MAKALAH ILMU POLITIK
SEJARAH NEGARA INGGRIS YANG MENGANUT SISTEM PEMERINTAHAN PARLEMENTER
PENYUSUN
1.Maria Serliyanti Tato 9.Dominggas D.S Cordoso 2.Emanuel J.P Atok 10.Aplonia V. En
3.Stefania F. Manek 11.Yohanes F. Soares 4.Arselina Y. Nahak 12.Maria Ivania S. Asa 5.Leonarto K. Seran 13.Bundayani E. Bere 6.Maria Abeba A.A. Markes 14.Ignasius A.Da Silva 7.Hermelinda Dahu 15.Maria N. Loe
8. Oktovianus K.L. Bau
SEKOLAH TINGGI ILMU POLITIK DAN SOSIAL
STISIP FAJAR TIMUR ATAMBUA
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kami haturkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karna atas berkat dan rahmat-Nya kami dapat menyelesaikan tugas makalah ini dengan baik.Tidak lupa kami ucapkan limpah terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah sejarah Negara Inggris yang menganut sistem pemerintahan parlementer.
Kami juga menyadari pentingnya akan sumber bacaan dan referensi internet yang telah membantu dalam memberikan informasi yang akan menjadi bahan makalah.Kami mohon maaf jika di dalam makalah ini terdapat kesalahan dan kekurangan oleh karna itu,kami senantiasa mengharapkan saran dan kritik untuk perbaikan makalah ini.
Atambua, 28 Oktober 2023
Penulis
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ... 1
DAFTAR ISI ... 2
BAB 1 PENDAHULUAN ... 3
LATAR BELANG ... 3
RUMUSAN MASALAH ... 3
TUJUAN ... 3
BAB 2 PEMBAHASAN ... 4
2.1.Sejarah negara Inggris ... 4-5 2.2 Hubungan pemerintahan pusat dan daerah di Inggris ... 5
BAB 3 PENUTUP... 6
3.1 Kesimpulan ... 6
DAFTAR PUSTAKA ... 7
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
Kerajaan Inggris merupakan salah satu kerajaan terbesar di dunia yang memulai puncak kejayaannya pada abad ke-20.Menurut sejarahnya,tercatat Inggis Raya melakukan upaya tentatif pertama kali untuk mendirikan permukiman di luar negeri pada abad ke- 16.Kerajaan ini resmi terbentuk usai penandatanganan trakat persatuan tahun 1706 lalu di ratifikasih dengan Act of union(undang-undang persatuan)pada 1707.
1.2 Rumusan Masalah
1.Mengapa Negara Inggris memilih sistem pemerintahan parlementer?
2.Bagaimana hubungan antara bagan eksekutif,legislatif dan yudikatif di Inggris 3.Bagaimana hubungan pemerintah pusat dan daerah di Inggris?
1.3 Tujuan
1. Agar mahasiawa mengetahui alasan negara Inggris memilih sistem pemerintahan parlementer di bandingkan sistem pemerintahan presidensil.
BAB 2 PEMBAHASAN
2.1 Sejarah Negara Inggris
Negara Inggris merupakan negara kesatuan unitary state yang terdiri dati skotlandia,wales,inggris dan irlandia utara yang memiliki bentuk pemerintahan monarki atau kerajaan.
Inggris di kenal sebagai ibu atau pencetus sistem pemerintahan parlementer yang dapat di terapakan dengan baik untuk pertama kalinya. Sistem ini memberikan hak kepada masyarakat untuk memilih wakilnya melalui pemilihan umum demokratis untuk dapat mengatasi persoalan sosial ekonomi kemasyarakatan sehingga tercipta kesejahteraan rakyat.Konstitusi di Inggris tida tertulis(konvensi)dalam bentuk teks namun tersebar dalam bentuk berbagai hukum peraturan dan konvensi pemeintahan Inggris di jalankan oleh perdana mentri sebagai kepala pemerintahan di bantu para menteri,ratu dan raja Inggris hanyalah kepala negara yang berfungsi sebagai simbol kenegaraan(simbol kedaulatan,keagungan dan persatuan negara).Parlemen atau dewan perwakilan terdiri dari dua ruang (bikameral)yakni house of commans dan house of lord.House of commans atau di sebut juga majelis rendah adalah badan perwakilan rakyat yang anggotanyya dipilih oleh rakyat diantara calaon-calon partai politik.House of lord atau majelis tinggi adalah perwakilan yang berisi para bangsawan dengan berdasarkan warisan.House of commans memiliki kekuasaan yang lebih besar dari apada house of lord,inggris menerapkan parliament saverengnity,artinya kekuasaan yang sangat besar pada diri parlemen,kabinet merupakan menteri-menteri yang dipimpin oleh perdana menteri. Kabinet tersebut yang benar-benar melaksanakan roda pemerintahan.
Anggota kabinet pada umunya berasal dari house of commans. Perdana menteri merupakan pemimpin dari partai masyarakat di house of commans.Masa jabatan kabinet sangat tergantung pada kepercayaan dari house of commans,parlemen memiliki kekuasaan membubarkan kabinet dengan mosi tidak percaya terdapat aposisi yang dijalankan oleh partai yang kalah dalam pemilu para pemimpin oposisi membuat semacam kabinet tandingan,jika sewaktu-waktu runtuh partai aposisi dapat menggatikan penyelenggaraan pemerintahan.
Inggris menggunakan sistem dwiparty di inggris terdiri dua partai yang saling bersaing dan memerintah partai tersebut adalah partai buruh dan partai konservatif.Partai yang menang dalam pemilu yang mayoritas di parlemen merupakan partai yang memerintah sedangkan partai yang kalah menjadi partai aposisi.Badan peradilan ditentukan oleh kabinet sehingga tak ada hakim yang di pilih,meskipun demikian mereka melaksanakan peradilan yang adil bebas dan tidak memiliki,termasuk juga memutuskan sengketa antara warga dengan pemerintahan inggris,sebagai negara kesatuan menerapkan sistem desentralisasi. Kekuasaan pemerintah daerah berada pada concil(dewan)yang dipilih oleh rakyat di daerah, sekarang ini inggris terbagi dalam 3 daerah Englad,wales dan greater london.
2.2 Hubungan pemerintah pusar dan daerah di Inggris
Inggris adalah negara kesatuan bukan federal sebagai negara kesatuan maka kedaulatanny berada di tangan pemerintah pusat.Pemerintah pusat membentuk pemerintah daerah.Oleh karena tu,pemerintah daerahnya berada langsung di bawah pemerintah pusat.Pemerintah pusat menyerahkan urusan pemerintah kepada daerah sebagai kewarganegaraannya secara rinci yang dikenal dengan untravires doctrine.
Dengan model penyerahan urusan pemerintahan seperti ini maka daerah mengetahui persis urusan-urusan pemerintahan apa yang harus di selenggarakan. Berdasarkan pelimpahan kewenangan secara rinci inilah pemerintah daerah tidak boleh melampaui kewenangan yang menjadi miliknya.
BAB 3 PENUTUP 3.1 Kesimpulan
Konstitusi Kerajaan Inggris adalah negara monarki kontitusional,dengan kekuasaan eksekutif dipegang oleh perdana menteri dan menteri-menteri dalam kabinet yang mengepalai departemendepartemen.Menteri-menteri ini berasal dari dan sekaligus bertanggung jawab kepada parlemen,lembaga legislatif.Kerajaan Inggris adalah salah satu daru sedkit negaranegara di dunia saat ini yang tidak memiliki konstitusi tunggal dan tertulis.Sebaliknya,yang berlaku di negara ini adalah,konvensi-konvensi,hukum yang berlaku umum,kebiasaan-kebiasaan tradisional,dan bagian-bagianyang terpisah darihukum tata negara.Konstitusi Kerajaan Inggris memang tidak memilikibentuk yang termodifikasi,namun aturan-aturan hukum yang membuat berbagai hal tertentu dan saling terpisah banyak ditemukan denan istilah “constitution”.
DAFTAR PUSTAKA
1. https://www.pelajaran.click/2015/5/11/mengenal-profil-negara-inggris.html 2. https://www.slidershare.net/harasarsor/sistem-pemerintahan-inggris
3. file:///D:/Downloads/2485-7441-1-PB%20(1).pdf