SKORING PADA
TES PRESTASI
Pemberian Skor untuk Tes Tipe Objektif
◦ Pemberian skor tanpa melakukan pengurangan pada soal yang
dijawab salah, ketentuan dapat ditentukan oleh pembuat soal (misal 25 aitem soal dan menginginkan 100 merupakan skor tertinggi, maka cara pemberian skor: Jumlah Benar x 4)
◦ Pemberian skor dengan menerapkan pengurangan bagi jawaban yang salah:
X = B – S / (a-1) X = skor setelah dikoreksi
B = banyaknya aitem yang dijawab benar S = banyaknya aitem yang dijawab salah a = banyaknya pilihan jawaban (alternatif_
Pemberian Skor untuk Tes Tipe Karangan (Esai)
◦ Pedoman:
◦ Buatlah pedoman pemberian skor yang berisi garis besar/pokok jawaban yang dikehendaki.
◦ Tentukan kriteria-kriteria jawaban yang dianggap benar atau model jawaban yang dianggap benar
◦ Usahakan melakukan pemeriksaan tanpa mengetahui pemilik kertas jawaban
◦ Lakukan pemeriksaan dengan cara: koreksi tiap nomor soal dari seluruh siswa.
◦ Lakukan pemeriksaan dalam keadaan tenang
Skor standar
◦ Skor mentah: gambaran performansi siswa secara langsung; bisa dari aitem yang
dijawab benar. Tapi skor mentah tidak dapat menjadi dasar dalam interpretasi penguasaan bahan yang dicapai siswa.
◦ Maka dari itu, perlu diubah menjadi skor standar.
◦ Skor standar adalah skor yang dapat
dibandingkan satu sama lain; skor mentah yang diubah berdasarkan mean dan distribusi standar deviasinya
◦ Silakan pelajari buku Tes Prestasi halaman 120-122
◦ Bentuk konversi skor yang dinyatakan dalam bentuk jenjang presentil (PR)
◦ Jenjang presentil suatu skor menunjukkan kedudukan relative skor tanpa
memedulikan besarnya mean dan standar deviasi kelompok.
Skor Presentil
◦ Merupakan skor akhir dari gabungan berbagai komponen penilaian (UTS, UAS, tugas, dll)
◦ Dilakukan untuk memperoleh ukuran yang mencerminkan secara proporsional
Skor Komposit
Skor komposita: Σbz / Σb b = bobot komponen z = skor-z pada tiap komponen
ANALISIS AITEM
◦ Tes dibuat harus dapat menunjukkan perbedaan antara siswa yang menguasai dan yang tidak menguasai materi yang diajarkan.
◦ Tes yang telah ditulis harus diuji kualitasnya secara empirik melalui prosedur try-out pada kondisi yang sesungguhnya.
◦ Hasil dari try out ini lah yang akan digunakan untuk analisis aitem
Parameter-parameter Aitem
◦ Pada tipe objektif, kualitas aitem dilihat dari:
a. Indeks kesukaran aitem
b. Indeks daya diskriminasi aitem
◦ Kedua parameter di atas dihitung terpisah namun dilihat sebagai kesatuan komponen yang akan menentukan aitem dianggap baik atau tidak
◦ Yang diuji juga ada efektivitas distraktor pada tiap-tiap aitem untuk menentukan apakah tiap distraktor berfungsi atau belum
◦ Parameter ini menunjukkan kualitas aitem → dasar keputusan aitem dapat-tidak dapat digunakan
Indeks kesukaran aitem
◦ Merupakan rasio antara penjawab aitem yang benar dan banyaknya penjawab aitem.
◦ Semakin besar skor p maka menunjukkan semakin mudah aitem (bergerak antara 0-1_
p = ni/N ni= banyaknya siswa yang menjawab dengan benar N = banyaknya siswa yang menjawab aitem
Indeks Daya Diskriminasi Aitem
◦ Merupakan kemampuan aitem dalam membedakan siswa yang
mempunyai kemampuan tinggi dan yang mempunyai kemampuan rendah
◦ Bergerak dari -1 hingga 1. jika hasilnya negatif, maka aitem otomatis gugur (memiliki daya diskriminasi jelek)
d = 𝑛𝑖𝑇
𝑁𝑇 − 𝑛𝑖𝑅 𝑁𝑟 d = 𝑝𝑇 − 𝑝𝑅
niT = banyaknya penjawab aitem dengan benar dari kelompok tinggi NT = banyaknya penjawab dari kelompok tinggi
niR = banyaknya penjawab aitem dengan benar dari kelompok rendah NT = banyaknya penjawab dari kelompok rendah
pT = indeks kesukaran aitem kelompok tinggi pR = indeks kesukaran aitem kelompok rendah
Indeks Daya Diskriminasi Aitem
Indeks diskriminasi (d) Evaluasi
≥ 0,40 Sangat memuaskan
0,3 – 0,39 Memuaskan
0,2 – 0,29 Belum memuaskan (perlu perbaikan)
≤ 0,20 Jelek (gugur)
Efektivitas Distraktor
◦
Efektivitas distraktor dianalisis guna mengetahui apakah seluruh
distraktor atau pilihan jawaban selain kunci telah berfungsi sebagaimana mestinya
◦
Biasanya, distraktor-distraktor akan dipilih oleh banyak siswa yang masuk ke dalam kelompok rendah
◦
Efektivitas distraktor dilihat dari dua kriteria:
1. Distraktor dipilih oleh siswa dari kelompok rendah
2. Pemilih distraktor tersebar relative proporsional pada masing-masing distraktor yang ada
◦ Efektivias distraktor dikatakan baik ketika memiliki proporsi di atas 5%
(0,05)
◦ Link software iteman (silakan pilih salah satu yg bisa digunakan di laptop/komputer teman-teman):
https://drive.google.com/drive/folders/1k_tPlIzJunDooZkR- mC33iY1tfbH97pt?usp=sharing
ANALISIS AITEM MENGGUNAKAN
ITEMAN 4.3
Langkah-langkah input data
Tahap Selanjutnya:
Membuat Kuci Jawaban
Langkah-langkah Analisis Butir Soal Menggunakan ITEMAN
4.3
Interpretasi Ouput ITEMAN 4.3
Tingkat Kesulitan Soal Secara Keseluruhan
Validitas Soal Secara Kesluruhan
Jumlah butir soal yang dianalisis
Rata-rata skor yg diperoleh kelompok
peserta tes tersebut
Reliabilitas Soal
Secara Keseluruhan Standard Error of
Measurement
Analisis butir soal no. 1
Tingkat kesulitan butir soal no. 1 Daya beda butir soal no. 1
Validitas butir soal no. 1
Reliabilitas butir soal no. 1
Jumlah peserta didik yang
mengerjakan butir soal no. 1
Kunci jawaban butir soal no. 1
Koefisien kunci jawaban yang baik harus benilai positif (misal.
0.567)
Koefisien distraktor yang baik harus benilai negative dan dipilih oleh paling sedikit 2.5% peserta tes yang menjawab salah. Berdasarkan data ini, disimpulkan bahwa distraktor B dan C, tidak
berfungsi sama sekali karena tidak ada satu pun peserta tes yang memilih
distraktor tersebut. Sedangkan distraktor D dan E berfunsi dengan baik karena koefisien distraktor tersebut bernilai negatif (-0.375 dan -0.375) dan dipilih oleh 11.1% peserta didik yang
menjawab salah butir no. 1Berapa persen peserta tes yg memilih distraktor tertentu dihitung dg mengalikan
‘Prop. X 100%’. Contoh: 0.111 x 100% = 11.1%