• Tidak ada hasil yang ditemukan

Seminar Proposal Thesis

N/A
N/A
ahmad firdaus

Academic year: 2023

Membagikan "Seminar Proposal Thesis"

Copied!
22
0
0

Teks penuh

(1)

1 Daftar Isi

A. Daftar isi ... 1

B. Abstrak... 2

C. Latar Belakang Masalah ... 3

D. Pokok Permasalahan ... 14

E. Tujuan Penelitian ... 14

F. Signifikansi Penelitian ... 14

G. Penelitian Terdahulu yang Relevan ... 15

H. Metodologi Penelitian ... 16

I. Sistematika Penulisan ... 18

J. Daftar Pustaka ... 20

(2)

2

PSIKOTERAPI ISLAM GANGGUAN JIWA SKIZOFRENIA PADA PENGGUNA NARKOBA DI LEMBAGA REHABILITASI YAYASAN

MADANI MENTAL HEALTH CARE JAKARTA TIMUR

Abstrak

Penelitian ini akan menyimpulkan sejauh apa manfaat dan penerapan Konsep Psikoterapi Islam pada gangguan Jiwa Skizofrenia pengguna narkoba dan meneliti sejauh apa problem psikologis para korban pengguna narkoba di Lembaga Yayasan Madani Mental Health Care yang terletak di daerah Jakarta Timur. Dari berbagai informasi yang di dapat bahwa pengguna narkoba mengalami stres ataupun gangguan psikologis. Berdasarkan beberapa litelatur, Coping religious memiliki hubungan yang positif dengan pandangan dan penyembuhan pengguna narkoba.

Penelitian ini tidak mendukung dari pernyataan tokoh psikologi seperti Sigmund Freud dan penelitian kontempores oleh Getz, Rule dan Clay Routledge yang mengatakan agama sebagai sisi negatif terhadap kesehatan jiwa individu.

Individu yang beragama dianggap sebagai penderita neorosis, mengalami delusi, penyakit psikotik dan ada kemiripan dengan penyakit sindrom otak organik, serta agama dapat bersifat mematikan.

Penelitian ini mendukung pendapat William James dan penelitian kontemporer oleh Kenneth I. Pargament, Christian Zwigmann dan G. Mahmoudi yang memandang bahwa pendekatan agama atau terapi agama berperan mengatasi masalah psikologis seperti kerentanan stres berupa reaksi gangguan fisiologis, psikologis, sosial bahkan spiritual pada individu.

Peneltian ini akan menggunakan metodologi penelitian Qualitatif dengan pendekatan fenomenologi yaitu dengan cara menggali semua informasi yang diperoleh dari informan yang sedang mengalami gangguan jiwa ataupun paska sembuh serta para terapis yang menggunakan Psikoterapi Islam serta di dukung dengan sumber primer berupa data lapangan yaitu observasi dan wawancara kepada informan. Dan data sekunder berupa buku-buku yang memiliki unsur psikoterapi Islam: Konseling dan Psikoterapi Islam. Untuk data skundernya dapat diambilkan dari buku-buku yang berkaitan dengan psikoterapi islam dan skizofrenia seperti: Rusdi Maslim, Pedoman Penggolongan Diagnosis Jiwa (PPDGJ III), Dr. Kartini Kartono, Patologi Sosial 3. Zakiah Darajat, Psikoterapi Islam, Prof. Dr. Dadang Hawari, Al-Qur'an, Ilmu Kedokteran Jiwa dan Kesehatan Jiwa, dll.

Penelitian ini akan dilakukan di Lembaga Yayasan Madani Mental Health Care yang terletak di daerah Jakarta Timur. Lemabaga tersebut dikepalai langsung oleh Prof Dadang Hawari sekaligus Ahli Psikoterapi Islam yang membantu para pecandu narkoba/Napza

(3)

3 A. Latar Belakang Masalah

Narkoba menurut undang undang No. 35 tahun 2009, didefinisikan sebagai zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan.

Pemakainya akan mengalami ketergantungan yang sangat luar biasa, bahkan mendorong untuk melakukan perbuatan nekad tak memandang etika atau norma apapun demi untuk memenuhi ketergantungan, dari sini narkoba menjadi sumber segala keburukan—selain pengobatan atas anjuran medis-- Efek narkoba amat buruk sekali baik bersifat individual yang buntutnya terhadap dampak sosial, pendek kata, narkoba adalah musuh bersama.

Problematika individu dengan Tuhannya, ialah kegagalan seseorang melakukan hubungan interaksi vertikal dengan Tuhannya, seperti sangat sulit untuk menghadirkan rasa takut, rasa taat, dan rasa bahwa Dia selalu mengawasi perbuatan dan perilaku setiap individu. Sehingga berdampak pada rasa malas dan enggan melakukan ibadah dan sulit untuk meninggalkan perbuatan-perbuatan yang dilarang dan dimurkai Tuhannya.

Problematika individu dengan dirinya sendiri, ialah kegagalan bersikap berdisiplin dan bersahabat dengan hati nuraninya sendiri, yakni hati nirani yang selalu mengajak, menyeru dan membimbing kepada kebaikan dan kebenaran kepada Tuhannya. Sehingga muncul sikap was-was, ragu, prasangka buruk lemah motivasi dan tidak mampu bersikap mandiri dalam melakukan segala hal.1

Perubahan-perubahan sosial yang serba cepat sebagai konsekuensi modernisme, industrialisasi, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, mempunyai dampak pada kehidupan masyarakat. Perubahan-perubahan tersebut telah mempengaruhi nilai kehidupan masyarakat. Tidak semua orang mampu menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan tersebut, yang pada gilirannya dapat menimbulkan ketegangan atau stres pada dirinya. Stres dapat merupakan faktor pencetus, penyebab atau akibat dari suatu penyakit sehingga taraf kesehatan fisik dan kesehatan jiwa dari orang yang bersangkutan menurun karenanya.

Perubahan-perubahan sosial tersebut yang seringkali bercorak sekuler telah menyebabkan dehumanisasi yaitu menurunnya nilai kemanusiaan.2

Kehidupan kota dengan pola berpacu, serta berlomba-lomba memperagakan kekuasaan dan kekayaan yang menyebabkan banyak rasa cemburu, iri hati, ketakutan, kecemasan dan ketenangan batin pada penduduknya, menjadi persemaian subur bagi timbulnya berbagai peyakit mental. Lebih-lebih dengan penonjolan interest sendiri dan rasa individualisme, kontak sosial di kota- kota menjadi longgar. Dalam masyarakat sedemikian ini banyak anggotanya merasa kurang/tidak aman, menjadi kesepian, panik dan ketakutan, yang

1 M. Hamdani Bakran, Adzaky,,Konseling dan Psikoterapi Islam, (Fajar Pustaka Baru: Yogyakarta, 2004), hal. 1.

2 Dadang Hawari, Al-Qur’an Ilmu Kedokteran Jiwa dan Kesehatan Jiwa, (PT. Dana Bhakti Prima Yasa, Yogyakarta, 1997), Hal. 2

(4)

4

mengganggu keseimbangan jiwa.3 Juga oleh pengaruh ilmu pengetahuan, mekanisme dan industrialisasi, kehidupan modern menjadi semakin terurai dalam fraksi-fraksi dan spesialisasi-spesialisasi serta perkotaan-perkotaan yang berdiri sendiri, sehingga masyarakatnya sulit diintegrasikan. Disintegrasi masyarakat mengakibatkan proses disintegrasi pada diri perorangan-perorangan penduduknya, dan ini menjadi faktor penyebab dari timbulnya banyak gangguan psikis.

Masyarakat modern yang selalu memburu keuntungan komersial dan sangat individualistis itu selalu penuh persaingan, rivalitas dan kompetisi, sehingga banyak mengandung unsur-unsur ekplosif. Sebagai akibatnya banyak penduduk yang menderita ketegangan unit syaraf dan tekanan batin, khususnya kalau keinginannya tidak bisa terpenuhi, meledak menjadi gangguan psikis. Di tambah pula dengan pengaruh media massa seperti koran, film, majalah, TV dan iklan yang semuanya merangsang, maka kebudayaan modern ini menuntut adanya standar hidup tinggi dan kemewahan materiil. Jika keinginan dan usaha mendapatkan kemewahan, kedudukan sosial dan kekuasaan tidak tercapai, maka timbullah rasa malu, takut, cemas dan rendah diri. Semua ini menjurus pada frustasi, kekecewaan-kekecewaan, gangguan batin, serta macam-macam penyakit mental, yang miskin menjadi bingung dan cemas terus menerus dalam usahanya mencukupi kebutuhan sehari-hari. Sedang yang kaya raya selalu cemas dan khawatir terus menerus, kalau-kalau kehilangan harta kekayaan dan jabatannya, hingga banyak mengalami ketegangan batin dan terganggu mentalnya. Maka perubahan masyarakat dengan segenap bahaya dan resikonya itu banyak menyentuh dan merusak kesehatan psikis penduduknya dan menghambat perkembangan kepribadian.

Masalah utama dalam suatu masyarakat modern adalah timbulnya disintegrasi dari masyarakat tradisional karena unsur-unsurnya mengalami perubahan dengan kecepatan berbeda. Kebenaran-kebenaran abadi sebagaimana terkandung dalam ajaran agama disisihkan, karena dianggap kuno, sehingga orang hanya berpegang pada kebutuhan materi dan tujuan dekat belaka.

Banyak orang terpukau dengan modernisasi, mereka menyangka bahwa dengan modernisasi itu serta merta akan membawa kepada kesejahteraan. Mereka lupa bahwa di balik modernisasi yang serba gemerlap memukau itu ada gejala yang dinamakan “The agony modernization”, yaitu azab sengsara karena modernisasi, yang merupakan ketegangan itu dapat disaksikan masyarakat yaitu semakin meningkatnya angka-angka kriminalitas yang disertai pecandu Narkotika, tindak kekerasan, perkosaan, kenakalan remaja, promiskuitas, prostitusi, bunuh diri, gangguan jiwa dan sebagainya.4Oleh karena itu, Berbagai formula penanggulangan dikerahkan, dari hulu hingga hilir disusuri dan diusut, dari pemakai sampai bandar pengedar dan kawanan yang memproduksinya. Sikap negara amat jelas dalam hal ini, yakni memberikan hukuman berat terhadap si pemakai, bahkan memberikan hukuman mati terhadap pengedar yang terbukti

3 Kartini Kartono, Patologi Sosial 3 Gangguan Kejiwaan, (PT. Raja Grafindo Persada: Jakarta, 2002), hlm. 9-10

4 Amin Syukur dan Abdul Muhaya, Tasawuf dan Krisis, (Pustaka Pelajar:

Yogyakarta,2001), hlm. 3

(5)

5

menjajakan narkoba dalam jumlah tertentu, seperti yang telah dilakukan pada 6 terpidana mati kasus narkoba bulan Januari 2015 yang lalu, karena dianggap pelanggaran berat yang mengancam eksistensi bangsa.

Menyadari sedemikian besar bahayanya narkoba, Presiden mengeluarkan instruksi No.6 tahun 19715 dengan membentuk Badan Koordinasi, yang terkenal dengan nama Bakolak Inpres 6/71, yaitu sebuah badan yang mengkoordinasikan (antar departemen) kegiatan penanggulangan terhadap berbagai bentuk kegiatan yang mengancam keamanan negara, seperti pemalsuan uang, penyelundupan, bahaya narkotika, kenakalan remaja, kegiatan subversif dan pengawasan terhadap orang-orang asing.

Pada hakikatnya, setiap manusia menghendaki hidup dan kehidupan yang tenang, tentram dan bahagia, meskipun tidak selamanya kemauan dan keinginan tersebut tercapai. Sebab sudah menjadi sunnatullah bahwa kegundahan, kekalutan, kegelisahan dan berbagai bentuk gangguan psikologis lainnya merupakan bagian yang akan selalu menyertai kehidupan manusia.

Efek buruknya tidak hanya merugikan individu si pemakai melainkan merembet ke sosial secara umum. Secara individual pengaruh narkoba sangat aktif bekerja merusak urat syaraf sentral, jantung, darah dan denyut nadi, sedangkan secara mental, umumnya pengaruh narkotika mengakibatkan pemakainya menjadi pelupa, acuh, gelisah, gugup, emosional, apatis, putus asa pendiam, sinis pesimis dan muram6, dan sederet efek negatif lainnya. Akibat rusaknya jaringan sentral syaraf dan mental yang sedemikian parah, sehingga menyeret penggunanya melakukan tindakan asusila7, karena kesadaran dalam mempertimbangkan prilakunya berkurang yang pada akhirnya akan menimbulkan efek buruk prilaku sosialnya.

Berangkat dari efek buruknya narkoba yang berpeluang meluas ke ranah sosial itulah, tentu tanggung jawabnya bukan hanya ditumpukan kepada pemerintah an-sich, melainkan semua elemen masyarakat dengan berbagai pendekatan harus diupayakan, demi terciptanya keamanan dan kenyamanan dari semua gangguan prilaku sosial anggota masyarakat lainnya agar terlepas dari jeratan barang haram yang bernama narkoba tersebut. Bila tidak, menurut Prof.

Adrianus Meliala, Ph.D seorang Kriminolog FISIP UI, bukan tidak mungkin bangsa ini pelan-pelan mengikuti jalan kelam bangsa-bangsa besar dunia, yang menghabiskan ratusan juta dolar memerangi pedagang narkotika.8

Salah satu Ganggun Sindrom jiwa yang merupakan permasalahan kesehatan di seluruh dunia adalah gangguan skizofrenia. Para ahli kesehatan gangguan jiwa menyatakan bahwa semakin modern dan industrial suatu masyarakat, semakin besar pula stressor psikososialnya, yang pada gilirannya

5 Bunyi UU ini dilihat di http://sipuu.setkab.go.id/PUUdoc/5303/kp1161999.htm 6 Rachman Herman, Penyalahgunaan Narkotika Oleh Para Remaja, (Jakarta,1985), Hal. 11

7 Fuad Kauma, Sensasi Remaja di Masa Puber, Dampak Negatif dan Alternatif Penanggulangan, (Kalam Mulia : Jakarta, 1997), Hal. 119.

8 Reza Indragiri,. Psikologi Kaum Muda Pengguna Narkoba (Jakarta : Salemba Humanika, 2007) , Hal. 97

(6)

6

menyebabkan orang jatuh sakit karena tidak mampu mengatasinya. Salah satu gangguan itu adalah gangguan jiwa skizofrenia.9

Menurut Laing, individu yang kemudian menjadi skizofren disebabkan karena hidupnya cenderung menderita ketidakpastian tentang rasa dirinya atau keberadaannya di dunia ini. Seperti halnya Laing, Batesson mengatakan bahwa ketidakpastian tentang identitas psikologi atau rasa diri sebagai variabel yang dapat mengarahkan seorang anak/individu kepada skirofrenia.

Banyak gangguan psikis muncul, karena anak sejak usia yang amat muda mendapatkan perlakuan yang tidak patut dalam situasi keluarganya. Pada hakekatnya, bukan maksud orang tua untuk dengan sengaja menyajikan lingkungan buruk itu, namun, kondisi ekonomis, kultural atau sosial lain memaksa rumah tangga tercerai berai dan menjadi asusila misalnya. Pola kriminal dan tidak susila dari salah seorang anggota keluarga secara langsung atau tidak langsung mencetak pola yang sama pada anak-anak juga teman sebaya (anak-anak remaja) dengan tingkah laku berandalan dan perilaku tetangga-tetangga yang kurang bertanggung jawab, semua itu memberikan banyak iritasi pada pribadi anak, yang pasti akan mengganggu perkembangan jiwanya.10

Yang jelas, sebagian kompleks kejiwaan tercipta pada janin masih berada di perut ibu atau bahkan saat hubungan seks (pertemuan sperma dan ovum), demikian juga ketika bayi masih dalam buaian ibu. Di samping itu lebih banyak terfokus pada bagaimana sistem pendidikan yang telah diberikan kepada individu sejak ia berusia 0 tahun sampai dengan dewasa.11Karena itu Islam memerintahkan pada orang tua agar menciptakan suasana tenang dan mengamalkan ajaran agama pada saat bayi berada dalam kandungan, sebagian memerintahkan kepada orang tua untuk memperlakukan anak mereka secara wajar.12

Sebagai benda yang menghilangkan kesadaran, sifatnya lebih dari memabukkan, dikonsumsi dalam jumlah sedikit maupun banyak, sama haramnya.

“Sesuatu yang memabukkan dalam dosis banyak, maka sedikit juga hukumnya haram”. (HR. Tirmidzi). Dalam hadis yang lain yang diriwayatkan Imam Ahmad,

“Rasulullah saw melarang setiap sesuatu yang memabukkan dan mufattir (yang merusak). Sejalan dengan tinjauan para ahli sedikitinya ada tiga efek negatif narkoba, pertama, depresan yakni memperlambat fungsi syaraf pusat sehingga hilang kesadaran dan tertidur, kedua, stimulan merangsang sistem saraf pusat meningkatkan kegairahan dan kesadaran, ketiga, halusinogen, narkoba akan mengubah rangsangan perasaan dan pikiran sehingga menimbulkan kesan palsu atau halusinasi.

NAPZA (Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif lain) adalah bahan/zat/obat yang bila masuk kedalam tubuh manusia akan mempengaruhi

9 Dadang Hawari, Al-Qur’an Ilmu Kedokteran Jiwa dan Kesehatan Jiwa, (PT. Dana Bhakti Prima Yasa: Yogyakarta, 1997), Hal. 306

10 Kartini Kartono, Patologi Sosial 3 Gangguan Kejiwaan, (PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta, 2002), Hal. 8

11 M. Hamdani Bakran adz-Dzaky, Konseling dan Psikoterapi Islam, (Pustaka Fajar Baru, Yogyakarta, 2002), Hal. 387

12 Zakiyah Daradjat, Kesehatan Mental Peranannya dalam Pendidikan dan Pengajaran, (Bulan Bintang: Jakarta, 1984), Hal. 9

(7)

7

tubuh terutama otak/susunan saraf pusat, sehingga menyebabkan gangguan kesehatan fisik, psikis, dan fungsi sosialnya karena terjadi kebiasaan, ketagihan (adiksi) serta ketergantungan (dependensi) terhadap NAPZA. Istilah NAPZA umumnya digunakan oleh sektor pelayanan kesehatan yang menitikberatkan pada upaya penanggulangan dari sudut kesehatan fisik, psikis, dan sosial. NAPZA sering disebut zat psikoaktif, yaitu zat yang bekerja pada otak, sehingga menimbulkan perubahan perilaku, perasaan, dan pikiran.13

Dengan kenyataan yang demikian peredaran NAPZA di Indonesia semakin mudah dan murah untuk mendapatkannya oleh setiap kalangan masyarakat mulai dari anak-anak, pejabat, artis, mahasiswa bahkan oleh aparat penegak hukum, hal ini di sebabkan oleh keuntungan besar yang di janjikan dalam waktu yang singkat di balik bisnis haram ini. Walaupun melanggar hukum dengan resiko sanksi yang berat seperti pidana mati, akan tetapi masih banyak orang yang bersedia menerima resiko ini demi keuntungan dari bisnis ini, sehingga pasokan barang-barang ini tidak hanya pada kota-kota besar di Indonesia, namun peredarannya juga sudah sampai ke kota-kota kecil bahkan sudah sampai di kecamatan dan desa-desa terpencil yang pendistribusiannya melalui jalur-jalur baik darat, laut maupun udara yang terorganisasi sangat rapi dan rahasia, yang tanpa memperhatikan kepentingan moral, agama dan nasional.

Jumlah pengguna narkoba di Indonesia hingga November 2015 mencapai 5,9 juta orang. "Indonesia sudah darurat bahaya narkoba dan hal itu sudah disampaikan oleh presiden. Sebelumnya pada bulan juni 2015 tercatat 4,2 juta dan pada November meningkat signifikan hingga 5,9 juta. Penggunaan narkoba, lanjutnya, banyak disebabkan karena kurangnya pemahaman tentang narkotika serta kepedulian dari masyarakat serta hukum yang masih belum mengikat secara maksimal. "Tidak ada bagian masyarakat yang tidak clear dari narkoba. Semua sudah terkena. Ada oknum TNI, oknum Polri termasuk oknum dari BNN.14

Guna mendukung upaya penegakan hukum yang lebih baik dalam memerangi narkotika, BNN mempersenjatai diri dengan senjata yang lebih modern serta menambah kekuatan pasukan dengan K9 sebanyak 50 unit beserta 100 orang Satgas K9 BNN. Dengan penguatan yang telah dilakukan, pada periode 2016 ini, BNN telah mengungkap 807 kasus narkotika dan mengamankan 1.238 tersangka, yang terdiri dari 1.217 WNI dan 21 WNA. Sedangkan barang bukti narkotika yang disita BNN pada periode tersebut adalah berupa.15

13 Dewi Anggreni, “Dampak Bagi Pengguna Narkotika, Psikotropika Dan Zat Adiktif (Napza) Di Kelurahan Gunung Kelua Samarinda Ulu,” eJournal Sosiatri-Sosiologi, 3 (3) (2015), Hlm 38

14http://regional.kompas.com/read/2016/01/11/14313191/Buwas.Pengguna.Narkoba.

di.Indonesia.Meningkat.hingga.5.9.Juta.Orang dilihat 27 Desember 2016

15 Humas, BNN, PRESS RELEASE AKHIR TAHUN 2016 “KERJA NYATA PERANGI NARKOTIKA” B/PR-90/XII/2016/HUMAS. Jakarta. 2016

(8)

8

Tabel. Press Release16

GANJA 2.687.624,89 GRAM

20.000 BATANG POHON GANJA

16 HA LADANG GANJA

SABU 1.016.198,95 GRAM

EKSTASI 754.094 BUTIR

568,15 GRAM

HEROIN 581,5 GRAM

MORFIN 108,12 GRAM

KOKAIN 4,94 GRAM

HASHISH 0,32 LITER

DAFTAR G 5.012 BUTIR

BENZODIAZEPINE 2 BUTIR

Meskipun pemberantasan terhadap peredaran gelap narkotika kian gencar dilakukan, nyatanya sindikat narkotika tetap berusaha mencari celah menyusupi negara ini dengan narkotika melalui jenis dan bentuk baru untuk menghindari jerat hukum. Sebagai lembaga negara yang bertanggung jawab dalam penanganan permasalahan narkotika, BNN terus meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman narkotika jenis baru atau NPS (New Psychoactive Substances) tersebut dan sampai dengan akhir tahun 2016, BNN telah mengidentifikasi 46 NPS. Dari jumlah tersebut, 18 diantaranya sudah masuk dalam lampiran Permenkes No. 13 Tahun 2014, sedangkan 28 lainnya masih dalam tahap pembahasan dan akan segera masuk dalam lampiran Permenkes sehingga memiliki ketegasan hukum.17

Dari data yang didapatkan, dengan bertambahnya kasus narkoba/napza di Indonesia dapat kita simpulkan bahwa banyak rakyat kita yang mengalami gangguan kejiwaan, hal ini dapat dilihat dari berbagai sumber yang mengatakan bahwa seseorang yang menggunakan narkoba/napza mengakibatkan gangguan jiwa. Ketergantungan narkoba menyebabkan ketergantungan pada fisik seseorang yang akan merasakan beberapa gejala fisik yang tidak enak apabila jenis narkoba tersebut tidak dipakai dalam waktu tertentu. Diagnosis ketergantungan narkoba memerlukan adanya sindrom putus atau tpleransi, gejala putus zat. Keadaan ini menimbulkan gejala fisik yang tidak enak berupa kejang, mual, muntah, gemetar, gelisah, berkeringat dan sebagainya, keadaaan ini bersifat kejiwaan dan disebut ketergantungan psikologis.18

Gangguan jiwa ini ditandai dengan munculnya gangguan dalam menilai kenyataan dan pemahaman diri. Selain itu, ia juga akan mengalami delusi (waham) yang biasa dialami oleh pengidap gangguan jiwa tipe skizofrenia.

Mereka yang juga memiliki faktor predisposisi, misalnya pada kepribadian skizoid, maka penyalahgunaan ganja akan mempercepat lahirnya gangguan

16 Humas, BNN, PRESS RELEASE AKHIR TAHUN 2016 “KERJA NYATA PERANGI NARKOTIKA” B/PR-90/XII/2016/HUMAS. Jakarta. 2016

17 Humas, BNN, PRESS RELEASE AKHIR TAHUN 2016 “KERJA NYATA PERANGI NARKOTIKA” B/PR-90/XII/2016/HUMAS. Jakarta. 2016

18 BNN Pusat Pencegahan, Peredaran Produksi dan Penyalahgunaan Narkoba Di Kalangan Masyarakat Indonesia, (BNN Pusat Pencegahan: Jakarta, 2009), Hal. 16

(9)

9

skizofrenia tersebut. Hal ini dibuktikan juga dalam sebuah penelitian, “Pada umumnya, pasien gangguan jiwa skizofrenia sebelumnya merupakan seorang pecandu ganja”. Kebanyakan orang memakai ganja karena ingin lari dari kenyataan. Mereka hendak menemukan kebebasan. Tapi yang mereka dapatkan adalah kebablasan dan kehancuran. Beban pikiran membuat orang zaman sekarang ingin memperoleh kegembiraan, kesenangan, dan hiburan.19

Rehabilitasi terhadap pecandu narkotika adalah suatu proses pengobatan untuk membebaskan pecandu dari ketergantungan, dan masa menjalani rehabilitasi tersebut diperhitungkan sebagai masa menjalani hukuman.20 Rehabilitasi terhadap pecandu narkotika juga merupakan suatu bentuk perlindungan sosial yang mengintegrasikan pecandu narkotika ke dalam tertib sosial agar dia tidak lagi melakukan penyalagunaan narkotika.

Sejumlah obat dihubungkan dengan timbulnya skizofrenia, termasuk kanabis, kokain, dan amfetamin. Sekitar sebagian dari penderita skizofrenia merupakan pengguna obat-obatan dan/atau alkohol secara berlebihan.21 Peran kanabis dapat merupakan penyebab, tetapi obat lainnya dapat digunakan hanya sebagai cara untuk mengatasi depresi, kecemasan, kebosanan, dan rasa kesepian.

Ketergantungan dalam penggunaan ganja dengan dosis tinggi berisiko berkembangnya gangguan psikotikyang penggunaan yang sering berkorelasi dengan dua kali peningkatan risiko psikosis dan skizofrenia.22 Walaupun penggunaan ganja diterima sebagai sebab yang berkontribusi terhadap skizofrenia oleh banyak pihak,hal itu tetaplah kontroversial.23 Amfetamin, kokain, dan pada derajat tertentu yang lebih rendah, alkohol, dapat menyebabkan psikosis yang bergejala sangat serupa dengan skizofrenia.24 Meskipun tidak secara umum dipercaya sebagai satu sebab penyakit, penderita skizofrenia menggunakan nikotin dengan rerata yang jauh lebih besar dibandingkan populasi pada umumnya.

Sebagaimana pemaparan diatas dapat dikatakan bahwa hal tersebut membutuhkan psikoterapi yang cocok dalam menangani atau menyembuhkan beberapa gangguan jiwa yang disebabkan oleh Narkoba ataupun bahan adiktif.

Sebagaimana juga dalam firman Allah juga dalam surah Yunus ayat 57 yang berbunyi:

ِروُدُّصلٱ يِف اَمِّل ٞءَٰٓاَفِشَو ۡمُكِّبَّر نِّم ٞةَظِع ۡوَّم مُكۡتَءَٰٓاَج ۡدَق ُساَّنلٱ اَهُّيَأَٰٓ َي دُهَو َنيِنِم ۡؤُمۡلِّل ٞةَم ۡحَرَو ى ٧٥

19 https://madanionline.org/gangguan-jiwa-skizofrenia-ganja/ dilihat 27 Desember 2016

20 Pasal 103 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

21 Gregg L, Barrowclough C, Haddock G. Reasons for increased substance use in psychosis. Clin Psychol Rev. 2007;27(4):494–510

22 Leweke FM, Koethe D. Cannabis and psychiatric disorders: it is not only addiction. (Addict Biol: 2008), Hal 264

23 Crow TJ. The 'big bang' theory of the origin of psychosis and the faculty of language.( Schizophrenia Research: 2008), 102(1–3):31–52

24 Picchioni MM, Murray RM. (Schizophrenia, BMJ: 2007), 335(7610):91–5

(10)

10

57. Hai manusia, Sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.25

Psikoterapi telah berabad-abad digunakan untuk menyembuhkan orang- orang yang mengalami gangguan mental/jiwa, sehingga banyak bermunculan bentuk psikoterapi dengan pendekatan yang semakin sempurna. Hal ini bisa dilihat pada awal-awal psikoterapi muncul adalah pada waktu manusia menyembuhkan orang sakit (mengalami gangguan emosional/kejiwaan) dengan menggunakan pendekatan kekuatan batin dari seorang tabib (terapis/dokter) atau orang yang disembuhkan.26

Psikoterapi adalah pengobatan dengan secara psikologis untuk masalah yang berkaitan dengan pikiran, perasaan dan perilaku. Psikoterapi (Psychotherapy) berasal dari dua kata, yaitu "Psyche" yang artinya jiwa, pikiran atau mental dan "Therapy" yang artinya penyembuhan, pengobatan atau perawatan. Oleh karena itu, Mujibmengungkapkan bahwa psikoterapi disebut juga dengan istilah terapi kejiwaan, terapi mental, atau terapi pikiran.27

Secara harfiah psikoterapi adalah penyembuhan atau pengobatan menurut metode ilmu jiwa, maksudnya adalah cara penyembuhan yang di gunakan adalah berdasarkan metode psikologis.28

Hamdani Bakran Adz-dzaky mengemukakan bahwa pengertian psikoterapi Islam adalah proses pengobatan dan penyembuhan dengan melalui bimbingan Al-Qur’an dan As-Sunnah Nabi Muhammad SAW. atau secara empirik adalah melalui bimbingan dan pengajaran Allah, Malaikat-Malaikat-Nya, Rasul- Nya atau ahli waris para nabinya.29

Anshori juga mengemukakan psikoterapi Islam adalah upaya penyembuhan jiwa (nafs) manusia secara rohaniyyah yang didasarkan pada tuntutan Al-Qur’an dan al-Hadis, dengan metode analisi esensial empiris serta ma’rifat terhadap segala yang tampak pada manusia.30

Amin menyatakan bahwa objek yang menjadi fokus penyembuhan, perawatan dan penyembuhan dari psikoterapi Islam adalah manusia secara utuh, yakni yang berkaitan atau menyangkut beberapa ganggguan pada:31

1. Mental, yaitu yang berhubungan dengan pikiran, akal, ingatan atau proses yang berasosiasi dengan pikiran, akal dan ingatan. Seperti mudah lupa, malas

25 Qur’an in Add ins. Yunus : 57

26 Singgih D. Gunarsa, Konseling dan Psikoterapi , (Gunung Mulia: Jakarta, 1992), Hal. 145

27 Abdul, Mujib, Nuansa-Nuansa Psikologi Islam, (Raja Grafindo: Jakarta Persada,2002), Hal. 208

28 Yahya Jaya, Spiritual Islam Dalam Menumbuhkembangkan Kepribadian dan Kesehatan Mental, (Remaja Rosda Karya Offset: Bandung, 1994), Ha166

29 Adz-dzaky, Hamdani Bakran, Konseling dan Psikoterapi Islam, (Pustaka Baru Fajar: Yogyakarta, 2004), Hal. 228

30 Anshori, Fuad, Aplikasi Psikologi Islam, (Psikologi: Yogyakarta,2000), Hal. 242 31 Amin, Samsul Munir, Bimbingan dan Konseling Islam, (Amzah: Jakarta, 2010), Hal. 196

(11)

11

berfikir, tidak mampu berkonsentrasi, picik, tidak dapat mengambil suatu keputusan dengan baik dan benar, bahkan tidak dapat membedakan antara halal dan haram, yang bermanfaat dan yang mudharat serta yang hak dan yang bathil. Firman Allah SWT:

َنوُلَعۡفَت َلَ اَم َنوُلوُقَت َمِل ْاوُنَماَء َنيِذَّلٱ اَهُّيَأَٰٓ َي َِّللّٱ َدنِع اًتۡقَم َرُبَك ٢

َنوُلَعۡفَت َلَ اَم ْاوُلوُقَت نَأ ٣

Artinya: “Mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebaktian, sedang kamu melupakan diri (kewajiban) mu sendiri, padahal kamu membaca Al Kitab (Taurat)? Maka tidaklah kamu berpikir?” (QS. Al-Shâff: 2-3).32

2. Spiritual, yaitu yang berhubungan dengan masalah ruh, semangat atau jiwa, religius, yang berhubungan dengan agama, keimanan, kesalehan dan menyangkut nilai-nilai transesndental: seperti syirik (menyekutukan Allah), nifaq, fasik, dan kufur; lemah keyakinan dan tertutup atau terhijabnya alam ruh, alam malakut, dan alam gaib; semua itu akibat dari kedurhakaan dan pengingkaran kepada Allah. Firman Allah SWT:

نَمَو ُُۚءَٰٓاَشَي نَمِل َكِل َذ َنوُد اَم ُرِف ۡغَيَو ۦِهِب َكَر ۡشُي نَأ ُرِف ۡغَي َلَ َ َّللّٱ َّنِإ اًديِعَب اَلَ َلَض َّلَض ۡدَقَف ِ َّللّٱِب ۡكِر ۡشُي ١١١

Artinya: “Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. barangsiapa yang mempersekutukan Allah, Maka sungguh ia Telah berbuat dosa yang besar.”(QS. An-Nisaa’: 116).33

Dari ayat-ayat tersebut Allah telah menerangkan secara jelas tentang eksisitensi orang-orang yang berbuat syirik, sehingga spiritual mereka benarbenar telah rusak dan sakit parah. Selain itu nifaq adalah penyakit spiritual yang juga sangat berbahaya, yaitu sifat yang mendua dan tidak integrited. Dalam hatiia sangat menentang kebenaran dari Allah SWT., tetapi lisannya melantunkan kata-kata dan kalimat kebaikan, kebenaran dan ketakwaan.

3. Akhlak yaitu suatu keadaan yang melekat pada manusia, yang dari padanya lahir perbuatan-perbuatan dengan mudah, tanpa melalui proses pemikiran, perimbangan atau pemikiran atau sikap mental atau watak yang terjabarkan dalam bentuk berfikir, berbicara, bertingkah laku, dan sebagainya sebagai ekspresi jiwa.

Moral merupakan ekspresi dari kondisi mental atau spiritual. Ia muncul dan hadir secara spontan, otomatis, dan tidak dibuat-buat, atau direkayasa.

Perbuatan atau tingkah laku itu kadang-kadang sering tidak disadari, bahwa perbuatan dan tingkah lakunya menyimpang dari norma-norma agama dan akhirnya dapat membahayakan dirinya dan orang lain. Seperti pemarah,

32 Qur’an in Add ins. (QS. Al-Shâff: 2-3) 33 Qur’an in Add ins. (QS. An-Nisaa’: 116)

(12)

12

dengki,dendam, suka mengambil hak milik orang lain, pemalas, berprasangka buruk, mudah putus asa dan sebagainya.

4. Fisik, tidak semua gangguan fisik dapat disembuhkan dengan psikoterapi islam. Kecuali memang kalau ada izin dari Allah. Akan tetapi ada kalanya sering dilakukan secara kombinasi dengan terapi medis seperti lumpuh, penyakit jantung, liver, buta, dan sebagainya.

Sesungguhnya Al-Qur’an sangat berpengaruh dalam kejiwaan kaum muslimin. Al-Qur’an merupakan obat atau penawar terhadap segala problema dan penyakit dalam jiwa manusia. Sehingga Zahrani mengungkapkan bahwa Al- Qur’an sebagai pelajaran bagi manusia yang memebentuk nilai-nilai kemanusiaan yang mulia. Al-Qur’an membentuk kepribadian yang kokoh dan merupakan sebaik-baik terapi mental.34

Berdasarkan penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa psikoterapi Islam merupakan upaya mengatasi beberapa problem kejiwaan yang didasarkan pada pandangan agama Islam (Al-Qur’an dan Hadits). Psikoterapi Islam mempercayai bahwa keimanan dan kedekatan terhadap akan menjadi kekuatan yang sangat berarti bagi kebaikan problem kejiwaan seseorang. Mencegah berbagai problem kejiwaan dan menyempurnakan kualitas manusia disamping pendekatan psikospiritual (dengan keimanan dan kedekatan kepada Allah).

Psikoterapi Islam juga disandarkan penggunaan alat fikir dan usaha nyata manusia untuk memperbaiki diri. Psikoterapi Islam tidak semata-mata membebaskan orang-orang dari penyakit, tetapi juga perbaikan kualitas kejiwaan seseorang. Dan menurut Ibnu Qayyim al-Jauziyah, bacaan Al-Qur’an mampu mengobati penyakit jiwa dan badan manusia. Menurutnya, sumber penyakit jiwa adalah ilmu dan tujuan yang rusak. Kerusakan ilmu mengakibatkan penyakit kesesatan, dan kerusakan tujuan mengakibatkan penyakit kemarahan.35

Samsul Munir Amin mengungkapkan sebagai suatu ilmu, psikoterapi Islam mempunyai dan tujuan yang nyata dan mulia. Fungsi psikoterapi Islam antara lain:36

1. Fungsi Pemahaman (Understanding)

Fungsi ini memberikan pemahaman dan pengertian tentang manusia dan problematikanya dalam hidup dan kehidupan serat bagaimana mencari solusi dari problematika itu secara baik, benar dan mulia. Hal lain yang disampaikan adalah bahwa psikoterapi islam memberikan penjelasan bahwa ajaran Islam (Al-Qur’an dan Hadits) merupakan sumber yang paling lengkap, benar dan suci untuk menyelesaikan masalah hidup.

2. Fungsi Pengendalian (Control)

Fungsi ini memberikan potensi yang dapat mengarahkan aktivitas setiap hamba Allah agar tetap terjaga dalam pengendalian dan pengawasan Allah.

34 Amiruddin, MS, PSIKOTERAPI DALAM PERSPEKTIF ISLAM, E-Journal, (UIN Sumatera Utara, 2015), Hal. 62

35 Ibnu Qayyim al-Jauziah dkk, Tazkiyatun Nufus, Ter. Imtihan asy-Syaafi’l, (Pustaka Arafah: solo, 2001), Hal. 128

36 Amin, Samsul Munir, Bimbingan dan Konseling Islam, (Amzah: Jakarta, 2010), Hal. 218-223

(13)

13 3. Fungsi Peramalan (Prediction)

Fungsi ini memiliki potensi untuk dapat melakukan analisis ke depan tentang segala peristiwa, kejadian dan perkembangan.

4. Fungsi Pengembangan (Development)

Fungsi ini memiliki potensi untuk mengembngakan ilmu keislaman, khususnya masalah manusia dengan segala seluk beluknya, baik berhubungan dengan problematika ketuhanan maupun problematika kehidupan.

5. Fungsi Pendidikan (Education)

Fungsi ini memiliki potensi untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, misalnaya dari keadaan tidak tahu menjadi tahu, baik buruk maupun baik, atau dari yang sudah baik menjadi lebih baik.

Al-Qurthubi dalam tafsirnya menyebutkan, ada dua pendapat dalam memahami istilah syifâ` dalam ayat tersebut. Pertama, terapi bagi jiwa yang dapat menghilangkan kebodohan dan keraguan, membuka jiwa yang tertutup, dan menyembuhkan jiwa yang sakit. Kedua, terapi yang dapat menyembuhkan penyakit fisik, baik dalam bentuk azimat maupun penangkal.37

Sementara Thabathaba’i mengemukakan, bahwa syifâ` memiliki makna terapi ruhaniah yang dapat menyembuhkan penyakit batin. Dengan Al-Qur’an, seseorang dapat mempertahankan keteguhan jiwa dari penyakit batin, seperti keraguan dan kegoncangan jiwa, mengikuti hawa nafsu, dan perbuatan jiwa yang rendah. Al-Qur’an juga dapat menyembuhkan penyakit jasmani, baik melalui bacaan atau tulisan. Al-Faidh al-Kasyani dalam tafsirnya menilai, lafadz-lafadz Al-Qur’an dapat menyembuhkan penyakit badan, sedangkan makna-maknanya dapat menyembuhkan penyakit jiwa.38

Menyadari akan pentingnya psikoterapi bernafaskan Islam, di mana kebutuhan manusia terhadap ketentraman hidup, kadang-kadang sulit dicapai, karena adanya kendala dari dalam diri dan luar manusia yang sukar dihindarkan.

Sehingga mereka sudah bisa diterapi dengan psikoterapi Islam maupun psikoterapi-psikoterapi yang lain. Sepengetahuan penulis, belum ada orang yang meneliti masalah psikoterapi Islam terhadap penderita gangguan Jiwa skizofrenia akibat pengaruh NAPZA di Lembaga Rehabilitasi Madani Mental Health Care baik sebagai risalah atau tesis.

Oleh karena itu, banyak masyarakat yang mendirikan panti-panti rehabilitasi, seperti Yayasan Madani health Mental Health Care, Lembaga ini merupakan tempat dalam upara pengobatan terhadap pemakai atau penyalahgunaan narkoba/Napza. Dengan demikian mendirikan panti rehabilitasi Yayasan Madani Mental Health Care yang merupakan pelaksanaan usaha dalam pengobatan dan penanggulangan melalui penyuluhan bimbingan, pembinaan, dan konsultasi mengenai bahaya yang ditimbulkan dari penyalahgunaan narkoba/Napza maupun mengobati dengan menggunakan metode Prof. Dadang

37 Amiruddin, MS, PSIKOTERAPI DALAM PERSPEKTIF ISLAM, (E-Journal: UIN Sumatera Utara, 2015), Hal. 61

38 Amiruddin, MS, PSIKOTERAPI DALAM PERSPEKTIF ISLAM, (E-Journal: UIN Sumatera Utara, 2015), Hal. 62

(14)

14

Hawari yaitu Pendekatan holistik atau BPSS serta meningkatkan kualitas hidup korban penyalahgunaan narkoba dan penderita Skizofrenia sehingga dapat kembali kemasyarakat dan lingkungannya secara baik dan benar.39

Karena itu, tujuan penulis meneliti keberadaan penderita gangguan Jiwa Skizofrenia akibat pengaruh Narkoba untuk mengetahui lebih jauh bagaimana bentuk psikoterapi Islam terhadap penderita gangguan tersebut, sehingga penulis tertarik untuk membahasnya menjadi sebuah tesis. Dan permasalahan di dalam judul tesis ini adalah dalam jangkauan penulis untuk menjangkaunya.

B. Pokok Permasalahan 1. Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah di atas, permasalahan pokok yang hendak diteliti adalah :

a. Apa yang dimaksud dengan psikoterapi islam.

b. Bagaimanakah langkah-langkah psikoterapi islam dalam penyembuhan Penderita gangguan jiwa Skizofrenia pengguna Narkoba di lembaga rehabilitasi Yayasan Madani Mental Health Care?

c. Bagaimanakah kontribusi psikoterapi Islam dalam penyembuhan penderita gangguan jiwa skizofrenia pengguna Narkoba di lembaga rehabilitasi Madani Mental Health Care Jakarta Timur?

2. Perumusan Masalah

Bagaimana konsep Psikoterapi Islam dapat diterapkan sebagai alternatif penyembuhan gangguan jiwa Skizofrenia pada korban pengguna Narkoba di lembaga rehabilitasi Madani Mental Health Care Jakarta Timur?

3. Pembatasan Masalah

Penelitian ini membahas bagaimana urgensi Psikoterapi Islam dalam penyembuhan gangguan jiwa Skizofrenia pengguna Narkoba di lembaga rehabilitasi Madani Mental Health Care Jakarta Timur

C. Tujuan Penelitian

Adapun tujuan penelitian ini antara lain adalah : 1. Untuk mengetahui maksud psikoterapi islam.

2. Untuk mengetahui langkah- langkah psikoterapi Islam dalam penyembuhan skizofrenia pada pecandu Narkoba di lembaga rehabilitasi Madani Mental Health Care Jakarta Timur.

3. Untuk mengetahui kontribusi psikoterapi Islam dalam penyembuhan penderita skizofrenia pada pecandu Narkoba di lembaga rehabilitasi Madani Mental Health Care Jakarta Timur.

D. Signifikansi Penelitian

Secara umum penelitian tesis ini diharapkan akan bermanfaat bagi semua pihak, terutama bagi orang-orang yang ingin menyembuhkan mental seorang yang jauh dari Agama dan mungkin untuk terapi bagi orang-orang yang yang ada di

39 Observasi wawancara dengan sekretaris Lembaga, tanggal 12 Januari 2017.

(15)

15

lembaga rehabilitasi kemasyarakatan dikarenakan kesenjangan sosial, khususnya bagi peneliti diharapkan bermanfaat dalam berbagai hal di antaranya:

a. Secara Konseptual

1. Memperkaya khazanah dalam bidang ilmu-ilmu psikoterapi Islam, Psikologi dan ilmu Kejiwaan yang ada dalam masyarakat umum, sehingga memperluas cakrawala pengetahuan tentang integritas keilmuan agama dan umum.

2. Untuk memberi kontribusi pemikiran akan relevansi pengobatan psikoterapi Islam di era globalisasi. Dimana kajian ini diharapkan dapat memberikan warna khas terhadap ilmu kesehatan jiwa dalam mengobati gangguan skizofrenia.

b. Secara Praktis

1. Memberikan inspirasi bagi semua orang dalam menerapkan ilmu medis profetik dalam terapi gangguan skizofrenia khususnya pengguna Narkoba bagi generasi-generasi bangsa yang berada dilembaga rehabilitasi sosial.

2. Memberikan tambahan kontribusi terhadap masyakarat dalam hal pengobatan alternatif bagi pengguna Narkoba.

3. Membangkitkan kesadaran bagi para psikolog muslim khususnya untuk menggagas pemikiran mereka dalam mengembangkan riset-riset yang mendukung ilmu pengobatan psikoterapi Islam berdasarkan Qur’an dan Sunnah.

E. Penelitian terdahulu yang Relevan

Dewasa ini perhatian ilmuwan di bidang kedokteran umumnya dan kedokteran jiwa (psikiatri) khususnya terhadap agama semakin besar. Manfaat komitmen agama tidak hanya di bidang penyakit psikis, tetapi juga di bidang kesehatan jiwa. Di dalam tema tersebut banyak pula yang membahas tentang psikoterapi Islam dan skizofrenia diantaranya :

DR. Kartini Kartono dalam bukunya yang berjudul “Hygiene Mental”

buku ini membahas tentang kesehatan mental bagi penderita Skizofrenia dan juga Psikoneurosa, gejala psikopat dan lain-lain.

Prof. DR. dr. Dadang Hawari dalam bukunya “Dimensi Religi dalam Praktek Psikiatri dan Psikologi” membahas tentang hubungan antara ilmu kedokteran, kesehatan khususnya ilmu kedokteran jiwa, ilmu jiwa dan kesehatan jiwa dengan agama. Dan dalam buku ini selain membahas tentang psikoterapi Islam terhadap penderita skizofrenia juga membahas tentang psikoterapi Islam terhadap NAZA, HIV, kanker dan lain-lain.

Zakaria Husin Lubis pada tesisnya “TASAWUF sebagai Terapi Kesehatan Mental ( study kasus penyembuhan NAPZA di Pesantren Bina Akhlak Cianjur)”

tesis ini meneliti tentang konsep tasawuf dalam menerapi kesehatan Mental pada korban pengguna NAPZA.

Anis Nailus Shofa pada skripsinya “Metode Rehabilitasi Jiwa Bagi Pecandu Narkoba Di Panti Rehabilitasi Cacat Mental Dan Sakit Jiwa Nurussalam Sayung Demak Dalam Pandangan Psikoterapi Islam” penelitian ini meneliti tentang metode rehabilitasi jiwa bagi pecandu dengan menggunakan pandangan Psikoterapi Islam.

(16)

16

Dari masing-masing penelitian di atas sudah jelas bahwa penulisan Proposal tesis dengan judul “Gangguan Jiwa Skizofrenia Pada Pengguna Narkoba Di Lembaga Rehabilitasi Yayasan Madani Mental Health Care di Jakarta Timur” benar-benar berbeda dengan penelitian tesis yang sudah ada dan merupakan penulisan tesis yang belum pernah dibahas orang lain.

F. Metodologi Penelitian

Metode yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah : 1. Jenis Penelitian

Jenis penelitian ini adalah kualitatif yang dilakukan dengan observasi langsung kelapangan (field research) terhadap penderita skizofrenia pada pengguna Narkoba di lembaga rehabilitasi Madani Mental Health Care Jakarta Timur. Oleh karena itu, sumber datanya diperoleh dari informan langsung dan berbagai kitab yang telah dibaca oleh peneliti guna mempertajam dan menganalisa data yang didapatkan dari informan dalam proses wawancara dilapangan. Dengan upaya ini diharapkan akan memberikan informasi yang lebih akurat dan valid. Sedangkan kajiannya dilakukan secara descriptive- analysis, yaitu penelitian yang berusaha menuturkan pemecahan masalah yang diselidiki dengan menggambarkan keadaan yang ada secara objektif.40 Metode ini penulis gunakan untuk menguraikan dan menganalisa dengan adanya hubungan antara Psikoterapi Islam dengan penyembuhan skizofrenia pada pengguna Narkoba. Selain field research, penulis juga menggunakan internet research, terutama dalam mengumpulkan data awal tentang sub topik yang akan dibahas dalam rangka updating data.

2. Sumber Data

Sumber data dalam penulisan ini adalah subyek darimana data dapat diperoleh. Sumber data penulis bedakan menjadi data primer dan data skunder. Sumber data primer diperoleh dari sumber utama, yaitu hasil wawancara dari informan yang telah ditentukan yang ada di lembaga rehabilitasi Madani Mental Health Care Jakarta Timur.

Sumber-sumber tersebut tentunya dilengkapi dengan sumber sekunder, yaitu sumber data yang berasal dari buku-buku pokok: M. Hamdani Bakran adz-Dzaky, Konseling dan Psikoterapi Islam dan buku-buku yang berkaitan dengan psikoterapi islam dan skizofrenia seperti: Rusdi Maslim, Pedoman Penggolongan Diagnosis Jiwa (PPDGJ III), Dr. Kartini Kartono, Patologi Sosial 3. Zakiah Darajat, Psikoterapi Islam, Prof. Dr. Dadang Hawari, Al- Qur'an, Ilmu Kedokteran Jiwa dan Kesehatan. Jiwa. Serta karya ilmiah, jurnal, majalah, surat kabar data-data internet dan lainnya. Analisis atas sumber-sumber sekunder dan primer dilakukan secara deduktif.

3. Teknik Pengumpulan dan Analisis Data

Teknik pengumpulan data merupakan langkah yang paling strategis dalam penelitian, karena tujuan utama dari penelitian ini adalah mendapatkan data.

Tanpa mengetahui teknik pengumpula data, maka peneliti tidak akan

40 Hadari Nawawi, metode penelitian bidang sosial (Gajah Mada University Press:

Yogyakarta, 1997), Hal. 63

(17)

17

mendapatkan data yang memenuhi standar data yang ditetapkan. Dalam hal ini teknik pengumpulan data yang digunakan sebagai berikut:

a. Observasi

Dalam pelaksanaan penelitian, peneliti menggunakan pengamatan partisipatif atau pengamatan terlibat, yaitu pengamat harus berhasil memantapkan statusnya dalam berinteraksi dan berproses, terlebih dalam intervensi terapiutik yang dilaksanakan.41 Dengan demikian pengamatan tersebut akan lebih akrab dan mudah dalam menggali data-data di lapangan.

b. Wawancara

Wawancara ini akan dilakukan kepada pengurus lembaga yang ada di lembaga rehabilitasi Madani Mental Health Care Jakarta Timur sebagai pentrapis beserta staf yang bertugas serta anak binaan yang berkedudukan sebagai pasien atau klien yang di mengalami gangguan kejiwaan skizofrenia pengguna Narkoba yang sedang menjalani terapi di lembaga rehabilitasi Madani Mental Health Care Jakarta Timur.

c. Dokumentasi

Sumber yang berasal dari catatan-catatan yang berkaitan dengan hal ikhwal aktifitas dilembaga pembinaan di lembaga rehabilitasi Madani Mental Health Care Jakarta Timur serta dokumen pasien yang sedang menjalani terapi, dan triangulasi/gabungan yang berkaitan erat dengan tema dan pokok permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini agar data-data yang didapat diuji keabsahannya. Adapun teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik kualitatif,42 dan teknik analisa model Spradley, yaitu dengan menetapkan seoranh informan yang berwibawa dan dipercaya mampu “membuka pintu” kepada peneliti untuk memasuki objek penelitian, dan mencatat hasil wawancara. Sedangkan dalam operasionalnya menggunakan metode deskriptif analisis,43 untuk mendiskripsikan hubungan antara psikoterapi islam dan gangguan skizofrenia pada pengguna Narkoba.

Dalam proses reduksi data, bahan-bahan yang telah terkumpul dianalisi, disusun secara sistematis dan ditonjolkan pokok-pokok persoalannya. Reduksi data merupakan usaha menyederhanakan temuan data dengan cara mengambil intisari data, sehingga ditemukan tema pokoknya, fokus masalahnya, dan pola terhadap hasil pengamatan. Untuk mengambil kesimpulan dalam akhir penelitian, penulis menggunakan deduksi.

Dalam penelitian ini peneliti menggunakan analisis deskriptif dengan menerangkan proses berfikir induktif yaitu berangkat dari faktor- faktor khusus, peristiwa-peristiwa yang konkrit kemudian dari faktor-faktor atau

41 Setya Yuwana Sudikan, Metode Penelitian Kebudayaan, (Citra Wacana Press:

Surabaya, 2001), Hal. 175

42 Analisa Kualitatif adalah menemukan makna dari data yang dianalisis, menjelaskan fakta objek penelitian. Burhan Bungin, Metode Penelitian Kualitatif (PT.

Raja Grafindo Perkasa: jakarta, 2001), Hal. 67.

43 Metode penelitian deskriptif adalah membuat deskripsi, gambaran atau lukisan secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta, sifat-sifat serta hubungan antar fenomena yang diteliti. Lihat M. Ainin, Metodologi Penelitian Bahasa Arab (Hilal Pustaka: Malang, 2007), Hal. 67

(18)

18

peristiwa yang khusus dan konkrit kemudian itu ditarik generalisasi yang bersifat umum.44

Adapun teknik analisis data yang akan dilakukan peneliti yaitu : 1. Reduksi data

Data yang diperoleh di lapangan sebelum dilakukan laporan lengkap dan terperinci disortir dulu, yaitu yang memenuhi fokus penelitian. Dalam mereduksi data, semua data lapangan ditulis sekaligus dianalisis, direduksi, dirangkum, dipilih hal-hal yang pokok, difokuskan pada hal-hal yang penting, dicari tema da polanya, sehingga disusun secara sistematis dan lebih mudah dikendalikan.

2. Penyajian data

Dalam penelitian ini peneliti akan menyajikan data dalam bentuk laporan berupa uraian yang lengkap dan terperinci. Ini dilakukan peneliti agar data yang diperoleh dapat dikuasai dengan dipilah secara fisik dan dipilah kemudian dibuat dalam kertas dan bagan.

3. Menarik kesimpulan

Dalam penelitian ini, setelah dilakukan verifikasi maka akan ditarik kesimpulan yang merupakan hasil dari penelitian ini. Yaitu dengan cara mencari makna fokus penelitian.

Peneliti melakukan verifikasi dan menarik kesimpulan guna mencari makna yang terkandung di dalamnya. Pada awalnya kesimpulan yang dibuat bersifat tentatif, kabur, dan penuh keraguan, tetapi dengan bertambahnya data dan pembuatan kesimpulan demi kesimpulan akan ditemukan data yang dibutuhkan.

Berikut adalah “model interaktif” yang digambarkan oleh Miles dan Huberman, seperti yang dikutip oleh Ibrahim45 :

Gambar: 3.1 Teknik Analisis Data

G. Sistematika Penulisan Tesis

Sistematika yang digunakan dalam proposal tesis ini adalah sebagai berikut :

44 S. Nasution, Metode PenelitianNaturalistik Kualitatif, ( Bandung: tarsito,1988), Hal 64

45Ibrahim Bafadal, Teknik Analisis Data Penelitian Kualitatif, (dalam Metodologi Penelitian Kualitatif : Tinjauan Teoritis dan Praktis), (Malang : Lembaga Penelitian UNISMA, tt), 72.

Pengumpulan data Penyajian data

Reduksi data Kesimpulan-kesimpulan

Penarikan / verifikasi

(19)

19

Bab I, pendahuluan, dalam bab ini akan dikemukakan latar belakang masalah, penegasan judul, pokok permasalahan, tujuan dan manfaat penelitian, penelitian terdahulu yang relevan , metodologi penelitian dan sistematika penulisan.

Bab II, berisi tentang teori psikoterapi Islam, dalam bab ini dikemukakan tentang definisi psikoterapi Islam, obyek psikoterapi Islam, bentuk, fungsi dan tujuan psikoterapi Islam serta teori skizofrenia, dalam bab ini juga dikemukakan tentang definisi dan macam-macam skizofrenia, gambaran klinik skizofrenia, faktor-faktor psikologis penyebab skizofrenia dan pemeriksaan status mental skizofrenia. Kemudian dalam bab ini juga memuat tentang dampak dan pengaruh kejiwaan pengguna Narkoba, yaitu definisinya dan permasalahan yang ada.

Bab III berisi tentang Metode Penelitian yang digunakan Identifikasi Variabel Penelitian Definisi Operasional Variabel Penelitian Populasi dan Sampel Penelitian Metode dan Alat Pengumpulan Data Validitas, Seleksi Aitem, dan Reliabilitas Alat Ukur Metode Analisis Data

Bab IV Pelaksanaan, Bab ini akan membahas Hasil Penelitian Dan Pembahasan Orientasi Kancah/Biografi Tempat Penelitian

Bab V, Pengaruh Narkoba/Napza terhadap Psikologis (Skizofrenia) Konsep Psikoterapi Islam Madani Mental Health Care, Hubungan Antara Psikoterapi Islam dengan Gangguan Jiwa Skizofrenia pada Pengguna Narkoba/Napza.

Bab VI. Penutup, dalam bab berisikan tentang kesimpulan, saran-saran dan penutup. Serta diakhiri dengan lampiran-lampiran, daftar pustaka, Indeks dan daftar riwayat hidup penulis.

(20)

20

DAFTAR PUSTAKA

Abdul, Mujib, Nuansa-Nuansa Psikologi Islam, Jakarta: Raja Grafindo Persada.

2002

Adz-Dzaky, Bakran, Hamdani, M., Konseling dan Psikoterapi Islam, Pustaka Fajar Baru, Yogyakarta, 2002.

Adz-dzaky, Hamdani Bakran, Konseling dan Psikoterapi Islam, Yogyakarta: Fajar Pustaka Baru. 2004

Ainin,M. Metodologi Penelitian Bahasa Arab. Malang: Hilal Pustaka, 2007 Al-Kumayi, Sulaiman, M.A., “Pengantar Penerjemah” dalam R.N.L. O’riordan,

Seni Penyembuhan Alami, PT. Gugus Press, Jakarta, 2002.

Al-Marbawi, Abdul al-Rouf, Muhammad Idris, Kamus Idris al-Marbawi Arabi - Malayu, Dar al-Fikr, Beirut : Libanon, t.th

Amin, Samsul Munir, (2010), Bimbingan dan Konseling Islam, Jakarta: Amzah.

Amzah. Anshori, Fuad, Aplikasi Psikologi Islam, Yogyakarta: Psikologi, 2000 Bafadal, Ibrahim. Teknik Analisis Data Penelitian Kualitatif, (dalam Metodologi

Penelitian Kualitatif : Tinjauan Teoritis dan Praktis), Malang : Lembaga Penelitian UNISMA tt.

Bungin,B. Metode Penelitian Kualitatif . Jakarta: PT. Raja Grafindo Perkasa, 2001 Cannabis Use and Earlier Onset of Psychosis: A Systematic Meta-analysis..

Archives of general psychiatry. 2011

Daradjat, Zakiyah, Prof. Dr., Kesehatan Mental Peranannya dalam Pendidikan dan Pengajaran, Bulan Bintang, Jakarta, 1984.

Dhraha, Taliziduhu, Drs., Desain Riset dan Teknik Penyusunan Karya Tulis Ilmiah, Bina Aksara, Jakarta, 1987.

Echol, John, M. dan Hasan Sadily, Kamus Inggris Indonesia, PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 1994

El-Qussiey, Aziz, Abdul, Prof. Dr., Pokok-pokok Kesehatan Jiwa/Mental I, Bulan Bintang, Jakarta, 1974.

Gregg L, Barrowclough C, Haddock G. Reasons for increased substance use in psychosis. Clin Psychol Rev. 2007

Hadi, Sutrisno, Metodologi Research, Andi Offset, Yogyakarta, 1997.

Hawari, Dadang, Prof. Dr. dr., Al-Qur’an Ilmu Kedokteran Jiwa dan Kesehatan Jiwa, PT. Dana Bhakti Prima Yasa, Yogyakarta, 1997.

Herman, Rachman. Penyalahgunaan Narkotika Oleh Para Remaja, Jakarta, 1985.

Indragiri, Reza,. Psikologi Kaum Muda Pengguna Narkoba, Salemba Humanika:

Jakarta. 2007.

(21)

21

Jalaluddin, Dr., Psikologi Agama, PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta, 2000.

Jaya, Yahya, Spiritual Islam Dalam Menumbuhkembangkan Kepribadian dan Kesehatan Mental, Bandung: Remaja Rosda Karya Offset. 1994

Kartono, Kartini, Dr., Patologi Sosial 3 Gangguan Kejiwaan, PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta, 2002.

Kauma, Fuad, Sensasi Remaja di Masa Puber, Dampak Negatif dan Alternatif Penanggulangan, Kalam Mulia, Jakarta,1997.

Leweke FM, Koethe D. Cannabis and psychiatric disorders: it is not only addiction. Addict Biol. 2008

Maslim, Rusdi, Dr., Diagnosis Gangguan Jiwa, PPDGJ III, Direktorat Kesehatan RI., Jakarta, 2003.

Muhajir, Noeng, Metodologi Penelitian Kualitatif, Rake Sarasih, Yogyakarta, Cet.

VII, 1998.

Muhammad, Hasyim, M.Ag., Makalah Seminar Pengenalan Reiki dan Prana Pendekatan Sufistik, Fakultas Ushuluddin IAIN Walisongo, Semarang, 2003.

MS, Amiruddin, PSIKOTERAPI DALAM PERSPEKTIF ISLAM, E-Journal, UIN Sumatera Utara. 2015.

Nasution, S. Metode PenelitianNaturalistik Kualitatif, Bandung: tarsito,1988 Nawawi, Hadari, metode penelitian bidang sosial, Yogyakarta: Gajah Mada

University Press, 1997.

Nuraini, Siti, Sp.Kj., Psikiatri II Simtomatologi, Fakultas Kedokteran Unissula, Semarang, 1996.

Picchioni MM, Murray RM. Schizophrenia. BMJ. 2007

Salim, Peter, Drs. M.A., The Contemporary English Indonesian Dictionary, Modern English Press, Jakarta, 1991.

Surahmad, Winarno, Dr., Dasar dan Teknik Research, CV. Tarsito, Bandung, 1992.

Syukur, Amin, Prof. DR. H.M. M.A., dan DR. Abdul Muhaya, M.A., Tasawuf dan Krisis, Pustaka Pelajar, Yogyakarta, 2001.

Qayyim, Ibnu al-Jauziah dkk, Tazkiyatun Nufus, Ter. Imtihan asy-Syaafi’l, solo:

Pustaka Arafah, 2001.

Yuwana Sudikan, Setya. Metode Penelitian Kebudayaan, Surabaya: Citra Wacana Press, 2001

BNN, PRESS RELEASE AKHIR TAHUN 2016 “KERJA NYATA PERANGI NARKOTIKA” B/PR-90/XII/2016/HUMAS. Jakarta. 2016

(22)

22

http://regional.kompas.com/read/2016/01/11/14313191/Buwas.Pengguna.Narkoba.di.I ndonesia.Meningkat.hingga.5.9.Juta.Orang dilihat 27 Desember 2016

1 https://madanionline.org/gangguan-jiwa-skizofrenia-ganja/ dilihat 27 Desember 2016

UU ini dapat dilihat di http://sipuu.setkab.go.id/PUUdoc/5303/kp1161999.htm

Referensi

Dokumen terkait

Si UIN Syarif Hidayatullah Jakarta DAFTAR PESERTA SEMINAR PROPOSAL BANTUAN SHORT COURSE TAHUN 2014. DIREKTORAT PENDIDIKAN TINGGI ISLAM KEMENTERIAN

K.. PANDUAN PENULISAN TUGAS AKHIR FE UNIMED 20 Lampiran 1: Contoh Halaman Sampul Proposal Penelitian.

Pedoman ini dimaksudkan untuk mengatur prosedur Seminar pembahasan proposal yang melibatkan penilai internal dalam memberikan penilaian pada proposal yang telah

Rekomendasi : Dilanjutkan Seminar Proposal / Ikut PTTA (coret yang tidak perlu)..

Pernyataan keaslian Proposal Tesis Halaman ini berisi pernyataan keaslian proposal tesis oleh peneliti yang menyatakan bahwa isi dokumen proposal tesis ini adalah asli karya penulis,

Draft Proposal Bab I, II dan II ALUR PENDAFTARAN SEMINAR PROPOSAL [email protected] untuk disampaikan ke KPS Jurusan Statistika Pembentukan dosen penguji oleh KPS Nama Penguji

JUDUL PROPOSAL SKRIPSI/TESIS/DISERTASI 14pt SUBJUDUL SKRIPSI/TESIS/DISERTASI 12pt Proposal Skripsi/Tesis/Disertasi Program Studi Sarjana/Magister/Doktor Teknik Geologi diajukan

5.2 Seminar Proposal Penelitian 5.2.1 Mahasiswa yang telah selesai membuat proposal penelitian dan telah disetujui oleh Dosen Pembimbing dapat mengajukan permohonan untuk seminar