Teori Atom
SEJARAH PERKEMBANGAN ATOM
• ATOM ADALAH BAGIAN YANG PALING KECIL DARI SUATU ZAT YANG TIDAK DAPAT DIBAGI BAGI LAGI
DEMOCRITUS
SEJARAH PERKEMBANGAN ATOM
• Atom adalah bagian yang terkecil dari suatu materi
• Atom tidak dapat diciptakan dan dimusnahkan
• Dua atom atau lebih yang berasal dari unsur-unsur yang berlainan, dapat bersenyawa membentuk molekul. Misalnya atom hidrogen dan oksigen membentuk molekul air (H2O).
• Atom-atom yang bersenyawa dalam molekul memiliki perbandingan tertentu dan jumlah keseluruhan yang tetap. Jumlah massa sebelum reaksi dan sesudah reaksi adalah sama.
John Dalton
SEJARAH PERKEMBANGAN ATOM
John Dalton
SEJARAH PERKEMBANGAN ATOM
• Atom berbentuk seperti bola yang bermuatan positif dan elektron-elektron tersebar dalam bola tersebut
Joseph John Thompson Analog teori atom thomson adalah
model atom roti kismis atau
puding dimana elektron tersebar dalam atom seperti kismis dalam roti kismis
SEJARAH PERKEMBANGAN ATOM
- - -
- -
- - -
- -
- -
-
- - -
-
Elektron
Materi
bermuatan positif
• Menurut Thomson: Atom merupakan materi bermuatan positif dan di dalamnya tersebar elektron bagaikan kismis dalam roti kismis.
Joseph John Thompson
SEJARAH PERKEMBANGAN ATOM
1. Muatan listrik atom dan sebagian besar massa atom
terpusat pada suatu titik yang disebut inti atom. Inti atom ini merupakan suatu daerah yang sangat kecil.
2. Inti atom bermuatan positif dan elektron yang bermuatan negatif beredar mengelilingi inti atom
3. Atom bersifat netral muatan positif dalam inti sama dengan
muatan negatif Ernest Rutherford
Teori atom Rutherford
• Menurut Rutherford: Atom mempunyai inti yang kecil dan pejal bermuatan positif yang berada dipusat atom.
Elektron beredar mengitari inti pada lintasan yang relatif jauh, sehingga sebagian besar dari atom terdiri dari ruang hampa
+ -
Jari – jari atom
Elektron Kulit atom
Inti atom
Ruang hampa
SEJARAH PERKEMBANGAN ATOM
1. Atom dalam beredar mengeliling inti pada tingkat energi atau kulit-kulit tertentu
2. Atom dalam beredar mengelilingi inti tanpa menyerap atau memancarkan energi kecuali kalau elektron berpindah
Niels Bohr
Teori atom Bohr
nucleus
Elektron dalam orbital
Niels Bohr
Teori atom bohr
+ K L M N O P
n = 1 n = 2 n = 3 n = 4 n = 5 n = 6 Lintasan elektron
TEORI ATOM NIELS BOHR (TEORI ATOM MODERN)
• NIELS BOHR MENGAJUKAN MODEL ATOM SEBAGAI BERIKUT:
1. Dalam atom terdapat lintasan – lintasan tertentu tempat elektron dapat mengorbit inti tanpa disertai pemancaran atau penyerapan energi. Lintasan ini disebut kulit atom yang merupakan lintasan berbentuk lingkaran dengan jari – jari tertentu. Tiap lintasan ditandai dengan satu bilangan bulat yang disebut bilangan
kuantum utama (n), mulai dari 1, 2, 3, 4, dan seterusnya yang
dinyatakan dengan lambang K, L, M, N, dan seterusnya. Niels Bohr
TEORI ATOM NIELS BOHR (TEORI ATOM MODERN)
2. Elektron hanya boleh berada pada lintasan – lintasan yang diperbolehkan dan tidak boleh berada diantara dua lintasan.
Lintasan yang akan ditempati oleh elektron bergantung pada
energinya. Pada keadaan normal (tanpa pengaruh luar) elektron menempati pada tingkat energi terendah yang disebut keadaan dasar (Ground state)
Niels Bohr
TEORI ATOM NIELS BOHR (TEORI ATOM MODERN)
3. Elektron dapat berpindah dari satu kulit ke kulit lain disertai pemancaran atau penyerapan sejumlah tertentu energi.
Perpindahan elektron ke klulit lebih luar akan disertai
penyerapan energi. Sebaliknya perpindahan elektron ke kulit lebih dalam akan disertai pelepasan energi.
Niels Bohr
TEORI ATOM MODERN ( TEORI MEKANIKA KUANTUM)
• Menurut Erwin Schrodinger: Posisi dan kedudukan elektron tidak dapat ditentukan dengan pasti, yang bisa ditentukan peluang
(probabilitas) terbesar menemukan elektron. Daerah peluang terbesar menemukan elektron disebut ORBITAL.
Erwin Schrodinger Teori mekanika kuantum mempunyai
persamaan dengan teori atom Niels Bohr dalam hal adanya tingkat – tingkat energi (kulit – kulit ) dalam atom, tetapi berbeda dalam hal bentuk lintasan atau orbit
Hukum Dasar dan Perhitungan Kimia
Persamaan reaksi
Persamaan reaksi ialah cara penulisan suatu
perubahan kimia atau reaksi kimia menggunakan rumus kimia berdasarkan azas kesetaraan
Persamaan reaksi dikatakan setara apabila jenis dan jumlah atom zat-zat yang direaksikan
(pereaksi) sama dengan jenis dan jumlah atom hasil reaksi (produk)
Pereaksi ditulis di sebelah kiri diikuti tanda panah
kemudian produk
2H
2(g) + O
2(g) → 2H
2O (l)
Koefisien
Indeks
Wujud zat
Pereaksi Hasil reaksi
Langkah-langkah penulisan
1. Menulis zat-zat yang terlibat dalam reaksi
2. Menulis rumus kimia zat-zat yang terlibat dalam reaksi
3. Menyetarakan persamaan reaksi
4. Memperjelas dengan menambahkan wujud zat
(g = gas, l = cairan, s = padat, aq = larutan)
Contoh penulisan
Langkah 1 : natrium + gas klor → natrium klorida
Langkah 2 : Na + Cl
2→ NaCl Langkah 3 : 2Na + Cl
2→ 2NaCl Langkah 4 : 2Na (s) + Cl
2(g) → 2NaCl(s)
Logam natrium bereaksi dengan gas klor menghasilkan suatu
zat padat berwarna putih yang rasanya asin. Setelah dianalisis
zat tersebut diketahui sebagai garam dapur atau natrium klorida
Contoh
Belerang dibakar di udara (direaksikan dengan gas oksigen) menghasilkan gas belerang dioksida
Langkah 1 :
Langkah 2 : Langkah 3 : Langkah 4 :
belerang + gas oksigen
→
gas belerang dioksidaS + O2
→
SO2 S + O2→
SO2S (s) + O2 (g)
→
SO2 (g)Contoh latihan
2. Kristal kalsium dimasukkan ke dalam larutan asam klorida (HCl) menjadi larutan kalsium
klorida dan gas hidrogen
Langkah 1 : Langkah 2 : Langkah 3 : Langkah 4 :
kristal kalsium + larutan asam klorida → larutan kalsium klorida + gas hidrogen
Ca + HCl
→
CaCl2 + H2Ca + 2HCl
→
CaCl2 + H2Ca (s) + 2HCl (aq)
→
CaCl2 (aq) + H2 (g)Setarakan persamaan reaksi kimia berikut :
1.
C
8H
18+ 0
2 CO
2+H
2O
2.
Al + H
2SO
4 Al
2(SO
4)
3+ H
2 3.P
4O
10+ H
2O H
3PO
44.
Al + Fe
3O
4 Al
2O
3+ Fe
5.
Na
2S
2O
3+I
2 NaI + Na
2S
4O
6Massa Atom Relatif (Ar) dan Massa Molekul Relatif (Mr)
Massa Atom Relatif ( Ar ) adalah perbandingan massa satu atom suatu unsur dengan massa satu atom unsur standar.
Contoh : Ar O = 16, Ar Al = 27, Ar Na = 23, Ar Cl = 35,5, Ar C = 12, Ar H = 1
Ar Fe = 56 Ar Zn = 65
Massa Molekul Relatif ( Mr ) adalah perbandingan massa 1 molekul unsur atau senyawa terhadap 1/12 massa satu atom C-12.
Contoh :
Mr NaCl = ( 1 X Ar Na ) + ( 1 X Ar Cl ) = ( 1 X 23 ) + ( 1 X 35,5 )
= 23 + 35,5 = 58,5
Mr C2H6O = ( 2 X Ar C ) + ( 6 X Ar H ) + ( 1 X Ar O )
= ( 2 X 12 ) + ( 6 X 1 ) + ( 1 X 16 )
= 24 + 6 + 16
= 46
Hukum-hukum Dasar Kimia
1. Hk. Kekekalan Massa
2 kg beras + 1 liter air = ……. ???
Massa total suatu bahan sesudah reaksi kimia adalah sama dengan massa total bahan sebelum reaksi
= 3 kg nasi = ... kg nasi + zat lain
atau
Antonie Lavoiser ( 1743 - 1794 )
Timah + Tabung + udara Tabung + Tin calx + sisa udara Sn + O2 SnO2
Hubungan kuantitatif antara zat-zat pereaksi dan zat-zat hasil reaksi. Hubungan kuantitatif dalam reaksi kimia pertama kali dikemukakan oleh Antonie Laurent Lavoisier (1743-1794), yaitu :
“ Dalam setiap reaksi kimia jumlah massa zat-zat sebelum reaksi dan sesudah reaksi adalah sama.”
LATIHAN
1.Dalam tabung tertutup ditimbang 32 gram belerang dan 63,5 gram tembaga. Setelah dicampur lalu dipanaskan dalam tabung tertutup dan reaksi berjalan sempurna maka terjadi zat baru, yaitu tembaga (II) sulfida sebanyak 95,5 gram. Gunakan data tersebut untuk menguji berlakunya hukum Lavoisier.
Jawab :
Massa sebelum reaksi Massa sesudah reaksi
Belerang Tembaga tembaga (II) sulfida
32 gram 63,5 gram 95,5 gram
Persamaan Reaksi : Cu(s) + S(s)
→
CuS(s)95,5 gram Massa total sebelum reaksi = 32 + 63,5 = 95,5 gram Massa total setelah reaksi =
Kesimpulan : Hukum Lavoisier berlaku karena
massa zat sebelum dan sesudah reaksi tetap
27
2. Pada pembakaran 12 gram magnesium dengan 10 gram gas oksigen, dihasilkan 20 gram magnesium oksida dan sisa gas oksigen 2 gram . Gunakan data tersebut untuk menguji berlakunya hukum Lavoisier.
Jawab :
Massa sebelum reaksi Massa sesudah reaksi
Magnesium Gas oksigen Magnesium oksida Zat sisa
Persamaan Reaksi : 2Mg (s) + O2 (g) 2MgO (s)
12 gram
10 gram 20 gram 2 gram
Massa total sebelum reaksi = 12 + 10 =22 gram Massa total setelah reaksi = 20 + 2 = 22 gram
Kesimpulan : Hukum Lavoisier berlaku karena
massa zat sebelum dan sesudah reaksi tetap
2. Hk. Perbandingan Tetap (Proust)
Joseph Proust ( 1754 - 1826 ) 2 Sn + 2 O2 2 SnO2
Massa total suatu bahan sesudah reaksi kimia adalah sama dengan massa total bahan sebelum reaksi
Jika yang digunakan 2 gr Timah maka yang dihasilkan adalah 2 gram Snesium
oksida
Perbandingan koefisien reaksi dapat menyatakan :
1. Perbandingan jumlah partikel-partikel zat dalam suatu persamaan reaksi.
2. Perbandingan jumlah mol zat yang terlibat dalam reaksi, hal ini
disebabkan jika jumlah partikel-partikel zat sama maka jumlah molnya juga sama.
3. Perbandingan volume zat yang terlibat dalam reaksi, jika zat-zat
berwujud gas dan diukur pada temperatur yang sama, sesuai hipotesis Avogadro.
LATIHAN
1. Pada percobaan pembuatan senyawa tembaga (II)
sulfida, tembaga dicampur dengan belerang kemudian dipanaskan. Dari hasil pengamatan diperoleh data
sebagai berikut
Percoba an ke-
Massa Tembaga
(gram) Massa
Belerang (gram)
Perbandingan massa tembaga : belerang
1 1,0 0,5 2:1
2 2,0 1,0 2:1
3 3,0 1,5 2:1
4 4,0 2,0 2:1
5 5,0 2,5 2:1
Perbandingan massa tembaga dan belerang yang membentuk tembaga (II) sulfida selalu 2 : 1 (memenuhi hukum Proust)
Kesimpulan apa yang kalian dapatkan :
2. Air terbentuk dari unsur hidrogen dan oksigen dengan perbandingan massa 1 : 8. Apabila tersedia 4,0 gram hidrogen, berapa gram oksigen yang diperlukan agar seluruh hidrogen habis bereaksi membentuk air?
Jadi massa oksigen yang dibutuhkan adalah 32 gram.
Jawab :
Perbandingan massa hidrogen : oksigen = 1:8 Massa hidrogen = 4 gram
Massa oksigen = 8/1 x 4 = 32 gram
31
Apabila dua macam unsur membentuk lebih dari satu jenis senyawa, maka perbandingan massa unsur yang mengikat sejumlah yang sama unsur yang lain merupakan bilangan bulat dan sederhana.
Unsur N dan O dapat membentuk senyawa NO, N2O3, NO2,, N2O5, maka perbandingan unsur O yang diikat sejumlah sama unsur N adalah 2 : 3 : 4 : 5 (bulat dan sederhana)
HUKUM DASAR KIMIA
HUKUM DALTON
(hukum perbandingan berganda)
LATIHAN
1. Unsur Nitrogen dan Oksigen dapat membentuk dua macam senyawa dengan data sebagai berikut
Gunakan data tersebut untuk menguji berlakunya hukum Dalton
Jawab :
Senyawa Massa Nitrogen Massa Oksigen
I 28 gram 32 gram
II 28 gram 64 gram
Senyawa Perbandingan Massa Nitrogen : Massa Oksigen
I II
Jadi perbandingan massa oksigen yang mengikat sejumlah unsur nitrogen yang sama = 8:16 = 1:2
28 : 32 = 7 : 8 28 : 64 = 7 : 16
Perbandingan massa oksigen antara senyawa I dan senyawa II merupakan bilangan bulat dan sederhana sehingga memenuhi hukum dalton
3. Unsur A dan B membentuk dua senyawa.
Senyawa I mengandung 15 gram A dan 80 gram B. Senyawa II mengandung 30 gram A dan 240 gram B. Gunakan data tersebut untuk menguji berlakunya hukum Dalton
Jawab : `
Senyawa Massa A Massa B
I II
Senyawa Perbandingan Massa A : Massa B I
II
Jadi perbandingan massa B yang mengikat sejumlah massa A yang sama = 16:24 = 2:3 Kesimpulan : Sesuai dengan hukum dalton, karena perbandingan massa B antara
senyawa I dan senyawa II merupakan bilangan bulat dan sederhana 15 : 80 = 3 : 16
30 : 240 = 3 : 24
240 gram 30 gram
80 gram 15 gram
3. Hk. Perbandingan Volume
Gay Lussac ( 1778 - 1850 )
“Jika diukur pada tekanan dan temperatur yg sama, volume gas yang bereaksi dan volume gas hasil reaksi merupakan perbandingan bilangan bulat dan sederhana”
Contoh :
Pembakaran gas etana menurut persamaan reaksi sbb : C2H6 + O2 CO2 + H2O
Volume gas CO2 yang terbentuk pada pembakaran 3 L gas etana adalah ….?
Jawab
Perbandingan volume = perbandingan koefisien Volume CO2 : Volume C2H6 = 4 : 2
2 C2H6 + 7 O2 4 CO2 + 6 H2O
Volume CO2 = 4
--- X Volume C2H6 4 2
= --- X 3 L 2
6 L CO2
Ingat !!! Setarakan reaksi lebih dahulu
LATIHAN
1. Pada reaksi antara gas hidrogen dan gas oksigen menghasilkan uap air. Berapa liter gas oksigen yang diperlukan dan berapa liter uap air yang dihasilkan apabila gas hidrogen yang direaksikan sebanyak 12 liter.
Jawab :
Persamaan reaksi :
Perbandingan volume: 2 1 2 Volume : 12L 6L 12L
2H2(g) + O2(g)
→
2H2O(g)Jadi volume gas oksigen yang diperlukan 6 L
sedangkan uap air yang dihasilkan 12 L
Menerapkan Hukum Gay Lussac dan Hipotesis Avogadro
Apabila diukur pada suhu dan tekanan yang sama, maka perbandingan volume gas yang bereaksi dan
hasil reaksi merupakan bilangan bulat dan sederhana (Hk. Guy Lussac)
Pada suhu dan tekanan yang sama, maka semua gas yang volumenya sama akan mengandung jumlah
molekul yang sama
(Hipotesis Avogadro)
LATIHAN
1. Pada suhu dan tekanan tertentu, 2 liter gas nitrogen mengandung 8 x 10
22molekul. Berapa molekul yang ada pada 10 liter gas amonia jika diukur pada suhu dan tekanan yang sama?
Jawab : Pada suhu dan tekanan yang sama, setiap gas yang volumenya sama mempunyai jumlah molekul yang sama
2 liter gas nitrogen = 8 x 1022 molekul 2 liter gas amonia = 8 x 1022 molekul
10 liter gas amonia = 10/2 x 8 x 1022 molekul = 4 x 1023 molekul
1. Pada suhu dan tekanan tertentu, 5 liter gas N2
mengandung
6 x 1020 molekul. Berapa volume gas H2 yang mengandung 24 x 1020 molekul pada kondisi yang sama?
2. Berapa liter gas oksigen yang diperlukan untuk membakar sempurna 5 L gas CH4 yang mengandung 1 x 1020 molekul? Reaksi tersebut diukur pada temperatur dan tekanan yang sama, dengan persamaan reaksi
CH4(g) + O2(g) CO2(g) + 2H2O(g)
Berapa jumlah molekul H2O yang dihasilkan?
LATIHAN
Stoikiometri
Stoikiometri berasal dari bahasa Yunani yaitu kata “stoicheion” : unsur dan “metron” : pengukuran
Jadi “Stoikiometri” adalah suatu bahasan secara kuantitatif mengenai reaktan dan produk dalam suatu reaksi kimia.
Mol adalah banyaknya unsur yang mempunyai massa dalam gram yang secara numerik sama dengan massa atomnya
Konversi satuan dalam perhitungan “Kimia”
Mol
Massa (gr) Jml. Partikel
Volum (STP)
x Ar atau Mr
: Ar atau Mr
x 6,02 X 1023
: 6,02 X 1023 x 22,4
: 22,4
Untuk mengukur gas - gas pada keadaan tidak standar digunakan rumus :
PV = nRT P = Tekanan (atm) V = Volum ( liter ) n = jumlah mol
Massa Atom Relatif (Ar)
Beberapa data Ar unsur :
Unsur Ar Unsur Ar Unsur Ar Unsur Ar
Al 27 Au 197 K 39 O 16
Ba 137 P 31 Na 23 Mg 24
Br 80 F 19 Ca 40 N 14
Fe 56 H 1 C 12 Cu 63.5
S 32 I 127 Cl 35.5 Pb 207
Ag 108 Mn 55 Hg 201 Zn 65
12 - C atom 1
Massa 12
1
X unsur atom
1 rata -
rata Massa
X unsur relatif
atom Massa
Massa Molekul Relatif (Mr)
Massa molekul relatif (Mr) sama dengan jumlah Ar dari semua massa penyusunnya.
Atau Mr Senyawa AB = Ar A + Ar B Contoh :
Mr C2H5OH = (2 x Ar C) + (6 x Ar H) + (1 x Ar O) = (2 x 12) + (6 x 1) + (1 x 16)
= 46
Mr = Jumlah Ar
Latihan soal 1
Senyawa Ar Mr MOL Massa Volume
(STP)
Jumlah Partikel
Uap H2O
0,01 mol
Larutan
H2SO4 4,9 g
H =1 O =16
H =1 S =32 O =16
Jawaban Latihan soal 1
Senyawa Ar Mr MOL Massa Volume
(STP)
Jumlah Partikel
Uap H2O
0,01 mol
Larutan
H2SO4 (1x2) + 4,9 g
(1x32) +
(4x16)
= 98
(1x 2) + (16x1) =18 H =1
O =16
0,01 x 6,02 x 1023 = 6,02 x 1021 molekul 0,01 x
22,4 = 0,224 L 0,01 x
18 = 0,18 g
H =1 S =32 O =16
4,9 g / 98 =
0,05 mol
0,05 x 6,02 x 1023 = 3,01 x 1022 molekul Rumus
hanya untuk gas
Senya wa
Ar Mr Mol Massa Volume
(STP)
Jumlah Partikel gas
CO2 11,2 L
laruta n CaCl2
3,01 x 1023 molekul
padata n
CuSO4. 5H2O
2 mol Ca =40
Cl=35,5 Cu=63,5 S =32
O =16 H =1
C =12 O=16