• Tidak ada hasil yang ditemukan

SEMINAR NASIONAL - Repositori | UNUD

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2025

Membagikan "SEMINAR NASIONAL - Repositori | UNUD"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

SEMINAR NASIONAL

REKAYASA MATERIAL, SISTEM MANUFAKTUR DAN ENERGI

Makassar, 24-25 September 2014

(2)

PROSIDING SEMINAR NASIONAL REKAYASA MATERIAL, SISTEM MANUFAKTUR DAN ENERGI

Makassar-Gowa, 24-25 September, 2014

Kampus II Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin, Jl. Poros Malino No 72, Gowa, Sulawesi Selatan, Indonesia

Editor :

• Rafiuddin Syam, PhD – Hasanuddin University—Indonesia

Progam Studi Magister Teknik Mesin

Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin

(3)

PROSIDING SEMINAR NASIONAL REKAYASA

MATERIAL, SISTEM MANUFAKTUR DAN ENERGI

ISBN: 978-602-71380-0-1

© 2014 Progam Studi Magister Teknik Mesin, Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin

Dilarang keras mengutip, menjiplak atau memfotokopi baik sebagian maupun seluruh isi buku ini serta memperjualbelikannya tanpa mendapat izin tertulis dari Penerbit Progam Studi Magister Teknik Mesin, Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin. Permintaan dan pertanyaan tentang reproduksi dan hak kekayaan intelektual dialamatkan ke Rafiuddin Syam, PhD email:[email protected]

Kekayaan intelektual dari setiap jurnal yang ada dalam prosiding ini tetap berada di tangan penulis seperti yang tercantum pada jurnal terebut.

Penerbit oleh :

Progam Studi Magister Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin Jl. P. Kemerdekaan Km 10 Makassar Sulawesi Selatan, Indonesia 90221 Telp/Fax : (0411) 586015

Email : [email protected]

Website: pasca.unhas.ac.id

(4)

Kata Pengantar

Pertama, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta yang bersedia mengirim makalah ilmiah hasil penelitian dan ikut dalam Seminar Nasional Rekayasa Material, Sistem Manufaktur dan Energi tahun 2014. Sebagai seminar nasional pertama yang dilakukan oleh Program Studi Magister Teknik Mesin Universitas Hasanuddin, kami mengusung tema Tantangan dan Peluang Rekayasa Material, Sistem Manufaktur dan Pemanfaatan Energy Terbarukan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan .

Tema ini dipilih mengingat posisi penting Indonesia didunia ini, dimana bangsa Indonesia masih sangat membutuhkan teknologi dalam tiga bidang ini. Untuk itu beberapa langkah yang dilakukan adalah dengan mengadakan percepatan riset dan publikasi dalam bidang teknosains meliputi Material, Sistem dan Energi. Ketiga bidang ilmu itu menjadi salah satu bagian yang perlu dipacu untuk menjadi bangsa Indonesia yang maju dalam bidang Teknologi. Selanjutnya hasil riset menjadi asupan yang baik untuk percepatan Industri mulai dari hulu hingga hilir.

Adapun bidang penulisan tidak terbatas pada:

• Rekayasa Material yang meliputi berbagai bidang ilmu, mulai dari Teknik Material, Teknik Mesin, Teknik Geologi, Teknik Pertambangan, Ilmu Kimia, Ilmu Material untuk Infrastruktur dan Gedung.

• Sistem Mekanika yang meliputi Konstruksi Mesin, Sistem Otomotif, Perancangan Sistem, Konstruksi Kapal, Teknik Manufaktur, Sistem Manufaktur, Robotika, Mekatronika, Sistem Transportasi, Teknik Industri.

• Bidang Energi meliputi Energi baru dan terbarukan, konversi Energi, perpindahan panas dan massa, termodinamika, motor pembakaran dalam, motor pembakaran luar, Mekanika dan Dinamika Fluida, Hidrodinamika dan konservasi energy.

• Bidang Pendidikan yang terkait dengan bidang ilmu diatas.

Demikian pengantar ini diharapak bapak/ibu, sdr(i) dapat mengikuti Seminar dengan baik dan bermanfaat bagi Negara kita Republik Indonesia.

Makassar, 22 September 2014 Hormat kami,

Rafiuddin Syam, PhD

Chairman

(5)

Sambutan Dekan Fakultas Teknik Unhas

Selamat Datang di Kampus Teknik Gowa,

Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pemakalah/peserta Symposium Smart Material and Mechatronics dan Seminar Nasional Rekayasa Material, Sistem Manufaktur dan Energi.

Kami berharap diskusi, sumbang saran para peserta seminar dapat membantu mempercepat pembangunan Negara ini dalam bidang Rekayasa Material, Sistem Manufakur dan Energi. Semangat kita untuk membawa bangsa Indonesia menjadi lebih baik, dan melihat kondisi tanah air Indonesia makin lebih baik serta harapan akan pemimpin baru Indonesia, tidak ada jalan lain agar kita harus bahu membahu, bekerja sama dalam membangun bangsa ini.

Impor material dengan kehandalan yang tinggi, sistem manufaktur yang belum tertata baik serta masalah energi bangsa ini, menjadi alasan kita bertemu pada Symposium Internasional dan Seminar nasional ini. Seperti kita ketahui, masalah material untuk peralatan tempur, kapal selam, peluru kendali membuka peluang agar bangsa Indonesia bisa lebih mandiri bagi peralatan tempur bagi bangsa ini. Selain itu sistem produksi yang masih boros membuat hampir seluruh material di impor bagi bangsa ini, tak lain karena harga produksi yang masih tinggi. Begitupula masalah energi, konsep energi terbarukan dan alternative energi dalam rangka mengantisipasi tingginya harga BBM dunia, kerusakan lingkungan dan menipisnya persediaan BBM dunia.

Mari kita mulai kerja sama, mari kita mulai membangun jaringan penelitian, mulai dari forum ke forum penelitian, dari jaringan ke komunistas penelitian dimasa yang akan datang.

Sekali lagi terima kasih, Selamat menyampaikan Ide dan Hasil Penelitian yang cemerlang.

Makassar, 22 September 2014 Hormat saya,

Dr-Ing. Ir. Wahyu H. Piarah, MSME

Dekan Fakultas Teknik Unhas

(6)

Tim Editor

Ketua Editor Rafiuddin Syam, PhD

Editorial Board Prof. Satrio Soemantri Brodjonegora-ITB-Indonesia

Prof. Dadang A Suryamiharja– Hasanuddin University-Indonesia Prof. Dr.Ir. Mursalim-Hasanuddin University-Indonesia

Prof.Ir. Jamasri, M.Eng, PhD—UGM-Indonesia

Prof. Syukri Himran – Hasanuddin University-Indonesia Prof. Dr.-Ing Nandy Setiadi Djaya Putra-UI-Indonesia Prof.Dr. Saleh Pallu – Hasanuddin University-Indonesia Prof. Dr.H.Hammada Abbas – Hasanuddin University-Indonesia Prof. Effendi Arief– Hasanuddin University-Indonesia

Prof.Dr. Syamsul Arifin– Hasanuddin University-Indonesia Dr.-Ing Wahyu H Piarah— Hasanuddin University-Indonesia Dr. Johannes Leonard – Hasanuddin University-Indonesia Dr. Zahir Zainuddin – Hasanuddin University-Indonesia

Dr.-Ing Ir. Wahyu H. Piarah, MSME--Hasanuddin University-Indonesia Prof. Dr. Ir. Salama Manjang, MSEE--Hasanuddin University-Indonesia Prof.Dr. Ir. Jusuf Siahaya, MSME--Hasanuddin University-Indonesia

Editors Dr.Ir. Abdul Hay,MT --Hasanuddin University-Indonesia Dr.Eng Armin Lawi, MSc--Hasanuddin University-Indonesia Dr.Ir. Zuryati Djafar, MT--Hasanuddin University-Indonesia Dr. Jalaluddin, ST,MT--Hasanuddin University-Indonesia

Dr. A. Erwin Ekaputra, ST,MT--Hasanuddin University-Indonesia Dr. Rustan Taraka, ST, MT--Hasanuddin University-Indonesia Dr. Adi Tonggiroh, MT--Hasanuddin University-Indonesia

Dr.phil.nat. Sri Widodo, ST. MT. --Hasanuddin University-Indonesia Dr.Eng. Rudi Djamaluddin, M.Eng--Hasanuddin University-Indonesia Dr. Eng Nasruddin Junus, MT--Hasanuddin University-Indonesia Dr. Ir. Johannes Leaonard--Hasanuddin University-Indonesia Dr. Dipl-Ing Ganding Sitepu--Hasanuddin University-Indonesia Dr. Ir. Rhiza S. Sajjad, MSEE--Hasanuddin University-Indonesia Dr. Ir. Ilyas Palentei, MSEE--Hasanuddin University-Indonesia Dr. Indrabayu, ST,MT.M.Bus.Syst--Hasanuddin University-Indonesia Dr.Eng Wardi, MEng--Hasanuddin University-Indonesia

Dr.Eng Mukhsan Putra Hatta--Hasanuddin University-Indonesia Dr.Eng. Ihsan, MT--Hasanuddin University-Indonesia

Dr. Mukti Ali, MT--Hasanuddin University-Indonesia

Dr. Andi Haris Muhammad, MT--Hasanuddin University-Indonesia Dr. Faisal, M.Eng--Hasanuddin University-Indonesia

Dr. Ulva Ria Irfan, ST. MT--Hasanuddin University-Indonesia

(7)

Panitia Pelaksana

Pelindung:

• Rektor Universitas Hasanuddin

Penasihat:

• Direktur Pascasarjana Unhas

• Dekan Fakultas Teknik Unhas

Penanggung Jawab:

• Ketua Jurusan Mesin Unhas

• Ketua Program Studi Magister Mesin Unhas

Ketua Umum : Rafiuddin Syam, PhD Wakil Ketua : Jumadil, ST

Anggota:

Arham Hamid, SE Munawar, ST Ratnawati, ST

Laode Asman, ST, MT Mustari, ST, MT Yunus, ST

Sallolo Suluh, ST, MT Alfian Djafar, ST Budi Jaelani, S.Pd Dedy Harianto, ST, MT Nurfuadah,ST, MT Abdul Halik, ST Sarman, ST Irdam, ST, MT

Harfan, ST Muh Syahrul, ST Muh Alfian, ST Sulfan Suardi. ST Kamaruddin, ST Noeryadin, ST Jamaluddin, ST

Doddy Suanggana, ST, MT Karel Tikupadang, ST

Secretariat Journal Room, Faculty of Engineering, Hsanuddin University email:[email protected]

Phone: +62411586015 Fax: +62411586015

(8)

HALAMAN JUDUL i

KATA PENGANTAR iii

SAMBUTAN DEKAN FAKULTAS TEKNIK UNHAS iv

TIM EDITOR v

PANITIA PELAKSANA vi

DAFTAR ISI vii

REKAYASA MATERIAL

01. Penerapan Metode Elemen Hingga dalam Analisis Pengaruh Persentase Filler terhadap Getaran Balok Komposit Serbuk Kayu Jati dan Bayam

OlehM. Ahadyat Z dan Hammada Abbas

I-1

02. Analisa Eksperimen Daerah Penyekatan Pada Proses Karburasi Setempat Terhadap Nilai Kekerasan Baja Karbon

OlehAndri Yono dan Johannes Leonard

I-9

03. Distribusi Kekerasan Baja Karbon Rendah Setelah Pack Carburizing Pack Carburizing dengan Variasi Media Carburizing dan Media Pendingin OlehDewa Ngakan Ketut Putra Negara dan Dewa Made Krishna Muku

I-17

04. Pengaruh Pendinginan Air Mengalir Pada Proses Kuens Terhadap Kekuatan Tarik, Kekerasan dan Struktur Mikro Baja AISI 1045

OlehEnos Tambing dan Johannes Leonard

I-21

05. Efek Tekanan Kompaksi Dan Temperatur Sinter Terhadap Nilai Induksi Magnetik Hasil Metalurgi Serbuk

OlehHairul Arsyad

I-29

06. Pengaruh Parameter Pemotongan (Feeding, Cutting Speed, Depth of Cut) Terhadap Konsumsi Energi Pada Permesinan Bubut

OlehHamka Munir, Johannes Leonard dan Rafiuddin Syam

I-33

07. Pengaruh Putaran dan Temperatur Terhadap Kekuatan Sambungan Las HasilFriction Welding Antara Baja AISI 1045 dengan Baja Tahan Karat AISI 316L

OlehHoppy Istiawan, Abdul Hay Muchsin dan Hammada Abbas

I-38

08. Efek Perlakuan Forging danTemperatur Anil terhadap Kekerasan dan Frekuensi Natural pada Bilah Perunggu 80%Cu-20%Sn

OlehI Ketut Gede Sugita dan Istri Putri Kusuma Kencanawati

I-44

09. Analisis Kekuatan Impact Dan Mode Patahan Komposit Serat Tapis Kelapa

OlehI Made Astika dan I Gusti Komang Dwijana I-48

10. Pengembangan Metode Prediksi Propertis Material Berdasarkan Model Elemen Hingga Indentor Ganda (Dual Indenter) Sebagai Dasar Evaluasi Deformasi Sambungan Las Titik

OlehI Nyoman Budiarsa

I-52

11. Sifat Tarik Komposit Epoxy Berpenguat Serat Sisal Pada Fraksi Volume Yang Berbeda

Oleh I Putu Lokantara dan I Wayan Surata I-57

12. Analisis Kekuatan Struktur Komposit Benang Rami Hand SpinningDengan Matriks Thermoplastic High Density Polyethylene (HDPE)

OlehLies Banowati, Aulia Lazuardi Muhammad, Bambang K. Hadi dan Rochim Suratman

I-60

13. Metode Elemen Hingga untuk Analisis Eksperimental dan Numerik Pengaruh Variasi Arah Serat terhadap Getaran Balok Komposit Serat Abaca dan Ijuk Bermatriks Epoksi

OlehNanang Endriatno dan Hammada Abbas

I-64

(9)

Kekerasan dan Frekuensi Natural pada Bilah Perunggu 80%Cu-20%Sn

I Ketut Gede Sugita Jurusan Teknik Mesin fakultas Teknik

Universitas Udayana Bali, Indonesia [email protected]

Istri Putri Kusuma Kencanawati Jurusan Teknik Mesin fakultas Teknik

Universitas Udayana Bali, Indonesia [email protected]

Abstract

— Perunggu merupakan suatu logam yang memiliki sifat akustik yang baik, sehingga material ini dipilih sebagai instrumen musik. Proses produksi yaitu proses pembentukan dan pemadatan (

forging

), proses perlakuan panas, memegang peranan terhadap sifat mekanis dan akustik yang dihasilkan.

Penelitian ini dirancang untuk mengetahui perlakuan

forging

dan temperatur anil terhadap kekerasan dan perubahan frekuensi natural

bilah

yang terjadi. Paduan perunggu 80%Cu- 20%Sn di cor pada temperatur tuang 1000C. Hasil coran diberi perlakuan forging dengan variasi forging 10,15 dan,20%.. Semua sampel diberi perlakuan variasi temperatur anil, 400 C, 500C, 600C, pada

holding time

60 menit. Prosedur dan standar pengujian kekerasan mengikuti standar ASTM E 92-82 dan pengujian frekuensi natural mengikuti standar ASTM E 1876-01.

Pengukuran menggunakan program Lab View 8.2. Hasil penelitian menunjukkan kekerasan dan frekuensi natural meningkat akibat peningkatan derajat deformasi. Temperatur anil meningkat menyebabkan kekerasan dan frekuensi natural menurun. Perubahan sifat kekerasan dan frekuensi natural diakibatkan oleh perubahan tegangan sisa dan perubahan bentuk struktur mikro yang terbentuk.

Kata kunci: derajat deformasi, temperatur anil, frekuensi natural

I. PENDAHULUAN

Umumnya perunggu yang digunakan sebagai instrumen musik adalah paduan antara tembaga (Cu) dan timah putih (Sn). Perunggu dipilih sebagai bahan musik, karena perunggu mudah dibentuk dalam plat tipis dan memiliki sifat akusti yang baik seperti suara yang nyaring (Hosford, 2005, Schmidt,1995)

Komponen utama yang berpengaruh pada proses pembuatan instrument musik sebagai contoh gamelan adalah komposisi paduan perunggu, proses pengecoran, proses pembentukan dan pemadatan (forging). Ketiga komponen proses tersebut berpengaruh terhadap kekuatan (sifat mekanis) dan bunyi yang dihasilkan (akustik),

Perlakuan forging pada material (bilah) menyebabkan material mengalami kompresi. Peningkatan ratio kompresi (forging) menyebabkan kekuatan tarik maksimum, tegangan luluh meningkat namun perpanjangan (elongation) perunggu

(microhardness) dan bentuk struktur mikro (Favstor, dkk.,2003).

Proses forging, berdampak terjadinya tegangan sisa kompresi pada material Tegangan sisa (residual stress) merupakan tegangan yang tetap berada pada material walaupun beban luar dilepas dari material tersebut. Efek negatif dari tegangan sisa berpengaruh pada sifat mekanis dan kestabilan suara (frekuensi) yang dihasilkan. (Perin, dkk.,1995), (Wibowo, 2008)

Perlakuan temperatur anil berfungsi untuk mengeliminir tegangan sisa yang terjadi. Perubahan tegangan sisa akan berpengaruh pada frekuensi pribadi yang ditimbulkan oleh material tersebut. Naik turunnya frekuensi pribadi tergantung pada jenis tegangan sisa yang terjadi dan variasi perlakuan temperatur (Boutillon Xavier, 2002,

Penelitian ini menitik beratkan pada kajian perubahan frekuensi dasara yang terjadi pada kombinasi perlakuan forging dan temperatur anil

II. METODOLOGIPENELITIAN

Pengecoran Bahan

Komposisi paduan perunggu yang digunakan pada penelitian ini komposisi 80%Cu-20%Sn. Proses peleburan dilakukan pada dapur peleburan (

crucible furnace

). Paduan yang telah mencair kemudian di tuang dengan temperatur tuang 1000 C, pada cetakan pasir kemudian didinginkan secara perlahan sampai mencapai temperatur kamar. Karateristik cetakan pasir yang digunakan adalah: kekuatan tekan cetakan rata - rata:14.67N/cm2, kekuatan geser rata-rata :3.67N/cm2, kekerasan cetakan: 86.89 N/cm2, permeabilitas cetakan: 10.15 cm3/menit

Proses

forging

menggunakan hummer forging yang dilengkapi dengan dies yang sesuai dengan ukuran deformasi yang diinginkan.

Die

berfungsi untuk menjaga beban yang terdistribusi dibenda kerja merata, mudah dalam kontrol terhadap ketebalan akhir. Tingkat

deformasi

dapat ditentukan dengan prosentase kompresi (

per-cent compression

) yaitu

berbanding terbalik dengan perpanjangan (

per-cent

elongation

(10)

h

o

Cr

#

%

dimana:

%C = Persentase perubahan kompresi

hf = Tebal akhir (mm) ho = Tebal awal (mm)

Temperatur material saat di

forging

adalah 6000C

Pengujian kekerasan yang digunakan adalah pengujian

vickers. .

Indentor yang digunakan berbentuk piramida dengan dasar bujur sangkar (

a square base diamond pyramid

) dari

bahan intan. Sudut puncak piramid adalah 1360. Angka kekerasan

vickers

adalah besar beban (P) dibagi luasan identasi.

Set-up alat pengukuran frekuensi natural seperti ditunjukkan pada Gambar.2 Spesimen uji (gambar 1) dipasang pada ukuran jarak antara dudukan mengunakan standar ASTM E 1876-01, seperti ditunjukkan pada Gambar 2. Spesimen dipukul (digetarkan), kemudian getaran yang dibangkitkan ditangkap oleh sensor pada tranduser.

Charge amplifier

menguatkan sinyal getaran yang ditangkap dari tranduser untuk diteruskan ke

interface

getaran (National Instrument).

Output dari

interface

diteruskan ke computer/laptop, yang selanjutnya diolah pada program Lab-view 8.2.

Gambar 1 Ukuran specimen uji frekuensi natural (dalam mm)

Gambar 2 Set-up Pengujian frekuensi natural III. HASILDANPEMBAHASAN

A. Kekerasan

Permukaan spesimen uji yang telah dihaluskan, kemudian dilakukan pengujian kekerasan metode Vickers. Hubungan antara nilai kekerasan dengan derajat deformasi ditunjukkan pada grafik 1

Gambar 3 tampak bahwa kenaikan derajat deformasi pada material yaitu mulai dari 10, 15 dan 20%, menaikkan kekerasan material. Material awal yag tidak mengalami pemadatan forging (0%) memiliki kekerasan 132,2 VHN, deformasi 10% dengan kekerasan 140,5 VHN dan tertinggi pada derjat deformasi 20% sebesar 176,1 VHN.

Gambar 5 menunjukkan hubungan kekerasan material terhadap temperatur anil dari masing-masing perlakuan. Kekerasan material memiliki kecendrungan yang menurun semakin meningkatnya temperatur anil yang dikenakan pada material

Frekuensi nada dasar merupakan besaran utama yang diukur akibat pengaruh

forging

yang dikenakan pada material.

Frekuensi awal material diukur frekuensi yang dibangkitkan, kemudian material tersebut diberikan panas 400,500,6000C (Brook,1991), masing-masing selama 60 menit. Setiap tahap variasi perlakuan diukur perubahan frekuensi yang terjadi.

Hubungan frekuensi natural dengan derajar deformasi ditunjukkan pda Gambar 4 dan akibat temperatur anil ditunjukkan pada Gambar 6

Gambar 3 Hubungan derajat deformasi terhadap kekerasan

Gambar 4 Hubungan derajat deformasi terhadap frekuensi natural

Gambar 5 Hubungan derajat deformsi dan temperatur anil terhadap kekerasan material

(11)

Gambar 6. Hubungan derajat deformsi dan temperatur anil terhadap frekuensi natural

C. Struktur Mikro

Gambar 7a-d menunjukkan struktur mikro hasil coran dari masing-masing perlakuan variasi

forging.

Peningkatan derajat deformasi berdampak pada bentuk struktur mikro yang semakin pipih dan memanjang. Tidak ada perubahan fase pada material yang terjadi selama proses. Perubahan bentuk sruktur semakain membesar seiring dengan kenaikan temperatur

anealing

yang dikenakan pada material (bilah). Hasil pengamatan struktur mikro proses anil tidak mengubah fase yang terbentuk selama proses (Gambar 8 a-d). Struktur mikro pada spesimen dengan temperature anil 4000C lebih kecil dibandingkan struktur mikro anil 5000C dan pada temperature anil 6000C butiran kristal menjadi lebih besar lagi. Semakin besar temperatur anil maka bentuk phase α yang terbentuk semakin besar dimana phase $ yang terbentuk merupakan phase yang larut pada kondisi padat tetapi lebih lunak.

Gambar 7 Struktur mikro perunggu akibat variasi derajat deformasi ( pembesaran 200X)

a) tanpa perlakuan b) ingkat deformasi 10%

c) tingkat deformasi 15%

d) tingkat deformasi 20%

Gambar 4 Bentuk struktur mikro perunggu akibat variasi derajat deformasi (pembesaran 200X)

a) tanpa perlakuan b) temperatur anil 400oC c) temperature anil 500oC d) temperature anil 600oC

D. Pembahasan

Proses

forging

(derajat deformasi) berhubungan erat dengan kemampatan material, yang dapat mereduksi lubang- lubang porositas. Semakin besar derajat deformasi semakin besar tingkat pemampatan material/spesimen. Kekerasan material yang paling besar terjadi pada reduksi 20%.(reduksi yang paling besar). Akibat pengaruh derajat deformasi akan menghasilkan tegangan sisa kompresi pada material. Tegangan sisa muncul akibat beberapa proses pembentukan seperti deformasi plastis, perubahan temperatur dan transformasi fase.

Tegangan sisa ini akan menghasilkan

strain hardening

(pengerasan regang), yang akan meningkatkan kekerasan material. Perlakuan temperatur anil yang dikenakan pada material, akan mereduksi tegangan sisa (Wibowo,2008).

Penurunan tegangan sisa kompresi akan menurunkan kekerasan material. Semakin meningkat temperatu anil yaitu 400, 500, 6000C yang dikenakan menurunkan sifat kekerasan material

Proses

forging

pemanasan pada suhu 6000 dan menggunakan media pendinginan dengan suhu kamar yang berkisar antara 300C sampai 280C, maka phase yg terbentuk adalah phase α+ε. Phase $ yang terbentuk merupakan phase yang larut pada kondisi padat tetapi lebih lunak, akan tetapi untuk phase ε mempunyai sifat terlalu keras dan getas (Brick, 1997). Material yang memiliki sifat keras dan getas akan menghasilkan frekuensi natural yang baik.

Perubahan frekuensi pribadi yang dihasilkan akibat perubahan sifat kekerasan material. Pada pengamatan struktur mikro dengan pembesaran 400X dapat dilihat bentuk butir yang semakin pipih dari tanpa perlakuan sampai pada perlakuan deformasi 20%. Semakin besar tingkat deformasi maka bentuk phase α+ε akan berbentuk pipih sehingga

stiffnes

Referensi

Dokumen terkait

Program Studi Magister Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Udayana SM-181 gedung 10 lantai dengan sistem struktur pemikul momen (SRPM) dan struktur rangka breising

Untuk mendukung perspektif tersebut, maka Program Studi Magister Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Udayana pada hari Sabtu tanggal 8 Juli 2017

Program Studi Magister Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Udayana SDA-99 Pengawasan Masyarakat yang dilakukan berupa penyampaian laporan dan pengaduan kepada pihak yang

Prosiding Seminar Nasional TEKNOIN 2014 ANALISIS PENGARUH PERLAKUAN PANAS PENGEROLAN TERHADAP KEKERASAN DAN STRUTURMIKRO PADA LAS BAJA AISI 316L Srihanto Program Studi Teknik