Setitik Tulisan Tentang Jusman
Ditulis oleh salah seorang Tokoh berpengaruh dari kabupaten Takalar
Siang terjadi ketika Matahari bergerak naik ke petengahan langit dan menerangi bumi dengan menggunakan kekuatan maksimalnya. Disitulah kita bisa melihat bukti pergeseran, perubahan atau Change didalam kehidupan sehari-hari. Bisa dibilang Jusmawandi adalah orang yang yakin akan perubahan yang terjadi didalam hidup seseorang. Perubahan itu akan terjadi ketika kekuatan seseorang sudah dikeluarkan, dan akhinya sadar akan waktu yang terus berputar. Dan berlari, bergerak menuju hal yang lebih baik. Di usianya yang akan menginjak 21 tahun, ia optimis atas segala usaha yang telah ia lakukan. Meskipun terlahir dari kondisi keluarga yang kurang mampu, dan broken home, namun ia sendiri percaya diri akan cita- citanya.
Beberapa sifat yang kurang atau bahkan tidak ia miliki, yaitu religious dan ramah. Pengakuan itu selalu disampaikan ketika sedang tarbiah bersama dengan teman-temannya. Ia sendiri merasa masih sulit berdiri pada ideology islam. Karena baginya sangat berjauhan dengan ilmu sosial yang ia jalani saat ini di Universitas Hasanuddin dengan ideology islam yang mesti diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Padahal ia sendiri meyakini bahwa the best ideology is Islam. Karena lingkungan akhirnya dia sangat sulit berdiri pada konsep agama islam. Itulah kekurangannya sangat sulit mempengaruhi ligkungan malah yang terjadi sebaliknya.
Ramah, bertemu dengan orang adalah hal yang sangat menguntungkan setiap indiidu. Namun ia sendiri sulit dilakukannya karena tidak tahu bagaimana caranya memulai pembicaraan yang baik serta berkelanjutan. Beberapa pengalamannya sangat tidak bagus, banyak percakapan yang tidak efektif karena dia tidak mampu membangun komunikasi yang baik dengan orang lain. Bertemu dengan orang penting namun kehabisan kata-kata. So very sad…
Sebagai mahasiswa, Jusman (Sapaannya) memiliki ambisi yang besar terhadap cita-citanya. Walaupun demikian ia sangat bermimpi tinggi dapat melanjutkan pendidikannya di negeri Paman Sam dan Menunaikan ibadah suci bersama keluarga tercinta. Walaupun saat ini masih merasa akan sulit untuk mewujudkannya, namun akan selalu optimis dapat meraihnya karena berbagai usaha yang telah ia lakukan.
Selangkah demi langkah, Jusman ingin melakukan beberapa hal untuk meraih cita-cita yaitu ingin menguasai bahasa inggris dan kemudian menjalankan bisnis. Dua hal tersebut merupakan beberapa hal yang ia ingin lakukan sebelum masa Strata 1 nya selesai di Unhas. Bahasa inggris ia ingin lakukan karena begitu besar ambisinya untuk bisa melanjutkan pendidikannya diluar negeri. Sedangkan bisnis merupakan jalan untuk meyakinkan orang tua, keluarga bahwa seorang mahasiswa mampu menghasilkan uang yang banyak meskipun masih sibuk belajar. Sehingga ini akan menjadi kepercayaan bagi keluarga, bahwa ia mampu hidup mandiri tanpa harus menyusahkan keluarga. Dengan melakukan hal tersebut ia percaya akan bisa dilancarkan urusannya oleh Allah karena berbagai bekal telah ia peroleh, serta tak ragu lagi jika kedepannya benar-benar jalan terbuka lebar untuk melanjutkan pendidikan.
Tenang dan penyabar, bisa dibilang itu beberapa kata yang sering ia dengar dari teman-teman sekitarnya terhadap dirinya. Dalam berbagai masalah yang genting sekalipun ia tak mempermasalahkannya. Misalnya ketika dosen meminta tugas review dikumpul keesokan harinya, dan ternyata yang lain itu sangat panik akan tugas yang diberikan dan belum tuntas dijelaskan. Bagi jusman ini adalah proses yang tidak perlu dipanikkan, melainkan ia tetap tenang. Baginya tugas yang tidak terkumpul hari ini, next time dosen memberikan kesempatan untuk mengumpulkan daftar keaktifannya. Dalam hal ini tak perlu takut akan hasilnya. Jika tak sanggup mengerjakan yang bagus, maka cukup menegerjakan yang sesuai dengan pengetahuan yang dimiliki. Kata penyabar emang dari dulu melekat pada jusman. Ia sendiri sangat dekat dengan guru-guru namun tetap pada
porsi yang benar. Selalu penyabar walau kadang jadi target pembicaraan orang umum. Baginya tidak perlu dipedulikan karena mereka telah menghabiskan banyak tenaga, kekuatan, waktu untuk memikirkan dirinya.
Sehingga sabar saja jika mendengar stigma dari orang lain. Berbicara nilai dan karakter dasar ia sendiri tidak tahu yang seperti apa karakter dasarnya, namun dia hanya berpatokan dengan pendapat orang lain terhadap dirinya.
Mungkin kita sering mendengar pepatah bahwa ‘buah yang jatuh, tidak akan jauh dari pohonnya’, Jusman menafsirkan pepatah tersebut dengan berbeda bahwa ‘buah yang jatuh, akan jauh dari pohonnya jika ia sendiri berdiri di tempat yang bertebing’. Sehingga itu menjadi penyemangat ditengah turunnya semangat, dan banyaknya pendapat negative yang ditujukan padanya. Bisa dibilang akhir-akhir ini Jusman punya hobi baru yaitu Menulis. Tiada hari tanpa Menulis, meskipun belum di seimbangkan dengan tiada hari tanpa membaca. Apalagi membaca novel, jangan harap ia mau membaca buku fiksi, itulah mengapa tulisannya kadang sangat kaku dan tidak ekspresif.
Setiap anak punya cita-cita, walau kadang yang mereka sampaikan adalah suatu keinginan (aku ingin membahagiakan orang tua). Namun ia betul-betul sudah mematakan cita-citanya. Ketika duduk sebagai mahasiswa baru, dengan polosnya ia selalu mengatakan bahwa ia ingin menjadi seorang PNS. Namun seiring dengan kuatnya kaderisasi dalam kampus, ia baru menemukan ujung perjuangan yang ia ingin capai. Dan akhirnya ia ingin menjadi The Founder a Big University. Ia percaya bahwa ketika dia mampu mendirikan sebuah universitas di kabupaten Takalar, maka segala sektor kehidupan masyarakat bisa diangkat dengan cepat.
Berlandaskan pada cita-cita tersebut, ia sendiri memiliki idola yang searah dengan apa yang telah ia lakukan, yaitu Prof. Renald Kasali, Ph.D.
beliau merupakan The Founder dari Rumah Perubahan yang mempekerjakan berbagai kalangan di pinggiran kota Depok. Selain berprofesi sebagai Guru Besar Fakultas Ekonomi UI, namun ia sangat aktif dalam melakukan kegiatan sosial. Prof. Renald memang sangat
menginspirasi, berbagai tulisannya sudah dibukukan, bahkan ia mampu mengangkat perekonomian dan kehidupan sosialnya di Kota Depok. Prof.
Renald sendiri merupakan salah satu orang yang sukses menjalankan SocialEnterpreneurship di Indonesia. Berbagai penghargaan telah ia raih sehingga memang bagi Jusman ia pantas jadi salah satu idolanya. Tokoh yang juga ia kagumi adalah Nabi Muhammad SAW, walau bersifat abstrak, tak pernah ketemu, wajahnya seperti apa, fisiknya bagaimana, bahkan hanya didengar dari mulut ke mulut, ditemui didalam Al-quran. Tapi Jusman merupakan salah satu orang yang sangat mengagumi beliau, berbagai jasanya dan perbuatannya dapat kita contoh yang tergambar dalam Al-quran. Nabi Muhammad SAW, memang The Founder Culture of Islam. Jika Renald Kasali dikenal dengan Socialenterpreneurnya, dan Nabi Muhammad SAW, dikenal Tokoh Paling Berpengaruh di dunia. Maka Jusman ingin dikenal sebagai pendiri kampus besar.
Kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda. Bagi Jusman kegagalan bukan suatu hal yang mesti di sesali. Meski ia sudah pernah merasa kecewa karena dia merasa Salah Jurusan, tapi karena ia cepat tersadar bahwa jalan yang ia peroleh selama ini bukan hal yang mesti di sesali tapi untuk dijalani. Dan saat ini ia sendiri sudah yakin dan sadar bahwa bayaran atas segala usahanya adalah bentuknya seperti itu.
Carier Plan dari start tahun ini. Bulan Juni-Juli 2015 akan mengikuti Kuliah Kerja Nyata. Bulan Nopember 2015 Ujian Proposal. Pada bulan Nopember 2015 hingga Februari 2016 Penelitian Skripsi, dan Februari 2016 Ujian Proposal. Maret 2016 Wisuda Strata 1. Bulan September-Desember 2016 persiapan masuk Strata 2. Pada tahun 2018 Magister selesai. Pada tahun 2018 dilanjutkan dengan program Doktoral. Dan pada tahun 2021 menyelesaikan program doctoral. Setelah kembali dari luar negeri pada tahun 2022 rencananya ingin menjalin kerja sama dengan berbagai stake holder untuk mendirikan universitas. Sembari menjadi The Founder ia ingin juga menjadi Letture agar pemasukan dana tetap berjalan.
Itulah setitik harapan dari tulisan yang menggambarkan secuil tentang Jusman. Walau kini ia masih berjuang mewujudkan cita-citanya. Ia berharap dukugan dan do’a dari berbagai keluarga dan sahabat-sahabatnya.
Tetap memberikan support semangat disaat ia sedang down dan mengarahkannya ketika ia sudah melenceng dari carier plannya. Dan semoga segala cita-citanya tercapai hingga sampai ke negeri paman sam.