SEMINAR NASIONAL
REKAYASA MATERIAL, SISTEM MANUFAKTUR DAN ENERGI
Makassar, 24-25 September 2014
PROSIDING SEMINAR NASIONAL REKAYASA MATERIAL, SISTEM MANUFAKTUR DAN ENERGI
Makassar-Gowa, 24-25 September, 2014
Kampus II Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin, Jl. Poros Malino No 72, Gowa, Sulawesi Selatan, Indonesia
Editor :
• Rafiuddin Syam, PhD – Hasanuddin University—Indonesia
Progam Studi Magister Teknik Mesin
Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin
PROSIDING SEMINAR NASIONAL REKAYASA
MATERIAL, SISTEM MANUFAKTUR DAN ENERGI
ISBN: 978-602-71380-0-1
© 2014 Progam Studi Magister Teknik Mesin, Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin
Dilarang keras mengutip, menjiplak atau memfotokopi baik sebagian maupun seluruh isi buku ini serta memperjualbelikannya tanpa mendapat izin tertulis dari Penerbit Progam Studi Magister Teknik Mesin, Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin. Permintaan dan pertanyaan tentang reproduksi dan hak kekayaan intelektual dialamatkan ke Rafiuddin Syam, PhD email:[email protected]
Kekayaan intelektual dari setiap jurnal yang ada dalam prosiding ini tetap berada di tangan penulis seperti yang tercantum pada jurnal terebut.
Penerbit oleh :
Progam Studi Magister Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin Jl. P. Kemerdekaan Km 10 Makassar Sulawesi Selatan, Indonesia 90221 Telp/Fax : (0411) 586015
Email : [email protected]
Website: pasca.unhas.ac.id
Kata Pengantar
Pertama, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta yang bersedia mengirim makalah ilmiah hasil penelitian dan ikut dalam Seminar Nasional Rekayasa Material, Sistem Manufaktur dan Energi tahun 2014. Sebagai seminar nasional pertama yang dilakukan oleh Program Studi Magister Teknik Mesin Universitas Hasanuddin, kami mengusung tema Tantangan dan Peluang Rekayasa Material, Sistem Manufaktur dan Pemanfaatan Energy Terbarukan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan .
Tema ini dipilih mengingat posisi penting Indonesia didunia ini, dimana bangsa Indonesia masih sangat membutuhkan teknologi dalam tiga bidang ini. Untuk itu beberapa langkah yang dilakukan adalah dengan mengadakan percepatan riset dan publikasi dalam bidang teknosains meliputi Material, Sistem dan Energi. Ketiga bidang ilmu itu menjadi salah satu bagian yang perlu dipacu untuk menjadi bangsa Indonesia yang maju dalam bidang Teknologi. Selanjutnya hasil riset menjadi asupan yang baik untuk percepatan Industri mulai dari hulu hingga hilir.
Adapun bidang penulisan tidak terbatas pada:
• Rekayasa Material yang meliputi berbagai bidang ilmu, mulai dari Teknik Material, Teknik Mesin, Teknik Geologi, Teknik Pertambangan, Ilmu Kimia, Ilmu Material untuk Infrastruktur dan Gedung.
• Sistem Mekanika yang meliputi Konstruksi Mesin, Sistem Otomotif, Perancangan Sistem, Konstruksi Kapal, Teknik Manufaktur, Sistem Manufaktur, Robotika, Mekatronika, Sistem Transportasi, Teknik Industri.
• Bidang Energi meliputi Energi baru dan terbarukan, konversi Energi, perpindahan panas dan massa, termodinamika, motor pembakaran dalam, motor pembakaran luar, Mekanika dan Dinamika Fluida, Hidrodinamika dan konservasi energy.
• Bidang Pendidikan yang terkait dengan bidang ilmu diatas.
Demikian pengantar ini diharapak bapak/ibu, sdr(i) dapat mengikuti Seminar dengan baik dan bermanfaat bagi Negara kita Republik Indonesia.
Makassar, 22 September 2014 Hormat kami,
Rafiuddin Syam, PhD
Chairman
Sambutan Dekan Fakultas Teknik Unhas
Selamat Datang di Kampus Teknik Gowa,
Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pemakalah/peserta Symposium Smart Material and Mechatronics dan Seminar Nasional Rekayasa Material, Sistem Manufaktur dan Energi.
Kami berharap diskusi, sumbang saran para peserta seminar dapat membantu mempercepat pembangunan Negara ini dalam bidang Rekayasa Material, Sistem Manufakur dan Energi. Semangat kita untuk membawa bangsa Indonesia menjadi lebih baik, dan melihat kondisi tanah air Indonesia makin lebih baik serta harapan akan pemimpin baru Indonesia, tidak ada jalan lain agar kita harus bahu membahu, bekerja sama dalam membangun bangsa ini.
Impor material dengan kehandalan yang tinggi, sistem manufaktur yang belum tertata baik serta masalah energi bangsa ini, menjadi alasan kita bertemu pada Symposium Internasional dan Seminar nasional ini. Seperti kita ketahui, masalah material untuk peralatan tempur, kapal selam, peluru kendali membuka peluang agar bangsa Indonesia bisa lebih mandiri bagi peralatan tempur bagi bangsa ini. Selain itu sistem produksi yang masih boros membuat hampir seluruh material di impor bagi bangsa ini, tak lain karena harga produksi yang masih tinggi. Begitupula masalah energi, konsep energi terbarukan dan alternative energi dalam rangka mengantisipasi tingginya harga BBM dunia, kerusakan lingkungan dan menipisnya persediaan BBM dunia.
Mari kita mulai kerja sama, mari kita mulai membangun jaringan penelitian, mulai dari forum ke forum penelitian, dari jaringan ke komunistas penelitian dimasa yang akan datang.
Sekali lagi terima kasih, Selamat menyampaikan Ide dan Hasil Penelitian yang cemerlang.
Makassar, 22 September 2014 Hormat saya,
Dr-Ing. Ir. Wahyu H. Piarah, MSME
Dekan Fakultas Teknik Unhas
Tim Editor
Ketua Editor Rafiuddin Syam, PhD
Editorial Board Prof. Satrio Soemantri Brodjonegora-ITB-Indonesia
Prof. Dadang A Suryamiharja– Hasanuddin University-Indonesia Prof. Dr.Ir. Mursalim-Hasanuddin University-Indonesia
Prof.Ir. Jamasri, M.Eng, PhD—UGM-Indonesia
Prof. Syukri Himran – Hasanuddin University-Indonesia Prof. Dr.-Ing Nandy Setiadi Djaya Putra-UI-Indonesia Prof.Dr. Saleh Pallu – Hasanuddin University-Indonesia Prof. Dr.H.Hammada Abbas – Hasanuddin University-Indonesia Prof. Effendi Arief– Hasanuddin University-Indonesia
Prof.Dr. Syamsul Arifin– Hasanuddin University-Indonesia Dr.-Ing Wahyu H Piarah— Hasanuddin University-Indonesia Dr. Johannes Leonard – Hasanuddin University-Indonesia Dr. Zahir Zainuddin – Hasanuddin University-Indonesia
Dr.-Ing Ir. Wahyu H. Piarah, MSME--Hasanuddin University-Indonesia Prof. Dr. Ir. Salama Manjang, MSEE--Hasanuddin University-Indonesia Prof.Dr. Ir. Jusuf Siahaya, MSME--Hasanuddin University-Indonesia
Editors Dr.Ir. Abdul Hay,MT --Hasanuddin University-Indonesia Dr.Eng Armin Lawi, MSc--Hasanuddin University-Indonesia Dr.Ir. Zuryati Djafar, MT--Hasanuddin University-Indonesia Dr. Jalaluddin, ST,MT--Hasanuddin University-Indonesia
Dr. A. Erwin Ekaputra, ST,MT--Hasanuddin University-Indonesia Dr. Rustan Taraka, ST, MT--Hasanuddin University-Indonesia Dr. Adi Tonggiroh, MT--Hasanuddin University-Indonesia
Dr.phil.nat. Sri Widodo, ST. MT. --Hasanuddin University-Indonesia Dr.Eng. Rudi Djamaluddin, M.Eng--Hasanuddin University-Indonesia Dr. Eng Nasruddin Junus, MT--Hasanuddin University-Indonesia Dr. Ir. Johannes Leaonard--Hasanuddin University-Indonesia Dr. Dipl-Ing Ganding Sitepu--Hasanuddin University-Indonesia Dr. Ir. Rhiza S. Sajjad, MSEE--Hasanuddin University-Indonesia Dr. Ir. Ilyas Palentei, MSEE--Hasanuddin University-Indonesia Dr. Indrabayu, ST,MT.M.Bus.Syst--Hasanuddin University-Indonesia Dr.Eng Wardi, MEng--Hasanuddin University-Indonesia
Dr.Eng Mukhsan Putra Hatta--Hasanuddin University-Indonesia Dr.Eng. Ihsan, MT--Hasanuddin University-Indonesia
Dr. Mukti Ali, MT--Hasanuddin University-Indonesia
Dr. Andi Haris Muhammad, MT--Hasanuddin University-Indonesia Dr. Faisal, M.Eng--Hasanuddin University-Indonesia
Dr. Ulva Ria Irfan, ST. MT--Hasanuddin University-Indonesia
Panitia Pelaksana
Pelindung:
• Rektor Universitas Hasanuddin
Penasihat:
• Direktur Pascasarjana Unhas
• Dekan Fakultas Teknik Unhas
Penanggung Jawab:
• Ketua Jurusan Mesin Unhas
• Ketua Program Studi Magister Mesin Unhas
Ketua Umum : Rafiuddin Syam, PhD Wakil Ketua : Jumadil, ST
Anggota:
Arham Hamid, SE Munawar, ST Ratnawati, ST
Laode Asman, ST, MT Mustari, ST, MT Yunus, ST
Sallolo Suluh, ST, MT Alfian Djafar, ST Budi Jaelani, S.Pd Dedy Harianto, ST, MT Nurfuadah,ST, MT Abdul Halik, ST Sarman, ST Irdam, ST, MT
Harfan, ST Muh Syahrul, ST Muh Alfian, ST Sulfan Suardi. ST Kamaruddin, ST Noeryadin, ST Jamaluddin, ST
Doddy Suanggana, ST, MT Karel Tikupadang, ST
Secretariat Journal Room, Faculty of Engineering, Hsanuddin University email:[email protected]
Phone: +62411586015 Fax: +62411586015
HALAMAN JUDUL i
KATA PENGANTAR iii
SAMBUTAN DEKAN FAKULTAS TEKNIK UNHAS iv
TIM EDITOR v
PANITIA PELAKSANA vi
DAFTAR ISI vii
REKAYASA MATERIAL
01. Penerapan Metode Elemen Hingga dalam Analisis Pengaruh Persentase Filler terhadap Getaran Balok Komposit Serbuk Kayu Jati dan Bayam
OlehM. Ahadyat Z dan Hammada Abbas
I-1
02. Analisa Eksperimen Daerah Penyekatan Pada Proses Karburasi Setempat Terhadap Nilai Kekerasan Baja Karbon
OlehAndri Yono dan Johannes Leonard
I-9
03. Distribusi Kekerasan Baja Karbon Rendah Setelah Pack Carburizing Pack Carburizing dengan Variasi Media Carburizing dan Media Pendingin OlehDewa Ngakan Ketut Putra Negara dan Dewa Made Krishna Muku
I-17
04. Pengaruh Pendinginan Air Mengalir Pada Proses Kuens Terhadap Kekuatan Tarik, Kekerasan dan Struktur Mikro Baja AISI 1045
OlehEnos Tambing dan Johannes Leonard
I-21
05. Efek Tekanan Kompaksi Dan Temperatur Sinter Terhadap Nilai Induksi Magnetik Hasil Metalurgi Serbuk
OlehHairul Arsyad
I-29
06. Pengaruh Parameter Pemotongan (Feeding, Cutting Speed, Depth of Cut) Terhadap Konsumsi Energi Pada Permesinan Bubut
OlehHamka Munir, Johannes Leonard dan Rafiuddin Syam
I-33
07. Pengaruh Putaran dan Temperatur Terhadap Kekuatan Sambungan Las HasilFriction Welding Antara Baja AISI 1045 dengan Baja Tahan Karat AISI 316L
OlehHoppy Istiawan, Abdul Hay Muchsin dan Hammada Abbas
I-38
08. Efek Perlakuan Forging danTemperatur Anil terhadap Kekerasan dan Frekuensi Natural pada Bilah Perunggu 80%Cu-20%Sn
OlehI Ketut Gede Sugita dan Istri Putri Kusuma Kencanawati
I-44
09. Analisis Kekuatan Impact Dan Mode Patahan Komposit Serat Tapis Kelapa
OlehI Made Astika dan I Gusti Komang Dwijana I-48
10. Pengembangan Metode Prediksi Propertis Material Berdasarkan Model Elemen Hingga Indentor Ganda (Dual Indenter) Sebagai Dasar Evaluasi Deformasi Sambungan Las Titik
OlehI Nyoman Budiarsa
I-52
11. Sifat Tarik Komposit Epoxy Berpenguat Serat Sisal Pada Fraksi Volume Yang Berbeda
Oleh I Putu Lokantara dan I Wayan Surata I-57
12. Analisis Kekuatan Struktur Komposit Benang Rami Hand SpinningDengan Matriks Thermoplastic High Density Polyethylene (HDPE)
OlehLies Banowati, Aulia Lazuardi Muhammad, Bambang K. Hadi dan Rochim Suratman
I-60
13. Metode Elemen Hingga untuk Analisis Eksperimental dan Numerik Pengaruh Variasi Arah Serat terhadap Getaran Balok Komposit Serat Abaca dan Ijuk Bermatriks Epoksi
OlehNanang Endriatno dan Hammada Abbas
I-64
Kekerasan dan Frekuensi Natural pada Bilah Perunggu 80%Cu-20%Sn
I Ketut Gede Sugita Jurusan Teknik Mesin fakultas Teknik
Universitas Udayana Bali, Indonesia [email protected]
Istri Putri Kusuma Kencanawati Jurusan Teknik Mesin fakultas Teknik
Universitas Udayana Bali, Indonesia [email protected]
Abstract
— Perunggu merupakan suatu logam yang memiliki sifat akustik yang baik, sehingga material ini dipilih sebagai instrumen musik. Proses produksi yaitu proses pembentukan dan pemadatan (forging
), proses perlakuan panas, memegang peranan terhadap sifat mekanis dan akustik yang dihasilkan.Penelitian ini dirancang untuk mengetahui perlakuan
forging
dan temperatur anil terhadap kekerasan dan perubahan frekuensi natural
bilah
yang terjadi. Paduan perunggu 80%Cu- 20%Sn di cor pada temperatur tuang 1000C. Hasil coran diberi perlakuan forging dengan variasi forging 10,15 dan,20%.. Semua sampel diberi perlakuan variasi temperatur anil, 400 C, 500C, 600C, padaholding time
60 menit. Prosedur dan standar pengujian kekerasan mengikuti standar ASTM E 92-82 dan pengujian frekuensi natural mengikuti standar ASTM E 1876-01.Pengukuran menggunakan program Lab View 8.2. Hasil penelitian menunjukkan kekerasan dan frekuensi natural meningkat akibat peningkatan derajat deformasi. Temperatur anil meningkat menyebabkan kekerasan dan frekuensi natural menurun. Perubahan sifat kekerasan dan frekuensi natural diakibatkan oleh perubahan tegangan sisa dan perubahan bentuk struktur mikro yang terbentuk.
Kata kunci: derajat deformasi, temperatur anil, frekuensi natural
I. PENDAHULUAN
Umumnya perunggu yang digunakan sebagai instrumen musik adalah paduan antara tembaga (Cu) dan timah putih (Sn). Perunggu dipilih sebagai bahan musik, karena perunggu mudah dibentuk dalam plat tipis dan memiliki sifat akusti yang baik seperti suara yang nyaring (Hosford, 2005, Schmidt,1995)
Komponen utama yang berpengaruh pada proses pembuatan instrument musik sebagai contoh gamelan adalah komposisi paduan perunggu, proses pengecoran, proses pembentukan dan pemadatan (forging). Ketiga komponen proses tersebut berpengaruh terhadap kekuatan (sifat mekanis) dan bunyi yang dihasilkan (akustik),
Perlakuan forging pada material (bilah) menyebabkan material mengalami kompresi. Peningkatan ratio kompresi (forging) menyebabkan kekuatan tarik maksimum, tegangan luluh meningkat namun perpanjangan (elongation) perunggu
(microhardness) dan bentuk struktur mikro (Favstor, dkk.,2003).
Proses forging, berdampak terjadinya tegangan sisa kompresi pada material Tegangan sisa (residual stress) merupakan tegangan yang tetap berada pada material walaupun beban luar dilepas dari material tersebut. Efek negatif dari tegangan sisa berpengaruh pada sifat mekanis dan kestabilan suara (frekuensi) yang dihasilkan. (Perin, dkk.,1995), (Wibowo, 2008)
Perlakuan temperatur anil berfungsi untuk mengeliminir tegangan sisa yang terjadi. Perubahan tegangan sisa akan berpengaruh pada frekuensi pribadi yang ditimbulkan oleh material tersebut. Naik turunnya frekuensi pribadi tergantung pada jenis tegangan sisa yang terjadi dan variasi perlakuan temperatur (Boutillon Xavier, 2002,
Penelitian ini menitik beratkan pada kajian perubahan frekuensi dasara yang terjadi pada kombinasi perlakuan forging dan temperatur anil
II. METODOLOGIPENELITIAN
Pengecoran Bahan
Komposisi paduan perunggu yang digunakan pada penelitian ini komposisi 80%Cu-20%Sn. Proses peleburan dilakukan pada dapur peleburan (
crucible furnace
). Paduan yang telah mencair kemudian di tuang dengan temperatur tuang 1000 C, pada cetakan pasir kemudian didinginkan secara perlahan sampai mencapai temperatur kamar. Karateristik cetakan pasir yang digunakan adalah: kekuatan tekan cetakan rata - rata:14.67N/cm2, kekuatan geser rata-rata :3.67N/cm2, kekerasan cetakan: 86.89 N/cm2, permeabilitas cetakan: 10.15 cm3/menitProses
forging
menggunakan hummer forging yang dilengkapi dengan dies yang sesuai dengan ukuran deformasi yang diinginkan.Die
berfungsi untuk menjaga beban yang terdistribusi dibenda kerja merata, mudah dalam kontrol terhadap ketebalan akhir. Tingkatdeformasi
dapat ditentukan dengan prosentase kompresi (per-cent compression
) yaituberbanding terbalik dengan perpanjangan (
per-cent
elongation
h
oCr
#%
dimana:
%C = Persentase perubahan kompresi
hf = Tebal akhir (mm) ho = Tebal awal (mm)
Temperatur material saat di
forging
adalah 6000CPengujian kekerasan yang digunakan adalah pengujian
vickers. .
Indentor yang digunakan berbentuk piramida dengan dasar bujur sangkar (a square base diamond pyramid
) daribahan intan. Sudut puncak piramid adalah 1360. Angka kekerasan
vickers
adalah besar beban (P) dibagi luasan identasi.Set-up alat pengukuran frekuensi natural seperti ditunjukkan pada Gambar.2 Spesimen uji (gambar 1) dipasang pada ukuran jarak antara dudukan mengunakan standar ASTM E 1876-01, seperti ditunjukkan pada Gambar 2. Spesimen dipukul (digetarkan), kemudian getaran yang dibangkitkan ditangkap oleh sensor pada tranduser.
Charge amplifier
menguatkan sinyal getaran yang ditangkap dari tranduser untuk diteruskan ke
interface
getaran (National Instrument).Output dari
interface
diteruskan ke computer/laptop, yang selanjutnya diolah pada program Lab-view 8.2.Gambar 1 Ukuran specimen uji frekuensi natural (dalam mm)
Gambar 2 Set-up Pengujian frekuensi natural III. HASILDANPEMBAHASAN
A. Kekerasan
Permukaan spesimen uji yang telah dihaluskan, kemudian dilakukan pengujian kekerasan metode Vickers. Hubungan antara nilai kekerasan dengan derajat deformasi ditunjukkan pada grafik 1
Gambar 3 tampak bahwa kenaikan derajat deformasi pada material yaitu mulai dari 10, 15 dan 20%, menaikkan kekerasan material. Material awal yag tidak mengalami pemadatan forging (0%) memiliki kekerasan 132,2 VHN, deformasi 10% dengan kekerasan 140,5 VHN dan tertinggi pada derjat deformasi 20% sebesar 176,1 VHN.
Gambar 5 menunjukkan hubungan kekerasan material terhadap temperatur anil dari masing-masing perlakuan. Kekerasan material memiliki kecendrungan yang menurun semakin meningkatnya temperatur anil yang dikenakan pada material
Frekuensi nada dasar merupakan besaran utama yang diukur akibat pengaruh
forging
yang dikenakan pada material.Frekuensi awal material diukur frekuensi yang dibangkitkan, kemudian material tersebut diberikan panas 400,500,6000C (Brook,1991), masing-masing selama 60 menit. Setiap tahap variasi perlakuan diukur perubahan frekuensi yang terjadi.
Hubungan frekuensi natural dengan derajar deformasi ditunjukkan pda Gambar 4 dan akibat temperatur anil ditunjukkan pada Gambar 6
Gambar 3 Hubungan derajat deformasi terhadap kekerasan
Gambar 4 Hubungan derajat deformasi terhadap frekuensi natural
Gambar 5 Hubungan derajat deformsi dan temperatur anil terhadap kekerasan material
Gambar 6. Hubungan derajat deformsi dan temperatur anil terhadap frekuensi natural
C. Struktur Mikro
Gambar 7a-d menunjukkan struktur mikro hasil coran dari masing-masing perlakuan variasi
forging.
Peningkatan derajat deformasi berdampak pada bentuk struktur mikro yang semakin pipih dan memanjang. Tidak ada perubahan fase pada material yang terjadi selama proses. Perubahan bentuk sruktur semakain membesar seiring dengan kenaikan temperaturanealing
yang dikenakan pada material (bilah). Hasil pengamatan struktur mikro proses anil tidak mengubah fase yang terbentuk selama proses (Gambar 8 a-d). Struktur mikro pada spesimen dengan temperature anil 4000C lebih kecil dibandingkan struktur mikro anil 5000C dan pada temperature anil 6000C butiran kristal menjadi lebih besar lagi. Semakin besar temperatur anil maka bentuk phase α yang terbentuk semakin besar dimana phase $ yang terbentuk merupakan phase yang larut pada kondisi padat tetapi lebih lunak.Gambar 7 Struktur mikro perunggu akibat variasi derajat deformasi ( pembesaran 200X)
a) tanpa perlakuan b) ingkat deformasi 10%
c) tingkat deformasi 15%
d) tingkat deformasi 20%
Gambar 4 Bentuk struktur mikro perunggu akibat variasi derajat deformasi (pembesaran 200X)
a) tanpa perlakuan b) temperatur anil 400oC c) temperature anil 500oC d) temperature anil 600oC
D. Pembahasan
Proses
forging
(derajat deformasi) berhubungan erat dengan kemampatan material, yang dapat mereduksi lubang- lubang porositas. Semakin besar derajat deformasi semakin besar tingkat pemampatan material/spesimen. Kekerasan material yang paling besar terjadi pada reduksi 20%.(reduksi yang paling besar). Akibat pengaruh derajat deformasi akan menghasilkan tegangan sisa kompresi pada material. Tegangan sisa muncul akibat beberapa proses pembentukan seperti deformasi plastis, perubahan temperatur dan transformasi fase.Tegangan sisa ini akan menghasilkan
strain hardening
(pengerasan regang), yang akan meningkatkan kekerasan material. Perlakuan temperatur anil yang dikenakan pada material, akan mereduksi tegangan sisa (Wibowo,2008).
Penurunan tegangan sisa kompresi akan menurunkan kekerasan material. Semakin meningkat temperatu anil yaitu 400, 500, 6000C yang dikenakan menurunkan sifat kekerasan material
Proses
forging
pemanasan pada suhu 6000 dan menggunakan media pendinginan dengan suhu kamar yang berkisar antara 300C sampai 280C, maka phase yg terbentuk adalah phase α+ε. Phase $ yang terbentuk merupakan phase yang larut pada kondisi padat tetapi lebih lunak, akan tetapi untuk phase ε mempunyai sifat terlalu keras dan getas (Brick, 1997). Material yang memiliki sifat keras dan getas akan menghasilkan frekuensi natural yang baik.Perubahan frekuensi pribadi yang dihasilkan akibat perubahan sifat kekerasan material. Pada pengamatan struktur mikro dengan pembesaran 400X dapat dilihat bentuk butir yang semakin pipih dari tanpa perlakuan sampai pada perlakuan deformasi 20%. Semakin besar tingkat deformasi maka bentuk phase α+ε akan berbentuk pipih sehingga
stiffnes