• Tidak ada hasil yang ditemukan

SKORING PADA TES PRESTASI

N/A
N/A
rp jenay

Academic year: 2024

Membagikan "SKORING PADA TES PRESTASI"

Copied!
41
0
0

Teks penuh

(1)

SKORING PADA

TES PRESTASI

(2)

Pemberian Skor untuk Tes Tipe Objektif

Pemberian skor tanpa melakukan pengurangan pada soal yang

dijawab salah, ketentuan dapat ditentukan oleh pembuat soal (misal 25 aitem soal dan menginginkan 100 merupakan skor tertinggi, maka cara pemberian skor: Jumlah Benar x 4)

◦ Pemberian skor dengan menerapkan pengurangan bagi jawaban yang salah:

X = B – S / (a-1) X = skor setelah dikoreksi

B = banyaknya aitem yang dijawab benar S = banyaknya aitem yang dijawab salah a = banyaknya pilihan jawaban (alternatif_

(3)

Pemberian Skor untuk Tes Tipe Karangan (Esai)

◦ Pedoman:

Buatlah pedoman pemberian skor yang berisi garis besar/pokok jawaban yang dikehendaki.

Tentukan kriteria-kriteria jawaban yang dianggap benar atau model jawaban yang dianggap benar

Usahakan melakukan pemeriksaan tanpa mengetahui pemilik kertas jawaban

Lakukan pemeriksaan dengan cara: koreksi tiap nomor soal dari seluruh siswa.

Lakukan pemeriksaan dalam keadaan tenang

(4)

Skor standar

Skor mentah: gambaran performansi siswa secara langsung; bisa dari aitem yang

dijawab benar. Tapi skor mentah tidak dapat menjadi dasar dalam interpretasi penguasaan bahan yang dicapai siswa.

Maka dari itu, perlu diubah menjadi skor standar.

Skor standar adalah skor yang dapat

dibandingkan satu sama lain; skor mentah yang diubah berdasarkan mean dan distribusi standar deviasinya

Silakan pelajari buku Tes Prestasi halaman 120-122

Bentuk konversi skor yang dinyatakan dalam bentuk jenjang presentil (PR)

Jenjang presentil suatu skor menunjukkan kedudukan relative skor tanpa

memedulikan besarnya mean dan standar deviasi kelompok.

Skor Presentil

Merupakan skor akhir dari gabungan berbagai komponen penilaian (UTS, UAS, tugas, dll)

Dilakukan untuk memperoleh ukuran yang mencerminkan secara proporsional

Skor Komposit

Skor komposita: Σbz / Σb b = bobot komponen z = skor-z pada tiap komponen

(5)

ANALISIS AITEM

(6)

◦ Tes dibuat harus dapat menunjukkan perbedaan antara siswa yang menguasai dan yang tidak menguasai materi yang diajarkan.

◦ Tes yang telah ditulis harus diuji kualitasnya secara empirik melalui prosedur try-out pada kondisi yang sesungguhnya.

◦ Hasil dari try out ini lah yang akan digunakan untuk analisis aitem

(7)

Parameter-parameter Aitem

Pada tipe objektif, kualitas aitem dilihat dari:

a. Indeks kesukaran aitem

b. Indeks daya diskriminasi aitem

◦ Kedua parameter di atas dihitung terpisah namun dilihat sebagai kesatuan komponen yang akan menentukan aitem dianggap baik atau tidak

◦ Yang diuji juga ada efektivitas distraktor pada tiap-tiap aitem untuk menentukan apakah tiap distraktor berfungsi atau belum

Parameter ini menunjukkan kualitas aitemdasar keputusan aitem dapat-tidak dapat digunakan

(8)

Indeks kesukaran aitem

◦ Merupakan rasio antara penjawab aitem yang benar dan banyaknya penjawab aitem.

◦ Semakin besar skor p maka menunjukkan semakin mudah aitem (bergerak antara 0-1_

p = ni/N ni= banyaknya siswa yang menjawab dengan benar N = banyaknya siswa yang menjawab aitem

(9)

Indeks Daya Diskriminasi Aitem

◦ Merupakan kemampuan aitem dalam membedakan siswa yang

mempunyai kemampuan tinggi dan yang mempunyai kemampuan rendah

◦ Bergerak dari -1 hingga 1. jika hasilnya negatif, maka aitem otomatis gugur (memiliki daya diskriminasi jelek)

d = 𝑛𝑖𝑇

𝑁𝑇 𝑛𝑖𝑅 𝑁𝑟 d = 𝑝𝑇 − 𝑝𝑅

niT = banyaknya penjawab aitem dengan benar dari kelompok tinggi NT = banyaknya penjawab dari kelompok tinggi

niR = banyaknya penjawab aitem dengan benar dari kelompok rendah NT = banyaknya penjawab dari kelompok rendah

pT = indeks kesukaran aitem kelompok tinggi pR = indeks kesukaran aitem kelompok rendah

(10)

Indeks Daya Diskriminasi Aitem

Indeks diskriminasi (d) Evaluasi

≥ 0,40 Sangat memuaskan

0,3 – 0,39 Memuaskan

0,2 – 0,29 Belum memuaskan (perlu perbaikan)

≤ 0,20 Jelek (gugur)

(11)

Efektivitas Distraktor

Efektivitas distraktor dianalisis guna mengetahui apakah seluruh

distraktor atau pilihan jawaban selain kunci telah berfungsi sebagaimana mestinya

Biasanya, distraktor-distraktor akan dipilih oleh banyak siswa yang masuk ke dalam kelompok rendah

Efektivitas distraktor dilihat dari dua kriteria:

1. Distraktor dipilih oleh siswa dari kelompok rendah

2. Pemilih distraktor tersebar relative proporsional pada masing-masing distraktor yang ada

Efektivias distraktor dikatakan baik ketika memiliki proporsi di atas 5%

(0,05)

(12)

◦ Link software iteman (silakan pilih salah satu yg bisa digunakan di laptop/komputer teman-teman):

https://drive.google.com/drive/folders/1k_tPlIzJunDooZkR- mC33iY1tfbH97pt?usp=sharing

(13)

ANALISIS AITEM MENGGUNAKAN

ITEMAN 4.3

(14)

Langkah-langkah input data

(15)
(16)
(17)
(18)
(19)
(20)
(21)
(22)

Tahap Selanjutnya:

Membuat Kuci Jawaban

(23)
(24)
(25)
(26)

Langkah-langkah Analisis Butir Soal Menggunakan ITEMAN

4.3

(27)
(28)
(29)
(30)
(31)
(32)
(33)
(34)
(35)

Interpretasi Ouput ITEMAN 4.3

(36)
(37)

Tingkat Kesulitan Soal Secara Keseluruhan

Validitas Soal Secara Kesluruhan

Jumlah butir soal yang dianalisis

Rata-rata skor yg diperoleh kelompok

peserta tes tersebut

(38)

Reliabilitas Soal

Secara Keseluruhan Standard Error of

Measurement

(39)

Analisis butir soal no. 1

Tingkat kesulitan butir soal no. 1 Daya beda butir soal no. 1

Validitas butir soal no. 1

Reliabilitas butir soal no. 1

Jumlah peserta didik yang

mengerjakan butir soal no. 1

(40)

Kunci jawaban butir soal no. 1

Koefisien kunci jawaban yang baik harus benilai positif (misal.

0.567)

Koefisien distraktor yang baik harus benilai negative dan dipilih oleh paling sedikit 2.5% peserta tes yang menjawab salah. Berdasarkan data ini, disimpulkan bahwa distraktor B dan C, tidak

berfungsi sama sekali karena tidak ada satu pun peserta tes yang memilih

distraktor tersebut. Sedangkan distraktor D dan E berfunsi dengan baik karena koefisien distraktor tersebut bernilai negatif (-0.375 dan -0.375) dan dipilih oleh 11.1% peserta didik yang

menjawab salah butir no. 1Berapa persen peserta tes yg memilih distraktor tertentu dihitung dg mengalikan

‘Prop. X 100%’. Contoh: 0.111 x 100% = 11.1%

(41)

Video tutorial analisis aitem menggunakan iteman 4.3

https://youtu.be/QOxwaLYToYI

Referensi

Dokumen terkait