SISTEM PENGELOLAAN OBYEK PARIWISATA PANCOR DATOQ SEBAGAI ASET DI DESA AIKDEWA KECAMATAN PRINGASELA KABUPATEN LOMBOK TIMUR. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sistem pengelolaan dan kendala yang dihadapi dalam proses pengelolaan objek wisata Pancor Datoq sebagai aset di Desa Aikdewa Kecamatan Pringgasela Kabupaten Lombok Timur. Sehingga perlu bagi peneliti untuk memberikan gambaran umum mengenai sistem pengelolaan objek wisata yang baik.
Bagaimana sistem pengelolaan objek wisata Pancor Datoq sebagai kawasan di Desa Aikdewa Kecamatan Pringgasela Kabupaten Lombok Timur. Untuk mengetahui bagaimana sistem pengelolaan objek wisata Pancor Datok sebagai aset di Desa Aikdewa Kecamatan Pringgasela Kabupaten Lombok Timur. Hasil penelitian ini dapat dijadikan informasi bagi pembaca atau masyarakat luas tentang sistem pengelolaan objek wisata Pancor Datok sebagai aset di Desa Aikdewa Kecamatan Pringgasela Kabupaten Lombok Timur.
Penelitian ini dilakukan di objek wisata Pancor Datoq di Desa Aikdewa Kecamatan Pringasela Kabupaten Lombok Timur. Sehingga memudahkan peneliti dalam menilai dan mengetahui fakta mengenai objek wisata Pancor Datoq. Hasil dokumentasi dapat berupa profil desa, dokumentasi wawancara dan struktur pengelolaan objek wisata Pancor Datoq.
Data yang diperoleh mengenai sistem pengelolaan objek wisata Pancor Datoq sebagai aset di Desa Aikdewa Kecamatan Pringgasela Kabupaten Lombok Timur.
PENDAHULUAN
- Latar Belakang Masalah
- Rumusan Masalah
- Tujuan dan Manfaat
- Ruang Lingkup dan Setting Penelitian
- Telaah Pustaka
- Kerangka Teori
- Metode Penelitian
- Sistematika Pembahasan
Proses pembuatan skripsi diuraikan dalam beberapa bab yang saling berhubungan.
PAPARAN DATA DAN TEMUAN
Gambaran Umum Lokasi Penelitian
- Kronologis Pembentukan Desa Aikdewa
- Profil Desa Aikdewa
- Deskripsi Bumdes Desa Aikdewa
- Peraturan Desa Aikdewa Nomor : 05 Tahun 2022 Tentang
- Sejarah Objek Wisata Pancor Datoq
- Struktur Pengelolaan Objek Wisata Pancor Datoq
Lokasi objek wisata Pancor Datoq berada di Desa Aikdewa, Kecamatan Pringgasela, Kabupaten Lombok Timur, tepatnya di perbatasan antara Desa Masbagik Utara Baru dan Desa Aikdewa. Sedangkan untuk pemberian motivasi dalam bekerja sering dilakukan dalam pertemuan dengan pengurus objek wisata Pancor Datoq. Bumdes Bina Sejahtera menerima 40% pendapatan dari pengelolaan objek wisata Pancor Datoq, dan Pemuda Kreatif Dusun Aikdewa Selatan Baru menerima 60% pendapatan dari pengelolaannya.
Pemerintah Desa Aikdewa telah melibatkan penuh masyarakat Desa Aikdewa Selatan Baru dalam pengelolaan, pengembangan, pemeliharaan dan pelestarian lingkungan sekitar objek wisata Pancor Datoq. Kendala yang Dihadapi Dalam Proses Pengelolaan Objek Wisata Pancor Datoq Sebagai Aset di Desa Aikdewa Kecamatan Pringgasela Pancor Datoq Sebagai Aset di Desa Aikdewa Kecamatan Pringgasela Kabupaten Lombok Timur. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan peneliti terkait sistem pengelolaan objek wisata Pancor Datoq, peneliti menemukan.
Kendala utama yang dihadapi pengelola penunjang adalah sumber daya (anggaran) untuk mengelola dan mengembangkan objek wisata Pancor Datoq. Tentu saja hal ini menjadi kendala bagi pihak pengelola dalam mengelola dan mengembangkan objek wisata Pancor Datoq. Tujuan dari penyediaan fasilitas tersebut adalah untuk menunjang kebutuhan pengunjung pada saat berkunjung ke objek wisata Pancor Datoq.
Dari hasil observasi dan penelitian yang telah dijelaskan sebelumnya terkait dengan sistem pengelolaan objek wisata Pancor Datoq sebagai aset Desa Aikdewa Kecamatan Pringgasela Kabupaten Lombok Timur. Namun pada tahap ini anggota pengelola objek wisata Pancor Datoq sangat jarang diberikan pelatihan terkait sistem pengelolaan objek wisata yang baik. Pemerintah Kota Aikdewa hanya memberikan pelatihan kepada anggota pengelola objek wisata pada awal peresmian objek wisata Pancor Datoq.
Pengelola utama yaitu pemerintah desa atau Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) desa Aikdewa menerima 40% pendapatan dari pengelolaan objek wisata Pancor Datoq. Analisis kendala yang ditemui dalam proses pengelolaan fasilitas wisata Pancor Datoq sebagai aset di desa Aikdewa kecamatan wisata Pancor Datoq sebagai aset di desa Aikdewa kecamatan Pringgasela Kabupaten Lombok Timur. Namun fungsi tersebut belum dimanfaatkan secara maksimal oleh anggota pengelola tempat wisata Pancor Datoq.
Sistem Penegelolaan Objek Wisata Pancor Datoq Sebagai Aset
Kendala Yang Dihadapi Dalam Proses Pengelolaan Objek
PEMBAHASAN
Sistem Penegelolaan Objek Wisata Pancor Datoq Sebagai Aset
Analisis Kendala Yang Dihadapi Dalam Proses Pengelolaan
PENUTUP
Kesimpulan
Berdasarkan pemaparan data dan temuan penelitian terkait sistem pengelolaan objek wisata Pancor Datoq sebagai aset Desa Aikdewa Kecamatan Pringgasela Kabupaten Lombok Timur menggunakan fungsi manajemen seperti perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengendalian dalam pengelolaannya. Sedangkan pengelolaan objek wisata Pancor Datoq saat ini dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) Bina Sejahtera Desa Aikdewa sebagai pengelola utama dan pemuda kreatif Dusun Aikdewa Selatan Baru sebagai pengelola pendukung. Terkait pembagian hasil, Bumdes Bina Sejahtera Desa Aikdewa memperoleh 40% pendapatan dari pengelolaan objek wisata Pancor Datoq, dan Kampung Remaja Kreatif Aikdewa Selatan Baru memperoleh 60% pendapatan dari pengelolaan objek wisata Pancor Datoq. .
Pengelolaan dan pengembangan tempat wisata tidak selamanya berjalan mulus dan mulus, tentu saja ada kendala yang ditemui. Kendala yang dihadapi anggota pengelola dalam pengelolaan objek wisata Pancor Datoq adalah anggaran atau dana untuk merealisasikan kegiatan penambahan kolam renang dan perbaikan berbagai fasilitas pendukung, akses jalan yang kurang memadai dan shelter juga kurang memadai, bahkan ketika beberapa fasilitas pendukung belum memadai. fasilitas tersedia tetapi perlu ditambah dan ditingkatkan.
Saran
Alfitriani, Welly Andrika Putri dan Ummasyroh, “Pengaruh Komponen 4A Terhadap Minat Kunjungan Kembali Wisatawan Di Destinasi Wisata Bayt Al-Koran Al-Akbar Kota Palembang”, Aplikasi Manajemen dan Bisnis, Vol. Anggi Hermansah, “Pengelolaan Daya Tarik Wisata Citumang oleh Karang Taruna Desa Bojong dalam Mencapai Target Pendapatan Asli Desa (PaDes) di Desa Bojong Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran”, Moderat, Vol. Deasi Fitrianti, “Sistem Pengelolaan Objek Wisata Pemandian Madapongga Desa Ndano Kecamatan Madapongga Kabupaten Bima”, Skripsi Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum UMM, Mataram, 2021.
Endah Puspitosari, “Analisis Pengelolaan Taman Wisata Refugia Dalam Meningkatkan Pendapatan Masyarakat”, Skripsi, FEBI IAIN Ponogoro, Ponorogo, 2021. Komang Aris Raharja, Luh Putu Mahyunu, “Model Pengelolaan Usaha Wisata Hidden Canyon di Bali Berbasis Kearifan Lokal Tri Hita Karana dan Keberlanjutan”, Muara Ekonomi dan Bisnis, Vol. Rafika Sasole, Pengelolaan Daya Tarik Wisata Pantai Halasy Dalam Rangka Menarik Kunjungan Wisatawan (Perspektif Ekonomi Islam)”, (Skripsi Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam IAIN Ambon, Ambon, 2018.
Rizki Teguh Sulistiana, dkk., “Dampak Fasilitas dan Harga Wisata Terhadap Kepuasan Konsumen (Studi Pada Museum Hewan), Jurnal Administrasi Bisnis, Vol. 25, No. 1, 2015, hal. 2. Tri Amriani Amanda, “Strategi Pengembangan Pariwisata Kota Parepare, Dinas Pemuda Olah Raga dan Pariwisata Kota Parepare”, Skripsi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UH Makassar, Makassar, 2021. Widia Safitri, “Pengelolaan Wisata Komunitas di Kecamatan Masamba Kabupaten Bima Utara”, Tesis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UMM, Makassar, 2019.