Magang menjadi salah satu sarana bagi mahasiswa dalam mengaplikasikan ilmu atau teori yang didapatnya dalam kelas serta sarana untuk menambah pengetahuan, pengalaman, keahlian, dan mental di dunia kerja. Magang merupakan salah satu bentuk penerapan ilmu-ilmu yang telah dipelajari dengan pelaksanaan yang dilakukan secara sistematis dan selaras antara program studi dalam perguruan tinggi dengan suatu bidang yang terdapat dalam suatu instansi. Magang memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar secara nyata dari dunia nyata itu sendiri. Oleh karena itu, keberadaan instansi diperlukan untuk mendukung pembelajaran secara langsung dari keahlian, karena mereka menyediakan pengalaman kerja yang mencerminkan kondisi dunia kerja yang sebenarnya.
Kegiatan magang ini dilaksanakan di Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau dan Penyuluhan Perikanan (BRPBAPPP) Maros di mana instansi ini mendukung kegiatan magang. Berdasarkan Surat keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan 29/PERMEN-KP/2017, Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau dan Penyuluhan Perikanan (BRPBAP3) Maros berperan sebagai unit pelaksana teknis Kementerian Kelautan dan Perikanan di Balai Penelitian dan Pengembangan Budidaya Air Payau dengan tugas pokok melaksanakan kegiatan penelitian dan pengembangan strategis perikanan budidaya air payau.
Sistem mina padi air payau merupakan salah satu alternatif yang dapat diterapkan oleh masyarakat Sulawesi Selatan khususnya yang memiliki lahan sawah terintrusi air laut. Sistem ini mengintegrasikan budidaya padi salin, ikan bandeng, dan udang windu (Fauziah & Sahabuddin, 2020). Salah satu yang perlu di perhatikan dalam melakukan usaha mina padi yaitu kualitas air. Secara garis besar, kualitas air dibagi menjadi tiga parameter yaitu fisika, kimia, dan biologi. Parameter kimia seperti nitrat dan BOT sangat dibutuhkan untuk mendukung organisme perairan terutama fitoplankton dalam pertumbuhannya. Kualitas air memegang peranan penting untuk mendukung pengembangan dan keberlanjutan budidaya karena kualitas air mempengaruhi pertumbuhan, kelangsungan hidup dan produksi spesies akuakultur (Inderaja et al., 2022). Keberhasilan mina padi sangat bergantung pada kualitas air, khususnya kadar nitrat dan BOT.
Nitrat merupakan bentuk utama nitrogen di perairan alami dan salah satu nutrien yang penting dalam sintesa protein hewani dan tumbuhan. Konsentrasi nitrat yang tinggi di perairan dapat menstimulasi pertumbuhan dan perkembangan organisme perairan apabila di dukung oleh ketersediaan nutrien (Surya et al., 2024). Nitrat merupakan nutrisi yang penting bagi tanaman, tetapi jika berada pada kadar yang berlebihan dapat mengakibatkan masalah kualitas air yang signifikan. Nitrat yang berlebih akan mempercepat eutrofikasi dan menyebabkan peningkatan pertumbuhan tanaman air sehingga mempengaruhi kadar oksigen terlarut, suhu, dan parameter lainnya (Amalia et al., 2021)
Oksigen terlarut merupakan indikator pencemaran lingkungan perairan. Oksigen yang tinggi menandakan perairan yang baik, sebaliknya oksigen yang rendah menandakan adanya pencemaran perairan. Keberadaan oksigen terlarut sangat penting dalam ekosistem perairan untuk menunjang kehidupan organisme di dalamnya (Astuti & Indriatmoko, 2018). Salah satu fungsi bahan organik di perairan sebagai indikator kualitas perairan, karena bahan organik secara alamiah berasal dari perairan itu sendiri melalui proses penguraian, pelapukan, ataupun dekomposisi tumbuh-tumbuhan, sisa-sisa organisme mati. Selain itu bahan organik juga bermanfaat sebagai pendukung kehidupan fitoplankton di perairan, karena aliran nutrien yang berasal dari sungai ke laut, sehingga ketersediaan unsur hara di dalam perairan dapat menjadi indikator kesuburan suatu perairan (Supriyantini et al., 2017).
Berdasarkan uraian di atas, penting untuk mempelajari lebih lanjut mengenai analisis kualitas air parameter nitrat dan Bahan Organik Total pada lahan mina padi guna meningkatkan pengetahuan dan keterampilan. Melalui magang ini, mahasiswa diharapkan dapat menerapkan apa yang di
peroleh di tempat magang untuk melihat, menganalisis dan mempraktikkan kemampuan yang ada, serta memperoleh pengalaman di lapangan yang berguna dalam perwujudan pola kerja yang akan dihadapi nantinya dalam lingkungan pekerjaan.