Nama: Putri Zalsabila Nim : 23020130202 Kelas : PBSI C 2023
1. NOVEL
BEKISAR MERAH
Sinopsis Novel Bekisar Merah
Di sebuah desa terpencil yang bernama kampung Karang Soga terdapat pasangan suami istri yang Bernama Darsa dan Lasiyah. Dia adalah perempuan keturunan Jepang-Jawa yang berparas cantik. Ayahnya dari Jepang dan Ibunya perempuan Jawa. Lasiyah, yang kerap disapa Lasi, hidup dalam kesusahan. Pada suatu hari suaminya dibopong oleh warga,karena suaminya jatuh dari pohon nira. Karena lasi kebingungan mau mengobatkan suaminya tidak punya uang, lalu ia dating ke orang pintar/dukun yang bernama Bunek. Bunek adalah dukun yang tekun dan sabar. Tak lama dari situ Darsa sembuh dari penyakitnya yang lemah syahwat. Lalu Bunek ingin membuktikan kejantananya dengan cara berhubungan dengan anaknya yang bernama Sipah. Di situlah Lasi merasa kecewa dengan Darsa, dengan usianya yang muda, dia sudah menjadi janda lantaran bercerai dari suaminya yang berprofesi sebagai penyadap nira tersebut. Lasi hidup dalam garis kemiskinan yang memprihatinkan.
Suatu hari, Lasi sakit hati dan sangat kecewa dengan apa yang dilakukan oleh Darsa kepada Sipah. Dan Lasi memutuskan untuk keluar dari Karangsoga tanpa pengetahuan
siapapun. Di tengah jalan Lasi menghentikan sebuah truk menuju Jakarta. Sopir truk milik Pak Tir itu bernama Pardi yang akan mengantarkan nira ke Jakarta. Sepanjang perjalanan Lasi terdiam saja dan sampailah mereka di Jakarta. Pardi mampir di sebuah warung yang terletak di kota itu dan menitipkan Lasi di sana. Bu Koneng nama pemilik warung itu. Warung Bu Koneng adalah salah satu warung remang-remang yang biasa di singgahi oleh Pardi. Bu Koneng telah mendapat penjelasan dari Pardi siapa dan apa alasan Lasi ikut dengan dirinya, dan Pardi mengatakan bahwa Lasi adalah perempuan baik-baik yang tidak pantas dipekerjakan seperti perempuan-perempuan lain yang ada di warung itu. Setelah ditinggal oleh Pardi mengantar nira, Lasi dan Bu Koneng menjadi akrab dan Bu Koneng membujuk Lasi agar mau tinggal di rumahnya itu agak lama lagi. Dan Lasi pun akhirnya meminta kepada Pardi untuk
meninggalkannya di rumah Bu Koneng. Hari-hari Lasi diisi dengan membantu pekerjaan dapur
Bu Koneng. Lasi hanya sering melihat bagaimana banyak laki-laki hidug belang datang ke warung
Bu Koneng. Dan ketika Pardi datang ke Jakarta untuk mengirim nira lagi, Lasi dibujuk untuk
pulang ke Karangsoga. Tetapi, Lasi selalu menolak ajakan dari Pardi. Dan Lasi berusaha meyakinkan Pardi bahwa dirinya memilih tinggal di Jakarta dan tidak kembali ke Karangsoga.
Pada suatu hari, teman Bu Koneng datang yaitu Bu Lanting dan kekasihnya yang lebih muda darinya. Bu Lanting langsung tertarik kepada Lasi untuk tinggal di rumahnya. Bu Lanting pun meminta kepada Bu Koneng agar Lasi tinggal bersamanya dan Lasi menerimanya. Ketika tinggal bersama Bu Lanting, Lasi diajak berkeliling kota Jakarta, berbelanja, menggunakan perhiasan dan memakai pakaian-pakaian yang serba modern. Ketika Lasi diajak oleh Bu Lanting ke salon, Lasi pun didandani dan dipotong rambutnya, sehingga dia nampak seperti perempuan Jepang dan Lasi menjadi wanita Jepang selama tinggal bersama Bu Lanting. Kemudian, Bu Lanting mengajak lasi ke studio foto dan memotret Lasi menggunakan pakaian kimono merah layaknya lasi seorang model profesional.
Bu Lanting memperkenalkan Lasi kepada pengusaha kaya raya yang berumur 50 tahunan bernama Handharbenni. Handharbenni pun langsung tertarik kepada Lasi untuk dijadikan istrinya. Bu Lanting membujuk Lasi untuk mau menerima lamaran dari Handharbenni dan Bu Lanting memang pandai membuat Lasi selalu pasrah dengan kata-katanya. Lasi mulai berpikir bahwa hidupnya akan enak jika dinikahi Handharbenni . Siapa yang mau menolak
keberuntungan, itulah yang selau diucapkan Bu lanting. Di sisi lain Bu Lanting sangat beruntung ketika Lasi mau menjadi istri Handharbenni, karena ia akan diberi harta melimpah oleh
Handharbenni karena mampu memberinya bekisar merah, bekisar yang berarti Lasi adalah perempuan campuran Indonesia dan Jepang dan merah karena Lasi terlihat sangat cantik di fotonya ketika menggunakan kimono merah. Selanjutnya, dirinya diboyong ke kota dan hidup berkecukupan menikmati status sosial sebagai istri dari Pak Han yang kaya raya. Hanya saja, Pak Han menyadari jika dirinya sudah mulai menua. Kemampuannya untuk menyalurkan hasrat seksual tidak lagi seperti dulu akibat lemah syahwat. Dia memahami bahwa Lasi mungkin akan tidak bisa tercukupi kebutuhan biologisnya. Akhirnya, Pak Han mengizinkan Lasi jika memang mau bersenggama dengan pria lain yang disukainya. Pak Han hanya mengajukan satu syarat yaitu Lasi tidak boleh menceraikannya. Namun, Lasi justru tidak nyaman bila harus serong dengan pria lain, apalagi melakukan persenggamaan yang tergolong perbuatan dosa.
Lama kelamaan, Lasi mulai terusik dan memerlukan kehangatan seorang pria. Lasi tetap memilih setia demi Pak Han. Sampai akhirnya, datang seorang pria bernama Kanjat yang
tubuhnya gagah dan merupakan teman main Lasi saat kecil. Lasi berkeluh kepada Kanjat bahwa dirinya merasa seperti di dalam sangkar "bekisar merah". Dia ingin lepas dan memulai
kehidupan baru. Di sisi lain, Kanjat yang sebenarnya juga suka Lasi tidak bisa berbuat banyak
dan tidak ingin merusak biduk rumah tangga temannya itu. Suatu hari, Lasi meminta izin untuk
pulang ke kampung halamannya demi melepas rasa suntuk. Rumah orang tuanya pun direnovasi
dan dia mengunjungi mantan suaminya yang bernama Darsa untuk memberi bantuan. Darsa
sudah menikah kembali dengan Sipah. Setelah itu, Lasi mulai berpikir bahwa dirinya mesti
memutuskan apakah tetap menjadi istri Pak Han atau bercerai darinya. Dia benar-benar butuh dipuaskan biologisnya, namun dia juga akan kehilangan kekayaan jika bercerai. Begitulah nasib Lasi, sosok perempuan yang berada dalam dilema tapi masih memegang makna kesetiaan dalam rumah tangga.
Komentar : Dari novel bekisar merah ini kita dapat mengambil Pelajaran tentang pentingnya
kejujuran dan juga kesetian
.Novel ini juga menggambarkan nuansa perdesaan sehungga pembaca merasakan hidup pada masa itu.
KUBAH
Sinopsis Novel Kubah
Karman adalah seorang aktivis politik yang sempat terjerumus ke jalan yang salah. Berawal dari pembebasan Karman setelah ditahan sebagai tahanan politik di Pulau Buru selama 12 tahun. Ia
kebingungan, karena setelah lama menjalani masa tahanan di penjara Pulau Buru, dan berbagai persoalan menimpanya selama masa pengasingan membuat banyak kesedihan di hatinya. Mulai dari kesedihan karena ditinggal sang istri yang sudah lama dinikahi dan mereka memiliki tiga anak hingga rasa ketidak percayaan dirinya akan diterima kembali oleh masyarakat Pegaten karena ia bekas tahanan politik yang pastinya akan mendapatkan pandangan negatif dari masyarakat. Masa kecil Karman yang susah, hidup tanpa ayahnya, dan harus banting tulang bekerja menjadi pembantu dan pengasuh anak Haji Bakir. Haji Bakir adalah tetangganya, orang terkaya dan terpandang di desa Pegaten. Karman kecil menamatkan sekolah hingga tingkat SMP atas bantuan pamannya, Hasyim. Karena tak memiliki biaya yang cukup untuk melanjutkan sekolah, Karman berhenti sekolah dan atas kebaikan Haji Bakir, ia diterima bekerja di sana sekaligus untuk menjadi teman bermain Rifah, putrinya.
Kemudian Karman mulai berkenalan dengan Kawan Margo yang merupakan anggota Partai Komunis. Setelah berkenalan cukup lama, Karman pun akhirnya terbujuk oleh Kawan Margo untuk bergabung dengan partai komunis, Margo melihat bahwa Karman adalah pribadi yang cerdas dan dapat dipengaruhi untuk menjadi bagian dari partai. Karman gelap mata dan mulai terpengaruh ideologi Margo, ia mulai meninggalkan kebiasaan sholatnya. Ajaran-ajaran partai melekat di otaknya, perbedaan antara kaya dan miskin merupakan suatu hal yang menjadi sorotan tajam bagi Karman. Kenapa ia tidak bisa menikah dengan Rifah anak Haji Bakir, apakah karena ia miskin maka tidak dapat bersanding dengan Rifah? Hal itu memenuhi benak Karman. Namun nyatanya Haji Bakir menolak Karman karena ia telat meminang Rifah, karena ada pemuda yang lebih dulu menyatakan lamarannya. Kenyataan ini semakin membuatnya membenci keluarga Haji Bakir beserta orang kaya lainnya.
Situasi ini dimanfaatkan Kawan Margo dan bosnya, Si Gigi Besidan Truman. Karman diberi pekerjaan sebagai sekretaris partai, dan ajaran partai meresap kuat di otaknya. Ia menyerukan pertentangan terhadap perbedaan kelas yang terjadi di tahun-tahun itu. Ia menjadi kalap, gelisah dan kafir. Sosok Karman yang cerdas dan taat dahulu menguap entah ke mana. Karman berubah menjadi
seorang atheisme. Seperti gambaran sejarah, 1965 merupakan akhir dari komunis di Indonesia, partai Karman dibabat habis. Margo dan Si Gigi Besidan Truman dihukum mati. Karman ketakutan dan kabur mencari perlindungan. Ia lari dan bersembunyi di hutan, bersembunyi di kuburan hingga akhirnya tertangkap setelah menderita sakit karena gizi buruk. Ia tak memiliki kekuatan untuk melanjutkan pelariannya.
Setelah keluar dari penjara, Karman tidak lagi hidup bersama istrinya, karena istrinya sudah menikah lagi dengan laki-laki lain. Akan tetapi, hal tersebut tidak berlangsung lama, Marni—mantan istri Karman—akhirnya kembali ke pelukan Karman. Mereka menjalani hidup normal. Hingga pada suatu ketika, Karman melihat masjid milik Haji Bakir telah usang dan terlihat sangat tua. Ia ingat dengan pendidikan keterampilan bertukang saat dia berada di penjara. Karman lalu menemui Haji Bakir, dan menawarkan diri untuk membangun kubah asalkan materialnya disediakan, dan Haji Bakir
menyetujuinya. Karman mendesain kubah masjid tersebut. Akhirnya proses pembuatan kubah dan perbaikan masjid itu selesai. Karman beserta yang lainnya sangat puas sekali. Ia tak mengambil upah sedikit pun, yang ia mau hanyalah kepercayaan warga kembali kepadanya. Ia ingin mengembalikan martabatnya. Dengan kubah itu menjadikan Karman lebih dekat kepada Tuhan Yang Maha Esa. Hingga akhirnya ia menjadi rajin beribadah.
Komentar: Menurut saya novel “Kubah” dari Ahmad Tohari sangat berhasil membawakan cerita yang sangat bagus dan menarik orang untuk membacanya. Terlebih dengan adanya nilai-nilai moral yang terkandung didalamnya. Kekurangan dalam novel ini menurut saya kurangnya penggambaran mendalam tentang tragedy G30SPKI tersebut. Bisa dibilang novel ini hanya menceritakan sedikit dari tragedi yang sudah ada sebelumnya.
BUMI MANUSIA
Sinopsis Novel Bumi Manusia
Bumi Manusia mengikuti kehidupan Minke, siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) dengan pengantar bahasa Belanda. Minke yang merupakan satu-satunya orang Indonesia di antara siswa Belanda. Yang mendapat kesempatan dari pemerintah kolonial untuk bersekolah di sana karena ia keturunan priayi. Pada konteks masyarakat kala itu, golongan priayi tinggi diberi hak istimewa untuk menduduki karier yang terhormat, selama ia patuh pada tuntutan sistem yang ada. Sistem yang
dimaksud adalah berperilaku dengan mengikuti kebudayaan priayi dan tunduk pada kemauan penguasa kolonial, yang memanfaatkan golongan priayi untuk mengukuhkan kekuasaan.
Novel ini juga mengisahkan jalinan cinta Minke dengan Annelies, putri Herman Mellema dengan Nyai Ontosuroh, dan akhirnya menikahinya. Hubungan ini pula yang membawanya pada petualangan yang “menggugah”, dan menjadi bumbu pelengkap dalam kisah Minke. Minke tergambar sebagai “sosok pribumi” penuh privilese, cerdas, dan liyan daripada golongannya. Tulisan-tulisan Minke dalam majalah berbahasa Belanda misalnya, membuat Asisten Residen mengundangnya sebagai tamu kehormatan, bahkan kemudian menjadikannya sahabat keluarga. Namun, kehidupan penuh privilese ini justru secara berangsur membuatnya tersadar, bahwa dirinya berada dalam masyarakat rasialis. Ia menemukan pula bahwa sistem etis sekalipun, tidak dapat menerima masyarakat bangsanya.
Di sisi lain, kondisi masyarakat Indonesia pada saat itu pun dihadapkan pada kehidupan yang dengan ketat melaksanakan praktik feodalisme, termasuk oleh keluarganya sendiri. Dua premis cerita tersebut lah yang menguat sepanjang isi novel. Melalui interaksinya dengan masyarakat kolonial, membuatnya mengerti akan adanya sistem yang bersifat rasialis dalam masyarakat. Juga,
persahabatannya dengan pelukis Prancis, Jean Marais, bekas prajurit KNIL yang pernah terlibat dalam perang Aceh, turut membongkar sistem kolonial dari segi lain lagi. Puncaknya, setelah kematian Herman Mellema, datang putusan pengadilan Amsterdam untuk menyita seluruh harta kekayaan Herman Mellema di Hindia. Tak cukup sampai di situ, pengadilan Belanda pun tidak mengakui perkawinan Minke dengan Annelies secara hukum karena Annelies masih di bawah umur. Minke dan Nyai Ontosoroh pun terus berjuang melawan hukum kolonial ini meskipun pada akhirnya menemui kegagalan.
Komentar : Novel ini sukses menggambarkan setiap peristiwa dan karakter tokohnya dengan sangat baik. Pengarang menyerukan agar pemuda-pemudi sekarang ini tetap mempunyai semangat juang dan terus belajar meskipun sekarang sudah tidak pada masa penjajahan. “Seorang terpelajar harus juga berlaku adil sudah sejak dalam pikiran, apalagi dalam perbuatan”. Pengarang juga berhasil merepresentasikan dan mengisahkan suasana di zaman kolonial dengan sangat apik, hingga membuat Bumi Manusia menjadi karya yang fenomenal dan layak untuk dinikmati.
RONGGENG DUKUH PARUK Sinopsis Novel Ronggeng Dukuh Paruk
Novel ini menceritakan kembalinya Srinthil ke Dukuh Paruk. Srinthil adalah bocah berusia 11 tahun yang berprofesi sebagai ronggeng. Dia dianggap keturunan Ki Secamenggala yang diyakini dapat mengembalikan citra pedukuhan. Masyarakat setempat meyakini kehadiran Srinthil menjadi pelengkap.
Mereka meyakini kelengkapan dukuh terdiri dari keramat Ki Secamenggala, seloroh cabul, sumpah serapah, dan ronggeng bersama perangkat calungnya. Srinthil adalah anak yatim piatu. Kedua orang tuanya meninggal bersama 16 penduduk lain yang mengalami keracunan tempe bongkrek. Kedua orang tua Srinthil merupakan pembuat tempe itu. Srinthil yang kala itu masih bayi, lalu dirawat kakek-
neneknya. Kakeknya meyakini Srinthil sudah kerasukan indang ronggeng dan dilahirkan sebagai ronggeng dengan restu arwah Ki Secamenggala.
Karena anggapan seperti itulah, Srinthil digembleng menjadi ronggeng. Kartareja, sang dukun ronggeng, mengajak Srinthil mengikuti tahapan sebagai ronggeng sesungguhnya. Sebagai awalan, Srinthil mandi kembang di depan cungkup makam Ki Secamenggala. Tahapan lain yang dilalui Srinthil adalah buka kelambu. Dirinya tidak tidak bisa memungut bayaran saat berpentas jika belum melalui tahapan ini.
Di lain sisi, ada Rasus yang keberatan jika Srinthil harus melalui semua syarat tersebut. Dia adalah teman main Srinthil sejak kecil. Rasus merasa sakit hati dan cemburu karena Srinthil menjadi ronggeng. Profesi ronggeng artinya Srinthil menjadi milik umum. Kegadisan Srinthil disayembarakan. Rasus makin marah saat dirinya yang berusia 14 tahun itu tidak bisa berbuat banyak pada gadis yang dicintainya.
Hingga suatu hari, terjadi pertengkaran antara Dower dan Sulam di emper samping rumah Kertareja untuk memperebutkan keperawanan Srinthil. Rasus yang juga berada di sisi lain rumah tersebut, tidak bisa melakukan apa pun. Kartareja menyaratkan seringgit uang emas untuk nilai keperawanan Srinthil. Tapi, Srinthil mendadak muncul dari belakang rumah Kartareja dan mendatangi Rasus. Dia meminta Rasus untuk menggaulinya. Srinthil lebih suka kehilangan keperawanan karena Rasus, ketimbang dengan dua orang yang sedang memperebutkannya. Rasus mengiyakan permintaan Srinthil. Setelah itu, giliran Dower dan Sulam. Sementara Kartareja menikmati hasil menjadi mucikari berupa seringgit uang emas dari Sulam, lalu seekor kerbau dan dua keping perak dari Dower. Meski bisa mendapatkan keperawanan Srinthil, Rasus justru makin benci padanya karena pekerjaan ronggeng itu.
Rasus pergi meninggalkan Dukuh Paruk dan meninggalkan sosok Srinthil sebagai bayang-bayang ibunya yang telah pergi entah ke mana. Srinthil sempat menawarkan dirinya pada Rasus untuk dinikahi. Namun, Rasus sudah yakin dengan keputusan untuk menolaknya.
Komentar : Setelah membaca novel “Ronggeh Dukuh Paruk” saya merasakan bahwa ini bukan sekedar novel biasa, tapi juga ada Pelajaran hidup di dalamnya, seperti perjuangan seorang Perempuan, tetapi juga tentang harga yang harus dibayar dengan kebebasan.
DI BUKIT KAKI CIBALAK
Sinopsisi di Bukit Kaki Cibalak
Novel ini menceritakan keadaan Desa Tengir pada tahun 70 an yang mulai tergerus kemajuan teknologi, seperti kerbau yang tergantikan dengan mesin traktor dan produk modern yang telah mengantikan alat-alat yang ramah lingkungan. Sampai penduduk rela makan dengan apa adanya karena uangnya dibelikan produk modern. Seseorang yang mengunakan produk moderen akan naik derajatnya.
Terdapat sosok pemuda berusia 24 tahun bernama Pambudi. Orangnya jujur dan berusaha untuk mensejahterakan desanya. Pambudi berkerja di koperasi desa yang tujuanya untuk
mensejahterakan masarakat desa. Pambudi resah karena dana koperasi di selewengkan oleh teman kerja dan Pak Lurah. Munculnya dinding pembatas antara Pambudi dan Pak Lurah di awali dari sosok
perempuan salah satu warga desa Tanger yang bernama Mbok Ralem yang meminta pinjaman koperasi desa untuk berobat dan tidak di perbolehkan oleh Pak Lurah.
Pambudi yang mempunyai jiwa penolong, berniat membawa Mbok Ralem berobat ke Yogyakarta. Jarak ke Jogja di tempuh 4 jam dengan bermodal uang tabungan Pambudi. Pengobatan Mbok Ralem sangat serius dan uang Pambudi tidak cukup untuk membiayai berobat. Bermodal pas foto, fotokopi surat keterangan dari desa dan surat pemeriksaan laboratorium Pambudi memasang iklan di surat kabar Kalawarta. Berkat pertolongan pemimpin redaksi, uang sumbangan yang terkumpul dapat untuk membiayai pengobatan dan masih sisa.
Kepala desa sangat resah karena pemberitan tentang Mbok Ralem terdengar Camat dan
Gubernur. Kepala Desa sangat geram, dan dengan berbagai cara akan menyingkirkan Pambudi dari desa.
Pambudi dianggap menjadi penghalang kedudukan Pak Lurah Dirga.
“Wani ngalah, luhur wekasane” wejangan dari orang tua agar Pambudi mengalah dalam menghadapi permasalahan dengan Pak Lurah. Menyingkir pergi ke Yogyakarta dan menemui teman sekolahnya dulu yang bernama Topo yang masih kuliah mengejar gelar doktorandus. Atas dorongan dan saran dari teman sewaktu SMA Pambudi kuliah sambil kerja di toko arloji. Selang satu bulan Pambudi keluar dan mendapat pekerjan di harian Kalawarta. Pambudi menjadi seorang jurnalis tanpa pendidikan formal berkat bimbingan pak Barkah yang sebagai pimpinan redaksi dan pemilik harian.
Komentar : Cerita dalam novel ini sangat menarik karena dapat memberi pelajaran kepada pembaca bahwa kejujuran dapat mengalahkan ketidakadilan. Dengan bahasa yang mudah di pahami.
2. CERPEN
SUNGAI
Karya Nugroho Noto Susanto
Sinopsis cerpen berjudul "Sungai" yang ditulis oleh "NugrohoNotosusanto"
Mengkisahkan seorang pejuang kemerdekaan berpangkat Sersan dan bernama Kasim. Rekan2 seperjuangannya sering memanggil dengan sebutan Sersan Kasim. Dalam perjalanannya dari Jawa Tengah ke Jawa Barat sersan Kasim bersama dengan puluhan prajuritnya berjalan kaki masuk-keluar hutan, menghindari tentara Belanda. Dalam perjalanan itulah sersan Kasim menggendong seorang bayi, anak-anak satu-satunya. Istrinya telah meninggal dunia saat melahirkan anaknya itu.Sebenarnya
komandannya sudah menyarankan agar bayi itu, dititipkan dulu ke orang-orang desa. Nanti,setelah keadaan aman baru diambil. Namun dia tetap bertekad membawa bayi itu. Karena itulah satu-satunya yang paling berharga bagi dirinya.
Bayi itulah yang menjadi oleh-oleh bagi orangtua dan mertuanya serta kenangan hidup dari istri yang dicintainya. Sekarang telah meninggalkannya. Maka boleh atau tidak boleh ia tetap nekad
membawa anak itu. Sebenarnya, komandannya keberatan. Namun akhirnya memaklumi juga.Perjalanan sersan Kasim bersama puluhan prajurit itu akhirnya tiba di tepi sungai pada tengah malam.Sebelum menyeberang komandan sudah memerintahkan seorang prajurit untuk menyelidiki situasi diseberang sungai. Berdasarkan hasil pengamatan mata-mata, diseberang sungai berjaga satu peletontentara Belanda. Prajurit republik itu bisa saja menyeberangi sungai itu, namun dengan resiko yang sangat tinggi.
Penyeberangan harus dilakukan dengan sangat hati-hati, jangan sampai ada suara.
Setelah berunding beberapa saat, akhirnya komandan memutuskan untuk menyeberangi sungai.
Sersan Kasim sadar, ia membawa resiko yang berat dengan bayinya itu. Ia sadar sepenuhnya. Seluruh prajuritakan mati jika tiba-tiba anaknya menangis. Dengan hati-hati, satu per satu prajurit menyeberangi sungai.Agar tak kehilangan arah, masing-masing prajurit dihubungkan dengan tali. Akhirnya semua prajurit sudah berada di sungai. Sersan Kasim dan bayinya tepat di tengah sungai. Pada saat itu terjadi peristiwa diluar dugaan. Kaki sersan kasim terperosok di lubang dasar sungai. Seketika ia terkejut. Air menyentuh bayinya yang sedang tidur nyenyak. Bayi itu mulai mengeluarkan suara tangis. Semua mata prajurit mengarah pada sersan kasim dengan muka pucat.
Sersan Kasim bingung, semua orang menuding kepadanya, bergantung nasib terhadapnya.
Sebelum bayi itu menangis keras, tiba-tiba diam. Sesan Kasim dengan berat hati, menutup mulut bayinya, sampai tak bersuara sama sekali . Semua mata prajurit menyaksikan peristiwa itu. Sesan Kasim membunuh bayinya sendiri untuk keselamatan prajurit . Akhirnya rombongan prajurit itu selamat menyeberangi sungai. Di sebuah desa seberang sungai sersan Kasim membopong jenazah
bayinya,kemudian memasukkan ke liang lahat. Semua prajurit menahan haru. Mereka sadar, keselamata nmenyeberang sungai karena pengorbanan sersan Kasim. Apa yang terjadi seandainya sersan Kasim tak
bersedia mengorbankan anaknya? Apa yang terjadiseandainya sersan Kasim membiarkan saja bayinya menangis? Tentu prajurit akan mati. Belanda akan dengan mudah menghabisi prajurit-prajurit itu. Tetapi, sersan Kasim tak hanya berpikir untuk dirinya sendiri. Justru sersan kasim lebih berpikir, bagaimana teman-temannya dapat selamat. Pengorbanan sersan kasim begitu sempurna. Harta satu-satunya yang paling berharga yang menjadi miliknya, telahdikorbankan untuk keselamatan semuanya.
Komentar: Dari cerpen sungai kita dapat belajar cara tabah menghadapi masalah yang ada, dan juga belajar menaruh kepentingan diatas kepentingan pribadi.
GURU Karya Putu Wijaya
Sinopsis Cerpen Guru Karya Putu Wijaya
Cerpen ini menceritakan tentang sosok anak yang ingin menjadi guru, tetapi mengalami
beberapa hambatan dalam mencapai cita-cita yang diinginkan. Anak itu bernama Taksu, yang merupakan anak tunggal dan harus mengikuti semua keinginnan orang tuanya. Tetapi ia tetap ingin
mempertahankan cita-cita yang diinginkannya sebagai seorang guru.
Sesuai dengan kutipan dalam cerpen tersebut “karena guru tidak bisa dibunuh, jasadnya mungkin saja busuk lalu lenyap, tetapi apa yang diajarkannya tetap tertinggal abadi bahkan bertumbuh, berkembang, dan memberi inspirasi pada generasi di masa yang akan datang.’’ Kata-kata itulah yang menjadi motivasi Taksu untuk tetap bertahan mencapai cita-citanya, bahkan dia berkata seperti itu karena 28 tahun yang lalu ayahnya yang dulu memberi nasihat untuk menghargai jasa guru ketika ia malas belajar. Tetapi semua itu hanya sebuah ucapan belaka untuk orang tuanya, karena orang tuanya mengikuti perkembangan zaman dan orang tuanya berfikir bahwa guru hanya sebuah cita-cita yang sepele dan rendah di mata kedua orang tuanya. Orang tuanya pun membujuknya untuk mengikuti nasihatnya yang ia inginkan. Oleh karena itu, orang tuanya membujuknya dengan beberapa cara memberikan barang-barang mewah. Walaupun dengan beberapa cara, Taksu tetap mempertahan cita- cita yang ia inginkan. Kepribadian yang kokoh itulah yang memacu semangatnya.
10 tahun berlalu dan kini, Taksu pun menjadi seorang guru tetapi bukan guru sembarang guru tetapi guru bagi para pegawainya ( yang mencapai hingga 10.000 ) dan generasi lainnya. Ia kini menjadi seorang pengusaha sukses, bahkan ia pun mendapatkan gelar doktor honoris causa. Serta orang tuanya pun menyadarinya bahwa Taksu kini sudah menggantikan hidup beban orang tuanya.
Komentar : Dari novel “Guru” kita dapat belajar tentang banyak hal salah satunya, berpikirlah tenang dan positif dalam menyikapi segala permasalahan dalam kehidupan. Sebagai orang tua, seharusnya tidak boleh memaksakan kehendak kepada anaknya. Dan Jangan menilai sesuatu dengan materi (uang), tetapi nilailah dengan ketulusan dan kesabaran.
PELAJARAN MENGARANG
Sinopsis Cerpen Pelajaran Mengarang
Pelajaran Mengarang merupakan salah satu cerpen yang ditulis oleh Seno Gumira Ajidarma yang menceritakan kehidupan masyarakat perkotaan dari sisi lain. Cerpen ini mengisahkan kehidupan sebuah keluarga yang broken home, di mana Sandra adalah seorang anak pelacur yang tidak tahu siapa ayahnya.
Dalam cerita pendek tersebut, Sandra adalah murid kelas V yang membenci pelajaran mengarang.
Saat pelajaran mengarang berlangsung, Bu Guru Tati memberikan tiga pilihan judul karangan.
Saat semua murid sedang mengerjakan karangannya, Sandra hanya terdiam merenung. Dia sangat membenci pelajaran ini karena dalam kenyataannya dia memang tidak mengalami pengalaman yang sesuai dengan ketiga judul yang diberikan Bu Guru Tati. Ketika dia berpikir keluarga bahagia, ide yang muncul hanya kondisi rumahnya dengan botol minuman berserakan di mana-mana, tumpahan bir berceceran di atas kasur, bantal-bantal tidak bersarung, dan sejumlah manusia yang mendengkur. Jelas terlihat tidak ada cerminan kehidupan bahagia sama sekali.
Kemudian Sandra mulai memikirkan pilihan judul yang lainnya, yaitu tentang Ibu. Sandra melihat seorang wanita yang cantik. Seorang wanita yang selalu merokok, sering mengeluarkan kata-kata kasar, selalu bangun siang, kalau makan selalu pakai tangan dan kaki kanannya selalu naik ke atas kursi. Akan tetapi, Sandra tahu bahwa wanita itu menyayanginya. Setiap hari minggu wanita itu mengajaknya jalan- jalan ke plaza dan sebelum tidur wanita itu membacakan sebuah cerita dari sebuah buku berbahasa inggris dengan gambar-gambar berwarna. Dari sinilah Sandra membenci Bu Guru Tati dan pelajaran mengarang, terlebih karena Sandra tidak tahu harus menuliskan seperti apa karangan itu. Pada akhirnya, ia hanya menulis sepenggal kalimat yang berbunyi Ibuku Seorang Pelacur.
Komentar : Orangtua sebaiknya tidak hanya memenuhi kebutuhan materialistis anaknya,tetapi juga harus menunjukkan contoh sikap dan perilaku yang positif terhadap anaknya. Orang tua juga seharusnya tidak melakukan hal-hal yang dapat membebanipikiran anak agar anak dapat menjalani kehidupan sehari-hari dengan kondisimental (psikologis) yang baik. Di samping itu, anak juga seharusnya menerima apapun keadaan orang tuanya. Walaupun orang tua memiliki sifat dan perilak yang buruk, anak harus tetap menghormati karena bagaimanapun juga, orang tua telah melahirkan dan membesarkan kita.
SENYUM KARYAMIN Karya: Ahmad Tohari Sinopsis cerpen Senyum Karyamin
Cerpen senyum Karyamin merupakan sebuah cerpen yang mengisahkan seorang pemuda yang bernama Karyamin. Karyamin merupakan seorang pemuda yang bekerja sebagai pengangkut batu dari sungai ke pangkalan material. Pekerjaan itu merupakan satu-satunya pekerjaan yang Karyamin lakukan karena sangat sulit mencari pekerjaan di desanya tersebut karena minim keahlian.
Kemiskinan kian menjerat hidup Karyamin dan keluarga. Karena pengepul batu mempermainkan harga batu tersebut. Pengepul membeli dengan harga yang tak sesuai dan tak tepat waktu. Namun meski begitu Karyamin tetap tersenyum menghadapi hidup yang kian sulit ini. Karena menurut Karyamin tersenyum merupakan simbol kemenangan terhadap tengkulak-tengkulak yang curang dan licik tersebut
Setiap hari Karyamin mengangkut batu dari sungai ke pangkalan material. Beban batu
dipundaknya terasa begitu berat di tambah medan jalan yang licin membuat hambatan untuk sampai ke ujung terasa semakin panjang untuk dilalui. Seperti biasa Karyamin mengangkut batu bersama dengan teman-temannya. Namun, Suatu hari keadaan Karyamin sedang tidak baik-baik saja. Perutnya seketika sakit. Tubuhnya mulai tak seimbang karena beban yang ia pikul di tambah jalan yang dilalui begitu licin.
Karyamin bahkan terguling sampai dua kali dan membuat teman-temannya tertawa terbahak-bahak saat ia jatuh.
Meski mendapat perlakuan seperti itu Karyamin tetap tersenyum menghadapinya. Pikirannya masih terbebani karena tengkulak yang juga belum membayar jatahnya selama setengah bulan. Padahal di rumah istrinya sedang sakit, bukan hanya itu yang membuat Karyamin jatuh hingga dua kali saat bekerja. Melainkan dia belum makan pada hari itu. Karena tidak adanya uang sama sekali untuk membeli makanan. Sehingga matanya berkunang-kunang dan telinganya berdengung dan sempoyongan karena menahan lapar sejak tadi pagi. Kawannya yang lain menyuruhnya untuk pulang.
Dan Karyamin pun memutuskan untuk pulang untuk beristirahat dan menemani istrinya. Namun, ketika hendak sampai di rumah Karyamin melihat 2 sepeda jenki terparkir di depan rumahnya. Dan Karyamin tahu bahwa pemilik sepeda tersebut adalah para penagih bank harian. Dan Karyamin pun urung untuk memasuki rumahnya dan memilih kembali ke sungai untuk mengangkut batu. Saat hendak kembali ke sungai Pak Pamong menghadang Karyamin guna meminta sumbangan untuk bantuan kelaparan di Afrika.
Karyamin yang sedang menahan lapar dan juga tidak memiliki uang akhirnyapun tersenyum getir, senyum tersebut kemudian menjadi tawa terbahak-bahak dan tubuh Karyamin pun mulai bergetar.
Karena kerasnya ia tertawa dengan tenaga yang sudah hampir habis akhirnya tubuhnya terjatuh dan terguling karena tidak seimbang menopang tubuh dan seketika itupun dia meninggal dunia. Karyamin meninggal dunia dengan keadaan tersenyum.
Komentar: Dari novel ini saya dapat mengetahui ketika yang kelaparan jauh berada di benua sebrang lebih mendapatkan perhatian, dibandingkan dengan tetangga kita sendiri. Alangkah baiknya berbuat baiklah mulai dari yang terdekat yaitu tetangga,ia merupakan orang terdekat yang mungkin
membutuhkan uluran tangan kita dan janganlah menjadi tetangga yang dzolim. Bukankah agama juga telah memerintahkan kita agar berbuat baiklah terhadap tetangga. Berlomba-lombalah dalam menunaikan kebaikan dan mulailah dari diri sendiri, mulai hari ini dan mulai dari yang
terdekat atau termudah.
ROBOHNYA SURAU KAMI Karya A.A. Navis
Sinopsis Cerpen Robohnya Surau Kami
Robohnya Surau Kami di sebuah desa, hidup seorang kakek tua yang tinggal di surau desa. Sudah bertahun-tahun dia tinggal di surau itu sebagai penjaga surau. Karena hidup sebatang kara, dia harus menggantungkan hidupnya dari upah mengasah pisau. Biasanya masyarakat yang meminta bantuannya mengasah pisau akan memberinya sambal, rokok, ataupun sedikit uang. Tidak sedikit juga yang hanya memberinya ucapan terima kasih dan segaris senyuman. Enam bulan sekali dia mendapatkan ikan hasil pemunggahan dari kolam ikan mas yang ada di depan surau,selain itu setahun sekali ia mendapatkan fitrah Id dari orang-orang yang tinggal disekitarnya.Dia memiliki keyakinan bahwa materi bukanlah segala-galanya dan dia berpikir lebih baik ia memikirkan kehidupan nanti di akhirat dari pada kehidupan sekarang di dunia.
Kakek tersebut taat beribadah sampai-sampai melupakan semua kebutuhan duniawinya. Suatu hari Ajo Sidi menemui Kakek di surau. Ajo Sidi dikenal sebagai seorang pembual desa yang sering
menceritakan kisah-kisah yang pelaku-pelaku dalam kisah tersebut adalah orang-orang yang menurutnya mempunyai kesamaan perilaku dengan tokoh yang ada di dalam kisah karangannya. Biasanya Ajo Sidi akan menceritakan kisah yang sifatnya menghina orang yang sedang ia ajak bicara. Namun kelebihan yang dia miliki adalah, dia merupakan orang yang suka bekerja keras karena hampir sepanjang waktunya dia habiskan untuk bekerja. Ajo Sidi menceritakan kisah tentang Haji Saleh, seorang alim yang seumur hidupnya dia habiskan untuk ibadah namun diakhirat Haji Saleh tetap saja masuk ke neraka. Dalam cerita karangan Ajo Sidi, Tuhan marah kepada Haji Saleh karena dia terlalu egois sehingga mengabaikan
kebutuhan keluarganya didunia karena terlalu sibuk mengejar kehidupan indah di surga nantinya. Kakek merasa marah dan tersinggung karena cerita Ajo Sidi, tidak hanya itu, Kakek juga jadi pendiam dan kelihatan murung setelah pertemuannya dengan Ajo Sidi, di Surau yang merupakan tempat tinggalnya kakek itu. Hanya duduk dan termenung memikirkan cerita yang beberapa hari lalu didengarnya itu.
Entah bagaimana Kakek merasa bersalah dan sangat berdosa, hingga pada suatu hari Kakek ditemukan telah mati bunuh diri di surau. Dia menggorok lehernya menggunakan pisau yang sebelumnya dia tujukan untuk menggorok leher Ajo Sidi demi melampiaskan kemarahannya. Ketika Ajo Sidi dicari untuk dimintai pertanggung jawabannya, Ajo Sidi malah tidak ada di rumahnya karena dia sedang pergi bekerja seperti biasanya. Dia hanya menitipkan pesan pada istrinya untuk membelikan tujuh lapis kain kafan untuk Kakek.
Komentar: Cerpen “Robohnya Surau Kami” karya A.A. Navis ini memang sebuah cerpen yang menarik untuk dibaca. “Robohnya Surau Kami” juga sangat cocok dan layak jika dijadikan bahan ajar dalam pembelajaran karena bahasa yang digunakan nya bisa dipahami. Tokoh-tokohnya pun tidak terlalu sulit untuk dipelajari.
3. PUISI
AKU INGIN
Karya: Sapardi Djoko Damono
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu.
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada.
Makna: puisi ini bermakna tentang perasaan cinta yang sederhana dan tulus. Penyair ingin
mengungkapkan perasaan cintanya yang sederhana dan tulus kepada sang pujaan hati, bukan lewat kata-kata manis atau bualan, melainkan dengan kasih sayang yang tulus. Puisi ini menceritakan tentang perasaan sang penulis yang mencintai pujaan hatinya secara sederhana dan apa adanya, tidak
mengharapkan imbalan maupun belas kasihan. Puisi Aku Ingin ini menceritakan tentang perasaan sang penulis yang mencintai pujaan hatinya secara sederhana dan apa adanya, tidak mengharapkan imbalan maupun belas kasihan.
Komentar: Puisi "Aku Ingin" karya Sapardi Djoko Damono menggambarkan keinginan penulis untuk mencintai seseorang dengan sederhana dan tulus. Puisi ini menggunakan simbol-simbol yang kuat untuk menggambarkan keinginan penulis dalam mencintai. Kayu yang menjadi abu dan awan yang tak sampai menemui hujan menggambarkan pengorbanan dan kehilangan dalam hubungan cinta. Hal ini
menggambarkan keinginan penulis untuk mencintai tanpa harus memperoleh balasan atau kepastian yang sama. Pilihan kata-kata yang sederhana tetapi mengandung makna yang dalam. Puisi ini
menciptakan kesederhanaan dan keindahan dalam ungkapan cinta.
AKU
Karya Chairil Anwar
Kalau sampai waktuku.
Ku mau tak seorang kan merayu…
Tidak juga kau…
Tak perlu sedu sedan itu…
Aku ini binatang jalang.
Dari kumpulannya terbuang…
Biar peluru menembus kulitku.
Aku tetap meradang menerjang…
Luka dan bisa kubawa berlari Berlari…
Hingga hilang pedih peri…
Dan aku akan lebih tidak perduli Aku mau hidup seribu tahun lagi…
Maret 1943
Makna : Menggambarkan semangat dan ketekunan seseorang dalam memperjuangkan hak dirinya tanpa merugikan orang lain. Puisi ini bercerita tentang kegigihan dan semangat perjuangan seseorang yang tidak akan menyerah sampai titik darah penghabisan, bahkan jika harus menghadapi banyak rintangan. Puisi ini juga mencerminkan kesetiaan, keteguhan hati, keberanian, dan semangat yang tak pernah padam. Dalam bait terakhir, "Aku mau hidup seribu tahun lagi," menggambarkan keinginan untuk terus berjuang tanpa dibatasi oleh waktu. Dengan demikian, puisi "Aku" merupakan semangat juang dan keteguhan hati dalam menghadapi rintangan kehidupan.
Komentar: Puisi “Aku” menciptakan gambaran yang kuat tentang keberanian dan keteguhan dalam menghadapi kehidupan yang sulit. Metafora "binatang jalang" dan ketidak pedulian terhadap rayuan serta peluru yang menembus kulit menciptakan pemberontakan dan kebebasan. Dengan pilihan kata yang tajam, puisi ini berhasil menyampaikan semangat untuk tetap kuat meskipun dihadapkan pada kesulitan. Karya ini menggambarkan semangat yang membara dan keinginan untuk hidup tanpa terpengaruh oleh kesedihan.
Tuhan Karya Taufik Ismail
Tuhan tempat aku berteduh Di mana aku mengeluh Dengan segala peluh
Tuhan Tuhan Yang Maha Esa Tempat aku memuja
Dengan segala do'a
Aku jauh ... Engkau jauh Aku dekat ... Engkau dekat Hati adalah cermin
Tempat pahala dan dosa bertaruh ...
Aku jauh ... Engkau jauh Aku dekat ... Engkau dekat Hati adalah cermin
Tempat pahala dan dosa bertaruh ...
Makna: Dalam puisi ini penulis merasa bahwa Tuhan adalah tempat berteduhnya, tempat ia memuja dengan segala doa, dan tempat ia merasa dekat dengan-Nya. Namun, ia juga menyadari bahwa manusia tidaklah sempurna, dan seringkali melakukan dosa. Dalam bait terakhir, Taufik Ismail mengemukakan bahwa meskipun ia jauh dari Tuhan, Tuhan tetap dekat dengannya, dan hati manusia adalah cermin tempat Allah dan dosa bertaruh jauh engkau jauh aku dekat engkau dekat.
Komentar: Melalui puisi “Tuhan” karya Taufik Ismail yang telah saya baca, dalam puisinya itu menyampaikan bahwa baik buruknya hidup akan menetukan seberapa dekat kita dengan Tuhan.
Semakin banyak perbuatan baik yang kita lakukan, semakin dekat juga hidup kita kepada Tuhan.
DOA TuhanKu
Dalam termangu
Aku masih menyebut namaMu Biar susah sungguh
mengingat Kau penuh seluruh
cayaMu panas suci
tinggal kerdip lilin di kelam sunyi
Tuhanku
aku hilang bentuk remuk
Tuhanku
aku mengembara di negeri asing
Tuhanku
di pintuMu aku mengetuk aku tidak bisa berpaling
Makna: Puisi "Doa" karya Chairil Anwar menggambarkan seorang yang sedang dalam kegalauan dan kesulitan untuk mengingat Tuhan. Meskipun begitu, ia tetap berusaha untuk khusyuk dalam beribadah karena dengan kekhusyukan maka ketenangan jiwa akan ia dapatkan. Dalam bait "Tuhanku Dalam termangu Aku masih menyebut nama-Mu Biar susah sungguh Mengingat Kau penuh seluruh", si penyair mengakui bahwa ketika hati dalam kegundahan, sangat sulit untuk bisa khusyuk dalam mengingat Tuhan.
Namun, ditengah kegundahan ia selalu berusaha mengingat Tuhan. Ia selalu berusaha untuk khusyuk dalam beribadah karena dengan kekhusyukan maka ketenangan jiwa akan ia dapatkan.
Komentar: Puisi ini mengekspresikan kepasrahan dalam doa kepada Tuhan. Bahasa yang sederhana namun penuh makna menciptakan ketenangan. Penggambaran "cayaMu panas suci" dan "tinggal kerdip
lilin di kelam sunyi" memberikan gambaran kehadiran ilahi yang menenangkan dalam kegelapan dan kesunyian. Puisi ini menggambarkan perasaan hilang, remuk, dan pengembaraan di tengah kehidupan, sambil menunjukkan keteguhan untuk tetap bersambung dengan Tuhan meskipun dihadapkan
pada ketidakpastian.
Tak Sepadan
Aku kira:
Beginilah nanti jadinya
Kau kawin, beranak dan berbahgia
Sedang aku mengembara serupa Ahasveros
Dikutuk-sumpahi Eros Aku merangkaki dinding buta Tak satu juga pintu terbuka.
Jadi baik juga kita padami Unggunan api ini
Karena kau tidak 'kan apa-apa Aku terpanggang tinggal rangka.
Februari 1943
Makna: Makna puisi "Tak Sepadan" karya Chairil Anwar adalah penderitaan dan keputusasaan yang dialami tokoh "aku" ketika menjalin hubungan asmara. Dalam puisi ini, penyair memosisikan diri sebagai tokoh "aku" yang merasa tidak seimbang dan tidak cocok dengan pasangannya. Tokoh "aku" mengalami perasaan putus asa, karena perjalanan cintanya tidak lancar atau mengalami hambatan. Puisi ini menggambarkan perasaan kecewa, terjebak, dan terbakar dalam hubungan yang tidak setara.
Komentar: Puisi ini menggambarkan perasaan kecewa dan ketidak sepahaman terhadap takdir masing- masing. Penyair menyampaikan harapannya terhadap hidup dengan menikah, memiliki anak, dan merasakan kebahagiaan. Namun, ketika kehiudupan aslinya menghampiri, ia merasa seperti
mengembara tanpa arah. Penggunaan kata-kata seperti "Dikutuk-sumpahi Eros" menguatkan kesan ketidak bahagiaan dan penderitaan. "merangkaki dinding buta" dan "Tak satu juga pintu terbuka"
mencerminkan rasa terjebak dan kesulitan mencari jalan keluar. Pada akhirnya, penyair mengajak untuk bersama-sama menghadapi kehampaan ini, dengan "Unggunan api" menjadi pertanda akhir yang menerima kenyataan bahwa keduanya mungkin takkan mendapatkan kebahagiaan yang diharapkan, dan bahkan, dengan nada ironis, menggambarkan kehampaan hidup.
4. DRAMA
OPERA KECOA Oleh N. RIANTIARNO
Sinopsis Drama Opera Kecoa
Roima dan Julini adalah sepasang kekasih yang saling mencintai. Meskipun Julini seorang banci tetapi Roima sangat mencintai Julini. Dulu, mereka tinggal di desa tetapi karena di desa mereka selalu gagal berusaha mencukupi kebutuhan hidup, Berinteraksi dalam Lingkungan Sosial 215 seperti tidak bisa bertani, sebagai tukang pijat tidak laku, dan pernah juga berjualan tetapi selalu rugi karena pembelinya tidak pernah bayar, terus-menerus berhutang. Akhirnya mereka memutuskan untuk kembali ke Jakarta, mengadu nasib. Mereka mencari rumah Tuminah, teman seperjuangan mereka dulu. Dengan berbagai kesulitan, akhirnya mereka menemukan rumah Tuminah. Ternyata, teman-teman mereka yang lain pun tinggal di kompleks itu, seperti Tarsih, Kasijah, Asnah, Bodigar, dll. Roima dan Julini memutuskan untuk bergabung bersama mereka dan bekerja seperti mereka. Julini kembali pada pekerjaan yang dulu sebagai tukang pijat plus, sedang Roima bergabung dengan geng perampok pimpinan Kumis. Sejak mereka berdua bekerja, keduanya jarang bertemu, menyebabkan hubungan antara Roima dan Julini tidak semesra dulu lagi. Mereka bertengkar besar saat Julini cemburu melihat Roima yang sedang memeluk Tuminah. Saat itu Tuminah sedang bertengkar dengan kakaknya bernama Tibal yang baru keluar dari penjara. Roima berusaha melindungi dan menenangkan Tuminah yang sedih karena perlakuan kakaknya.
Julini cemburu pada Tuminah karena ia wanita yang cantik, bahenol, dan menarik perhatian laki-laki.
Banyak pelanggan yang suka dengan “servisnya” bahkan sampai ada pejabat yang tergila-gila padanya.
Kecemburuan Julini semakin memuncak, akhirnya setelah bertengkar ia pergi meninggalkan Roima. Julini berada di tempat banci-banci yang sedang protes dengan petugas yang mengingatkan bahwa pekerjaan yang mereka lakukan haram dan merugikan masyarakat. Banci-banci tidak peduli dengan pidato petugas itu, malah tingkah mereka semakin brutal. Petugas panik kemudian dengan serta merta membunyikan pistol dua kali tembakan. Tanpa segaja ternyata tembakan tersebut terkena dada Julini. Saat Roima datang, Julini sedang sekarat dan akhirnya mati di pelukan Roima. Roima dan para banci melaporkan ke rumah pejabat untuk meminta keadilan atas kematian Julini. Yang menembak harus di hukum seberat- beratnya. Selain itu, para banci juga meminta untuk dibangunkan monumen Julini. Pejabat merespon permintaan mereka, monumen Julini pun diresmikan dan 216 Bahasa Indonesia XI Program Bahasa dihadiri oleh para banci, dan masyarakat kecil lainnya. Ironisnya, satpam yang tak sengaja membunuh Julini masih berkeliaran dengan bebas, tidak dihukum. Patung Julini bercakap-cakap dengan patung- patung yang lain di plaza monumen. Mereka memperbincangkan kehidupan para patung dan manusia- manusia di sekitar mereka. Perseteruan terjadi antara Roima dan teman-temannya dengan pejabat.
Akhirnya Roima mengalah karena mereka tidak mungkin melawan pejabat yang punya kekuasaan dan punya pistol. Roima dan kawan-kawannya pulang ke tempat asal mereka.
Komentar: Secara keseluruhan, "Opera Kecoa" menggambarkan dinamika sosial, cinta, dan keadilan.
Keputusan Roima untuk mengalah demi keberlanjutan hidupnya di tempat asalnya menunjukkan kebijaksanaan dalam menghadapi kenyataan. Cerita ini memberikan gambaran mendalam tentang kehidupan manusia, diwarnai dengan konflik emosional dan perjuangan melawan ketidakadilan.
LAKON SUMUR TANPA DASAR Karya Arifin C. Noer
Sinopsis Drama Lakon Sumur Tanpa Dasar:
Sebuah tangga nada yang indah dimainkan dalam salah satu drama karya salah seorang sastrawan bernama Arifin C. Noer, dengan dilatar belakangi realita layaknya kehidupan sosial tertentu lebih menyentuh siapapun yang membacanya. “Kalau saya bisa percaya, saya tenang. Kalau saya bisa tidak percaya, saya tenang. Kalau saya percaya dan bisa tidak percaya, saya tenang. Tapi saya tidak percaya dan tidak bisa tidak percaya, jadi saya tidak tenang. Tapi juga kalua saya tenang, takakan pernah ada sandiwara ini” Juwena. Kehidupan memang pada dasarnya adalah perjalanan yang terkadang membuat siapapun yang menjalaninya akan merasakan sebuah titik dimana harus memilih apa yang harus dipilih, baik itu kata hati atau kata hati-hati. Perasaan asmara yang terjadi antara tokoh Juwena Martawangsa dengan salah seorang perempuan dirasa sangat mencintainya itu bernama Euis. Meskipun perbedaan umur yang sangat jauh, Namun tidak mempengaruhi Euis dalam menjalani hari demi hari bersama Juwena. Hinggatibalah saat yang dinantikan keduanya tiba, saat itu Euis mengandung anak dari Juwena yangtelah menjadi suaminya.Perasaan senang yang sedang Euis rasakan pada saat itu tidaklah berlangsung lama karena Juwena tidak disangka-sangka mempunyai prasangka buruk terhadap Euis bahwa yang berada dalam kandungan Euis bukan merupakan anaknya akan tetapi hasil perselingkuhan Euis dengan salah serorang Adik angkat Jumena yaitu bernama Marjuki. Pikiran itu muncul pada saat Jumena dan Euis sedang berdua dalam sebuah tempat, datanglah Marjuki dan memeluk Euis,meskipun itu hanya pikiran tapi hal ini telah membuat kondisi kisah asmara yang telah dibalutdengan ketulusan tanpa membedakan suatu hal apapun kini mulai mengalami guncangan yangcukup hebat.Meskipun sebelumnya Jumena tidak langsung mempercayai tentang perselingkuhan yang terjadi antara Juwita dan Marjuki tetapi munculah seorang lelaki yaitu Kamil. Dikenal sebagai orang tidak waras, Kamil berhasil mempengaruhi Juwena dan semakin membuat prasangka buruk atas perselingkuhan Euis dan Marjuki semakin menjadi-jadi.
Kehidupan Juwena yang setiap harinya di habiskan untuk memper banyak harta, hal ini membuat dirinya hampir tidak mempunyai waktu dengan Euis ataupun lingkungannya.Saat itu Juwena merasa didatangi oleh Pemburu yang setiap saat bertanya kepadanya tentang kematian, dan
memberitahuan bahwa umur Juwena tidak akan lama. Namun beruntunglah Juwena, tidak hanya datangnya seorang yang dilahirkan untuk mempengaruhi Juwena dalam berprasangka buruk, dihadirkan pula Sabarrudin. Dia adalah seorang guru agama yang dijadikan sebagai penasehat Juwena, setiap saat selalu memberikan sebuah pesan-pesan yang berusaha untuk menghilangkan perilaku tidak baik yang
sering diperbuat oleh Juwena. Sampai Juwena mempunyai keinginan untuk membangun sebuah tempat Ibadah dan tempat pengasuhan anak-anak terlantar, dan tentu saja berita ini telah terdengar oleh seluruh masyarakat. Namun setelah sekian lama rencana itu belum juga terselesaikan, Juwita memberi kabar mengejutkan bahwa rencana yang sebelumnya ia pikirkan tidak akan ia laksanakan karena
beberapa hal yang telah membuat jalan pikirnya itu berubah. Jelas pada saat itu masyarakat kecewa atas apa yang diungkapkan oleh Juwita. Tidak hanya berpengaruh terhadap kehidupan rumah tangganya saja, mengenai harta yang dimiliki olehnya pun ikut menjadi bagian dari dampak prasangka buruknya itu.
Pabrik yang di milikinya saat itu sedang dilanda kerusuhan karena semua pekerja meminta kenaikan atas upah yang diterimanya dengan berbagai macam alasan dan bukti mengapa mereka meminta upah dinaikan. Juwita pada saat itu malah beranggapan bahwa pekerjanya ingin berbuat jahat terhadapnnya dan mengapa upah mereka dirasa tidak cukup, itu karena ulah mereka sendiri yang tidak mampu mengatur keuangan mereka. Pikiran dan prasangka yang terus hadir dalam kehidupan juwena telah membuatnya di landa kebingungan yang amat dalam, hingga akhirnyapun mati. Meskipun Juwena tidak mempercayai bahwa dirinya tenah mati, namun Pemburu berhasil mempercayainya dan membawanya pada kehidupan lain. Tersirat bahwa dalam menjalani kehidupan baik itu dalam lingkungan pribadi dan bermsyarakat kita haruslah selalu mempunyai pikiran positif. Dengan segala nilai yang terkandung di dalamnya Novel Sumur Tanpa Dasar ini akan menjadi salah satu bacaan wajib bagi pelajar ataupun masyarakat umum.
Komentar: Drama ini menggambarkan perjalanan hidup yang penuh prasangka dan konflik. Persoalan asmara antara Juwena, Euis, dan Marjuki memberikan emosional yang mendalam, diwarnai oleh kecurigaan dan pengaruh pihak ketiga seperti Kamil.
Pentingnya memiliki pikiran positif dan penasehat seperti Sabarrudin terlihat saat Juwena berusaha mengatasi prasangka buruk. Namun, kehidupan rumah tangganya terguncang oleh ketidaksetujuan atas rencana pembangunan tempat ibadah dan pengasuhan anak-anak terlantar. Konflik ini merefleksikan bagaimana prasangka buruk dapat memengaruhi berbagai aspek kehidupan, termasuk hubungan sosial dan keberlanjutan usaha.
Novel "Sumur Tanpa Dasar" sepertinya memberikan pesan moral tentang pentingnya memahami, mengelola prasangka, dan menjalani hidup dengan pikiran positif. Melalui cerita yang kaya nuansa, pembaca diharapkan dapat merenung tentang nilai-nilai kehidupan dan pengaruh prasangka terhadap keputusan dan tindakan seseorang.
DEMIT
Oleh Heru Kesawa Murti (Gandrik)
Sinopsis Drama Demit:
“Demit" adalah sebuah drama yang ditulis oleh Heru Kesawan Murti. Drama ini dipentaskan oleh Lonceng Teater Universitas Pamulang. Cerita ini mengisahkan tentang seorang pekerja proyek yang sedang kebingungan. Ia berdiskusi dengan bawahannya untuk memecahkan persoalan yang sedang dialaminya. Pekerja proyek tersebut bingung karena ia harus menebang semua pohon di lahan yang akan dibangunnya. Naskah drama ini menggunakan bahasa-bahasa yang mudah dicerna dalam dialog-
dialognya yang membuat para penonton mudah dalam memahami karakter-karakter dalam lakon
"Demit".
Komentar: Naskah Karya Heru Kesewa Murti menggunakan bahasa-bahasa yang mudah dicerna dalam dialog-dialognya yang membuat para penonton mudah dalam memahami karakter-karakter dalam lakon dhemit. Kata dhemit (dalam bahasa Indonesia disebut setan) tetapi dalam pertunjukkan malam itu tak sedikit pun memberi kesan horor melainkan kesan lucu yang membuat penonton antusias dalam menyaksikan pertunjukan dhemit.
ORANG-ORANG di TIKUNGAN JALAN Karya W.S RENDRA
Sinopsis Drama ORANG-ORANG di TIKUNGAN JALAN
tentang problematika kehidupan seseorang yang bersumber dari sebuah cinta, dimana dalam drama ini cinta bukan lagi sesuatu yang selalu membahagiakan bagi semua orang. Itulah yang terjadi pada tokoh-tokoh yang terdapat dalam drama ini. Yaitu: Sri, Djoko, Botak, Surati, dan Surya yang
memiliki latar belakang kisah cinta yang amat pahit dan menyedihkan, hingga terjerumus ke dalam dosa dan pelacuran, hingga ahirnya mereka dipertemukan di sebuah tempat, yang berawal dari pertemuan Sri dengan Djoko yang hendak meminjam korek api untuk merokok disebuah tikungan jalan yang ada, waktu itu keduanya saling merasa kesepian, hingga obrolanpun berlangsung sambil ditemani oleh tukang wedang, dan merekapun merencanakan untuk menghabiskan malam itu berdua, hingga ahirnya
datanglah seorang laki-laki yang bernama botak yang tadinya hendak membeli wedang tersebut, namun setelah sri menegurnya ahirnya botakpun ikut bergabung dengan mereka untuk melengkapi
perbincangannya, dan Djoko merupakkan seseorang yang mempunyai ketertarikan dengan setiap nama orang, terlihat pada setiap pertemuannya dengan orang baru hal pertama yang ia tanyakan adalah namanya, lalu ketiganyapun birbincang dengan penuh keakraban sambil menyaksikan luluh lalang beberapa laki-laki hidung belang bersama wanita jalang dijalan tersebut, dan beberapa kejadian yang mungkin sudah biasa dilihat oleh sri ditempat pelacuran tersebut, dan terdengarlah sebuah harmonika la paloma dari ujung jalan, ternyata yang memainkannya adalah seorang pemuda gila yang bernama Narko, dia gila karena ada sebadnya, yaitu terlahir sebagai seorang anak jadah yang waktu itu ketika ibunya mengandung dia, ayahnya meninggalkannya karena kesal menghadapi pertengkaran yang selalu terjadi dengan ibunya, yang dilampiaskan oleh ayahnya yang bernama Surya dengan masuk ke tempat
pelacuran dan selalu mabuk-mabukan, namun ketika narko sudah beranjak dewasa ia bertemu dengan
anaknya tersebut, tanpa mau narko mengakui sebagai ayahnya, hingga diujung kematian Surya yang meninggal dengan cara bunuh diri dengan membawa sejuta penyesalan dosa yang selama hidupnya dia lakukan.
Dan sebelum surya meninggal ternyata botak selalu menjadi penengah diantara mereka, begitupun terhadap surya yang sudah ia ingatkan pada saat sebelum meninggal, tanpa menyadari bahwa ia pun sebenarnya memiliki masa lalu yang pahit dengan orang yang dicintainya, dimana pada zaman revolusi ia ditagkap belanda, dan setelah ia keluar tahanan ia dapati istrinya mati bunuh diri, akibat diperkosa oleh lelaki lain, dan sedang mengandung tiga bulan, ia pun sempat terjerumus ke hal yang salah namun ahirnya ada seseorang yang menyadarkannya, hal tersebutpun terjadi pada masa lalu cinta Djoko dengan kekasihnya Surati, yang mendorongnya ke tempat pelacuran tersebut, dan bertemu Sri seorang pelacur yang tentunya ia pun mempunyai alasan mengapa menjadi pelacur, karena pada dasarnya Sri seorang wanita yang mempunyai keinginan dan tujuan hidup yag sama dengan wanita-wanita pada umumnya yaitu ingin berumah tangga, mempunyai keluarga, suami, dan anak. Yang ahirnya semuanya mempunyai jalan masing-masing, dimana Botak meneruskan perjalanan hidupnya dengan baik, Djoko bertemu kembali dengan pacarnya “Surati” dan Sri yang memutuskan menikah dengan laki-laki yang ia kagumi dan menerima dia apa adanya yaitu Tarjo.
Komentar: Drama "Orang-orang di Tikungan Jalan" karya WS Rendra sungguh memukau dengan cara menggambarkan kehidupan sehari-hari yang begitu akrab. Melalui karya ini, Rendra berhasil menyajikan realitas masyarakat yang penuh dengan konflik dan perjuangan. Dialognya yang kaya makna dan
karakter-karakter yang kuat membuat penonton terhubung emosional dengan cerita ini. Itu benar-benar sebuah karya seni yang menggugah pikiran dan perasaan.
PETANG di TAMAN Karya Iwan Simatupang Sinopsis Drama PETANG di TAMAN
Naskah drama Petang di Taman karya Iwan Simatupang ini menceritakan tentang pertemuan empat orang manusia dengan latar belakang yang berbeda-beda di sebuah taman. Mereka tidak saling mengenal, tetapi taman adalah publik, sehingga semua orang merasa bebas untuk masuk ke dalam suatu obrolan. Di dalam pertemuan tersebut ada seorang pria yang sedang diam ditaman, ada seorang kakek yang kehilangan minah, ada seorang pria penjual balon yang memiliki hobi terhadap balon, dan ada seorang wanita yang memiliki anak tapi bukan nyonya.
Setiap karakter memiliki latar belakang yang berbeda, seperti penjual balon yang balonnya di curi kemudian menangis dan menolak ketika balon tersebut dibeli. Ketika ditanya bahwa balon itu adalah hobinya untuk mencintai balon. Lalu seorang wanita yang memilik anak tetapi bukan nyonya, yang meminta balo tersebut tetapi dipecahkan oleh seorang kakek, kemudian lelaki separuh baya marah karena sikap kakek tersebut, sehingga terjadilah pertengkaran. Tetapi pada akhirnya penjual balon, wanita, dan kakek pulang satu persatu.
Komentar: Drama “Petang di Taman” karya dari Iwan Simatupang ini mengahadirkan kisah yang memikat dengan latar taman yang indah. Saya saat membaca dialog dari drama ini,saya merasa terpikat dengan gambaran latar taman yang indah. Cara Iwan Simatupang menggambarkan kehidupan dan interaksi antar karakter ditengah suasana petang yang damai. Dialog yang dipilih menurut saya memberikan kedalaman pada cerita, dan suasana dramatisnya membuat penonton terbawa dalam perjalanan emosional yang tidak terduga-duga. Menurut say aini adalah sebuah karya yang memukau dan memberikan pengalaman teater yang memuaskan.