, intinya semua orang terpacu dan termotivasi untuk selalu bekerja dengan baik. Pak Miyasto dapat menyelenggarakan forum konsultatif sinergi perencanaan nasional-daerah dengan memperkenalkan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (NDP)/Ketua Bappena (saat itu dipimpin oleh Bapak Kwik Kian Gie) didampingi seluruh eselon I. (Deputi dan Sekretaris Bappena) bersama beberapa direktur terkait.
Mba, Bapak
Minta Maaf, ya…”
Saya atas nama bapak/ibu dan institusi mohon maaf jika informasi yang anda sampaikan menimbulkan kegaduhan dan kekhawatiran dikalangan anda.” Bisa dibayangkan, seorang pemimpin harus selalu dianggap benar, seorang pemimpin tidak pernah salah di mata pegawainya, namun hal ini tidak berlaku bagi Prof.
Ilmuwan-Birokrat yang Mumpuni
Beberapa tahun terakhir ditugaskan sebagai tenaga ahli di Lemhannas (Lembaga Pertahanan Nasional). Terakhir, beliau menjabat Sekretaris Dewan Direksi Yayasan Alumni Undip yang menaungi Universitas Semarang (USM), setelah menggantikan posisi mendiang Prof.
Sangaaatttt…
Amat Baik Sekali
Jadi, ketika Bu Miyato menyuruh kami untuk tidak terlalu sering memberikan kopi kepada Prof. Selain itu, jika kita bepergian bersamanya untuk urusan bisnis, kita pasti akan diajak melalui skypriority dan singgah di Garuda lounge karena dia adalah pemegang kartu GFF Platinum.
Resep Kerja Efisien Prof. Miyasto
Kenangan setiap ASN di Bappeda tidak bisa terwakili dengan kata-kata yang saya tulis. Namun saya yakin aura intelektualitas, egalitarianisme, dan keakraban yang pernah ada akan tetap membekas dalam ingatan setiap ASN di Bappeda yang Anda pimpin.
Tergantung “Doa”
Satu pesanan yang saya ingat dari beliau ialah beliau sentiasa menekankan kepentingan seperti persaudaraan.
Pejabat Santun dan Berkomitmen
Beliau juga sempat berdiskusi mengenai Yayasan Alumni Undip yang berdiri sejak tahun 1987 dan telah melakukan banyak hal untuk kemajuan USM. Pada tahap itu memang terjadi kekosongan posisi Ketua Yayasan Alumni Undip akibat meninggalnya Prof.
Rendah Hati dan Disiplin
Beliau adalah sosok laki-laki yang mengajarkan tentang kesederhanaan, kejujuran dan amalan keagamaan serta tidak pernah berhenti belajar kepada seluruh staf disekitarnya. Ternyata prediksinya benar sekali, saya mendapat penghargaan jabatan dari Gubernur Jawa Tengah tahap empat hingga tahap tiga, menduduki beberapa jabatan divisi dua bahkan menjabat Bupati Temanggung selama delapan bulan menjabat, bagi saya itu luar biasa.
Sosok Tulus dan Kebapakan
Motor Sistem Dinamik di
Miyasto mengatakan, dirinya merupakan Kepala Laboratorium Ketahanan Negara dan masih mengajar di Universitas Diponegoro, Semarang, Jawa Tengah. Nilai-nilai Keberlanjutan Nasional di daerah itulah yang sering saya gunakan sebelum berkunjung ke daerah.
Tekun dan Cepat Beradaptasi
Sejak awal tahun 2002 hingga awal tahun 2021 (selama 19 tahun setelah lulus Lemhannas), almarhumah tetap menjalin silaturahmi di grup WA Kratiem (kursus reguler Alumni Lemhannas Angkatan Tiga Puluh Empat) untuk saling berkomunikasi di bidangnya masing-masing. pekerjaan, serta kegiatan rekreasi ke berbagai tempat seperti di Cirebon, Yogyakarta, Sulawesi Selatan dan lain-lain. Semoga Allah SWT mengampuni segala dosanya, menerima segala amal shalehnya, menjauhkannya dari siksa kubur dan api neraka, serta mendapat tempat yang mulia di sisi Allah SWT.
Mempertahankan Eksistensi
Labkurtanas Lemhannas RI
Indikator-indikator tersebut membantu menggambarkan wilayah mana saja yang termasuk dalam kategori ketahanan tertentu (rentan, kurang berketahanan, berketahanan, hingga sangat berketahanan). Sebelum pertemuan dimulai, misalnya, almarhum sempat menjelaskan identitas profesi 'dosen' yang dijalaninya selama puluhan tahun.
Sudah Selesai
Melepas Labkurtannas dengan
Lega’
Kepala Bappeda Pertama dari
Miyasto adalah contoh yang sangat baik dalam mampu mengartikulasikannya dan mewujudkannya dengan sikap low profile. Miyasto tertawa lalu menyerahkan "kartu" itu kepada kasir dan berkata, "Menurutku kartu ini berisi lebih dari sekadar dompet." Begitulah, hal-hal kecil seperti ungkapan kemesraan antara manajer dan staf, menjadi kenangan yang sangat indah untuk dikenang dan sulit untuk dilupakan.
Beliau Ingat Meski Saya Lupa
Kisah itu adalah contoh kecil dari banyak perkara remeh (remeh) yang saya ingat dari prof. Kemudian apabila saya mendapat tahu dia meninggal dunia, saya terkejut, ganaskah virus Covid-19 menyerangnya yang menggemari sukan ini.
Karismatik dan Humanis
Pengemban Amanah Bertangan Dingin