• Tidak ada hasil yang ditemukan

Siapa Sangka?

N/A
N/A
Dela Laila Lathifah

Academic year: 2024

Membagikan "Siapa Sangka?"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

TUGAS DKV PPLG XI PPLG 1

#ANGGOTA KELOMPOK

- Arnisa Nindita Rahmadani (02) - Dela Laila Lathifah (07)

- Kabita Eka Agustya (13) - Levina Nataniela C (17) - Rahmat Gunawan (25) - Rena Antika (27)

#PEMBAGIAN PERAN/TOKOH - Arnisa sebagai Nisa - Dela sebagai Alana - Kabita sebagai Aera - Levina sebagai Bu Vina - Gunawan sebagai Yuda - Rena sebagai Clara

SINOPSIS “SIAPA SANGKA”

Menceritakan tentang tiga anak SMK yang ingin membantu temannya yang sedang kesusahan, dengan cara menipu salah satu kakak temannya untuk mendapatkan uang agar bisa membantu temannya dan membelikan Sepatu.

Suatu hari, Yuda terlambat mengikuti Pelajaran, dan akhirnya Yuda dimarahi oleh guru karena terlambat sekolah, dan juga seragamnya yang tidak rapi, dan juga Sepatu yang sudah tidak layak dipakai. Yuda pun tidak diizinkan mengikuti Pelajaran dan dihukum untuk keluar dari kelas.

Setelah jam mata Pelajaran selesai, tiga orang teman Yuda yaitu Nisa, Alana, dan Clara pergi ke kantin untuk beristirahat. Setelah kejadian Yuda dihukum oleh guru saat dikelas tadi, mereka bertiga merasa iba terhadap Yuda. Lalu mereka berdiskusi untuk membantu Yuda dengan membelikannya sebuah Sepatu baru. Awalnya mereka kebingungan bagaimana cara mereka bisa membelika Sepatu untuk Yuda sedangkan jika mereka menggunakan uang saku mereka untuk membelikan Sepatu saja tidak cukup. Lalu salah satu temannya yaitu Clara, memberikan usul dengan berencana menipu kakak dari temannya yaitu kakaknnya Alana untuk meminjam uang dengan alasan renovasi sekolah. Lalu kedua temannya itupun setuju dengan rencana Clara.

Setelah itu, Nisa yang akan berpura-pura menjadi guru untuk menipu kakak Alana. Nisa mulai berlatih dan menyiapkan kata-kata yang pas untuk menipunya. Setelah cukup siap Nisa mulai

menelpon kakak Alana yaitu Aera dan mengungkapkan tentang kebutuhan dana untuk renovasi sekolah. Kakak Alana yang percaya-percaya saja akhirnya menyetujui hal tersebut dan berkata bahwa uangya akan dititipkan pada Alana besok.

Keesokan harinya, setelah mereka bertiga mendapatkan uang yang cukup, mereka langsung pergi ke toko Sepatu untuk membelikan Sepatu baru untuk Yuda. Setelah membeli Sepatu mereka menemui Yuda disebuah tempat untuk memberikannya Sepatu baru untuk Yuda. Yyuda yang terharu berterima kasih kepada ketiga temannya itu.

(2)

Lalu disuatu Ketika, Aera (kakaknya Alana) saat sedang menyapu dihalaman rumahnya, menanyakan tentang kabar renovasi sekolah kepada salah satu anak sekolah yang kebetulan lewat, namun anak tersebut terlihat kebingungan karena tidak tahu tentang kabar renovasi sekolah tersebut. Aera yang kebingungan pun masuk kedalam rumah dan menunggu Alana pulang. Setelah Alana pulang Aera langsung mengajaknya bicara perihal kebenaran renovasi sekolah tersebut.

Akhirnya Alana pun jujur bahwa sebenarnya yang menelepon Aera bukanlah guru namun temannya yaitu Nisa dan juga uang yang mereka butuhkan sebenarnya untuk membelikan Sepatu untuk temannya yang membutuhkan yaitu Yuda.

Setelah mengetahui hal tersebut, Aera langsung menasehati Alana dan memberitahu bahwa cara itu salah walaupun niatnya benar. Alana pun langsungf minta maaf, untungnya Aera mengerti dan memaafkan adik serta teman-temannya itu.

SKRIP/DIALOG

Guru : “Korupsi bukan hanya tentang uang ada korupsi waktu, suap menyuap, pemerasan, dan masih banyak contoh lainnya.”

Guru: “ ehh yuda, hobi banget kamu kesiangan da. udah Sepatumu gitu, bajumu kotor”

Yuda: “ Iya bu maaf, tadi saya tidak dapat tumpangan ke sekolah terus saya belum dapat uang buat beli baju sama Sepatu”

Guru: “ Sekarang kamu keluar, dihalaman tadi ibu lihat, banyak sampahnya kamu pungut semua sampahnya disana setelah bersih kamu hormat bendera disana sampai Pelajaran ibu selesai ya”

Yuda: “ Iya bu”

Guru: “ Ya sudah”

Nisa: “ Kasihan ya yuda tiap hari dimarahin terus, bu vina malah ngomong seenaknya lagi”

Alana: “Iya”

Clara: “Gimana kalo kita beliin dia Sepatu sama baju baru ?”

Nisa: “Caranya gimana? Kalo dari uang jajan kita gak bakalan cukup juga”

Clara: “Ehh, gimana kalo kita pura-pura jadi bu vina”

Alana: “Pura-pura gimana maksudnya?”

Clara: “Nah, nanti aku telpon kakak kamu “ Alana: “Kok jadi bawa-bawa kakak aku”

Clara: “Ya mau gimana lagi, kan disini yang paling banyak uang kamu”

Alana: “Terus”

Clara: “Nah nanti nisa telpon kakak kamu terus pura-pura jadi bu vina dan bilang kalo disekolah lagi butuh biaya, terus uangnya kita pakai buat bantuin si yuda”

(3)

Nisa: “Oh, bisa nih ra”

Nisa: “Hallo kak..”

Nisa: “Hallo kak..”

Nisa: “Hallo kak..”

Nisa: “Hallo kak..”

Nisa: “Hallo kak..”

Nisa: “Hallo…”

Aera: “Iya hallo”

Nisa: “Selamat siang kak, apakah benar ini dengan kakaknya alana”

Aera: “Iya betul, maaf ini dengan siapa ya?”

Nisa: “Saya vina wali kelasnya alana”

Aera: “Ohh, iya bu ada apa ya?”

Nisa: “Jadi gini, pihak sekolah sedang membutuhkan biaya untuk renovasi kelas dan pihak sekolah meminta uang iuran kepada seluruh murid untuk anggaran tersebut. Biayanya akan dibebankan kepada tiap murid sebesar Rp.200.000,00”

Aera: “Ohh, iya bu, uangnya besok saya titipin sama alana, tapi kenapa alana gak bilang ya bu?”

Nisa: “Ohh, iya saya tidak sempat kasih tahu makanya saya yang telpon langsung”

Aera: “Ohh gitu ya bu, ya sudah terimakasih ya bu”

Nisa: “Iya sama-sama, ditunggu ya secepatnya”

Clara: “Mantap niss”

Nisa, Clara, Alana: “Yuda-yuda tunggu”

Alana: “Nih buat kamu yud”

Yuda: “Lah apa ini?”

Clara: “Udah bawa aja dulu, ini buat kamu, entar aja bukanya dirumah”

Yuda: “Makasih ya”

Nisa,Clara,Alana: “Iya sama-sama”

Nisa: “Udah ahh ayo pulang keburu sore”

Clara, Alana, Yuda: “Ayo-ayo”

Aera: “Dek-dek sini dek”

Mira: “Iya kak ada apa?”

Aera: “Kamu udah bayar uang buat renovasi sekolah?

(4)

Mira: “Uang renovasi sekolah apa ya kak? Perasaan gak ada biaya apa-apa disekolah, emang kenapa ya kak?”

Aera: “Ohh nggak, gak papa dek, yaudah dek makasih ya”

Mira: “Iya kak, mari kak”

Aera: “Alana udah pulang”

Alana: “Iya kak,alana capek banget hari ini”

Aera: “Alana sekarang kamu makan dulu ya, terus nanti ganti baju. Ada yang mau kakak omongin sama kamu”

Alana: “Iya kak”

Aera: “Na, uang yang buat renovasi sekolah udah kamu kasih?”

Alana: “Udah kak”

Aera: “Kamu kasih ke siapa? Tadi kakak tanya temen kamu katanya pihak sekolah nggak minta biaya apa-apa”

Alana: “Euhh..”

Aera: “Kok kamu masih bingung, sekarang alana jujur sama kakak uang itu buat apa”

Alana: “Sebenarnya yang nelpon kakak, temen alana si nisa dan uang yang kakak kasih kita pakai buat bantuin yuda, kasihan kak disekolah dimarahin terus baju sama sepatunya udah rusak”

Aera: “Kenapa kamu nggak jujur? Atau minta langsung sama kakak. Niat kamu itu baik tapi cara kamu itu salah. Mau apapun itu masalahnya kamu tetepsalah”

Alana: “Iya kak, alana salah maafin alana”

Aera: “Lain kali kalau kamu berbuat baik harus dengan cara yang baik juga”

Alana: “Iya kak”

Aera: “Mulai sekarang! Alana harus jujur dalam hal apapun, terkadang kita sudah baik tapi nggak ngeliat ada orang lain yang dirugikan"

Storyboard

(5)
(6)
(7)
(8)
(9)
(10)

Referensi

Dokumen terkait

Kesimpulan yang diperoleh, Tempo dalam karikatur sampulnya menampilkan kakak-beradik Tiga Mallarangeng yang sedang memegang hasil tangkapan berupa uang sebagai

Game ini dibuat untuk anak-anak khususnya anak Sekolah Minggu agar mereka dapat mempelajari kisah-kisah Alkitab dari Perjanjian Lama dengan cara yang lebih

Mungkin anda adalah salah satu orang yang ingin mendapatkan uang dari internet.Namun sebagai pemula, anda harus berhati- hati.Karena banyak pihak nakal yang menawarkan

Kredit merupakan salah satu cara untuk membantu masyarakat dalam mendapatkan pinjaman dana., berdasarkan survey awal penulis mendapatkan permasalahan yang terdapat di lokasi

Game ini dibuat untuk anak-anak khususnya anak Sekolah Minggu agar mereka dapat mempelajari kisah-kisah Alkitab dari Perjanjian Lama dengan cara yang lebih

Dalam hal seperti itu, seorang pengajar tari bisa mengetahui cara mengatasi hal tersebut dengan sangat baik dan kakak sangat mengenal diri kakak dan anak didik kakak, masa

Dalam mengoptimalkan rute distribudi digunakan beberapa cara untuk bisa mendapatkan rute yang optimal, salah satu cara untuk membantu hal tersebut dilakukan

44 sarana pembelajaran bagi dosen program studi S1 Farmasi untuk membuat sediaan dari Standar WHO, membantu masyarakat yang pada umumnya kesusahan untuk