STRATEGI HUMAS PONDOK PESANTREN DARUL MUHAJIRIN PRAYA DALAM MEMPERTAHANKAN DAN MENINGKATKAN JUMLAH
SANTRI DAN SANTRIWATI TAHUN AJARAN 2019-2020
OLEH : NURUL HIDAYAH
170301018
PRODI KOMUNIKASI & PENYIARAN ISLAM FAKULTAS DAKWAH DAN ILMU KOMUNIKASI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI(UIN) MATARAM
TAHUN 2021
PESANTREN DARUL MUHAJIRIN PRAYA DALAM MEMPERTAHANKAN DAN MENINGKATKAN SANTRI DAN
SANTRIWATI TAHUN AJARAN 2019-2020 Skripsi
Diajukan Kepada Universitas Islam Negeri Mataram untuk melengkapi persyaratan mencapai gelar
Sarjana Sosial
OLEH : NURUL HIDAYAH
170301018
PRODI KOMUNIKASI DAN PENYIARAN ISLAM FAKULTAS DAKWAH DAN ILMU KOMUNIKASI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) MATARAM
2021
MOTTO
ِه ِسْفَ نِل ُدِهاَجُي اَمَنِإَف َدَهاَج ْنَمَو
“Dan barang siapa yang berusaha, maka sesungguhnya usahanya itu untuk dirinya sendiri.” (Al-Ankabut 6)1
1Depaq, Al-Qur`an dan Terjemahan, Harakat Tafsir Al-Qur`an, cet. Al-Ankabut 69
PERSEMBAHAN
Sujud syukurku kupersembahkan kepada Mu Ya Allah, Tuhan Yang Maha Agung dan Maha Tinggi. Atas Takdirmu saya bisa menjadi pribadi yang berfikir, berilmu, beriman dan bersabar. Semoga keberhasilan ini menjadi satu langkah awal untuk masa depanku, dalam meraih cita-cita saya. Dengan ini saya persembahkan karya ini untuk Ayahanda, Terimakasih atas kasih sayang yang berlimpah dari mulai saya lahir, hingga saya sebesar ini. Lalu teruntuk Bunda, terimakasih juga atas limpahan doa yang tak berkesudahan. Serta segala hal yang telah Bunda lakukan, semua yang terbaik. Terimakasih juga yang tak terhingga untuk para Dosen Pembimbing, Bapak/Ibu yang dengan sabar rmembimbing saya hingga bisa sampai saat ini. Terimakasih juga untuk mendukung keberhasilan skripsi yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu. Skripsi ini saya persembahkan untuk keluarga dan sahabat yang tak pernah berhenti memberi dukungan hingga pada detik ini. Skripsi ini juga saya persembahkan untuk Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi dan Universitas Islam Negeri Mataram tempat menjadi awal perjuangan saya menggapai mimpi.
KATA PENGANTAR
Alhamdulillah, segala puji dan syukur peneliti panjatkan atas kehadirat Allah SWT.Karena atas Rahmat dan Hidayah-Nya skripsi ini dapat diselesaikan.
Selanjutnya shalawat serta salam penulis haturkan kepada Nabi Muhammad SAW, yang telah membawa risalah islamiyah dengan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup dan membimbing umatnya ke jalan yang benar dan sekaligus menyempurnakan akhlak manusia melalui petunjuk Allah SWT.
Skripsi ini peneliti susun sebagai syarat akhir studi untuk mendapat gelar Sarjana Sosial (S. Sos) di Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram.
Selama proses penulisan skripsi ini penulis sangat menyadari bahwa dalam proses tersebut tidaklah lepas dari segala bantuan, bimbingan dan motivasi dari beberapa pihak oleh karenanya, melalui kesempatan ini penulis mengucapkan terimakasih kepada :
1. Bapak Prof. Dr. H. Fahrurrozi.Ma., selaku pembimbing I dan Bapak Dr.
Abdul Malik M.Ag,M.Pd., selaku pembimbing II yang telah meluangkan waktu, tenaga dan pikirannya untuk membimbing dan mengarahkan penulis dalam penyusunan skripsi ini.
2. Bapak Najamudin, M.Si., selaku Ketua Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam dan Bapak Dr. Abdul Malik M.Ag,M.Pd., Selaku Sekretaris jurusan Komunikasi Penyiaran yang telah memberikan support dan dukungan kepada penulis dalam penyusunan skripsi ini.
3. Bapak Dr. H. Subhan Abdullah, M.A., selaku Dekan Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi beserta seluruh jajaran karyawan Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Mataram yang telah membantu peneliti dalam kemudahan pembuatan surat ijin penelitian.
4. Bapak dan Ibu Dosen Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Mataram yang telah membekali ilmu kepada peneliti.
5. Seluruh pihak yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu khususnya pihak Humas Pondok Pesantren Darul Muhajirin Praya yang telah meluangkan waktunya untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang peneliti ajukan.
6. Seluruh Ustad/Ustadzah Pondok Pesantren Darul Muhajirin Praya yang selalu siap untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang penulis lontarkan.
Penulis sadar bahwa terdapat kekurangan dalam penyusunan skripsi ini, oleh karena itu peneliti berharap akan saran dan kritiknya yang bersifat membangun demi kesempurnaan skripsi ini. Akhirnya peneliti berharap semoga karya ini dapat bermanfaat bagi para pembaca.
Mataram, 10 Januari2021 Penulis,
Nurul Hidayah
DAFTAR ISI
SAMPUL DEPAN ... i
HALAMAN JUDUL ... ii
PERSETUJUAN PEMBIMBING... iii
NOTA DINAS PEMBIMBING ... iv
PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI ... v
PENGESAHAN ... vi
HALAMAN MOTTO ... vii
HALAMAN PERSEMBAHAN... viii
KATA PENGANTAR ... ix
DAFTAR ISI ... xi
ABSTRAK ... xiii
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian ... 1
B. Rumusan Masalah ... 4
C. Tujuan dan Manfaat Penelitian ... 4
D. Ruang Lingkup dan Setting Penelitian ... 5
E. Telaah Pustaka ... 6
F. Kerangka Teori... 8
1. Pengertian Strategi ... 8
2. Teori Komunikasi Humas ... 14
3. Definisi Hubungan Masyarakat ... 17
4. Sejarah Pondok Pesantren ... 24
G. Metodelogi Penelitian ... 26
1. Jenis Penelitian ... 27
2. Pendekatan Penelitian ... 28
3. Sumber Data ... 28
4. Tekhnik Pengumpulan Data ... 31
5. Lokasi Penelitian ... 34
6. Tekhnik Analisis Data ... 35
7. Sistematika Pembahasan... 36
BAB II PAPARAN DATA DAN TEMUAN A. Gambaran Umum Pondok Pesantren Darul Muhajirin Praya ... 37
B. Strategi Humas Pondok Pesantren Darul Muhajirin Praya dalam Mempertahankan dan Meningkatkan Santri dan Santriwati Tahun Ajaran 2019-2020... 55
C. Fungsi dan Tugas Humas Pondok Pesantren Darul Muhajirin Praya ... 69
D. Faktor penghamabat humas Pondok Pesantren Darul Muhajirin Praya dalam Mempertahankan dan Meningkatkan Santri dan Santriwati Tahun Ajaran 2019-2020 ... 70
BAB III PEMBAHASAN A. Strategi Humas Pondok Pesantren Darul Muhajirin Praya dalam Mempertahankan dan Meningkatkan Santridan Santriwati Tahun Ajaran 2019-2020... 83
B. Faktor penghamabat humas Pondok Pesantren Darul Muhajirin Praya dalam Mempertahankan dan Meningkatkan Santri dan Santriwati Tahun Ajaran 2019-2020 ... 89
BAB IV PENUTUP A. Kesimpulan ... 100
B. Saran ... 101 DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN-LAMPIRAN
Abstrak Nama : Nurul Hidayah
Nim : 170301018
Judul : Strataegi Humas Pondok Pesantren Darul Muhajirin Praya dalam Mempertahankan dan Meningkatkan Santri dan Santriwati tahun Ajaran 2019-2020
Pondok Pesantren adalah lembaga yang dikatakan sebagai wujud proses perkembangan sistem pendidikan Nasional. Banyak Pondok Pesantren yang memiliki Humas untuk memperkenalkan Pondok Pesantrennya, salah satunya adalah Pondok Pesantren ternama di Lombok Tengah yakni Pondok Pesantren Darul Muhajirin Praya. Tercatat Jumlah santri dan santriwati tahun 2018-2019 sekitar 2.500 orang, banyak pondok pesantren yang berdiri untuk menyaingi Pondok Pesantren Darul Muhajirin diantaranya Pondok Pesantren Nurul Qur`an dan Pondok Pesantren Qomarul Huda. Langkah strategi pun dilakukan oleh Humas Pondok Pesantren untuk mempertahankan dan meningkatkan santri dan santriwati pada tahun 2019-2020.Metodologi penelitian ini menggunakan metode kualitataif deskriptif dan kehadiran peneliti berperan sebagai instrument kunci untuk memperoleh data di lapangan. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa Humas Pondok Pesantren Darul Muhajirin Praya menggunakan strategi dalam mempertahankan dan meningkatkan santri dan santriwatinya, adapun strategi yang dilakukan antara lain Meningkatkan hubungan baik dengan para jamaah Darul Muhajirin, meningkatkan dan mempertahankan kerja sama dengan orang tua santri, meningkatkan mutu pendidikan, meningkatkan sarana dan prasarana Pondok Pesantren. Dan penghambat dari humas melakukan strategi ada 2 yaitu faktor internal dan eksternal.Dari hasil analisa peneliti semua strategi yang diterapkan Humas Pondok Pesantren Darul Muhajirin lebih banyak memanfaatkan silaturrahmi dengan para jamaah dan wali santri terbilang cukup efektif dalam mempertahankan dan meningkatkan santri dan santriwati tahun 2019-2020.
Kata Kunci : Pesantren, Startegi, Humas, Santri, Santriwati
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang
Pondok pesantren adalah lembaga yang dikatakan sebagai wujud proses perkembangan sistem pendidikan nasional. Dari segi historis, pesantren tidak hanya identik dengan makna keislaman, tetapi juga mengandung makna keaslian Indonesia (indigenaus) sebab, lembaga yang serupa pesantren ini sebenarnya sudah ada sejak pada masa kekuasaan Hindu Budha.Sehingga Islam tinggal meneruskan dan mengislamkan lembaga pendidikan yang sudah ada. Tentunya ini tidak berarti mengecilkan peranan Islam dalam memelopori pendidikan di Indonesia.2
Banyak pondok pesantren yang memilki Humas untuk mengenalkan Pondok Pesantrennya, salah satunya pondok pesantren ternama di Lombok Tengah yakni pondok pesantren Darul Muhajirin Praya (PPDM), Pesantren ternama di Lombok Tengah ini berbasis يعا تجاا ةوعدلا, ةوعد
اقراطلاب dan ظعولا ميلعتلا وناق عورشم dengan sistematis dan terpadu. PPDM berlokasi di Jln. Diponegoro no. 40 kecamatan Praya Kabupaten Lombok Tengah, tempat yang begitu banyak orang yang tau karena letak dan lokasinya berada di jantung Kota Praya. Para Alumni PPDM yang memberikan citra positif di kalangan Masyarakat, banyak santri dan santriwati yang dapat rekomendasi untuk lanjut ngaji kitab ke Ponpes al-Falah Ploso Kediri Jawa, serta membawa nama harum Pondok Pesantren sampai tingkat nasional.
2Fahrurrozi, Sosiologi Pesantren: Dialektika Tradisi Keilmuan Pesantren dalam Merespon Dinamika Masyarakat, (Potret Pesantren Di Lombok Nusa Tenggara Barat), (Mataram: Perpustakaan Nasional RI, 2016), hlm. 34.
Tercatat pada tahun ajaran 2018-2019 tercatat jumlah siswa dan santri sekitar 2.500 orang.Padahal pada tahun 2007-2009 sampai seterusnya siswa dan santri lebih banyak dua kali lipat bahkan sampai masuk sekolah dua gelombang, ada yang pagi dan ada yang sore karna terlalu banyak, kecuali SMP dan Diniah saja yang masuk pagi.3
Pemimpin dari Pondok Pesantren Darul Muhajirin Praya adalah TGH Muhammad Najamudin Makmun, sekembalinya beliau dari tugas mulia menuntut ilmu di Madrasah Darul Ulum Mekkah.Lembaga pendidikan yang dirintis TGH Najamudin Makmun saat itu bernama perguruan Nurul Yakin atau populer dengan sebutan sekolah Arab Bawa` Mundah yang terletak di kampung Karang Lebah, Praya.Di perguruan Nurul Yakin itulah, beliau bersama-sama dengan keluarga besarnya mendidik para santri dengan penuh keikhlasan dan dedikasi yang tinggi.Yayasan Pondok Pesantren Darul Muhajirin saat ini dikelola secara kolektif oleh TGH Muhammad Najamudin Makmun sebagai pengasuh dan dibantu oleh beberapa pengurus Yayasan lainnya.4
Sejalannya Pondok Pesantren Darul Muhajirin Praya berkembang begitu pesat. Muncullah beberapa Pondok Pesantren yang mulai merekrut santri dan santriwati baru, keberadaan Pondok Pesantren tersebut membuat Pondok Pesantren Darul Muhajirin tersaingi, Pondok Pesantren tersebut salah
3Wawancara pribadi Ust. Heri Sariomono, sebagai pengurus pondok putra Pesantren Darul Muhajirin Praya,wawancara dilakukan via whatsap, pada tanggal, 13 oktober 2019 pada pukul 05:42-20:01 WIB
4Rozi, “Pondok Pesantren Darul Muhajirin Praya” dalam www.laduni.id, diakses tanggal 19 November 2019, pukul 11.48
satunya adalah Pondok Pesantren Nurul Qur`an dan Pondok Pesantren Qomarul Huda Bagu.
Pondok Pesantren Darul Muhajirin Praya sebagai lembaga pendidikan dan pusat penyebaran agama Islam, lahir dan berkembang semenjak masa-masa permulaan kedatangan agama islam. Sebagaimana banyak diketahui bahwa Pondok Pesantren Darul Muhajirin Praya sebagai lembaga pendidikan islam yang tertua di Lombok Tengah telah menunjukan kemampuannya dalam mencetak kader-kader ulama dan turut berjasa dalam meningkatkan kesejahteraan Masyarakat. Di samping itu juga tak luput dari strategi komunikasi Humas yang dilakukan oleh pihak Pondok Pesantren Darul Muhajirin, sesuai dengan pengertian dari Hubungan Masyarakat adalah fungsi manajemen yang mengevaluasi sikap publik, mengidentifikasi kebijaksanaan-kebijaksanaan dan prosedur-prosedur seorang individu atau sebuah organisasi berdasarkan kepentingan publik, dan menjalankan suatu program untuk mendapatkan pengertian dan penerimaan publik.5
Dari latar belakang yang penulis paparkan di atas, penulis merasa penting untuk menulis mengenai strategi komunikasi Hubungan Masyarakat yang dilakukan oleh pihak Pondok Pesantren Darul Muhajirin Praya untuk mempertahankan dan meningkatkan jumlah santri dan santriwati tahun ajaran 2019-2020. Oleh karena itu penulis mengajukan penelitian dengan judul “ Strategi Hubungan Masyarakat Pondok Pesantren Darul Muhajirin Praya
5Frazier Moore, Humas membangun citra dengan komunikasi, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya Offset, 2009), hlm. 6
dalam Mempertahankan dan Meningkatkan Jumlah Santri dan Santriwati Tahun Ajaran 2019-2020.”
B. Rumusan masalah
Berdasarkan batasan masalah di atas, maka masalah yang dirumuskan dalam penelitian ini adalah:
1. Bagaimana Strategi Humas Pondok Pesantren Darul Muhajirin Praya dalam Mempertahankan dan Meningkatkan jumlah Santri dan Santriwati Tahun Ajaran 2019-2020?
2. Faktor apa saja yang menghambat Humas Pondok Pesantren Darul Muhajirin dalam mempertahankan dan meningkatkan Santri dan Santriwati Tahun Ajaran 2019-2020?
C. Tujuan dan Manfaat 1. Tujuan
Berdasarkan batasan dan rumusan masalah di atas, maka peneliti bertujuan untuk?
a. Mengetahui bagaimana Strategi Humas Pondok Pesantren Darul Muhajirin Praya dalam Mempertahankan dan Meningkatkan Santri dan Santriwati Tahun Ajaran 2019-2020.
b. Untuk mengetahui faktor apa saja yang menghambat Humas Pondok Pesantren Darul Muhajirin Praya dalam Mempertahankan dan Meningkatkan jumlah Santri dan Santriwati Tahun Ajaran 2019-2020.
2. Manfaat
Secara umum, penelitian ini difokuskan kedalam dua kategori yakni manfaat Akademis dan manfaat Praktis, adapun yang dimaksud adalah sebagai berikut:
1. Manfaat Akademis
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai sumber informasi dan refrensi karya ilmiah di bidang komunikasi dan tentunya diharapkan dapat memberikan kontribusi positif pada kajian selanjutnya serta menambah refrensi keilmuan yang fokus pada strategi komunikasi hubungan masyarakat atau PublicRelations.
2. Manfaat Praktis
Secara praktis hasil penelitian ini diharapkan menjadi masukan positif yang juga dapat menambah wawasan teoritis maupun praktis dalam bidang hubungan masyarakat atau Public Relations, khususnya mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam.
D. Ruang Lingkup dan Setting Penlitian
Dalam sebuah penelitian, tentunya terdapat batasan-batasan yang harus diketahui oleh peneliti agar penelitian yang dilakukan tidak melebar jauh dari fokus masalah yang diteliti. Oleh karena itu penelitian ini fokus pada bagaimana melihat strategi komunikasi humas Pondok Pesantren Darul Muhajirin dalam mempertahankan dan meningkatkan jumlah santri dan santriwati Tahun Ajaran 2019-2020 dan dalam hal peneliti memberikan batasan-batasan terhadap penelitian ini apa yang diteliti tidak jauh
menyimpang dengan fokus penelitian, maka sudah barang tentu setting penelitian yang dilakukan peneliti yaitu di Pondok Pesantren Darul Muhajirin Praya.
E. Telaah Pustaka
Dalam penelitian yang telah dilakukan ini, peneliti belum menemukan adanya kesamaan pembahasan dari penelitian-penelitian yang terdahulu.
Namun di sini peneliti menemukan adanya kemiripan dari judul maupun pembahasan yang peneliti angkat, yaitu berbicara tentang strategi komunikasi hubungan masyarakat Pondok Pesantren. Maka peneliti membandingkan beberapa judul skripsi yang telah diteliti oleh para peneliti yang lebih dulu meneliti. Penelitian tentang Pondok Pesantren memang sudah banyak dilakukan, namun tidak seperti penelitian yang peneliti teliti, yang fokus kajiannya melihat bagaimana Strategi Hubungan Masyarakat Pondok Pesantren Darul Muhajirin Praya Lombok Tengah, khususnya di Kota Praya Tengah sendiri sebagai indikator penting dalam penelitian ini.
1 Skripsi dari Suci Apriliana “ Pola Dakwah Pondok Pesantren Hadril Ishlah dalam meningkatkan ukhwah islamiyah antar warga Bilibante Kec. Pringgarata Lombok Tengah.
Adapun kesimpulan dari skripsi ini adalah pola dakwah yang berupa majelis taklim yang ditunjukan untuk kalangan ibu-ibu dibawakan oleh TGH. Hasanudin dengan pengajian yang terkait dengan Aqidah, Sejarah, Akhlak dan Fiqh Serta acara tahunan yaitu kenaikan kelas dan mengundang orang tua yang dampaknya dapat merendam konflik warga
Tapon Barat dan Tapon Timur.6 Sedangkan penelitian ini lebih menuju kepada masyarakat umum dusun Batu Rimpang, sehingga berbeda dengan penelitian diatas yang memfokuskan kepada Pondok Pesantren Darul Muhajirin Praya, dalam mempertahankan dan meningkatkan jumlah santri dan santriwati yang setiap tahunnya selalu mengalami perubahan. Namun penulis hanya memfokuskan tindakan pondok pesantren Darul Muhajirin Praya pada tahun 2019-2020.
2 Skripsi dari Ahmad Maulana Rizky Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dengan judul “ Strategi Hubungan Masyarakat Pondok Pesantren Modern Ummul Qura Al-Islami Dalam Meningkatkan Jumlah Peserta Didik Pasca Tragedi Keracunan” tahun
2014.
Adapun kesimpulan dari skripsi ini adalah Humas Pondok Pesantren Modern berperan penting dalam meningkatkan jumlah peserta didik yang terlihat jelas dalam salah satu fungsi dan tujuan humas Pondok Pesantren Modern Ummul Qura Al-Islami yaitu mengordinir dan menjalankan kegiatan-kegiatan syiar pesantren diluar organisasi santri seperti pesantren kilat (sanlat) pada bulan Ramadhan.7Sedangkan penelitian ini lebih menuju kepada Humas Pondok Pesantren Darul
6 Suci Apriliana, “Pola Dakwah Pondok Pesantren Hadril Ishlah dalam meningkatkan ukhuah Islamiyah antar warga Bilibante Kec. Pringgarata Lombok Tengah “ (Skripsi, IAIN Mataram, 2012), hlm. 65-67
7Ahmad Maukan Rizki, “Strategi Hubungan Masyarakat Pondok Pesantren Modern Ummul Qura Al-Islami dalam Meningkatkan Jumlah Peserta Didik Pasca Tragedi Keracunan “ (Skripsi, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, 2016), hlm. 75
Muhajirin Praya dalam Mempertahankan dan Meningkatkan Jumlah santri dan santriwati Tahun Ajaran 2019-2020.
3 Skripsi dari Noflim Trisna Ayuningsih Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dengan Judul “Strategi Public Relations PT. Bank BRI Syariah dalam Mempromosikan Produk Tabungan Faedah Tahun 2014”
Adapun kesimpulan dari skripsi ini adalah strategi yang dilakukan divisi Marcomm PT. Bank Syariah yang secara umum tugasnya adalah merencanakan dan mengembangkan komunikasi yang lebih bersifat korporat guna memperlancar tujuan dari perusahaan dalam mempromosikan produk tabungan faedah.8Sedangkan penelitian ini lebih fokus kepada Strategi Humas dalam mempromosikan Pondok Pesantren agar santri dan santriwati meningkat pada tahun 2019-2020.
F. Kerangka Teori 1. Strategi
1. Pengertian Strategi
Strategi secara etimologi, Istilah strategi berasal dari kata Yunani Starategi (stratus yang berarti militer, dan ag yang berarti memimpin), serta memiliki makna seni atau ilmu untuk menjadi seorang jenderal.
Konsep ini relevan dengan situasi zaman dulu yang sering diwarnai perang, di mana jenderal dibutuhkan untuk memimpin suatu angkatan perang agar dapat selalu memenangkan perang. Strategi juga bisa
8 Noflim Trisna Ayuningsih, “ Strategi Public Relations Pt. Bank BRI Syariah dalam Mempromosikan Produk Tabungan Faedah”. (Skripsi, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, 2014), hlm. 79
diartikan sebagai suatu rencan untuk pembagian dan penggunaan kekuatan militer dan material pada daerah-daerah tertentu untuk mencapai tujuan tertentu. Strategi militer berdasarkan pada pemahaman akan kekuatan dan penempatan posisi lawan, karakteristik fisik medan perang, kekuatan dan karakter sumber daya yang tersedia, sikap orang-orang yang menempati territorial tertentu, serta antisipasi terhadap setiap perubahan yang mungkin terjadi.9
Menurut Stephen Robbins (1990) mendefinisikan strategi sebagai penentuan tujuan jangka panjang perusahaan dan memutuskan arah tindakan serta mendaptkan sumber-sumber yang diperlukan untuk mencapai tujuan, baik tujuan jangka panjang maupun jangka pendek yang dijalankan suatu organisasi, dalam menjalankan strategi perlu adanya tindakan-tindakan yang dilakukan dan sumber-sumber yang menjadi faktor pendorong dalam mewujudkan tujuan.10
Peneliti dapat mengambil kesimpulan bahwa strategi merupakan salah satu faktor penting dalam suatu program yang akan dijalankan oleh pihak humas. Agar fokus dalam menjalankan suatu misi secara terstruktur. Strategi juga merupakan suatu prinsip yang menggerakan dari tahap yang berada saat ini ke tahap yang diinginkan. Apabila strategi yang diterapkan sesuai dengan tujuan dan dijalankan dengan
9Setiawan Hari Purnomo dan Zulkiefli Mansyah, Manajemen Strategi, Sebuah Konsep Pengantar, (Jakarta: Lembaga Penerbitan Fakultas Ekonomi UI,1999), hlm.8.
10 Morrisan, Pengantar Public Relations Strategi Menjadi Humas Profesional, (Jakarta:
Ramdina Prakarsa, 2006), hlm. 32.
baik, maka segala sesuatunya akan berjalan dengan lancar dan sesuai dengan yang diharapkan.
2. Tahapan Strategi
Ada tiga tahapan dalam mencapai tujuan startegi yang diinginkan, yaitu perumusan strategi, implementasi strategi, dan evaluasi startegi.
Penjelasannya sebagai berikut : 1) Perumusan Strategi
Dalam perumusanstrategi, konseptor harus mempertimbangkan mengenai peluang dan ancaman eksternal, menetapkan kekuatan dan kelemahan secara internal, menetapkan suatu objektifitas, menghasilkan strategi altenatif dan memilih strategi yang dilaksanakan. Perumusan strategi berusaha menemukan masalah- masalah yang terjadi dari peristiwa yang ditafsirkan berdasarkan konteks kekuatan, kemudian mengadakan suatu analisis mengenai kemungkinan-kemungkinan serta memperhitungkan pilihan-pilihan dan langkah-langkah yang dapat diambil dalam rangka gerak menuju kepada tujuan tersebut.11
2) Implementasi Strategi
Setelah merumuskan dan memilih strategi yang ditetapkan tersebut, dalam tahap pelaksanaan strategi yang telah dipilih sangat membutuhkan komitmen dan kerja sama dari seluruh unit, tingkat dan anggota organisasinya. Tanpa adanya komitmen dan kerja
11 Ali Mutopo, Strategi Kebudayaan, (Jakarta: Center for strategic and international- studies-CSIS, 1978). hlm. 23.
samadalam pelaksanaan strategi, maka proses formulasi dan analisis strategi hanya akan menjadi impian yang jauh dari kenyataan.
Implementasi startegi bertumpu pada alokasi dan pengorganisasian sumber daya yang ditampilkan melalui penetapan struktur organisasi dan mekanisme kepemimpinan yang dijalankan bersama budaya perusahaan dan organisasi.12
3) Evaluasi Startegi
Tahap akhir dari startegi adalah evaluasi implementasi startegi.
Evaluasi menjadi tolak ukur untuk strategi yang akan dilaksanakan kembali oleh suatu organisasi dan untuk memastikan sasaran yang telah dicapai untuk mengevaluasi startegi, yaitu :
a) Meninjau faktor-faktor eksternal dan internal yang menjadi dasar strategi. Adanya perubahan yang ada akan menjadi satu hambatan dalam pencapaian tujuan, begitu pula dengan faktor internal yang diantaranya strategi tidak efektif atau hasil implementasi buruk dapat berakibat buruk pula bagi hasil yang dicapai.
b) Mengukur presentasi (membandingkan hasil yang akan diharapkan dengan kenyataan). Prosesnya dapat dilakukan dengan menyelidiki penyimpangan dari rencana, mengevaluasi prestasi individual dan menyimak kemajuan yang dibuat kearah pencapaian sasaran yang dinyatakan. Kriteria untuk
12Ibid., hlm. 24
mengevaluasi strategi harus dapat diukur dan mudah dibuktikan, kriteria yang mengungkapkan apa yang terjadi.
c) Mengambil tindakan korektif untuk memastikan bahwa prestasi sesuai rencana. Dalam hal ini tidak harus berarti bahwa startegi yang ada ditinggalkan atau merumuskan strategi yang baru. Tindakan korektif diperuntukan bila tindakan atau hasil sesuai dengan yang dibayangkan semula pencapaian yang diharapkan.13
3. Faktor yang Berpengaruh dalam Sistem Strategi
Ada beberapa faktor yang berpengaruh dalam merumuskan strategi agar suatu perusahaan tetap eksis, tangguh dalam menghadapi perubahan dan mampu meningkatkan efektivitas dan produktivitas, faktor tersebut antara lain :
1) Tipe dan Struktur Organisasi
Tipe dan struktur yang dipilih untuk digunakan harus berhubungan dengan keperibadian organisasi tersebut, sebab setiap organisasi pasti memiliki kepribadian yang khas. Dengan seperti itu, dalam struktur organisasi harus terdapat beberapa unsur, antara lain spesialis kerja, standarisasi, koordinasi dam desentralisasi dalam mengambil keputusan kerja dan ukuran kerja.14
13Ibid, hlm.24.
14 Ismail dan karebet Widjajakusuma, Pengantar Menejemen Syariat, (Jakarta: Khairul Baya, 2002), hlm. 131.
2) Gaya Manajerial
Dalam teori kepemimpinan dikenal berbagai tipolohi kepemimpinan antara lain adalah tipe otoraktik, patenaralistic, laisezfaire, demokratik, dan kharismatik. Namun demikian, tidak ada satupun tipe yang sesuai dan dapat digunakan secara konsisten pada semua jenis organisasi.15
3) Kompleksitas Lingkungan Eksternal
Lingkungan eksternal organisasi selalu bergerak dinamis.
Gerakan dinamis tersebut berpengaruh pada cara mengelola organisasi dan termasuk dalam merumuskan dan menetapkan strategi. Setiap organisasi akan terkena dampak lingkungan eksternal dan tidak ada satupun organisasi yang dapat membebaskan diri dari dampak tersebut, oleh karena itu diperlukan adanya analisis dan perhitungan terdapat lingkungan eksternal demi tercapainya tujuan dan sasaran organisasi.16
4) Hakekat Masalah yang Dihadapi
Startegi merupakan keputusan yang diambil menejemen puncak, oleh karena itu manajemen harus benar-benar mengenali masalah-masalah yang dihadapi, menganalisis dan memperhitungkan masalah-masalah yang akan dihadapi dalam
15Ibid., hlm.132.
16Ibid.,hlm. 132
upaya pencapaian tujuan serta sasaran organisasi tentunya dengan strategi yang telah diputuskan.17
2. Teori Komunikasi Dibutuhkan dalam Public Relations/ Humas (Hubungan Masyarakat)
Menurut Morissan (2008), ada lima teori komunikasi yang diperlukan praktisi huas, yaitu 1) teori tanda 2) teori hubungan 3) teori perubahan sikap 4) teori penggunaan dan pemuasan 5) teori opini publik.18
a. Teori Tanda
Pada prinsipnya pesan memiliki kedudukan yang sangat penting dalam komunikasi.Dengan demikian, pesan memiliki kedudukan yang sangat penting bagi praktisi humas karena humas merupakan kegiatan menyampaikan pesan.19
b. Teori Hubungan
Teori hubungan atau teori komunikasi relasional menurut Stephen W. Littejhon, mengacu pada seperangkat asumsi umum berikut:
a. Hubungan selalu berkaitan dengan komunikasi, artinya hubungan tidak dapat dipisahkan dari komunikasi.
b. Sifat-sifat hubungan ditentukan oleh komunikasi antara para anggotanya .
17Ibid.,hlm. 132
18Zainul Mukarram dan Muhibudin Wijaya Laksana, Manajemen Public RelationsPanduan efektifpengelolaan hubungan masyarakat, (Bandung: Pustaka Setia, 2015), hlm. 91
19Ibid., hlm. 91
c. Hubungan biasanya ditentukan secara implisit, bukan secara eksplisit.
d. Hubungan berkembang sepanjang waktu melalui suatu proses negosiasi diantara mereka yang terlibat.
Pada prinsipnya suatu hubungan adalah seperangkat harapan yang dimiliki oleh dua orang yang saling mngenal atas tingkah laku masing-masing pihak berdasarkan pola interaksi yang terjadi diantara mereka. Pentingnya pemahaman mengenai hubungan dalam komunikasi interpersonal nilai disadari para ahli pada tahun 1960-an. Sejak saat itu, berbagai penelitian mengenai hubungan atau disebut juga “komunikasi relasional”
(relational communication) mulai dilakukan.20 c. Teori Perubahan Sikap
Teori perubahan sikap memberikan penjelasan terbentuknya sikap seseorang dan cara sikap itu dapat berubah melalui proses komunikasi dan sikap itu dapat memengaruhi sikap tindak atau tingkah laku seseorang.
Teori perubahan sikap ini menyatakan bahwa seseorang mengalami ketidaknyamanan dalam dirinya (mental discomfort) apabila ia dihadapkan pada informasi baru atau informasi yang bertentangan dengan keyakinannya. Keadaan tidak nyaman disebut dengan istilah disonasi, yang berasal dari kata dissonance,
20Ibid., hlm. 93-94
yang berarti ketidakcocokan atau ketidaksesuaian sehingga disebut juga dengan teori disonasi.21
d. Teori Penggunaan dan Pemuasan (Teori Uses and Gratifications)
Menurut Katz dan Gurevitch, beberapa ansumsi dasar dari usesand gratifications adalah sebagai berikut.
1) Khalayak dianggap aktif. Khalayak bukanlah penerima yang pasif atas apapun yang disiarkan media. Khalayak memilih dan menggunakan isi program.
2) Dalam proses komunikasi massa, anggota khalayak secara bebas menyeleksi media dan program terbaik yang bisa mereka gunakan untuk memuaskan kebutuhannya.
3) Media massa harus bersaing dengan sumber lain untuk memuaskan kebutuhannya. Kebutuhan yang dipenuhi media lebih luas.
4) Tujuan media massa disimpulkan dari data yang diberikan anggota khalayak. Artinya, orang yang dianggap mengerti untuk melaporkan kepentingan dan motif pada situasi tertentu.
5) Pertimbangan nilai tentang signifikasi kultural dari media massa harus dicegah. Misalnya, tidaklah relevan untuk
21Ibid., hlm. 96-97
menyatakan program-program infotaiment itu sampah jika ternyata ditonton oleh sekian juta penonton. 22
e. Teori Opini Publik
Noelle-Neuman mendefinisikan opini publik sebagai sikap atau tingkah laku yang ditujukan seseorang kepada khalayak jika ia tidak ingin dirinya terisolasi. Dalam hal itu isu controversial, opini publik adalah sikap yang ditunjukan kepada khalayak tanpa harus membahayakan dirinya sendiri, yaitu berupa pengucilan.
Salah satu teori opini public, menurut Bogardus, menyatakan bahwa pengintegrasian pendapat berdasarkan diskusi yang dilakukan pada masyarakat disebut opini public.Opini public berasal dari kejadian. peristiwa yang actual atau hangat dibicarakan. Selanjutnya Sastroputro menyatakan bahwa dalam pembicaraan sehari-hari, opini public sering digunakan untuk menunjuk pendapat kolektif dari sejumlah besar orang. 23
3. Hubungan Masyarakat dan Ruang Lingkupnya a. Definisi Hubungan Masyarakat
Istilah hubungan masyarakat yang disingkat “Humas” sebuah
terjemahan dari public relations, di Indonesia benar-benar memasyarakat, dalam arti kata telah dipergunakan secara luas oleh departemen, jawatan, perusahaan, badan, lembaga, dan organisasi.
Definisi Public Relations sangat beragam, setiap definisi memiliki
22Ibid., hlm. 99-100
23Ibid., hlm. 100
redaksi masing-masing akan tetapi prinsip dan pengertiannya sama.
Sebagai acuan, definisi Humas/PR, yang diambil dari The British Instituteof Public Relationsi, yang berbunyi:
1. “Public Relations activity is management of communications between anorganization and is publies” (aktivitas Public Relations adalah mengelola komunkasi antara organisasi dan publiknya) 2. Public Relations practice is deliberate, planned and sustain
effort to establish and maintain mutual understanding between an organization and its public” (praktik Public Relations adalah memikirkan, merencanakan dan mencurahkan daya untuk membangun dan menjaga saling pengertian antara organisasi dan publiknya.24
Sementara Jhon E. Marston dalam Modern Public Relations (1979) yang dikutip oleh Frida Kusumastuti dalam buku Dasar-dasar Humas memberikan definisi yang bersifat umum yakni : “Public
Relations is planned, persuasive communication designed to influence significant public.25
Definisi berikutnya, humas adalah suatu filsafat sosial dan manajemen yang dinyatakan dalam kebijaksanaan beserta pelaksanaanya yang melalui interpretasi yang peka mengenai peristiwa-peristiwa berdasarkan pada komunikasi dua arah dengan
24 Rosady Ruslan, Manajemen Public Relations dan Media Komunikasi, (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2012), hlm. 16
25 Frida Kusumastuti, Dasar-dasar Humas, (Jakarta: Ghalia Indonesia, 2002). hlm. 14
publiknya, berusaha untuk memperoleh saling pengertian dan itikad baik.26
Jadi berdasarkan definisi-definisi diatas, humas adalah suatu kegiatan untuk menanamkan dan memperoleh pengertian, goodwill, kepercayaan, penghargaan pada dan dari publik sesuatu organisasi khususnya dan masyarakat umumnya. Dalam humas terdapat suatu usaha untuk mewujudkan hubungan harmonis antara sesuatu organisasi dengan publiknya, usaha untuk memberikan atau menanamkan kesan yang menyenangkan, sehingga akan timbul opini publik yang menguntungkan bagi kelangsungan organisasi itu. Pada prakteknya melihat kepada pengertian yang dikemukakan oleh para ahli praktek kerja humas berorientasi pada fungsi manajemen yang membantu terwujudnya saling pengertian antara organisasi dan publiknya.
b. Macam-macam Humas
Dalam kajian dan ilmu kehumasan semakin berkembang yang ditandai dengan semakin banyak permasalahan manajemen yang terselesaikan dengan pendekatan kehumasan. Pendekatan kehumasan telah memasuki bermacam-macam sector.Mulai dari sektor bisnis dan industry, sektor pemerintahan, sektor sosial, pendidikan, kesehatan, politik, dan sebgainya. Sektor-sektor tersebut menggunakan humas sebagai bagian dari manajemen, sehingga munculnya bermacam-
26 Frazier Moore, Humas Membangun Citra dengan Komunikasi , (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2004), hlm. 6
macam humas, akan dibahas tiga macam humas yakni humas Industri dan Bisnis, humas sosial, dan humas pendidikan. Diantaranya sebagai berikut :27
1) Humas Industri dan Bisnis
Humas industri dan bisnis telah diterima oleh perusahaan- perusahaan besar.Humas yang merupakan fungsi manajemen turut menentukan suksesnya operasi suatu perusahaan.Humas industri tidak dapat lepas dari prinsip ekonomi dan keuntungan.Dengan demikian humas industry harus memiliki suatu daftar prioritas, sehingga sumber daya yang tersedia dapat dipergunakan seefisien mungkin untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Pengaruh yang dasarnya berkembang melalui humas industri dan bisnis terhadap kehidupan yaitu persamaan hak dan kesempatan untuk mendapatkan pekerjaan untuk masyarakat, kesehatan, keselamatan, dan dan kesejahteraan pekerja, perlindungan terhadap investor, control kualitas dan keamanan atas produk- produk, integritas manajemen, perhatian nasional dan perlindungan sumber alam, hak asasi manusia, serta hak untuk mendapatkan informasi. Salah satu penerapan humas dalam industri dan bisnis meliputi hubungan dengan pelanggan dan peran humas terhadap marketing.28
27Frida Kusumasturi, Dasar-dasar Hubungan Masyarakat, (Bogor: Ghalia Indonesia, 2002), hlm. 37-43
28Ibid.,hlm. 37-43
2) Humas Sosial
Banyak aktivitas humas yang menyangkut kesejahteraan umum terpisah dari implikasi-implikasi komersial yang biasa.Humas adalah subjek yang sangat luas. Misi utama adalah mengembangkan saling pengertian, kepercayaan, dan bantuan kerja sama.
Praktik humas dalam organisasi-organisasi sosial, latar belakang dan penerapannya terbagi dalam humas penegak hukum yaitu termasuk humas yang berbeda dalam kepolisian, humas keorganisasian keagamaan yaitu organisasi-organisasi keagmaan yang sekarang mulai menyadari pentingnya media massa untuk mencapai jamaah dan mempropagandakan doktrin-doktrin mereka, humas profesi yaitu profesi kedokteran, dan berbagai macam profesi yang tidak kalah menggunakan humas untuk berkomunikasi dengan masyarakat, humas organisasi sukarela yaitu ada banyak organisasi sukarela, puluhan, ratusan bahkan ribuan, dan kebanyakan mereka membutuhkan dana terus- menerus.29
3) Humas Pendidikan
Humas pendidikan meliputi pembicaraan hubungan masyarakat luas yang pesannya berupa maslah-masalah pendidikan. Jadi, dalam kegiatan humas terdapat suatu kegiatan
29Ibid.,hlm. 38-43
komunikasi, humas pendidikan bukan hanya terjadi di sekolah saja, akan tetapi dapat menyangkut semua bentuk komunikasi tentang masalah pendidikan.
Pentingnya humas pendidikan dapat diterangkan sebagai berikut: pertama,humas merupakan suatu kegiatan yang sangat diperlukan dalam semua pelaksanaan pekerjaan yang memiliki sarana untuk mengenalkan diri kepada masyarakat luas tentang apa yang sedang dan akan dikerjakan. Kedua, humas pendidikan merupakan alat untuk menyebarkan gagasan kepada orang lain.
Ketiga, humas pendidikan dapat digunakan sebagai sarana untuk memperoleh bantuan yang diperlukan dari orang atau badan lain.
Keempat, humas mendorong usaha seseorang atau suatu badan untuk membuka diri agar diberikan masukan dengan kritik dan saran dari orang lain. Kelima, humas memenuhi keingintahuan manusia dalam rangka memenuhi naluri untuk selalu berkembang.
Kegiatan humas selalu dengan komunikasi. Jika ditinjau dari segi komunikasi, maka dapat dilakukan dengan dua cara yaitu: komunikasi formal, yaitu komunikasi yang dilakukan oleh petugas-petugas yang ditunjuk oleh lembaga atau instansi untuk melakukan kegiatan humas. Kegiatan komunikasi formal ini dilakukan secara sistematis, terencana tujuannya dan dinyatakan dengan jelas, Komunikasi informal, yaitu semua pemindahan
gagasan atau ide yang dilakukan melalui jalur yang tidak direncanakan terlebih dahulu.
Komunikasi informal kadang mempunyai keuntungan antara lain: penyebaran informasi dapat langsung kepada tujuannya karena tidak perlu melalui prosedur tertentu. Tidak mengenal batas-batas organisasi sehingga lebih fleksibel.Komunikasi itu berlangsung dalam suasana yang akrab, dengan lebih banyak penjelasan yang rinci yang akhirnya bermanfaat bagi kelancaran komunikasi formal.Tidak mengenal batas waktu, artinya dapat dilakukan sewaktu-waktu tidak mengenal hari libur.30
c. Peran Humas
Adapun ruang lingkup tugas humas suatu organisasi atau perusahaan antara lain meliputi aktivitas sebagai berikut: 31
1) Membina hubungan dalam (Publik Internal). Yang dimaksud dengan publik internal adalah publik yang menjadi bagian dari unit/badan/perusahaan atau organisasi itu sendiri. Seorang humas harus mampu mengidentifikasi atau mengenali hal-hal yang menimbulkan gambaran negatif di dalam masyarakat, sebelum kebijakan itu dijalankan oleh organisasi.
2) Membina hubungan keluar (publik eksternal). Yang dimaksud dengan publik eksternal publik umum (masyarakat).
30Ibid.,hlm. 40-43
31 Rosady Ruslan, Manajemen public Relations dan Media Komunikasi, Konsepsi dan Aplikasi (Jakarta: Rajawali Pers, 2014). hlm. 22
Mengusahakan tumbuhnya sikap dan gambaran publik yang positif terhadap lembaga yang diwakilinya.
4. Sejarah Pondok Pesantren
a. Pengertian dan Sejarah Pondok Pesantren
Pondok adalah rumah atau tempat tinggal sederhana, disamping itu kata “Pondok” berasal dari bahasa Arab “Funduq” yang
berarti asrama.32Pondok pesantren sering juga disebut sebagai lembaga pendidikan tradisional yang telah beroperasi di Indonesia semenjak sekolah-sekolah pola Barat belum berkembang.33
Pesantren sesungguhnya merupakan lembaga pendidikan tertua di Indonesia, yang secara nyata telah melahirkan banyak ulama’. Tidak sedikit tokoh Islam lahir dari lembaga pesantren.Bahkan Prof. Dr. Mukti Ali pernah mengatakan bahwa tidak pernah ada ulama yang lahir dari lembaga selain pesantren.34 b. Fungsi Pesantren
Pesantren sebagai bagian integral masyarakat mempunyai tanggung jawab untuk mengembangkan dan memberdayakan masyarakat dalam segala bidang termasuk dalam bidang ekonomi.
Adapun temuan lain mengenai fungsi pesantren. Dalam jurnal sosietas bahwa terdapat 2 fungsi pesantren yaitu fungsi religius dan fungsi
32Diaksesmelalui https://pintubelajarcerdas.blogspot.com/2016/10/pengertian-pondok- pesantren-dan-tujuan.htm?m=1. Pada hari senin tangggal 16 Maret 2020 pada pukul 20.43
33Diakses melalui https://wawasanpengajaran.blogspot.com/2018/02/pengertian- pondok-pesantren.html?m=1. Pada tanggal 16 Maret 2020 pukul 21.16
34 Imam Syafi’i. “Pondok Pesantren Sebagai Lembaga Pendidikan Pembentukan Karakter”. Vol VIII. 8 Mei 2017.hlm 87.
sosial.Dimana di dalam fungsi religius, pesantren konsisten mengedukasi masyarakat dengan pembiasaan kegiatan-kegiatan keagamaan untuk menjadikan masyarakat lebih religius memaknai status keagamaannya. Sedangkan salah satu fungsi sosial dari pesantren adalah mencetak ulama’.35
c. Peran Pesantren
Pada awal perkembangannya dan bahkan hingga awal era 70- an, pesantren pada umumnya dipahami sebagai lembaga pendidikan agama yang bersifat tradisional yang tumbuh dan berkembang di masyarakat pedesaan melalui suatu proses sosial yang unik. Saat ini, dan bahkan hingga sekarang, selain sebagai lembaga pendidikan, pesantren juga berperan sebagai lembaga sosial yang berpengaruh.
Keberadaannya memberikan pengaruh dan warna keberagamaan dalam kehidupan masyarakat sekitarnya; tidak hanya di wilayah administrasi pedesaan, tetapi tidak jarang hingga melintasi daerah kabupaten dimana pesantren itu berada.36Oleh karena itulah pesantren kemudian dijadikan sebagai agen perubahan (agent of change);
sebagai lembaga perantara yang diharapkan dapat berperan sebagai dinamisator dan katalisator pemberdayaan sumber daya manusia, penggerak pembangunan di segala bidang, serta pengembangan ilmu
35 Nenden Maisaroh, Yani Achdiani. “Tugas dan Fungsi Psantren”. Vol VII, No.1, 2017.hlm 349.
36Diakses melalui, https://www.jejakpendidikan.com/2016/12/peran-dan-fungsi- pondok-pesantren.html?m=1. Pada hari senin tanggal 16 Maret 2020 pukul 19.20
pengetahuan dan teknologi dalam menyongsong era global.Dan, disinilah perubahan merambah kedalam dunia kepesantrenan.37
d. Nilai-nilai Dasar Pondok Pesantren
Pondok pesantren merupakan ciri khas bangsa Indonesia yang bentuk dan sistem pendidikannya hanya ada dan dikenal di Indonesia dan tidak terdapat di belahan negara lainnya, bahkan di negara- negara Arab tempat lahirnya agama Islam itu sendiri tidak mengenal adanya lembaga pondok pesantren. Ketiga, nilai-nilai pendidikan pesantren sebagai lembaga pendidikan mempunyai watak utama yaitu sebagai lembaga pendidikan yang memiliki ciri khas, karena pesantren memiliki tradisi keilmuan yang berbeda dengan tradisi lembaga pendidikan lainnya, seperti madrasah atau sekolah.Karena itu, nilai-nilai dasar pendidikan senantiasa menjadi landasan dan sumber acuan bagi seluruh kegiatan sehari-hari di pesantren.
Keempat, nilai-nilai perjuangan dan pengorbanan.38
Nilai pokok yang selama ini berkembang dalam komunitas santri (lebih tepatnya lagi dunia pesantren) adalah seluruh kehidupan ini diyakini sebagai ibadah. Maksudnya, kehidupan duniawi disubordinasikan dalam rangkuman nilai-nilai Ilahi yang telah mereka peluk sebagai sumber nilai tertinggi. Dari nilai pokok ini berkembang nilai-nilai luhur lainnya, seperti nilai keikhlasan, kesederhanaan, kemandirian. Nilai-nilai ini merupakan dasar yang
37Ibid
38Faizin.“ Pola Integritas Nilai-Nilai Kepesantrenan Dalam Mengimplementasikan Budaya Religi Di Universitas Nurul Jadid”. Vol 2, No. 2, Juli- Desember 2018
dijadikan landasan pesantren dalam pendidikan dan pengembangan masyarakat, yang pada tahap berikutnya, dikembangkan sebagai nilai yang perlu menjadi panutan masyarakat luas.39
G. Metodologi Penelitian
Dalam setiap penelitian ilmiah, untuk lebih terarah dan rasional diperlukan suatu metode yang sesuai dengan objek yang dikaji, karena metode merupakan cara bertindak supaya penelitian berjalan berarah dan mencapai hasil yang memuaskan atau maksimal. Dalam penelitian ini digunakan metode penelitian yang tepat dan relevan sebagaimana penelitian yang dilaksanakan yakni:
1. Jenis penelitian
Penelitian adalah suatu usaha secara sistematik terkait kegiatan mengembangkan serta menemukan pengetahuan yang benar dengan adanya penyertaan contohnya. Kegiatan penelitian di berbagai bidang iptek menurut substansinya terdapat 4 hal yaitu usaha yang bersifat sistematik hasil penemuan pemanfaatan serta tindak lanjut penyebarluasan temuan.40
Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian kualitatif deskriptif.
Penelitian ini menggambarkan strategi hubungan masyarakat Pondok Pesantren Darul Muhajirin Praya dalam Mempertahankan dan Meningkatkan jumlah santri dan santriwati Tahun Ajaran 2019-2020.
39 Har Makmun. “ Pembentukan Karakter Berbasis Pendidikan Pesantren”. Vol. 12, No. 2, Juli- Desember 2014. Hlm 213
40Alihamdan “Jenis-jenis Penelitian dan Contohnya” dalam https://alihamdan.id diakses tanggal 23 Desember, pukul 10.31.
2. Pendekatan Penelitian
Pendekatan penelitian adalah pola pikir yang peneliti sampaikan tentang cara desain penelitian dilakukan dan bagaimana penelitian dilakukan.41 Penelitian ini menggunakan pendekatan komunikasi, peneliti menggunakan metode pendekatan komunikasi kepada pihak-pihak yang relevan dijadikan narasumber untuk memberikan keterangan dan data terkait penelitian yang akan dilakukan. Pendekatan komunikasi yang dimaksud adalah suatu pendekatan yang mempelajari hubungan interaksi komunikasi dalam kehidupan masyarakat yang berlangsung baik melalui komunikasi verbal dan nonverbal. Pendekatan ini digunakan untuk mendapatkan data tentang strategi public relation dan hubungan masyarakat Pondok Pesantren Darul Muhajirin Praya dalam Mepertahankan dan Meningkatkan jumlah Santri dan Santriwati Tahun Ajaran 2019-2020.
3. Sumber Data
Penelitian ini menggunakan dua sumber yaitu:
a. Sumber Data Primer
Data primer adalah informasi yang diperoleh langsung dari pelaku yang melihat dan terlibat langsung dalam penelitian yang dilakukan peneliti.Data primer merupakan sumber data yang diperoleh langsung dari sumber asli (tidak melalui media perantara).Data primer dapat berupa opini subjek (orang) secara
41 Santino Rice “ Pendekatan Penelitian” dalam https://santinorice/pendekatan- penelitian, diakses tanggal 23 Desember 2019, pukul 10.21.
individual atau kelompok, hasil observasi terhadap suatu benda (fisik), kejadian atau kegiatan, dan hasil pengujian.Untuk mendapatkan data primer, peneliti harus mengumpulkan secara langsung.42
Metode pengumpulan data merupakan tekhnik atau cara yang dilakukan untuk mengumpulkan data. Sedangkan instrument pengumpul data merupakan alat yang digunakan untuk mengumpulkan data Karena berupa alat, maka instrumennya berupa, pedoman wawancara, camera photo dan lainnya.
Data primer meliputi data yang diperoleh dari responden melalui kuesioner, kelompok fokus, dan panel, atau juga data hasil wawancara Humas Pondok Pesantren Darul Muhajirin terkait peningkatan jumlah Santri dan Santriwati Tahun Ajaran 2019-2020.
b. Data Sekunder
Data sekunder merupakan pendekatan penelitian yang menggunakan data-data yang telah data. Selanjutnya dilakukan proses analisa dan interprestasi terhadap data-data tersebut sesuai dengan tujuan penelitian.
Data sekunder merupakan sumber data penelitian yang diperoleh peneliti secara tidak langsung melalui media perantara (diperoleh dan dicatatoleh pihak lain). Data sekunder umumnya berupa bukti, catatan atau laporan historis yang telah tersusun dalam
42Hadari Nawawi, Metode Penelitian Bidang Sosial, (Yogyakarta: Gajah Mada University Press, 2011).hlm.22.
arsip (data dokumenter) yang dipublikasikan dan yang tidak dipublikasikan.
Salah satu metode dalam pengumpulan data sekunder adalah dokumen. Dokumen merupakan bahan tertulis atau benda yang berkaitan dengan suatu peristiwa atau aktivitas tertentu.Ia bisa merupakan, rekaman, gambar, benda-benda peninggalan yang berkaitan dengan suatu peristiwa.Banyak peristiwa yang telah lama terjadi bisa diteliti dan dipahami atas dasar dokumen atau arsip. Data dalam penelitian kualitataif kebanyakan diperoleh dari sumber manusia atau human resources, diantaranya dokumen, foto dan statistik.Menurut Sugiyono studi dokumen merupakan pelengkap dari penggunaan metode observasi dan wawancara dalam penelitian kualitatif. Bahkan kredibilitas hasil penelitian kualitatif ini akan semakin tinggi jika melibatkan atau menggunakan studi dokumen ini dalam metode penelitian kualitatifnya.43
Data sekunder meliputi hasil informasi baik dari buku serta artikel yang berhubungan dengan kasus yang diteliti. Dalam hal ini adalah artikel resmi Pondok Pesantren Darul Muhajirin Praya, dan berita-berita yang terkait dengan peningkatan santri dan santriwati Pondok Pesantren Darul Muhajirin Praya serta dokumentasi.
43 Sugiyono, Metode Penelitian Administrasi (Bandung: Alfabeta, 2003). Hlm. 23.
4. Teknik pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data adalah langkah-langkah untuk mendaptkan data dalam sebuah penelitian. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah:
a. Metode Observasi
Observasi atau pengamatan adalah kegiatan keseharian manusia dengan menggunakan panca indra mata sebagai alat bantu utamanya selain panca indra lainnya seperti telinga, mata, hidung, lidah, dan kulit. Yang dimaksud metode observasi adalah metode pengumpulan data yang digunakan untuk menghimpun data penelitian, data-data penelitian ini dapat diamati oleh peneliti. Dalam arti bahwa data tersebut dihimpun melalui pengamatan peneliti melalui penggunaan panca indra.44
Tindakan lebih lanjut dilakukan dengan mengadakan kunjungan ke Pondok Pesantren Darul Muhajiri Praya mencatat apa yang peneliti perlukan, terutama untuk mendapatkan informasi seputar strategi komunikasi hubungan masyarakat yang dilakukan oleh pihak Pondok Pesantren Darul Muhajirin Praya dalam mempertahankan dan meningkatkan jumlah santri dan santriwati Tahun Ajaran 2019-2020 tersebut.
44 Burhan Bungin, Analisis Data Penelitian Kualitatif, (Jakarta: PT Raja Grafindo, 2006), hlm. 134
b. Metode Wawancara
Wawancara adalah percakapan dengan maksud tertentu, percakapan itu dilakukan oleh dua pihak, yaitu pewawancara yang mengajukan pertanyaan dan yang diwawancarai yang memberikan jawaban atas pertanyaan itu.45
Dalam penelitian ini peneliti mewawancarai Humas, ustad, ustadzah, santri dan santriwati, siswa dan siswi dari Pondok Pesantren Darul Muhajirin Praya dalam mempertahankan dan meningkatkan jumlah santri dan santriwati Tahun Ajaran 2019-2020.
Untuk mengetahui strategi apa saja yang dilakukan Humas tersebut.
c. Teknik pengambilan sampling wawancara
Berdasarkan pada kebutuhan penelitian ini, dicari responden kunci yaitu seseorang yang dianggap memahami dan mengerti tentang informasi tentang strategi komunikasi hubungan masyarakat pondok pesantren Darul Muhajirin Praya. Selain itu, setelah didapat informan kunci, selanjutnya mencari informan umum.Penentuan siapa saja yang akan menjadi sampel dalam penelitian ini menjadi hal yang utama, selanjutnya adalah memperkuat teknik sampling dengan menggunakan perpousive sampling: snowball sampling.
Snowball samplingdijelaskan oleh Mc. Patton dalam Fathoni sebagaiberikut: “chain sampling (snowballsampling). This is an approach for slocating information-rich key informants or critical
45 Lexy J. Moloeng, Metodologi Penelitian Kualitatif, (Bandung: Rosdakarya, 2001), hlm. 103
cases…. Those people or events recommended as valuable by a
number of different informants take on special importance. The chain of recommended informants will typi-cally diverge initially as many possible sources are recommended, then converge as a few key names get mentioned over and over”46.
Fathoni menambahkan snowball atau chain sampling ini digunakan untuk fenomena yang memiliki banyak sumber (informan) sehingga inforamasi yang didapatkan kaya akan data, kekayaan data memungkinkan terjadinya ambiguitas dan ketidak konsistenan pada data yang akan sajikan (display-data), sehingga perlu adanya chain atau rantai data yang sesuai antar informan untuk memperkuatnya dan mengkosistensikannya.47
Teknik penelitian ini dapat melakukan pencarian responden yang klasifikasinya sudah dijelaskan diatas. Ketika sudah mendapatkan responden, kemudian penelitian ini mencari responden yang lain dengan cara menanyakan klasifikasi yang sama pada responden yang telah didapat. Jika responden yang didapat dirasa cukup untuk menggambarkan hasil penelitian maka penelitian ini sudah tidak perlu untuk mencari responden lagi. Sehingga dari sana responden dalam penelitian ini
46 Muhammad Fathoni, Integrasi Muslim dan Hindu Dalam Upacara Pujawali Dan Perang Topat: Studi Komunikasi Antar Budaya di Lingsar Lombok Barat, Thesis, (Surakarta:
Universitas Sebelas Maret, 2016), hlm. 41-42.
47Ibid.,hlm. 42.
d. Metode Dokumentasi
Dokumentasi merupakan aktivitas atau proses sistematis dalam melakukan pengumpulan, pencarian, penyelidikan, pemakaian, dan penyediaan dokumen untuk mendapatkan keterangan, penerangan pengetahuan dan bukti serta menyebarkannya kepada pengguna.48
Dokumentasi adalah tekhnik pengumpulan data yang diperoleh dari pihak humas pondok pesantren yang berupa surat kabar, majalah, transkip, agenda, serta foto-foto dari Pondok Pesantren Darul Muhajirin Praya yang merupakan sumber data potensial yang menyangkut startegi komunikasi hubungan masyarakat yang dilakukan oleh pihak Pondok Pesantren Darul Muhajirin Praya untuk mempertahankan dan meningkatkan jumlah santri dan santriwati Tahun Ajaran 2019-2020 tersebut.
H. Lokasi Penelitian
Lokasi Penelitian adalah tempat dimana penelitian dilakukan.
Penerapan lokasi penelitian merupakan tahap yang sangat penting dalam penelitian kualitatif, karena dengan ditetapkannya lokasi penelitian berarti objek dan tujuan sudah ditetapkan sehingga mempermudah peneliti dalam melakukan penelitian.49
Dalam penulisan Skripsi ini peneliti melakukan penelitian di Pondok Pesantren Darul Muhajirin Praya kab. Lombok Tengah, Pondok Pesantren
48Mughnifar Ilham “Pengertian Dokumentasi” dalam
https://materibelajar.co.id/pengertian-dokumentasi , diakses tanggal 22 Desember 2019, pukul 23.59.
49SF sulistiarso, “Metodologi Penelitian” dalam etheses.uin-malang.ac.id, diakses tanggal 23 Desember 2019, pukul 00.54.
yang paling Tua di Lombok Tengah serta letaknya yang berada di jantung Kota Praya, membuat Pondok Pesantren ini tersohor dan memiliki santri dua kali lipat dari pondok pesantren lainnya. Namun, keberadaan pesantren maupun sekolah baru membuat Pondok Pesantren Darul Muhajirin Praya merasa tersaingi sehingga humas pada saat ini dibutuhkan untuk mempertahankan serta meningkaatkan jumlah santri dan santriwati.
I. Tekhnik Analisis Data
Tekhnik analisis data adalah suatau metode atau cara untuk mengolah sebuah data menjadi informasi sehingga karakteristik data tersebut menjadi mudah untuk dipahami dan juga bermanfaat untuk menemukan solusi permasalahan, yang terutama adalah masalah yang tentang penelitian.50
Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis yaitu suatu bentuk penelitian yang meliputi proses pengumpulan dan penyusunan data, kemudian data yang sudah terkumpul dan tersusun tersebut dianalisis sehingga diperoleh pengertian data yang jelas. Setelah dilakukan penelitian tentunya diperoleh data kualitatif sesuai dengan pendekatan yang diambil.
Oleh karena itu semua data yang diperoleh di lapangan baik yang berupa hasil observasi maupun wawancara dianalisis sehingga memunculkan deskripsi tentang bagaimana strategi Humas Pondopk Pesantren Darul Muhajirin Praya dalam Mempertahankan dan Meningkatkan jumlah Santri dan Santriwati pada Tahun Ajaran 2019-2020.
50Rizki, “Tekhnik Analisis Data Kualitatif, Kuantitatif, Menurut para ahli” dalam https://pastiguna.com/tekhnik-analisis-data, diakses tanggal 22 Desember 2019, pukul 23.52.
J. Sistematika Pembahasan
Dalam penulisan penelitian ini terdapat sistematika pembahasan yang tertata dan terpola agar penulisan dapat terorganisir dengan baik, Berikut adalah sistematika pembahasan ini:
BAB I : Berisi tentang pendahuluan yang mengungkapkan tentang fenomena yang melatar belakangi penelitian ini di mana di dalamnya terdapat: latar belakang masalah, batasan dan rumusan masalah, tujuan penelitian, metodologi penelitian, tinjauan pustaka dan sistematik penulisan
BAB II :Merupakan inti atau hasil dari penelitian yang di dalamnya berisi tentang penyapaparan data dan temuan yang berkaitan dengan objek penelitian yaitu deskripsi mengenai Strategi Humas PondokPesantren Darul Muhajirin Praya dalam mempertahankan dan meningkatkan santri dan santriwati Tahun Ajaran 2019- 2020.
BAB III:Bab ini Fokus tentang Strategi Humas Pondok Pesantren serta faktor-faktor yang menghambat Pondok Pesantren dalam mempertahankan dan meningkatkan santri dan santriwati tahun Ajaran 2019-2020.
BAB IV: Bab ini berisi tentang kesimpulan dari penelitian, saran-saran, juga lampiran yang nanti akan dicantumkan.
BAB II
PAPARAN DATA DAN TEMUAN
A. Gambaran Umum Pondok Pesantren Darul Muhajirin Praya 1. Sejarah Pondok Pesantren Darul Muhajirin Praya
Pondok pesantren Darul Muhajirin merupakan lembaga pendidikan dan pusat penyebaran agama islam, lahir dan berkembang semenjak masa- masa permulaan berkembangnya agama islam di negeri ini. Sebagaimana banyak diketahui bahwa Pondok Pesantren Darul Muhajirin Praya sebagai lembaga pendidikan yang paling tertua di Lombok tengah.51
Pondok Pesantren Darul Muhajirin terletak di kota Praya, ibukota kabupaten Lombok Tengah dan berjarak sekitar 3 km ke arah timur dari kota Mataram, ibukota Provinsi Nusa Tenggara Barat. Sebagai lembaga berbadan hukum, pondok pesantren ini resmi berdiri pada hari Rabu, tanggal 22 Rabi`ul Awwal 1318 H atau bertepatan dengan tanggal 14 Juli 1971.Melalui akta Notaris No. 87 tertanggal 2 Februari 1985, pengelolaan pondok pesantren di percayakan kepada Yayasan Darul Muhajirin.
Pondok pesantren Darul Muhajirin ini didirikan oleh seorang ulama besar yang mempunyai nama asli Ma`arif, beliau lahir di kampung Karang Lebah Praya pada tahun 1920 Masehi. Pada tahun pertama setelah selesai menunaikan ibadah haji, beliau mengubah namanya dari Ma`arif menjadi Haji Najamudin Makmun. Ayah beliau bernama Tuan Guru Haji
51Dikutip dari Kitab Fawaid al-Hifdzi karya TGH. Muhammad Najamudin Mkamun.
(Maktaban Bariklana, 2008) Cet 3.
Makmun, putra dari Abdul Wahid Bin Abdul Karim. Tuan Guru Haji Makmun adalah seorang Mursyid Tareqat Qadariyah wa Naqsabandiyah pada masanya (wafat bulan safar 1947 M).
Setelah mempelajari dasar-dasar ilmu agama Islam pada ayahnya TGH.
Makmun, Ma’arif - nama kecil TGH.Muh.Najmuddin melanjutkan
pelajaran pada TGH. Muh. Rais Sekarbela Mataram, terutama dalam bidang ilmu gramatika Bahasa Arab hingga mengkhatamkan Kitab Nahwu Matan Alfiah Ibnu Malik. Berikutnya beliau ke Pancor belajar pada TGKH.
M. Zainuddin Abdul Majid selama kisaran waktu 3 bulan guna mematangkan persiapan untuk studi di Mekkah.
Selanjutnya dalam usia yang masih belia, beliau berangkat ke tanah suci Mekah guna mendalami pendidikan Islam tingkat lanjutan yang sebelumnya telah ditempuh di tanah kelahirannya. Di Mekkah beliau mendaftarkan diri di madrasah Darul Ulum Al-Diniyah yang didirikan oleh Sayyid Muhsin al-Musawwa Palembang dan beberapa Ulama’ Nusantara lainnya. Di samping belajar di madrasah, beliau juga belajar secara khusus kepada guru-guru mulia lainnya, seperti:52
1. SyekhMuhammad Yasin Al-Fadani Salah seorang ulama hadits yang terkenal dengan gelar “Musnid ad-dunia” ahli sanad(mata rantai) hadis sedunia. Syekh Yasin merupakan guru utama beliau dalam menempuh
52 Wikepedia , “Muhammad Najamudin Makmun” , diakses tanggal 8 Desember 2019, pukul 21.13