• Tidak ada hasil yang ditemukan

SANTI WIANDANI 10070211032

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "SANTI WIANDANI 10070211032"

Copied!
44
0
0

Teks penuh

Standar waktu kerja yang digunakan pekerja untuk menyelesaikan pekerjaannya dalam satu hari dikalikan dengan jumlah hari kerja dalam setahun. Jam kerja standar yang diperlukan untuk setiap kelompok produk di pusat sumber daya pada periode tersebut diperoleh dengan mengalikan nilai rata-rata waktu standar per unit sumber daya kelompok produk dengan jumlah kelompok yang akan diproduksi pada periode tersebut. Setelah menentukan jam kerja yang diinginkan, selanjutnya mempertimbangkan jumlah jam kerja yang tersedia selama periode perencanaan.

Jumlah pekerja dapat diperoleh dengan membandingkan jam kerja yang dibutuhkan dengan jam kerja per orang. Dalam menghitung waktu kerja, dasar penghitungannya adalah jumlah hari kerja yang tersedia dan standar waktu kerja. Perhitungan jam kerja yang diperlukan dimaksudkan untuk menentukan jumlah jam kerja yang akan digunakan untuk kegiatan produksi pada periode berikutnya.

Sedangkan rata-rata jam kerja yang diminta digunakan untuk melakukan perencanaan produksi pada setiap bulan perencanaan.

Gambar 2.1Pola Data Horizontal (Makridakis, Wheelwright, McGee, 1999, h. 11)
Gambar 2.1Pola Data Horizontal (Makridakis, Wheelwright, McGee, 1999, h. 11)

Memilih Metode-Metode Peramalan yang Sesuai Dengan Pola Data Mencocokkan metode peramalan dengan pola data yang terjadi dan

Suatu organisasi perlu mempunyai keterampilan dan keahlian dalam menggunakan teknik peramalan, oleh karena itu beberapa tahapan pengolahan data yang dilakukan dalam peramalan adalah sebagai berikut. Plot data adalah langkah yang kita lakukan untuk menemukan metode prediksi yang sesuai dengan karakteristik data. Plot data dilakukan dengan cara memplot data baik data permintaan maupun data penjualan produk terhadap suatu periode data. Memilih metode peramalan yang sesuai dengan pola data Mencocokkan metode peramalan dengan pola data yang terjadi dan.

Salah satu cara untuk mengubah pengaruh data masa lalu terhadap mean yang diharapkan adalah dengan menentukan berapa banyak nilai observasi masa lalu yang akan dimasukkan untuk menghitung mean. Dalam metode peramalan Single Moving Average, setiap kali muncul nilai observasi baru, maka nilai rata-rata baru dapat dihitung dengan membuang nilai observasi paling awal dan memasukkan nilai observasi terbaru. Metode ini menjelaskan variasi prosedur rata-rata bergerak yang diinginkan untuk menangani tren dengan lebih baik. Dasar dari metode ini adalah menghitung rata-rata pergerakan lainnya.

Rata-rata pergerakan “ganda” ini merupakan rata-rata pergerakan dari rata-rata pergerakan, dan menurut lambangnya ditulis MA(M x N), artinya merupakan MA periode M dari MA periode N. Penyesuaian tren dari periode t ke periode t+1 (atau ke periode t+m jika ingin memprediksi m periode mendatang). Pemulusan Eksponensial Tunggal Persamaan metode pemulusan eksponensial tunggal dapat dengan mudah dituliskan dalam struktur berikut.

Pemulusan Eksponensial Ganda: Metode Linier Satu Parameter dari Brown Ide dasar pemulusan Brown eksponensial linier mirip dengan rata-rata pergerakan linier, yaitu nilai pemulusan tunggal dan ganda tertinggal dari data sebenarnya ketika ada unsur tren. Metode pemulusan eksponensial linier Holt pada prinsipnya mirip dengan metode Brown kecuali Holt tidak menggunakan rumus. Prediksi dari pemulusan eksponensial linier Holt diperoleh dengan menggunakan dua konstanta pemulusan (dengan nilai antara 0 dan 1) dan tiga persamaan yaitu (Makridakis, Wheelwright, McGee, 1999, p. 91).

Uji Kesalahan Peramalan

Sebaliknya, Holt menghaluskan nilai tren dengan parameter yang berbeda dari parameter yang digunakan pada rangkaian aslinya. Untuk melihat apakah data yang kita ambil mempunyai deviasi error yang cukup kecil, kita perlu mencari error yang paling kecil agar kita dapat menilai bahwa hasil ramalan dan data observasi diyakini tidak mempunyai perbedaan yang signifikan. Mean Square Error (MSE) dihitung menggunakan rumus berikut: 2-30) Dalam ukuran statistik standar ini, penggunaan UMK masih mempunyai kelemahan, kelemahan yang pertama adalah ukuran ini menunjukkan kecocokan suatu model dengan data historis.

Membandingkan nilai MSE yang terjadi pada tahap pencocokan perkiraan akan memberikan indikasi keakuratan model dalam peramalan. Kelemahan lainnya adalah metode yang berbeda akan menggunakan prosedur yang berbeda dalam fase pencocokannya.

Moving Range Test

Pengukuran Waktu

  • Pengukuran Waktu Jam Henti
  • Faktor Penyesuaian
  • Faktor Kelonggaran
  • Perhitungan Waktu Baku

Pengukuran waktu bertujuan untuk memperoleh waktu baku dalam menyelesaikan suatu tugas, yaitu waktu yang dibutuhkan oleh pekerja normal untuk menyelesaikan suatu tugas yang dilakukan dengan sistem kerja terbaik (Sutalaksana, 2006). Teknik pengukuran waktu terbagi menjadi dua bagian yaitu pengukuran waktu langsung dan pengukuran waktu tidak langsung. Pengukuran waktu langsung adalah pengukuran waktu yang dilakukan secara langsung yaitu pada tempat dilakukannya pekerjaan yang bersangkutan.

Sedangkan ketepatan waktu tidak langsung adalah ketepatan waktu yang dilakukan tanpa harus berada di tempat kerja, yaitu dengan membaca tabel yang tersedia dan mengetahui kemajuan pekerjaan melalui unsur kerja atau unsur gerak. Cara tidak langsung untuk mengukur waktu adalah dengan menggunakan data waktu standar dan data waktu gerak. Pengukuran waktu sebaiknya dilakukan apabila kondisi kerja dari pekerjaan yang diukur baik, dan di samping itu, sistem kerja yang dianggap baik harus terstandarisasi.

Meskipun telah diperoleh operator yang baik, namun terkadang pelatihan tetap diperlukan bagi operator tersebut, apalagi jika kondisi dan cara kerja yang digunakan tidak sama dengan operator. Untuk menormalkan waktu kerja yang diperoleh dari hasil pengamatan dapat dilakukan penyesuaian yaitu dengan mengalikan rata-rata waktu pengamatan dengan faktor penyesuaian (biaya tambahan). Penyesuaian ini dimaksudkan untuk menghilangkan atau setidak-tidaknya mengurangi pengaruh ketidakteraturan kerja operator pada saat melakukan pengukuran. Metode Schumard memberikan tolak ukur penilaian melalui kelas prestasi kerja yang masing-masing memiliki nilai tersendiri. Meteran tersebut diberikan patokan untuk menilai prestasi kerja operator menurut kelas Superfast, Fast+, Fast -, Excellent, dan sebagainya.

Keterampilan adalah keterampilan yang dimiliki pekerja untuk mengikuti cara kerja yang telah ditentukan oleh perusahaan. Waktu normal untuk suatu elemen operasi kerja hanyalah untuk menunjukkan bahwa operator yang memiliki kualifikasi yang sesuai akan bekerja untuk menyelesaikan pekerjaan pada kecepatan atau kecepatan kerja normal. Kelelahan jasmani manusia dapat disebabkan oleh beberapa hal, antara lain pekerjaan yang memerlukan banyak pikiran dan tenaga fisik.Permasalahan yang dihadapi dalam menentukan waktu istirahat istirahat tergantung pada jenis pekerjaan yang bersangkutan.

Tabel 2.1 Penyesuaian menurut Westinghouse
Tabel 2.1 Penyesuaian menurut Westinghouse

Jadwal Produksi Induk

MPS harus mengetahui secara akurat berapa banyak stok yang tersedia dan menentukan berapa banyak yang akan dipesan. MPS harus menjumlahkannya untuk menentukan tingkat produksi, inventaris, dan sumber daya lainnya dalam rencana produksi. Data perencanaan mengacu pada aturan mengenai ukuran lot yang akan digunakan, faktor penyusutan, safety stock, dan lead time setiap item, yang biasanya tersedia dalam item master file.

Informasi dari RCCP berupa kebutuhan kapasitas pelaksanaan MPS menjadi salah satu masukan bagi MPS. RCCP menentukan kebutuhan kapasitas untuk melaksanakan MPS, menguji kelayakan MPS, dan memberikan umpan balik kepada perencana atau pembuat jadwal induk produksi untuk mengambil tindakan perbaikan jika ditemukan ketidaksesuaian antara jadwal induk produksi dengan kapasitas yang tersedia. On hand adalah posisi persediaan awal yang secara fisik tersedia dalam persediaan, yaitu jumlah barang dalam persediaan.

Safety stock adalah tambahan stok barang yang direncanakan untuk disimpan yang digunakan sebagai safety stock untuk mengatasi fluktuasi perkiraan penjualan, pesanan pelanggan dalam waktu singkat, pengiriman barang untuk pengisian stok, dan lain-lain. Pada dasarnya penentuan komponen mana (dikumpulkan ke dalam rumpun) yang akan dibuat berdasarkan catatan persediaan dikurangi permintaan. Jadwal induk produksi mampu memberikan informasi kepada bagian pemasaran kapan suatu produk dapat selesai, selain itu dapat digunakan untuk mengevaluasi kebutuhan kapasitas secara lebih rinci dan mendasari keputusan dalam mengambil tindakan jika permintaan dapat dipenuhi dengan kapasitas normal menjadi

Perencanaan Kebutuhan Kapasitas Kasar

Pendekatan faktor total memerlukan tiga input yaitu JPI, total waktu yang dibutuhkan untuk menghasilkan suatu produk dan pembagian waktu penggunaan sumber daya. Pendekatan faktor total mengalikan total waktu setiap keluarga dengan angka JPI untuk memperoleh total waktu yang dibutuhkan tanaman untuk mencapai JPI. Dengan menggunakan pendekatan daftar tenaga kerja, jumlah kapasitas yang dibutuhkan diperoleh dengan mengalikan waktu untuk setiap item yang tercantum dalam daftar tenaga kerja dengan jumlah produk yang akan dibuat setiap bulan, sehingga menghasilkan jumlah yang harus dibuat.

Pendekatan daftar tenaga kerja menggunakan data rinci tentang waktu normal untuk memproduksi setiap produk. Pendekatan daftar tenaga kerja adalah daftar numerik dari jumlah pekerja yang disediakan oleh suatu kategori tenaga kerja utama untuk memproduksi barang atau kelompok dalam sejumlah produk. Ini biasanya bukan metode, melainkan perkiraan kapasitas yang dibutuhkan untuk barang-barang penting.

Pendekatan daftar kerja dapat digabungkan untuk item tertentu atau kelompok item serupa dan diperluas dengan kuantitas yang diatur untuk mengurangi kebutuhan kapasitas. Teknik pendekatan profil sumber merupakan tingkat kebutuhan tenaga kerja, setiap rencana pengelolaan tenaga kerja perlu diperbaiki menggunakan pendekatan profil sumber. Teknik pendekatan profil sumber merupakan teknik perencanaan kebutuhan. Dalam menentukan kapasitas suatu departemen dalam suatu perusahaan, data mengenai jam kerja yang digunakan oleh perusahaan tersebut harus diketahui.

Mesin mungkin rusak, pekerja mungkin tidak hadir, dan material yang dibutuhkan mungkin tidak segera tersedia. Kedua, harus ada penyesuaian antara rata-rata waktu standar dan rata-rata laju produksi aktual departemen. Kebanyakan paket perangkat lunak standar dapat menentukan kapasitas yang diperlukan dan kapasitas yang tersedia dan dapat menampilkannya dalam format tabel dan grafik. Laporan yang berisi kapasitas yang tersedia dan diperlukan dikenal sebagai. Seiring berjalannya waktu, solusi yang paling populer digunakan oleh perusahaan adalah ketika kapasitas yang dibutuhkan tidak sebanding dengan kapasitas yang dimiliki perusahaan. Untuk itu perusahaan menetapkan kebijakan untuk membatasi Over Time pada jangka waktu tertentu.

Merubah Routing

Kerugian dari outsourcing adalah waktu tunggu yang lebih lama, biaya transportasi yang lebih tinggi dan sulitnya menjamin kualitas produk.

Menambah Pekerja

Biaya

Biaya-biaya tersebut merupakan biaya-biaya yang dikeluarkan atas penggunaan bahan baku utama produksi yang berhubungan langsung dengan produk yang akan dihasilkan. Bila dibeli disebut bahan mentah, sebagian disimpan sebagai persediaan bahan baku dan hanya yang digunakan untuk produksi disebut bahan baku langsung. Suatu produk tidak dapat diidentifikasi secara rinci dengan seluruh bahan penyusunnya, ada beberapa bahan atau bahan tambahan yang digunakan pada produk tersebut, namun tidak dapat dihitung atau biaya yang dikeluarkan tidak dapat diketahui karena jumlahnya sedikit.

Biaya Overhead Pabrik

Sepatu

Beberapa istilah merujuk pada suku cadang sepatu untuk semua jenis, namun ada juga istilah yang hanya berlaku untuk jenis atau model sepatu tertentu.

Gambar

Gambar 2.1Pola Data Horizontal (Makridakis, Wheelwright, McGee, 1999, h. 11)
Gambar 2.2Pola Data Musiman
Gambar 2.4Pola Data Trend
Gambar 2.5Kriteria Tak Terkendali (Biegel, 1992, h. 67) Data out of control jika:
+4

Referensi

Dokumen terkait

Pertama, rencana pelaksanaan pembelajaran RPP yang digunakan guru dalam pembelajaran memproduksi teks eksplanasi pada siswa kelas XI SMA Negeri 4 Gorontalo belum sepenuhnya sesuai