• Tidak ada hasil yang ditemukan

Seruan Kepercayaan Dari Kitab Mazmur

N/A
N/A
Herman Caritas

Academic year: 2024

Membagikan " Seruan Kepercayaan Dari Kitab Mazmur"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

Mazmur 22: 25-32 Memasyurkan Nama Tuhan

Shalom! Selamat malam bapa, mama, saudara-saudari yang terkasih dalam Tuhan kita Yesus Kristus. Puji Tuhan, pada hari ini kita berkumpul di tempat ini untuk bersama- sama memuliakan nama Tuhan. Sesuai dengan tema kita pada hari ini, “Memasyurkan Nama Tuhan”, kita diajak oleh Tuhan untuk bertekun memuji namaNya dan terus mempelajari kebenarannya. Untuk itu mari kita membuka hati dan pikiran kita untuk dapat menerima dan memahami firman Tuhan serta dapat kita jadikan pedoman dalam kehidupan kita hari lepas hari.

Bapa, mama, saudara-saudari yang terkasih dalam Tuhan kita Yesus Kristus, bacaan kita hari ini diambil dari kitab Mazmur. Kitab Mazmur sendiri merupakan kitab yang secara khusus berisikan ajakan untuk memuji Tuhan. Mazmur yang kita baca ini merupakan sebuah seruan dari seorang pemazmur tentang perasaannya kepada Allah, yakni Daud. Seperti yang kita ketahui Daud adalah orang yang saleh dan taat kepada perintah Allah. Namun, Daud tetap banyak mengalami penderitaan berat yang banyak datang dari orang-orang yang memusuhinya. Sama seperti manusia lainnya, penderitaan yang dialami Daud ini membuatnya menjadi lemah, merasakan stress dan bahkan sampai di titik hampir putus asa. Ia mengalami penderitaan fisik, mental, dan batin yang

membuatnya patah semangat. Ia juga marah dan merasa dirinya ditinggalkan oleh Allah.

Ia merasa bahwa amarah yang ia luapkan kepada Allah justru tidak didengarkan oleh Allah.

Namun, hal yang menarik dan yang mau kita pelajari dari Daud adalah, walaupun Daud banyak mengalami penderitaan tetapi penderitaan itu tidak membuatnya menjauh dari hadirat Tuhan. Meskipun merasa demikian, ia berpegang teguh pada keyakinan dan kepercayaannya kepada Allah dan tidak meninggalkan Allah. Ia tetap percaya bahwa Allah akan memberinya kekuatan dan pengharapan. Di tengah semua kesusahannya, pada bagian akhir mazmur, Daud menemukan “Suara Allah” yang ternyata selalu menyertainya.

Dan oleh karena itulah, ia menyerukan lagu pujian dan rasa syukurnya dan bahkan

mengajak setiap manusia di dunia untuk juga menyerukan pujian kepada Tuhan. Pada saat Daud menyampaikan keluh kesahnya ke hadirat Tuhan, pada saat itu juga Daud memuji dan memuliakan nama Tuhan. Daud juga sanggup bersaksi tentang “siapakah Tuhan Allah?” itu kepada banyak orang di lingkungannya, dengan maksud agar orang banyak itu juga percaya serta memuji dan memuliakan namaNya.

Bapa, mama, saudara-saudari yang terkasih dalam Tuhan kita Yesus Kristus, sebagai contoh sederhana, ketika seorang anak kecil menginginkan sesuatu, hal yang akan dilakukan oleh kebanyakan anak adalah merengek kepada orang tuanya. Misalnya ketika anak melihat mainan atau makanan yang ia mau, maka ia akan meminta untuk dibelikan apa yang menjadi keinginannya. Namun, ketika permintaannya itu tidak dituruti,

1

(2)

anak cenderung akan merengek dan menangis. Bapa, mama, situasi seperti ini mungkin tidak atau jarang sekali terjadi pada kita orang dewasa. Namun, tentu perasaan- perasaan kecewa masih terus muncul secara alami dalam diri manusia ketika ia tidak mendapatkan keinginannya. Misalnya ketika kita ingin sukses dalam pekerjaan kita, ingin mendapatkan banyak keuntungan, atau ingin rencana-rencana kehidupan yang sudah kita rencanakan berjalan dengan baik, namun, dalam perjalanannya ternyata kita bertemu dengan banyak batu-batu sandungan yang justru melemahkan kita dan mungkin membuat rencana-rencana kita gagal. Batu-batu sandungan ini kemudian membuat kita bertanya- tanya tentang penyertaan Tuhan. “Di mana Tuhan? Mengapa rencana saya gagal?

Mengapa prosesnya sulit sekali?” Pertanyaan-pertanyaan ini mungkin pernah muncul dalam pikiran kita. Kita tidak sabar untuk mengetahui dan mengerti maksud Tuhan, bahkan mungkin tanpa sadar menuntut Tuhan untuk segera menjawab segala

permasalahan kita. Namun, hal yang berbeda ditunjukkan oleh pemazmur. Ia mencari keberadaan Tuhan tetapi ia tidak memaksa agar cepat mendapat jawaban. Ia mendasari pencariannya dengan sikap rendah hati dan percaya benar kepada setiap janji Allah.

Pada bagian kedua dari Mazmur 22 ini, Daud menjabarkan tentang kepastian janji Allah dalam hidup orang percaya. Dengan menggunakan perannya sebagai wakil rakyat di hadapan Allah, Daud menegaskan bagaimana Allah mendengarkan jeritan umatNya yang menderita sebagai jawaban atas doa mereka. Karena itu, ia mengajak umat untuk memuji Allah, mendorong mereka yang takut akan TUHAN untuk melakukan hal yang sama. Dan untuk itulah, kita perlu terus mengingat bahwa dalam karya penebusan-Nya, Tuhan Yesus menjadi sama dengan manusia kecuali bahwa Dia tidak berdosa. Melalui karya penebusan-Nya, kita dimampukan dan dilayakan untuk menghadap hadirat Allah setiap saat dalam doa dan permohonan.

Bapa, mama yang terkasih kita juga perlu memahami bahwa iman kita berperan untuk menghadirkan Allah secara nyata. Iman yang diberikan oleh Kristus akan membawa kita kepada kerinduan untuk mendengarkan Bapa, serta menaati Dia dalam kehidupan kita. Kristus tidak pernah mengingkari janji yang diberikan kepada umat-Nya bahwa Ia akan menyertai kita sampai pada akhir zaman. Kita belajar dari pemazmur bahwa di tengah kesakitan kita, marilah kita tetap bertahan dalam kepercayaan kita akan Allah dan tidak meninggal-Nya. Dalam pujian kita kepada Allah ada keyakinan bahwa Allah akan membebaskan kita dari setiap kesusahan yang kita rasakan.

Untuk itu, mari kita meminta kepada Allah agar kita dapat terus dikuatkan untuk mampu menyadari kehadiranNya dalam keseharian kita. Kita tidak tau kapan kesusahan akan menghampiri kita. Kita pun tidak tahu kapan kebahagiaan akan datang kepada kita.

Setiap hari baru dalam hidup kita menjadi sebuah “kejutan tanpa henti” yang terus dihadapi oleh manusia. Di dalam saat-saat tertentu dalam kehidupan kita, terkhususnya ketika kita merasakan pergumulan hidup yang berat, kadang tidak mudah untuk kita menyadari kehadiran Allah. Kita bahkan mungkin mempertanyakan kehadiran Allah di

2

(3)

saat-saat tersulit dalam hidup kita. Di saat-saat seperti itulah, kita harus memandang kesetiaan dan kebaikan Tuhan pada masa lalu sebagai dasar pengharapan kita saat ini dan masa depan . Kita harus menatap masa kini dan masa depan dengan keyakinan iman di dalam Tuhan yang Maha Baik dan Maha Kuasa serta keyakinan bahwa Tuhan sedang bekerja membawa kebaikan bagi kita dan bagi kemuliaan nama-Nya. Nas ini memberikan pelajaran kepada kita bahwa pencobaan, penderitaan dalam hidup tidak akan menghalangi kita untuk terus berharap kepada Tuhan, tidak ada hal apapun yang menghalangi kita untuk tetap setia kepada Tuhan dalam doa dan pujian kita.

Memuji Tuhan adalah salah satu bentuk rasa syukur kita akan penjagaan Tuhan dalam hidup kita. Kita memuji Tuhan sebagai rasa terima kasih kita akan kebaikan Tuhan dalam hidup kita. Memuji-muji Tuhan adalah bentuk pengenalan kita yang benar kepada Allah, yakni Allah yang memberi keselamatan bagi kita semua, orang-orang yang tidak berdaya di tengah dunia ini. Memuji Tuhan tentu tidak hanya kita lakukan dalam ibadah di gereja atau ibadah rumah tangga. Memuji Tuhan adalah kegiatan tanpa batas yang merupakan bukti dari totalitas orang percaya melalui apapun yang dikerjakan. Setiap pekerjaan yang dilakukan dengan dasar kasih, kebenaran, dan tanggung jawab

sesungguhnya telah menjadi pujian yang benar bagi Allah. Saat ini, pertanyaan bagi kita adalah mampukah kita berpegang teguh pada keyakinan kita akan Allah? mampukah kita bertahan tanpa menjauh dari Allah? dan mampukah kita tetap memuliakan Tuhan bahkan di saat-saat tersusah dalam hidup kita? Mari merenungkan dan menjawab pertanyaan- pertanyaan ini dalam keseharian hidup kita dan dalam setiap naik turunnya hidup kita setiap saat. Semoga firman Tuhan meneguhkan kita semua, Amin.

3

Referensi

Dokumen terkait

Kelima, percaya dengan tanpa bimbang, dan semakin hari kita berkomitmen untuk berpegang pada janji Tuhan, semakin tidak tergoyahkan (Mazmur 119:55-56).. Bila kita memenuhi lima

Maka pujian kita kepada Tuhan tidak- lah dibatasi oleh tempat, di Gereja kita memuji Tuhan bersama dengan orang-orang yang dikuduskan oleh Tuhan, di rumah kita memuji Tuhan

xii Relasi antara Motif Perjanjian Nama YHWH dalam Kitab Keluaran dan Konsep Rûaḥ YHWH dalam Kitab Nabi-Nabi Perjanjian Lama 99 Nama dan Roh TUHAN sebagai Tanda Eksistensi Ilahi 100

Kitab Mazmur menjadi suatu kitab khusus dalam Alkitab, karena kitab ini merupakan kumpulan dari madah atau puji-pujian yang disebut mazmur, yang berisi nyanyian dan kata-kata puitis

Dokumen ini membahas tentang jaminan kebebasan beragama di Indonesia dan pentingnya toleransi terhadap perbedaan

Dokumen ini membahas tentang peran agama dalam kehidupan manusia dan pentingnya berpercaya diri secara

Dokumen ini membahas tentang pentingnya pengalaman langsung dalam proses

Dokumen ini membahas analisis komparatif antara dua buku teks bahasa Arab, yaitu Kitab An-Nahwu Al-Wadhih dan Kitab Marja’ at-Thullab fi Qawa’id