UPAYA PEMERINTAH ARAB SAUDI DALAM MEMODERNISASI BUDAYA MASYARAKAT SEPAK BOLA
SKRIPSI
Diajukan untuk Memenuhi sebagian Persyaratan guna Melengkapi Gelar Sarjana Sastra Program Studi Sastra
Arab Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret
Disusun oleh : BACHTIAR NUR ALAM
B0520015
FAKULTAS ILMU BUDAYA UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA 2023
i
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ... i
BAB I PENDAHULUAN ... 1
A. Latar belakang ... 1
B. Rumusan Masalah ... 4
C. Tujuan Penelitian ... 4
D. Pembatas Masalah ... 5
E. Manfaat Penelitian ... 5
F. Landasan Teori ... 6
G. Sumber Data ... 8
H. Metode dan Teknik Penelitian ... 9
I. Sistematika Penulisan ... 10
ii
1
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar belakang
Penulis memulai rangkaian tulisan penelitian ini dari melihat dinamika perkembangan negara-negara timur tengah masa kini, diantaranya adalah Arab Saudi yang merupakan salah satu dari negara timur tengah yang memiliki perkembangan secara signifikan selaras ambisi dari pemerintah Arab Saudi untuk meraih keberhasilan Saudi Vision 2030 dan menciptakan inklusivitas masyarakat, kegemaran masyarakat akan olahraga sepak bola menjadikannya sebuah bagian yang sangat penting dari budaya masyarakat Arab Saudi.
Arab Saudi memiliki sejarah semenjak dahulu dalam bidang olahraga sepak bola, pertama kali diperkenalkan di kota Jeddah dan secara bertahap diterima oleh masyarakat. Al-Ittihad, merupakan klub sepak bola tertua di Arab Saudi, didirikan pada tahun 1927. Federasi Sepak Bola Arab Saudi (SAFF), badan yang mengawasi sepak bola kemudian didirikan pada tahun 1956 (Ardia Yunda Fauzul, 2023).
Proyek modernisasi pemerintah Arab Saudi membentuk reformasi nasionalnya melalui Saudi Vision 2030 dipimpin oleh Putra Mahkota Mohammed Bin Salman (MBS). Tekanan, tantangan dan risiko reformasi ini menghadapi keadaan yang beragam dari kondisi keuangan, oposisi gerakan Islamis, serta ketegangan di tingkat regional, apabila melirik pemerintah hanya berkonsentrasi kepada kekuatan yang berlebihan, akan dapat melemahkan monarki dan
mengancam stabilitasnya terhadap kesejahteraan masyarakat (Takeyh, Council on Foreign Relations, 2017).
Tujuan Arab Saudi menyatakan bahwa memiliki target untuk mendorong partisipasi yang lebih luas dan teratur dalam olahraga dan kegiatan atletik, bekerja sama dengan sektor swasta untuk mendirikan fasilitas dan program tambahan lainnya. Adapun di tengah gurun tepatnya berkendara selama empat puluh menit dari kota Riyadh, sebuah kota olahraga baru sedang dibangun yaitu Qiddiya (Chadwick, 2018).
Dari Saudi Vision 2030 sebagai tujuan mendiversifikasi ekonomi, mengurangi ketergantungan pada minyak bumi, dan mengembangkan layanan umum seperti kesehatan, pendidikan, hiburan, dan pariwisata. Maka, sepak bola menjadi bagian dari instrumen untuk mencapai tujuan tersebut. Sepak bola memainkan peran penting dalam mencapai tujuan melihat beberapa tahun terakhir, penciptaan aliran baru melalui pariwisata olahraga, sponsor, hak siar dan merchandising sangat pesat.
Pemerintah Arab Saudi telah memberikan fokusnya untuk memodernisasi budaya sepak bola, seperti melakukan investasi berbagai lini infrastruktur, pembangunan stadion megah baru, komplek olahraga dan pusat tempat pelatihan, di sisi lain melakukan rekrutmen agresif pemain sepak bola internasional ke klub- klub sepak bola di Arab Saudi (Badughaish, 2023).
Pemain mega bintang seperti Cristiano Ronaldo dan Karim Benzema telah direkrut oleh klub sepak bola Arab Saudi dengan kontrak bernilai jutaan dolar.
Melihat kebijakan rekrutmen agresif ini adalah bagian dari rencana pemerintah
Arab Saudi menjadikan olahraga sebagai alat promosi negara, memberikan fasilitas rakyatnya untuk menikmati olahraga, serta dari strategi pemerintah meningkatkan citra internasional untuk menegaskan kekuatan mereka di skala global (Calonge, 2023).
Tidak hanya meningkatkan profil sepak bola Arab Saudi, tetapi juga menghasilkan peluang ekonomi yang signifikan dengan menarik penonton dan sponsor global masuk ke dalam negara. Pemerintah Arab Saudi membuka diri, melakukan kerja sama, berinteraksi kepada negara Eropa untuk proyek sepak bola, sebagai salah satu contoh ketika Arab Saudi menyelenggarakan final piala domestik Liga Spanyol, Supercopa de Espana, di negaranya. Pemerintah membayar 30 juta euro per edisi untuk menjadi tuan rumah, turnamen ini dilaksanakan hingga tahun 2029 (Bonn, 2023).
Dengan pembangunan infrastruktur baru, upaya jalannya kerja sama, rekrutmen pemain dan pelatih internasional, pemerintah Arab Saudi telah mengimplementasikan berbagai kebijakan, program dan inisiatif untuk meningkatkan partisipasi dan keterampilan sepak bola di semua tingkat masyarakat. Arab Saudi melalui sepak bola sebagai instrumen menjadi bagian penting dari budaya Arab Saudi untuk melakukan reformasi kebudayaan yang semakin berkembang atas upaya dilakukan pemerintah Arab Saudi memodernisasi budaya masyarakat sepak bola.
Menurut KBBI, modernisasi adalah proses pergeseran sikap dan mentalitas sebagai warga masyarakat untuk dapat hidup sesuai dengan tuntutan masa kini.
Sepak bola sebagai salah satu potensi dari sisi hiburan yang sangat besar, bisa kita
lihat hak penyiaran olahraga pada sepak bola yang sangat tinggi. Berdasarkan penjelasan di atas penulis meneliti dalam judul “Upaya Pemerintah Arab Saudi dalam Memodernisasi Budaya Masyarakat Sepak Bola”.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang di atas, penulis mengidentifikasikan persoalan rumusan masalah yang akan dibahas penelitian menjadi 3 poin:
1. Apakah upaya yang dilakukan oleh pemerintah Arab Saudi dalam memodernisasi budaya masyarakat sepak bola?
2. Bagaimana dampak dari upaya modernisasi tersebut terhadap masyarakat dan perkembangan sepak bola di Arab Saudi?
3. Apakah tantangan dan hambatan yang dihadapi dalam proses modernisasi budaya sepak bola di Arab Saudi?
C. Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah yang telah diuraiakan di atas, penelitian ini bertujuan untuk:
1. Mengetahui strategi dan langkah apa saja yang diambil oleh pemerintah Arab Saudi dalam proses memodernisasi budaya masyarakat sepak bola.
2. Mengetahui dampak dari upaya modernisasi, mengukur efektivitas terhadap masyarakat dan perkembangan sepak bola di Arab Saudi.
3. Mengidentifikasi faktor dan tantangan dan hambatan yang dihadapi ketika proses modernisasi budaya sepak bola di Arab Saudi.
D. Pembatas Masalah
Penelitian ini dibuat dengan pembatas masalah agar cakupan penelitian dapat terfokus dan jelas arah dan sampai mana penelitian ini dibawa. Penelitian ini membatasi masalah berdasarkan 2 batasan berikut:
1. Penelitian ini hanya membahas upaya modernisasi budaya sepak bola yang dilakukan oleh pemerintah Arab Saudi. Tidak mencakup upaya modernisasi dalam bidang lain.
2. Berfokus kepada analisis konteks masyarakat dari kebijakan sepak bola di Arab Saudi. Tidak mencakup dampak terhadap negara lain atau aspek lain dari masyarakat Arab Saudi.
3. Berfokus pada tantangan dan hambatan yang dihadapi dalam proses modernisasi ini dibahas hanya cakupan konteks sepak bola.
E. Manfaat Penelitian
Berdasarkan permasalahan dari penelitian penulis, penelitian memiliki manfaat untuk:
1. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam dan detail tentang upaya modernisasi budaya masyarakat sepak bola dan dapat membantu memahami bagaimana sepak bola sebagai instrumen mendorong perubahan sosial dan budaya.
2. Penelitian ini diharapkan dapat digunakan oleh pembuat kebijakan, praktisi, dan para peneliti dalam mengembangkan strategi dan kebijakan yang efektif untuk mempromosikan sepak bola di Arab Saudi dan negara- negara lain dengan kondisi serupa.
F. Landasan Teori
Kemajuan Arab Saudi meliputi banyak upaya yang dilakukan oleh pemerintah di berbagai keputusan lini sektor dan menciptakan budaya masyarakat yang menjadikan sebagai peningkatan olahraga untuk menciptakan masyarakat yang lebih dinamis di masa depan.
Modernisasi, dalam sosiologi, merujuk pada transformasi dari masyarakat tradisional, pedesaan, agraris menjadi masyarakat sekuler, perkotaan, industri.
Masyarakat modern adalah masyarakat industri. Untuk memodernisasi budaya masyarakat berarti mengindustrialisasikannya. Modernisasi adalah proses yang terus-menerus dan tidak berkesudahan yang dapat dilihat pada skala global, karena meluas dari basis Barat aslinya untuk mencakup seluruh dunia (Kumar, 2023).
Modernisasi adalah proses berkelanjutan yang menggambarkan perubahan sosial. Proses ini sesuai dengan cara hidup modern melalui adopsi nilai-nilai modern sehingga masyarakat dapat beradaptasi dengan keadaan yang berubah.
Modernisasi dapat disamakan dengan pengembangan IPTEK, ilmu pengetahuan dan teknologi yang telah mengubah struktur masyarakat serta hubungan soial dan menggantikan ideologi tradisional dengan yang baru. Maka dari itu, modernisasi tidak hanya mempengaruhi satu atau beberapa bidang masyarakat, tetapi seluruh masyarakat, itulah sebabnya perubahan yang dibawa oleh proses ini sangat besar tujuannya (Rupam, 2023)
Dalam penelitian ini, penulis menggunakan teori Samuel P. Huntington, yang merupakan seorang ahli politik Amerika yang lahir di New York pada tahun
1927. Huntington menyelesaikan pendidikan sarjana, master, dan doktor di Yale, Chicago
dan Harvard. Huntington terkenal dengan teori modernisasi dan benturan peradaban yang mempengaruhi perkembangan global.
Penyebab utama modernisasi adalah pengembangan IPTEK, ilmu pengetahuan dan teknologi, serta proses industrialisasi yang cepat. Huntington mengidentifikasi beberapa karakteristik dari modernisasi. Pertama, adalah proses bertahap yang mengubah masyarakat dari keadaan primitif dan sederhana menjadi lebih maju dan kompleks. Kedua adalah proses homogenisasi, yaitu modernisasi menciptakan struktur dan tren yang sama di berbagai masyarakat. Hal ini sebagian besar disebabkan oleh perkembangan teknologi informasi, komunikasi, dan transportasi, seperti yang terlihat dalam fenomena coca colonization, Mc World, dan californiazation. Ketiga, modernisasi sering kali termanifestasi sebagai Amerikanisasi dan Eropanisasi. Keempat, adalah proses yang tidak dapat dibalik, dihindari, atau dihentikan. Kelima adalah proses progresif menuju kemajuan, meskipun ada dampak samping yang tidak dapat dihindari. Dan keenam adalah proses evolusioner, bukan revolusioner atau radikal. Hanya waktu dan sejarah yang dapat mencatat seluruh proses, hasil, dan dampaknya (Alamsyah, 2022).
Proses modernisasi ekonomi dan transformasi sosial global telah menyebabkan masyarakat terlepas dari identitas lokal mereka yang telah ada sejak lama. Pelepasan ini menciptakan ruang kosong yang kemudian diisi oleh identitas agama, yang sering kali dikaitkan dengan gerakan “fundamentalis” (Alamsyah, 2022).
Peningkatan kesadaran peradaban adalah hasil dari peran ganda negara Barat. Di satu sisi, Barat berada di puncak kejayaannya, sementara di sisi lain, sebagai
reaksi terhadap dominasi Barat, masyarakat non-Barat kembali ke akar peradaban mereka. Perbedaan budaya antara peradaban Barat dan non-Barat semakin mempertajam. Ini membuat kompromi dan upaya memperbaiki hubungan antar peradaban dalam konteks budaya semakin sulit dibandingkan dengan upaya mengkompromikan karakteristik dan perbedaan politik serta ekonomi (Alamsyah, 2022).
G. Sumber Data
Sumber data dari penelitian ini adalah observasi dan dokumentasi. Menurut (Sugiyono, 2019: 194) Sumber data dibagi menjadi dua bagian yaitu data primer dan data sekunder. Sumber data primer yang menjadi acuan dalam penelitian ini adalah buku Sport Events, Society and Culture karya Katherine Dashper, Thomas Fletcher dan Nicola McCullough, buku The People’s Game? Football, Finance and Society karya Stephen Morrow, buku Routledge Handbook of Sport in the Middle East karya Danyel Reiche dan Paul Michael Brannagan, jurnal berjudul The Development Dynamics Of Football And Its Influence On Conservatism Culture In Saudi Arabia, jurnal berjudul Saudi Vision 2030 and the Challenge of Competitive Identity Transformation in Saudi Arabia, jurnal berjudul A critical review on sport and the Arabian Peninsula–the current state of play and future directions, jurnal berjudul Modernisasi Dalam Perspektif Samuel P. Huntington.
Sumber data di dapat dari pengumpulan data primer dan data sekunder serta sumber dari web Council on Foreign Relations dan sumber lainnya. Data sekunder didapatkan oleh penulis melalui ragam sumber, seperti jurnal-jurnal, penelitian buku, serta sumber lainnya untuk memperkuat penelitian ini.
H. Metode dan Teknik Penelitian
Metode yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan analisis deskriptif. Penelitian kualitatif adalah penelitian yang mampu menghasilkan data deskriptif dalam bentuk kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang diamati (Moleong, 2007: 4).
Penelitian dengan analisis deskriptif menurut (Moh. Nazir, 2005: 54) mengatakan bahwa metode penelitian deskriptif adalah metode meneliti status sekelompok manusia, suatu objek, suatu set kondisi, suatu sistem pemikiran, atau suatu peristiwa pada masa sekarang.
Tujuan dari penelitian ini adalah membentuk deskripsi atau gambaran secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta yang terjadi serta hubungan antara fenomena yang diuji dan diteliti.
Metode penelitian kualitatif adalah jenis penelitian yang temuan-temuannya tidak diperoleh dari prosedur statistik atau bentuk hitungan. Memahami dan menafsirkan makna suatu peristiwa interaksi tingkah laku manusia dalam situasi tertentu menurut perspektif peneliti sendiri. Metode kualitatif lebih berdasarkan pada sifat fenomenologis yang mengutamakan penghayatan (Gunawan, 2016).
Dalam penelitian, peran peneliti adalah pengumpul data utama dan menggunakan teknik penelitian melalui studi literatur, yaitu teknik pengumpulan data dan informasi dengan mengkaji berbagai bahan bacaan yang terkait dengan kebijakan pemerintah Arab Saudi terhadap olahraga, khususnya sepak bola.
Pengkajian ini dilakukan melalui studi kepustakaan dan dilakukan dengan pengumpulan berbagai literatur, membaca dan mengkaji berbagai buku sebagai
kajian pustaka untuk menganalisis teori-teori yang telah ditemukan dan dikembangkan oleh ahli-ahli.
Studi pustaka juga dilakukan terhadap hasil penelitian yang telah dilakukan oleh para ahli yang disampaikan dalam skripsi, tesis, seminar, jurnal, artikel dan lain-lain mengenai upaya pemerintah Arab Saudi dalam implementasi modernisasi budaya masyarakat pada olahraga sepak bola.
I. Sistematika Penulisan
Di dalam sistematika penulisan, penelitian ini oleh penulis dibagi menjadi tiga bab pembagian.
Bab I Pendahuluan berisi latar belakang, rumusan masalah, tujuan dan manfaat, pembatas masalah teori, sumber data, metode dan teknik serta sistematika penulisan.
Bab II berisi pembahasan penelitian tentang modernisasi budaya sepak bola di Arab Saudi, diantaranya mengeksplorasi upaya yang dilakukan oleh pemerintah Arab Saudi dalam memodernisasi budaya sepak bola di negara tersebut.
Menganalisis dampak upaya modernisasi terhadap masyarakat dan perkembangan budaya sepak bola di Arab Saudi. Terakhir, membahas tantangan dan hambatan yang dihadapi dalam proses modernisasi budaya sepak bola di Arab Saudi.
Bab III adalah penutup yang berisi daftar pustaka, dari buku, jurnal, serta dari berbagai sumber sebagai data penelitian yang telah di dapat dan memuat lampiran.