• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sejarah dan Peran World Zionist Organization (WZO) dalam Pendirian Negara Israel

N/A
N/A
instal

Academic year: 2024

Membagikan "Sejarah dan Peran World Zionist Organization (WZO) dalam Pendirian Negara Israel"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas berkat rahmat-Nya sehingga penulis bisa menyelesaikan makalah dengan materi yang berjudul “ISRAEL” dalam makalah ini penulis membahas tentang Israel dalam buku dunia, pendiri WZO, pengertian Zionisme, tujuan Zionisme, peranan WZO dalam mendirikan Negara Israel. Terimakasih juga kami sampaikan kepada dosen pengampuh mata kuliah yang telah memaparkan materi secara garis besar sehingga bisa dijadikan oleh penulis sebagai acuan untuk menyelesaikan makalah ini.

Penulis berharap makalah ini bisa bermanfaat dan dipergunakan sebagaimana mestinya.

Ende, 14 November 2022

(2)

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ... 1

DAFTAR ISI ... 2

BAB I PENDAHULUAN ...3

1.1 LATAR BELAKANG ... 3

1.2 RUMUSAN MASALAH ... 5

1.3 TUJUAN PENULISAN ... 5

BAB II PEMBAHASAN ... 6

2.1 ISRAEL DALAM BUKU DUNIA ... 6

2.2 PENDIRI WORLD ZIONIST ORGANITATION ( WZO ) ... 8

2.3 PENGERTIAN ZIONISME ... 9

2.4 TUJUAN ZIONISME ... 9

2.5 PERANAN WORLD ZIONIST ORGANITATION ( WZO ) DALAM MENDIRIKAN NEGARA ISRAEL ... 9

BAB III PENUTUP ... 10

3.1 KESIMPULAN ... 10

DAFTAR PUSTAKA ... 11

(3)

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Israel adalah sebuah negara kecil di pinggiran Timur Laut Tengah. Di seputar negara yang mengaku sebagai tempat tinggal orang-orang Yahudi ini, ada sejumlah Negara Arab. Di sebelah utara ada Libanon, di timur ada Yordania dan Suriah, di barat daya ada Mesir. Melihat letak geografisnya Israel berbeda dengan negara-negara lain di wilayah Timur Tengah. Ditinjau dari sejarah berdirinya Israel yang merupakan satu- satunya negara Yahudi (The Jewish State) di dunia, didasarkan atas beberapa sumber seperti; klaim teologis yang berasal dari warisan Perjanjian Lama Kitab Injil, deklarasi Balfour yang diumumkan Inggris Raya pada 1917 serta pemisahan wilayah Palestina oleh PBB pada tahun 1947 yang merupakan sumber terbentuknya negara Israel. Dalam proses perpolitikan di Israel khususnya politik luar negeri Israel, dijalankan berdasarkan

kepentingan dalam negerinya. Maka, segala kebijakan luar negerinya sedapat mungkin memberikan manfaat yang besar bagi kehidupan dalam negeri. Hal ini mengingat sejarah berdirinya negara itu, Israel merasa keamanan dalam negerinya juga merupakan salah satu fungsi diplomatik internasionalnya. Israel dari segi konstitusionalnya menganut sistem demokrasi. Israel adalah negara Yahudi yang dikelilingi oleh negara yang mayoritas Muslim. Israel sering melakukan konflik terhadap negara-negara tetangga.

Dalam sejarah menunjukkan bahwa telah terjadi lima kali ketegangan ataupun perang antara Israel dengan negara-negara Arab. Pertama, terjadi pada tahun (1948-1949) yakni sebuah perang yang bermula dari keputusan PBB untuk melakukan partisi Palestina menjadi Negara Arab dan Yahudi sehingga membangkitkan kemarahan dari beberapa Negara Arab tersebut yang berujung dalam bentuk perang besar. Perang kedua meletus pada 29 Oktober sampai 7 November 1956 menyangkut sengketa Terusan Suez. Perang ketiga pada tahun 1967 dapat dikatakan cukup tenang, kecuali konflik-konflik perbatasan yang tidak pernah menjadi konflik penting yang melibatkan Negara-negara Arab yang berbatasan dengan Israel. Perang Keempat meletus pada tahun 1973 yakni perang antara Mesir dan Suriah melawan Israel. Dan yang terakhir yaitu perang kelima terjadi pada tahun (1982) yaitu masalah Palestina sebagai kesatuan terdepan yang memperjuangkan

(4)

pulihnya hak-hak 3 Ibid 4 Riza Sihbudi.1993. Konflik dan diplomasi di Timur Tengah.

Eresco 4 rakyat Palestina yang paling asasi yang diakui baik dunia Arab maupun dunia Internasional. Pada permulaan dekade 1960-an, Afrika tampil sebagai saingan baru Arab.

Israel memanfaatkan hubungan baiknya dengan negara-negara yang baru merdeka di Afrika sambil mencoba mengadakan pendekatan kembali dengan negara-negara berkembang di Asia. Hingga tahun 1961 Israel telah mengadakan perjanjian

perdagangan, bantuan dan kebudayaan dengan lebih dari 35 negara di Asia dan Afrika.

Sudan merupakan salah satu negara yang terletak di timur laut Afrika yang sekaligus merupakan negara terluas di Afrika dan di daerah Arab serta negara terluas kesepuluh di dunia menjadi salah satu incaran Israel. Negara Sudan merupakan negara yang berbatasan dengan Mesir di sebelah Utara, Laut Merah di sebelah Timur Laut, Negara Kongo dan Negara Afrika Tengah di sebelah Barat Daya. Negara Chad di sebelah Barat dan Libya di sebelah Barat Laut. Sungai Nil yang merupakan sungai terpanjang di dunia, memisahkan negara ini menjadi bagian selatan dan utara. Sudan yang pada saat itu dilanda konflik internal akibat dari pemisahan antara Sudan bagian Selatan dengan Sudan bagian Utara serta adanya perbedaan etnis, idiologi yang berlanjut pada sebuah kesenjangan

pembangunan yang cenderung diskriminatif antara wilayah pusat yang terletak di Utara dan Sudan bagian selatan menjadi pemicu panasnya konflik penduduk Sudan Selatan yang didominasi oleh orang-orang Negro. Karakteristik geografis dan iklim yang kontras antara Sudan Selatan dan dunia Arab itu, ditambah lagi dengan perbedaan agama, etnis, bahasa, budaya, dan latar belakang sejarah, membuat dua wilayah di Sudan ini tak pernah merasa dekat. Dengan perbedaan tersebut, Sudan Selatan yang menganggap dirinya sebagai wilayah yang penuh dengan penindasan dan diskriminasi yang dilakukan oleh Sudan Pusat pada akhirnya melakukan sebuah pemberontakan terhadap Sudan Pusat yang berujung pada kesiapan diri untuk menyatakan referendum di tahun 2011.

(5)

1.2 Rumusan Masalah

1. Menjelaskan tentang Israel dalam buku dunia?

2. Menjelaskan pendiri WZO ( Word Zionist Organitation )

3. Menjelaskan latar belakang berdirinya WZO(Word Zionist Organitation) 4. Menjelaskan pengertian Zionisme?

5. Menjelaskan tujuan Zionisme?

6. Menjelaskan peranan WZO dalam mendirikan Negara Israel 1.3 Tujuan Penulisan Masalah

1. Untuk mengetahui tentang bagaimana Israel dalam buku dunia

2. Untuk mengetahui tentang pendiri WZO ( Word Zionist Organitation ) 3. Untuk mengetahui latar belakang berdirinya WZO

4. Untuk mengetahui pengertian Zionisme 5. Untuk mengetahui tujuan Zionisme

6. Untuk mengetahui peranan WZO dalam mendirikan Negara Israel

(6)

BAB II PEMBAHASAN 2.1 Israel Dalam Buku Dunia

Israel adalah negara kecil di Timur Tengah, seukuran New Jersey, terletak di pantai timur Laut Mediterania dan berbatasan dengan Mesir, Yordania, Lebanon, dan Suriah. Populasi bangsa Israel saat ini lebih dari 9 juta orang yang kebanyakan mereka adalah Yahudi. Di Israel memiliki banyak situs arkeologi dan keagamaan penting yang dianggap suci oleh orang Yahudi, Muslim, dan Kristen. Sejarah negara Israel ini kompleks dengan periode damai dan konflik dengan bangsa Arab hingga hari ini. Israel pertama kali muncul menjelang akhir abad ke-13 SM di dalam Prasasti Merneptah Mesir, yang merujuk pada suatu bangsa di wilayah yang saat itu disebut Kanaan. Beberapa abad kemudian di wilayah itu, terdapat dua kerajaan bersaudara, yaitu Israel dan Yehuda (asal istilah Yahudi). Israel dengan tegas menyatakan dirinya sebagai ketua yang menyokong kebangkitan “Anya-Nya”. Israel mulai melancarkan provokasi kepada penduduk untuk melakukan pemberontakan. Tidak hanya itu, mereka juga mempersenjatai penduduk Sudan Selatan dengan berbagai persenjataan militer dan mendirikan akademi militer untuk para pemuda Sudan di Ethiopia, Uganda, dan Kenya. Bahkan tentara dan perwira Israel mendirikan karantina khusus untuk melatih pemuda-pemuda Sudan, dengan mengambil tempat di dalam negeri Sudan. Di dalam buku The Israel Connection tulisan Benjamin Beit-Hallahmi menyatakan bahwa Israel telah menyokong pemberontakan Sudan dibagian Selatan semenjak tahun 1960-an. Dan semenjak itu, Israel memberikan kepada pergerakan pemberontakan “Anya- Nya” berbagai senjata api maupun latihan militer. Berdasarkan maklumat Rolf-Steiner,

Perniagaan Jahabersa dengan Anya-Nya, Israel menjadi pelindung utama pihak pemberontak di bagian selatan.

Istilah “Zionisme” berasal dari akar kata zion atau sion yang pada masa awal sejarah Yahudi merupakan sinonim dari perkataan Yerussalem. Zion adalah pengucapan dalam bahasa Inggris, dalam bahasa Latin disebut sion, dan bahasa Ibraninya adalah tsyon. Arti dari istilah ini adalah “bukit” yaitu bukit suci Jerussalem yang juga simbol dari konsep “teokrasi Yahudi.” Zion atau sion juga diartikan “bukit yang tinggi”, tempat berdirinya bukit suci yang didirikan oleh Nabi Sulaiman (Solomon). Zion juga sebagai julukan bagi kota Jerussalem sebagai “kota

(7)

rahasia”, kota Allah atau tempat tinggal Yahweh. Dikatakan pula bahwa zionisme berasal dari kata tsyon dalam bahasa Ibrani (Yahudi), yang berarti batu. Maksudnya ialah batu bangunan istana yang didirikan oleh Nabi Sulaiman di kota Al-Quds, Yerusalem, Israel. Bangunan tersebut didirikan di atas sebuah bukit karang bernama “Zion”, terletak di sebelah barat-daya Al-Quds (Jerussalem). Bukit Zion ini menempati kedudukan penting dalam agama Yahudi, karena menurut Taurat, “Al-Masih yang dijanjikan akan menuntun kaum Yahudi memasuki ‘Tanah yang Dijanjikan.’ Dan Al-Masih akan memerintah dari atas puncak bukit Zion”. Zionisme merupakan suatu gerakan politik, yang sangat berbeda dengan Yudaisme Yahudi yang hanya berfokus pada kegiatan spiritual dan tidak mengenal program politik apapun. Zionisme sebagai gerakan politik, mempunyai prinsip-prinsip dan kepentingan yang berhubungan dengan

kekuasaan. Pertama-pertama berlawanan dengan Yudaisme sebagai sebagai sebuah gerakan keagamaan, Herzl dalam pandangan-pandangan yang dikemukakannya, bersikap mengingkari agama secara radikal serta menantang dengan keras, semua orang yang merumuskan Yudaisme sebagai sebuah agama. Munculnya gerakan Zionisme disebabkan hak sosial, ekonomi, politik, budaya, dan agama mereka ditindas ketika mereka terpaksa hidup diaspora dalam beberapa negara. Dari sini kemudian muncul kesadaran orang-orang Yahudi yang hidup di berbagai negara untuk mengakhiri penderitaan yang mereka alami dengan kembali ke negeri leluhur mereka, Palestina. Segala hal buruk yang dialami oleh Yahudi berupa pembantaian,

penganiayaan, dan penindasan serta pengusiran di Barat Rusia adalah salah satu yang mendorong mereka untuk mengeluarkan segenap upaya perubahan dari tataran pemikiran menuju pada pergerakan, sehingga zionisme mengalami perkembangan sesuai dengan kondisi yang dilaluinya.

Sebelumnya, istilah Zionisme pernah digunakan untuk menyebutkan komunitas Yahudi penganut Yudaisme yang mengharapkan datangnya seorang Mesias (juru selamat), yang akan membawa mereka pada kerajaan Tuhan yang akan dipusatkan di tempat terjadinya kisah-kisah yang dialami oleh Nabi Ibrahim dan Nabi Musa. Cerita historis ini nampaknya menjadi landasan sejarah gerakan zionisme yang kemudian berkembang menjadi sebuah gerakan politik bangsa Yahudi untuk kembali ke tanah yang diyakini sebagai asal muasal mereka atau yang dikenal dengan gerakan restorasi. Pada abad ke-16 dan ke-17 sejumlah “ Mesias” maju mencoba membujuk orang-orang Yahudi untuk “ kembali” ke Palestina. Itu gerakan Haskala ( pencerahan Yahudi ) pada akhir abad ke-18 bagaimanapun, mendesak orang-orang Yahudi untuk berasimilasi ke dalam budaya sekuler barat. Pada awal abad ke-19, minat kembalinya orang-orang Yahudi ke

(8)

Palestina sebagian besar dipertahankan oleh kaum milenarian Kristen. Meskipun Haskala, orang- orang Yahudi di Eropa timur tidak berasimilasi dan sebagai reaksi terhadap Pogrom Tsar, membentuk ovevei iyyon ( pencinta zion ) untuk mempromosikan pemukiman petani dan pengrajin Yahudi di Palestina.

Zionisme yang merupakan sebuah gerakan politik itu, dibentuk pada tahun 1897.

Bersamaan dengan dimulainyanperang dunia pertama, ada hubungannya dengan kepentingan kekuatan-kekuatan deklarasi Balfour yang berakhir dengan terbentuknya rejim Zonis di tanah Palestina. Deklarasi Balfour adalah pernyataan terbuka yang dikeluarkan oleh pemerintah Inggris pada tahun 1917 semasa perang dunia I untuk mengumumkan dukungan bagi pembentukan sebuah kedamaian nasional bagi bangsa Yahudi di Palestina.

2.2 Pendiri World Zionist Organitation ( WZO )

Theodor Herzl lahir di Budapest, Hugaria pada 2 Mei 1960, ia merupakan anak kedua dari pasangan Jacob dan Jeanette Herzl. Jacob Herzl ( 1836 – 1902 ) merupakan seorang Yahudi asal Serbia. Ia adalah seorang pengusaha Yahudi sukses pada masanya. Theodor mempunyai satu saudara perempuan bernama Pauline Herzl, yang lebih tua dari dirinya.

Pada tahun 1896, Herzl memulai karir politiknya dengan melakukan publikasi pamflet berjudul

“the jewish state : an attempt at a modern solution of jewish question”. Kemudian pada tahun yang sama, ia membuat doktrin yang sistematis di dalam bukunya yang berjudul “ negara Yahudi

“ ( Der Jundenstaat), Herzl percaya bahwa orang-orang Yahudi hanya memiliki sedikit pilihan selain untuk memulai mengumpulkan orang-orang Yahudi di satu wilayah yang mempunyai otoritas kedaulatan sendiri.

Untuk mencapai tujuan ini, ia menyelenggarakan Kongres Zionis pertama, yang berlangsung di Basel, Swiss, pada bulan Agustus 1897. Pertemuan ini menandai berdirinya Organisasi Zionis Dunia, yang mana eksekutif organisasi ini menjadi perwakilan diplomatik dan administrasi gerakan Zionis dunia. Herzlmenjadi presiden organisasi tersebut, dan menempati posisi tersebut, dan menempati posisi tersebut hingga kematiannya.

(9)

2.3 Pengertian Zionisme

Zionisme adalah upaya keagamaan dan politik yang membawa ribuan orang Yahudi dari seluruh dunia untuk kembali ke tanah air kuno mereka di Timur Tengah. Mereka membangun kembali Israel sebagai lokasi sentral bagi identitas Yahudi.

2.4 Tujuan Zionisme Tujuan dari zionisme adalah

1. Mempersatukan semua orang Yahudi di seluruh dunia yang tidak hanya sebagai suatu ras, melainkan menjadi satu nation ( kongres zionis di Basel-Swiss).

2. Menuntut Palestina sebagai tanah air bangsa Yahudi 3. Mendirikan sebuah negara Yahudi ( Israel )

4. Mengusahakan kembalinya bangsa Yahudi ke Palestina

2.5 Peranan Word Zionist Organization ( WZO) dalam Mendirikan Negara Israel Zionisme berperan sebagai faham memulangkan bangsa Yahudi yang tersebar karena diaspora ke tanah asalnya yaitu di wilayah Palestina, awalnya Zionisme hanya menjadi tradisi untuk melakukan ziarah ke tanah leluhur mereka, konsep iui berubah setelah Zionisme menjadi ideologi politik. Zionisme juga berperan dalam mendirikan sebuah negara Israel yang merujuk pada klaim teologis. Dalam menguasai Palestina Zionis mengunakan berbagai program politik, seperti pembelian tanah, pengusiran hingga melakukan intimidasi orang Arab Palestina, Peran Zionisme juga aktif terhadap perkembangan negara Israel, seperti peran Zionis dalam melakukan Yahudinisasi agar negara Israel dapat dipenuhi dengan orang-orang Yahudi. Selain itu, Zionis juga berperan melakukan muslihat terhadap perdamaian dengan Palestina agar tidak merugikan negara Israel. Selama menguasai Palestina Zionisme berperan melakukan teror terhadap orang- orang Arab Palestina. Zionisme juga berperan dalam melakukan lobi terhadap negara super power untuk mendapatkan dukungan.

(10)

BAB III PENUTUP 3.1 KESIMPULAN

Zionisme adalah upaya keagamaan dan politik yang membawa ribuan orang Yahudi dari seluruh dunia untuk kembali ke tanah air kuno mereka di Timur Tengah. Mereka membangun kembali Israel sebagai lokasi sentral bagi identitas Yahudi.

Tujuan dari zionisme adalah

1. Mempersatukan semua orang Yahudi di seluruh dunia yang tidak hanya sebagai suatu ras, melainkan menjadi satu nation ( kongres zionis di Basel-Swiss).

2. Menuntut Palestina sebagai tanah air bangsa Yahudi 3. Mendirikan sebuah negara Yahudi ( Israel )

4. Mengusahakan kembalinya bangsa Yahudi ke Palestina

(11)

DAFTAR PUSTAKA

https://id.wikipedia.org/wiki/Zionisme

https://eprints.uny.ac.id/28792/

https://eprints.umm.ac.id/45909/2/jiptummpp-gdl-fidelazerl-45301-2-babi.pdf

https://eprints.uny.ac.id/28792/#:~:text=Ziouisme%20berperan%20sebagai%20faham

%20memulangkan,setelah%

https://wawasansejarah.com https://id.m.wikipedia.org

(12)

Referensi

Dokumen terkait