• Tidak ada hasil yang ditemukan

SISTEM KERJA MESIN BLOWER DAN ROTARY PADA PENGOLAHAN KAYU MANIS PT CASSIA CO-OP

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "SISTEM KERJA MESIN BLOWER DAN ROTARY PADA PENGOLAHAN KAYU MANIS PT CASSIA CO-OP "

Copied!
63
0
0

Teks penuh

Cassia Co-op merupakan perusahaan induk pengolahan kulit kayu manis di Kabupaten Kerinci, sedangkan cabang PT. Cassia Co-op mulai memproses dan mengekspor kulit kayu manis dan diikuti pada awal tahun 2015 dengan produksi minyak nilam. Cassia Co-op memproduksi berbagai bentuk produk olahan, antara lain: gilingan dan bersih, gilingan, batangan, minyak, dan minyak nilam (phatchouli oil).

Didirikan dengan fokus pada prinsip keberlanjutan, Cassia Co-op adalah perusahaan pengolahan dan ekspor kayu manis pertama yang didirikan di Kerinci (Sumatera), di tengah perkebunan kayu manis. Cassia Co-op juga mengadakan pelatihan berdasarkan standar Sustainable Agriculture Network (SAN) bagi para petani, baik petani kayu manis organik maupun petani budidaya nilam yang terdaftar di PT. Cassia Co-op membuka jembatan bisnis antara perusahaan dan petani untuk menanam tanaman nilam dengan menjadikan mereka petani tetap di PT.

Cassia Co-op memiliki total kurang lebih 103 karyawan dengan status 43 karyawan tetap dan 60 karyawan harian lepas. Cassia Co-op dipimpin oleh seorang Presiden Direktur yang dibantu oleh seorang Direktur dan Koordinator Produksi serta berbagai bagian tenaga kerja lainnya.

Tabel 1.4.1. Kode Produksi Broken And Clean  Tabel 1.4.2. Grade Dan Karakteristik Stick  Tabel 2.1
Tabel 1.4.1. Kode Produksi Broken And Clean Tabel 1.4.2. Grade Dan Karakteristik Stick Tabel 2.1

Presiden Direktur

Manajemen dan kedisiplinan yang baik dari setiap pemegang jabatan juga akan mempengaruhi kelancaran proses produksi hingga proses pengiriman. Perusahaan dipimpin oleh seorang direktur pelaksana dan dibantu oleh seorang direktur, koordinator produksi dan beberapa bagian lainnya. Pembagian departemen pegawai terdiri dari 2 orang General Manager Officer, 1 orang Quality Assessment Officer, 1 orang Export Department, 2 orang Purchasing Department, 4 orang Laboratory Department, 64 orang Production Department, 1 Finance Department dan 1 Property Department 10 orang, Internal Control System 5 orang, Intercropping 10 orang dan Departemen Sumber Daya Manusia 1 orang.

Direktur

General Manager Officer

Departmen Ekspor (Export Depertment)

Tugas dan tanggung jawab manajer pembelian bahan baku adalah melaksanakan dan bertanggung jawab atas pembelian dan penerimaan bahan baku sesuai dengan persyaratan mutu yang telah ditetapkan atau sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP), menetapkan prosedur instruksi pembelian yang jelas sesuai dengan yang diinginkan. kualitas. persyaratan, koordinasi penyortiran dan penimbangan bahan baku, bertanggung jawab untuk menegosiasikan pembelian bahan baku dengan pemasok, menilai kualitas bahan baku, bertanggung jawab atas semua aktivitas di departemennya, dan menciptakan lingkungan kerja yang baik.

Departemen Laboratorium (Laboratory Depertment)

Depertemen Produksi (Production Depertment)

7 Mengawasi proses produksi agar sesuai dengan kebijakan mutu perusahaan, selain menyiapkan rencana instruksi produksi, mengawasi proses produksi dan mengambil tindakan korektif terhadap penyimpangan yang terjadi dan pengendalian kontaminasi, pengendalian produk yang tidak sesuai , mengendalikan pelaksanaan instruksi kerja, dan mengkoordinasikan rapat-rapat di seksi yang dipimpin seksi. Tugas supervisor adalah memberikan informasi mengenai urutan bahan baku yang akan diolah (first in first out) kepada operator atau pekerja dan data produksi yang dibutuhkan perusahaan seperti berat bahan baku sebelum diolah, berat produk yang diperoleh dan berat bahan baku yang digunakan tidak dapat dipasarkan (ditolak dan dibiarkan).

Departemen Finansial (Finance Depertment)

Estate Department

Tugas dan tanggung jawab ICS adalah mengawasi dan melakukan pelatihan langsung kepada petani terkait perkebunan kayu manis dan nilam sesuai dengan persyaratan USDA Organic and Rainforest Alliance. Selain itu, ICS bertugas mendata perkebunan petani yang disertifikasi oleh USDA Organic and Rainforest Alliance.

Intercropping

Ruang Lingkup Perusahaan

Ketenagakerjaan

Kegiatan Umum Pabrik

  • Penerimaan Bahan Baku (Incoming Raw Material)
  • Proses Produksi Kulit Kayu Manis Broken and Clean

Proses penerimaan bahan baku kulit kayu manis yang diterima dari petani diangkut dengan truk atau pick-up, yang dikemas dalam bal atau kantong plastik. Proses pengeringan kayu manis merupakan proses awal dalam pengolahan kayu manis menjadi produk pecah dan murni. Proses penjemuran kayu manis menggunakan sinar matahari dan waktu penjemuran tergantung dari tahapan yang dijemur.

Untuk bahan baku yang masih basah membutuhkan waktu sekitar 3 sampai 4 hari untuk mengering, sedangkan kayu manis yang sudah dikeringkan dapat langsung disortir berdasarkan kualitasnya dan dipisahkan dari bahan asing dengan menggunakan kipas meja. Crushing adalah proses memecah kulit kayu manis menjadi pecahan atau serpihan menggunakan mesin penghancur. Kulit kayu manis terlebih dahulu disortir di atas meja sortasi sebelum dihancurkan kemudian diletakkan di ban berjalan.

Selanjutnya kulit kayu manis tersebut akan dihaluskan dan diayak menggunakan ayakan sehingga menghasilkan dua preparat yaitu Broken dan Clean termasuk kategori Course. Kayu manis yang dihancurkan kemudian disortir untuk memisahkan benda asing yang tidak diinginkan.

Tabel 1.4.1. Kode Produk Broken and Clean
Tabel 1.4.1. Kode Produk Broken and Clean

Site Plan PT. Cassia Co-op

DESKRIPSI KEGIATAN SELAMA KERJA PRAKTEK

Spesifikasi Kegiatan Kerja Praktek

Tujuan yang diharapkan dapat dicapai melalui kerja praktek (KP) berdasarkan spesifikasi kegiatan yang dilakukan adalah sebagai berikut. Dapat menerapkan pengetahuan terkait dengan permasalahan seputar perawatan dan perbaikan mesin pengolah kulit kayu manis. Standard Operating Procedure (SOP), yang bertujuan untuk mengatur dan menstandarkan petunjuk keselamatan kerja, pengoperasian, pemeliharaan dan perbaikan mesin-mesin utama (Major Devices) atau mesin pendukung (Auxiliaries Devices) untuk produk kulit kayu manis PT.Cassia Co-op.

Kendala Yang Dihadapi Penulis

SISTEM KERJA BLOWER DAN MESIN ROTARY PADA PENGOLAHAN PRODUK CINNAMODE PT CASSIA CO-OP.

SISTEM KERJA MESIN BLOWER DAN ROTARY PADA PENGOLAHAN PRODUK KAYU MANIS PT CASSIA CO-OP

SUNGAI PENUH – JAMBI - INDONESIA

DEFENISI BLOWER

Cassia Co-op memiliki seperangkat mesin dengan sistem yang dirancang menggunakan sistem kerja blower untuk melakukan proses pemilahan penghancuran kulit kayu manis. Blower yang dioperasikan adalah motor listrik tiga fasa dengan output 25 HP (Horsepower) dan kapasitas putaran rata-rata 3000 rpm. Cassia Co-op tidak sesederhana itu, perlu analisis yang akurat agar mampu menghasilkan keluaran produk sesuai target dan harapan.

Pada umumnya jenis motor yang biasa digunakan dalam dunia industri khususnya perusahaan besar adalah motor induksi tiga fasa. Namun, meskipun memiliki kelebihan yaitu penggunaan daya listrik yang rendah, penggunaan motor induksi tiga fasa tentunya juga memiliki kekurangan. Sistem pengasutan motor induksi tiga fasa dengan rangkaian star-delta secara bergantian menggunakan kedua jenis rangkaian pada belitan motor induksi tiga fasa.

Setelah motor induksi 3 fasa berputar normal (perpindahan diatur dengan timer), sistem rangkaian star-delta akan beroperasi dan rangkaian/sambungan belitan berubah menjadi delta (bintang) dan motor induksi 3 fasa beroperasi secara normal. Cassia Co-op dengan sistem kerja star delta series milik perusahaan mampu meminimalisir arus start potensial saat pertama kali mesin digunakan, dimana rata-rata arus start saat mesin blower dihidupkan bervariasi antara 21 ,2 A hingga 22 ,15 A dengan beban motor maksimal 80. Cassia Co-op juga dilengkapi dengan safety switch yang akan beroperasi saat terjadi lonjakan arus atau saat mesin sedang berjalan.

Cassia Co-op juga harus dijalankan sesuai dengan pedoman Standard Operating System (SOP) yang berlaku di perusahaan. Secara sederhana dapat dijelaskan bahwa prinsip kerja mesin kipas angin (lift fan) adalah sebuah alat mekanik yang digunakan untuk menaikkan atau menaikkan tekanan udara atau gas yang mengalir melalui ruangan tertentu dan berfungsi sebagai kompresor untuk kompresi udara. , sehingga melewati ruang sebagai partikel. Dengan ini akan terjadi gaya dorong pada partikel dengan massa tertentu sehingga berputar menjauhi pusat lingkaran medan putar atau dalam fisika lebih kita kenal dengan gaya sentrifugal. Cassia Co-op, mesin peniup, digunakan untuk mendistribusikan hasil pengolahan dari tahap penghancuran ke tahap distribusi akhir.

Debu adalah debu yang dihasilkan dari klasifikasi mesin blow moulding yang hasil keluarannya dimasukkan ke dalam kantong debu (dust collector) untuk diolah kembali menjadi produk yang dapat dipasarkan. Namun untuk menghasilkan produk olahan yang maksimal sesuai dengan harapan, kita dapat menganalisa bagaimana seharusnya desain dan konstruksi dari mesin blower itu sendiri. Walaupun gaya ini hanya dijelaskan secara teori, namun hasil analisisnya dapat diterapkan pada sistem kerja kipas angin industri.

Jam kerja di PT.Cassia Co-op mulai pukul 08:00 dan berakhir pada pukul 12:00, kemudian berlanjut pada pukul 13:00 hingga 16:00. Cassia Co-op membuat desain blower dengan diameter sekitar 60 cm dengan radius kipas sekitar 12 hingga 13 cm.

MAGNET SEPERATOR

Nilai tersebut harus cukup untuk mendistribusikan produk olahan di crusher dan melakukan sortasi sehingga produk olahan yang dihasilkan sesuai dengan jenis yang diharapkan yaitu hancur dan bersih serta berdebu. Berlanjut menuju tahap rotary, tahap ini pada dasarnya hanya berperan untuk mendistribusikan hasil peniupan ke tahap akhir yaitu packing. Seperti namanya, prinsip pengoperasiannya hanya berputar searah menuju tahap output akhir dari produk yang siap dikemas.

Prinsip kerjanya adalah menangkap partikel yang mengandung kandungan logam agar tidak ikut terdistribusi bersama produk olahan kulit kayu manis menjelang tahap akhir. Dari praktek kerja lapangan, penulis mempelajari bagaimana sebuah perusahaan mengarahkan atau mengkoordinir sumber daya manusia dan sumber daya alam serta fasilitas yang diperoleh untuk menghasilkan sesuatu yang bernilai ekonomi tinggi. Memahami sistem pengelolaan produksi beton industri khususnya pada produksi olahan kulit kayu manis di PT.

Menciptakan metode baru terkait inovasi yang akan dilakukan pada sistem produksi untuk meningkatkan hasil produksi dan menekan biaya produksi seminimal mungkin. Mempelajari sistem kerja suatu lingkungan industri sehingga dapat dijadikan sebagai modal awal untuk melangkah ke lingkungan dunia industri yang lebih. Saran yang dapat penulis sampaikan untuk pelaksanaan Kerja Praktek ini adalah: Secara umum KP (kerja praktek) yang dilaksanakan di PT.

Namun sayangnya belum ada pembimbing khusus mahasiswa atau mahasiswa yang melakukan KP (kerja praktek) di PT. Cassia Co-op, saran kami ke depan perlu adanya Pembimbing Kerja Praktek (KP) khusus untuk mencapai target Kerja Praktek (KP) yang maksimal untuk memberikan kesan yang baik kepada setiap instansi eksternal yang bekerja sama dengan PT. Kedepannya, diharapkan karyawan yang bekerja di bagian maintenance diberikan waktu yang lebih khusus terkait dengan pemeriksaan mesin produksi, terutama terkait dengan pemeriksaan berkelanjutan dan penggantian suku cadang.

Cassia Co-op tahu bagaimana memperhatikan kesejahteraan karyawan dengan berbagai cara, termasuk mengadakan semacam upacara sebagai bentuk penghargaan atas pekerjaan yang dilakukan karyawan. Cassia Co-op diharapkan selalu bekerja sama dengan Politeknik Negeri Bengkalis untuk menerima mahasiswa yang ingin melakukan kerja praktek di perusahaan tersebut. Menciptakan inovasi baru terkait sistem mesin produksi khususnya sistem produksi olahan kulit kayu manis di PT.

Gambar 3.8. Magnet Separator PT. Cassia Co-op  Sumber : Dokumentasi Pribadi di PT. Cassia Co-op
Gambar 3.8. Magnet Separator PT. Cassia Co-op Sumber : Dokumentasi Pribadi di PT. Cassia Co-op

DAFTAR PUSTAKA

Gambar

Tabel 1.4.1. Kode Produksi Broken And Clean  Tabel 1.4.2. Grade Dan Karakteristik Stick  Tabel 2.1
Gambar 1.1. Logo PT. Cassia Co- Co-op Sumber : www.cassia.coCo-op
Gambar 1.2. Visi PT. Cassia Co- Co-op Sumber :
Tabel 1.4.1. Kode Produk Broken and Clean
+5

Referensi

Garis besar

Dokumen terkait